• Tidak ada hasil yang ditemukan

MUSRENBANG RKPD DI KECAMATAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "MUSRENBANG RKPD DI KECAMATAN"

Copied!
59
0
0

Teks penuh

(1)

MUSRENBANG RKPD DI KECAMATAN

Dalam rangka

PENYUSUNAN RANCANGAN

TAHUN 2022

(2)

OUTLINE

Overview RKPD

1.

Gambaran Umum dan Indikator Makro

2.

Permasalahan dan Isu Strategis

3.

Sasaran dan Prioritas Pembangunan

4.

(3)

RKPD

Merupakan penjabaran dari RPJMD yang memuat rancangan kerangka ekonomi daerah, prioritas pembangunan daerah, serta rencana kerja dan pendanaan untuk jangka waktu (1) satu tahun yang disusun dengan berpedoman pada RKP dan program strategis

nasional yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat

Permendagri 86/2017

(4)

OVERVIEW RKPD

(5)

DASAR HUKUM PENYUSUNAN

Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional

1.

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah

2.

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah

3.

Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2020 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2020-

4.

2024

Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 7 Tahun 2019 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Jawa Timur Tahun 2019-2024

5.

Peraturan Daerah Kabupaten Ngawi Nomor 19 Tahun 2012 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kabupaten Ngawi Tahun 2005-2025

6.

Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah

7.

Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 050-3708 Tahun 2020 tentang Hasil Verifikasi dan Validasi Pemutakhiran Klasifikasi, Kodefikasi, dan Nomenklatur Perencanaan Pembangunan dan Keuangan Daerah

8.

(6)

ARSITEKTUR DAN HUBUNGAN ANTAR DOKUMEN RENCANA PEMBANGUNAN DAERAH

NASIONAL

RPJPN (2005-2025)

RPJPD JATIM (2005-2025)

RPJPD (2016-2025)

RPJMN (2020-2024)

RPJMD JATIM (2019-2024)

RTRW NASIONAL RTRW JATIM RTRW

KAB. NGAWI RPJMD KAB. NGAWI

2021-2026

KAB NGAWI PROVINSI

RPJMD

Renstra PD

Renja

PD RKPD

KUA PPAS

Rancangan RKA-PD APBD

RPJPD

APBD DPA-PD

(7)

TAHAPAN PENYUSUNAN RKPD

Persiapan penyusunan

RKPD Penyusunan

Rancangan Awal RKPD

Forum Konsultasi

Publik Penyusunan Rancangan

RKPD

Musrenbang

RKPD Perumusan

Rancangan

Akhir RKPD

(8)

GAMBARAN UMUM DAN INDIKATOR

MAKRO

(9)

Perekonomian Dunia

Pada Juni, IMF mengeluarkan proyeksi untuk kinerja ekonomi dunia terkontraksi -4,9%. Pada Oktober,

vaksin pun dilakukan secara terbatas, IMF

mengeluarkan proyeksi ekonomi dunia hanya akan terkontraksi -4,4%.

Jumlah Kasus per Januari 2021 88 juta jiwa (Meninggal Dunia

1,9 juta jiwa)

PEREKONOMIAN DUNIA AKIBAT COVID-19

-10 -9 -8 -7 -6 -5 -4 -3 -2 -1 0

Q1 Q2 Q3 Q4

Pertumbuhan Ekonomi Global Tahun 2020 (YoY)

(10)

Perekonomian Dunia

PEREKONOMIAN INDONESIA AKIBAT COVID-19

Jumlah Kasus per Januari 2021 789,000 jiwa (Meninggal Dunia

23.520 jiwa)

Pada triwulan III 2020, perekonomian Indonesia tumbuh sebesar -3,49% (YoY); membaik dari triwulan sebelumnya yang sebesar -5,32% (YoY).

-4 -3 -2 -1 0 1 2 3 4 5 6

2016 2017 2018 2019 2020 (Q3)

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia (YoY)

(11)

PERTUMBUHAN EKONOMI

2016 2017 2018 2019

Ngawi 5,21 5,07 5,21 5,05

Jawa Timur 5,57 5,46 5,5 5,52

Nasional 5,02 5,07 5,17 5,02

4,7

4,8

4,9

5

5,1

5,2

5,3

5,4

5,5

5,6

5,7

(12)

PERSENTASE PENDUDUK MISKIN

2015 2016 2017 2018 2019

Ngawi 15,61 15,27 14,91 14,83 14,39

Jawa Timur 12,28 11,85 11,77 10,98 10,37

Nasional 11,13 10,7 10,12 9,66 9,22

0

2

4

6

8

10

12

14

16

18

(13)

LAJU INFLASI

2016 2017 2018 2019

Ngawi 2,25 4,78 2,71 2,22

Jawa Timur 2,74 4,04 2,86 2,12

Nasional 3,02 3,61 3,13 2,72

0

1

2

3

4

5

6

(14)

INDEKS GINI

2016 2017 2018 2019

Ngawi 0,34 0,34 0,33 0,33

Jawa Timur 0,402 0,396 0,379 0,371

Nasional 0,397 0,393 0,389 0,381

0

0,05

0,1

0,15

0,2

0,25

0,3

0,35

0,4

0,45

(15)

INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA

2015 2016 2017 2018 2019

Ngawi 68,32 68,96 69,72 69,91 70,41

Jawa Timur 86,95 69,74 70,27 69,91 71,5 Nasional 69,55 70,18 70,81 71,39 71,92

0

10

20

30

40

50

60

70

80

90

100

(16)

INDEKS PEMBANGUNAN GENDER

2016 2017 2018 2019

Ngawi 92,16 93,01 97,38 99,17

Jawa Timur 90,72 90,76 90,77 91,67

Nasional 90,96 90,96 90,99 91,07

86

88

90

92

94

96

98

100

(17)

