• Tidak ada hasil yang ditemukan

55 Universitas Kristen Petra

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "55 Universitas Kristen Petra"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

7.1 Tujuan dan Sasaran Pemasaran

Tujuan dari dipasarkannya produk selimut berelemen penghangat Magic Blanket adalah untuk mengenal dan memahami pelanggan dan menilai apakah produk selimut yang ditawarkan sesuai dengan kebutuhan dan keinginan pelanggan yang senantiasa ingin hidup sehat dan menjalani segala aktivitas dengan normal tanpa membebani orang lain. Sasaran pemasarannya adalah untuk memuaskan pelanggan Magic Blanket dengan menciptakan produk yang betul- betul bermanfaat bagi pemakainya yatu benar-benar bisa mengurangi rasa linu pada sendi dan tulang penderita rematik, memperlancar peredaran darah, menghilangkan keletihan, susah tidur, dan kemandulan.

7.1.1 Dimensi Volume dan Laba

Tujuan yang ingin dicapai adalah memaksimumkan pangsa pasar untuk membangun profit karena selimut berelemen penghangat adalah produk yang pertama kali muncul di pasaran.

Volume yang diproduksi diperoleh berdasarkan jumlah penduduk Surabaya berusia diatas 40 tahun yang berjumlah 634,830 ribu jiwa. Dan diperkirakan 40% dari jumlah tersebut menderita rematik-susah tidur-mandul, yaitu sebesar 253,932 ribu jiwa. Dari jumlah penderita diatas, diperkirakan 20%nya adalah golongan menengah keatas yaitu 50,786 ribu jiwa dan diperkirakan 20% mengkonsumsi obat-obat rematik yaitu sekitar 10,158-10,200 orang.

Dari data diatas, diketahui bahwa pasar potensial dari penulis adalah

sekitar 10,158-10,200 orang. Diasumsikan tiap 1 orang menggunakan 1 selimut

berarti ada 10,158-10,200 unit selimut yang harus diproduksi. Dan perbulannya,

perusahaan memproduksi 850 selimut karena diasumsikan ada kerusakan setiap

tahunnya sebesar 5% yaitu 42 unit. Sedangkan laba yang akan diperoleh penulis

adalah 30% dari HPP.

(2)

7.1.2 Dimensi Kerangka Waktu

Tujuan jangka pendek (1 tahun) Magic Blanket adalah :

ƒ Memperkenalkan sekaligus mengedukasi konsumen mengenai keberadaan Magic Blanket kepada masyarakat di kota Surabaya melalui promosi secara below the line dengan menyebarkan brosur iklan ke rumah-rumah target konsumen, mengadakan pameran di Tunjungan Plaza untuk uji coba produk secara gratis dan konsultasi gratis tentang rematik. Diharapkan dapat meningkatkan Trial Rate sebesar 50 %.

Sasaran pemasaran jangka pendek Magic Blanket adalah :

ƒ 80% penduduk kota Surabaya khususnya yang berpenghasilan diatas Rp 3.000.000 yang peduli terhadap kesehatan dan khususnya penderita rematik mengenal Magic Blanket.

Tujuan jangka panjang (3 tahun) Magic Blanket adalah :

ƒ Membangun loyalitas konsumen dengan membentuk suatu komunitas untuk latihan fisik bagi para penderita rematik untuk dapat berlatih, berkumpul dan sharing. Sementara, secara soft selling menawarkan Magic Blanket sebagai salah satu bagian dari relaksasi untuk penyembuhan rematik.

ƒ Memperluas pasar Magic Blanket menjadi business to business, dengan melakukan kerjasama dengan hotel berbintang dan rumah sakit.

Sasaran pemasaran jangka panjang Magic Blanket adalah :

ƒ Menjadi pemimpin pasar dalam kategori produk kesehatan dengan menjangkau target konsumen potensial Magic Blanket melalui pengembangan produk selimut berelemen penghangat dan promosi agar mencapai pangsa pasar sebesar 40%.

7.1.3 Dimensi Sekunder

Guna memenangkan persaingan maka Magic Blanket memberikan

pelayanan yang menambah nilai dan mutu produk yaitu dengan:

(3)

a. Memberikan pelayanan konsultasi kepada pembeli tentang jenis-jenis penyakit-penyakit rematik, metode pengobatan dan efek sampingnya.

b. Menyediakan jasa pemeliharaan dan perbaikan.

7.1.4 Dimensi Bauran Pemasaran

Menurut Philip Kotler, bauran pemasaran adalah seperangkat alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk terus-menerus mencapai tujuan pemasarannya di pasar sasaran.

