PEDOMAN PENYELENGGARAAN SERTIFIKASI USAHA PARIWISATA BAB I PENDAHULUAN
Teks penuh
Garis besar
Dokumen terkait
Maka, penelitian ini mencoba untuk meneliti dan membahas tentang Pengaturan dan Pelaksanaan Standardisasi dan Sertifikasi Usaha Jasa Pariwisata di Kota Bukittinggi yang akan
Maka, penelitian ini mencoba untuk meneliti dan membahas tentang Pengaturan dan Pelaksanaan Standardisasi dan Sertifikasi Usaha Jasa Pariwisata di Kota Bukittinggi yang akan
Dari hasil wawancara penulis dapatkan simpulkan bahwa: ”Guru Fiqih di Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Lampung Timur telah lulus sertifikasi guru dalam jabatan dan dinyatakan sebagai
Pengklasifikasian usaha restoran bintang (bintang 1, bintang 2, & bintang 3), restoran non bintang, dan rumah makan diberikan oleh Lembaga Sertifikasi Usaha (LSU) Bidang
(1) Untuk kegiatan penyelenggaraan usaha pariwisata, pemimpin yang bersangkutan harus memiliki ijin usaha dari Kepala Daerah atau Pejabat yang ditunjuk;. (2) Sebelum mendapatkan
Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor 1 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Sertifikasi Usaha Pariwisata sebagaimana telah diubah terakhir dengan
Pemerintah Indonesia telah menetapkan standar nasional yang harus dipatuhi oleh setiap pelaku usaha dibidang pariwisata sesuai dengan yang diatur dalam Undang-Undang Nomor
1 Tahun 2016 terdapat pada Pasal 13 meliputi : a Setiap Mediator wajib memiliki sertifikat mediator yang diperoleh setelah mengikuti dan dinyatakan lulus dalam pelatihan sertifikasi