Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah ( R P J M D )
Kota Probolinggo Tahun 2014 - 2019
DAFTAR ISI
Hal.
DAFTAR ISI ... i DAFTAR TABEL ... iii DAFTAR GAMBAR ... vii BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ... I- 1 1.2 Dasar Hukum Penyusunan ... I- 2 1.3 Hubungan Antar Dokumen ... I- 5 1.4 Sistematika Penulisan ... I- 6 1.5 Maksud dan Tujuan ... I- 8 BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
2.1 Aspek Geografi Dan Demografi ... II- 1 2.1.1 Aspek Geografis ... II- 1 2.1.2 Aspek Demografi ... II- 3 2.2 Aspek Kesejahteraan Masyarakat ... II- 5 2.2.1 Fokus Kesejahteraan dan Pemerataan Ekonomi ... II- 5 2.2.2 Fokus Kesejahteraan Masyarakat ... II- 8 2.2.3 Fokus Seni Budaya dan Olah Raga ... II- 12 2.3 Aspek Pelayanan Umum ... II- 13
2.3.1 Fokus Layanan Urusan Wajib ... II- 13 2.3.2 Fokus Layanan Urusan Pilihan ... II- 26 2.4 Aspek Daya Saing Daerah ... II- 29 2.4.1 Fokus Kemampuan Ekonomi Daerah ... II- 29 2.4.2 Fokus Fasilitas Wilayah/Infrastruktur ... II- 30 2.4.3 Fokus Iklim Berinvestasi ... II- 33 2.5 Pencapaian Standar Pelayanan Minimal ... II-36
2.5.1 Penerapan dan Pencapaian SPM ... II-37 BAB III GAMBARAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH SERTA KERANGKA PENDANAAN
3.1 Kinerja Keuangan 2009 - 2013 ... III- 1 3.1.1 Kinerja Pelaksanaan APBD ... III-1 3.1.2 Neraca Daerah ... III-10 3.1.3 Proporsi Penggunaan Anggaran ... III-14 3.2 Kebijakan Pengelolaan Keuangan Tahun 2009 - 2014 ... III- 18
3.2.1 Analisis Pembiayaan ... III-20 3.3 Kerangka Pendanaan ... III- 24
3.3.1 Kebijakan Pengelolaan Pendapatan Daerah ... III-26 3.3.2 Kebijakan Belanja Daerah ... III-27 3.3.3 Kebijakan Pembiayaan Daerah ... III-31
BAB IV ANALISIS ISU-ISU STRATEGIS
4.1 Permasalahan Pembangunan ... IV- 1 4.1.1 Permasalahan Pendidikan ... IV- 1 4.1.2 Permasalahan Kesehatan ... IV- 1 4.1.3 Permasalahan Infrastruktur dan Tata Ruang Kota ... IV- 2 4.1.4 Permasalahan Perumahan Rakyat ... IV- 3 4.1.5 Permasalahan Lingkungan Hidup ... IV- 3 4.1.6 Permasalahan Ekonomi ... IV- 5 4.1.7 Permasalahan Kemiskinan ... IV- 8 4.1.8 Permasalahan Kesejahteraan Sosial ... IV- 8 4.1.9 Permasalahan Pemberdayaan Masyarakat, Keluarga Berencana,
Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ... IV- 9 4.1.10 Permasalahan Kepemudaan, Olah Raga, Kebudayaan dan Pariwisata ... IV- 11 4.1.11 Masalah Administrasi Kependudukan, Komunikasi dan Informatika ... IV- 14 4.2 Isu Strategis ... IV- 15 BAB V PENYAJIAN VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN
5.1 Visi ... V- 1 5.2 Misi ... V- 3 5.3 Tujuan Dan Sasaran ... V- 6 5.4 Tema Pembangunan ... V- 8 BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DAERAH
6.1 Rumusan Strategi ... VI- 1 6.2 Arah Kebijakan Pembangunan Daerah ... VI- 9 BAB VII KEBIJAKAN UMUM DAN PROGRAM PEMBANGUNAN DAERAH
BAB VIII INDIKASI RENCANA PROGRAM PRIORITAS DISERTAI KEBUTUHAN PENDANAAN
8.1 Urusan Wajib ... VIII- 1 8.2 Urusan Pilihan ... VIII- 18 8.3 Kebutuhan Pendanaan ... VIII- 23 BAB IX PENETAPAN INDIKATOR KINERJA DAERAH
BAB X PEDOMAN TRANSISI DAN KAIDAH PELAKSANAAN
10.1 Pedoman Transisi ... X- 1 10.2 Kaidah Pelaksanaan ... X- 1 10.3 Penutup ... X- 3
DAFTAR TABEL
Hal.
Tabel - Tabel 2.1 Pembagian Wilayah Administrasi Kota Probolinggo ... II- 2 Tabel 2.2 Komposisi Penduduk Kota Probolinggo Tahun 2009-2013 ... II- 4 Tabel 2.3 Penduduk Berdasarkan Usia dan Jenis Kelamin ... II- 4 Tabel 2.4 Penduduk Berdasarkan Pendidikan yang ditamatkan ... II- 5 Tabel 2.5 Peranan Ekonomi Sektoral PDRB Kota Probolinggo ... II- 6 Tabel 2.6 Indikator Makro Kota Probolinggo 2009-2013 ... II- 7 Tabel 2.7 Laju Pertumbuhan Ekonomi Kota Probolinggo dan Prov. Jawa Timur
Tahun 2009-2013 ... II- 8 Tabel 2.9 Rata-rata Lama Sekolah Penduduk 15 Tahun ke atas Kota Probolinggo
dan Sekitarnya ... II- 10 Tabel 2.10 Data Kinerja Layanan Pendidikan di Kota Probolinggo Tahun 2009-
2013 ... II- 14 Tabel 2.11 Data kinerja layanan kesehatan di Kota Probolinggo Tahun 2009-2013 ... II- 15 Tabel 2.12 Data Kinerja Layanan Pekerjaan Umum di Kota Probolinggo Tahun
2010-2013 ... II- 16 Tabel 2.13 Data Kinerja Layanan Perumahan Rakyat di Kota Probolinggo Tahun
2009-2013 ... II- 16 Tabel 2.14 Data Kinerja Penataan Ruang di Kota Probolinggo Tahun 2009-2013 ... II- 17 Tabel 2.15 Data Kinerja Perencanaan Pembangunan di Kota Probolinggo Tahun
2009-2013 ... II- 17 Tabel 2.16 Data Kinerja Layanan Perhubungan di Kota Probolinggo Tahun 2010-
2013 ... II- 18 Tabel 2.17 Data kinerja layanan lingkungan hidup di Kota Probolinggo Tahun
2009-2013 ... II- 18 Tabel 2.18 Data kinerja layanan pertanahan di Kota Probolinggo Tahun 2010-
2013 ... II- 18 Tabel 2.19 Data Kinerja Layanan Administrasi Kependudukan dan Catatan Sipil di
Kota Probolinggo Tahun 2010-2013 ... II- 19 Tabel 2.20 Data kinerja urusan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak
di Kota Probolinggo Tahun 2010-2013 ... II- 19 Tabel 2.21 Data kinerja urusan keluarga berencana dan keluarga sejahtera di Kota
Probolinggo Tahun 2009-2013 ... II- 20 Tabel 2.22 Data kinerja urusan sosial di Kota Probolinggo Tahun 2010-2013 ... II- 20 Tabel 2.23 Data kinerja urusan ketenagakerjaan di Kota Probolinggo Tahun 2010-
2013 ... II- 21 Tabel 2.24 Data kinerja urusan koperasi dan usaha kecil menengah di Kota
