• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II BILANGAN BULAT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "BAB II BILANGAN BULAT"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

BAB II BILANGAN BULAT

bilangan bulat negatif bilangan nol bilangan bulat positif

Bilangan bulat terdiri dari

- Bilangan bulat positif : { 1, 2, 3, 4, ...} - Bilangan bulat negatif : {...., -4, -3, -2, -1} - Bilangan nol : {0}

Setiap bilangan bulat mempunyai satu lawan bilangan bulat. Dua bilangan bulat dikatakan berlawanan apabila dua bilangan bulat tersebut dijumlahkan hasilnya nol (0).

Bilangan Bulat

Sifat-sifat urutan bilangan bulat

1. Sifat Komparabilitas

a = b  a sama dengan b, artinya titik a dan b terletak pada titik yang sama pada garis bilangan

(2)

a < b  a kurang dari b, artinya titik a terletak di sebelah kiri titik b pada garis bilangan

• a

• b

a > b  a lebih dari b, artinya titik a terletak di sebelah kanan titik b pada garis bilangan

• b

a 2. Sifat Transitif

a < b dan b < c , maka a < c

atau

a < b < c maka a < c  a, b,c adalah anggota bilangan bulat

Jika a kurang dari b dan b kurang dari c maka a kurang dari c a <b b < c

• a

• b

• c

a < c

contoh:

4 < 5 < 6  4 < 5 dan 5 < 6, maka 4 < 6

(3)

3. Sifat penjumlahan pada urutan

Jika a < b, maka a + c < b + c

c c

a a + c • •

b b + c

a < b

a + c < b + c

contoh :

7 < 9, maka 7 + 2 < 9 + 2  9 < 11

4. Sifat perkalian pada urutan

- jika a < b, maka a x c < b x c, untuk c bilangan bulat positif contoh: - 5 < 1, maka -5 x 2 < 1 x 2  -10 < 2

- jika a < b, maka a x c > b x c, untuk c bilangan bulat negatif

contoh: - 5 < 1, maka -5 x -2 > 1 x -2  10 > -2

- jika a < b atau a > b maka a x c = b x c , untuk c bilangan nol (0) contoh : 3 < 5, maka 3 x 0 = 5 x 0

-1 > -2, maka -1 x 0 = -2 x 0

Sifat-sifat Operasi Hitung Bilangan Bulat

1. Sifat Komutatif (pertukaran)

- Pada penjumlahan

a + b = b + a

contoh: 4 + 8 = 8 + 4

(4)

2. Sifat Asosiatif (pengelompokan)

- Pada penjumlahan

a + (b + c) = (a + b) + c

contoh: 4 + ( 5 + 6) = ( 4 + 5 ) + 6 = 15

- Pada perkalian

a x (b x c ) = (a x b) x c

contoh : 4 x (5 x 6) = ( 4 x 5) x 6 = 120

3. Unsur Identitas ( elemen netral)

- Pada penjumlahan

Unsur identitas pada penjumlahan adalah 0

contoh : 7 + 0 = 7

- Pada perkalian

Unsur identitas pada perkalian adalah 1

contoh : 7 x 1 = 7

4. Sifat Distributif (penyebaran)

- Pada operasi perkalian terhadap penjumlahan a x (b + c ) = (a x b ) + ( a x c )

contoh: 2 x ( 3 + 4 ) = (2 x 3 ) + ( 2 x 4 ) = 14

- Pada operasi perkalian terhadap pengurangan a x (b - c ) = (a x b ) - ( a x c )

contoh: 5 x ( 7 - 6 ) = (5 x 7 ) - ( 5 x 6 ) = 5

Operasi Hitung Bilangan Bulat

1. Penjumlahan

* + ditambah + = +

(5)

* + ditambah - , hasilnya ada 3 kemungkinan:

- jika angka bilangan bulat positifnya lebih besar dari angka bilangan bulat negatifnya hasilnya adalah positif

contoh: 4 + (-2) = 2

- jika angka bilangan bulat negatifnya lebih besar dari angka bilangan bulat positifnya hasilnya adalah negatif

contoh: 4 + (-5) = -1

- jika angka bilangan bulat positifnya sama dengan angka bilangan bulat negatifnya hasilnya adalah nol

contoh: 4 + (-4) = 0

Penjumlahan dua bilangan bulat dengan garis bilangan:

(6)

-Arah anak panah ke kiri  nilai negatif Arah anak panah ke kanan  nilai positif

2. Pengurangan

Jika bilangan bulat positif dikurangi bilangan bulat positif hasilnya ada 3 kemungkinan:

- jika angka yang dikurang lebih besar dari angka bilangan pengurang maka hasilnya positif

contoh : 5 – 3 = 2 ( 5 = angka yang dikurang, 3 = pengurang)

- jika angka yang dikurang lebih kecil dari angka bilangan pengurang maka hasilnya negatif

contoh : 3 – 5 = -2

- jika angka yang dikurang sama dengan angka bilangan pengurang maka hasilnya nol

contoh : 3 – 3 = 0

3. Perkalian

* (+) x (+) = (+)

contoh: 4 x 5 = 20

* (-) x (-) = (+)

contoh: - 2 x (-4) = 8

* (+) x (-) = (-)

contoh: 4 x (-5) = -20

* (-) x (+) = (-)

contoh: - 2 x 4 = - 8

4. Pembagian

* (+) : (+) = (+)

(7)

* (-) : (-) = (+)

contoh: - 20 : (-10) = 2

* (+) : (-) = (-)

contoh: 40 : (-5) = -8

* (-) : (+) = (-)

Referensi

Dokumen terkait

Pembulatan bilangan ke dalam puluhan terdekat dilakukan dengan cara dihilangkan apabila nilai bilangan satuannya ada di bawah 5 (4, 3, 2, 1) dan menarik pada angka puluhan di

Selain mempelajari tentang operasi hitung bilangan bulat, pada bab ini akan dibahas juga mengenai bilangan prima yang dihubungkan dengan mencari FPB dan KPK dari sebuah bilangan

[r]

[r]

Apabila dua buah bilangan bulat ditambahkan maka hasilnya adalah bilangan

Bilangan yang lebih kecil dari –14 tapi lebih besar dari –16

Dengan melihat hasil perkalian dengan pola bilangan di atas dengan cermat, tampak bahwa hasil kali dua bilangan bulat yang berbeda tanda adalah bilangan bulat

Perkalian bilangan bulat negatif dengan bilangan bulat positif hasilnya adalah bilangan bulat negatif sesuai dengan tidak melakukan (negatif) perbuatan baik