• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hikmawati 1,NurIndahPurnamasari 1,Rahmawati* 2

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Hikmawati 1,NurIndahPurnamasari 1,Rahmawati* 2"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

Article

FAKTORRISIKOKEJADIANPREEKLAMSIAPADAIBUHAMIL Hikmawati1,NurIndahPurnamasari1,Rahmawati*2

1DepartemenKedokteran,FakultasKedokteran,UniversitasHaluOleo,Indonesia

2DepartemenKeperawatan,FakultasKedokteran,UniversitasHaluOleo,Indonesia

SUBMISSIONTRACK A BSTRA C T Recieved:August28,2021

FinalRevision:September03,2021 AvailableOnline:September15,2021

Secara global 76.000 Wanita dan 500.000 bayi meninggalsetiap tahunnya karena preeklamsia.Hal tersebutsecarateoritidakterlepasdarifaktorrisikoyang mempengaruhinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuirisikousiaibudanparitasterhadapkejadian preeklamsiapadaibuhamildiRumahSakitUmum Aliyah 2.

Penelitianinimerupakanpenelitiananalitikobservasional dengan desain case-control matching. Populasi penelitianiniadalahseluruhpasienibuhamilyangadadi RumahSakitUmum Aliyah2KotaKendaripadatahun 2021.Pengambilan sampeldengan teknikpurposive samplingdengankasusadalahpasienyangdidiagnosis menderitapreeklamsiadankontroladalahpasienyang tidakterdiagnosispreeklamsia.Jumlahsampeladalah 96ibuhamilyaituterdiridari48sampelkasusdan48 sampelkontrolyangtelahdimatchingkanberupatahun perawatan.Analisisdatadilakukandenganujistatistik Chi-Squarekemudian dilanjutkan dengan menentukan OddsRatio(OR).

Hasilujididapatkanbahwaterdapatpengaruhantara paritas(p=0,041;OR2,33395%CI1,029–5,292),dan tidakterdapatpengaruhantarausiaibu(p=0,066;OR 0,421 95% CI 0,165 – 1,072) terhadap kejadian preeklamsia diRumah SakitUmum Aliyah 2 Kota Kendari.

Penelitian inimenunjukkan bahwa paritas,merupakan faktor risiko yang berpengaruh terhadap kejadian preeklamsia kejadian preeklamsia sedangkan usia ibu bukan merupakan faktor risiko yang berpengaruh terhadapkejadianpreeklamsia diRumahSakitUmum Aliyah2KotaKendari.

KEYWORDS

Preeklamsia,UsiaIbu,Paritas,Obesitas, RiwayatPendidikan

CORRESPONDENCE

Phone:+62852-4164-1115

E-mail:rahmawati.kdi821@gmail.com

(2)

I.PENDAHULUAN

Preeklamsia merupakan kumpulan gejala atau sindroma yang mengenai wanita hamildengan usia kehamilan diatas20minggudengantandautama adanya hipertensi dan proteinuria.

Preeklamsia adalah kelainan multisistem yang secara tipikal mempengaruhi2% -5% kehamilandan salah satu penyebab terbanyak kematianibudanbayi.Secaraglobal, 76.000 wanita dan 500.000 bayi meninggal setiap tahun karena preeklamsia(Poonetal,2019).Menurut theAmericanCollegeofObstetricians and Gynecologists hipertensi dalam kehamilandibagimenjadipreeklamsia- eklampsia, hipertensi kronik, superimposed preeklamsia, dan hipertensigestasional(ACOG,2019). Beberapa faktor risiko kejadian preeklamsia yaitu usia ibu,pekerjaan, paritas, umur kehamilan, riwayat hipertensidan pendidikan.Ibu yang memiliki banyak faktor risiko dan menderita preeklamsia sebelumnya memilikirisiko 20% untuk mengalami preeklamsia(RobsondanJason,2012). Angka kematian ibu (AKI)merupakan komponen untuk menilai derajat kesehatan dan menjadi komponen dalam indekskualitashidupdanindeks pembangunan dari suatu negara.

SampaisaatiniAKImasih menjadi permasalahan di seluruh dunia.

Berdasarkan data World Health Organization (WHO)setiap harinya di tahun 2017, sekitar 810 wanita meninggalkarenapenyebabyangdapat dicegah terkait kehamilan dan persalinan. Salah satu penyebab tingginyaAKIdiseluruhduniaadalah preeklamsia(WHO,2019).

