• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN. dilepaskan dari pemikiran Mohammad Hatta yang memang sangat konsen

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN. dilepaskan dari pemikiran Mohammad Hatta yang memang sangat konsen"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

1 BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Membahas seputar Koperasi terutama di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari pemikiran Mohammad Hatta yang memang sangat konsen terhadap pembangunan Koperasi di Indonesia. Pandangan Hatta terkait masalah-masalah kebangsaan, seperti loyalitasnya terhadap prinsip-prinsip demokrasi dan keberpihakannya terhadap nasib rakyat, kemudian diejawantahkan dalam bentuk pemikiran tentang ekonomi kerakyatan.

Dalam mewujudkan tujuannya yaitu menjadikan perekonomian di Indonesia menjadi ekonomi kerakyatan, Hatta banyak menulis di Daulat Rakyat, yang tujuannya adalah bagaimana mempersatukan ekonomi rakyat

melalui pengembangan usaha Koperasi yang berbasis pada asas kekeluargaan (Alfarizi, 2015: 118).

Koperasi sebagai salah satu pelaku ekonomi memiliki karakteristik yang berbeda dengan Badan Usaha lainnya. Ciri yang membedakannya adalah Koperasi dibangun dengan asas kekeluargaan. Kemakmuran anggotanya menjadi hal yang paling utama dalam kehidupan perkoperasian. Namun, Koperasi di era saat ini eksistensinya di nilai semakin pudar. Fenomena yang ada bahwa Koperasi saat ini lebih beorientasi pada keuntungan dan laba yang tinggi, bukan pada kemakmuran anggota Koperasi itu sendiri (Puteri, 2013: 1). Hal tersebut dapat dilihat dari bunga pinjaman yang diberikan kepada anggota Koperasi yang tergolong lumayan tinggi. Kemudahan dalam pendirian Koperasi telah mendorong

(2)

2 semakin banyak berdirinya Koperasi, dan tidak sedikit Koperasi di Indonesia yang menjadikan koperasi sebagai ladang bisnis.

Koperasi hadir di Indonesia untuk mengentaskan masalah kesejahteraan masyarakat Indonesia. Koperasi seringkali diidentikan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Pemberdayaan ekonomi masyarakat ini merupakan upaya yang dilakukan untuk mempersiapkan masyarakat seiring dengan upaya memperkuat kelembagaan ekonomi mikro dan kecil lokal yang ada didalam masyarakat agar komunitas ekonomi mikro tersebut mampu mewujudkan kemajuan, kemandirian dan kesejahteraan dalam suasana keadilan sosial yang berkelanjutan (Minarti, 2014: 3).

Koperasi wanita mempunyai potensi yang cukup besar dalam melaksanakan pemberdayaan perempuan, yang kebanyakan anggotanya adalah para ibu rumah tangga. Dimana nantinya koperasi tersebut dapat menjadi wadah untuk perempuan dalam hal pendidikan dan pelatihan yang gunanya untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan. Dimana, banyak diketahui bahwa saat ini banyak sekali masyarakat yang menciptakan perilaku pembagian gender untuk menentukan apa yang mereka anggap sebagai suatu keharusan, untuk membedakan antara laki-laki dan perempuan. misalnya, mendidik anak, mengelola dan merawat kebersihan dan keindahan rumah tangga, atau urusan domestik seperti memasak, mengurus anak acapkali dianggap sebagai tugas kodrat perempuan. Padahal peran gender semacam itu adalah hasil dari konstruksi sosial dan kultural didalam masyarakat terutama pada masyarakat Jawa. Peran-peran gender

(3)

3 semacam itu bisa pula dilakukan oleh kaum laki-laki. Oleh karena itu, jenis pekerjaan bisa dipertukarkan dan tidak bersifat universal (Narwoko &

Suyanto, 2010: 340).

Proses Marginalisasi atau pemiskinan ekonomi terhadap perempuan juga mengakibatkan perempuan menjadi tidak dapat mengembangkan potensinya dan perempuan hanya bergelut diwilayah domestik saja. Seperti yang sudah banyak diketahui bahwa peran perempuan sangatlah penting baik di dalam keluarga maupun masyarakat. Selain sebagai pengurus rumah tangga, Perempuan juga bisa bekerja dan berkarya sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup perempuan berarti meningkatkan kualitas hidup anak dan keluarga sehingga pada nantinya akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat, bangsa dan negara (Alfianti, 2014: 4). Dalam hal ini, harus ada dorongan dan kesempatan kepada perempuan untuk mengembangkan potensinya. Jika potensi perempuan dapat diberdayakan tidak menutup kemungkinan bahwa nantinya perempuan akan menjadi mandiri dan dapat meningkatkan kualitas hidup perempuan dan lingkungan sekitarnya.