TINGKAT PENGANGGURAN TERBUKA

2017 2018 2019

Ngawi 5,76 3,83 3,39

Jawa Timur 4 3,99 3,92

Nasional 5,5 5,34 5,28

0

1

2

3

4

5

6

7

(18)

ANGKA HARAPAN HIDUP

2016 2017 2018 2019 2020

Ngawi 71,63 71,74 72,92 72,16 72,3

Jawa Timur 70,74 70,8 70,97 71,18 71,3

Nasional 70,9 71,06 71,2 71,34 71,47

69,5

70

70,5

71

71,5

72

72,5

73

73,5

(19)

RATA-RATA LAMA SEKOLAH

2016 2017 2018 2019 2020

Ngawi 6,54 6,66 6,88 6,98 7,06

Jawa Timur 7,23 7,34 7,39 7,59 7,78

Nasional 7,95 8,1 8,17 8,34 8,84

0

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

(20)

HARAPAN LAMA SEKOLAH

2016 2017 2018 2019 2020

Ngawi 12,65 12,67 12,68 12,69 12,7

Jawa Timur 12,98 13,09 13,1 13,16 13,19

Nasional 12,72 12,85 12,91 12,95 12,98

12,3

12,4

12,5

12,6

12,7

12,8

12,9

13

13,1

13,2

13,3

(21)

INDEKS REFORMASI BIROKRASI

71,15

62,34

66,06

56 58 60 62 64 66 68 70 72

2017 2018 2019

(22)

INDEKS KUALITAS LINGKUNGAN HIDUP (IKLH)

58,35

84,08

62,51 66,44

0 10 20 30 40 50 60 70 80 90

2016 2017 2018 2019

Sumber: Bappelitbang Kabupaten Ngawi

(23)

CAKUPAN LAYANAN INFRASTRUKTUR

70,50

72,80

74,76

68,00 69,00 70,00 71,00 72,00 73,00 74,00 75,00 76,00

2017 2018 2019

Sumber: Bappelitbang Kabupaten Ngawi

(24)

71,4 73 70,1

90

0 20 40 60 80 100

2016 2017 2018 2019

Tingkat Penurunan Gangguan Ketertiban Umum %

62 76 72

96

0 50 100 150

2016 2017 2018 2019

Tingkat Penurunan Pelanggaran Perda %

55 71

52

94

0 50 100

2016 2017 2018 2019

Peningkatan Kasus Kebakaran Yang Direspon Kurang kurang 15

menit %

Sumber: Satpol PP Kabupaten Ngawi, 2016-2019

(25)

PERMASALAHAN PER

URUSAN PEMERINTAH

(26)

Pemetaan Masalah Pokok, Masalah, Akar Masalah

No Masalah Pokok Masalah Akar Masalah Urusan

1 Belum optimalnya pemerataan pendidikan Kurangnya pemerataan Akses Pendidikan

Tingkat ekonomi orangtua yang tidak mampu membiayai pendidikan anaknya

Pendidikan Jarak tempuh yang jauh dari rumah ke

sekolah

Kurangnya ketersediaan guru sesuai kualifikasi

Minimnya Pemahaman orang tua terhadap pentingnya pendidikan

Menurunnya Rata-rata Nilai Ujian Sekolah Berbasis Nasional (SD)

Menurunnya Angka Partisipasi Kasar (APK) PAUD dan SD

Menurunnya Presentase Angka Melanjutkan dari SD/MI ke SMP/MTS dan SMP/MTS ke SMA/MA

Menurunya angka partisipasi murni SD dan SMP Kabupaten Ngawi

Meningkatnya Angka Putus Sekolah SMP Kabupaten Ngawi

2 Pelestarian kebudayaan semakin menurun Rendahnya minat masyarakat terhadap budaya

Minimnya minat masyarakat dalam pelestarian budaya

Kebudayaan Semakin berkurangnya pagelaran

budaya

Masih adanya pelaku seni yang enggan beradaptasi dengan kemajuan teknologi

(27)

Pemetaan Masalah Pokok, Masalah, Akar Masalah

No Masalah Pokok Masalah Akar Masalah Urusan

3 Masih minimnya sarana prasarana untuk pelaku usaha ekonomi kreatif

Minimnya perhatian daerah terkait potensi ekonomi kreatif

Minimnya sarana prasarana untuk

menunjang kegiatan ekonomi kreatif Ekonomi Kreatif Masih minimnya media promosi

4 Masih tingginya angka stunting Masih tingginya angka stunting (Kekurangan Gizi)

Tingginya angka stunting diatas standar WHO 20%

Kesehatan Kurangnya pola asuh orang tua yang

paham akan pemenuhan gizi

Sistem manajemen kesehatan yang belum terorganisir

Masih rendahnya tenaga kesehatan yang terlatih

Belum maksimalnya Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) yang mendapatkan penanganan kesehatan dari 85 bayi yang mengalami BBLR hanya 22 bayi yang dirujuk

Meningkatnya Ibu Hamil Kurang Energi Kronis (KEK)

5 Masih tingginya penemuan pasien HIV, DBD, Diare, ISPA, TBC

Masih tingginya penemuan pasien HIV, DBD, Diare, ISPA, TBC

Masih tingginya cakupan penemuan pasien baru kasus HIV, DBD, Diare, Ispa, TBC

6 Masih rendahnya inovasi untuk mempermudah akses layanan

Minimnya inovasi teknologi untuk memotong prosedur

Masih tingginya kasus khusus yang tidak tercover BPJS

RSUD Masih adanya keterbatasan sarana

prasarana, dan pembiayaan BPJS Masih perlunya inovasi pengembangan pelayanan untuk mempermudah akses layanan dengan memotong prosedur

(28)