Berdasarkan data Profil Kesehatan Indonesiatahun2019,hipertensidalam kehamilan merupakan penyebab terbanyak kematian ibu setelah perdarahandenganjumlah1.066kasus.

AKIdiIndonesiamasihjauhdaritarget SustainableDevelopmentGoals(SDGs)

yangmemilikitargetuntukmenurunkan AKImenjadi70per100.000kelahiran hidup ditahun 2030 (Kemenkes RI, 2020).

Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara (2021),melaporkan bahwa pada tahun 2020 terdapat61 kasus kematian ibu diSulawesiTenggara.

Kematian ibu di Provinsi Sulawesi Tenggara umumnya disebabkan oleh hipertensi dalam kehamilan (HDK), perdarahan,gangguansistem peredaran darah,infeksi,gangguan metabolisme dan penyebab lain-lain (retensio urin, asma bronkial,demam,post sectio caesarea,sesak nafas,dekompensasi kordis, plasenta previa, komplikasi tuberkulosis, tiroiditis, tirotoksikosis, tuberkulosis).

DinkesKotaKendari(2021),melaporkan dalam ProfilKesehatan Kota Kendari Tahun2020bahwasecaraumum terjadi penurunankematianibuselamaperiode 2016-2020 dari38 menjadi27 per 100.000kelahiranhidup.MeskipunAKI diKotaKendarimengalamipenurunan namun tetap saja penyebab kematian ibu paling banyak disebabkan oleh hipertensidalam kehamilan,perdarahan, danberbagaisebablainnya.

Berdasarkan data awal yang telah diperoleh penelitidarirekam medik Rumah SakitUmum Aliyah 2 tercatat bahwa dalam setiap bulannya selalu terdapat kasus preeklamsia.Dimana padaperiodeJanuari2021–Juli2021 terdapat 2.401 ibu hamildan yang terdiagnosispreeklamsiasebanyak52 kasusyangmerupakansalahsatufaktor tingginyaangkakematianibuterkhusus di wilayah Kota Kendari. Jumlah kunjungan ibu hamildiRumah Sakit Umum Aliyah 2 tergolong tinggijika dibandingkandenganRumahSakitlain yangadadiKotaKendari,didapatkan data kunjungan ibu hamildiRumah Sakit Umum Bahteramas Provinsi SulawesiTenggaratahun2012–2016 berkisar 1.800 - 3.500 ibu hamil pertahunnya. Sedangkan data

(3)

kunjungan ibu hamildiRSUD Kota Kendaritahun2016–2017berkisar800 -900 ibu hamilpertahunnya dan data kunjungan ibu hamildiRumah Sakit dr.Ismoyo Kendari tahun 2019 berjumlah914ibuhamil.

Berdasarkan data-data diatas dinyatakan bahwa penyebab utama kematian ibu adalah hipertensidalam kehamilan,serta tingginya kunjungan ibuhamildiRumahSakitUmum Aliyah2 KotaKendariyangmanadalam setiap bulannya selalu terdapat kasus preeklamsia,maka halinimembuat peneliti tertarik untuk melakukan penelitiantentanganalisisfaktoryang berhubungan dengan kejadian preeklamsiapadaibuhamildiRumah SakitUmumAliyah2KotaKendari II.METODE

Penelitianinimenggunakandesaincase controlyangmelibatkan48responden control dan 48 responden kasus dilaksanakan diRumah SakitUmum Aliyah 2 Kota Kendari Sulawesi

Tenggara pada tahun 2021.Variabel independenpenelitianadalahusiadan paritas ibu sedangkan dependen variabelnyaadalahkejadianpreeklamsia.

Kejadian preeklamsia ditentukan berdasarkan diagnosis medis sedangkan usia ibu hamil dilihat berdasarkan KTP, paritas dinilai berdasarkanlaporanibuhamil.

Analisis data menggunakan ujiOdds Ratio (OR), dimana kemaknaan uji diolihatberdasarkannilailowerlimitdan upperlimit.

III.HASIL

Karakteristik subjek penelitian berdasarkanusiaibu,paritas,obesitas danriwayatpendidikanyangdibedakan antara pasien yang mengalami preeklamsiasebagaikasusdanpasien yang tidak mengalami preeklamsia sebagaikontrol.