Kota Malang telah memiliki beberapa koperasi dengan berbagai model, salah satunya adalah Kopwan “Setia Budi Wanita” yang terletak di Jl. Raden Intan Kav. 108, Kota Malang. Koperasi Setia Budi Wanita lahir pada tanggal 30 Desember 1977, didirikan oleh ibu Mursia Zafril Ilyas.

Koperasi Setia Budi Wanita merupakan Koperasi serba usaha yang beranggotakan perempuan. Saat ini, anggota Koperasi Setia Budi Wanita sudah mencapai 9.483 perempuan yang tersebar diseluruh Kota Malang,

(4)

4 Kabupaten Malang hingga Kota Batu. Koperasi Setia Budi Wanita merupakan koperasi perempuan satu-satunya di Kota Malang yang memberikan pendidikan atau pelatihan dan pemberdayaan bagi anggotanya.

Koperasi Setia Budi Wanita merupakan Koperasi yang eksistensinya tidak pernah memudar hingga saat ini. Hal tersebut terbukti dari bertahannya Koperasi Setia Budi Wanita selama 40 tahun. 2 tahun setelah pendiriannya, Koperasi Setia Budi Wanita sudah mampu untuk mengembangkan eksistensinya sehingga oleh pemerintah di beri penghargaan sebagai Koperasi non KUD nomor 2 terbaik tingkat Nasional pada tahun 1979.

Koperasi Setia Budi Wanita juga makin di kenal oleh mancanegara pada era akhir tahun 70-an sampai awal tahun 80-an. Koperasi Setia Budi Wanita juga dapat di katakan sebagai Koperasi dengan segudang prestasi.

Dimana, pada fenomena yang ada bahwa banyak sekali Koperasi khususnya di Kota Malang yang tidak dapat bertahan lama atau gulung tikar akibat tidak adanya prinsip Koperasi yang di pertahankan.

Pada tahun 2007 Koperasi Setia Budi Wanita kembali mendapatkan penghargaan dari pemerintah. Penghargaan tersebut yaitu penghargaan peringkat II tingkat Nasional dan Koperasi berprestasi tingkat Provinsi.

Pada tahun 2008 Koperasi Setia Budi Wanita mendapatkan penghargaan lagi sebagai 100 besar Koperasi Indonesia versi majalah PIP dan Dekopin.

Selain itu, pada tahun 2008 juga Koperasi Setia Budi Wanita mendapatkan penilaian kesehatan dengan klasifikasi baik Kota Malang.

(5)

5 Pada tahun 2011 Koperasi Setia Budi Wanita mendapatkan juara 1 Expo pembiayaan KSP / USP Koperasi Jawa Timur. Pada tahun 2012 Koperasi Setia Budi Wanita masuk ke dalam 100 besar Koperasi di Indonesia. Selain itu, Koperasi Setia Budi Wanita juga mendapatkan penghargaan sebagai Koperasi Penggerak Kewirausahaan Terbaik pada tahun 2011 oleh Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia.

Koperasi Setia Budi Wanita mempunyai program untuk memberdayakan perempuan, program pemberdayaan tersebut yaitu pemberian keterampilan tata boga, keterampilan tangan, beauty class.

Program pelatihan keterampilan dilaksanakan setiap bulannya. Program selanjutnya yaitu program SBW peduli, dimana program ini memberikan modal kepada anggota yang tidak mempunyai modal untuk membuka usaha. SBW peduli ini diberi kuota 10 anggota dalam satu tahun.

Hasil dari pemberdayaan yang dilakukan oleh Koperasi Setia Budi Wanita dapat dilihat dari bagaimana anggota dari Koperasi tersebut memperoleh penghasilan sendiri dan usaha sendiri untuk menunjang perekonomian keluarga. selain itu, perempuan yang telah mempunyai usaha dapat membuka lowongan pekerjaan bagi masyarakat dilingkungan sekitar agar memperoleh pekerjaan.

