• Tidak ada hasil yang ditemukan

16 Februari 2022 Sifat Lampiran Hal

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "16 Februari 2022 Sifat Lampiran Hal"

Copied!
30
0
0

Teks penuh

(1)

KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA

KANTOR WILAYAH JAWA BARAT

BALAI PEMASYARAKATAN KELAS II SUBANG Jalan Veteran No. 5 Subang 41211

Telepon (0260) 4240578

Laman : http://bapassubang.kemenkumham.go.id Surel : [email protected]

Nomor 16 Februari 2022

Sifat Lampiran Hal

: W.11.PAS.PAS.41-PR.03-660 : Segera

: 1 (satu) berkas

: Penyampaian Dokumen LKIP Tahun 2021

Yth. Kepala Kantor Wilayah

Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat di tempat

Menindaklanjuti surat Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat Nomor : W.11-PR.05.04-1905 tanggal 8 Februari 2022 hal Permintaan Dokumen LKIP Tahun 2021 Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Kanwil Kemenkumham Jawa Barat.

Bersama ini dengan hormat kami sampaikan Dokumen LKIP Tahun 2021 pada Balai Pemasyarakatan Kelas II Subang (terlampir).

Demikian disampaikan, atas perhatian dan perkenannya diucapkan terima kasih.

Kepala Balai Pemasyarakatan,

TENDI KUSTENDI

NIP. 197201201996031001

Tembusan :

1. Sekretaris Jenderal Kementerian Hukum dan HAM RI;

2. Inspektur Jenderal Kementerian Hukum dan HAM RI;

3. Direktur Jenderal Pemasyarakatan.

(2)

KEMENTERIAN HUKUM DAN HAM R.I.

KANTOR WILAYAH JAWA BARAT

BALAI PEMASYARAKATAN KELAS II SUBANG

(3)

LKIP Tahun 2021 Balai Pemasyarakatan Kelas II Subang

KATA PENGANTAR

Dengan mengucap puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, Balai Pemasyarakatan Kelas II Subang dapat menyelesaikan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Tahun 2021 sebagai salah satu bentuk akuntabilitas dan ikhtiar jajaran untuk senantiasa memberikan gambaran tentang pelaksanaan tugas dan fungsi Kantor Wilayah dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (Good Governance).

Laporan Kinerja ini disusun berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Laporan Kinerja Instansi Pemerintah, serta berpedoman pada Keputusan Menteri Hukum dan HAM Nomor : M.HH-04.PR.03.01 Tahun 2015 tentang Pedoman Penyusunan Laporan Kinerja di Lingkungan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

Diharapkan Laporan Kinerja yang disusun ini dapat memberikan informasi secara baik dan komprehensif tentang pencapaian kinerja kegiatan Balai Pemasyarakatan Kelas II Subang Tahun Anggaran 2021, untuk selanjutnya berkontribusi positif pada pencapaian kinerja Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia dalam memberikan kepastian pelaksanaan program yang sesuai dengan perencanaan tujuan dan sasaran yang tertuang dalam rencana strategis Kementerian.

Akhir kata semoga Laporan Kinerja Balai Pemasyarakatan Kelas II Subang Tahun 2021 ini selain menjadi media pertanggungjawaban atas kinerja yang telah ditetapkan, juga menjadi sarana evaluasi atas pencapaian kinerja Balai Pemasyarakatan Kelas II Subang dan memberikan umpan balik bagi upaya perbaikan kinerja di masa yang akan datang.

Subang, 14 Februari 2022 Kepala Balai Pemasyarakatan,

TENDI KUSTENDI

NIP. 197201201996031001

(4)

DAFTAR ISI

kata Pengantar ... i

Daftar Isi ... ii

BAB I PENDAHULUAN I. Latar Belakang ... 1

Ii. Tugas, Fungsi Dan Struktur Organisasi ... 2

Iii. Struktur Organisasi Balai Pemasyarakatan Kelas Ii Subang ... 2

Iv. Permasalahan Dan Penghargaan ... 5

V. Dasar Hukum ... 7

Vi. Maksud Dan Tujuan ... 7

Vii. Sistematika Laporan ... 8

BAB II PERENCANAAN KINERJA A. Visi Dan Misi ... 9

B. Tujuan ... 14

C. Tata Nilai ... 15

D. Perjanjian Kinerja ... 16

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA A. Capaian Kinerja ... 18

B. Realisasi Anggaran ... 23

BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan ... 25

B. Upaya Perbaikan ... 25

(5)

LKIP Tahun 2021 Balai Pemasyarakatan Kelas II Subang

BAB I

PENDAHULUAN

I. LATAR BELAKANG

Penyelenggaraan roda pemerintahanan, baik pusat maupun daerah wajib hukumnya selalu menerapkan prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan (Good Governance) yang baik yaitu profesionalisme, akuntabilitas, transparansi, pelayanan prima, efisiensi, efektifitas serta senantiasa melakukan penegakan supremasi hukum. Selain hal tersebut, penting pula adanya komitmen dan keinginan kuat para penyelenggara pemerintah untuk melaksanakan tugas dan fungsi pemerintahan yang bersih, bebas dari korupsi, kolusi serta nepotisme agar terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik dapat terwujud sesuai harapan Bangsa Indonesia.

Berdasarkan prinsip-prinsip Good Governance dan sebagaimana tercantum dalam Pasal 3 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari KKN maka asas Akuntabilitas memegang peranan yang penting dalam melakukan penyelenggaraan pemerintahan. Asas akuntabilitas adalah asas yang menentukan bahwa setiap kegiatan dan hasil akhir dari kegiatan penyelenggara negara harus dapat dipertanggungjawabkan kepada rakyat/masyarakat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi negara sesuai dengan peraturan perundang undangan yang berlaku.

Sebagai pedoman untuk mewujudkan akuntabilitas, maka pemerintah menerbitkan beberapa Peraturan dan Perundang-undangan yang menjadi dasar hukum yaitu Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah, Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/09/M.PAN/05/2007 tentang Pedoman Umum Penetapan Indikator Kinerja Utama di Lingkungan Instansi Pemerintah, dan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.

Berpedoman dengan peraturan tersebut maka disusunlah laporan pertanggungjawaban dan evaluasi yang tertuang dalam Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) dan saat ini diubah namanya menjadi Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP). Laporan Kinerja merupakan cerminan prestasi sebuah instansi serta evaluasi terhadap berbagai program kerja. Baik buruknya hasil evaluasi tersebut dapat dijadikan masukan bagi instansi untuk meningkatkan atau memperbaiki kinerjanya.

(6)

II. TUGAS, FUNGSI DAN STRUKTUR ORGANISASI

Berdasarkan Peraturan Menteri Kehakiman Republik Indonesia Nomor : M.01- PR.07.03 Tahun 1997 tentang perubahan atas Peraturan Menteri Kehakiman Republik Indonesia Nomor M.02-PR.07.03 Tahun 1987 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Bimbingan Kemasyarakatan dan Pengentasan Anak, Balai Pemasyarakatan Kelas II Subang mempunyai tugas dan fungsi sebagai berikut :

1. Menyelenggarakan Penelitian Kemasyarakatan, untuk :

a. Membantu memperlancar tugas Penyidik, Penuntut Umum dan Hakim dalam perkara Anak baik didalam maupun diluar sidang;

b. Membantu melengkapi data Warga Binaan Pemasyarakatan dalam Pembinaan PB, CB dan CMB;

c. Bahan Pertimbangan bagi Kepala Balai Pemasyarakatan dalam Proses Asimilasi, dapat tidaknya Warga Binaan Pemasyarakatan menjalani proses Asimilasi dan Re- Integrasi Sosial bagi Klien Anak dan Klien Dewasa.

