LAPORAN PENDAMPINGAN KELUARGAKKN-PPM REGULAR PERIODE XII TAHUN 2016
DESA : BERINGKIT
KECAMATAN : MARGA
KABUPATEN : TABANAN
NAMA MAHASISIWA : NI MADE MEGA SUASTI RAHAYU
NIM/FAKULTAS : 1311205009/TEKNOLOGI PERTANIAN
LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (LPPM)
ii
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadiran Tuhan Yang Maha Esa karna
berkat rahmat-Nya kegiatan KKN PPM Periode XIII dapat berjalan dengan lancar.
Adapun KKN PPM ini terdiri dari kegiatan pemberdayaan kepada masyarakat di
Desa Beringkit serta pendampingan keluarga di Banjar Beringkit, Desa Beringkit
Tabanan.
Dalam penyelesaian Keluarga Dampingan, penulis banyak mendapatkan
bantuan dari berbagai pihak, yaitu :
1. Bapak Tedi Erviantono, S.IP., M.Si selaku Dosen Pembimbing Lapangan
yang telah memberikan dukungan, pengarahan, dan pendampingan terhadap
penulis sehingga dapat menyelesaikan program dengan baik.
2. Bapak I Gede Putu Suarta, S.E selaku Perbekel Desa Beringkit yang
membantu penulis dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi dalam
pelaksanaan program.
3. Bapak I Made Desa, selaku keluarga dampingan yang telah bekerjasama
dengan baik dan terbuka sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar.
4. Teman-teman KKN PPM Periode XIII di Desa Beringkit yang telah
memberikan semangat dan pendapat dalam pemecahan masalah yang penulis
hadapi.
Akhir kata, dengan laporan Keluarga Dampingan ini masih jauh dari
kesempurnaan. Penulis berharap semoga laporan Pendampingan Keluarga ini
dapat dimanfaatkan oleh para pihak yang terlibat dalam program ini guna
mencapai sasaran sesuai yang diharapkan.
Desa Beringkit, 26 Agustus 2016
iii DAFTAR ISI
COVER ... i
KATA PENGANTAR ... ii
DAFTAR ISI ... iii
HALAMAN PENGESAHAN... iv
BAB I GAMBARAN UMUM KELUARGA DAMPINGAN 1.1 Profil Keluarga Dampingan ... 1
1.2 Ekonomi Keluarga Dampingan ... 4
BAB II IDENTIFIKASI DAN PRIORITAS MASALAH 2.1. Permasalahan Keluarga ... 6
2.2 Masalah Prioritas ... 6
BAB III USULAN PENSOLUSIAN MASALAH 3.1. Program ... 7
3.2. Jadwal Kegiatan ... 9
BAB IV PELAKSANAAN, HASIL, DAN KENDALA PENDAMPINGAN KELUARGA 4.1 Hasil ... 11
4.2 Kendala ... 12
BAB V PENUTUP 5.1 Simpulan ... 13
iv
HALAMAN PENGESAHAN
Dengan telah selesainya kegiatan KKN- PPM Regular yang saya kerjakan, maka saya : Nama Mahasiswa : NI MADE MEGA SUASTI RAHAYU
No. Mahasiswa : 1311205009 Tanda Tangan :
Telah menyelesaikan laporan kegiatan saya selama di lokasi KKN-PPM Regular
Desa Beringkit, 26 Agustus 2016
Mengetahui/Menyetujui Mengetahui/Menyetujui DPL Desa Beringkit KKDampingan
(Tedi Erviantono, S.IP., M.Si.) (I Made Desa)
Mengetahui/Menyetujui Kepala Desa Beringkit
1 BAB I
GAMBARAN UMUM KELUARGA DAMPINGAN
1.1 Profil Keluarga Dampingan
KKN-PPM (Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan
Masyarakat) merupakan salah satu program wajib bagi mahasiswa
Universitas Udayana. Program KKN-PPM ini adalah salah satu bentuk
kegiatan pelatihan bagi mahasiswa untuk dapat menerapkan ilmu yang telah
didapat di bangku perkuliahan untuk dibagi dan diterapkan di masyarakat.
