• Tidak ada hasil yang ditemukan

Manajemen Aset dan Rebutan Aset Daerah.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Manajemen Aset dan Rebutan Aset Daerah."

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)
(4)

Manajemen Aset dan Rebutan Aset Daerah Oleh : Sulaeman Rahman

Beberapa pekan yang lalu, harian PR memberitakan mengenai telah selesainya rebutan aset daerah antara Pemkot Tasikmalaya dengan Pemkab Tasikmalaya. Beberapa bulan sebelumnya di harian PR ini pula terekam rebutan aset antara Pemkot Cirebon dengan Pemkab Cirebon. Mungkin ada banyak lagi konflik yang lainnya yang belum terungkap pada tulisan ini mengenai rebutan aset ini. Muncul pertanyaan mengapa terjadi rebutan aset? Dan Bagaimana mencari solusi agar tidak terjadi rebutan antar Pemerintah Daerah di Republik tercinta ini , khususnya pada pasca reformasi ini. Sangat disayangkan bila waktu , tenaga , dan dana digunakan untuk memperebutkan aset yang sebenarnya milik rakyat Indonesia, yang seharusnya bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh pihak-pihak yang diberi amanat oleh rakyat.

Aset atau aktiva didefinisikan sebagai sumber daya yang dikuasai oleh Pemerintah Daerah sebagai hasil dari peristiwa masa lalu. Adapun dimilikinya aset oleh Pemerintah Daerah bertujuan untuk memperoleh manfaat ekonomis masa depan atau jasa potensial yang mengalir masuk ke Pemerintah Daerah. Dan pada akhirnya bahwa tujuan tersebut agar rakyat menjadi sejahtera. Berdasarkan hal tersebut maka tidak aneh bahwa Kepala Daerah berjuang untuk bisa memiliki aset sebanyak mungkin agar rakyat yang dipimpinya sejahtera.

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini berjudul analisis yuridis otonomi daerah berbasis Kapasitas Lokal, Studi Tentang Model Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Puncak

Sebagai upaya tindak lanjut dalam pelaksanaan revitalisasi proses desentralisasi dan otonomi daerah perlu didorong terwujudnya pelaksanaan kebijakan desentralisasi

Pembahasan tentang Peran Kepemimpinan Kepala Daerah dalam pelaksanaan otonomi daerah dan desentralisasi fiskal, terutama dalam mengefektifkan desentralisasi

Menurut Mardiasmo (2002, h.241) menjelaskan bahwa pengawasan aset daerah diperlukan untuk menghindari penyimpangan perencanaan maupun pengelolaan aset yang dimiliki

Manajemen aset pemerintah daerah dapat dibagi dalam lima tahap kerja yang meliputi; inventarisasi aset, legal audit, penilaian aset, optimalisasi pemanfaatan dan

Menurut Mardiasmo (2002, h.241) menjelaskan bahwa pengawasan aset daerah diperlukan untuk menghindari penyimpangan perencanaan maupun pengelolaan aset yang dimiliki

Berdasarkan pemaparan hasil analisis mengenai Manajemen Aset Daerah melalui Pengamanan Barang Milik Daerah pada Aset Tidak Bergerak di Dinas Pengelolaan Bangunan

• Desentralisasi Fiskal: Desentralisasi fiskal merupakan bagian dari otonomi daerah yang melibatkan penyerahan wewenang dalam pengelolaan keuangan daerah, termasuk pemungutan pajak dan