Beberapa variabel yang dapat digunakan untuk mempengaruhi tanggapan pembeli antara lain:

a. Produk-produk yang ditawarkan b. Harga jual

c. Distribusi d. Promosi

Masing-masing variabel dijelaskan sebagai berikut:

a. Kebijakan Produk

Produk selimut penghangat “Magic Blanket” merupakan pengembangan produk baru dengan memodernisasi lini. Dimana Magic Blanket menggunakan bahan baku pasir silikon dan elemen penghangat yang bermanfaat bagi orang tua berusia diatas 40 tahun yang menderita penyakit rematik maupun non rematik sebagai alat relaksasi untuk mengurangi rasa nyeri/kaku pada sendi, memperlancar peredaran darah, menghilangkan keletihan, susah tidur dan menyembuhkan kemandulan.

b. Kebijakan Harga

Keputusan penetapan harga merupakan masalah utama yang dihadapi

perusahaan yang disesuaikan dengan sasaran pemasaran yaitu untuk

memaksimalkan pangsa pasar karena benefit yang terkandung dalam selimut

Magic Blanket tersebut. Oleh karena itu untuk produk selimut Magic Blanket, tim

penulis memberlakukan penetapan harga market skimming dimana sementara ini

konsumen bersedia membayar harga yang lebih tinggi karena Magic Blanket

merupakan produk selimut pertama yang bermanfaat bagi penderita rematik

(4)

karena dapat mengurangi nyeri sendi, memperlancar peredaran darah dan sebagai alat relaksasi

c. Kebijakan Distribusi

Produk selimut Magic Blanket menggunakan strategi distribusi Push yang bertujuan untuk memotivasi salesforce untuk memasarkan Magic Blanket sehingga produk ini mudah diperoleh konsumen karena luasnya daerah yang dimasuki, kecil kemungkinan kehabisan stok, lebih banyak tempat untuk barang dan kemampuan pemasaran lebih luas.

d. Kebijakan Promosi

Strategi untuk mengkomunikasikan Magic Blanket kepada masyarakat agar dikenal dan kemudian dibeli, maka digunakan strategi promosi below the line, yaitu dengan menyebarkan brosur iklan ke rumah-rumah, mengadakan pameran atau seminar. Strategi below the line dijalankan agar masyarakat mengetahui bahwa Magic Blanket ada di pasaran, untuk mengedukasi konsumen misalnya tentang manfaat dan teknologi dari Magic Blanket, tujuan dibuatnya Magic Blanket, harganya, cara penggunaan, perawatan dan garansinya.

7.2 Rencana Strategi Produk / Brand

Magic Blanket tergolong pada tahap kedewasaan pada kurva PLC (Product Life Cycle). Karena pasar produk selimut mengalami kejenuhan dengan tidak adanya sesuatu yang baru pada produk selimut ini. Pada tahap ini laba akan rendah karena penjualan yang rendah dimana tim penulis harus mengedukasi konsumen karena mereka belum pernah mengetahui tentang selimut berelemen penghangat yang dapat mencegah atau mengurangi rasa nyeri akibat rematik dsb.

Juga biaya distribusi serta promosi yang berat. Pengeluaran promosi pada level yang tertinggi karena diperlukan untuk memberi informasi kepada pembeli potensial, dan memotivasi salesforce untuk memasarkan produk tersebut.

7.2.1 Rencana Sasaran Konsumen

o Segmentasi, targeting dan posisioning

Segmentasi pasar adalah proses untuk mengklasifikasikan konsumen

ke dalam kelompok-kelompok yang memperhatikan, kebutuhan,

(5)

karakteristik, dan atau tingkah laku yang berbeda (Philip Kotler, 1987, p.

58).

Segmentasi pasar dari Magic Blanket dilakukan menurut 3 faktor, yaitu:

a. Demographic, yaitu:

• Pendapatan, Magic Blanket ini mengarah pada masyarakat golongan ekonomi menengah ke atas, khususnya orang yang memiliki pendapatan diatas Rp 3.000.000,00 per bulan dan hidup di kota-kota besar.

• Usia, pasar selimut penghangat ini adalah orang tua yang berusia diatas 40 tahun. Hal ini dikarenakan mereka rentan terhadap berbagai penyakit khususnya rematik dan mulai menyadari pentingnya kesehatan.

b. Geographic, yaitu:

• Wilayah, selimut Magic Blanket akan di pasarkan di kota Surabaya pada awalnya.

c. Benefit, yaitu:

• Sebagai alat relaksasi untuk mencegah nyeri/kaku pada sendi, memperlancar peredaran darah, menghilangkan keletihan, susah tidur dan kemandulan.

Targetting:

Menetapkan target pasar adalah tahap selanjutnya dari analisis segmentasi. Target market yaitu satu atau beberapa segmen pasar yang akan menjadi fokus kegiatan pemasaran.

Magic Blanket menetapkan fokus sasaran atau target pasarnya adalah orang-orang berusia di atas 40 tahun yang berpenghasilan di atas Rp 3.000.000,00 per bulannya, hidup di kota-kota besar (metropolitan), menyadari arti pentingnya kesehatan khususnya bagi penderita rematik yang memiliki kebutuhan akan relaksasi untuk mengurangi nyeri sendi, memperlancar peredaran darah, menghilangkan keletihan, susah tidur dan menyembuhkan kemandulan.