Melalui program KKN-PPM, mahasiswa diharapkan mampu hidup dan
menyesuaikan diri ditengah-tengah masyarakat, mengidentifikasi masalah
yang ada di masyarakat dan menyusunnya sebagai suatu program kerja,
serta mampu memberikan solusi untuk masalah tersebut sesuai dengan ilmu
yang telah didapat selama melaksanakan perkuliahan.
Progam Pendampingan Keluarga (PPK) adalah salah satu program
unggulan dalam pelaksanaan program KKN-PPM di Universitas Udayana.
PPK merupakan program pokok non-tema yang bersifat individu dan wajib
dilaksanakan oleh seluruh mahasiswa peserta KKN-PPM Universitas
Udayana. Progam Pendampingan Keluarga atau KK Dampingan
dilaksanakan dengan tujuan agar mahasiswa mampu membantu
memberdayakan keluarga yang memiliki tingkat kesejahteraan yang kurang
memadai, baik dari segi ekonomi, kesehatan, pendidikan maupun
permasalahan keluarga melalui pembinaan, agar nantinya dapat membangun
keluarga yang lebih sejahtera dan bahagia.
Pada masa KKN-PPM Periode XIII Tahun 2016, penulis mendapat
lokasi di Desa Beringkit, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan. Dan
untuk Program Pendampingan Keluarga atau KK Dampingan
masing-masing mahasiswa KKN-PPM periode XIII Tahun 2016 yang mendapat
lokasi di Desa Beringkit wajib untuk mendampingi masing-masing 1
Keluarga yang memiliki tingkat kesejahteraan yang rendah (ekonomi
rendah). Desa Beringkit terbagi menjadi 4 Dusun atau Banjar, yaitu Banjar
2
Belayu. Dari ke-4 Banjar tersebut, penulis berkesempatan untuk
mendampingi salah satu keluarga yang bertempat tinggal di Banjar
Beringkit dengan kepala keluarga yang bernama I Made Desa. Bapak Made
Desa adalah seorang buruh tani serabutan. Beliau menggarap sawah atau
kebun milik orang lain. Dalam sebulan, beliau hanya bekerja kurang lebih
selama 15 kali dengan upah maksimal yang diterima per hari sebanyak Rp
100.00. Bapak Made Desa memiliki 1 orang istri bernama Made Suparmi
dan 4 orang anak. Dimana, 2 putri bapak Made Desa sudah menikah dan
tidak tinggal bersama beliau lagi.
Tabel 1. Profil Keluarga Dampingan
No Nama Status Umur/Tgl Lahir
Pendidikan
Terakhir Pekerjaan Keterangan
1. I Made
Desa
Menikah 59 Tahun Tamat SD/
Sederajat
Petani Kepala Keluarga
/Suami Ibu Suparmi
2. Made
Suparmi
Menikah 56 Tahun Tamat SD/
Sederajat
Ibu Rumah Tangga
Istri Pak Made Desa
3 Wayan Arinati
Menikah 37 Tahun Tamat SMA/Seder
ajat
- Anak I/
Menikah Keluar Desa
Beringkit
4 Made
Artiyani
Belum Kawin
35 Tahun SD Tidak
Bekerja
Anak II
5 Nyoman Renayanti
Menikah 30 Tahun Tamat SMA/Seder
ajat
- Anak III/
Menikah Keluar Desa
Beringkit
6 Ketut
Sandikaya sa
Menikah 27 Tahun Tamat
SMA/Seder ajat
Tukang Ukir
Anak IV
7 Ni Wayan
Widya Astuti
Menikah 25 Tahun Tamat
SMA/Seder ajat
- Menantu Pak
Made Desa/Istri Ketut Sandikayasa
8 Ni Putu
Lidya Santi Sari Dewi
Belum Kawin
1,5 tahun - - Anak Pak
Sandikayasa & Ibu Widya
Bapak Made Desa saat ini tinggal bersama seorang istri, 2 orang anak,
3
bapak Made Desa yang bernama Arinati dan Renayanti sudah menikah dan
tidak tinggal bersama beliau. Istri bapak Made Desa hanya ibu rumah tangga
biasa, beliau tidak bekerja dan hanya mengurus keluarga. Anak perempuan
Bapak Made Desa yang bernama Made Artiyani yang berusia 35 tahun juga
tidak bekerja, beliau hanya mengecap pendidikan Sekolah Dasar dan belum
menikah. Ketut Sandikayasa putra tunggal bapak Made Desa bekerja
sebagai tukang ukir yang mana penghasilan yang diperoleh sekitar Rp.
