• Tidak ada hasil yang ditemukan

3. KONSEP PERANCANGAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "3. KONSEP PERANCANGAN"

Copied!
28
0
0

Teks penuh

(1)

3. KONSEP PERANCANGAN

3.1. Sintesis

3.1.1. Pengertian Pemasaran atau Marketing

Dari asal usul kata (etymology) kita mengetahui bahwa kata “marketing”

berasal dari kata “market” yang berarti pasar. Karena itu pulalah dalam kehidupan sehari-hari istilah marketing sering disamakan dengan “pemasaran” oleh kebanyakan orang.

Pengertian marketing sukar untuk diterjemahkan begitu saja ke dalam bahasa Indonesia, karena istilah marketing meliputi suatu pengertian yang lebih luas daripada apa yang dapat kita terjemahkan seperti biasanya dengan pemasaran.

Pemasaran lebih merupakan suatu jembatan antara produsen dan konsumen.

Kegiatnnya dimulai semenjak suatu barang dan jasa selesai diproduksi, mendistribusikannya sampai ke tangan konsumen akhir. Berbeda dengan marketing, ia dimulai jauh sebelum suatu barang dan jasa diproduksi. Bagian marketing dalam suatu perusahaan lebih banyak menentukan bentuk dan macam barang dan jasa yang akan dihasilkan.

Menurut Converse, Huegy dan Mitchel :

“…Marketing is the business of buying and selling, including those business activities involved in the flow of goods and services between producer and consumers”

(masalah penjualan dan pembelian sebagai aktivitas usaha yang menyangkut arus barang-barang dan jasa-jasa antara produsen dan konsumen).

Menurut AMA (American Marketing Association) :

“…Marketing is the performance of business activities that direct the flow of goods and services from producer to consumer or user”.

(pelaksanaan daripada kegiatan usaha dan niaga yang diarahkan kepada dan bersangkutan dengan arus barang-barang dan jasa-jasa dari produsen ke konsumen atau pemakai).

(2)

Menurut Edward A. Duddy A.M dan avid A. Revzan dalam bukunya Marketing and Institutional Approach :

“Marketing is the economic process by means of which goods and services are exchanged an tgeir values determined in terms of money prices”

(suatu proses ekonomi, dengan alat-alat mana barang-barang dan jasa-jasa dipertukarkan dan nilai daripada barang-barang dan jasa-jasa itu ditentukan dalam bentuk nilai-nilai uang).

Dari definisi tersebut diatas kita peroleh suatu kesimpulan bahwa dalam pengertian marketing bersangkut paut dengan “business activities” yaitu pemindahan barang-barang dan jasa dari produsen kepada konsumen maupun si pemakai. Kegiatan marketing tidak akan berhenti setelah barang atau jasa uang diproduksi terjual, itulah sebabnya maka terhadap barang dan jasa tertentu diperlukan kegiatan yang dikenal dengan istilah “after sales services” dimana tujuannya tidak lain adalah untuk memberikan jaminan dan kepuasan kepada konsumen atau pemakai tentang barang dan jasa yang dijual.

3.1.2. Pengertian Tourism Marketing

Tourism marketing dapat didefinisikan sebagai seluruh kegiatan untuk mepertemukan permintaan (demand) dan penawaran (supply), sehingga pembeli mendapatkan kepuasan dan penjual mendapat keuntungan maksimal dan resiko seminimal mungkin.

Menurut J. Krippendorf dalam bukunya Marketing Et Tourisme memberikan batasan tentang marketing dalam kepariwisataan sebagai berikut :

“…Marketing in tourism is to be understood as the systematic and coordinated execution of business policy by tourist undertaking whether private or state owned at local, regional, national, or international level to achieve the optimal satisfaction of the needs of identifiable consumer groups and in doing so to achieve an appropriate return”

(suatu system dan koordinasi yang harus dilaksanakan dalam bidang kepariwisataan, apakah usaha swasta atau pemerintah, baik dalam ruang lingkup lokal, regional,nasional, dan internasional untuk mencapai kepuasan optimal atas

(3)

kebutuhan-kebutuhan wisatawan dan grup lain disamping untuk mencapai keuntungan yang wajar). (Yoeti 10)

3.2. Tujuan dan Strategi Pemasaran 3.2.1. Tujuan Pemasaran

a) Jangka Pendek

(1) Memperkenalkan adanya Pantai Sunset Beach di Jepara kepada wisatwan nusantara dan wisatawan mancanegara.

(2) Sebagai media promosi kepada agen-agen perjalanan biro wisata.

b) Jangka Panjang

(1) Mengundang para investor dalam dan luar negeri untuk menanamkan modalnya di Jepara.

(2) Membuka kredit pinjaman dari perbankan untuk membangun fasilitas yang lebih baik lagi di Pantai Sunset Beach.

3.2.2. Strategi Pemasaran a) Jangka Pendek

(1) Membangun citra Pantai Sunset Beach sebagai tempat wisata pantai yang indah, memiliki keunikan tersendiri melalui media promosi yang digunakan seperti brosur, booklet, billboard, iklan, dan lain-lain.

(2) Menciptakan brand awareness Pantai Sunset Beach ini di dalam benak para pengunjung yang datang serta kepada masyarakat Jepara sendiri.

b) Jangka Panjang

(1) Menjaga kebersihan dan keindahan pantai sebagai upaya untuk menciptakan daya tarik bagi para pengunjung.

(2) Mempromosikan Pantai Sunset Beach ini secara nasional dan internasional agar pantai ini semakin dikenal selain itu untuk menarik para investor asing datang kembali ke Jepara untuk menanamkan modalnya di Jepara.