2. Membimbing, mendampingi, dan mengawasi Warga Binaan Pemasyarakatan yang memperoleh Asimilasi atau Integrasi Sosial/Pembinaan Luar Lembaga, baik Cuti Mengunjungi Keluarga, Pembebasan Bersyarat dan Cuti Menjelang Bebas;

3. Membimbing, mendampingi dan mengawasi Anak yang berdasarkan Putusan Pengadilan dijatuhi Pidana Bersyarat, Pidana Pengawasan, Pidana Denda, diserahkan kepada Negara dan harus mengikuti wajib Latihan Kerja atau Anak yang memperoleh Asimilasi, CMB, PB dan CB dari Lembaga Pemasyarakatan;

4. Melaksanakan Urusan Tata Usaha Balai Pemasyarakatan sesuai peraturan yang berlaku.

III. STRUKTUR ORGANISASI BALAI PEMASYARAKATAN KELAS II SUBANG

KEPALA BALAI PEMASYARKATAN TENDI KUSTENDI. A.Md.IP.,SH

KEPALA SUB SEKSI BIMBINGAN KLIEN DEWASA

ANDRI HIMAWAN. SH

KEPALA SUB SEKSI BIMBINGAN KLIEN ANAK

ADITIA PASHA KEPALA URUSAN TATA USAHA

YEDI WIDYA PERMANA. ST

(7)

LKIP Tahun 2021 Balai Pemasyarakatan Kelas II Subang

Pada tingkatan di bawah Kepala Balai Pemasyarakatan terdapat 3 (tiga) bagian yang

masing-masing mempunyai tugas dan fungsi sebagai berikut : 1. Urusan Tata Usaha:

Bertanggung jawab dalam mengelola dan melaksanakan penyelenggaraan Urusan Tata Usaha dan Rumah Tangga Bapas, meliputi Kepegawaian, Keuangan dan Umum Rumah Tangga dalam rangka Pelayanan Administrasi dilingkungan Balai Pemasyarakatan kelas II Subang sesuai perundang – undangan yang berlaku.

2. Sub Seksi Bimbingan Klien Dewasa:

Bertanggung jawab dalam penyelenggaraan Bimbingan Kemasyarakatan Klien, Register terhadap Klien Dewasa dan bertanggung jawab langsung kepada kepala Balai Pemasyarakatan Kelas II Subang.

3. Sub Seksi Bimbingan Klien Anak:

Bertanggung jawab dalam penyelenggaraan Bimbingan Kemasyarakatan pada ABH, Penatausahaan buku Register pelaksanaan kegiatan kinerja dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Bapas Kelas II Subang.

Jumlah Pegawai pada Balai Pemasyarakatan Kelas II Subang Sebanyak 23 Orang dan dapat dipetakan berdasarkan Jenis Kelamin, Golongan dan Pendidikan, data pegawai sampai dengan 31 desember 2021 adalah sebagai berikut :

1.1 Tabel Pegawai berdasarkan jenis kelamin

No Jenis Kelamin Jumlah

1 Laki-Laki 19

2 Perempuan 4

Total 23

83%

17%

Data Pegawai Berdasarkan Kelamin

Laki-laki Perempuan

(8)

Dari data diatas maka jumlah pegawai pada Balai Pemasyarakatan Kelas II Subang didominasi oleh pegawai laki-laki dengan jumlah 19 orang atau sebesar 83% dari total pegawai Balai Pemasyarakatan Kelas II Subang.

1.2 Tabel Pegawai berdasarkan Golongan

No Golongan Jumlah

1 II 6

2 III 12

3 IV 5

Total 23

Dari data diatas maka jumlah pegawai pada Balai Pemasyarakatan Kelas II Subang didominasi oleh pegawai dengan golongan III dengan jumlah 12 orang atau sebesar 52%

dari total pegawai Balai Pemasyarakatan Kelas II Subang.

1.3 Tabel Pegawai berdasarkan Pendidikan

No Pendidikan Jumlah

1 SMA/Sederajat 7

2 D1 -

3 D3 -

4 S1 9

5 S2 7

6 S3 -

Total 23

26%

52%

22%

Data Pegawai Berdasarkan Golongan

II

III

IV

(9)

LKIP Tahun 2021 Balai Pemasyarakatan Kelas II Subang

Dari data diatas maka jumlah pegawai pada Balai Pemasyarakatan Kelas II Subang

didominasi oleh pegawai dengan Pendidikan Strata 1 (S1) dengan jumlah 9 orang atau sebesar 39% dari total pegawai Balai Pemasyarakatan Kelas II Subang.

IV. PERMASALAHAN DAN PENGHARGAAN

Dalam pelaksanaan tugas dan fungsi Balai Pemasyarakatan Kelas II Subang selama Tahun 2021 terdapat permasalah dan kendala sebagai berikut :

1. Secara umum pandemi virus corona disease 19 (Covid-19) yang memasuki gelombang ke-2 masih menjadi tantangan terbesar, beberapa kegiatan harus direvisi untuk menyesuaikan sehingga tidak dapat dilaksanakan sesuai dengan jadwal kalender kerja (disbursement plan) yang telah disusun sebelumnya;

2. Terbatasnya jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) di Balai Pemasyarakatan Kelas II Subang, sehingga layanan bagi Klien Balai Pemasyarakatan kurang maksimal diberikan;

3. Banyak pegawai yang melaksanakan tugas ganda (double job) dikarenakan terbatasnya Sumber daya manusia sehingga mengurai produksivitas dalam pelaksanaan tugas;

4. Terbatasnya Sarana dan Prasarana yang menyebabkan belum optimalnya pelayanan terhadap klien dari segi sarana dan prasarana;

5. Terbatasnya Anggaran dalam pelaksanaan tugas.

Di tengah gelombang ke-2 pademi Covid-19 yang membatasi ruang gerak serta berbagai permasalahan ikut menghambat dan menjadi kendala sepanjang tahun 2021, Balai Pemasyarakatan Kelas II Subang tetap memberikan torehan positif dengan meraih prestasi di berbagai aspek dan bidang. Beberapa penghargaan yang telah diterima Balai Pemasyarakatan Kelas II Subang sepanjang tahun 2021 adalah sebagai berikut :

SMA/Sederajat; 7;

31%

D1; 0; 0%

D3; 0; 0%

S1; 9; 39%

S2; 7; 30%

S3; 0; 0%

Data Pegawai Berdasarkan Pendidikan

SMA/Sederajat D1

D3 S1 S2 S3

(10)

DAFTAR PENGHARGAAN YANG DIRAIH BALAI PEMASYARAKATAN KELAS II SUBANG SELAMA TAHUN 2021

No. Nama Penghargaan Nomor Penghargaan Tanggal Penghargaan Tahun Perolehan Bukti Penghargaan

1. Prestasi Telah Lulus Penilaian TPI Menuju TPN Sebagai Unit Kerja Pelayanan Berpredikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK).