2.000.00.
Bapak Made Desa adalah seorang kepala keluarga yang menghidupi 5
orang anggota keluarganya, beliau adalah seorang pekerja keras. Walaupun
anak laki-laki dari bapak Made Desa sudah bekerja, namun penghasilannya
dipergunakan untuk menghidupi keluarganya, karena beliau sudah memiliki
istri dan anak yang masih bayi. Dalam 1 bulan, penghasilan yang diperoleh
Bapak Made Desa kurang lebih sebesar Rp 1.500.00. Penghasilan tersebut
dipakai untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari untuk seluruh
keluarga, menanggung kebutuhan istri serta anak perempuan beliau yang
tidak bekerja.
Keluarga bapak Made Desa tinggal di rumah yang memiliki 2 kamar,
dan 1 bale dengan halaman yang lumayan luas. Namun kebersihan dari
rumah tersebut kurang terjaga, ditambah lagi terdapat beberapa ekor ayam
yang berkeliaran dirumah, sehingga kotoran ayam banyak berserakan. Hal
tersebut sebenarnya kurang baik, karena dirumah tersebut terdapat seorang
bayi. Dalam memenuhi kebutuhan hidup keluarga, bapak Made Desa juga
terbantu dengan adanya bantuan dari pemerintah, yaitu bantuan berupa
penerimaan beras raskin sebanyak 15 kg, walaupun harus tetap membayar
sebesar Rp 24.000.
1.2 Ekonomi Keluarga Dampingan 1.2.1 Pendapatan Keluarga
Pendapatan yang diperoleh bapak Made Desa paling tinggi
sebesar Rp 1.500.00 setiap bulannya (kurang lebih 15 kali kerja),
4
penghasilan kurang lebih sebesar Rp 2.000.00. Penghasilan Bapak
Made Desa tersebut digunakan untuk membiayai istri, anak
perempuan beliau, kebutuhan makan sehari-hari, kerohanian dan
sosial. Sedangkan penghasilan Ketut Sandikayasa sebagian besarnya
digunakan untuk memenuhi kebutuhan istri dan anaknya yang masih
bayi.
Penghasilan bapak Made Desa diperoleh dari hasil kerjanya
sebagai buruh tani serabutan. Sedangkan putra beliau bekerja sebagai
tukang ukir.
1.2.2 Pengeluaran Keluarga
Keluarga Bapak Made Desa tergolong dalam keluarga
sederhana, mereka memprioritaskan biaya kebutuhan primer yang
harus mereka keluarkan setiap bulannya, seperti kebutuhan
sehari-hari, kesehatan, kerohanian dan sosial.
- Kebutuhan Sehari-hari
Keluarga bapak Made Desa dalam sehari mengeluarkan
biaya dapur kurang lebih sebesar Rp 25.000. untuk biaya listrik
sebesar Rp 60.000 perbulan dan biaya air sebesar Rp 15.000
perbulan.