(4)

3.3. Tujuan dan Strategi Komunikasi Periklanan 3.3.1. Tujuan Komunikasi Periklanan

a) Memperkenalkan daerah wisata Pantai Sunset Beach ini kepada audience dan target audience yang diharapkan melalui media promosi yang dibuat.

b) Menciptakan brand awareness Pantai Sunset Beach ini ke dalam benak masya- rakat Jepara dan para pengunjung yang datang.

c) Menginformasikan ciri khas dan keunikan Pantai Sunset Beach ini kepada khalayak sasaran agar tertarik untuk berkunjung ke Pantai Sunset Beach.

3.3.2. Strategi Komunikasi Periklanan

a) Menentukan pokok permasalahan sebagai berikut :

(1) Menciptakan brand awareness dalam benak masyarakat dan para pengunjung (2) Membangun citra Pantai Sunset sebagai tempat wisata untuk berlibur serta

menikmati kesegaran langsung dari laut

b) Pesan pokok :

(1) Mengkomunikasikan Pantai Sunset Beach sebagai identitas baru dari kota Jepara yang selama ini dikenal sebagai Kota Ukir atau Kota Mebel saja sehingga membuka wawasan baru bagi masyarakat Jepara dan luar Jepara bahwa masih banyak lagi potensi-potensi lain di Kota Jepara yang tidak hanya mebel dan ukir.

(2) Menginformasikan keistimewaan Pantai Sunset Beach kepada audience dan target audience sebagai tempat wisata baru yang layak dikunjungi dan dinikmati untuk mengisi liburan mereka atau hanya sekedar refreshing dari keseharian mereka yang melelahkan.

c) Strategi penyampaian pesan :

(1) Tiga bulan pertama dilakukan tahap pengenalan melalui pemasangan billboard di jalan Pemuda Jepara, iklan di koran (Suara Merdeka dan Kompas) dan majalah Jalan-jalan , serta pembagian brosur pada para pengunjung, dan Dinas Pariwisata sesuai dengan program media yang telah ditetapkan. Selain itu juga bekerja sama dengan TIC di dalam media wesbsite dimana keterangan

(5)

singkat mengenai pantai Sunset di dalam homepage www.gojepara.com dan agen tour and travel agar banyak orang yang mengetahui keberadaan pantai Sunset ini dan tertarik untuk datang ke sana.

(2) Tahap promosi dilakukan dengan memberikan tanda terima kasih berupa kalender meja dan beberapa merchandise berupa stiker (bagi pengunjung yang datang), kalender (bagi pengunjung yang menginap selama beberapa hari) , jam dinding (bagi pengunjung yang menginap selama kurang lebih tujuh hari), serta kaos dan topi (bagi pengunjung yang menyewa villa tersebut selama sebulan atau lebih) selama batas waktu yang telah ditetapkan di dalam program media. Selain itu juga menjual beberapa merchandise seperti kaos, topi, dan stiker dengan harga yang telah ditetapkan sebagai souvenir atau kenang-kenangan dari Pantai Sunset Beach.

(3) Untuk membangun brand awareness, maka di setiap desain yang ada digunakan warna, huruf, dan motif ukir Jepara yang sama sehingga saat orang melihat akan teringat dengan pantai Sunset Beach.

(4) Untuk membangun citra pantai Sunset Beach di mata masyarakat maka digunakan beberapa media seperti stationery berupa map file, kertas surat, amplop, notes, bolpen, serta kartu nama yang ditempatkan di setiap kamar- kamar villa pantai Sunset Beach. Sebagai penunjuk waktu di Sunset Beach akan digunakan jam dinding yang didesain khusus , dimana jam tersebut dapat diletakkan di kantor, restoran, dapur, kamar-kamar villa.

3.4. Tujuan dan Strategi Media 3.4.1. Tujuan Media

Adalah penentuan target capaian media terhadap audience yang biasanya dirumuskan dalam satuan jumlah, luas, dan waktu.

a) Jangkauan

Adalah target sasaran kewilayahan (teritorial / geografis) yang ingin dijangkau. Jangkauan target sasaran yang diharapkan dari promosi wana wisata

(6)

Pantai Sunset Beach ini adalah khalayak sasaran yang bertempat tinggal di Jepara dan Jawa Tengah serta luar negeri yang menginginkan sebuah penyegaran kembali dari rutinitas sehari-hari yang cukup melelahkan namun dengan biaya yang relatif murah dan terjangkau.

b) Frekuensi

Adalah penjadwalan penayangan/ pemasangan media promosi bagi daerah wisata Pantai Sunset Beach secara terencana dan terarah dengan mengatur frekuensi waktu (bulan/tahun) yaitu mulai bulan Juli 2008 hingga bulan Juli 2009.

c) Kesinambungan

Adalah keterkaitan benang merah yang ditarik antara satu elemen desain dengan yang lain dan terpasang pada media yang berbeda untuk meningkatkan citra Pantai Sunset Beach sebagai tempat wisata yang indah dan memperkuat diferensiasi produk di benak masyarakat.

d) Target Audience

Target audience yang dimaksud dalam perancangan ini dapat dikategorikan sebagai target audience primer dan sekunder yang dapat dilihat sebagai berikut : (1) Target Audience Primer

- Demografis

Usia 18 – 45 tahun dengan jenis kelamin laki-laki dan perempuan, status sosial ekonomi adalah menengah ke atas, tingkat pendidikan SMU hingga perguruan tinggi.

- Geografis

Bertempat tinggal di kota-kota di Jawa khususnya di Jawa Tengah dengan tingkat mobilitas tinggi sehingga banyak tercemar berbagai macam polusi.

- Psikografis

Menginginkan penyegaran dari rutinitas mereka sehari-hari, menikmati hidup, mencintai dan menghargai alam, serta memiliki pergaulan luas.

(7)

- Behavioural

Senang bepergian untuk mencari penyegaran kembali dari rutinitas mereka yang melelahkan. Agar mereka dapat bekerja kembali dengan maksimal maka diperlukan suatu penyegaran kembali dengan beristirahat dan berlibur menik- mati waktu santai mereka

(2) Target Audience Sekunder - Demografis

Orang-orang asing yang bertempat tinggal di Jepara dan daerah lainnya yang ada di Indonesia dengan rentang usia 25-60 tahun yang menyukai alam khususnya pantai dan senang bepergian.