Pemetaan Masalah Pokok, Masalah, Akar Masalah

No Masalah Pokok Masalah Akar Masalah Urusan

7 Masih rendahnya pendataan dan penanganan PMKS

Belum adanya pendataan terintegrasi dan penanganan

PMKS

Penanganan PMKS yang belum tepat sasaran karena belum adanya pendataan yang valid

Sosial Kurang adanya pendataan masyarakat fakir miskin

Kurangnya SDM yang berkompeten dalam Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS)

8

Masih rendahnya partisipasi perempuan dalam dunia

kerja

Minimnya akses dan partisipasi perempuan dalam dunia kerja

Menurunnya IPG karena menurunnya partisipasi angkatan kerja perempuan

Pemberdayaan Perempuan Masih rendahnya perempuan dan anak korban kekerasan

yang mendapatkan penanganan pengaduan karena pengetahuan masyarakat serta kurangnya keterbukaan komunikasi antar lingkungan

Menurunnya Partisipasi perempuan dilembaga pemerintah disebabkan karena adanya Tradisi atau perspektif perempuan yang hanya sebagai ibu Rumah Tangga (Gender/Kodrat Perempuan)

9 Masih tingginya laju pertumbuhan penduduk

Belum Optimalnya Program KB karena laju pertumbuhan

penduduk tinggi

Rendahnya pengetahuan masyarakat terhadap program

keluarga berencana menyebabkan tingginya TFR Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana

Masih rendahnya prevalensi peserta KB aktif Belum optimalnya rasio petugas lapangan KB/PKB

10 Masih rendahnya prestasi pemuda dan olahraga

Minimnya prestasi dibidang olahraga

Minimnya prestasi pemuda ditingkat Provinsi dan Nasional

Kepemudaan dan Olahraga Menurunya persentase lapangan olahraga per jumlah

penduduk

Menurunya saran-prasaran penunjang bidang olah raga

(29)

Pemetaan Masalah Pokok, Masalah, Akar Masalah

No Masalah Pokok Masalah Akar Masalah Urusan

11 Masih kurangnya perekonomian kerakyatan dengan berbasis teknologi

Belum optimalnya pemanfaatan lumbung pangan

Belum adanya data nilai cadangan pangan utama daerah karena kurangnya koordinasi dengan OPD

lain Pangan

Menurunnya skor PPH Konsumsi Masih tingginya desa rawan pangan 12 Masih rendahnya akses air untuk

pengembangan perikanan

Minimnya akses dan ketersediaan air untuk

perikanan

Kurangnya masyarakat untuk konsumsi ikan Perikanan dan Kelautan Minimnya ketersediaan air untuk budidaya

perikanan

13 Masih rendahnya akses air untuk pertanian Minimnya akses dan ketersediaan air untuk pertanian

Kurangnya ketersediaan air untuk irigrasi pertanian

Pertanian Kurangnya pemanfaatan teknologi di bidang

pertanian

Menurunnya capaian produksi pertanian Menurunnya kontribusi PDRB ADHB Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan Menurunnya capaian produksi pertanian

14 Tantangan penurunan kualitas lingkungan Masih tingginya tingkat pencemaran lingkungan

Volume sampah yang semakin meningkat

Lingkungan Hidup Menurunya indeks kualitas vegetasi

Masih rendahnya jumlah pasar bersih

Belum optimalnya kinerja dalam peningkatan kualitas air

(30)

Pemetaan Masalah Pokok, Masalah, Akar Masalah

No Masalah Pokok Masalah Akar Masalah Urusan

15 Belum optimalnya Bumdes yang aktif

Masih banyaknya Bumdes yang tidak aktif

Belum terdapat klasifikasi desa kategori

swasembada PMD

Berkurangnya Lembaga Ekonomi yang Aktif

16 Masih rendahnya kunjungan pariwisata

Minimnya pendukung pariwisata berbasis 5A (attraction, activity,

accessibility, accommodation, dan amenity)

Masih rendahnya destinasi wisata yang berkembangkan

Pariwisata Masih rendahnya promosi wisata

Minimnya ketersediaan akomodasi wisata

17 Masih rendahnya usaha mikro Masih dominan usaha mikro dari pada usaha kecil

Kurang variatifnya jenis usaha

Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah

Belum optimalnya Jumlah Usaha mikro yang mengalami perubahan status menjadi kecil karena Standarisasi produk yang masih kurang Menurunnya jumlah usah mikro dan kecil

18 Masih rendahnya kualitas SDM transmigrasi lokal

Masih rendahnya kualitas SDM transmigrasi lokal

Belum optimalnya koordinasi dan kerjasama

pembangunan transmigrasi Transmigrasi

Masih rendahnya pengetahuan transmigrasi lokal

19 Masih rendahnya minat investor untuk investasi di Kabupaten Ngawi

Masih rendahnya pemaham SDM dalam pengolahan sistem OSS

Belum optimalnya rasio daya serap tenaga kerja karena Kurangnya pemahaman masyarakat terhadap sistem OSS

Penanaman Modal Belum optimalnya investor karena validitas dan

akses data investasi terkait dengan OSS kurang optimal

Kurangnya jaringan internet

(31)

Pemetaan Masalah Pokok, Masalah, Akar Masalah

No Masalah Pokok Masalah Akar Masalah Urusan

20 Minimnya pertumbuhan industri baru

Jumlah IKM yang mengalami peningkatan status dari tahun ke

tahun semakin berkurang

Penurunan jumlah indusri baru disebabkan oleh faktor jumlah pelatihan yang berkurang