-Kesehatan dan Lingkungan
Untuk kesehatan, keluarga Bapak Made Desa
mendapatkan bantuan berupa JKBM dari pemerintah jadi jika
bapak atau istrinya sakit, beliau tidak perlu membayar biaya
pengobatan. Sedangkan untuk keperluan kebersihan lingkungan,
bapak Made Desa tidak mematok biaya tetapnya.
- Kerohanian
Untuk kebutuhan kerohanian, keluarga Bapak Made Desa
selalu membuat sendiri perlengkapan upakara yang beliau
perlukan sehingga beliau dapat menghemat biaya, karena
5
- Sosial
Jika di Banjar ada Upacara Yadnya atau jika ada yang
meninggal, keluarga Bpak Made Desa biasa mengeluarkan dana
6 BAB II
IDENTIFIKASI MASALAH DALAM PENDAMPINGAN KELUARGA
2.1 Permasalahan Keluarga
Dari hasil kunjungan kepada keluarga Bapak Made Desa,
permasalahan keluarga yang dihadapi adalah permasalahan ekonomi. Uang
yang diperoleh beliau hanya cukup untuk kehidupan sehari-hari. Namun, di
jaman sekarang ini, biaya kerohanian serta harga bahan-bahan pangan
semakin meningkat, ditambah lagi bapak Made Desa harus menanggung
biaya hidup istri dan putrinya yang tidak bekerja dan belum menikah. Bukan
hanya itu, bapak Made Desa juga tidak bisa menyimpan uang jika ada
kebutuhan mendadak baik yang menyangkut masalah kesehatan, lingkungan
maupun kerohanian dikarenakan uang hasil kerja yang diperoleh beliau
pas-pasan.
Selain masalah ekonomi, masalah pemeliharaan kebersihan
lingkungan rumah juga menjadi sesuatu yang diutamakan. Hal ini
dikarenakan di rumah kediaman bapak Made Desa terdapat seorang bayi
yang sangat rentan terserang penyakit.
2.2 Masalah Prioritas
Masalah ekonomi memang dominan menjadi masalah prioritas yang
dihadapi warga yang hidup di Desa. Ditambah lagi, bapak Made Desa hanya
bekerja menjadi buruh tani serabutan, yang dalam sebulan hanya bekerja
sekitar 15 kali. Beliau menggarap sawah atau kebun milik orang lain.
Walaupun putra tunggal bapak Made Desa bekerja, tetapi penghasilannya
diutamakan untuk istri dan anaknya. Karena di jaman sekarang ini biaya
perawatan bayi lumayan mahal, selain itu biaya pendidikan juga tergolong
tinggi, sehingga putra beliau yaitu bapak Ketut Sandikayasa yang bekerja
sebagai tukang ukir harus menyisihkan hasil kerjanya untuk jaminan
7 BAB III
USULAN PENSOLUSIAN MASALAH
3.1 Program
Program yang dilaksanakan selama mendampingi keluarga bapak
Made Desa diantaranya program tukar pikiran mengenai masalah ekonomi,
memberikan usulan mengenai masalah ekonomi yang dihadapi keluarga
tersebut, serta memberikan usulan mengenai masalah kebersihan lingkungan
rumah.
3.1.1 Program Tukar Pikiran Mengenai Masalah Ekonomi
Selama penulis mendampingi keluarga bapak Made Desa,
penulis banyak bertukar pikiran mengenai masalah ekonomi. Penulis
berdiskusi tentang pengeluaran apa saja yang biasa dikeluarkan oleh
keluarga bapak Made Desa dalam sebulan, serta bagaimana cara
keluarga beliau mengelola keuangan untuk dipakai memenuhi
kehidupan sehari-hari.
Selain berdiskusi penulis juga memberikan beberapa saran
kepada keluarga bapak Made Desa mengenai beberapa saran
pengelolaan keuangan dalam keluarga. Sehingga, saat ada kebutuhan
yang mendesak, keluarga bapak Made Desa tidak akan kelabakan
dalam menanganinya.