Positioning:

(6)

Definisi positioning sebagai berikut:

Positioning adalah tindakan yang dilakukan marketer untuk membuat citra produk dan hal-hal yang ingin ditawarkan kepada pasarnya berhasil memperoleh posisi yang jelas dan mengandung arti dalam benak sasaran konsumennya (Philip Kotler, 1997, p. 308). Magic Blanket memposisikan diri di benak konsumen bukan sebagai selimut biasa, tetapi selimut kesehatan dimana teknologi yang digunakan adalah pasir silikon dan elemen penghangat yang bermanfaat untuk mengurangi linu/nyeri pada sendi, memperlancar peredaran darah, menghilangkan keletihan, susah tidur dan menyembuhkan kemandulan.

Positioning Strategy:

Magic Blanket mengandung pasir silikon dan heater elemen yang berkhasiat mengurangi linu-linu pada sendi dan dapat memperlancar peredaran darah.

Tingkatan Segmentasi:

Magic Blanket memasuki niche marketing yang bertujuan untuk memuaskan kebutuhan konsumen yaitu penderita rematik berusia 40 tahun ke atas akan produk kesehatan yang aman, nyaman, bermanfaat untuk mengurangi sakit atau nyeri akibat rematik dan berbagai penyakit lain sehingga mereka bersedia membayar harga lebih tinggi.

Magic Blanket memiliki spesialisasi keistimewaan produk yaitu mengkhususkan diri melayani konsumen berusia 40 tahun keatas yang menderita rematik agar linu-linu dapat berkurang, peredaran darah berjalan lancar, menghilangkan keletihan, susah tidur dan menyembuhkan kemandulan.

Pola Segmentasi:

Magic Blanket tergolong dalam segmentasi homogen dimana

manfaat yang ditawarkan oleh produk ini adalah bagi orang tua diatas 40

tahun baik penderita rematik maupun non rematik yang memiliki

(7)

kebutuhan akan relaksasi guna mengurangi nyeri sendi, memperlancar peredaran darah, menghilangkan keletihan, susah tidur dan kemandulan.

7.2.2 Rencana Sasaran Pesaing 7.2.2.1 Identifikasi Pesaing

Pesaing terdiri dari 2(dua) macam yaitu pesaing langsung dan tidak langsung. Pesaing langsung berarti terdapat kesamaan antara produk tim penulis dengan produk pesaing salah satunya dari segi manfaat yaitu selimut berelemen penghangat yang dapat melancarkan peredaran darah, mengurangi rasa nyeri dan sebagai alat relaksasi. Target pasar yang dituju sama yaitu orang tua diatas 40 tahun yang terkena penyakit rematik, memiliki penghasilan diatas Rp 3.000.000,00 per bulan dan peduli terhadap kesehatan.

Yang ketiga adalah menerapkan strategi pemasaran yang sama yaitu mengedukasi konsumen dimana yang menjadi peserta adalah orang-orang yang berusia diatas 40 tahun yang berminat dan merupakan pengguna berat Magic Blanket dengan melakukan promosi secara above the line seperti iklan di radio dan media cetak dan promosi below the line seperti menyebarkan brosur, mengadakan pameran atau seminar.

Berdasarkan ciri-ciri di atas, Magic Blanket memiliki pesaing langsung.

seperti Leaves, Valentine, Ravela, Christina, Best, Elegance, Home Concept, Primer dan R&B. Dan pesaing tidak langsungnya adalah produk-produk selimut yang lain.

7.2.2.2 Mengukur Pola Reaksi Pesaing

Dalam industri selimut, pesaing-pesaing dari Magic Blanket merupakan

jenis pesaing yang reaktif dimana pesaing tidak bereaksi dengan cepat

terhadap serangan lawan. Mereka baru bereaksi bila mereka merasa mampu

untuk menyaingi lawan. Tapi satu hal yang pasti setiap pesaing jenis apapun

pasti bereaksi terhadap lawan bila produk yang diluncurkan lawan berhasil

atau sukses di pasaran. Karena itu Magic Blanket harus terus mempunyai

rencana-rencana cadangan apabila pesaing tiba-tiba melakukan perlawanan.

(8)

7.2.2.3 Menyusun Strategi Bersaing

Peran yang dimainkan oleh Magic Blanket adalah sebagai pengisi relung pasar (market nichers) dengan melayani pasar orang tua diatas 40 tahun.

Caranya adalah dengan mengembangkan dan memproduksi sendiri produknya, berinovasi terus-menerus serta mengakuisisi pesaing yang lebih kecil untuk membantu memperluas tawaran produknya

Spesialisasi Magic Blanket adalah sebagai spesialis keistimewaan produk dengan menawarkan produk yang dapat membantu orang tua berusia diatas 40 tahun agar dapat lebih bisa menikmati hidup secara mandiri tanpa menunggu bantuan orang lain atau dapat beraktivitas secara normal. Karena Magic Blanket dapat memperlancar peredaran darah dan dapat mencegah atau meringankan rasa nyeri pada sendi yang tidak dapat diberikan produk pencegahan atau penyembuhan rematik lainnya yang dapat menimbulkan kerusakan lambung dan lever juga menimbulkan trauma.