Keberadaan Koperasi Setia Budi Wanita ini masyarakat menjadi sangat antusias dengan bergabung menjadi anggota Koperasi atau nasabah.

Selain menjadi nasabah, masyarakat juga ikut andil dalam berbagai kegiatan yang dilakukan oleh Koperasi Setia Budi Wanita. Hal tersebut dapat dilihat

(6)

6 dari banyaknya jumlah peserta sebanyak 50 hingga 70 peserta yang mengikuti setiap keterampilan yang dilaksanakan oleh Koperasi Setia Budi Wanita.

Terbentuknya Koperasi Setia Budi Wanita tersebut berawal dari gagasan perkumpulan ibu-ibu yang merupakan bagian dari masyarakat sipil yang menyadarkan perempuan tentang pentingnya pemberdayaan. Secara normatif pemberdayaan melalui koperasi juga mampu merealisasikan terjalannya Undang-undang Republik Indonesia nomor 25 tahun 1992 tentang Perkoperasian pada pasal 3 yaitu Koperasi bertujuan memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur berlandaskan Pancasila dan Undang- Undang Dasar 1945. (UU RI nomor 25 tahun 1992, diakses pada tanggal 24 Maret 2017) Dengan memberikan pemberdayaan berupa pelatihan keterampilan kepada anggotanya diharapkan anggota tersebut mampu untuk meningkatkan perekonomiannya melalui kegiatan mandiri khususnya oleh perempuan yang notabenya dianggap sebagai individu yang hanya bergantung pada kaum laki-laki.

Penelitian tentang pemberdayaan perempuan melalui Koperasi ini penting untuk dilakukan, karena selama ini pemberdayaan perempuan lebih banyak dilakukan oleh LSM dan Instansi Pemerintah. Penelitian ini juga dirasa sangat menarik untuk dilakukan karena tempat penelitian di lakukan di Koperasi Setia Budi Wanita. Dimana, Koperasi tersebut merupakan Koperasi wanita terbesar di Kota Malang dengan konseptor atau praktik

(7)

7 pemberdayaan dilakukan oleh perempuan. Sehingga didapatkan judul penelitian yaitu “Pemberdayaan Perempuan melalui Koperasi (Studi pada Kopwa “Setia Budi Wanita” Jatim)”.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang tersebut, rumusan masalahnya adalah:

1. Bagaimana Pemberdayaan Perempuan yang dilakukan oleh Koperasi Setia Budi Wanita?

2. Apa saja faktor pendukung dan faktor penghambat dari Pemberdayaan Perempuan yang dilakukan oleh Koperasi Setia Budi Wanita?

1.3 Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah tersebut, tujuan penelitiannya adalah untuk mengetahui dan memahami tentang :

1. Pemberdayaan Perempuan yang dilakukan oleh Koperasi Setia Budi Wanita.

2. Faktor pendukung dan faktor penghambat dari Pemberdayaan Perempuan yang dilakukan oleh Koperasi Setia Budi Wanita.

1.4 Manfaat Penelitian 1. Manfaat Teoritis

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan Teori Stukturasi oleh Anthony Giddens serta kajian Strategi Pemberdayaan Masyarakat khususnya Pemberdayaan Perempuan melalui Koperasi di Kota Malang.

(8)

8 2. Manfaat Praktis

a. Bagi Jurusan Sosiologi

Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan tambahan refrensi, khususnya untuk mahasiswa sosiologi dalam penelitian tentang Pemberdayaan Perempuan.

b. Bagi Pemerintah Kota Malang

Memberikan kontribusi kepada Pemerintah Kota Malang, khususnya pihak BKBPM (Badan Kelurga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat) dalam mengembangkan Pemberdayaan Perempuan di Kota Malang serta Dinas Koperasi dan UKM Kota Malang dalam mengembangkan perkoperasian di Kota Malang.

1.5 Definisi Konsep 1. Pemberdayaan

Pemberdayaan adalah sebuah proses agar setiap orang menjadi cukup kuat untuk berpartisipasi dalam berbagai pengontrolan, dan mempengaruhi kejadian-kejadian serta lembaga-lembaga yang mempengaruhi kehidupannya. Pemberdayaan menekankan bahwa orang memperoleh keterampilan, pengetahuan, dan kekuasaan yang cukup untuk mempengaruhi kehidupannya dan kehidupan orang lain yang menjadi perhatiannya (Mardikanto, 2013: 29).