3.1.2 Usulan Mengenai Masalah Ekonomi
Masalah ekonomi yang dihadapi keluarga bapak Made Desa
memang merupakan masalah umum yang dihadapi keluarga dengan
ekonomi menengah ke bawah. Keluarga bapak Made Desa belum
bisa mengelola keuangan dalam keluarga dengan maksimal.
Mengenai masalah tersebut, penulis dapat memberikan beberapa
saran untuk sedikitnya dapat membantu menstabilkan pengeluaran
dan pemasukan dalam pemenuhan kebutuhan keluarga bapak Made
Desa.
Dalam sebulan, bapak Made Desa mendapat penghasilan
8
memenuhi kebutuhan sehari-hari. Seperti biaya makan, air, listrik,
keroanian, sosial dan lain sebgainya. Keluarga bapak made Desa
memang mendapat bantuan beras raskin setiap bulannya, namun
keluarga bapak Made Desa masih tergolong kurang maksimal dalam
mengelola uang penghasilan yang diperoleh bapak Made Desa.
Maka dari itu, penulis menyarankan kepada keluarga bapak Made
Desa untuk melakukan perkiraan pengeluaran di awal bulan serta
membuat tabungan yang nantinya akan sangat berguna jika ada
kebutuhan mendesak di masa mendatang. Selain itu penulis juga
menyarankan agar istri dari bapak Made Desa yaitu ibu suparmi
untuk menanam tanaman toga seperti jahe ataupun daun sirih yang
dapat dibuat menjadi pelawa yaitu daun sirih dan daun pelawa,
sehingga pelawa tersebut dapat dijual dan dapat membantu
meringankan beban bapak Made Desa. Penulis mengusulkan hal
tersebut dikarenakan, membuat pelawa adalah pekerjaan yang
tergolong mudah dan dapat dilakukan dirumah, sehingga ibu
Suparmi masih bisa tetap tinggal dirumah, mengurus cucu dan
keluarga tetapi sambil bekerja.
3.1.3 Usulan Mengenai Masalah Kebersihan Lingkungan Rumah Selain masalah ekonomi, dari hasil pengamatan penulis, rumah
keluarga bapak Made Desa juga kurang terjaga kebersihannya,
padahal di rumah keluarga bapak Made Desa terdapat seorang bayi.
Untuk masalah tersebut, penulis memberikan saran agar keluarga
bapak Made Desa juga mengutamakan masalah kebersihan
lingkungan rumah dengan cara lebih rajin dalam membersihkan
rumah, menjaga pola hidup sehat, serta memperhatikan setiap
makanan yang dikonsumsi. Namun selain itu, karena selama
pendampingan penulis banyak melihat ayam berkeliaran dan
kotorannya berserakan, penulis juga menyarankan agar bapak Made
9 3.2 Jadwal Kegiatan
Dari program KK dampingan, agar setiap kegiatan dapat berjalan dan
terstruktur dengan baik, pendamping telah membuat suatu agenda kegiatan.
Terlampir
Nama KK Dampingan : I Made Desa
Desa : Banjar Beringkit, Kec. Marga, Kab. Tabanan
Nama Mahasiswa : Ni Made Mega Suasti Rahayu
NIM : 1311205009
Adapun jadwal kegiatan KK Dampingan selama 5 minggu masa KKN
[image:13.595.140.525.332.759.2]adalah:
Tabel 2. Jadwal Kegiatan Kunjungan KK Dampingan
NO TANGGAL KEGIATAN WAKTU
(JAM)
1 23 Juli 2016 Bertemu Kelian Banjar Beringkit
untuk meminta rekomendasi mengenai KK dampingan
3
2 24 Juli 2016 Survey dan perkenalan dengan KK
dampingan (I Made Desa).
3
3 25 Juli 2016 Mengenal kepribadian Bapak Made
Desa lebih dekat.