Tabel1. Karakteristikumum subjekpenelitianpreeklamsiadiRumahSakitUmum Aliyah2KotaKendari

KarakteristikSampel Preeklamsia TidakPreeklamsia Jumlah

(n) Persentase

(%) Jumlah

(n) Persentase (%) TahunPerawatan 2021 48 100 48 100 UsiaIbu Berisiko 9 18,8 17 35,4

Tidak

Berisiko 39 81,2 31 64,6 Paritas Primipara 28 58,3 18 37,5 Multipara 20 41,7 30 62,5 Obesitas Obesitas 30 62,5 19 39,6

Tidak

Obesitas 18 37,5 29 60,4 Riwayat

Pendidikan Rendah 27 59,2 16 33,3

Tinggi 21 43,8 32 66,7

Padatabel1menunjukkanbahwausia padakelompokberisikolebihdominan padarespondenyangtidakpreeklamsia, variabelparitasberisikolebihdominan

pada kelompok preeklamsia,variabel obesitas berisiko, dominan pada kelompok preeklamsia dan variabel riwayat pendidikan rendah, dominan

(4)

padakelompokpreeklamsia.

Tabel2.Analisispengaruhfaktorrisikousiaibuterhadapkejadianpreeklamsiadi RumahSakitUmum Aliyah2KotaKendari

Usiaibu Kasus Kontrol OddRasio

(OR) 95%CI

n % n % LL UL

Berisiko 9 18,8 17 35,4 0,421 0,165 1,072 Tidakberisiko 39 81,2 31 64,6

Paritas

Primipara 28 58,3 18 37,5 2,333 1,031 5,332 Multipara 20 41,7 30 62,5

Pada tabel 2 dapat dilihat bahwa responden usia tidak berisiko lebih banyakpadakelompokkasusyaitu39 orang (81,2%) dibandingkan dengan kelompok kontrolsebanyak 31 orang (64,6%). Sedangkan responden usia berisiko lebih banyak pada kelompok kontrol yaitu 17 orang (35,4%) dibandingkan dengan kelompokkasus berjumlah 9 orang (18,8%).NilaiOR sebesar 0,421 dengan interval kepercayaan95% nilaiORberadapada interval 0,165-1,072 menunjukkan bahwanilaiantaralowerlimitdanupper limitmencakup nilai1,maka halini menginterpretasikan usia ibu merupakan faktor protektif yang mempengaruhikejadianpreeklamsiadi Rumah Sakit Umum Aliyah 2 Kota Kendari.

Primiparalebihbanyakpadakelompok kasus yaitu 28 orang (58,3%) dibandingkandengankelompokkontrol sebanyak18orang(37,5%).Sedangkan responden dengan multipara lebih banyakpadakelompokkontrolyaitu30 orang (62,5%) dibandingkan dengan kelompok kasus berjumlah 20 orang (41,7%).Hasilujistatistik didapatkan nilaioddsratio sebesar2,333 dengan intervalkepercayaan95%nilaiORberada padainterval1,029–5,292menunjukkan bahwanilaiantaralowerlimitdanupper

limitberadadiatasnilai1,makahalini menginterpretasikanparitasmerupakan faktor yang mempengaruhi kejadian preeklamsia di Rumah Sakit Umum Aliyah 2 Kota Kendari.NilaiOR 2,333 menunjukkanbahwarespondendengan primipara memiliki risiko timbulnya preeklamsia sebanyak 2,333 kali dibandingkan dengan responden yang multipara.

IV.DISKUSI

1.Faktor Risiko Usia Ibu dengan KejadianPreeklamsia

Hasil penelitian terhadap 96 sampelmenunjukkan bahwa dari kelompok kasus dengan usia berisiko sebanyak9orang(18,8%) dan yang berusia tidak berisiko sebanyak 39 orang (81,2%), sedangkan pada kelompokkontrol responden dengan usia berisiko sebanyak17orang(35,4%)danyang berusiatidakberisikosebanyak31 orang(64,6%).

Berdasarkan hasil analisis uji statistik Chi-Square diperoleh p- value0,066(0,066>0,05),kemudian nilaiOR yaitu 0,421 pada interval 0,165 – 1,072 dengan interval kepercayaan 95%, maka menunjukkan bahwa nilai antara

(5)

lowerlimitdanupperlimitmencakup nilai1,makaHoditerimasehingga tidak terdapat pengaruh variabel usia ibu terhadap kejadian preeklamsia. Dengan demikian, dapatdisimpulkan bahwausiaibu merupakan faktor protektif yang mempengaruhikejadianpreeklamsia diRumahSakitUmum Aliyah2Kota Kendari.