7.2.3 Rencana Fitur Produk

Magic Blanket berbeda dari produk selimut lain dalam hal teknologi, dimana Magic Blanket menggunakan pasir silikon dan elemen penghangat yang bermanfaat melancarkan peredaran darah dan mengurangi nyeri pada sendi penderita rematik daripada selimut-selimut biasa yang hanya sebagai pelengkap tempat tidur, atau digunakan hanya pada saat-saat tertentu. Magic Blanket tidak hanya berfungsi memberikan kehangatan tapi juga meningkatkan kesehatan. Sehingga pembeli tidak akan merasa rugi telah membeli Magic Blanket.

7.2.4 Rencana Proposisi Nilai 7.2.4.1 Diferensiasi Produk

Membedakan Magic Blanket dengan produk pesaing dari kualitas

produknya :

(9)

ƒ Quality Killers: Kehandalan produk

a. Reliability, yaitu dalam pembelian Magic Blanket akan diberikan garansi selama 1 tahun. Apabila terjadi kerusakan, akan diganti atau diperbaiki selama kerusakannya alami atau merupakan kesalahan dari produsen.

b.Conformance, Magic Blanket benar-benar bermanfaat untuk mengurangi nyeri sendi, memperlancar peredaran darah, menghilangkan keletihan, susah tidur dan kemandulan.

ƒ Quality Drivers: Pemicu pembelian

a. Performance, manfaat yang ditawarkan oleh Magic Blanket berbeda dengan produk selimut lain yang hanya sebagai pelengkap tidur dan penghangat di kala dingin. Magic Blanket menawarkan kesehatan bagi penggunanya karena Magic Blanket menawarkan cara penyembuhan bertahap yang alami dan tanpa efek samping.

b.Durability, dimana Magic Blanket dapat dipergunakan selama ±3 tahun selama cara penggunaan dan perawatannya tepat.

ƒ Quality Enhancers: Meningkatkan kualitas produk

a. Features, Magic Blanket menggunakan pasir silikon dan heater elemen sebagai teknologinya. Dan dengan bantuan listrik untuk menghasilkan kehangatan.

b.Serviceability, Apabila terjadi kerusakan, pembeli dapat langsung menghubungi pihak penjual atau langsung mendatangi kantor Magic Blanket. Karena produksi Magic Blanket berada di Surabaya dan baru dipasarkan di Surabaya juga.

ƒ Quality Aesthetics: Nilai tambah

a. Appearance, Magic Blanket dibuat berukuran 180x200 agar kehangatan dan manfaatnya dapat menyebar merata di seluruh tubuh.

b.Reputation, Karena Magic Blanket merupakan pendatang baru dalam

industri selimut dan sedang dalam tahap membangun awareness

masyarakat maka tim penulis harus membangun reputasi yang baik

dengan menjual produk yang benar-benar bermutu bagi konsumen dan

melayani konsumen dengan baik.

(10)

7.2.4.2 Diferensiasi Service

ƒ Reliability: yaitu dalam pembelian Magic Blanket akan diberikan garansi selama 1 tahun. Apabila terjadi kerusakan, perusahaan akan bertanggung jawab selama kerusakannya alami/kesalahan dari pabrik.

ƒ Responsiveness: yaitu perusahaan akan selalu siap dan sigap dalam menanggapi keluhan konsumen.

ƒ Assurance: Menimbulkan kepercayaan konsumen dengan memberikan kualitas dan layanan yang terbaik dan terbukti.

ƒ Empathy: Kepedulian secara individual dengan konsumen. Menghubungi konsumen untuk menanyakan komentar, keluhan atau saran, dan apakah produknya memenuhi harapan pelanggan.

ƒ Tangibles: Dipastikan bahwa Magic Blanket dapat dimanfaatkan selama maks 3 tahun. Dan tidak akan mengalami kerusakan apabila dipergunakan secara bertanggung jawab. Hasil dari penggunaan Magic Blanket sendiri tergantung dari seberapa rutin dan rajin, konsumen menggunakan Magic Blanket.

7.2.5 Rencana Posisi Produk

Magic Blanket mempergunakan strategi penentuan posisi menurut manfaat. Magic Blanket memposisikan diri sebagai selimut kesehatan berelemen penghangat baik penderita rematik maupun non rematik berusia 40 tahun ke atas yang ingin mengurangi rasa nyeri pada sendi, melancarkan peredaran darah, menghilangkan keletihan, susah tidur dan kemandulan.

7.3 Rencana Program Pendukung

7.3.1 Rencana Komunikasi Pemasaran Terpadu

Komunikasi Pemasaran (Marketing Communication) adalah penyebaran informasi tentang kehadiran, ketersediaan produknya, ciri-cirinya, serta manfaat yang dapat diperoleh target konsumen/target audience.