Probolinggo Tahun 2010-2013 ... II- 21 Tabel 2.25 Data kinerja urusan penanaman modal di Kota Probolinggo Tahun
2010-2013 ... II- 22
Tabel 2.26 Data kinerja urusan kebudayaan di Kota Probolinggo Tahun 2010-
2013 ... II- 22 Tabel 2.27 Data kinerja urusan kepemudaan dan olah raga di Kota Probolinggo
Tahun 2010-2013 ... II- 23 Tabel 2.28 Data Kinerja Urusan Kesatuan Bangsa Dan Politik Dalam Negeri di Kota
Probolinggo Tahun 2010-2013 ... II- 23 Tabel 2.29 Data Kinerja Urusan Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum,
Administrasi KeuanganDaerah, Perangkat Daerah, Kepegawaian Dan
Persandian di Kota Probolinggo Tahun 2010-2013 ... II- 24 Tabel 2.30 Data kinerja urusan ketahanan pangan di Kota Probolinggo Tahun
2010-2013 ... II- 24 Tabel 2.31 Data Kinerja Urusan Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa Di Kota
Probolinggo Tahun 2010-2013 ... II- 24 Tabel 2.32 Data Kinerja Urusan Statistik Daerah di Kota ProbolinggoTahun 2010-
2013 ... II- 25 Tabel 2.33 Data Kinerja Urusan Kearsipan dan Perpustakaan Daerah di Kota
Probolinggo Tahun 2010-2013 ... II- 25 Tabel 2.34 Data Kinerja Urusan Komunikasi Dan Informatika di Kota Probolinggo
Tahun 2010-2013 ... II- 26 Tabel 2.35 Data kinerja urusan pertanian di Kota Probolinggo Tahun 2010-2013 ... II- 26 Tabel 2.36 Data kinerja urusan pariwisata di Kota Probolinggo Tahun 2010-2013 ... II- 27 Tabel 2.37 Data Kinerja Urusan Kelautan dan Perikanan di Kota Probolinggo
Tahun 2010-2013 ... II- 27 Tabel 2.38 Data Kinerja Urusan Perdagangan di Kota ProbolinggoTahun 2010-
2013 ... II- 28 Tabel 2.39 Data Kinerja Urusan Perindustrian di Kota ProbolinggoTahun 2010 -
2013 ... II- 28 Tabel 2.40 Angka Konsumsi Rata-Rata RT Per Kapita Per Bulan di Kota
Probolinggo Tahun 2010 – 2013 ... II- 30 Tabel 2.41 Produktivitas Total Daerah Per Sektor (ADH Berlaku) di Kota
Probolinggo Pada Tahun 2010 – 2013 (Dalam Jutaan Rupiah) ... II- 30 Tabel 2.42 Fasilitas Perhubungan di Kota Probolinggo Tahun 2013 ... II- 31 Tabel 2.43 Data Peruntukan Lahan Kota Probolinggo Tahun 2012 ... II- 31 Tabel 2.44 Jenis dan Jumlah Bank serta Cabangnya di Kota Probolinggo Tahun
2010- 2013 ... II- 32 Tabel 2.45 Jumlah Fasilitas Hotel dan Penginapan di Kota Probolinggo Tahun 2010–
2013 ... II- 32 Tabel 2.46 Jumlah Fasilitas Restoran dan Rumah Makan di Kota ProbolinggoTahun
2010– 2013 ... II- 33 Tabel 2.47 Cakupan Pelayanan Air Bersih dan Listrik di Kota ProbolinggoTahun
2010- 2013 ... II- 33 Tabel 2.48 Data Kondisi Keamanan dan Politik Dalam Negeri di Kota Probolinggo
Tahun 2010 - 2013 ... II- 34
Tabel 2.49 Data Pelayanan Perijinan Investasi di Kota ProbolinggoTahun 2010–
2013 ... II- 34 Tabel 2.50 Data Jumlah Perda Yang Mendukung Iklim Usaha di Kota
ProbolinggoTahun 2010 - 2013 ... II- 35 Tabel 2.51 Target dan Pencapaian SPM Bidang Urusan Kesehatan di Kota
Probolinggo ... II-37 Tabel 2.52 Target dan Pencapaian SPM Bidang Urusan Ketahanan Pangan di Kota
Probolinggo ... II-38 Tabel 2.53 Target dan Pencapaian SPM Bidang Urusan Kesenian di Kota
Probolinggo ... II-38 Tabel 2.54 Target dan Pencapaian SPM Bidang Urusan Ketenagakerjaan di Kota
Probolinggo ... II-39 Tabel 2.55 Target dan Pencapaian SPM Bidang Urusan Sosial di Kota Probolinggo ... II-40 Tabel 2.56 Target dan Pencapaian SPM Bidang Urusan Lingkungan Hidup di Kota
Probolinggo ... II-41 Tabel 2.57 Target dan Pencapaian SPM Bidang Urusan Perumahan Rakyat di Kota
Probolinggo ... II-42 Tabel 2.58 Target dan Pencapaian SPM Bidang Urusan Pekerjaan Umum di Kota
Probolinggo ... II-43 Tabel 2.59 Target dan Pencapaian SPM Bidang Urusan Layanan Terpadu Bagi
Perempuan dan Anak Korban Kekerasan di Kota Probolinggo ... II-45 Tabel 2.60 Target dan Pencapaian SPM Bidang Urusan Keluarga Berencana dan
Keluarga Sejahtera di Kota Probolinggo ... II-46 Tabel 2.61 Target dan Pencapaian SPM Bidang Urusan Pemerintahan Dalam Negeri
di Kota Probolinggo ... II-47 Tabel 2.62 Target dan Pencapaian SPM Bidang Urusan Pendidikan di Kota
Probolinggo ... II-48 Tabel 2.63 Target dan Pencapaian SPM Bidang Urusan Komunikasi dan Informatika
di Kota Probolinggo ... II-51 Tabel 2.64 Target dan Pencapaian SPM Bidang Urusan Perhubungan di Kota
Probolinggo ... II-52 Tabel 2.51 Target dan Pencapaian SPM Bidang Urusan Penanaman Modal di Kota
Probolinggo ... II-53 Tabel - Tabel 3.1 Realisasi Pendapatan Daerah Kota Probolinggo Tahun 2010-2014 ... III- 4
Tabel 3.2 Proyeksi Perkiraan Pendapatan Daerah Kota Probolinggo pada Tahun
2014 – 2019 ... III- 8 Tabel 3.3 Proporsi Realisasi Belanja terhadap ABD Kota Probolinggo Tahun 2012-
2014 ... III- 9 Tabel 3.4 Proporsi Belanja untuk Pemenuhan Kebutuhan Aparatur Kota
Probolinggo Tahun 2012-2014 ... III- 10 Tabel 3.5 Pengeluaran Wajib dan Mengikat serta Prioritas Utama Kota Probolinggo
Tahun 2012-2014 ... III- 11 Tabel 3.6 Proyeksi Belanja dan Pengeluaran Pembiayaan yang Wajib dan Mengikat
serta Prioritas Utama Kota Probolinggo pada Tahun 2014-2019 ... III- 12
Tabel 3.7 Proyeksi Belanja Tidak Langsung dan Belanja Langsung Tidak Mengikat
RPJMD Kota Probolinggo Tahun 2010-2015 ... III- 13 Tabel 3.8 Rekapitulasi Belanja Wajib/ Mengikat dan Belanja Tidak Mengikat
RPJMD Kota Probolinggo Tahun 2010-2015 ... III- 14 Tabel 3.9 Penutup Defisit Riil Anggaran Kota Probolinggo Tahun 2012-2014 ... III- 15 Tabel 3.10 Komposisi Penutup Defisit Anggaran Seluruhnya Berasal dari Sisa Lebih