Hasilpenelitianinisejalandengan penelitian yang dilakukan oleh Karima dkk (2015) yang menunjukkanbahwatidakterdapat hubungan yang signifikan antara usia ibu dengan kejadian preeklamsia berat,dengan nilaip value0,378(0,378>0,05).Selainitu, padapenelitianyangdilakukanoleh Vincent dkk (2018) berdasarkan usianya,usia20-35tahunmemiliki jumlahkasustertinggipreeklamsia dan eklamsia diSanglah General Hospitaldarimaret2016 hingga marettahun2017dengantotal84 kasus.

Penelitianinijugasejalandengan hasilpenelitianyangdilakukanoleh Fahriani(2018)denganhasilanalisis yangdidapatkanyaitupvalue0,640 (0,640>0,05)danORsebesar0,424 denganinterval0,085–1,496untuk tingkat kepercayaan 95% yang berartibahwatidakadahubungan yangsignifikanantarausiadengan kejadianpreeklamsia.

Hasilpenelitian initidaksejalan dengan penelitian yang dilakukan olehLalita(2018)yangmenyatakan bahwa terdapathubungan antara usia ibu hamil dengan kejadian preeklamsiadiRSUPProf.Dr.R.D.

KandoudenganhasilujiChi-Square didapatkanpvalue=0,045(0,045<

0,05)dan OR sebesar0,4 dengan interval0,16 -0.98 untuk tingkat kepercayaan95%.

Tingginya kasuspreeklamsia diusiatidakberisikomenunjukkan bahwa banyaknya kehamilan yang terjadipada kelompok usia 20-35 tahun.Namun,besarnya distribusi kasuspadakelompokusia20-35 tahuninitidakberartitingginyarisiko kelompokusiatersebutakantetapi menurutpenelitidisebabkankarena tingginya proporsipersalinan pada kelompok usia tersebut yakni sebesar72,9%.

Selain itu,berdasarkan data Kementerian Pemberdayaan PerempuandanPerlindunganAnak (2019)wanita yang hamildengan persentaseperempuanyangpernah melahirkananaklahirhidupdalam dua tahun terakhirditahun 2018 pada kelompok usia 20-29 tahun sebanyak 89,06 % di fasilitas kesehatan dan 16,94 % dibukan fasilitas kesehatan. Hal ini menunjukkan bahwa banyaknya persalinan dalam kelompok usia tersebutdanwanitayangmelakukan persalinan di fasilitas kesehatan yangjauhlebihbanyak.

Faktor lain yang dapat mempengaruhi hasil dalam penelitian ini adalah perbedaan jumlah sampel pada kedua kelompokusia,dimanajumlahkasus dalam kelompok usia berisiko sebesar 18,8% dan usia tidak berisiko sebesar 81,2%. Hal ini menunjukkan bahwa jumlah kasus padausiaberisikorendahjauhlebih banyak.

Selain itu pengelompokan usia merupakan salah satu faktor

(6)

penting dalam program kesehatan ibu dan anak. Dalam beberapa penelitianmasihdijumpaiperbedaan dalam pengelompokan usia.Tidak menutup kemungkinan bahwa preeklamsia ataupun penyakitlain dapat terjadipada usia berisiko rendah,sehinggawanitayanghamil padausia<20tahundan>35tahun maupunpadausiareproduksiyang amanharusmelakukanpemantauan kehamilan yang intensif untuk meminimalkan faktor risiko yang mungkin terjadimelaluikunjungan Ante NatalCare yang teraturdan memadai.

2.Faktor Risiko Paritas dengan KejadianPreeklamsia

Hasil penelitian terhadap 96 sampelmenunjukkan bahwa dari kelompokkasus dengan primipara sebanyak28orang(58,3%)danyang multipara sebanyak 20 orang (41,7%),sedangkanpadakelompok kontrolrespondendenganprimipara sebanyak 18 orang (37,5%) dan respondenyangmultiparasebanyak 30orang(62,5%).