ƒ Target audience dari Magic Blanket adalah target market dari Magic

Blanket yaitu orang-orang yang berusia di atas 40 tahun yang

berpenghasilan di atas Rp 3.000.000,00 per bulannya, hidup di kota-kota

(11)

besar (metropolitan), menyadari arti pentingnya kesehatan khususnya bagi yang ingin mengurangi rasa nyeri/linu pada sendi, memperlancar peredaran darah, menghilangkan keletihan, susah tidur dan kemandulan.

Selain itu juga bagi konsumen potensial yaitu orang-orang yang memiliki saudara atau teman (sebagai hadiah) yang membutuhkan Magic Blanket.

ƒ Strategi komunikasi pemasarannya adalah dengan promosi above the line yaitu dengan iklan di surat kabar dan radio. Juga promosi secara below the line yaitu dengan pameran selama 1 minggu tiap bulannya selama 6 bulan.

ƒ Tujuan komunikasi pada target audience tentunya "membeli" dan "puas".

Untuk itu tim penulis menggunakan Innovation-Adoption model sebagai berikut:

a. Awareness

Pemasar bertugas untuk membangun awareness konsumen atau target audience agar mereka mengetahui adanya produk baru yang beredar di pasaran yaitu Magic Blanket. Produk selimut berelemen penghangat yang dapat menyembuhkan berbagai gejala penyakit seperti rematik, susah tidur, peredaran darah tidak lancar, keletihan dan kemandulan.

b. Interest

Setelah konsumen/audience menyadari keberadaan produk, pemasar harus menimbulkan ketertarikan konsumen akan Magic Blanket dengan memaparkan manfaat-manfaat Magic Blanket seperti dapat memperlancar peredaran darah, mengurangi nyeri sendi atau linu-linu pada tulang, menghilangkan keletihan, susah tidur dan kemandulan.

c. Evaluation

Pemasar harus berusaha meyakinkan konsumen agar mau mencoba Magic Blanket dengan menawarkan uji coba gratis Magic Blanket.

d. Trial

Apabila pemasar berhasil mendorong konsumen untuk melakukan uji

coba, pemasar harus mencari tahu apakah konsumen merasa nyaman,

cocok menggunakan Magic Blanket atau tidak. Apabila tidak, pemasar

harus mengetahui sebabnya dan berusaha memperbaiki dan

mengkomunikasikannya lagi.

(12)

e. Adoption

Penerimaan adalah tahap dimana konsumen memutuskan untuk melakukan pembelian atau tidak. Apabila konsumen merasa Magic Blanket benar-benar memberikan manfaat bagi mereka setelah mereka mencobanya. Maka mereka akan membeli Magic Blanket.

ƒ Mendisain Pesan, ada 3 hal yang harus diperhatikan:

a. Isi pesan rasional, yaitu pesannya berisi keunggulan Magic Blanket yang dapat mencegah atau mengurangi nyeri pada sendi, dapat memperlancar peredaran darah, menghilangkan keletihan, susah tidur dan kemandulan.

b. Struktur pesannya adalah two-sided arguments, yaitu pemasar tidak hanya memaparkan keunggulan produk tapi juga kelemahannya.

Keunggulannya yaitu nyeri sendi berkurang, peredaran darah berjalan lancar sehingga aktivitas berjalan secara normal. Kelemahannya yaitu tidak bisa digunakan berlama-lama karena dapat membuat kulit lecet. Atau mungkin ada keraguan bahwa Magic Blanket berbahaya untuk digunakan karena dapat pemakainya dapat tersetrum. Maka pihak penjual harus melakukan pembuktian bahwa Magic Blanket aman untuk digunakan dengan test-pan.

c. Format pesan yaitu dengan menyebarkan brosur, mengadakan pameran, iklan di surat kabar dan radio.

ƒ Media Komunikasi Magic Blanket dilakukan secara:

Personal, yaitu melalui pameran/seminar tentang Magic Blanket dengan pembicaranya adalah seorang dokter ahli tulang. Tentang fitur-fitur atau teknologi Magic Blanket, manfaatnya, cara penggunaannya dan cara perawatannya.

Non Personal, yaitu menggunakan media surat kabar dan radio. Dimana

media yang digunakan hanya membawa atau menyampaikan pesan tanpa

ada feedback (informasi tambahan atau komentar).

(13)

7.3.2 Rencana Periklanan

ƒ Tujuan iklan yaitu untuk membangun awareness dengan menyampaikan informasi kepada konsumen potensial tentang perusahaan dan Magic Blanket dimana produk ini akan memberi penjelasan tentang manfaat yang dapat diperoleh konsumen apabila menggunakan Magic Blanket, cara penggunaannya, lama penggunaan dan memberi alasan-alasan mengapa konsumen menyukai atau membeli Magic Blanket.

ƒ Anggaran iklan ditentukan berdasarkan tujuan khusus periklanan yaitu menimbulkan preferensi merek dan tugas-tugas khusus yang harus dicapai seperti memberikan alasan khusus untuk membeli Magic Blanket.