Perindustrian Penurunan omset 4562 pedagang pasar daerah,

4510 pedagang pasar daerah, dan 407 pedagang kaki lima (PKL) akibat COVID-19

Dinamika 1812 IKM yang mengalami kondisi tidak ideal karena terdampak COVID-19

Belum maksimalnya pekerja/ buruh yang mendapat perlindungan ketenagakerjaan

21 Minimnya pemasaran produk lokal

Masih rendahnya minat masyarakat terhadap produk lokal

Belum maksimalnya distribusi/pemasaran produk lokal Ngawi

Perdagangan Masih rendahnya pengawasan mutu dagang PKL

dan asongan disebabkan oleh faktor data PKL masih mencakup kota saja

22

Masih rendahnya kapasitas dan kapabilitas

calon tenaga kerja

Belum optimalnya pencari kerja yang ditempatkan

Masih belum maksimalnya pencari kerja yang ditempatkan

Tenaga Kerja Belum adanya instruktur tetap untuk Balai

Kepegawaian 23

Belum terkelolanya mekanisme pendaftaran informasi kependudukan

yang terintegrasi

Belum optimalnya catatan kependudukan

Masih rendahnya penduduk yang memiliki akte

kematian Administrasi Kependudukan

dan Pencatatan Sipil Masih lamanya rata-rata penyelesaian KTP

24

Menurunnya IKM terhadap pelayanan

perpustakaan

Masih rendahnya minat baca masyarakat

Menurunnya jumlah pengunjung perpustakaan

Perpustakaan Ketersediaan sarana dan prasarana Perpustakaan

yang kurang representatif

Masih rendahnya koleksi budaya etnis nusantara

(32)

Pemetaan Masalah Pokok, Masalah, Akar Masalah

No Masalah Pokok Masalah Akar Masalah Urusan

25

Masih rendahnya pengelolaan kearsipan tingkat daerah, perangkat

daerah, dan desa

Masih rendahnya kualitas arsiparis

Menurunnya jumlah SKPD yang menerapkan arsip secara baku disebabkan Rendahnya kualitas arsiparis

Kearsipan Masih rendahnya OPD yang

menyelenggarakan arsip secara baku Masih rendahnya arsip yang terjamin ke amanannya

26

Minimnya pegawai yang memiliki kompetensi dan kualifikasi yang tidak

sesuai dengan bidangnya

Masih rendahnya disiplin dan kompetensi pegawai

Masih tingginya pelanggaran disiplin pegawai

Kepegawaian Ketidak akuratan data kepegawaian terutama

PNS yang telah mengikuti diklat Belum optimalnya PNS mengikuti uji kompetensi

Ketidak akuratan data kepegawaian terutama PNS yang telah mengikuti diklat

Masih tingginya OPD yang tidak terdapat hukuman disiplin

Masih rendahnya ASN yang memenuhi persyaratan kompetensi teknis

27 Belum optimalnya Monitoring dan Evaluasi untuk peningkatan kinerja

Masih kurangnya Monev yang dilakukan secara berkala

Belum optimalnya evaluasi internal secara berkala

Inspektorat Masih rendahnya kapabilitas APIP

Jumlah APIP yang belum memadai Mekanisme Monev kinerja belum memperlihatkan hasil yang ingin dicapai 28 Belum optimalnya pelaksanaan

reformasi birokrasi

Kelembagaan belum berbasis pada kinerja

Masih rendahnya IRB

Sekretariat Daerah Proses bisnis masih belum sepenuhnya

terintgrasi dengan dokumen perencanaan

(33)

No Masalah Pokok Masalah Akar Masalah Urusan 29 Belum optimalnya jaringan

aspirasi masyarakat

Belum optimalnya jaringan aspirasi masyarakat

Masih rendahnya aspirasi masyarakat yang terakomodir dalam pokok-pokok pikiran DPRD

Sekretariat DPRD

30 Keterbatasan akses jaringan internet diberbagai wilayah

Belum optimalnya penggunaan teknologi

dalam aktivitas pemerintahan

Belum optimalnya penggunaan aplikasi e-Government yang terintegrasi

Komunikasi dan Informasi Belum optimalnya Kelompok Informasi Masyarakat

(KIM) yang mengaplikasikan TIK dalam aktivitasnya Masih rendahnya IKM

Masih rendahnya kapabilitas SDM aparatur dalam mengoprasikan internet

31 Belum terintegrasinya statistika sektoral

Belum ada pendataan statistik sektoral yang

baku

Data statistika sektoral yang diperoleh OPD masih belum maksimal dan belum terintegrasi

Statistik Data belum konsisten karena adanya perbedaan

konsep dan metodologi. Mekanisme pengumpulan data statistik sektoral menggunakan metode yang tidak baku

32 Belum terjaganya

keamanan informasi daerah

Masih rendahnya penyediaan pelayanan

keamanan informasi

Masih rendahnya operasionalisasi sandi pemerintah daerah

Persandian Penyediaan pelayanan keamana informasi masih

rendah

33

Belum optimalnya mekanisme penjaminan

kualitas dokumen perencanaan dan

pengukuran

Belum optimalnya pemahaman SDM terkait penyusunan dokumen perencanaan

dan pengukuran yang berkualitas

Penggunaan ukuran kinerja/indikator kinerja belum sepenuhnya mencerminkan tujuan yang hendak dicapai

Perencanaan Mekanisme pengumpulan data OPD belum optimal

Minimnya pemahaman internal OPD terkait

penyusunan dokumen perencanaan dan pengukuran yang baik

34

Belum optimalnya penelitian dan pengembangan yang menunjang pembangunan

daerah

Masih kurangnya kapasitas SDM dalam

penelitian dan pengembangan

Belum optimalnya Hasil Penelitian dan Pengembangan yang menjadi Bahan Perencanaan Pembangunan

Penelitian dan Pengembangan Masih minimnya agenda-agenda penelitian dan

pengembangan yang menunjang daerah

Belum optimalnya kajian penelitian yang berada pada setiap urusan di OPD

(34)

Pemetaan Masalah Pokok, Masalah, Akar Masalah

No Masalah Pokok Masalah Akar Masalah Urusan

29

Belum optimalnya jaringan aspirasi

masyarakat

Belum optimalnya jaringan

aspirasi masyarakat Masih rendahnya aspirasi masyarakat yang terakomodir dalam pokok-pokok pikiran DPRD

Sekretariat DPRD

35

Belum optimalnya pengelolaan keuangan

dan pengelolaan BMD kategori baik

Masih kurangnya pemahaman SKPD tentang

pengelolaan keuangan

Kurangnya pemahaman SKPD dalam memahami peraturan perundang-undangan yang baru tentang penyusunan anggaran daerah.