Perhitungan (SiLPA) Kota Probolinggo Tahun 2012-2014 ... III- 16 Tabel 3.11 Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun Berkenaan Kota Probolinggo
Tahun 2012-2014 ... III- 16 Tabel 3.12 Proyeksi Sisa Lebih (Riil) Pembiayaan Anggaran Kota Probolinggo Tahun
Anggaran 2014-2019 ... III- 17 Tabel 3.13 Rasio Likuiditas Kota Probolinggo Tahun 2012-2014 ... III- 18 Tabel 3.14 Rasio Solvabilitas Kota Probolinggo Tahun 2012-2014 ... III- 18 Tabel - Tabel 5.1 Keterkaitan Antara Visi dan Misi Dengan Isu-Isu Strategis
Pembangunan Daerah Kota Probolinggo ... V- 5 Tabel 5.2 Keterkaitan Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran Pembangunan Kota
Probolinggo Tahun 2014-2019 ... V- 6 Tabel - Tabel 6.1 Arah Kebijakan Pembangunan Daerah Kota Probolinggo Tahun 2014-
2019 ... VI- 10 Tabel - Tabel 7.1 Arah Kebijakan dan Program Pembangunan Daerah Kota Probolinggo
Tahun 2014-2019 ... VII- 1 Tabel 7.2 Sasaran, Capaian Kinerja dan Program Prioritas Pembangunan Daerah
Kota Probolinggo Tahun 2014 – 2019 ... VII- 15 Tabel - Tabel 8.1 Indikasi Rencana Program Prioritas Disertai Kebutuhan Pendanaan
Kota Probolinggo ... VIII- 24 Tabel - Tabel 9.1 Penetapan Indikator Kinerja Daerah Terhadap Capaian Kinerja
Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Kota Probolinggo ... IX- 2
DAFTAR GAMBAR
Hal.
Gambar 1 Hubungan Keterkaitan Antar Dokumen Perencanaan Pembangunan
dan Keuangan ... I- 6 Gambar 2.1 Peta Kota Probolinggo ... II- 1 Gambar 2.2 Jumlah Kelurahan Tiap Kecamatan di Kota Probolinggo ... II- 2 Gambar 2.3 Jumlah RW Tiap Kecamatan di Kota Probolinggo ... II- 2 Gambar 2.4 Jumlah RT tiap Kecamatan di Kota Probolinggo ... II- 2 Gambar 2.5 Perkembangan Inflasi Kota Probolinggo Tahun 2010-2013 ... II- 8 Gambar 2.6 Perkembangan Pencapaian Indeks Pembangunan Manusia Kota
Probolinggo Tahun 2009-2013 ... II- 9 Gambar 2.7 Kondisi Tenaga Kerja Kota Probolinggo Tahun 2010-2013 ... II- 11 Gambar 2.8 Peluang Kerja Penduduk Kota Probolinggo Tahun 2010-2013 ... II- 11
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional mengamanatkan bahwa dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan daerah, setiap Pemerintah Daerah memiliki kewajiban untuk menyusun perencanaan pembangunan daerah, dan untuk perencanaan pembangunan jangka menengah, disusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang berfungsi sebagai dokumen perencanaan pembangunan daerah untuk jangka waktu 5 (lima) tahun. RPJMD merupakan penjabaran dari visi, misi, dan program kepala daerah yang memuat arah kebijakan keuangan daerah, strategi pembangunan daerah, kebijakan umum, dan program satuan kerja perangkat daerah, lintas satuan kerja perangkat daerah, dan program kewilayahan disertai dengan rencana kerja dalam kerangka regulasi dan kerangka pendanaan yang bersifat Indikatif, sebagaimana ketentuan Pasal 150 ayat (3) huruf b dan c.
Dalam proses penyusunannya, sebagaimana diatur dalam Pasal 54 ayat (2) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010, RPJMD harus berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD), memperhatikan RPJM Nasional dan RPJMD Provinsi.
Dengan memperhatikan ketentuan peraturan perundangan tersebut, maka Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kota Probolinggo Tahun 2014 – 2019 disusun sebagai dokumen perencanaan yang integratif dengan dikumen- dokumen perencanaan lainnya dan sekaligus sebagai dokumen perencanaan komprehensif lima tahunan. RPJMD Kota Probolinggo Tahun 2014 – 2019 adalah merupakan pelaksanaan tahap ke tiga dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kota Probolinggo Tahun 2005-2025 yaitu tahap pemantapan pembangunan secara menyeluruh dalam rangka penyiapan kemandirian masyarakat Kota Probolinggo. Karena disusun secara integratif dan komprehensif maka RPJMD Kota Probolinggo Tahun 2014 – 2019 selanjutnya digunakan sebagai acuan dalam penyusunan Renstra SKPD dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Probolinggo, serta sebagai acuan bagi seluruh pemangku kepentingan di Kota Probolinggo dalam melakukan kegiatan pembangunan selama kurun waktu tahun 2014 – 2019.
RPJMD Kota Probolinggo Tahun 2014 – 2019 ini adalah merupakan dokumen publik yang merangkum rencana pembangunan lima tahunan di bidang pelayanan umum pemerintahan, maka dalam proses penyusunannya tentu memperhatikan semua aspek perencanaan pembangunan. Meskipun rancangan awal RPJMD Kota Probolinggo Tahun 2014 – 2019 ini merupakan hasil proses politik, yakni bermula dari rumusan visi, misi dan program Walikota dan Wakil Walikota terpilih, tetapi dalam proses penyusunannya dilakukan melalui serangkaian forum musyawarah perencanaan partisipatif dengan melibatkan unsur-unsur pelaku pembangunan dan memasukkan pula segenap komponen perencanaan teknokratik yakni program SKPD dan lintas SKPD. Walikota dan Wakil Walikota Probolinggo telah resmi menjabat setelah dilantik pada tanggal 28 Januari 2014. Sejajar dengan itu, muatan RPJMD Kota Probolinggo Tahin 2014 – 2019 ini juga memperhatikan pula arahan kebijakan dan program strategis nasional dan regional Provinsi Jawa Timur. Oleh karena itu matriks rencana program pembangunan lima tahunan yang diuraikan dalam dokumen perencanaan ini telah disusun secara integratif dan komprehensif serta telah sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing SKPD.