ƒ Penyusunan pesan:

Tujuan khusus iklan yaitu untuk meyakinkan konsumen potensial Magic Blanket bahwa untuk pertama kalinya mereka dapat membeli selimut yang bermanfaat untuk melancarkan peredaran darah, mengurangi rasa nyeri yang hebat pada sendi, menghilangkan keletihan, susah tidur, dan kemandulan.

ƒ Media periklanan yang digunakan adalah brosur, surat kabar dan radio.

ƒ Standard ukuran keberhasilan.

Keberhasilan suatu iklan (exposures) dalam membangun awareness konsumen tergantung pada Reach, Frequency dan Impact.

E = R x F E= 80% x 3= 2.4 WE = Rx Fx I

WE = 0.8 x 3 x 0.6=1.44

Disini, Magic Blanket diharapkan dikenal oleh masyarakat sebesar 80%

dengan frekuensi iklan sebanyak 3 kali kepada target konsumen yang dituju. Dan dampak dari iklan tersebut diharapkan dapat mencapai 60%

target konsumen.

7.3.3 Rencana Promosi

Bauran promosi yang paling tepat bagi Magic Blanket adalah dengan alat-alat

promosi :

(14)

ƒ Advertising (20%), karakteristiknya: berupa presentasi untuk umum sehingga dapat diserap dengan baik karena dapat diulang beberapa kali dan dapat memberikan arti produk yang lebih baik dengan mendramatisir cetakan dan suara. Impersonality, hanya monolog bukan dialog.

ƒ Marketing Public Relation (50%), yaitu dengan pameran untuk membangun minat, keyakinan dan tindakan pembeli. Ada interaksi antara konsumen dan penjual sehingga penjual dapat mengobservasi kebutuhan dan karakteristik konsumen dan dapat membangun hubungan jangka panjang dengan konsumen.

ƒ Direct Marketing (30%), yakni alat untuk membangun hubungan dengan konsumen karena sifatnya yang pribadi atau one to one, mudah digunakan dan dapat menjangkau konsumen diluar area yang belum dicapai oleh penjual.

7.3.4 Rencana Penjualan

ƒ Penyakit Arthritis atau yang lebih dikenal dengan sebutan rematik adalah penyakit yang terjadi di sekitar sendi yang ditandai dengan rasa sakit, sendi menjadi kaku, bengkak dan lemah. Bahkan dapat menyebabkan tulang menjadi bengkok sehingga mengganggu aktivitas tubuh. Jenis penyakit arthritis ada lebih dari 100 jenis dan rematik hanyalah salah satu jenisnya. Dan selama ini metode pengurangan rasa linu adalah dengan cara dikompres dengan handuk atau botol hangat atau dengan terpal yang dihangatkan.

Karena itu, kini hadir Magic Blanket yang tidak hanya sekedar menghangatkan tapi juga melancarkan peredaran darah dan mengurangi rasa nyeri pada sendi hanya dengan mencolokkannya ke kabel listrik.

ƒ Tingkat persaingan

Industri selimut sangat besar dan luas. Ada lebih dari 80 jumlah pemain

industri selimut. Baik dari merek dalam negeri maupun luar negeri. Tapi

industri selimut yang target pasarnya orang tua diatas 40 tahun dan yang

memiliki manfaat untuk mengatasi rematik, susah tidur, keletihan dan

(15)

kemandulan baru ada satu dalam industri selimut yaitu Magic Blanket.

Yang diharapkan dapat menguasai pangsa pasar sebesar 40%.

ƒ Situasi mikro dan makro pemasaran Tabel 7.1 Laju Inflasi

Laju inflasi tertinggi tertinggi pada kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga yang mencapai 10,31 persen. Sedangkan laju inflasi terendah terjadi pada kelompok kesehatan dengan inflasi sebesar 4,75 persen.

Tabel 7.2

Jumlah Uang Beredar (Miliar Rupiah) Tahun 2005 Jumlah M2 Jumlah M1 Uang

Kartal Uang

Giral Uang Kuasi

-Januari 1.015.874,0 248.175,0 101.790,0 146.385,0 767.699,0 - Februari 1.012.144,0 250.433,0 99.375,0 151.058,0 761.711,0 - Maret 1.020.693,0 250.492,0 98.584,0 151.908,0 770.201,0 - April 1.044.253,0 246.296,0 101.525,0 144.771,0 797.957,0 - Mei 1.046.192,0 252.500,0 101.211,0 151.289,0 793.692,0

ƒ Strategi penjualan yang digunakan adalah

Push strategy : Meliputi kegiatan pemasaran (terutama sales force) yang diarahkan pada saluran perantara (intermediari) untuk membujuk mereka dengan memberikan bonus setiap kali mereka dapat menjual 50 selimut agar mau memesan dan membawa produk untuk dipromosikan kepada end users.