- Geografis

Orang-orang yang bertempat tinggal di kota besar di luar Jawa Tengah dan di luar negeri.

- Psikografis

Ingin bersantai dengan melakukan berbagai kegiatan yang menyenangkan, menikmati pemandangan alam, dan berolahraga.

- Behavioural

Target audience dalam usia produktif dan tidak produktif untuk bekerja dan membutuhkan rekreasi.

3.4.2. Strategi Media

Strategi media menurut Kotler dalam bukunya Manajemen Pemasaran (666) menjelaskan bahwa strategi media adalah cara untuk menjawab tujuan media yang telah ditetapkan. Tahapan-tahapannya dalam strategi media adalah : a) Mengambil keputusan mengenai jangkauan, frekuensi, dan dampak yang

diinginkan. Pemilihan media adalah menginventarisir media komunikasi yang dapat menjangkau target audience dengan karakter seperti tersebut di atas.

Pemilihan media melibatkan pencarian media yang paling efektif-biaya untuk menyampaikan jumlah paparan yang diinginkan bagi audience sasaran.

Pengaruh paparan terhadap kesadaran audience tergantung pada jangkauan, frekuensi, dan pengaruh paparan.

(8)

- Jangkauan : Jumlah orang atau rumah tangga yang melihat paparan media setidaknya sekali dalam satu periode tertentu.

- Frekuensi : Rata-rata banyaknya orang atau rumah tangga yang melihat paparan pesan tersebut dalam suatu periode tertentu.

- Dampak : Nilai kualitatif dari suatu paparan melalui media tertentu.

b) Memilih di antara berbagai jenis media utama

Perencanaan media harus mengetahui kapasitas jenis-jenis media utama dalam menyampaikan jangkauan, frekuensi, dan dampak. Media tersebut dapat dibagi menjadi dua yaitu :

(1) Above The Line (ATL)

Menurut Frank Jeffkins ATL merupakan media yang berhak mengatur pengakuan dan pembayaran komisi kepada biro-biro iklan. Sifat ATL merupakan media ‘tak langsung’ yang mengenai audience, karena sifatnya yang terbatas pada penerimaan audience. Antara lain: Surat kabar, Majalah, Televisi, Radio, Media luar ruang (outdoor), Bioskop, dan lain-lain.

> Surat Kabar

Alasan Pemilihan : Penulisan iklan di surat kabar ini berupa iklan yang bentuk penulisannya bersifat deskriptif yang menjelaskan keadaan panorama dan fasilitas yang dimiliki Pantai Sunset Beach. Pemilihan media surat kabar ini karena memi- liki jangkauan yang luas serta sesuai dengan target audience. Perencanaan pemasangan iklan pada surat kabar ini adalah pada Suara Merdeka karena kebanyakan masyarakat Jawa Tengah membaca Suara Merdeka dan Kompas untuk iklan yang lebih nasional yang diharapkan akan menjangkau target audience dari luar Jawa Tengah.

Kelebihan dan Kelemahan Surat Kabar:

Kelebihan

- Market coverage tinggi. Mampu sampai ke pelosok daerah serta mempunyai distribusi yang fleksibel.

- Harga relatif murah, sehingga mampu dikonsumsi oleh segala lapisan mas- yarakat.

(9)

- Comparison Shopping (catalogue product). Kebiasaan audience sebelum belanja selalu memperhatikan koran sebagai referensi.

- Karakter yang kuat, karena memiliki berita-berita yang aktual sesuai dengan perkembangan pemikiran masyarakat yang semakin dewasa.

- Mempunyai target pasar sendiri sesuai dengan khalayak pembacanya.

- Dapat dibeli tanpa harus menjadi pelanggan/ eceran.

- Ada ruang beriklan/space yang khusus buat produk.

- Fleksibel ketika menjadi bagian dari iklan produk.

Kelemahan

- Clutter. Tidak beraturan ketika produk dan berita bersanding.

- Short life span. Koran dibaca dalam waktu yang singkat dan cepat. Koran hari minggu biasanya lebih berat daripada hari lainnya, karena tingkat membaca lebih cepat daripada hari biasanya.

- Limited coverage of certain groups. Meski sirkulasi luas namun tetap saja ke- lompok pasar tertentu tidak bisa terlayani dengan baik.

- Kualitas cetak buruk yang berpengaruh pada iklan produk yang dibuat.

- Medium statis, karena tidak dilengkapi dengan audio video.

- Sering terjadi kesalahan cetak.

> Billboard

Alasan Pemilihan : billboard memiliki ukuran yang besar sehingga dapat men- dukung keseluruhan penampilan obyek Pantai Sunset Beach yang ingin ditampil- kan sebagai tempat wisata yang layak untuk dikunjungi di kota Jepara.

Perencanaan pemasangan billboard ini adalah di jalan masuk menuju kota Jepara yaitu di jalan Pemuda, Jepara dan jalan masuk menuju Sunset Beach.

Kelebihan dan Kelemahan Billboard : Kelebihan

- Billboard yang dipasang di pinggir jalan akan dilihat oleh banyak orang yang melewati jalan tersebut apabila setiap hari melewati jalan tersebut maka frekuensi untuk melihat billboard semakin besar sehingga ada kemungkinan

(10)

bagi seseorang untuk membeli produk karena sering melihat iklan pada billboard tersebut.

- Ukuran yang sangat besar sehingga sangat mencolok serta memberikan kesan bahwa produk yang ditawarkan benar-benar ingin menginformasikan kepada masyarakat secara serius, mahal, dan bergengsi.

- Warna yang ditampilkan sesuai dengan warna aslinya serta pengaturan komposi- si warna dapat disesuaikan dengan kesan dan suasana tema iklan yang ingin disampaikan.