1.2 Dasar Hukum Penyusunan
Dasar hukum penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menegah Daerah (RPJMD) Kota Probolinggo Tahun 2014 – 2019 adalah :
1. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3851) ;
2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4287) ;
3. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4389) ; 4. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan
pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4321) ; 5. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah
(lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah menjadi Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844) ;
6. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438) ;
7. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 33, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4700) ;
8. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4725) ;
9. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 61, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4846)
10. Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 137, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4575) ;
11. Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2005 tentang Hibah Kepada Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 137, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4577);
12. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 139, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578);
13. Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 tentang Pedoman Penyusunan dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 150, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4585)
14. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi dan Pemerintah
Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737) ; 15. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat
Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 89, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesoa Nomor 4741);
16. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 19, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4815);
17. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2008 tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 20, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesoa Nomor 4816);
18. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 21, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4817) ;
19. Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional Tahun 2008 – 2028 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 48, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4833) ;
20. Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2011 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pelaksanaan Tugas dan Wewenang serta Kedudukan Keuangan Gubernur sebagai Wakil Pemeintah di Wilayah Provinsi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 44, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5209)
21. Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2010 – 2014;
22. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah ;
23. Peraturan Menteri Dalam Negari Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah ;
24. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 1 Tahun 2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Provinsi Jawa Timur Tahun 2005-2025 ; 25. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 5 Tahun 2012 tentang Rencana
Tata Ruang Wilayah Provinsi Jawa Timur Tahun 2011-2031 ;
26. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 3 Tahun 2014 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Jawa Timur Tahun 2014-2019;
27. Peraturan Daerah Kota Probolinggo Nomor 11 Tahun 2013 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kota Probolinggo Tahun 2005 – 2025 ;
28. Peraturan Daerah Kota Probolinggo Nomor 2 Tahun 2010 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Probolinggo Tahun 2009-2028
29. Peraturan Daerah Kabupaten Probolinggo Nomor 3 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Probolinggo Tahun 2010-2029;
30. Peraturan Daerah Kabupaten Probolinggo Nomor 7 Tahun 2013 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 20013-2018;
1.3 Hubungan Antar Dokumen
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Probolinggo Tahun 2014 – 2019 memiliki keterkaitan dengan dokumen-dokumen perencanaan pembangunan lainnya sebagai berikut :
1. RPJMD Tahun 2014 – 2019 berpedoman pada RPJPD Tahun 2005 – 2005 danmerupakan pelaksanaan tahap ke tiga dari Rencana Pembangnan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kota Probolinggo Tahun 2005-2025 dan sekaligus mempertimbangkan azas keberlanjutan denganprogram-program pembangunan sebagaimana dimuat dalam RPJMD Kota Probolinggo Tahun 2010 – 2014 ;
2. RPJMD 2014-2019 memperhatikan arah kebijakan dan program pembangunan yang ada pada RPJM Nasional, RPJMD Provinsi Jawa Timur, serta RPJMD dan RTRW Kabupaten Probolinggo
3. RPJMD 2014-2019 berpedoman pada arah pembangunan kewilayahan yang telah ditetapkan dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Probolinggo;
4. RPJMD Tahun 2014 – 2019 dijabarkan dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) pada setiap tahunnya selama kurun waktu perencanaan dan dijadikan sebagai pedoman dalam penyusunan Rencana Strategis (Renstra) SKPD ;
5. Dalam kaitan dengan sistem keuangan sebagaimana yang diamanatkan Unang- Undang Nomor 17 Tahun 2003, maka penjabaran RPJMD dalam RKPD untuk setiap tahunnya akan dijadikan pedoman bagi penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) ;
Gambaran hubungan antara RPJMD Kota Probolinggo Tahun 2014 – 2019 dengan dikumen perencanaan lainnya, baik dalam kaitan dengan sistem perencanaan pembangunan maupun sistem kauangan dan penganggaran dapat ditunjukkan melalui gambar berikut ini :
Gambar 1
Hubungan Keterkaitan Antar Dokumen Perencanaan Pembangunan dan Keuangan
1.4 Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Probolinggo Tahun 2014 – 2019 dengan mengacu pada ketentuan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 dapat dijelaskan sebagai berikut :
Bab I Pendahuluan
Bab ini berisi gambaran umum tentang penyusunan RPJMD yang terdiri dari latar belakang penyusunan, dasar hukum penyusunan, hubungan antar dokumen perencanaan, sustematika penulisan serta maksud dan tujuan penyusunan.
Bab II Gambaran Umum Kondisi Daerah
Bab ini berisikan uraian tentang gambaran secara umum kondisi daerah dengan maksud untuk mengetahui kondisi daerah diberbagai
bidang kehidupan, baik itu aspek geografi dan demografi, aspek kesejahteraan masyarakat, aspek pelayanan umum, dan aspek daya saing daerah.
Bab III Gambaran Pengelolaan Keuangan Daerah serta kerangka Pendanaan.
Bab ini menyajikan gambaran hasil pengolahan data dan analisis terhadap pengelolaan keuangan daerah, yang meliputi kinerja keuangan masa lalu, kebijakan pengelolaan keuangan masa lalu, dan kerangka pendanaan.
Bab IV Analisis Isu-Isu Strategis.
Bab ini berisi permasalahan pembangunan yang dihadapi pada saat ini dan isu-isu strategis yang berasal dari permasalahan pembangunan yang dihadapi.
Bab V Penyajian Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran.
Bab ini berisi uraian Visi dan Misi Pembangunan Daerah Tahun 2014 – 2019 beserta penjelasannya, serta keterkaitan visi dan misi dengan tujuan dan sasaran pembangunan daerah yang ingin dicapai selama 5 (lima) tahun.
Bab VI Strategi dan Arah Kebijakan
Bab ini menguraikan strategi dan arah kebijakan pembangunan yang akan ditempuh untuk mencapai tujuan dan sasaran pembangunan daerah dan sekaligus sebagai payung penyusunan program dan kegiatan pembangunan selama kurun waktu 5 (lima) tahun.
Bab VII Kebijakan Umum dan Program Pembangunan Daerah.
Bab ini berisi rincian kebijakan umum program pembangunan daerah yang merupakan instrumen untuk melaksanakan pembangunan yang sudah ditetapkan. Program-program tersebut selanjutnya akan diterjemahkan kedalam berbagai kegiatan SKPD sesuai dengan fungsinya.
Bab VIII Indikasi Rencana Program Prioritas Yang Disertai Kebutuhan Pendanaan.
Bab ini diuraikan hubungan urusan pemerintah dengan SKPD terkait beserta program yang menjadi tanggung jawab SKPD. Pada bagian ini, disajikan pula pencapaian target indikator kinerja pada akhir
periode perencanaan yang dibandingkan dengan pencapaian indikator kinerja pada awal periode perencanaan.
Bab IX Penetapan Indikator Kinerja Daerah
Bab ini memuat indikator kinerja kunci dan indikator utama Kota Probolinggo sebagai ukuran keberhasilan pencapaian visi dan misi Walikota dan Wakil Walikota pada akhir periode masa jabatan.
Bab X Pedoman Transisi dan Kaidah Pelaksanaan
Bab ini menjelaskan bagaimana dokumen ini mengantisipasi masa transisi dan bagaiman dokumen ini dilaksanakan.
1.5 Maksud dan Tujuan
RPJMD Kota Probolinggo Tahun 2014 – 2019 dimaksudkan sebagai dokumen perencanaan pembangunan yang memberikan arah kebijakan keuangan daerah, strategi pembangunan daerah, kebijakan umum dan program pembangunan daerah serta sasaran-sasaran strategis yang akan dicapai melalui pembangunan daerah selama kurun waktu 5 (lima) tahun kedepan. Dengan demikian maka RPJMD Kota Probolinggo Tahun 2014 – 2019 akan dijadikan landasan bagi penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kota Probolinggo pada setiap tahunnya dan landasan bagi semua SKPD Kota Probolinggo dalam menyusun Rencana Strategis (Renstra) SKPD sesuai fungsi masing-masing.