%

2005 16,06

Laju Inflasi DKI Jakarta/ Inflation Rate

%

2004 5,87

%

2005 17,11

Laju Inflasi Nasional / National Inflation Rate

%

2004 6,40

(16)

Pull strategy : Meliputi kegiatan pemasaran (terutama iklan dan promosi untuk konsumen) yang diarahkan pada end users untuk membujuk mereka agar meminta produk tersebut pada perantara sehingga perantara kemudian memesan produk tersebut ke perusahaan

ƒ Memberdayakan sales force

a. Melatih para wakil penjualan selama beberapa minggu atau bulan untuk mengenal perusahaan, hasil-hasil produksi perusahaan, sifat-sifat dari para langganan dan saingan, belajar membuat presentasi penjualan yang efektif, bagaimana membuat laporan dan harus mengetahui bagaimana membagi waktu antara usaha dagang yang aktif dan potensial.

b. Memberikan penghargaan atau kompensasi bila dapat menjual melebihi target.

c. Memberikan semangat atau dorongan pribadi kepada petugas penjualan agar bekerja dengan sebaik-baiknya. Misalnya dengan bertemu dan berbicara dengan pembesar dari perusahaan untuk menyalurkan perasaan mereka dan untuk menyatakan dirinya sebagai bagian dari suatu kelompok yang lebih besar. Atau dengan mensponsori perlombaan penjualan yang dapat memenangkan hadiah- hadiah, pembagian laba atau liburan gratis dari perusahaan.

ƒ Kesimpulan: Dengan adanya persaingan di industri selimut dan terjadi

kenaikan laju inflasi maka tim penulis harus melakukan strategi penjualan

yang mempengaruhi konsumen untuk membeli dan pedagang untuk

memesan dengan menggunakan tenaga kerja terlatih dan termotivasi. Hal

ini dilakukan untuk dapat melayani konsumen dengan optimal dan

memuaskan. Dan dapat menimbulkan kesan dan reputasi yang baik bagi

perusahaan.

(17)

7.3.5 Rencana Penetapan Harga

ƒ Tujuan penetapan harga adalah untuk menarik sekelompok pembeli yang bersedia membayar lebih tinggi dari pembeli lainnya karena produk tersebut untuk sementara waktu mempunyai nilai atau manfaat yang lebih tinggi bagi mereka.

Tabel 7.3

Sembilan Strategi Harga / Mutu

Harga Tinggi Harga

Menengah

Harga Rendah

Kualitas Produk Tinggi 1.Premium 2.Nilai-Tinggi 3.Nilai-Super Kualitas Produk Menengah 4.Terlalu

Mahal

5.Nilai- Menengah

6.Nilai-Baik

Kualitas Produk Rendah 7.Penipuan 8.Ekonomi Palsu

9.Ekonomis

Sumber: Manajemen Pemasaran Edisi Dua, Philip Kotler

Harga Magic Blanket yang kami tawarkan menggunakan strategi no.1, yaitu penetapan harga dengan kualitas tinggi dan harga tinggi, dengan pengeluaran perkapita > Rp 3.000.000 per-bulan. Metode ini digunakan karena target pasar yang di tuju adalah kelas menengah atas sehingga diharapkan dapat menjangkau konsumen yang dituju.

Berdasarkan pertimbangan kualitas, manfaat dan harga dari pesaing, maka harga produk untuk Magic Blanket di tetapkan sebesar Rp 827.104/unit yang merupakan harga produsen

Persediaan awal bahan 0

Pembelian bahan 5,485,611,000 Bahan siap dipakai 5,485,611,000 Persediaan akhir bahan 46,251,230 Bahan yang dipakai 5,439,359,770

(18)

ƒ Perkiraan tingkat permintaan Magic Blanket diestimasikan sebesar 40 %.

ƒ Metode Penetapan Harga menggunakan Mark-up Pricing.

Unit cost = Variable cost + Fixed cost Unit sales = Rp 544.305 + Rp 353.614.800

10.200

= Rp 578.973

Mark-up price = Unit Cost (1- desired return on sales)

= Rp 578.973 (1-30%) = Rp 827.104

7.3.6 Rencana Distribusi Saluran distribusi adalah:

Suatu perangkat organisasi yang saling tergantung dalam menyediakan satu produk atau jasa untuk digunakan atau dikonsumsi oleh konsumen atau pengguna bisnis

ƒ Analisa Kebutuhan Pasar

Berdasarkan asumsi, tiap tahun perusahaan memproduksi 10,200 unit selimut. Dan diperkirakan yang terjual sebesar 10,114 unit dalam 1 tahun.

Perusahaan memiliki 8 orang salesforce untuk menjual produk Magic

FOH 24,044,880

TKL 204,000,000

HPProd 5,667,404,650

Laporan Harga Pokok Penjualan

Persediaan awal barang 0

HPProduksi 5,667,404,650 Brg siap dijual 5,667,404,650 Persediaan akhir barang 46,754,961

HPPenjualan 5,620,649,689

(19)

Blanket. Masing-masing harus menjual 1,275 selimut per tahun/ 106 unit selimut per bulan.