3
4 26 Juli 2016 Kunjungan dan mengenal kegiatan
keseharian dari keluarga Bapak Made Desa
3
5 28 Juli 2016 Berkunjung dan mengamati
lingkungan rumah keluarga bapak Made Desa
2
6 29 Juli 2016 Berbincang-bincang dengan KK
dampingan mengenai kehidupan sehari-hari
4
7 30 Juli 2016 Berkunjung dan menemani kegiatan
keseharian dari KK dampingan
3
8 31 Juli 2016 Berbincang-bincang mengenai
masalah ekonomi dari KK dampingan
4
9 1 Agustus
2016
Melakukan kunjungan dan membantu KK dampingan
5
10 2 Agustus
2016
Berkunjung, berbincang-bincang dan bertukar pikiran
4
11 3 Agustus
2016
Berkunjung, mengikuti kegiatan keseharian dan memberikan motivasi
10
12 6 Agustus
2016
Berbincang-bincang mengenai kehidupan KK Dampingan
2
13 7 Agustus
2016
Berkunjung dan memberikan saran mengenai masalah kebersihan lingkungan rumah
3
14 9 Agustus
2016
Berkunjung dan berbincang-bincang 1
15 10 Agustus
2016
Berbincang dan Memberikan saran mengenai cara mengatur keuangan agar selalu stabil
2
16 11 Agustus
2016
Berbincang dan memeberikan motivasi kepada KK dampingan
2
17 15 Agustus
2016
berkunjung dan memberikan penjelasan mengenai pentingnya kebersihan lingkungan
3
18 18 Agustus
2016
Berkunjung dan melakukan
pembersihan area lingkungan rumah
4
19 19 Agustus
2016
Berkunjung dan berbincang mengenai pengaturan keuangan
4
20 20 Agustus
2016
Melakukan kunjungan dan membantu KK dampingan
3
21 22 Agustus
2016
Berkunjung dan mengikuti kegiatan harian dari keluarga bapak Made Desa
6
22 23 Agustus
2016
Berkunjung dan berbincang-bincang serta memberikan saran agar
keluarga bapak Made Desa
melakukan penanaman tanamantoga seperti jahe dan sirih
2
23 24 Agustus
2016
Berkunjung dan memberikan saran mengenai penanaman daun sirih dan daun pelawa untuk dapat dijadikan pelawa (salah satu sarana untuk membuat canang)
6
24 25 Agustus
2016
Berkunjung, mengobrol dan menyerahkan tanaman daun sirih agar dapat dikembangkan dan digunakan untuk membuat pelawa
6
25 26 Agustus
2016
Berkunjung, berbincang mengenai pesan dan kesan keluarga bapak Made Desa selama didampingi.
3
26 27 Agustus
2016
Berkunjung dan mengucapkan salam perpisahan dan pemberian sedikit bantuan berupa sembako.
4
11 BAB IV
PELAKSANAAN PENDAMPINGAN KELUARGA
Pelaksanaan kegiatan KK Dampingan dilakukan penulis selama masa
kegiatan KKN PPM Universitas Udayana yaitu dari tanggal 23 Juli hingga 29
Agustus 2016. Penulis biasanya melakukan kunjungan di siang atau sore hari,
walaupun bapak Made Desa selaku kepala keluarga lebih sering bekerja di pagi
dan siang hari, namun pendamping tetap bisa berkunjung dikarenakan istri dan
anak perempuan beliau selalu tinggal dirumah, sehingga pendamping dapat tetap
berkunjung dan saling bertukar pikiran.
Kunjungan yang dilakukan penulis juga dijadwalkan dan waktunya diatur
agar tidak mengganggu keluarga bapak Made Desa serta menyesuaikan dengan
program-program lain dalam kegiatan KKN PPM Universitas Udayana. Dengan
keterbatasan waktu tersebut, penulis selaku pendamping tetap berusaha untuk
sesering mungkin mengunjungi keluarga yang didampingi.