Berdasarkan hasil analisis uji statistik Chi-Square diperoleh p- value0,041(0,041<0,05),kemudian nilaiOR yaitu 2,333 pada interval 1,029 – 5,292 dengan interval kepercayaan 95%, maka menunjukkan bahwa nilai antara lowerlimitdanupperlimitberada diatas nilai1,maka Ha diterima sehinggaterdapatpengaruhvariabel paritas terhadap kejadian preeklamsia. Dengan demikian, dapatdisimpulkanbahwaresponden dengan primipara memiliki risiko 2,333 kalimenderita preeklamsia dibandingkan dengan responden

denganmultipara.

Penelitianinisejalandenganhasil penelitianyangdilakukanolehLalita (2018)dengan hasilanalisis yang didapatkan yaitu p value 0,025 (0,025<0,05)danOR sebesar2,8 dengan interval1,12 – 7,12 untuk tingkat kepercayaan 95% yang berartibahwa ibu hamilprimipara berisiko 2,8 kalilebih besaruntuk menderitapreeklamsiadibandingkan denganibuhamilmultipara.

Hasilpenelitian inijuga sejalan dengan penelitian yang dilakukan olehBere(2017)yangmenunjukkan bahwatidakterdapathubunganyang signifikanantaraprimiparadengan kejadianpreeklamsia,dengannilaip value0,(0,014<0,05).Begitupula dengan penelitian lain yang telah dilakukanolehMarta(2017)dengan hasilanalisisyangdidapatkanyaitu pvalue0,045(0,045<0,05)danOR sebesar2,7denganinterval1,11–

6,78untuktingkatkepercayaan95%

yang berarti bahwa ibu hamil primipara berisiko 2,7 kali lebih besaruntukmenderitapreeklamsia dibandingkan dengan ibu hamil multipara.

Paritas adalah banyaknya kelahiranhidupyangdipunyaioleh seorang perempuan (Casnuri &

Zakiyah,2017).Paritasanakkedua danketigamerupakanparitaspaling aman ditinjau darisudutkematian maternal.Secarateori,primigravida lebih berisiko untuk mengalami preeklamsia daripada multigravida karenapreeklamsiabiasanyatimbul pada wanita yang pertama kali terpaparviluskorion.Haliniterjadi karena pada wanita yang pertama kalihamilmekanisme imunologik

(7)

pembentukan blocking antibody yang dilakukan oleh human leukocyte antigen G (HLA-G) terhadap antigen plasenta belum terbentuk secara sempurna, sehingga proses implantasi trofoblas ke jaringan desidualibu menjaditerganggu.

Selain faktor pembentukan blockingantibody,menurutNovianti (2016),wanita yang pertama kali hamil dan belum memiliki pengalamanrentanmengalamistres khususnya dalam menghadapi persalinan.Stresyangdirasakanibu akan menstimulasi tubuh untuk mengeluarkankortisol.Efekkortisol adalah meningkatkan respon simpatis,sehingga curah jantung dan tekanan darah juga akan meningkat. Selain pada primigravida/ primipara, wanita dengan paritas tinggi atau persalinanyangberulang-ulangakan mempunyaibanyakrisikoterhadap kehamilan.MenurutPratiwi(2015), ibudenganparitastinggi(lebihdari4) sudahmengalamipenurunanfungsi sistem reproduksi, selain itu biasanyaibuterlalusibukmengurus rumah tangga sehingga sering mengalamikelelahan dan kurang memperhatikanpemenuhangizinya.

Pada primigravida frekuensi preeklamsia lebih tinggi bila dibandingkan dengan multigravida, terutamaprimigravidamuda(Astiani, 2017).Paritasmerupakansalahsatu faktor yang dapat menyebabkan kejadian preeklamsia. Pada primiparadapatterjadipreeklamsia

karenasemularahim kosongtanpa ada janin kemudian terjadi kehamilan sehingga tubuh ibu menyesuaikan terutama pada saat plasenta mulai terbentuk akan terjadiiskemia,implantasiplasenta, bahan trofoblastakan diserap ke dalam sirkulasi, yang dapat meningkatkan sensivitas terhadap angiotensinII,rennindanaldosteron, sehingga dapat menyebabkan spasme pembuluh darah.Halini yangdapatmenimbulkanterjadinya pre eklampsia pada ibu hamil maupun ibu bersalin. Sedangkan Pada multipara maupun grandemultiparadisebabkankarena terlalu sering rahim teregang saat kehamilan dan terjadipenurunan angiotensin,renin dan aldosteron sehingga dijumpai oedema, hipertensidanproteinuria.