Keuangan Aplikasi ( Misalnya SP2d Dengan Bank, SISMIOP di kecamatan )

belum terlaksana secara online

Penyampaian laporan BMD yang tidak tepat waktu

36

Masih kurangnya kuantitas dan kualitas

infrastruktur yang mendukung lintas

sektor

Belum optimalnya jaringan irigrasi dan sistem drainase utilitas yang terpadu serta

berkelanjutan

Belum optimalnya jaringan irigasi dalam kondisi baik untuk peningkatan produksi padi

PUPR Masih kurangnya kualitas infrastruktur jalan dalam kondisi

baik. Hal ini dikarenakan Umur rencana jalan telah melampaui umur rencana jalan sehingga kondisi jalan menjadi tidak stabil dan cenderung rusak akibat faktor cuaca dan lalu lintas (baik repetisi/ jumlah lalu lintas yang lewat maupun beban lalu lintas yang melebihi tonase)

Masih rendahnya sistem drainase secara terpadu Masih rendahnya sistem utilitas berkelanjutan

37

Masih minimnya perumahan dan permukiman yang

berkelanjutan

Belum Optimalnya rumah layak huni dalam permukiman tertata

Belum optimalnya rumah tangga layak huni

Perkim Belum optimalnya rumah tangga bersanitasi

Belum optimalnya penataan permukiman

Masih rendahnya rumah tangga pengguna air bersih 38

Belum terkelolanya lahan kosong pada

sektor produktif

Masih rendahnya kepemilikan sertifikat

tanah

Kurang optimalnya tanah yang memiliki sertifikat, sehingga

dapat menimbulkan potensi konflik pertanahan Pertanahan Minimnya pemanfaatan tanah kosong

39

Belum optimalnya sarana prasarana

perhubungan

Masih rendahnya sarana prasarana perhubungan dan layanan angkutan darat dalam kondisi baik

Masih rendahnya rasio Sarana Prasarana Perhubungan Yang

Ada Dalam Kondisi Baik Perhubungan

40

Belum optimalnya integrasi trayek

transportasi

Masih belum terintegrasi jaringan antar trayek perdesaan-perkotaan

Jumlah penumpang dan angkutan darat semakin menurun Masih tingginya angka kecelakaan lalu lintas

(35)

Pemetaan Masalah Pokok, Masalah, Akar Masalah

No Masalah Pokok Masalah Akar Masalah Urusan

41

Belum terdapat desa/kelurahan tangguh

bencana yang memadai

Masih minimnya desa/kelurahan tangguh bencana

Masih rendahnya jumlah desa/kelurahan/ kampung rawan bencana

yang mendapat/memperoleh informasi peringatan dini bencana Kebencanaan Masih rendahnya pembentukan desa/kelurahan tangguh bencana

42

Masih kurangnya kurang sadarnya masyarakat mengenai keamanan dan

ketertiban di wilayah masing-masing

Masih kurangnya

penyelenggaraan keamanan dan ketertian umum secara

komperhensif

Masih rendahnya kesadaran masyarakat menjaga ketertiban umum yang menyebabkan tingginya ganggungan ketertiban umum

Keamanan dan Ketertiban Kurangnya integrasi data Perda tentang Keamanan dan Ketertiban

setiap tahunnya

Belum maksimalnya desa/kelurahan yang memiliki perlindungan masyarakat melalui pos kampling

43

Pemahaman masyarakat terhadap ideologi Pancasila

menurun

Pendidikan ideologi Pancasila pada pendidikan Formal dan Non Formal kurang optimal

Belum adanya kurikulum terkait Penguatan ideologi Pancasila

Kesatuan Bangsa dan Politik

Pemahaman ideologi Pancasila pada organisasi kemasyarakatan belum optimal

Adanya perbedaan persepsi terhadap ideologi

Masuknya paham-paham radikal Adanya provokasi dari kelompok radikal Kurangnya pemahaman

masyarakat tentang pendidikan politik

kurangnya pembinaan politik kepada masyarakat

Belum adanya pedoman teknis terkait pembinaan pendidikan politik Pembinaan politik kepada parpol yang kurang optimal

rendahnya kesadaran politik masyarakat

Adanya apriori masyarakat terhadap proses politik (masyarakat hanya sebagai objek politik)

44 Belum optimalnya pelayanan yang diberikan

Minimnya kualitas pelayanan Desa

Masih rendahnya status desa

Kecamatan Minimnya tingkat pemahaman SDM aparatur desa

Minimnya jaringan akses internet Masih rendahnya Budaya kinerja

(36)

ISU STRATEGIS NASIONAL

ISU RPJMN 2020-2024

 Memperkuat Ketahanan Ekonomi Untuk Pertumbuhan yang Berkualitas

 Mengembangkan Wilayah Untuk Mengurangi Kesenjangan & Menjamin Pemerataan

 Meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) Berkualitas dan Berdaya Saing