- Adanya kesinambungan didalam menyampaikan pesan iklan sesuai dengan strategi iklan yang direncanakan, dengan menggunakan billboard, kesinambungan pesan iklan dapat disampaikan secara maksimal karena letaknya yang tidak berpindah-pindah.

Kekurangan

- Jangkauan suatu billboard hanya bersifat lokal saja yaitu terbatas pada daerah di sekitarnya saja sehingga informasi tersebut hanya dapat diterima oleh masyarakat yang tinggal atau melewati daerah tempat billboard berada.

- Hanya efektif bagi orang-orang tertentu seperti pengendara sepeda motor, orang yang duduk di kursi belakang mobil. karena letak billboard yang umumnya di pinggir jalan.

- Letak billboard yang berada di luar ruangan yang diharapkan dibaca oleh orang yang berkendaraan maka cara penyusunan billboard harus dapat dibaca setidaknya kurang dari tujuh detik sehingga dianjurkan menggunakan huruf yang mudah terbaca pada jarak yang relatif jauh serta memilih warna yang tepat agar mendukung keseluruhan penampilan.

(2) Below The Line (BTL)

Menurut Frank Jeffkins ATL merupakan media yang tidak berhak menerima komisi dari biaya operasional dari media-media BTL. BTL sendiri merupakan media yang ‘langsung’ mengena pada audience karena sifatnya yang memudahkan audience langsung menyerap satu produk/pesan saja. Antara lain:

directmail, katalog, Point of Purchase, Pameran, brosur, dan lain-lain.

(11)

> Poster

Poster bergambar dan full color biasanya dipakai sebagai dekorasi ruangan untuk ditempel di dinding, pintu, jendela toko, atau dinding ruang pamer. Alasan penggunaan poster sebagai media untuk memperkenalkan Pantai Sunset Beach ini sebagai tempat wisata yang layak untuk dikunjungi. Perencanaan pemasangan poster ini akan ditempel di beberapa tempat seperti Dinas Pariwisata, TIC, dan di Pantai Sunset Beach itu sendiri.

>Booklet

Sejenis brosur yang berisi rincian jenis produk/layanan usaha dan kadang- kadang dilengkapi dengan gambar-gambar. Ukurannya bermacam-macam mulai dari sebesar saku sampai sebesar buku telepon, tergantung keperluan bisnisnya.

Alasan pemilihan booklet ini adalah sebagai media informasi perjalanan bagi para wisatawan khususnya bagi wisatawan asing dan luar Jawa Tengah yang ingin berkunjung ke Jawa Tengah. Booklet ini berisi sekilas mengenai keadaan Pantai Sunset Beach, berbagai fasilitas yang disediakan, dan jenis kegiatan apa saja yang dapat dilakukan di pantai ini.

> Brosur

Adalah lembaran kertas cetak yang dilipat menjadi dua halaman atau lebih.

Alasan pemilihan leafet ini sebagai media karena mudah disimpan dan dibawa- bawa. Leaflet ini berisi sekilas mengenai keadaan Sunset Beach yang disertai dengan sedikit gambar dan keterangan. Perencanaan pembagian leaflet ini adalah kepada para pengunjung yang datang berkunjung ke Pantai Sunset Beach atau orang yang ingin mengetahui Pantai Sunset Beach.

> Kartu Pos

Publisitas yang bermanfaat, bisa didapat dengan menghadiahkan kepada para pelanggan/konsumen dalam bentuk kartupos (post card) yang menarik. Hal ini sudah umum dilakukan oleh managemen hotel, maskapai penerbangan, dan cafe-cafe. Biasanya konsumen menyukainya dan bahkan banyak yang mengkoleksinya. Media kartu pos ini digunakan sebagai media promosi yang

(12)

lebih menitikberatkan kepada keindahan alam Pantai Sunset Beach sehingga lebih menarik perhatian masyarakat secara emosional. Kartu pos ini juga dapat digunakan untuk berkirim surat sehingga keberadaan Pantai Sunset Beach ini akan dapat disebarluaskan.

> Stationery

Berupa amplop, kop surat, ballpoint, yang ditempatkan di kamar hotel, yang berfungsi bukan hanya sebagai service dari hotel tersebut tetapi termasuk pos materials, karena terdapat nama produk atau jasa lengkap dengan alamat dan nomor telepon. Perencanaan penempatan alat tulis menulis ini akan diletakkan pada villa yang ada di Sunset Beach.

> Stiker

Merupakan bahan promosi yang paling banyak dan sering digunakan oleh perusahaan-perusahaan untuk mempromosikan produknya, karena sifatnya yang sangat fleksibel. Bisa ditempel dimana saja. Dan kadang-kadang stiker mempunyai nilai kebanggaan tersendiri bagi si pemasangnya (konsumen).

> Merchandise

Terdiri dari kaos dan topi, yang dapat dijual sebagai souvenir sekaligus sebagai kenang-kenangan bagi para pengunjung yang merasa puas saat berlibur ke Pantai Sunset Beach.

> Kalender

Kalender ini secara khusus didesain dengan menggambarkan keindahan alam Sunset Beach yang akan ditempatkan di kamar-kamar villa yang terdapat di Sunset Beach serta dapat dibagikan kepada para pengunjung yang datang.

> Jam Dinding

Jam dinding ini secara khusus dibuat sebagai penunjuk waktu di Sunset Beach yang akan dipasang di beberapa tempat seperti restoran, kantor, serta kamar-kamar villa yang ada untuk menanamkan citra di benak para pengunjung.

(13)

> Signage

Alasan Pemilihan : Pembuatan signage ini berfungsi sebagai penunjuk arah menuju ke Sunset Beach. Dimana akan dipasang di jalan masuk menuju area Sunset Beach.

> Website

Alasan Pemilihan : website memiliki daya jangkau yang sangat luas, tidak terbatas oleh tempat, ruang, dan waktu dan setiap orang dapat mengakses lewat internet.