ƒ Menetapkan Tujuan Distribusi

Mengingat segmen yang dituju hanya satu saat ini maka digunakan direct marketing channel yaitu melalui katalog/brosur, door-to-door, telephone dan salespeople. Agar dapat melayani segmen pasar Magic Blanket secara total.

ƒ Identifikasi Alternatif

a. Tipe penyalur yang digunakan adalah salesman yang ditugaskan untuk menghubungi dan mendatangi semua prospek.

b. Jumlah penyalur yang digunakan adalah intensive distribution. Dimana mereka dapat mengembangkan atau membangun hubungan yang lebih baik dengan salesman mereka agar dapat menghasilkan penjualan yang lebih tinggi. Juga produsen Magic Blanket dapat mengontrol dan mengurangi biaya.

c. Tingkat penyalurnya adalah nol karena Magic Blanket disalurkan langsung dari produsen ke konsumen akhir.

ƒ Evaluasi Alternatif, dinilai menurut:

a.Kriteria Ekonomi, produsen membandingkan antara jumlah penjualan yang dihasilkan dengan biaya dan profitabilitas.

b.Kriteria Pengendalian, apakah salesman tersebut lebih memusatkan kunjungannya kepada kaum pelanggan yang dianggapnya paling penting karena volume barang yang dibelinya atau kepada jumlah pelanggan

yang dianggap penting bagi produsen. Dan apakah salesman tersebut menguasai segala hal tentang Magic Blanket yang dapat diinformasikan kepada pelanggan.

c.Kriteria Penyesuaian, dengan menggunakan salesman maka akan ada komitmen jangka panjang. Untuk itu, salesman harus memberikan hasil yang terbaik.

7.3.7 Rencana Aktivitas Manajemen Pelanggan

(20)

ƒ Strategi Relationship Marketing

a. Customer acquisition strategy yaitu tujuan utamanya adalah untuk menarik pelanggan baru. Hal ini dapat dilakukan dengan strategi persuasi simbolik. Contohnya dengan controlling reccomendation dan quality guarantee. Yaitu menunjukkan kemampuan Magic Blanket dalam memenuhi bahkan melebihi harapan dan kebutuhan pelanggan.

Caranya adalah dengan menjamin bahwa Magic Blanket benar-benar berkualitas untuk memperlancar peredaran darah dan alat terapi untuk mengurangi nyeri sendi. Memberikan harapan atau semangat hidup yang lebih tinggi kepada para penderita rematik. Untuk itu diadakan pameran selama 6 bulan di Tunjungan Plaza agar konsumen dapat mencoba atau bahkan membeli Magic Blanket.

b.Customer retention strategy adalah upaya untuk mempertahankan pelanggan yang menguntungkan dengan memberikan rintangan beralih yang tinggi seperti biaya pencarian yang tinggi karena belum ada produk selimut yang bermanfaat bagi penderita rematik seperti produk. Dalam hal ini, Magic Blanket menggunakan strategi long-term dependence.

Misalnya dengan long-term agreement yaitu jaminan bahwa Magic Blanket akan bertahan atau bermanfaat selama 3 tahun sesuai umur ekonomisnya atau dengan subsciptions.

c. Customer recovery strategy yaitu strategi mendapatkan kembali

pelanggan yang beralih. Magic Blanket menggunakan improvement

strategy. Caranya adalah dengan peningkatan mutu produk dan

peningkatan layanan kepada pelanggan.

Referensi

Dokumen terkait

Sebelum menguraikan pengamh faktor produk, harga, promosi dan distribusi terhadap keputusan membeli, perlu diketehui bahwa produk adalah Apa saja yang dapat ditewarkan ke dalam

Pembahasan dalam jurnal ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan media boneka tangan dan pengaruhnya terhadap media pembelajaran daring dan ekonomi masyarakat yang

 Disajikan seperangkat komputer di ruangan Lab.Komputer, ditayangkan beberapa contoh program aplikasi, peserta didik dapat menjelaskan berbagai kegunaan perangkat lunak

Pemimpin yang akan dibahas mengenai sikap nasionalismenya dalam karya tulis ini adalah pemimpin bangsa yang menjadi wakil dari masyarakat Indonesia, baik presiden,

Peralatan yang dipakai dalam penelitian ini adalah bagan warna daun (BWD) IRRI 4 warna, galah verttkal, pesawat terbang mini dengan remote control, kamera digital automatic

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang membahas tentang Hubungan Intensitas Mengikuti Training Emotional Spiritual Quotient Terhadap Etos Kerja Karyawan PT. Karya

air yang dapat digunakan di 5 (lima) Kecamatan, Kabupaten Pasir Kalimantan Timur dapat dismpulkan bahwa sumber air yang dapat dikembangkan unruk memenuhi kebutuhan air

Adalah layanan fasilitasi program pembelajaran dalam penyelenggaraan diklat teknis bagi Widyaiswara seperti Diklat Karya Tulis Ilmiah (KTI), yang diselenggarakan oleh lembaga