M.HH-07.OT.03.01

Tahun 2021 19 Agustus 2021 2021

2. Penetapan Pelayanan Publik Berbasis HAM Terbaik Tahun 2021.

M.HH-01.HA.03.07 Tahun 2021

3 Desember 2021 2021

Link SK Penetapan Pelayanan Publik Berbasis HAM Terbaik Tahun 2021.

https://drive.google.com/file/d/1O2L1oZy 4Pe8_mvOD19PSdn44hkdd8zec/view?u sp=sharing

3. Piagam penghargaan “Peer Group Motivasi

Kemerdekaan”. 17 Agustus 2021 2021

(11)

LKIP Tahun 2021 Balai Pemasyarakatan Kelas II Subang

V. DASAR HUKUM

Untuk memastikan bahwa laporan kinerja Kantor Wilayah Kalimantan Tengah telah sesuai dengan Rencana Strategis organisasi serta tidak bertentangan dengan Peraturan Hukum yang berlaku, maka Laporan Kinerja disusun dengan memperhatikan dasar hukum yang digunakan sebagai dasar dan tinjauan, yaitu :

1. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP);

2. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Review atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah;

3. Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 30 Tahun 2018 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia;

4. Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2020 tentang Rencana Strategis Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Tahun 2020-2024;

5. Keputusan Menteri Hukum dan HAM Nomor : M.HH-04.PR.03.01 Tahun 2015 tentang Pedoman Penyusunan Laporan Kinerja di Lingkungan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

VI. MAKSUD DAN TUJUAN

Penyusunan Laporan Kinerja di Balai Pemasyarakatan Kelas II Subang berorientasi pada hasil yang ingin dicapai selama kurun waktu satu tahun anggaran yaitu tahun 2021 dengan maksud dan tujuan sebagai berikut:

1. Sebagai wujud pertanggungjawaban dalam pencapaian Visi dan Misi Kementerian Hukum dan HAM serta dalam rangka perwujudan Good Governance;

2. Perwujudan Akuntabilitas Balai Pemasyarakatan Kelas II Subang kepada pihak-pihak yang memberi mandat/amanah;

3. Mengetahui dan menilai capaian kinerja, keberhasilan serta hambatan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab pekerjaan sepanjang tahun 2021;

4. Menjadikan Balai Pemasyarakatan Kelas II Subang yang akuntabel, sehingga dapat beroperasi secara efisien, efektif, dan resposif terhadap aspirasi masyarakat serta lingkungannya sesuai dengan tata nilai ‘KAMI PASTI”.

(12)

VII. SISTEMATIKA LAPORAN

Sistematika penyajian Laporan Kinerja Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Tahun 2021 berpedoman pada Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja, dan Tata Cara Review Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah, yaitu :

KATA PENGANTAR :

Menyajikan gambaran singkat sebagai pengantar berkaitan dengan Laporan Kinerja Balai Pemasyarakatan Kelas II Subang Tahun 2021.

BAB I PENDAHULUAN

Menjelaskan secara singkat latar belakang penulisan laporan tugas dan fungsi, struktur organisasi, isu strategis/permasalahan organisasi, dasar hukum, maksud dan tujuan dan sistematika penyajian laporan.

BAB II PERENCANAAN KINERJA TAHUN 2021

Menguraikan Visi dan Misi, Perjanjian Kinerja dan Anggaran Balai Pemasyarakatan Kelas II Subang Tahun 2021.

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA a. Capaian Kinerja

Menguraikan capaian kinerja melalui analisis kegiatan dan program yang dilaksanakan Balai Pemasyarakatan Kelas II Subang sesuai pernyataan kinerja yang tertuang dalam Perjanjian Kinerja serta analisis penyebab keberhasilan/kegagalan atau peningkatan/penurunan kinerja.

b. Realisasi Anggaran

Menguraikan realisasi anggaran yang telah digunakan untuk mewujudkan kinerja sesuai Perjanjian Kinerja pada Balai Pemasyarakatan Kelas II Subang.

BAB IV PENUTUP

Menjelaskan kesimpulan secara menyeluruh Laporan Kinerja Balai Pemasyarakatan Kelas II Subang tahun 2021 serta upaya dalam melakukan perbaikan dan peningkatan capaian kinerja tahun 2022.

(13)

LKIP Tahun 2021 Balai Pemasyarakatan Kelas II Subang

BAB II

PERENCANAAN KINERJA

A. VISI DAN MISI

Sesuai arahan Presiden, hal terpenting yang harus dicapai dalam kurun waktu lima tahun kedepan adalah menjadikan peningkatan produktivitas prioritas. Pelaksanaan pekerjaan tidak lagi kerja berorientasi proses, tapi harus berorientasi pada hasil-hasil.

Tugas pemerintah bukan hanya membuat dan melaksanakan kebijakan, tetapi juga harus memastikan bahwa masyarakat menikmatai pelayanan serta hasil pembangunan.

Dengan kata lain tugas birokrasi adalah making delivered, menjamin agara program dirasakan oleh masyarakat. Dalam peraturan Presiden No. 18 Tahun 2020 tentang RPJM Nasional 2020-2024, telah ditetapkan bahwa visi pembangunan nasional unuk tahun 2020-2024 dibawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden K.H. Ma’ru Amin adalah :

“Terwujudnya Indonesia Maju yang Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong Royong”

Upaya untuk mewujudkan visi tersebut dilakukan melalui 9 (Sembilan) Misi Pembangunan yang dikenal sebagai Nawacita Kedua yaitu :

1. Peningkatan kualitas manusia Indonesia;

2. Struktur ekonomi yang produktif, mandiri, dan berdaya saing;

3. Pembangunan yang merata dan berkeadilan;

4. Mencapai lingkungan hidup yang berkelajutan;

5. Kemajuan budaya yang mencerminkan kepribadian bangsa;

6. Penegakan system hokum yang bebas korupsi, bermartabat dan terpercaya 7. Perlindungan bagi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada setiap

warga;

8. Pengelolaan pemerintahan yang bersih, eektif dan terpercaya; dan 9. Sinergi pemerintah daera dalam kerangka kesatuan.

Adapun 5 (lima) arahan utama yang ditetapkan Presiden sebagai strategi dalam pelaksanaan misi nawacita dan pencapaian sasaran visi Indonesia 2045 (Indonesia Maju) adalah :

1. Membangun SDM pekerja keras yang dinamis, produktif, terampil, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi didukung dengan kerjasama industry dan talenta global;

2. Melanjutkan pembangunan insfrastruktur untuk menghubungkan kawasan produksi dengan kawasan distrubusi, memepermudah akses ke kawasan wisata, mendongkrak lapangan kerja baru, dan mempercepat peningkatan nilai tambah perekonomian rakyat;

3. Menyederhanakan segala bentuk regulasi dengan pendekatan Omnibus Law, terutama menerbitkan 2 undang-undang. Pertama, UU Cipta Lapangan Kerja. Kedua, UU Pemberdayaan UMKM;

4. Memprioritaskan investasi untuk penciptaan lapangan kerja, memangkas prosedur dan birokrasi yang panjang, dan menyederhanakan eslonisasi; dan

(14)