Tujuan penyusunan RPJMD Kota Probolinggo Tahun 2014 – 2019 adalah untuk memenuhi ketentuan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004, Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010, yakni dalam rangka menjabarkan Visi, Misi dan Program Walikota dan Wakil Walikota Probolinggo terpilih. Dengan demikian RPJMD ini bertujuan untuk merealisasikan proses perencanaan politik, sebab pada dasarnya pemilihan langsung Kepala Daerah telah menghasilkan rencana pembangunan hasil proses politik. Selain itu RPJMD juga sebagai sarana untuk menampung aspirasi masyarakat dan membangun konsensus antar para pemangku kepentingan untuk menentukan arah pembangunan Kota Probolinggo untuk 5 (lima) tahun kedepan sampai dengan tahun 2019.
BAB II
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
2.1 Aspek Geografi Dan Demografi 2.1.1 Aspek Geografis
Letak Kota Probolinggo berada pada 7º 43’ 41” sampai dengan 7º 49’ 04” Lintang Selatan dan 113º 10’ sampai dengan 113º 15’ Bujur Timur dengan luas wilayah 56.667 Km². Disamping itu Kota Probolinggo merupakan daerah transit yang menghubungkan kota-kota (sebelah timur Kota): Banyuwangi, Jember, Bondowoso, Situbondo, Lumajang, dengan kota-kota (sebelah barat Kota) : Pasuruan, Malang, Surabaya.
Adapun batas wilayah administrasi Kota Probolinggo meliputi :
Sebelah Utara : Selat Madura
Sebelah Timur : Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo
Sebelah Selatan : Kecamatan Leces, Wonomerto, dan Sumberasih Kabupaten Probolinggo
Sebelah Barat : Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo Gambar 2.1
Peta Kota Probolinggo
Sumber: RTRW Kota Probolinggo Tahun
Secara administrasi Pemerintahan Kota Probolinggo terdiri dari 5 kecamatan yaitu Kecamatan Mayangan dengan 5 Kelurahan, Kecamatan Kanigaran dengan 6 Kelurahan, Kecamatan Kedopok dengan 6 Kelurahan, Kecamatan Wonoasih dengan 6 Kelurahan dan Kecamatan Kademangan dengan 6 Kelurahan (Peraturan Daerah Kota Probolinggo Nomor 20 Tahun 2006 tentang Penataan dan Pengembangan Kelembagaan Kecamatan).
Pembagian Wilayah Administrasi Kota Probolinggo terlihat pada tabel dibawah ini
Tabel 2.1.
Pembagian Wilayah Administrasi Kota Probolinggo
Nama Kecamatan Jml Kelurahan Jumlah RW Jumlah RT
Kademangan 6 31 171
Kedopok 6 35 143
Wonoasih 6 39 182
Mayangan 5 42 257
Kanigaran 6 51 251
Jumlah Total 29 198 1004
Sumber : BPS Kota Probolinggo
Gambar 2.2
Jumlah Kelurahan Tiap Kecamatan di Kota Probolinggo
Sumber: BPS Kota Probolinggo
Gambar 2.3
Jumlah RW Tiap Kecamatan di Kota Probolinggo
Sumber : BPS Kota Probolinggo
Gambar 2.4
Jumlah RT tiap Kecamatan di Kota Probolinggo
Sumber : BPS Kota Probolinggo
Kota Probolinggo mempunyai perubahan iklim sebanyak 2 musim setiap tahunnya, yaitu musim penghujan dan musim kemarau. Pada tahun-tahun lalu musim penghujan terjadi pada bulan Januari sampai dengan Juli dan Nopember sampai dengan Desember, sedangkan musim kemarau terjadi pada bulan Agustus sampai bulan Oktober. Jumlah curah hujan pada tahun 2013 dari hasil pemantauan pada 4 stasiun pengamatan hujan yang ada di Kota Probolinggo, rata-rata tercatat sebesar 955 mm dan hari hujan sebanyak 64 hari.
Apabila dibandingkan dengan rata-rata curah hujan tahun 2012 sebesar 932 mm dengan 75 hari hujan, maka kondisi tahun 2013 lebih basah dibandingkan tahun 2012.
Ada banyak terjadi fenomena perubahan iklim di tahun 2013, datangnya musim hujan tidak lagi memungkinkan diperkirakan dengan pengetahuan lokal. Curah hujan naik pada periode Nopember sampai bulan Maret. Kenaikan sampai dengan 50mm.
Musim kemarau yang biasanya terjadi pada bulan Agustus sampai dengan bulan Oktober, pada tahun 2013 musim kemarau lebih panjang yang dimulai pada bulan April dengan intensitas curah hujan menurun sampai dengan September.
Curah hujan terlebat terjadi pada bulan Januari sebesar 336 mm, sedangkan hari hujan terlama terjadi pada bulan Januari dengan 21 hari hujan. Musim kering yang terjadi pada bulan Agustus sampai dengan Oktober di Kota Probolinggo berpengaruh terjadinya angin kering yang bertiup cukup kencang dari arah tenggara ke barat laut, yang populer dengan sebutan ”Angin Gending”
Secara umum, kondisi dan struktur tanah Kota Probolinggo cukup produktif untuk berbagai jenis tanaman. Hal ini banyak dipengaruhi oleh pengairan yang cukup, sehingga memungkinkan pengembangan lahan sawah untuk tanaman pangan maupun hortikultura, khususnya bawang merah yang merupakan komoditi unggulan. Akan tetapi ada beberapa dampak perubahan iklim yang terjadi di Kota Probolinggo dan perubahan pola hujan menyebabkan pergeseran dalam periode tanam, musim dan pola tanam, degredasi tanah dan penurunan ketersediaan air pada bulan Agustus sampai dengan bulan Oktober. Sumber data yang disampaikan diatas hasil dari pemantauan dan kerjasama antara Pemerintah Federal Jerman (GIZ) Perubahan Iklim (PAKLIM) dan Pemerintah Kota Probolinggo.
2.1.2 Aspek Demografi
Pertumbuhan penduduk adalah perubahan populasi sewaktu-waktu dan dapat dihitung sebagai perubahan dalam jumlah individu dalam sebuah populasi menggunakan
"per waktu unit" untuk pengukuran. Pertumbuhan penduduk yang makin cepat, mendorong pertumbuhan aspek-aspek kehidupan yang meliputi aspek sosial, ekonomi, politik, kebudayaan, dan sebagainya. Perkembangan pendudukan di Kota Probolinggo selama ini menunjukkan peningkatan sebagaimana table berikut:
Tabel2.2
Komposisi Penduduk Kota Probolinggo Tahun 2009-2013
No Uraian 2009 2010 2011 2012 2013
1 Jumlah Penduduk (Jiwa) 217.501 217.349 218.061 219.139 205.313 2 Rata-rata kepadatan Penduduk
(km2) 3,838 3,836 3,848 3,867 3,883
3 Laju Pertumbuhan Penduduk (%) 0,31 -0,07 0,33 0,49 0,40
4 Penduduk Menurut:
a. Jenis Kelamin
- Laki-laki 107.865 108.028 108.321 108.810 109.334
- Wanita 109.636 109.321 109.740 110.329 110.694
b. Sex ratio 98,38 98,82 98,71 98,62 98,77
c. Angkatan Kerja:
- Tingkat Partipasi Angkatan
Kerja (TPAK) 65,26 63 68,08 67,65 63,98
- Tingkat Pengangguran
Terbuka (TPT) 8,53 6,85 4,66 5,12 4,52**
- Tingkat Kesempatan Kerja
(TKK) 91,47 93,15 95,34 94,88 95,48
Sumber: BPS RI, Dinas Kependudukan & Capil ** Data Sangat Sementara
Pada tahun 2009 tercatat sebesar 217.501 jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk sebesar 0,31 persen, tahun 2010 laju pertumbuhan penduduk negatif sebesar -0,07 persen dengan jumlah penduduk berkurang sebesar 152 jiwa (atau berkurang sebesar 0,06 persen).