2. Perempuan

Secara biologi pengertian perempuan yakni perempuan memiliki alat reproduksi seperti rahim dan saluran untuk melahirkan, memproduksi telur, memiliki vagina, dan mempunyai alat untuk

(9)

9 menyusui. Sedangkan, pengertian perempuan menurut konsep gender, yakni perempuan itu dikenal lemah lembut, cantik, emosional atau keibuan (Fakih, 2012: 8).

3. Koperasi

Koperasi merupakan badan usaha yang beranggotakan orang- seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas asas kekeluargaan (UU RI Nomor 25 tahun 1992 tentang Perkoperasian).

1.6 Metode Penelitian

Penelitian merupakan suatu kegiatan ilmiah yang dilakukan secara sistematis, mempunyai tujuan tertentu dengan menggunakan metode yang tepat, dimana data yang dikumpulkan harus ada relevansinya dengan masalah yang dihadapi. Metode adalah suatu cara yang digunakan sebagai pedoman dalam melakukan suatu pekerjaan. Metode penelitian mempunyai peran yang sangat penting dalam pengumpulan data, merumuskan masalah, analisis dan interpretasi data, sedangkan metode penelitian dalam penulisan penelitian adalah :

1.6.1 Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif.

Metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, (sebagai lawannya

(10)

10 adalah eksperimen) dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci (Sugiyono, 2011: 9).

Secara sederhana dapat dinyatakan bahwa penelitian kualitatif adalah meneliti informan sebagai subjek penelitian dalam lingkungan hidup kesehariannya. Para peneliti kualitatif sedapat mungkin berinteraksi secara dekat dengan informan, mengenal secara dekat dunia kehidupan mereka, mengamati dan mengikuti alur kehidupan informan secara apa adanya (Idrus, 2009: 23-24).

1.6.2 Pendekatan Penelitian

Berdasarkan pada permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini, maka pendekatan penelitian yang digunakan adalah Studi kasus. Studi kasus adalah suatu penyelidikan intensif tentang seorang individu, namun studi kasus terkadang dapat juga dipergunakan untuk menyelidiki unit sosial yang kecil seperti keluarga, sekolah, ataupun kelompok-kelompok masyarakat tertentu secara mendalam. Studi kasus juga menekankan pada pemahaman yang mendalam terhadap kasus tunggal yang disebabkan kasus tersebut menarik (Idrus, 2009: 58).

Pendekatan studi kasus, biasanya seorang peneliti berusaha untuk menemukan semua variabel penting yang terkait dengan diri subjek yang diteliti. Selain itu, peneliti juga meneliti bagaimana perkembangan diri subjek, penyebab terjadinya hal tersebut, perilaku keseharian subjek, dan alasan perilaku itu dilakukan, serta

(11)

11 bagaimana perilaku berubah dan penyebab terjadi perubahan perilaku tersebut (Idrus, 2009: 57).

1.6.3 Lokasi Penelitian

Penelitian dilaksanakan di Koperasi Setia Budi Wanita yang bertempat di JL. Raden Intan Kav. 108 Kota Malang. Lokasi penelitian dilakukan di Koperasi Setia Budi Wanita karena Koperasi tersebut satu-satunya Koperasi Wanita di Kota Malang yang memberikan program pemberdayaan kepada anggotanya.

1.6.4 Teknik Penentuan Subjek Penelitian

Penentuan subyek penelitian dengan menggunakan purposive sampling, penelitian purposive sampling adalah sampel

yang dipilih dengan cermat hingga relevan dengan desain penelitian.

Purposive sampling dilakukan dengan mengambil orang-orang

terpilih oleh peneliti menurut ciri-ciri spesifik yang dimiliki oleh sampel itu (Nasution, 2011: 98).

Subyek penelitian yang dipilih adalah berdasarkan:

1. Ketua Koperasi Setia Budi Wanita 2. PPL (Pembina Pendamping Lapangan)

3. Anggota Koperasi Setia Budi Wanita dengan kriteria :

a) Anggota yang masa keanggotaannya sudah mencapai 10 Tahun

b) Anggota yang sebelum bergabung dengan Koperasi hanya berprofesi sebagai Ibu Rumah Tangga

(12)

12 c) Anggota yang sudah mempunyai usaha dari hasil pelatihan

keterampilan dari Koperasi Setia Budi Wanita

d) Anggota Koperasi Setia Budi Wanita yang tidak berpartisipasi dalam pemberdayaan perempuan di Koperasi Setia Budi Wanita.