5. Melakukan transformasi ekonomi dari ketergantungan SDA menjadi daya saing manufaktur dan jasa modern yang mempunyai nilai tambah tinggi bagi kemakmuran bangsa demi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Sebagai bagian daari pemerintah, makan untuk mendukung terwujudnya visi, pelaksanaan misi, araha Presiden dan agenda pembangunan, maka ditetapkan visi Kementerian Hukum dan HAM tahun 2020-2024 adalah :

“Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia yang Andal,professional,Inovatif, dan Berintegritas dalam Pelayanan Kepada Presiden dan Wakil Presiden Indonesia Maju

yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong Royong”

Sesuai dengan tugas dan fungsi yang diemban, Kementerian Hkum dan HAM melaksanakan Misi Presiden dan Wakil Presiden nomor 6 yaitu penegakan system hokum yang bebas korupsi, bermartabat dan terpercaya, misi nomor 7 yaitu perlindungan bagi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada setiap warga negara dan misi nomor 8 yaitu pengelolaan pemerintahan yang bersih, efektif dan terpercaya. Ketiga misi Presiden tersebut diterjemahkan kedalam 7 (tujuh) misi Kementerian Hukum dan HAM sebagai berikut :

1. Membentuk Peraturan Perundang-undangan yang berkualitas dan Melindungi Kepentingan Naional

Kementerian Hukum dan HAM menjadi salah satu Kementerian yang bertanggung jawab tehadap perumusan, penetapan dan pelaksanaan kebijakan di bidang peraturan perundang-undangan. Sejalan denga hal tersebut, maka Kementerian Hukum dan HAM akan berupaya seoptimal mungkin untuk mewujudkan peraturan perudang-undangan yang berkualitas dan melindungi kepentingan nasional, sehingga menjadi bagian dari misi yang harus disukseskan.

Makna kualitas dalam misi ini adalah bahwa peraturan perundang-undangan yang dihasilkan harus sesuai dengan asas pembentukan peraturan perundang- undangan dan asas materi muatan HAM. Tidak hanya itu, dalam misi ini juga terkandung satu peran strategis Kementerian Hukum dan HAM yaitu melakukan pembinaan hukum nasioanal secara terus menerus dan berkesinambungan sehingga produk hukum yang telah dibentuk dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien sehingga mampu menciptakan kesejahteraan masyarakat dan melindungi kepentingan nasional sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Melalui misi ini pemerintah akan memastikan bahwa:

a. Peraturan perundang-undangan yang dibentuk harus mendukung agenda penyederhanaan regulasi dan memperhatikan analisis dampak regulasi (regulatory impact analysis/RIA) dan analisis biaya dan manfaat (cost and benefit analysis/CBA) guna mengurangi tumpang tindih regulasi (membentuk 1 (satu) regulasi baru dengan mencabut 2 (dua) aturan yang masih berlaku dan substansinya mengatur hal yang sama);

b. Regulasi yang dibentuk harus berorientasi tujuan dan mengutamakan kualitas dibanding kuantitas;

c. Terdapat proses integrasi, monitoring dan evaluasi peraturan perundang-

(15)

LKIP Tahun 2021 Balai Pemasyarakatan Kelas II Subang

d. Tersedia akses dan partisipasi pulik dalam penyusunan dan pembentukan

peraturan perundang-undangan secara optimal dengan dukungan database peraturan perundang- undangan berbasis teknologi informasi;

e. Dari sisi substansi, peraturan perundang-undangan yang dibentuk harus sesuai dengan kebutuhan hukum masyarakat dan mendukung program kerja pemerintah.

2. Menyelenggarakan Pelayanan Publik di Bidang Hukum yang Berkualitas

Sejalan dengan visi dan misi Presiden, Kementerian Hukum dan HAM juga bertanggung jawab memberikan layanan public di bidang hukum secara adil dan berkepastian hukum sehingga dapat memberikan manfaat kepada masyarakat.

Pelayanan public di bidang hukum yang diberikan Kementerian Hukum dan HAM meliputi layanan keimigrasian, layanan adinistrasi hukum dan layanan kekayaan intelektual maupun layanan yang terkait dengan kemanuasiaan dan/atau penegakan hukum, misalnya layanan pemasyarakatan, dan layanan akses keadilan bagi masyarakat miskin melalui bantuan hukum.

Kualitas pelayanan public bidang hukum menjadi salah satu fokus Kementerian Hukum dan HAM yang harus dijagan konsistensinya, karena melalui pelayanan publik bidang imigrasi, administrasi hukum umum, dan kekayaan intelektual yang berkualitas, Kementerian Hukum dan HAM berkontribusi dalam menyumbang pendapatan negara melalui penerimaan Negara bukan pajak (PNBP) sekaligus memperbaiki peringkat kemudahan berusaha (ease of doing business/EODB) sehingga mampu meningkatkan investasi di Indonesia.

Layanan di bidang hukum lainnya yaitu implementasi ototritas pusat dan layanan pemasyarakatan juga mengkontribusi dalam hal pelaksanaan pencegahan dan pemberantasan korupsi di negeri ini. Demikian juga layanan terhadap akses keadilan bagi masyarakat juga harus terjaga kualitasnya karena diharapkan mampu mengkontribusi positif, sehingga negara hadir di tengah masyarakat dapat terlaksana dengan baik melalui hadirnya pemberian bantuan hukum bagi masyarakat miskin yang berhadapan dengan hukum.

Untuk meningkatkan kualitas dan menjamin penyediaan pelayanan publik sesuai dngan asas pelayanan publik asas-asas umum pemerintahan yang baik serta untuk memberi perlindungan bagi setiap warga negara dan penduduk dari penyalahgunaan wewenang di dalam penyelenggaraan pelayanan publik, Kementerian Hukum dan HAM akan melaksanakan dan memperkuat transformasi pelayanan publik, melalui pelayanan publik berbasis elektronik (e-service), penguatan pengawasan masyarakat atas kinerja pelayanan public, penguatan ekosistem inovasi, dan penguatan pelayanan terpadu secara berkesinambungan.

3. Mendukung Penegakan Hukum di Bidang Kekayaan Intelektual, Keimigrasian, Administrasi Hukum Umum, dan Pemasyarakatan yang bebas dari Korupsi, Bermartabat, dan Terpercaya

Penegakan hukum yang dilakukan Kementerian Hukum dan HAM selain harus adil dan berkepastian hukum, tentunya harus memenuhi kemanfaatan. Penegakan hukum yang dilakukan Kementerian Hukum dan HAM, yaitu :

a. Penegakan hukum dibidang kekayaan intelektual dilakukan untuk melindungi hak kekayaan intelektual yang ada di Indonesia. Dengan terlindunginya hak dan

(16)

kekayaan intelektual tersebut, diharapkan mendorong inovasi dan kreativitas sehingga mampu mengkontribusi peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional.

b. Penegakan hukum di bidang keimigrasian diarahkan untuk menjaga stabilitas keamanan negara melalui penindakan atas pelanggaran dokumen keimigrasian sekaligus melindungi kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) melalui pengawasan lalu lintas manusia di perbatasan NKRI.