Peningkatan jumlah penduduk terjadi kembali pada tahun 2011 sebesar 218.061 jiwa (LPP 0,33 persen), tahun 2012 sebesar 219.139 (LPP 0,49 persen) dan pada tahun 2013 (LPP 0,40 persen)dengan jumlah penduduk pada akhir tahun 2013 sebesar 220.028jiwa. Sex ratio mencapai angka rata-rata dibawah 100%, pada akhir tahun 2013 sebesar 98,77 persen artinya pada setiap 100 penduduk perempuan terdapat sekitar 98 penduduk laki-laki. Ratio jenis kelamin kurang dari seratus ini menandakan bahwa angka harapan hidup perempuan lebih tinggi dibanding angka harapan hidup laki-laki.
Pertumbuhan penduduk ini selain dikarenakan adanya fertilitas yang cukup tinggi (pertumbuhan penduduk alami), juga disebabkan adanya pertumbuhan penduduk migrasi, dimana terdapat migrasi masuk yang lebih besar daripada migrasi keluar (migrasi neto positif) atau dengan kata lain penduduk yang datang lebih banyak dibandingkan dengan penduduk yang keluar Kota Probolinggo.
Tabel 2.3
Penduduk Berdasarkan Usia dan Jenis Kelamin
No. Usia (th) 2009 2010 2011 2012 2013
L P L P L P L P L P
1 0-4 9.652 8.727 8.932 8.599 6.748 6.549 8.617 8.286 6.734 6.420
2 5 - 9 9.622 9.214 9.309 8.925 9.459 8.912 9.635 8.995 9.224 8.705
3 10 - 14 9.054 8.514 9.250 8.687 9.599 9.064 9.714 9.104 9.804 9.207
4 15 - 19 8.681 8.244 8.614 8.201 8.927 8.534 9.002 8.576 9.281 9.207
5 20 - 24 9.004 8.845 8.768 8.746 8.853 8.509 8.768 8.335 8.609 8.380
6 25 - 29 9.814 10.330 10.351 10.416 9.621 9.498 9.326 9.293 8.799 8.527
7 30 - 34 8.143 8.893 9.801 9.398 9.593 9.560 9.319 9.356 9.650 9.704
8 35 - 39 8.963 9.268 9.050 8.881 8.913 8.934 8.724 8.961 8.853 8.925
9 40 - 44 8.188 8.766 8.194 8.518 8.925 9.118 8.901 9.053 8.680 8.808
10 45 - 49 7.426 7.965 6.889 7.576 7.259 8.010 7.167 7.971 7.933 8.488
11 50 - 54 6.191 6.136 5.930 6.066 6.303 6.642 6.235 6.656 6.346 7.032
12 55 - 60 4.794 4.466 4.595 4.351 5.034 4.978 4.953 4.955 5.421 5.522
13 60 + 8.333 10.268 8.345 10.957 9.087 11.432 8.449 10.788 10.000 12.408
TOTAL 107.865 109.636 108.028 109.321 108.321 109.740 108810 110.329 101.522 103.791
217.501 217.349 218.061 219.139 205.313
Sumber: Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil
Apabila diperhatikan dalam tabel 2.3 selama kurun waktu 2009-2013, penduduk berdasarkan usia, 74,81persen sampai dengan 78,41 persen penduduk Kota Probolinggo termasuk usia produktif (usia 15-60+ tahun), dan 23,05 persen sampai dengan 25,18 persen masuk dalam kelompok usia non produktif (usia 0-14 tahun). Berdasarkan perhitungan angka tersebut memberikan gambaran bahwa selama kurun waktu 2009-2013 angka ketergantungan (age dependency ratio) penduduk Kota Probolinggo rata-rata sebesar 21,58 ini berarti bahwa secara hipotesis setiap 100 penduduk usia produktif, menanggung sekitar 31-32 orang penduduk usia tidak produktif. Penduduk berdasarkan pendidikan terakhir yang ditamatkan, dapat dilihat pada tabel 1.04 dibawah ini.
Tabel 2.4
Penduduk Berdasarkan Pendidikan yang ditamatkan
NO. PENDIDIKAN YANG
DITAMATKAN 2009 2010 2011 2012 2013
1 Tidak/Belum Sekolah 31.534 31.500 31.754 43.297 46.512
2 Belum Tamat SD 17.573 17.609 17.693 17.514 18.637
3 Tamat SD 62.986 62.948 63.178 55.516 57.307
4 Tamat SLTP 29.574 29.579 29.584 27.876 29.250
5 Tamat SLTA 50.964 50.829 50.893 49.460 52.425
6 Diploma I / II 1.876 1.871 1.877 1.482 1.463
7 Diploma III 1.873 1.867 1.870 2.057 2.209
8 Sarjana (S1) 9.488 9.463 9.478 10.623 11.409
9 Sarjana (S2) 531 530 531 713 800
10 Sarjana (S3) 11 11 11 13 16
11 Tidak Tercatat 11.091 11.142 11.192 10.588 -
TOTAL 217.501 217.349 218.061 219.139 205.313
Sumber: Dispenduk dan Capil
2.2 Aspek Kesejahteraan Masyarakat
Kondisi kesejahteraan masyarakat di Kota Probolinggo dapat dielaborasi kedalam tiga fokus utama, yakni fokus kesejahteraan dan pemerataan ekonomi, fokus kesejahteraan masyarakat serta fokus seni budaya dan olah raga. Identifikasi terhadap ke tiga fokus utama tersebut dapat diuraikan sebagai berikut :
2.2.1 Fokus Kesejahteraan dan Pemerataan Ekonomi
Metode yang biasa dipergunakan untuk mengetahui kondisi kesejahteraan dan pemerataan ekonomi di daerah adalah melalui pengukuran pencapaian indikator makro ekonomi. Komponen-komponen dari indikator makro ekonomi tersebut diantaranya adalah Produk Domistik Regional Bruto (PDRB), PDRB Per Kapita, Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE), dan Laju Inflasi. Indikator ekonomi makro untuk Kota Probolinggo dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Produk Domistik Regional Bruto (PDRB)
Salah satu indikator untuk melihat gambaran pembangunan ekonomi daerah adalah dengan menggunakan perhitungan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Ditinjau dari segi pendapatan Kota Probolinggo, PDRB merupakan jumlah dari semua pendapatan yang timbul oleh karena ikut sertanya faktor produksi dalam proses produksi diwilayah Kota Probolinggo.