 Membangun Kebudayaan dan Karakter Bangsa

 Memperkuat Infrastruktur Untuk Mendukung Pengembangan Ekonomi & Pelayanan Dasar

 Membangun Lingkungan Hidup, Meningkatkan Ketahanan Bencana, Dan Perubahan Iklim

 Memperkuat Stabilitas POLHUKHANKAM dan Transformasi Pelayanan Publik

Arahan Presiden Bendung Covid-19

 Pengujian sampel secara massif dan agresif

 Memanfaatkan konsultasi medis dengan menggunaka platform layanan medis

 Melakukan komunikasi yang detail, efektif dan transparan

 Penegakan hukum dengan dukungan aparat

 Memperlancar arus logistik, baik dari pusat ke daerah maupun dari gudang-gudang logistic ke daerah-daerah

 Stimulus ekonomi harus tepat sasaran

(37)

ISU STRATEGIS REGIONAL JAWA TIMUR

Kualitas sumber daya manusia

Pertumbuhan dan Pemerataan Ekonomi

Tata Kelola Pemerintah dan Reformasi Birokrasi Demokrasi Kewargaan

Pembangunan Infrastruktur

Angka Kemiskinan yang cukup tinggi

Prevalensi Stunting di atas angka Nasional

Perbaikan kualitas Pendidikan

(38)

ISU STRATEGIS KABUPATEN NGAWI 2022

Pandemi Covid-19

1.

Peningkatan SDM berkualitas

2.

Pengembangan ekonomi kerakyatan

3.

Reformasi birokrasi

4.

Peningkatan kualitas infrastruktur

5.

Peningkatan kondusifitas daerah

6.

Penurunan Angka Kemiskinan

7.

(39)

SASARAN DAN PRIORITAS

PEMBANGUNAN

(40)

SEMESTA BERENCANA

“Terwujudnya masyarakat Kabupaten Ngawi yang mandiri, berakhlaq, makmur dan berdaya saing berbasis agropolitan dengan semangat gotong royong dalam bingkai

NKRI”

VISI

KABUPATEN NGAWI TAHUN 2021-2026

Meningkatkan SDM yang berkualitas dan berdaya saing melalui kemudahan terhadap akses pelayanan kepada masyarakat

MISI

KABUPATEN NGAWI TAHUN 2021-2026

1

Mengembangkan perekonomian kerakyatan melalui kemudahan investasi, pariwisata berbasis potensi lokal dan pertanian ramah lingkungan berkelanjutan didukung riset dan teknologi

2

Meningkatkan etos kerja dan integritas aparatur pemerintahan guna memberikan pelayanan prima

3

Meningkatkan kualitas infrastruktur guna percepatan pembangunan yang berkesinambungan

4

Meningkatkan kondusifitas daerah melalui pengembangan budaya lokal yang berlandaskan keagamaan dan gotong-royong

5

(41)

MISI 1

Meningkatkan SDM yang berkualitas dan berdaya saing melalui kemudahan terhadap akses pelayanan kepada masyarakat

Tujuan Meningkatkan kualitas pembangunan sumber daya manusia

Indikator Tujuan

Indeks Pembangunan Manusia (IPM)

Meningkatnya akses dan kualitas pelayanan pendidikan dan kesehatan

Sasaran

Indikator Sasaran

Indeks Aktivitas Literasi Membaca (Indeks Alibaca)

Menurunnya laju pertumbuhan

pendudukan

Persentase laju pertumbuhan

penduduk

Meningkatnya kualitas dan daya

saing tenaga kerja Tingkat pengangguran

terbuka

Indeks Pembangunan

Pemuda Indeks

Pendidikan Indeks

Kesehatan

Urusan

Pendidikan Perpustakaan

dan Kearsipan Kepemudaan

dan Olahraga Kesehatan Perlindungan Anak dan Keluarga

Berencana Tenaga Kerja

Meningkatnya partisipasi perempuan dalam

pembangunan Indeks Pembangunan

Gender (IPG)

Pemberdayaan Peremuan

(42)

Mengembangkan perekonomian kerakyatan melalui kemudahan investasi, pariwisata berbasis potensi lokal dan pertanian ramah lingkungan berkelanjutan didukung riset dan teknologi

Tujuan Meningkatkan pertumbuhan ekonomi bekelanjutan dalam mewujudkan kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat

Indikator Tujuan

Angka Pertumbuhan Ekonomi

Meningkatnya Pertumbuhan Ekonomi Sektor Unggulan

Sasaran

Indikator Sasaran

Indeks Ketahanan

Pangan

Meningkatnya Cakupan Penanganan

PPKS

Persentase PPKS yang Mandiri

Persentase nilai investasi (PMDN/PMA) PDRB

Perkapita

Persentase Pertumbuhan

Usaha Mikro

Urusan

Pertanian, Perikanan

, Pangan, Perdagan

gan, Perindustri

an

Pertanian dan pangan

Penanaman Modal

Koperasi Usaha Kecil

dan Menengah

Sosial

MISI 2

Persentase Penduduk Miskin

Indeks Resiko Bencana

Angka Kunjungan

wisata

Pariwisata

Persentase kebijakan inovasi

yang diterapkan di daerah

Penelitian dan Pengembangan

Optimalisasi Pengembangan

Inovasi Daerah

Meningkatnya Kualitas Lingkungan Hidup

yang Sehat dan Tangguh Bencana

Indeks Kualitas Lingkungan

Hidup

Lingku ngan Hidup

Indeks Kapasitas Pemerintah

Keben canaan

(43)

MISI 3

Meningkatkan etos kerja dan integritas aparatur pemerintahan guna memberikan pelayanan prima

Tujuan Meningkatkan Kapasitas Tata Kelola Pemerintahan yang Efektif dan Akuntabel dalam Memberikan Pelayanan Publik yang Prima