c. Penegakan hukum di bidang Pemasyarakatan dilakukan dengan membentuk Warga Binaan Pemasyarakatan agar menjadi manusia seutuhnya, menyadari kesalahan, memperbaiki diri, dan tidak mengulangi tindakan pidana sehingg dapat diterima kembali oleh lingkungan masyarakat, dapat aktif berperan dalam pembangunan, dan dapat hidup secara wajar sebagi warga negara yang baik dan bertanggung jawab. Dalam proses Peradilan Pidana, Pemasyarakatan dalam hal ini Rumah Tahanan Negara dan Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara adalah sebagai “Check and Balance” dalam mendukung penegakan hukum, perlindungan HAM dan penyelamatan asset negara dengan fungsi memberikan jaminan perlindungan hak asasi tahanan yang ditahan serta keselamatan dan keamanan benda-benda yang disita untuk keperluan barang bukti dan benda- benda yang dinyatakan dirampas untuk negara berdasarkan putusan pengadilan.

d. Penegakan hukum di bidang administrasi hukum umum diarahkan untuk mendukung terjalinnya kerjasama penegakan huku dalam hubungan internasional (bantuan timbal balik dalam masalah pidana, ekstradisi dan pemindahan narapidana). Kerjasama secara internasioanal dalam penegakan hukum telah terbukti membantu keberhasilan penegakan hukum nasional kejahatan yang sifatnya lintas batas (transnational crimes). Proses ini dilakukan berdasarkan asas resiprositas yang memperhatikan kepentingan politik yang sama (mutual interest), keuntungan yang sama (mutual advantages), tujuan yang sama (mutual goals), dan penghormatan atas asas state souvereignity.

Upaya peningkatan kualitas penegakan hukum yang dilakukan kedepan adalah mendukung adanya penerapan pendekatan keadilan restoratif, melalui optimalisasi penggunaan regulasi yang tersedia dalam peraturan perundang-undangan serta penyediaan, pengelolaan serta berbagi pakai data antar penegak hukum, termasuk di dalamnya penguatan pengelolaan database di internal lembaga penegak hukum.

4. Melaksanakan Penghormatan, perlindungan dan Pemenuhan Hak Asasi Manusia yang Berkelanjutan

Hak asasi manusia merupakan hak dasar yang secara kodrati melekat pada diri setiap manusia, bersifat universal dan langgeng, oleh karena itu harus dihormati, dipenuhi, dilindungi, ditegakkan, dan dimajukan dengan tujuan tujuan menciptakan kesejahteraan, kedamaian, ketenteraman, dan keadilan bagi seluruh masyarakat.

Upaya tersebut menjadi kewajiban dan tanggung jawab negara, terutama pemerintah, tetapi dalam pelaksanaannya memerlukan peran serta masyarakat. Kementerian Hukum dan HAM menjadi salah satu Kementerian yang merumuskan, menetapkan dan melaksanakan kebijakan di bidang hak asasi manusia. Upaya untuk memajukan penghormatan, perlindungan dan pemenuhan HAM dilakukan dengan berbagai upaya dan kebijakan sehingga hal tersebut dilakukan secara berkelanjutan sebagai suatu

(17)

LKIP Tahun 2021 Balai Pemasyarakatan Kelas II Subang

meningkatnya partisipatif pemerintah pusat dan daerah dalam mengimplementasikan

Rencana Aksi Nasional HAM (RANHAM) dan Kabupaten/Kota Peduli HAM dan Pelayanan Publik Ramah HAM. Kementerian Hukum dan HAM akan berperan aktif dalam pelaksanaan RANHAM generasi ke V (2020-2024) yang fokus pada penyelesaian isu-isu HAM dari kelompok rentan, yakni perempuan, anak, penyandang disabilitas dan masyarakat hukum adat.

Selain itu, Kementerian Hukum dan HAM sebagai salah satu institusi negara yang menyelenggarakan pelayanan publik di bidang hukum dan HAM, mempunyai tanggung jawab untuk menghormati dan memenuhi pelayanan yang ramah terhadap hak asasi manusia. Kementerian Hukum dan HAM sebagai satu-satunya institusi negara yang mempunyai mandate untuk pemenuhan, perlindungan, dan pemajuan HAM sudah menjadi terdepan dalam memberikan pelayanan publik berbasis HAM baik pelayanan di pusat maupun di daerah.

5. Melaksanakan Peningkatan Kesadaran Hukum Masyarakat

Misi kelima Kementerian Hukum dan HAM adalah melaksanakan peningkatan kesadaran hukum. Sebagaimana diketahui bahwa peningkatan kesadaran hukum masyarakat dan aparatur bertujuan untuk mewujudkan budaya hukum yang positif di Indonesia. Hal tersebut penting dalam proses pembangunan sistem hukum nasional, karena budaya hukum merupakan salah satu subsistem dari sistem hukum. Aspek- aspek yang terkandung dalam konsep budaya hukum adalah aspek nilai dan aspek sikap.

Pada pelaksanaannya, norma atau kaidah yang dituliskan dalam peraturan perundang- undangan atau aturan kebijakan (beleid regel), tidak sepenuhnya bisa dijalankan dan ditegakan menurut logika hukum melainkan sangat dipengaruhi oleh kepentingan, persepsi, sikap dan budaya masyarakat yang tercermin dalam kepercayaan, nilai, pemikiran dan harapannya. Oleh karena itu ke depan peningkatan kesadaran hukum yang dilaksanakan Kementerian Hukum dan HAM diarahkan untuk:

a. Membangun kesadaran hukum masyarakat terhadap persoalan kolektif yang dihadapi untuk menghasilkan aksi-aksi kolektif yang dapat memperbaiki kualitas kehidupan mereka (collective undertakings);

b. Membangun kesadaran hukum individu maupun kelompok untuk membangun kekuatan individu dan masyarakat agar mampu mengapresiasikan diri di dalam hubungannya dengan kekuatan besar yang melemahkannya (self expression);

c. Membangun kesadaran hukum dalam suatu komunitas agar setiap individu di dalam berhubungan dengan satu sama lain atas dasar ikatan “kewajiban bersama” (matual obligation) untuk mempertahankan integritas, pluralisme, harmonisasi, dan keutuhan NKRI.

Dengan munculnya kesadaran hukum, maka masyarakat akan dapat memahami hak dan kewajibannya ketika berhadapan dengan hukum dan termasuk hak mendapatkan akses keadilan bagi masyarakat yang tidak mampu dengan bantuan hukum. Hal ini sejalan dengan Revolusi mental yang digaungkan pemerintah sebagai gerakan kebudayaan yang meneguhkan Indonesia sebagai negara-bangsa majemuk, memiliki keragaman suku, adat-istiadat, budaya, bahasa, dan agama, yang membentuk satu kesatuan dalam keragaman Bhinneka Tunggal Ika.

Kekuatan bangsa Indonesia terletak pada perbedaan dan keragaman, bukan pada persamaan dan keseragaman untuk memperkuat Bhinneka Tunggal Ika. Oleh

(18)

karena itu kesadaran sebagai negara-bangsa yang majemuk harus ditanamkan sejak dini di dalam keluarga, diperkuat di dalam sistem pendidikan, dan terus dipupuk dan dirawat di dalam sistem sosial-kemasyarakatan.