Berdasarkan data series pada tabel 2.5 peranan ekonomi sektoral PDRB Kota Probolinggo tersaji bahwasanya 3 sektor lapangan usaha berturut- turut selama 4 tahun terakhir menduduki posisi tertinggi dibandingkan 6 sektor lainnya, yaitu sektor perdagangan, hotel dan restoran, sektor pengangkutan dan komunikasi, dan sektor industri pengolahan. Sektor ini menjadi sektor potensial yang harus mendapat perhatian. Dua sektor berikutnya yaitu sektor jasa-jasa dan sektor keuangan, sewa, jasa perusahaan dapat berpotensi lebih berkembang lagi melalui peran pemerintah maupun masyarakat untuk lebih mengembangkan potensi lokal yang ada.
Tabel 2.5
Peranan Ekonomi Sektoral PDRB Kota Probolinggo
No Lap. Usaha ADHK (Persen) ADHB (Persen)
2009 2010 2011 2012 2013 2009 2010 2011 2012 2013
1. Pertanian 9,17 8,02 7,14 6,52 6,07 8,88 7,77 6,75 6,36 5,8
2. Pertambangan
& penggalian 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
3. Industri
pengolahan 14,11 13,64 13,51 13,26 13,19 14,34 13,75 13,31 12,76 12,7
4. Listrik, gas dan
air bersih 1,33 1,34 1,33 1,30 1,29 1,08 1,08 1,09 1,05 1,01
5. Konstruksi 0,88 0,91 0,90 0,91 0,92 0,97 1,07 1,10 1,11 1,15
6. Perdagangan,
hotel & restoran 43,18 44,58 45,73 46,86 47,68 40,94 42,60 44,03 45,39 46,58 7. Pengangkutan &
komunikasi 13,68 13,53 13,55 13,51 13,5 15,16 14,36 14,21 13,80 13,75
8. Keuangan, persewa-an &
jasa perusahaan
7,18 7,40 7,47 7,48 7,51 6,58 6,75 6,97 7,05 7,15
9. Jasa-jasa 10,46 10,58 10,37 10,17 9,84 12,05 12,62 12,54 12,48 11,86
Sumber: BPS RI
Sementara itu dilihat dari indikator Makro Kota Probolinggo Tahun 2009-2013 menunjukkan peningkatan dan pertumbuhan yang cukup signifikan. Hal ini dapat menjadi salah satu indikasi bahwa tingkat kesejahteraan masyarakat Kota Probolinggo relatif menjadi lebih baik.
Tabel 2.6
Indikator Makro Kota Probolinggo 2009-2013
No INDIKATOR MAKRO TAHUN
2009 2010 2011 2012 2013
1. Kesejahteraan dan Pemerataan Ekonomi a. Jumlah Penduduk
b. Laju Pertumbuhan Penduduk (%) c. Laju Pertumbuhan Ekonomi ( %) d. Laju Inflasi (%)
e. Pendapatan Perkapita(Rp./Th) (juta)
217.501 0,31 5,35 3,55 8,759
217,349 -0,07 6,12 6,68 9,302
218.061 0,33 6,58 3,78 9,882
219.139 0,49 6,85 5,88 10,500
220.028 0,40 6,46 7,98 11,145 2. Kesejahteraan Sosial dan Pendidikan
a. Angka Melek Huruf(%)
b. Angka Rata-rata Lama Sekolah (RLS/Th) c. Angka Partisipasi Murni(APM/Th)
- SD - SMP - SMU
d. Angka Partisipasi Kasar (APK/Th) - SD
- SMP - SMU
92,06 8,47 103,47 82,54 71,80 114,35 106,49 95,88
92,49 8,52 105,26 93,13 85,91 114,7 120,17 124,23
92,51 8,53 102,61 106,60 86,73 111,31 138 122,13
93,35 8,61 101,08 91,37 101,87 110,13 116,63 126,19
95,73 8,67 101,20 95,56 95,96 109,93 118,32 126,90 3. Kesehatan
a. AngkaHarapan Hidup (AHH/Th) b. Angka Kematian Bayi(AKB/1.000KH) c. Jumlah Kematian Ibu (orang)
- 43 bayi 4 org
70,17 78 bayi 166/kh 6 org
70,52 56 bayi 191/kh 7 org
70,52 41 bayi 106/kh 4 org
70,75 72 bayi 8 4. Ketenagakerjaan & Tingkat Kemiskinan
a. Angka Partisipasi Angkatan Kerja (%) b. Tingkat Pengangguran Terbuka c. Jumlah Penduduk Miskin
65,26 8,53 47.079
63,00 5,54 41.364
68,08 4,66 38.800
67,65 5,12 40.500
76,71 4,25 40.500 5. Keuangan Daerah (juta)
a. Pendapatan Asli Daerah (PAD) b. Dana Perimbangan
c. Lain-lain Pendapatan Yang Sah d. APBD
40.085 330.156 101.677 471.917
45.715 333.173 101.676 517.244
57.455 377.700 86.559 565.211
69.261 458.387 131.055 614.208
78.355 495.412 108.558 655.932 6. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 73,73 74,33 74,85 75,23 75,81
2. Laju Pertumbuhan Ekonomi
Sementara itu terkait laju pertumbuhan ekonomi Kota Probolinggo dalam empat tahun terakhir berada pada trend yang positif, artinya kondisi perekonomian di Kota Probolinggo dapat memberikan pertumbuhan yang positif walaupun masih di bawah rata-rata pertumbuhan ekonomi regional Jawa Timur. Kecuali pada tahun 2009 pertumbuhan ekonomi Kota Probolinggo lebih tinggi 0,34, hal ini bersamaan dengan munculnya bencana lumpur Lapindo, sehingga sedikit banyak mempengaruhi kondisi agregat perekonomian Jawa Timur, namun LPE Kota Probolinggo tahun 2013 lebih rendah dari LPE Provinsi Jawa Timursebesar 6,46 persen. Potensi-potensi penggerak perekonomian Kota Probolinggo perlu digerakkan secara optimal untuk mendongkrak Laju Pertumbuhan Ekonomi secara umum. Seperti perdagangan serta jasa-jasa, mengingat bahwa Kota Probolinggo sudah memproklamirkan pada visinya salah satunya sebagai kota jasa.
Secara lebih detail berikut disajikan pada tabel berikut.
Tabel 2.7
Laju Pertumbuhan EkonomiKota Probolinggo dan Prov. Jawa Timur Tahun 2009-2013
Tahun Kota Probolinggo Jawa Timur
2009 5,35 5,01
2010 6,12 6,68
2011 6,58 7,22
2012 6,85 7,27
2013 6,46 6,55
3. Laju Inflasi
Perkembangan inflasi di Kota Probolinggo dari tahun ke tahun mengalami fluktuasi, diujung tahun 2012 inflasi mencapai 5,88 % yang berarti terjadi kenaikan dari tahun 2011 sebesar 3,78%. Kenaikan inflasi disebabkan kenaikan harga barang dan jasa di Kota Probolinggo yang dipengaruhi perkembangan situasi ekonomi nasional yang didorong kenaikan harga komoditas tertentu di pasar internasional.Perkembangan inflasi dapat dilihat pada tabel 2.8 berikut ini.
Gambar 2.5
Perkembangan Inflasi Kota Probolinggo Tahun 2010-2013
2.2.2 Fokus Kesejahteraan Masyarakat
Pembangunan manusia sebagai insan dan sumberdaya pembangunan merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan, dilakukan terhadap seluruh siklus hidup manusia.
Upaya tersebut dilandasi oleh pertimbangan bahwa pembangunan manusia yang baik merupakan kunci bagi tercapainya kesejahteraan masyarakat dan kemakmuran bangsa.