V.KESIMPULAN

Faktorrisiko kejadian preeklamsia di Rumah Sakit Umum Aliyah 2 Kota Kendariadalahparitassedangkanusia tidakberisiko.

Pihak Rumah Sakit agar memberi perhatianlebihpadakasuspreeklamsia di Kota Kendari dengan membuat program intervensisepertipenyuluhan, serta pencegahan dan deteksi dini preeklamsia pada ibu hamildengan risikotinggisehinggadiharapkanangka kejadianpreeklamsiadapatmenurun.

(8)

DAFTARPUSTAKA

AmericanCollegeofObstetriciansandGynecologists.2020.ACOGPracticeBulletinNo.

222:GestationalHypertension dan Preeclampsia.ObstetGynecol.Edisi6 Vol.135.WashingtonDC.

Astiani,NiLuhMery.2017.Skripsi.HubunganParitasDanUmurDenganPreeklamsiaDi RumahSakitUmum DewiSartikaKotaKendariTahun2016.Kendari:Politeknik KesehatanKendari.

Bere,PaulinaIkaD.R,Sinaga,M.,Fernandez,H.A.2017.FaktorRisikoKejadianPre- EklamsiaPadaIbuHamilDiKabupatenBelu.JurnalMKMI.13(2)

Casnuri,Zakiyah,Z.(2017).HubunganUmur,ParitasdanJarakKelahiranTerhadap StatusGizipadaIbuHamildiPuskesmasWilayahKotaYogyakarta.Jurnal KeperawatanRespati.2(2).

DinasKesehatanProvinsiSulawesiTenggara.2021.ProfilKesehatanProvinsiSulawesi Tenggara2020.DinkesProvinsiSultra.Kendari.

DinasKesehatanKotaKendari.2021.ProfilKesehatanKabupatenMunaTahun2020.

DinkesKotaKendari.Kendari.

Fahriani,M.,Sari,S.F.,Ramadhaniati,Y.2018.HubunganUsiadanParitasDengan KejadianPreeklamsiaPadaIbuHamildiRumahSakitDr.M YunusBengkulu Tahun2018.MidwiferiaJurnalKebidanan.

Karima,N.M.,Machmud,R.,Yusrwati.2015.HubunganFaktorRisikodenganKejadian Pre-eklampsiaBeratdiRSUPDr.M.DjamilPadang.JurnalKesehatanAndalas.

4(2)

KementerianKesehatanRI.2020.ProfilKesehatanIndonesiaTahun2019.Kementerian KesehatanRI.Jakarta.

Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI.2019.Profil Perempuan Indonesia 2019.Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan PerlindunganAnak.Jakarta

Lalita,ElisabethM.F.2018.AnalisisFaktorRisikoKejadianPreeklamsiaDiManado.

JurnalIlmiahBidan.6(1)

Marta,B,Ester,A.2018. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian PreeklamsiaPadaIbuHamilDiRsuRoyalPrima2017.ScientiaJournal.7(2) Martadiansyah,A.,Anugrah,Q.,Santoso,B.2019.PrevalensiKejadiaanPreeklamsia

denganKomplikasidanFaktorRisikoyangMempengaruhinyadiRRSUPDr.

MohammadHoesinPalembang(StudiPrevalensiTahun2015,2016,2017).

SriwijayaJournalofMedicine.2(1):14-25.

Novianti,H.(2016).PengaruhUsiadanParitasterhadapKejadianPreEklampsiadi RSUDSidoarjo.JurnalIlmiahKesehatan.9(1).

PerkumpulanObstetridanGinekologiIndonesia.2016.PedomanNasionalPelayanan Kedokteran:DiagnosisdanTataLaksanaPre-eklampsia.PerkumpulanObstetri danGinekologiIndonesia.Jakarta.

Poonetal.2019.TheInternationalFederationofGynecologyandObstetrics(FIGO) initiativeonpre-eclampsia:Apragmaticguideforfirst-trimesterscreeningand prevention.HongKong.

Pratiwi,I.(2015).HubunganParitasdenganKejadianPreeklamsiapadaIbuHamilDi RSUDWonosari.Skripsi.Yogyakarta:Universitas‘AisyahYogyakarta.

PrawirohardjoS.2016.IlmuKebidanan.EdisiKe-6.PTBinaPustaka.Jakarta.