Alasan penelitian mengambil subyek penelitian tersebut untuk mendapatkan data yang berkaitan dengan pemberdayaan perempuan yang dilakukan oleh Koperasi Setia Budi Wanita.

1.6.5 Sumber Data a) Data Primer

Data primer merupakan data penelitian yang diperoleh secara langsung dari subjek penelitian atau tidak melalui perantara.

Data primer merupakan data dari sumber asli yang dikumpulkan secara khusus untuk menjawab penelitian. Data primer yang didapat dengan melakukan pengamatan atau observasi dan wawancara langsung dengan informan, dalam hal ini yaitu anggota Koperasi Setia Budi Wanita dan pengurus Koperasi Setia Budi Wanita.

b) Data Sekunder

Data sekunder merupakan sumber data penelitian yang diperoleh oleh peneliti yang bersifat tidak langsung atau melalui media perantara. Data sekunder dapat berupa dokumen, catatan- catatan peunjang, literatur, buku-buku perpustakaan, dan jurnal yang berkaitan dengan pemberdayaan perempuan melalui Koperasi.

(13)

13 1.6.6 Teknik Pengumpulan Data

a) Observasi

Observasi ialah pengamatan dan pencatatan yang sistematis terhadap gejala yang diteliti. Observasi teknik penelitian yang sesuai dengan tujuan penelitian, direncanakan, dan dicatat secara sistematis (Usaman, 2000: 52). Observasi dalam penelitian ini yaitu dengan mengamati langsung proses pelatihan keterampilan yang dilakukan oleh Koperasi Setia Budi Wanita. Serta peneliti terlibat langsung dalam proses pemberdayaan. Tujuan dari observasi ini yaitu untuk mendapatkan data terkait pemberdayaan perempuan yang dilakukan oleh Koperasi Setia Budi Wanita.

b) Wawancara

Wawancara merupakan salah satu cara pengumpulan data dalam suatu penelitian. Wawancara dapat diartikan sebagai cara yang digunakan untuk mendapatkan informasi (data) dari responden dengan cara bertanya langsung (Suyanto, 2008: 69).

kemudian, wawancara yang dilakukan adalah wawancara tak terstruktur dan bebas. Wawancara bebas merupakan teknik wawancara yang tidak terikat oleh sistematikan pertanyaan tertentu, melainkan lazimnya hanya terarahkan oleh pedoman wawancara saja sehingga pewawancara bisa secara bebas mengembangkan wawancaranya (Suyanto, 2008: 78).

Wawancara yang dilakukan dalam penelitian ini ialah dengan mewawancarai anggota Koperasi Setia Budi Wanita yang sudah

(14)

14 terberdayakan. Selain itu, wawancara juga akan dilakukan dengan PPL (Pembina Pendamping Lapangan), Ketua Koperasi Setia Budi Wanita dan anggota Koperasi. Pertanyaan wawancara dilakukan mengalir sesuai dengan topik pembahasan.

c) Dokumentasi

Dokumentasi adalah teknik pengambilan data yang diperoleh melalui dokumen-dokumen. Data-data uang dikumpulkan dengan teknik dokumnetasi cenderung merupakan data sekunder (Usaman, 2000: 69). Dalam penelitian ini dokumentasi diperoleh dari hasil berupa foto-foto kegiatan pemberdayaan, video proses pemberdayaan dan rekaman suara yang berhubungan dengan pemberdayaan perempuan oleh Koperasi Setia Budi Wanita.

1.6.7 Teknik Analisa Data

Analisa Data dalam penelitian kualitatif, dilakukan pada saat pengumpulan data berlangsung, dan setelah selesai pengumpulan data dalam periode tertentu. Miles dan Huberman, mengemukakan bahwa aktivitas dalam analisa data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas, sehingga datanya sudah jenuh. Aktivitas dalam analisa data, yaitu reduksi data (data reduction), data display, dan Kesimpulan/verifikasi (conclusion drawing/verification).

Penjelasannya sebagai berikut : (Sugiyono, 2011: 246)

(15)

15 1. Reduksi data

Reduksi data menunjukan pada proses pemilihan, pemokusan, penyederhanaa, pemisahan, dan pentransformasikan data “mentah”.