Untuk website ini, pantai Sunset Beach bekerjasama dengan TIC dari Dinas Pariwisata Kabupaten Jepara melalui homepage http://www.gojepara.com dimana situs tersebut menjelaskan seputar kepariwisataan di Jepara dan tempat-tempat wisata yang ada di Jepara. Disitus tersebut, akan dimasukkan data berupa keterangan singkat mengenai pantai Sunset Beach yang dapat diakses oleh setiap orang yang masuk ke situs tersebut. Situs ini sendiri terdiri dari dua bahasa, yakni bahasa Indonesia dan bahasa inggris sehingga daya jangkau tidak terbatas oleh keterbatasan bahasa.

3.5. Program Media

Program media adalah pengaturan jadwal media berdasarkan kemampuan daya jangkau masing-masing media, karakteristik media, waktu edar atau waktu tayang, serta ukuran (space atau durasi). Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 2.11 berikut ini.

(14)

105

sitas Kristen Petr

(15)

106

sitas Kristen Petr

(16)

3.6. Biaya Media

Biaya media adalah rincian biaya yang dikeluarkan dalam perencanaan media. Yang termasuk dalam kriteria biaya media ini adalah :

a) biaya pemasangan media b) pajak pemasangan (PPN) c) biaya distribusi

a) Billboard

Biaya produksi (4 x 6) m² x Rp 1.250.000,- = Rp 30.000.000,- Biaya konsturksi (4 x 6) m² x Rp 250.000,- = Rp 6.000.000,- Pajak daerah/ Pemda (4 x 6) m² x Rp 1.288.000,- = Rp 6.912.000,-+

= Rp 42.912.000,-

PPN 10% = Rp 4.291.200,- +

Total = Rp 47.203.200,-

Biaya desain 10% = Rp 4.720.320,-

Biaya tambahan = Rp 100.000.000,- +

Total = Rp 151.923.528,-

b) Surat Kabar

Iklan pada surat kabar Suara Merdeka (Jawa Tengah) dan Kompas Sumber : PT. Cahaya Karina (15 Mei 2008)

(1) Suara Merdeka

Bentuk iklan : Iklan advertorial (full color) Ukuran : 1 halaman (5 kolom x 570 mmk) Biaya media untuk tiga kali pemasangan :

3 x 5 kolom x 570 mmk x Rp 12.500,- = Rp 10.687.500,-

PPN 10% = Rp 1.068.750,- +

Total = Rp 11.756.250,-

(17)

(2) Kompas

Bentuk iklan : Iklan advertorial (full color) Ukuran : 1 halaman (7 kolom x 578 mmk) Biaya media untuk tiga kali pemasangan :

3 x 7 kolom x 578 mmk x Rp 15.200,- = Rp 18.449.760,-

PPN 10% = Rp 1.844.976,- +

Total = Rp 20.294.736,-

Total biaya iklan surat kabar :

Suara Merdeka = Rp 11.756.250,-

Kompas = Rp 20.294.736,- +

Total = Rp 32.050.986,-

Biaya desain 10% = Rp 3.205.098,- +

Grand total = Rp 35.256.084,-

Total Biaya media adalah

a) Billboard = Rp 151.923.528,-

b) Surat Kabar = Rp 35.256.084,- +

Grand Total = Rp 187.179.612,-

3.7. Tujuan dan Strategi Kreatif 3.7.1. Tujuan Kreatif

Tujuan kreatif merupakan target yang ditentukan untuk mencapai image tertentu dari sebuah produk, jasa, lembaga, atau perorangan. Tujuan kreatif ini kadang dapat dimunculkan sebagai USP, positioning, slogan, keyword, tema sentral, dan lain-lain. Tujuan kreatif dalam perancangan ini dapat dirumuskan sebagai berikut : “Pesan dan visualisasi menggunakan pendekatan deskriptif, modern, persuasif, dan emosional”

Pendekatan deskriptif digunakan untuk menggambarkan suasana dan kein- dahan alam yang terdapat pada Pantai Sunset Beach. Dengan menggambarkan secara verbal dan visual mengenai keindahan alam Pantai Sunset Beach ini diha- rapkan target audience merasa tertarik untuk datang dan berkunjung.

(18)

Pendekatan modern digunakan untuk pengolahan desain sebagai media komunikasi visual yaitu dengan menggunakan bahasa pengantar yang universal, yakni bahasa inggris, pesan yang ada singkat dan jelas .

Pendekatan persuasif ini digunakan untuk membujuk para target audience yang diinginkan melalui kata-kata yang membujuk mereka agar datang ke Pantai Sunset Beach.

Pendekatan emosional ini digunakan sebagai upaya pendukung untuk menyam-paikan keunikan dari Pantai Sunset Beach seperti panorama pantai dan matahari tenggelamnya, serta makanan yang disajikan.

3.7.2. Strategi Kreatif

Strategi kreatif adalah cara yang dilakukan bagian kreatif atau bidang desain untuk mencapai tujuan atau target kreatif yang telah ditetapkan.

Pendekatan deskriptif, strategi kreatifnya lebih menitikberatkan pada tampilan visual yang menunjukkan keindahan panorama matahari tenggelam di Pantai Sunset yang sudah dikenal indah oleh masyarakat Jepara, potensi laut dengan pasir putih dan ombak yang tenang, dan berbagai fasilitas yang disediakan bagi wisatawan yang berkunjung.

3.7.2.1. Brand Essence a) Function

(1) Penyegaran kembali tubuh dan pikiran

(2) Bersantai dan berkumpul bersama dengan keluarga atau teman

b) Differentiation

(1) Makanan khas dari Pantai Sunset Beach ini adalah pizza, bukan ikan bakar atau aneka hidangan seafood seperti yang ada di pantai-pantai lain.

(2) Suasana yang tenang sehingga memungkinkan wisatawan yang datang untuk santai dan rileks.