Indikator Tujuan

Indeks Reformasi Birokrasi

Meningkatnya Kapasitas Tata Kelola Pemerintahan

Sasaran

Indikator

Sasaran

Opini BPK

Meningkatnya Kualitas Pelayanan Publik

Indeks Pelayanan Publik

Maturitas SPIP

SAKIP Indeks

Profesionalitas ASN

Urusan

Perencanaan, Inspektorat,

Sekretariat Daerah Keuangan Inspektorat Kepegawaian

Administrasi Kependudukan, Pencatatan Sipil dan Kecamatan, Sekretariat DPRD Indeks SPBE

Komunikasi dan Informatika

(44)

MISI 4

Meningkatkan kualitas infrastruktur guna percepatan pembangunan yang berkesinambungan

Tujuan Meningkatkan kualitas dan pemerataan infrastruktur yang berkelanjutan

Indikator Tujuan

Indeks Kepuasan Layanan Infrastruktur

Meningkatnya kualitas dan pemerataan infrastruktur dasar Sasaran

Indikator

Sasaran

Persentase Jalan dalam Kondisi Manta Rasio permukiman layak huni Indeks Konektivitas Wilayah

Urusan

Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Perumahan Rakyat dan Kawasan

Permukiman Perhubungan

(45)

MISI 5

Meningkatkan kondusifitas daerah melalui pengembangan budaya lokal yang berlandaskan keagamaan dan gotong-royong

Tujuan Menguatkan nilai-nilai demokrasi berlandaskan keagamaan dan budaya lokal

Indikator Tujuan

Indeks Kesalehan Sosial

Meningkatnya penyelenggaraan keamanan dan ketertian umum secara komperhensif

Sasaran

Indikator Sasaran

Persentase Penurunan Konflik

Meningkatnya pemberdayaan masyarakat

Tingkat penyelesaian pelanggaran K3 (ketertiban,

ketentraman, keindahan)

Urusan

Ketentraman dan Ketertiban Umum serta Perlindungan Masyarakat

Indeks Desa Membangun

Pemberdayaan Masyarakat dan Desa

(46)

9 PRIORITAS BUPATI DAN WAKIL BUPATI

Kartu Semesta Berkeadilan

1.

Lumbung Pangan Desa

2.

Subuh Bergerak

3.

Musrenbang Semesta Berencana

4.

Agro Techno Park

5.

Ngawi Organik

6.

Santunan Kematian

7.

Taman Candi Multiporpouse Circuit

8.

Zona Kawasan Industri

9.

(47)

PRIORITAS DAERAH TAHUN 2022

Peningkatan SDM dan pengembangan pendidikan vokasi pertanian ramah lingkungan

1.

Pengembangan pertanian, agrowisata, industri pengolahan berbasis pertanian melalui pemanfaatan teknologi informasi

Pemberdayaan koperasi dan usaha mikro berbasis pertanian

Peningkatan infrastruktur wilayah dan infrastruktur pertanian guna kemudahan distribusi dan peningkatan produktivitas pertanian

Keterbukaan tata kelola pemerintahan dan peningkatan kepuasan pelayanan publik

2.

3.

4.

5.

(48)

KETERKAITAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN

RKP NASIONAL 2022 Mempercepat Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Sosial

RPJPD Kab Ngawi

2005-2025

Pemantapan Lumbung Pangan dan Lumbung Energi Nasional, Pusat Agribisnis, Pusat Industri Kecil dan Menengah, dan Pariwisata sebagai Ekonomi Kreatif

Tema Pembangunan Kab. Ngawi 2022

Mempercepat pengembangan

perekonomian daerah melalui penguatan agribisnis dan pariwisata yang didukung oleh pemantapan infastruktur wilayah dan

teknologi informasi

(49)

PRIORITAS PEMBANGUNAN TAHUN 2022

• Lumbung Pangan Desa

• Ngawi Organik Mandiri

• Agro Techno Park ( Ngawi Vertical Garden Agro Park )

• Penguatan SDM dan Kelembagaan Petani

• Bantuan Alat Produksi Pertanian

• Pola kemitraan produk pertanian

Revitalisasi pertanian dan pengembangan agribisnis ramah lingkungan, melalui program unggulan :

1.

(50)

PRIORITAS PEMBANGUNAN TAHUN 2022

• Taman Candi Multiporpouse Circuit

• Pengembangan Destinasi Wisata berbasis potensi lokal

• Revitalisasi Pasar

Mengembangkan industri pariwisata, ekonomi kreatif dan perdagangan, dengan program unggulan :

2.

(51)

PRIORITAS PEMBANGUNAN TAHUN 2022

• Negeri Ngawi Ramah

• Mbangun Deso Mandiri

• Modal Murah bagi Petani Gurem dan Pelaku Usaha Mikro

Pemberdayaan koperasi dan usaha mikro, dengan program unggulan :

3.

(52)

PRIORITAS PEMBANGUNAN TAHUN 2022

• Pembangunan / Rehabilitasi Jaringan Irigasi

• Pembangunan Embung untuk ketersediaan air baku pertanian

Meningkatkan Infrastruktur Pertanian, melalui program unggulan :

4.

(53)

PRIORITAS PEMBANGUNAN TAHUN 2022

• Smart Village

Meningkatkan Infrastruktur Komunikasi dan Informatika, melalui program unggulan :

5.