Reduksi data adalah bentuk analisa yang mempertajam, memilih, menfokus akhir dapat digunakan dan diverifikasi.

2. Data display

Kumpulan informasi yang teah tersusun yang memperbolehkan penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan. Display data dalam bentuk teks naratif dan kejadian atau peristiwa itu terjadi dimasa lampau.

3. Kesimpulan/ verifikasi

Kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara, dan akan berubah bila tidak ditemukan bukti-bukti yang kuat yang mendukung pada tahap pengumpulan data berikutnya. Tetapi apabila kesimpulan yang dikemukakan pada tahap awal, didukung oleh bukti-bukti yang valid dan konsisten saat peneliti kembali ke lapangan mengumpulkan data, maka kesimpulan yang dikemukakan merupakan kesimpulan yang kredibel.

Gambar 1.1 Komponen-komponen Analisa Data Interaktif

Sumber : Miles dan Huberman

(16)

16 1.6.8 Uji Keabsahan Data

Uji keabsahan data dalam penelitian kualitatif perlu melakukan pemeriksaan menggunakan uji kredibilitas, agar hasil dari penelitian membawa hasil yang tepat dan sesuai dengan konteksnya. Maka peneliti menggunakan cara sebagai berikut:

(Sugiyono, 2011: 270)

a) Perpanjang pengamatan, dengan perpanjang pengamatan ini peneliti mengecek kembali apakah data yang telah diberikan selama ini merupakan data yang sudah benar atau tidak. Bila data yang diperoleh selama ini setelah dicek kembali pada sumber data asli atau sumber data lain ternyata tidak benar, maka peneliti harus melakukan pengamatan lagi yang lebih luas dan mendalam sehingga diperoleh data yang pasti kebenarannya.

b) Meningkatkan ketekunan berarti melakukan pengamatan secara lebih cermat dan berkesinambungan. dengan meningkatkan ketekunan itu maka, peneliti dapat memberikan deskripsi data yang akurat dan sistematis tentang apa yang diamati.

c) Triangulasi dalam pengujian kredibilitas ini diartikan sebagai pengecekan data dari berbagai sumber dengan berbagai cara.

d) Analisis kasus negatif, dalam hal ini yang dimaksut dengan kasus negatif yaitu kasus yang tidak sesuai atau berbeda dengan hasil penelitian hingga pada saat tertentu.

(17)

17 e) Menggunakan bahan refrensi atau bahan pendukung untuk

membuktikan data yang telah ditemukan oleh peneliti. Alat- alat bantu perekam data dalam penelitian kualitatif, seperti camera, handycam, alat rekam suara sangat diperlukan untuk mendukung kredibilitas data yang telah ditemukan oleh peneliti.

Gambar

Gambar 1.1 Komponen-komponen Analisa Data Interaktif

Referensi

Dokumen terkait

Untuk mengatasi masalah-masalah belajar peserta didik tersebut, maka implikasi layanan bimbingan hendaknya disesuaikan dengan masalah belajar yang dihadapi oleh peserta

Jika pemilik kapal bermaksud untuk menawarkan kapal yang masih dalam kondisi docking atau dalam proses pembangunan, maka pemilik kapal diwajibkan untuk melampirkan

Perluasan dimaksud dengan memasukkan sebagian dari wilayah Kabupaten Daerah Tingkat II Simalungun, yaitu 9 (sembilan) desa dari wilayah Kecamatan Siantar. Dengan

Sarana yang dibutuhkan untuk menunjang pelayanan kepada wisatawan antara lain seperti fasilitas umum (toilet), restaurant, ruang informasi, sarana transportasi di dalam

Halaman ini akan muncul apabila admin ingin melakukan perubahan pada pengumuman tersebut dengan cara meng-klik link Edit.. Proses edit yang bisa dilakukan adalah menentukan

Pendidikan merupakan usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan pengajaran, bimbingan, dan atau latihan bagi perannya di masa yang akan datang. Pendidikan tidak

Bawah Sadar / Universal Intelligence - Bahwa benih sadar sekarang sudah berakar dan tumbuh subur dalam pikiran sub-sadar Anda, di mana benih yang sekarang

Menunjukkan bahwa terdapat 13 responden yang mengalami beban berat dan memiliki kemampuan tidak baik dalam merawat pasien perilaku kekerasan.. Hasil uji