Rahmawati,Annisa,Darmayanti,Rafidah.2020.Hubungan RiwayatHipertensiDan ObesitasPadaIbuBersalinDenganPreeklamsiaDiRSD Idamanbanjarbaru Tahun2019.JurnalKebidananBestari.2(1)

(9)

Raihanah,S.2017.Faktor-FaktoryangMempengaruhiKomplikasipadaIbuBersalindi Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2015.Skripsi.ProdiDIV Politeknik KesehatanKementerianKesehatan.Yogyakarta.

RumahSakitUmum Aliyah2KotaKendari.2018.ProfilRumahSakitUmum Aliyah2 KotaKendariTahun2018.RSUAliyah2KotaKendari.Kendari.

Shamsi,U.,Saleem,S.,Nishter,N.2013.Epidemiologyandriskfaktorsofpreeclampsia;

AnOverviewofObservationalStudies.AlAmeenJMedSci.6(4):292-300.

Silaban,Titin DewiSartika,Rahmawati,Eka.2021.Hubungan RiwayatHipertensi, RiwayatKeturunanDanObesitasDenganKejadianPreeklamsiPadaIbuHamil. JournalofMidwiferyScience.1(1)

TheAmericanCollegeofObstetriciansandGynecologists,2019.ACOGPracticeBulletin No.202:GestationalHypertensiondanPreeclampsia,Edisi1,ObstetGynecol. WashingtonDC.

Trisnawati,Yeti.2018.Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Pre- Eklamsia/EklamsiapadaIbuBersalinDiRSUD KotaTanjungpinangProvinsi KepulauanRiau.AkademiKebidananAnugerahBintan.

Veftisia,V.,Khayati,YuliaNur.2018.HubunganParitasDanPendidikanIbuDengan KejadianPreeklamsiaDiWilayahKabupatenSemarang.JurnalSiklus.7(2) Vincent,N.T.F.,Darmayasa,I.M.,Suardika,A.2018.RiskFactorsofPreeclampsiaand

EclampsiainSanglahGeneralHospitalfrom March2016toMarch2017.Intisari SainsMedis.9(2)

Wafiyatunisa,Zahra,Rodiani.2016.HubunganObesitasdenganTerjadinyaPreeklamsia.

5(5)

Wibowo,Noroyo,dkk.2015.PedomanNasionalPelayananKedokteranDagnosisdan Tata Laksana Pre-Eklampsia.Jakarta :Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

Wiknjosastro H.Ilmu Kebidanan.Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawihardjo, Jakarta;2010.

WHO.2004.Obesity:PreventingandManagingtheGlobalEpidemic.Geneva:World HealthOrganization.

World Health Organization. 2019. Trends in Maternal Mortality.

https://www.unfpa.org/featured-publication/trends-maternal-mortality-2000- 2017.22September2021(08.23).

Referensi

Dokumen terkait

Dalam penelitian Ratna Farida, puisi yang berkaitan dengan aspek moral tentang hubungan manusia dengan manusia lain yaitu “Kado Cinta untuk Ibu” dan “Surat untuk Ayah”, pesan

Uji hipotesis persial (uji t) dilakukan untuk mengetahui besarnya pengaruh masing-masing independen yaitu kualitas pelayanan (X 1 ) dan harga (X 2 ) terhadap variabel

Dengan penggunaan tahapan Anita Cassidy diharapkan dalam pembuatan perencanaan strategis sistem dan teknologi informasi ini adalah agar PT Goldfindo Intikayu Pratama

Perancangan aplikasi merupakan perancangan yang dilakukan untuk merancang sebuah aplikasi dengan menggunakan salah satu bahasa pemrograman, dalam kasus ini penulis merancang

Instrument yang digunakan pada penelitian ini adalah menggunakan Skala Kemandirian Belajar Siswa Remaja. Dikembangkan berdasarkan review teori, definisi operasional

Menurut penulis, pemerintah hendaknya melakukan revisi peraturan perundang-undangan tentang asuransi yaitu Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1992 tentang Usaha Pengasuransian,

Protein yang muncul akibat adanya induksi dari garam adalah protein yang mempunyai bobot molekul rendah yang berfungsi sebagai pelindung atau antioksidan pada

Variabel dependen pada penelitian ini ialah status wasting anak dan variabel independennya ialah variabel faktor langsung (asupan energi, karbohidrat, lemak, protein,