(3) Jumlah wisatawan asing yang datang ke pantai ini lebih banyak jika dibandingkan dengan pantai-pantai lain yang ada di Jepara.

(19)

c) Personality (1) Santai, rileks (2) Segar

(3) Natural

d) Positioning

Sebuah tempat untuk refreshing sambil mengakrabkan diri dengan orang-orang yang disayangi seperti keluarga atau teman.

3.7.2.2. Consumer Insight

Melalui brand essence di atas dan hasil observasi dapat dilihat bahwa consumer insight dari Pantai Sunset Beach ini adalah sebuah pantai yang memiliki suasana yang santai dan rileks dengan pemandangan yang indah.

3.8. Program Kreatif 3.8.1. Tema Pokok

Tema pokok yang diangkat adalah untuk penyegaran kembali tubuh dan pikiran dari pekerjaan serta rutinitas sehari-hari yang melelahkan yang dapat dilakukan dengan bersantai menikmati pemandangan pantai yang indah dengan semilir angin yang sejuk serta melakukan berbagai aktifitas yang ditawarkan.

3.8.2. Pendukung Tema

Masalah yang dibahas dalam perancangan promosi wisata daerah pantai Sunset Beach Jepara Jawa Tengah ini adalah bagaimana para pengunjung dapat menikmati kesegaran langsung dari alam, serta melupakan sejenak aktivitas mereka yang melelahkan, bagaimana menjaga keindahan dan kebersihan pantai.

3.8.3. Pedoman Bentuk Kreatif a) Pesan Verbal

Isi pesan dari perancangan promosi daerah wisata pantai Sunset Beach Jepara Jawa Tengah ini adalah memperkenalkan keindahan pantai Sunset Beach dan berbagai macam fasilitas yang dimiliki untuk menikmati liburan dan bersantai

(20)

para target audience. Dengan penggunaan kata-kata yang membujuk para target audience untuk datang ke Pantai Sunset Beach (persuasif).

(1) Headline

Headline dalam perancangan media ini adalah “Get the best time for your moments” yang artinya “Dapatkan waktu terbaik untuk moment-moment Anda”.

Pemilihan headline seperti di atas ini adalah untuk mengajak para target audience untuk mendapatkan waktu terbaik untuk moment-moment istimewa dalam hidup mereka di Pantai Sunset ini. Karena moment yang tepat terjadi karena didukung dengan waktu yang tepat pula. Di Sunset Beach, para pengunjung akan menikmati waktu-waktu mereka bersama dengan keluarga atau teman-teman yang mereka kasihi, atau bahkan menikmati waktu dengan diri mereka sendiri dimana saat-saat itulah mereka mendapatkan moment-moment yang akan membekas di dalam diri mereka dan akan menjadi sebuah hal yang tidak akan dilupakan.

(2) Bodycopy

Bodycopy dalam perancangan media ini adalah “Come and feel by yourself,and you’ll never forget it”, yang artinya “Datang dan rasakanlah sendiri, Anda tidak akan melupakannya”.

Pemilihan bodycopy seperti di atas adalah ingin membujuk orang yang membaca iklan promosi dari Sunset Beach untuk datang yang dibangun melalui rasa penasaran mereka saar membaca bodycopy tersebut.

(3) Warna

Warna-warna yang digunakan dalam perancangan desain ini adalah warna- warna sebagai berikut ini :

- Biru (C100, M88, Y29, K16)

Dimana warna biru disini selain merupakan warna laut adalah mewakili rasa tenang, damai yang sesuai dengan karakteristik dari Pantai Sunset Beach sendiri

(21)

- Hijau (C55, M13, Y80, K0)

Warna hijau mewakili perasaan segar. Segar sendiri merupakan salah satu karakteristik dari Pantai Sunset Beach yang didapat dari kesegaran angin laut serta konsep Sunset Beach yang bertujuan agar para wisatawan yang datang mendapatkan kesegaran untuk tubuh dan pikirannya. Selain itu juga hijau membawa kesan alami, dekat dengan alam.

- Coklat (C54, M59, Y62, K20)

Warna coklat mewakili citra klasik dan warna dari kayu dimana kota Jepara sendiri sudah dikenal sebagai Kota Ukir Kayu atau Kota Mebel. Penggunaan warna coklat pada fasilitas yang disediakan di Pantai Sunset Beach yang klasik, terbuat dari kayu dan sederhana.

- Abu-abu (C0, M0, Y0, K60)

Abu-abu adalah warna yang netral, Pantai Sunset Beach tidak membatasi pengunjung yang datang. Siapapun boleh masuk walaupun sekedar menikmati pemandangan saja atau mau menikmati fasilitas-fasilitas yang disediakan. Selain itu warna abu-abu sendiri mewakili perasaan modern. Walaupun fasilitas yang ada terbuat dari bahan-bahan yang klasik namun pelayanan dan konsep yang diangkat di Sunset Beach adalah modern yang disesuaikan dengan karakteristik dari audience dan target audience.

- Putih (C0, M0, Y0, K0)

Sama seperti warna abu-abu, putih adalah warna yang netral. Bersih, yang mewakili pantai Sunset Beach yang masih bersih dan asri, bebas dari sampah- sampah yang mengganggu pemandangan.

(4) Ilustrasi Huruf

Jenis huruf yang digunakan adalah dalam perancangan desain ini adalah huruf yang tidak berkesan formal, enjoy, dan modern. Untuk itu digunakan dua jenis huruf yaitu, Helvetica Neue East A sebagai headline dan Myriad Pro sebagai bodycopy dan keterangan yang ada dalam desain.

(22)

- Helvetica Neue East A

A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z a b c d e f g h I j k l m n o p q r s t u v w x y z

1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 !?/()*+:;<>

- Myriad Pro

A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z a b c d e f g h I j k l m n o p q r s t u v w x y z

1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 !?/()*+:;<>

b) Pesan Visual

Gaya visualisasi yang digunakan bersifat modern yang disesuaikan dengan para target audience yang memiliki tingkat sosial ekonomi menengah ke atas namun tetap memperlihatkan keindahan pantai. Sedangkan strategi visual ditekankan pada visualisasi pengambilan gambar dengan sudut-sudut yang menarik serta penataan lay out yang tepat.