(54)

Pengembangan Perekonomian Daerah

Pengembangan Agribisnis

Pengembangan Pariwisata

Infrastruktur Wilayah

Teknologi Informasi

(55)

LOGICAL FRAMEWORK

PENGEMBANGAN

PARIWISATA

(56)

PENGEMBANGAN AGRIBISNIS

PENGEMBANGAN KAPASITAS SUMBER

DAYA MANUSIA PENGEMBANGA

N SUMBER DAYA BUATAN

PENGELOLAAN SUMBER DAYA

ALAM

PEMBINAAN PELAKU USAHA

MENJAMIN KEPASTIAN

USAHA PENGEMBANG

AN AKSES PASAR PEMBANGUNAN

INFRASTUKTUR

Pembangunan Sarana Produksi Agribisnis Pembangunan

Prasarana Produksi Agribisnis

KONSOLIDASI LAHAN PERTANIAN

Pemanfaatan lahan pertanian

yang telantar Pengendalian alih fungsi pertanian

JAMINAN LUASAN LAHAN

PERTANIAN

Memberikan kemudahan untuk memperoleh lahan

pertanian

Mempermudah akses perizinan

Menetapkan kawasan usaha

agribisnis

Penguatan kelembagaan pelaku

usaha Kemudahan akses ilmu

pengetahuan. Teknologi, dan informasi

Penyediaan fasilitas pembiayaan dan modal

Penyuluhan dan pendampingan Pendidikan dan

pelatihan

Menjamin perlindungan bagi

pelaku usaha dan konsumen

Menyelenggarakan pola kemitraan

usaha

Menyelenggarakan dan memfasilitasi kegiatan promosi

(57)

LOGICAL FRAMEWORK PENGEMBAGAN

AGRIBISNIS

(58)

PEMBANGUNA N PARIWISATA

PEMBANGUNAN DESTINASI PARIWIWSATA

PEMBANGUNAN PROMOSI PARIWIWSATA PEMBANGUNAN

KELEMBAGAAN PARIWIWSATA

PEMBANGUNAN INDUSTRI PARIWIWSATA PENGUATAN

ORGANISASI KEPARIWISATAAN

PEMBANGUNAN SDM PARIWISATA

PENYELENGGARAAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN

PEMBANGUNAN DAYA TARIK

WISATA PEMBANGUNAN

AKSESIBILITAS PARIWISATA

PEMBANGUNAN SARANA DAN PRASARANA

PARIWISATA

PEMBERDAYAAN MASYARAKT

PENGEMBANGAN INVESTASI PENGUATAN

STRUKTUR INDUSTRI PARIWISATA

PENINGKATAN DAYA SAING PRODUK

PARIWISATA

PENGEMBANGAN KEMITRAAN USAHA

PARIWISATA PENCIPTAAN

KREDIBILITAS BISNIS

PENGEMBANGAN TANGGUNG JAWAB TERHADAP LINGKUNGAN

PENGEMBANGAN PROMOSI PARIWISATA

PENGEMBANGAN KEMITRAAN PEMASARAN

PENGEMBANGAN CITRA PARIWISATA

. PENGEMBANGAN PASAR WISATAWAN

DAYA TARIK WISATA ALAM DAYA TARIK

WISATA BUDAYA

DAYA TARIK WISATA BUATAN

MANUSIA PENYEDIAAAN DAN

PENGEMBANGAN SARANA DAN PRASARANA

TRANSPORTASI

PENINGKATAN PEMBERIAN

INSENTIF

PENINGKATAN KEMUDAHAN

INVESTASI

PENINGKATAN PROMOSI INVESTASI

MENINGKATKAN SEGMEN CERUK

PASAR

PENGEMBANGAN DAN PENINGKATAN PRASARANA UMU, FASILITAS UMUM, DAN FASILITAS PARIWISATA

PENGEMBANGAN UMKM PARIWISATA YANG DIKEMBANGKAN MASYARAKAT

LOKAL

DESTINASI PARIWISATA YANG

AMAN, NYAMAN DAN BERDAYA SAING DAYA SAING

FASILITAS PARIWISATA

DAYA SAING AKSESIBILITAS

PARIWISATA

DAYA SAING DAYA TARIK WISATA

MENERAPKAN STANDARISASI DAN SERTIFIKASI USAHA

PARIWISATA

MENDUKUNG PENJAMINAN

USAHA

TRANSAKSI E- BISNIS YANG AMAN DAN

TERPERCAYA MENDORONG

TUMBUHNYA EKONOMI HIJAU

MENGEMBANGKAN MANAJEMEN USAHA PARIWISATA YANG PEDULI

PADA LINGKUNGAN

PENGEMBANGAN PARTISIPASI MASYARAKAT MEMPERBAIKI KUALITAS

INTERPRETASI MENGUATKAN KUALITAS

PRODUK WISATA

MENGEMBANGKAN MANAJEMEN ATRAKSI MENINGKATKAN PENGEMASAN

PRODUK WISATA

MENDORONG DAN MENINGKATKAN STANDARDISASI DAN SERTIFIKASI

USAHA PARIWISATA MENDORONG PERTUMBUHAN

UMKM PARIWISATA

(59)

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Limbah ubi kayu mempunyai kandungan N-total tertinggi dan berpotensi sebagai bahan pengkaya yang dapat menggantikan urea, (2) Kompos

Hasil yang diperoleh menunjukkan pengaruh langsung variabel auditor internal terhadap tata kelola pemerintah daerah yang baik sebesar 24,90 persen. Pengaruh tidak

Pokok masalah penelitian ini adalah bagaimana peran dan usaha yang dilakukan para ibu rumah tangga terhadap kesejahteraan keluarga di Biringkaloro Kelurahan

Bidang dan Kegiatan Usaha Beroprasi dalam bidang Jasa, Sumber Daya dan Infrastuktur Terkait Energi Jumlah saham yang ditawarkan 550.633.000 Saham Biasa Atas Nama dengan

Tampilan yang pertama seperti pada gambar IV.1 ketika menjalankan perangkat lunak laporan gangguan listrik jaringan tegangan rendah SR/APP adalah Form login .Form

Dengan mengucap syukur Alhamdulillah kepada Allah SWT yang telah senantiasa melimpahkan rahmat serta hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini

Untuk memahami makna kompetensi dikemukakan pendapat Spencer dalam Moeheriono (2009:3) mengemukakan bahwa “Kompetensi adalah karakteristik yang mendasari