Untuk memberikan gambaran tentang keberhasilan pembangunan kesejahteraan masyarakat antara lain dapat diketahui dari indikator sebagai berikut :
1. Indeks Pembangunan Manusia (IPM)
Peningkatan kualitas sumber daya manusia ditandai oleh semakin meningkatnya
capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang dapat dilihat dari tiga bidang utama, yakni pendidikan, kesehatan dan daya beli masyarakat. Indeks Pembangunan Manusia Kota Probolinggo menunjukkan trend peningkatan setiap tahunnya (2009-2012). Disamping itu IPM Kota Probolinggo berada di atas rata- rata IPM Propinsi Jawa Timur. Peningkatan ini tidak terlepas dari hasil kerja keras unsur pemerintah, swasta, akademisi, serta masyarakat. Dengan IPM Kota Probolinggo mengalami trend positif hal ini dapat menjadi indikasi bahwa kesejahteraan masyarakat Kota Probolinggo dari waktu ke waktu mengalami peningkatan.
Gambar 2.6
Perkembangan Pencapaian Indeks Pembangunan Manusia Kota Probolinggo Tahun 2009-2013
Dari analisa yang ada, dukungan terhadap capaian Indeks Pembangunan Manusia Kota Probolinggo tersebut antara lain berasal dari :
Angka Melek Huruf
Pengukuran dimensi kemampuan menyerap ilmu pengetahuan suatu daerah dilakukan melalui dua hal yaitu Angka Melek Huruf (AMH) umur 15 tahun ke atas dan angka rata-rata lama sekolah (RLS). Pada tahun tahun 2011 angka melek huruf di Kota Probolinggo mencapai sebesar 92,51 persen lebih baik dari tahun 2010 sebesar 92,49 persen. Pada tahun 2012 angka melek huruf meningkat menjadi 93,35 persen artinya prosentase penduduk yang buta huruf mengalami penurunan. Penurunan angka buta huruf dimungkinkan karena adanya pembelajaran bagi masyarakat yang tidak dapat baca tulis oleh para kader kelurahan. Pemerintah berupaya terus untuk memberantas buta huruf karena masih ada sebagian penduduk usia 64+ yang belum memiliki kesadaran akan pentingnya pendidikan.
Rata-Rata Lama Sekolah
Pada tahun 2011, rata-rata lama sekolah penduduk Kota Probolinggo mencapai 8,53 tahun yang berarti penduduk usia 15 tahun ke atas di Kota Probolinggo bersekolah hingga tingkat SLTP kelas 2 semester II (8 tahun 6,36 bulan atau hampir naik ke kelas 3 SLTP).
Dibanding lima tahun yang lalu rata-rata lama sekolah penduduk di Kota Probolinggo, naik 2,88 bulan.
Untuk Jawa Timur rata-rata lama sekolahnya adalah 7,34 tahun, artinya apabila dibandingkan dengan beberapa Kabupaten lain di sekitar Kota Probolinggo, rata-rata lama sekolah di Kota Probolinggo masih terhitung cukup baik (di Kondisidi Kota Probolinggo bisa dijelaskan dengan dua kemungkinan. Pertama, kesadaran masyarakat Kota Probolinggo dalam hal pendidikan memang masih kurang. masyarakat masih merasa cukup dengan pendidikan tingkat SD. Kedua, masyarakat Kota Probolinggo yang berpendidikantinggi, memilih untuk tidak tinggal di Kota Probolinggo dan memutuskan tinggal di daerah yang lebih mendukung dalam mendapatkan lapangan pekerjaan yang lebih sesuai dengan tingkat pendidikannya. Singkatnya, banyak Sumber Daya Manusia (SDM) Kota Probolinggo yang lari keluar kota untuk pengembangan diri sesuai dengan pendidikan yang diterimanya. Hal ini tentu merupakan kerugian yang besar untuk Kota Probolinggo karena SDM adalah modal dasar bagi pembangunan. Oleh karena itu upaya untuk memaksimalkan ketersediaan fasilitas pendidikan baik sarana maupun prasarana akan sangat menunjang dalam meningkatkan mutu pendidikan.
Tabel 2.9
Rata-rata Lama Sekolah Penduduk 15 Tahun ke atas Kota Probolinggo dan Sekitarnya
2007 2008 2009 2010 2011
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
Kab. Lumajang 5,90 5,90 6,03 6,10 6,41
Kab. Jember 6,29 6,29 6,45 6,53 6,73
Kab. Banyuwangi 6,68 6,68 6,81 6,85 6,89
Kab. Bondowoso 5,20 5,20 5,49 5,54 5,66
Kab. Situbondo 5,68 5,68 5,99 6,18 6,19
Kab. Probolinggo 5,00 5,00 5,08 5,57 5,80
Kab. Pasuruan 6,16 6,16 6,33 6,34 6,54
Kota Probolinggo 8,29 8,29 8,35 8,52 8,53
Kota Pasuruan 8,74 8,74 8,81 8,85 8,96
Jawa Timur 6,90 6,95 7,20 7,24 7,34
Rata-rata Lama Sekolah (tahun) Kabupaten/Kota
Angka Harapan Hidup
Untuk menggambarkan situasi derajat kesehatan, digunakan indikator angka harapan hidup (AHH ), angka kematian ibu (AKI), dan angka kematian bayi (AKB).Angka harapan hidup waktu lahir adalah rata-rata tahun hidup yang masih akan dijalani bayi yang baru lahir pada tahun tertentu. Angka harapan hidup dapat dijadikan salah satu alat untuk mengevaluasi kinerja pemerintah pada keberhasilan pembangunan kesehatan serta sosial ekonomi di suatu wilayah termasuk di dalamnya derajat kesehatan masyarakat. Target Indonesia Sehat tahun 2010 yang mengupayakan AHH Indonesia harus mencapai 67,9 dan Kota Probolinggo AHH tahun 2010 mencapai 70,17 tahun.
Angka harapan hidup masyarakat Kota Probolinggo tahun 2012 sebesar 70,52 tahun, yang menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Peningkatan angka harapan hidup ini diimbangi melalui program-program pembangunan kesehatan lingkungan dan kecukupan gizi dan kalori.
2. Kondisi Ketenagakerjaan
Indikator lain yang juga dapat dipergunakan untuk menggambarkan tingkat kesejahteraan masyarakat adalah laju pertumbuhan angkatan kerja yang terserap pada lapangan pekerjaan yang tersedia. Kondisi tenaga kerja di Kota Probolinggo tahun 2010 meliputi angkatan kerja sebanyak 108.239 orang. Jumlah lowongan kerja sejumlah 3.561 buah dengan pencari kerja tahun 2010 yang terdaftar sebanyak 3.493 orang, berhasil ditempatkan 2.228 orang, sehingga jumlah pencari kerja yang masih terdaftar hingga akhir tahun 2010 sebanyak 14.836 orang.Kondisi ketenagakerjaan tahun 2010- 2013 dapat digambarkan sebagai berikut :
Gambar 2.7
Kondisi Tenaga Kerja Kota Probolinggo Tahun 2010-2013
Sumber : Dinas Tenaga Kerja Kota Probolinggo
Gambar 2.8
Peluang Kerja Penduduk Kota Probolinggo Tahun 2010-2013
Sumber : Dinas Tenaga Kerja Kota Probolinggo