3.9. Biaya Kreatif

Penetapan anggaran promosi dan periklanan suatu produk diperlukan agar tujuan kegiatan promosi dan pemasaran yang diharapkan seperti keuntungan, tingkat penjualan tertentu atau pangsa pasar dapat tercapai. Sebuah perusahaan/

pengelola tanpa memperhatikan tujuan dari perusahaan untuk memperoleh tingkat laba tertentu, penjualan atau pangsa pasar tertentu harus memperhitungkan laba yang diperoleh setelah dikurangi biaya keseluruhan termasuk harga promosi. Hal ini dapat dikatakan perusahaan/pengelola harus memperhitungkan apakah biaya yang dikeluarkan untuk melakukan promosi sesuai dengan laba yang akan diperoleh setelah melakukan promosi. Sumber : PT. Suryandaru (16 Mei 2008) a) Booklet

Fotografi 14 shoot x Rp 300.000,- = Rp 4.200.000,- Scandrum 14 x 14 cm x 18 cm x Rp 350,- = Rp 1.234.800 ,- Separasi warna proof di atas art paper

14 x 14 cm x 18 cm x Rp 60,- = Rp 211.680,-

Biaya cetak 100 buah

(23)

100 x 14 x 14 cm x 18 cm x Rp 65,- = Rp 22.932.000,- +

Sub total I = Rp 28.578.480,-

PPN 10% = Rp 2.857.848,- +

Sub total II = Rp 31.436.328,-

Biaya desain 10 % = Rp 3.143.632,- +

Grand total = Rp 34.579.960,-

b) Brosur

Fotografi 11 shoot x Rp 300.000,- = Rp 3.300.000,- Scandrum 11 x 29,7 cm x 21 cm x Rp 350,- = Rp 2.401.245,- Separasi warna proof di atas art paper

11 x 29,7 cm x 21 cm x Rp 60,- = Rp 411.642,-

Biaya cetak 250 buah

250 x 11 x 29,7 cm x 21 cm x Rp 65,- = Rp 111.486.375,- +

Sub total I = Rp 117.599.262,-

PPN 10% = Rp 11.759.926,- +

Sub total II = Rp 129.359.188,-

Biaya desain 10 % = Rp 12.935.918,- +

Grand total = Rp 142.295.106,-

c) Poster dalam ruang

Fotografi 1 shoot x Rp 300.000,- = Rp 300.000,- Scandrum 1 x 40 cm x 60 cm x Rp 350,- = Rp 840.000,- Separasi warna proof di atas art paper

1 x 40 cm x 60 cm x Rp 60,- = Rp 144.000,-

Biaya cetak 100 buah

100 x 40cm x 60 cm x Rp 65,- = Rp 15.600.000,- +

Sub total I = Rp 16.884.000,-

PPN 10% = Rp 1.688.400,- +

Sub total II = Rp 18.572.400,-

Biaya desain 10 % = Rp 1.857.240,- +

Grand total = Rp 20.429.640,-

(24)

d) Majalah Jalan-jalan Jenis Iklan : advertorial

Ukuran : 21 x 28 cm sebanyak 2 halaman

Fotografi 3 shoot x Rp 300.000,- = Rp 900.000,- Scandrum 3 x 42 cm x 28 cm x Rp 350,- = Rp 1.234.800,- Separasi warna proof di atas art paper

3 x 42 cm x 28 cm x Rp 60,- = Rp 211.680,-

Biaya cetak 3 x 42 cm x 28 cm x Rp 65,- = Rp 229.320,- +

Sub total I = Rp 2.575.800,-

PPN 10% = Rp 257.580,- +

Sub total II = Rp 2.833.380,-

Biaya desain 10 % = Rp 283.338,- +

Grand total = Rp 3.116.718,-

e) Postcard

Fotografi 4 shoot x Rp 300.000,- = Rp 1.200.000,- Scandrum 4 x 14 cm x 9,5 cm x Rp 350,- = Rp 186.200,- Separasi warna proof di atas art paper

4 x 14 cm x 9,5 cm x Rp 60,- = Rp 31.920,-

Biaya cetak 100 buah

100 x 14 cm x 9,5 cm x Rp 65,- = Rp 864.500,- +

Sub total I = Rp 2.282.620,-

PPN 10% = Rp 228.262,- +

Sub total II = Rp 2.510.882,-

Biaya desain 10 % = Rp 251.088,- +

Grand total = Rp 2.761.970,-

f) Amplop

Biaya produksi 500 lembar = Rp 350.000,-

Biaya plate = Rp 100.000,- +

Total = Rp 450.000,-

(25)

g) Kertas Surat Tehnik : Offset

Biaya produksi 500 lembar = Rp 160.000,-

Biaya plate = Rp 100.000,- +

Sub total I = Rp 260.000,-

Biaya desain 10% = Rp 26.000,- +

Sub total II = Rp 286.000,-

h) Map File

Biaya produksi 100 x Rp 20.000,- = Rp 2.000.000,-

PPN 10% = Rp 200.000,- +

Sub total I = Rp 2.200.000,-

Biaya desain 10% = Rp 220.000,- +

Sub total II = Rp 2.420.000,-

i) Notes

Fotografi 3 shoot x Rp 300.000,- = Rp 900.000,- Scandrum 3 x 8 cm x 11cm x Rp 350,- = Rp 92.400,- Separasi warna proof di atas art paper