4.1 Hasil
4.1.1 Pendampingan Keluarga Bidang Ekonomi
Selama pendampingan, penulis hanya dominan mampu untuk
saling bertukar pikiran dan memberikan beberapa saran untuk
meringankan masalah ekonomi. Berdasarkan hasil dari kegiatan
pendampingan yang dilakukan selama 5 minggu ini memang belum
menunjukkan hasil yang sesuai dengan apa yang diharapkan, karena
dalam mengatasi permasalahan ekonomi, memerlukan waktu yang
tidak singkat. Tetapi penulis telah berusaha memberikan bantuan
berupa solusi mengenai perhitungan biaya serta solusi untuk
menabung untuk simpanan kebutuhan mendadak di masa
mendatang, yang diharapkan nantinya akan mampu menstabilkan
setiap pengeluaran dan pemasukan yang dibutuhkan oleh keluarga
bapak Made Desa. Selain itu, pendamping juga telah memberikan
12
dijadikan pelawa untuk dijual, sehingga penghasilan tambahan dapat
diperoleh.
4.1.2 Pendampingan Keluarga Bidang Kesehatan dan Kebersihan Hasil dari kegiatan pendampingan keluarga di bidang
kesehatan dan kebersihan lebih terlihat hasilnya dibanding dengan
bidang ekonomi, selama 5 minggu proses pendampingan, masalah
kebersihan rumah sudah sedikit demi sedikit dapat teratasi, walaupun
untuk pembuatan kandang ayam masih belum terlaksana dengan
baik.
4.2 Kendala
Kendala yang dihadapi selama pendampingan keluarga dari Bapak
Made Desa adalah masalah waktu kunjungan yang perlu disesuaikan pula
dengan jadwal kegiatan dari program-program KKN lainnya di Desa
Beringkit, sehingga waktu kunjungan tidak dapat dilakukan terlalu intens.
Selain itu, dikarenakan penulis selaku pendamping masih bergantung
dengan biaya orang tua, penulis tidak terlalu mampu untuk memberikan
batuan secara materiil sehingga bantuan yang diberikan hanya berupa
pendampingan secara umum, tukar pikiran, pemberian motivasi, pemberian
bibit tanaman sirih, pemberian sembako serta pemberian beberapa saran
untuk dapat sedikit meringankan masalah di bidang ekonomi dan kebersihan
13 BAB V PENUTUP
5.1 Simpulan
Berdasarkan topik yang telah dijelaskan di atas, dapat disimpulkan
bahwa keluarga bapak Made Desa sebagai keluarga dampingan memiliki
masalah di bidang ekonomi dan kebersihan lingkungan. Bantuan yang dapat
diberikan penulis selaku pendamping adalah dengan cara bertukar pikiran
dan berbincang mengenai masalah tersebut, memberikan motivasi,
memberikan bibit tanaman sirih serta memeberikan beberapa saran untuk
meringankan masalah ekonomi keluarga bapak Made Desa..
5.2 Rekomendasi
Rekomendasi atau saran yang yang dapat diberikan sebagai tidak
lanjut kepada keluarga dampingan antara lain, memberikan saran kepada
keluarga bapak Made Desa agar membuat perkiraan pengeluaran di awal
bulan serta membuat tabungan untuk kedepannya dapat digunakan jika ada
keperluan mendesak. Selain itu, disarankan pula istri bapak Made Desa agar
membuat usaha penjualan pelawa siap pakai, untuk menambah penghasilan.
Pendamping juga menjelaskan dan memberikan saran mengenai pentingnya
menjaga kebersihan lingkungan, serta memotivasi bapak Made Desa agar
tetap bersemangat dalam menjaga dan menafkahi keluarganya ditengah
keterbatasan yang dihadapinya. Karena di luar sana masih banyak keluarga