6. Ikut Serta Menjaga Stabilitas Keamanan Melalui Peran Keimigrasian dan Pemasyarakatan

Pada misi keenam ini Kementerian Hukum dan HAM berperan ikut menjaga stabilitas keamanan khususnya dari sisi keimigrasian dan pemasyarakatan. Di bidang keimigrasian, terdapat dua fungsi imigrasi yang terkait dalam upaya menjaga stabilitas keamanan negara yaitu fungsi pengawasan dan pengamanan negara. Upaya dimaksud dilakukan dengan 2 (dua) pendekatan, yakni preventive/soft dan preemptive/hard. Pertama, dengan cara mengedepankan upaya pencegahan melalui penguatan fungsi intelijen keimigrasian dan pengawasan keimigrasian dalam wadah Timpora baik di tingkat pusat maupun tingkat daerah, serta penguatan fungsi pemeriksaan keimigrasian di Perwakilan RI di luar negeri, TPI dan PLBN, maupun di Unit Pelaksana Teknis Keimigrasian seluruh Indonesia. Kedua, dengan peningkatan kualitas penindakan hukum keimigrasian yang bebas korupsi, bermartabat dan terpercaya dengan menjunjung tinggi nilai-nilai Hak Asasi Manusia dalam pelaksanaan penindakan pelanggaran hukum keimigrasian yang telah terjadi.

Peran Pemasyarakatan dalam upaya turut serta menjaga stabilitas keamanan negara adalah dengan menciptakan kondisi keamanan dan ketertiban di Lapas dan Rutan seluruh Indonesia serta dengan mewujudkan ketaatan hukum mantan narapidana sehingga mereka tidak mengulangi tindak pidananya yang akan berdampak pada terjaganya stabilitas keamanan negara.

7. Melaksanakan Tata Laksana Pemerintahan yang Baik Melalui Reformasi Birokrasi dan Kelembagaan.

Misi ketujuh ini diarahkan untuk memastikan bahwa pelaksanaan tugas fungsi teknis dalam menjalankan mewujudkan visi dan misi berjalan sesuai target, tepat sasaran, dan dilaksanakan secara efektif dan efisien. Misi ini bertujuan agar seluruh kinerja Kementerian Hukum dan HAM baik di pusat dan daerah sesuai dengan prinsipprinsip tata kelola pemerintahan yang baik. Dalam pelaksanaan reformasi birokrasi, Kementerian Hukum dan HAM akan mendukung kebijakan yang dilaksanakan Pemerintah, antara lain:

a. Penguatan implementasi manajemen ASN, melalui: penerapan manajemen talenta nasional ASN, peningkatan sistem merit ASN, penyederhanaan eselonisasi, serta penataan jabatan fungsional;

b. Penataan kelembagaan dan proses bisnis, melalui: penataan kelembagaan instansi pemerintah dan penerapan SPBE terintegrasi;

c. Reformasi sistem akuntabilitas kinerja, melalui: perluasan implementasi sistem integritas, penguatan pengelolaan reformasi birokrasi dan akuntabilitas kinerja organisasi, serta reformasi sistem perencanaan dan penganggaran.

B. TUJUAN

Tujuan merupakan penjabaran dari visi dan misi dan juga merupakan hal yang

(19)

LKIP Tahun 2021 Balai Pemasyarakatan Kelas II Subang

dan HAM dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya selama tahun 2020-2024 sesuai

misinya adalah sebagai berikut:

1. Misi membentuk peraturan perundang-undangan yang berkualitas dan melindungi kepentingan nasional, bertujuan untuk mewujudkan peraturan perundang-undangan yang harmonis yang sejalan dengan kebutuhan hukum masyarakat dan kebijakan pemerintah; dan terciptanya ketertiban dan keamanan dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara;

2. Misi menyelenggarakan pelayanan publik dibidang hukum yang berkualitas, bertujuan untuk mewujudkan layanan Kementerian Hukum dan HAM yang Prima;

3. Misi mendukung penegakan hukum di bidang kekayaan intelektual, keimigrasian, administrasi hukum umum dan pemasyarakatan yang bebas dari korupsi, bermartabat dan terpercaya, bertujuan untuk mendorong inovasi kreativitas masyarakat melalui peningkatan permohonan kekayaan intelektual, meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional melalui kemudahan pemberian ijin pendirian badan usaha, sekaligus memenuhi hak-hak warga binaan pemasyarakatan serta membentuk Warga Binaan Pemasyarakatan agar menjadi manusia seutuhnya, menyadari kesalahan, memperbaiki diri, tidak mengulangi tindak pidana sehingga dapat diterima kembali oleh lingkungan masyarakat, dapat aktif berperan dalam pembangunan dan dapat hidup secara wajar sebagai warga negara yang baik dan bertanggung jawab serta memberikan jaminan perlindungan hak asasi tahanan yang ditahan serta keselamatan dan keamanan benda-benda yang disita untuk keperluan barang bukti dan benda- benda yang dinyatakan dirampas untuk negara dan mencegah penyalahgunaan dokumen keimigrasian oleh WNI dan WNA yang melintas dan tinggal di Indonesia;

4. Misi melaksanakan penghormatan, pelindungan dan pemenuhan hak asasi manusia yang berkelanjutan, bertujuan untuk terlindunginya hak asasi manusia;

5. Misi melaksanakan peningkatan kesadaran hukum masyarakat, bertujuan untuk meningkatkan nilai-nilai dan sikap kesadaran hukum masyarakat serta akses keadilan;

6. Misi ikut serta menjaga stabilitas keamanan melalui peran kemigrasian dan pemasyarakatan, bertujuan untuk menciptakan wilayah perbatasan yang aman dari perlintasan WNA/WNI yang tidak mempunyai dokumen sesuai prosedur dan menciptakan keamanan dan ketertiban di seluruh Lapas/Rutan;

7. Misi melaksanakan tata laksana pemerintahan yang baik melalui reformasi birokrasi dan kelembagaan, bertujuan untuk mewujudkan ASN Kementerian Hukum dan HAM yang kompeten dan terlaksananya reformasi Birokrasi di Kementerian Hukum dan HAM.

C. TATA NILAI

Sebagai pedoman saat melaksanakan tugas dan pekerjaan dalam rangka mencapai visi dan misi organisasi, serta untuk mewujudkan tujuan dan sasaran yang ingin dicapai, maka Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia menetapkan nilai- nilai yang dijunjung dan dipedomi oleh seluruh insan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Adapun tata nilai Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia yang selanjutnya disingkat “PASTI” dijabarkan sebagai :

(20)

1. Profesional berarti mampu menyelesaikan tugas dengan terpuji, tuntas sesuai dengan kompetensi atau keahlian dan berintegritas untuk mencapai hasil prima melalui kerja sama;

2. Akuntabel berarti mampu bertanggung jawab terhadap setiap tindakan, perilaku, dan tugas, baik dari segi proses maupun hasil;

3. Sinergi berarti mampu bekerja sama dan membangun kemitraan yang harmonis dengan pemangku kepentingan untuk menemukan dan melaksanakan solusi terbaik, bermanfaat dan berkualitas;

4. Transparan berarti mampu menyajikan data dan informasi terkait kebijakan, proses pembuatan, pelaksanaan, dan hasilnya serta menjamin aksesibilitas publik terhadap data dan informasi tersebut sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;

5. Inovatif berarti mampu menciptakan dan mengembangkan inovasi melalui inisiatif dan kreativitas untuk melakukan pembaharuan dalam penyelenggaraan tugas dan fungsi.