3 x 8 cm x 11 cm x Rp 60,- = Rp 15.840,-

Biaya cetak 250 x 3 x 8 cm x 11 cm x Rp 65,- = Rp 4.290.000,- +

Sub total I = Rp 5.298.240,-

PPN 10% = Rp 529.824,- +

Sub total II = Rp 5.828.064,-

Biaya desain 10% = Rp 582.806,- +

Grand total = Rp 6.410.870,-

j) Kartu Nama

Biaya produksi 100 lembar = Rp 55.000,-

Laminasi Doft 2 sisi = Rp 10.000,- +

Total = Rp 65.000,-

(26)

k) Bolpen Tehnik : Grafir

Biaya Produksi 150 buah x Rp 7.500,- = Rp 1.125.000,-

l) Jam Dinding Tehnik : offset

Biaya Produksi : 150 buah x Rp 13.500,- = Rp 2.025.000,-

m) Kaos Bahan : cotton Ukuran : L dan XL

Biaya produksi (dengan sablon)

100 x Rp 28.000,- = Rp 2.800.000,-

PPN 10% = Rp 280.000,- +

Sub total I = Rp 3.080.000,-

Biaya desain 10% = Rp 308.000,- +

Sub total II = Rp 3.388.000,-

n) Topi

Bahan : Cotton Tehnik : Bordir Ukuran : All size

Biaya produksi (dengan bordir)

100 x Rp 10.000,- = Rp 1.000.000,-

PPN 10% = Rp 100.000,- +

Sub total I = Rp 1.100.000,-

Biaya desain 10% = Rp 110.000,- +

Sub total II = Rp 1.210.000,-

o) Stiker

Bahan : Glossy stiker paper Tehnik : Offset

(27)

Biaya produksi 250 buah x Rp 7.500,- = Rp 1.875.000,-

PPN 10% = Rp 187.500,- +

Sub total I = Rp 2.062.500,-

Biaya desain 10% = Rp 206.250,- +

Sub total II = Rp 2.268.750,-

p) Kalender

Fotografi 19 shoot x Rp 300.000,- = Rp 5.700.000,- Scandrum 19 x 20 cm x 14 cm x Rp 350,- = Rp 1.862.000,- Separasi warna proof di atas art paper

19 x 20 cm x 14 cm x Rp 60,- = Rp 319.200,-

Biaya cetak 100 buah

100 x 19 x 20 cm x 14 cm x Rp 65,- = Rp 34.580.000,- +

Sub total I = Rp 42.561.200,-

PPN 10% = Rp 4.256.120,- +

Sub total II = Rp 46.717.320,-

Biaya desain 10 % = Rp 4.671.732,- +

Grand total = Rp 51.389.052,-

q) Signage

Biaya cetak 1 x Rp 150.000,- = Rp 150.000,-

PPN 10% = Rp 15.000,- +

Sub Total I = Rp 155.000,-

Biaya desain 10% = Rp 15.500,- +

Grand total = Rp 160.500,-

r) Website

Penjadwalan dan perincian website selama 1 tahun :

Biaya desain = Rp 6.000.000,-

Update desain Rp 50.000,- x 11 bulan = Rp 5.500.000,-

Hosting per tahun = Rp 700.000,-

Domain per tahun = Rp 100.000,-+

(28)

Sub total I = Rp 12.300.000,-

Diskon agensi (20% bruto) = Rp 2.460.000,-

Netto = Rp 9.840.000,-+

Sub total II = Rp 10.086.000,-

PPN 10% = Rp 1.008.600,-

Pajak reklame = Rp 50.000,-+

Grand Total = Rp 11.144.600,-

Total biaya kreatif

a) Booklet = Rp 34.579.960,-

b) Brosur = Rp 142.295.106,-

c) Poster = Rp 20.429.640,-

d) Majalah = Rp 3.116.718,-

e) Website = Rp 11.144.600,-

f) Post Card = Rp 2.761.970,-

g) Signage = Rp 160.500,-

h) Stationery

- Kertas Surat = Rp 286.000,-

- Map File = Rp 2.420.000,-

- Amplop = Rp 450.000,-

- Notes = Rp 6.410.870,-

- Kartu Nama = Rp 65.000,-

- Bolpen = Rp 1.125.000,-

i) Merchandise

- Kaos = Rp 3.388.000,-

- Topi = Rp 1.210.000,-

- Stiker = Rp 2.268.750,-

- Jam Dinding = Rp 2.025.000,-

j) Kalender = Rp 51.389.052,-+

Total biaya = Rp 285.526.160,-

Referensi

Dokumen terkait

Penyebab terjadinya karang gigi karena adanya faktor debris (sisa makanan), kebersihan mulut yang tidak baik (OH buruk), bakteri, dan waktu, yang

Dari rincian keberhasilan capaian kinerja sasaran di atas dapat terlihat bahwa selain keberhasilan pada program dan kegiatan yang telah direncanakan masih terdapat kegiatan yang

a) Dasar matematika, dari hasil ulangan harian mata pelajaran Matematika kelas V di kedua kelas relatif sama. Rata-rata nilai ulangan harian sebelum materi perbandingan

Keuntungan kepercayaan (Confidence Benefit) yang sudah diterima konsumen pada saat menggunakan jasa sebuah Biro Perjalanan Umroh dan Haji Khusus, tentunya akan sangat

kelas VIII A dengan alasan : 1) Berdasarkan hasil temuan, kelas VIII A dicap atau diberikan predikat kurang baik oleh lingkungannya seperti dari kelas lain/siswa

Setiap karyawan memiliki karakteristik individu yang berbeda sehingga akan terbawa dalam dunia kerja, sehingga dapat menyebabkan kepuasan satu orang dengan yang

Dalam rangka untuk mendukung pengembangan pemanfaatan kayu jabon dan untuk meningkatkan informasi mengenai karakteristik kayu jabon penelitian sifat makroskopis dan

Agar Ketua Pengadilan Negeri membuat SK tentang pembuatan court calender untuk dilaksanakan oleh Majelis Hakim dan para pihak membuat jadwal persidangan yang dituangkan dalam