D. PERJANJIAN KINERJA

(21)

LKIP Tahun 2021 Balai Pemasyarakatan Kelas II Subang

(22)

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA

A. CAPAIAN KINERJA

Secara umum pengertian kinerja adalah gambaran mengenai tingkat pencapaian pelaksanaan suatu kegiatan atau program dalam mewujudkan sasaran dan tujuan, organisasi. Kinerja dapat diketahui dari kriteria keberhasilan yang telah ditetapkan. Kriteria keberhasilan ini berupa tujuan atau terget tertentu yang akan dicapai. Selanjutnya capaian kinerja tersebut perlu diukur dan dievaluasi untuk mengetahui sejauh mana sasaran/target organisasi yang dapat dicapai dalam kurun waktu tertentu.

Pengukuran kinerja dapat diukur melalui perbandingan antara realisasi/hasil pekerjaan dengan target/sasaran capaian yang telah ditetapkan sebelumnya. Realisasi capaian kinerja sebagai hasil dari pelaksanaan program dan kegiatan dalam kurun waktu 1 (satu) tahun anggaran. Pengukuran kinerja dilakukan dengan membandingkan realisasi capaian kinerja dengan target/sasaran kinerja dalam satuan persentase.

Pengukuran kinerja tahun 2021 dapat dirumuskan sebagai berikut :

Laporan kinerja juga menggambarkan alokasi anggaran yang digunakan dalam pelaksanaan program dan kegiatan dalam kurun waktu 1 (satu) tahun anggaran.

Pengukuran capaian realisasi anggaran dilakukan dengan membandingkan realisasi capaian anggaran dengan pagu alokasi anggaran dalam satuan persentase. Pengukuran capaian realisasi anggaran tersebut dapat dirumuskan sebagai berikut :

Berdasarkan Sasaran yang tertuang dalam Perjanjian Kinerja, maka untuk tahun 2021 Balai Pemasyarakatan Kelas II Subang telah mencapai kinerja sebagai berikut :

Capaian kinerja = x 100%

x 100%

(23)

19 LKIP Tahun 2021 Balai Pemasyarakatan Kelas II Subang

PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2021

KEPALA BALAI PEMASYARAKATAN KELAS II SUBANG DENGAN KEPALA DIVISI PEMASYARAKATAN KANTOR WILAYAH KEMENTERIAN HUKUM DAN HAM JAWA BARAT

NO SASARAN KEGIATAN INDIKATOR KINERJA TARGET REALISASI CAPAIAN

KINERJA

KET 1. Meningkatnya Pelayanan Pembimbingan

Klien Pemasyarakatan Dan Pemenuhan Hak Pendidikan Klien Anak Pada Luar Lembaga

Persentase Penyelesaian Litmas 90 % 95% Tercapai

Persentase Klien yang

melaksanakan Bimbingan 90 % 95% Tercapai

Persentase Pelanggaran Pelaksanaan Pembebasan Bersyarat

1 % 1% Tercapai

Persentase Klien Usia Produktif Yang Memperoleh Atau Melanjutkan Pekerjaan Di Luar Lembaga

75% 85% Tercapai

Presentasi menurunnya anak yang mendapat putusan pidana penjara

50% 80% Tercapai

Persentase Klien Anak Yang Terpenuhi Hak Pendidikannya

25% 50% Tercapai

2. Meningkatnya Pemberdayaan Masyarakat untuk Pelaksanaan Keadilan Restoratif

Jumlah Pokmas yang melaksanakan program pemberdayaan Klien di lingkungan masyarakat

75% 80% Tercapai

Persentase Klien Pemasyarakatan yang mendapatkan program pemberdayaan dan reintergrasi dalam rangka keadilan restoratif

36% 90% Tercapai

(24)

3. Meningkatnya Layanan Dukungan Manajemen

Tersusunnya dokumen rencana kerja, anggaran UPT Pemasyarakatan dan pelaporan yang akuntabel tepat waktu

1 Layanan 100% Tercapai

Tersusunnya dokumen pengelolaan BMN dan Kerumah tanggaan

1 Layann 95% Tercapai

Terpenuhinya data dan peningkatan kompetensi pegawai pemasyarakatan

1 Layanan 100% Tercapai

Tersusunnya Dokumen Pelaksanaan Anggaran dan laporan keuangan yang akuntabel dan tepat waktu

1 Layanan 98% Tercapai

Jumlah Layanan Perkantoran 1 Layanan 100% Tercapai

Nilai IKPA 100 96.37 Sangat Baik

Nilai SMART 100 86.84 Baik

Dari data tabel diatas disimpulkan bahwa sasaran kegiatan dalam perjanjian kinerja Balai Pemasyarakatan Kelas II Subang tahun 2021 telah tercapai melebihi target yang sudah ditetapkan, Adapun untuk nilai IKPA dan Nilai SMART menjadi bahan evaluasi dalam upaya perbaikan dan peningkatan untuk capaian kinerja tahun 2022.

(25)

LKIP Tahun 2021 Balai Pemasyarakatan Kelas II Subang

Keberhasilan pencapaian sasaran pelayanan pembimbingan klien pemasyarakatan sesuai

dalam data berikut :

1.1 Data Klien Dewasa Berdasarkan Jenis Bimbingan

No Jenis Pembimbingan Jumlah

1 Asimilasi 29

2 Pembebasan Bersyarat (PB) 281

3 Cuti Bersyarat (CB) 28

4 Cuti Menjelang Bebas -

TOTAL 388

dari data diatas dapat disimpulkan bahwa total klien dewasa pada Balai Pemasyarakatan Kelas II Subang sampai dengan 31 Desember 2022 sebanyak 338 orang, dengan jenis pembimbingan terbanyak adalah Pembebasan Bersyarat sebanyak 281 orang atau sebesar 72,4% dari total keseluruhan.

1.2 Tabel Data Klien Dewasa berdasarakn jenis kelamin

No Jenis Kelamin Jumlah

1 Laki-Laki 364

2 Perempuan 24

TOTAL 388

Dari data diatas klien pada Balai Pemasyarakatan kelas II Subang didominasi oleh laki-laki dengan jumlah 364 orang atau sebesar 93,8% dari total kesulurhan klien.

1.3 Tabel Data Klien yang Bekerja

No Klien yang bekerja Jumlah

1 Laki-Laki 287

2 Perempuan 13

TOTAL 300

Data klien yang sudah bekerja pada balai pemasyarakatan kelas II subang adalah 300 orang atau sebesar 77,3% dari total kesuluran klien dewasa.

1.4 Tabel Data Permintaan Penelitian Pemasyarakatan (LITMAS) Dewasa

No Penelitian Pemasyarakatan Jumlah

1 Litmas selesai 910

2 Litmas dalam proses 50

TOTAL 960

Dari total 960 permintaaan penelitian pemasyarakatan (LITMAS) sebanyak 910 telah diselesai dilaksanakan, atau sebesar 94,7% dari total keseluruhan sampai dengan 31 desember 2021.

(26)

Keberhasilan tercapainya Sasaran Kegiatan tidak lepas dari hasil indeks kepuasan masyarakat terhadap layanan pemasyarakatan di wilayah kerja Balai Pemasyarakatan Kelas II Subang tahun 2021 yang meningkat setiap bulannya khususnya pada indikator IPK/IKM s esuai data ber ikut :

(27)

LKIP Tahun 2021 Balai Pemasyarakatan Kelas II Subang

B. REALISASI ANGGARAN

Selain dilihat dari pengukuran kinerja melalui pencapaian sasaran, akuntabilitas juga dapat dilihat dari pencapaian kinerja keuangan yang merupakan bagian dari Laporan Kinerja. Jika pengukuran capaian kinerja organisasi diukur dari capaian kinerja sasaran yang dilihat dari perbandingan realisasi kegiatan berbanding dengan target tiap indikator kerja/kegiatan yang telah ditetapkan, maka pencapaian kinerja keuangan dapat terlihat dari realisasi belanja berbanding dengan pagu anggaran dalam 1 (satu) tahun anggaran atau disebut Realisasi Anggaran.

Sepanjang Tahun 2021, Balai Pemasyarakatan Kelas II Subang telah melakukan berbagai kegiatan untuk mencapai target kinerja dalam rangka mendukung agenda Kementerian Hukum dan HAM RI dengan pagu anggaran (awal) sebesar Rp.1.815.791.000,- (Satu milyar delapan ratus lima belas juta tujuh ratus sembilan puluh satu ribu rupiah) dan setelah penyesuaian pagu (akhir) menjadi Rp.2.527.312.000,- (Dua milyar lima ratus dua puluh tujuh juta tiga ratus dua belas ribu rupiah), telah direalisasikan sebesar Rp.2.508.002.129,- (Dua milyar lima ratus delapan juta dua ribu seratus dua puluh sembilan rupiah) atau sebesar 99,24%. Penambahan anggaran untuk tahun 2021 berupa pemenuhan kekurangan belanja pegawai sebesar Rp.711.521.000,- (Tujuh ratus sebelas juta lima ratus dua puluh satu ribu rupiah). Penambahan terjadi dikarenakan penambahan pegawai yang semula 12 orang pegawai menjadi 23 orang pegawai atau bertambah 11 orang pegawai sepanjang tahun 2021.

Pagu anggaran tahun 2021 sebesar Rp.2.527.312.000,- mengalami kenaikan sebesar Rp.1.387.770.000,- atau sekitar 121 % jika dibandingkan dari pagu anggaran tahun 2020 yaitu Rp.1.139.542.000,-. Realisasi tahun 2021 dibandingkan dengan tahun 2020 menunjukkan terjadinya kenaikan penyerapan anggaran pada belanja pegawai dan belanja barang. Adapun realisasi anggaran tahun 2021 dan tahun 2020 sebagai berikut :

(28)

TAHUN 2020

TAHUN 2021

(29)

LKIP Tahun 2021 Balai Pemasyarakatan Kelas II Subang

BAB IV PENUTUP

A. KESIMPULAN

Dari uraian Laporan Kinerja Balai Pemasyarakatan Kelas II Subang Tahun 2021 tersebut dapat disimpulkan bahwa:

1. Pelaksanaan serta penyelenggaraan tugas dan fungsi Balai Pemasyarakatan Kelas II Subang pada Tahun 2021 telah dilaksanakan maksimal sesuai dengan program dan kegiatan meskipun secara umum masih terkendala dengan pandemi virus corona disease 19 (Covid-19) yang memasuki gelombang ke-2, tetapi Jajaran Balai Pemasyarakatan Kelas II Subang menghadapinya dengan pola hidup new normal, yaitu menerapkan protokol kesehatan termasuk pelaksanaan kegiatan secara virtual;

2. Realisasi penyerapan anggaran Balai Pemasyarakatan Kelas II Subang per tanggal 31 Desember 2021 sebesar 99,24%.

B. UPAYA PERBAIKAN

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Balai Pemasyarkatan Kelas II Subang Tahun 2021 diharapkan dapat memberikan gambaran tentang berbagai capaian kinerja yang telah dilakukan, dan LKIP ini merupakan wujud Tranparansi dan Akuntabilitas Balai Pemasyarakatan Kelas II Subang dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya serta kewajiban yang diembannya.

Laporan ini sangat jauh dari sempurna dalam penyajian Prinsip Tranparansi dan Akuntabilitas seperti yang diharapkan, namun kami mengharapkan masyarakat atau pihak yang berkepentingan bisa mendapat gambaran tentang hasil yang telah dicapai oleh Balai Pemasyarakatan Kelas II Subang dalam melakukan berbagai kegiatan baik yang berkaitan dengan pengelolaan Keuangan Tahun 2021 dan kegiatan yang berkaitan dengan Tugas Balai Pemasyarakatan Kelas II Subang dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Mudah- mudahan dimasa datang dengan adanya masukan dari masyarakat atau pihak yang berkepentingan terhadap LKIP ini, penyempurnaan akan terus dilakukan.

Balai Pemasyarakatan Kelas II Subang telah berupaya untuk mewujudkan Masyarakat Agar Memperoleh Kepastian Hukum, agar dapat berintegrasi secara sehat dengan masyarakat, sehingga dapat berperan kembali sebagai anggota masyarakat yang bebas dan bertanggung jawab.

Upaya berkelanjutan tetap akan dilakukan dalam rangka terpenuhi dan terwujudnya pelaksanaan Tugas dan Fungsi Balai Pemasyarakatan Kelas II Subang sebagaimana diharapkan. Kiranya LKIP Balai Pemasyarakatan Kelas II Subang ini dapat memenuhi kewajiban akuntabilitas dan menjadi sumber informasi dalam pengambilan keputusan guna peningkatan kinerja.

(30)

Demikian Laporan Kinerja Balai Pemasyarakatan Kelas II Subang Tahun 2021 disampaikan untuk menjadi bahan evaluasi

Kepala Balai Pemasyarakatan,

TENDI KUSTENDI

NIP. 197201201996031001

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Citra luar akan tetap dikenali apabila tidak digunakan nilai ambang karena pada proses pengenalan, jarak Euclidean tetap akan menghitung citra dengan nilai jarak

LKj Balai Layanan Usaha Produksi Perikanan Budidaya (BLUPPB) Karawang disusun dalam rangka memberikan informasi tentang pencapaian kinerja di bidang perikanan

Laporan Penyusunan IKM Balai Karantina Pertanian Kelas II Tarakan Semester II Tahun 2015 ini diharapkan dapat menginformasikan gambaran secara umum tentang

Penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKj- IP) Dinas Perumahan dan Kawasan permukiman Kabupaten Demak disusun guna memberikan gambaran tentang pencapaian kinerja Dinas

Tujuan dari tugas akhir ini adalah merancang produk S-LUCY agar dapat dikontrol secara online serta jarak jauh dengan menggunakan tiga modul pendukung sebagai

Untuk itu, dalam bagian pertama akan dijelaskan munculnya gerakan reformasi, pemahaman masyarakat indonesia tentang reformasi,di mana gereja-gereja di indonesia menjadi bagian

Pengisian air ke dalam sprayer kemudian dilanjutkan dengan pengisian herbesida Trendy 2 gr dan Supretox 80 cc dengan menggunakan botol takaran kemudian diaduk

1) APBN merupakan wujud pengelolaan keuangan negara yang ditetapkan tiap tahun dengan undang- undang. 2) APBN terdiri atas anggaran pendapatan, anggaran