• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENDAHULUAN Latar Belakang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENDAHULUAN Latar Belakang"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Pembangunan kualitas sumberdaya manusia di Indonesia masih perlu mendapat prioritas dalam pembangunan nasional. Berdasarkan laporan United Nation for Development Programme (UNDP) tahun 2010, kualitas sumberdaya manusia Indonesia yang diukur dengan indikator pembangunan manusia masih relatif rendah di bandingkan dengan negara-negara lain di Asia Tenggara. Pada tahun 2007/2008, Indonesia berada pada peringkat 107 dari 177 negara. Walaupan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mengalami peningkatan pada tahun 2009, namun peringkat Indonesia mengalami penurunan menjadi 111 dari 182 negara.

Hal ini menunjukkan bahwa pembangunan kualitas SDM di Indonesia masih belum memberikan hasil yang optimal dan cenderung kalah cepat dengan pembangunan kualitas sumberdaya manusia di negara Asia Tenggara lainnya.

Pembangunan nasional belum menunjukkan hasil yang optimal dalam pengentasan kemiskinan. Jumlah dan proporsi penduduk miskin di Indonesia masih relatif tinggi yaitu sekitar 31,02 juta jiwa (13,33 persen) dari total penduduk (BPS 2011). Untuk mencapai target Millenium Development Goals (MDGs), diperlukan program pengentasan kemiskinan yang lebih komprehensif dan efektif, baik yang diarahkankan untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia untuk meningkatkan daya beli. Pada giliranya program itu dapat meningkatkan IPM.

Keluarga merupakan institusi terkecil dalam masyarakat (basic unit of society), memiliki peranan yang penting dalam pencapaian target pembangunan nasional. Kualitas sumberdaya manusia dalam keluarga berkontribusi dalam penilaian Human Development Index (HDI) maupun IPM yang pada akhirnya akan menentukan keberhasilan pembangunan nasional.

Perempuan berperan penting dalam rangka pembentukan kehidupan keluarga yang kokoh sehingga tidak terkena pengaruh negatif dari perubahan serta pencapaian suatu keadaan yang sehat, sejahtera dan bahagia, sehingga mendukung terhadap penciptaan masyarakat yang sejahtera, baik lahir maupun batin.

Kemampuan dan potensi yang memadai dari perempuan, sebagai istri dan ibu

rumahtangga merupakan aspek terpenting dalam menentukan keberhasilan

(2)

(penunjang utama strategi suksesnya) suatu rumahtangga (terutama masa depan anak-anak/generasi penerus). Oleh karena itu, diperlukan inovasi dan adopsi yang berkaitan dengan strategi peningkatan kemampuan dan potensi kaum perempuan, sehingga perempuan dapat berperan optimal di sektor domestik secara profesional (Elizabeth 2007). Dengan demikian, perempuan memiliki peranan yang penting dalam pencapaian suatu keadaan yang sejahtera dalam keluarga sehingga mendukung terhadap upaya tujuan pembangunan nasional.

Tekanan ekonomi yang tinggi menyebabkan banyak perempuan yang masuk ke dalam ranah publik untuk bekerja. Oleh karena itu, tak jarang, perempuan harus memikul beban ganda yaitu di sektor domestik dan di sektor publik. Dalam keluarga miskin, peran ganda perempuan ini sangat diperlukan untuk mempertahankan kelangsungan hidup. Penghasilan tambahan dari aktivitas perempuan di sektor produktif diharapkan dapat membantu mengatasi masalah ekonomi keluarga. Selain itu, peran perempuan atau istri dalam sektor domestik untuk mengelola sumberdaya keluarga yang dimilikinya diharapkan dapat mewujudkan kesejahteraan keluarga.

Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) tahun 2005 menunjukkan bahwa tingkat patisipasi angkatan kerja (TPAK) perempuan masih relatih rendah yaitu 56,6 persen, dibandingkan dengan laki-laki 86,0 persen. Kontribusi penduduk perempuan dalam pekerjaan upahan di sektor non-pertanian juga masih rendah yaitu 28,3 persen pada tahun 2002. Hal ini didukung dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa perempuan lebih dominan sebagai pekerja tidak dibayar yang mencapai 36,9 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan laki-laki yang hanya 28,2 persen (Kementerian Pemberdayaan Perempuan Republik Indonesia 2006).

Perempuan umumnya dihargai dengan upah yang lebih rendah dibandingkan laki-laki. Seringkali upah yang dihasilkan oleh istri untuk keluarga dianggap sebagai hasil kontribusi suami terhadap pendapatan keluarga.

Kontribusi ekonomi perempuan masih dianggap sekunder dan hanya sebagai

pelengkap hasil dari laki-laki (Sobari 1992). Sebab perempuan seringkali

dipandang sebagai orang kedua yang hanya membantu pasangan (subordinat),

(3)

berpendidikan rendah, dan memiliki keterbatasan keterampilan untuk menghasilkan kontribusi ekonomi bagi keluarga (Zehra 2008).

Hubeis (2010) mengatakan bahwa umumnya perempuan di pedesaan dan berusia muda bekerja karena membutuhkan pengahasilan untuk melanjutkan kelangsungan kehidupan keluarga (terutama anak-anak) bukan untuk mengejar karir sehingga menerima berbagai jenis pekerjaan apapun tanpa memperhatikan besarnya pendapatan yang ditawarkan dari lingkungan kerja.

Menurut Lasswell M & Lasswell T (1987), kontribusi ekonomi perempuan dalam ekonomi keluarga akan menghasilkan peningkatan dalam keuangan keluarga, kepemilikan barang mewah, standar hidup yang lebih tinggi dengan pencapaian rasa aman yang lebih baik sehingga berdampak pada peningkatan status sosial keluarga. Meskipun pekerjaan perempuan memiliki kontribusi yang sangat penting untuk kelangsungan hidup dan kesejahteraan keluarga, namun pada kenyataanya perempuan masih saja dipandang sebelah mata dalam masyarakat (Zehra 2008).

Selain itu produktivitas perempuan dalam pengembangan ekonomi keluarga sama sekali belum disentuh secara mendetail dan berkesinambungan.

Produktivitas perempuan dalam hal ini diukur berdasarkan kontribusi pekerjaan publik yang dibayar, sedangkan pekerjaan perempuan di aspek domestik tidak diperhitungkan. Peran gender di sektor domestik melibatkan peran reproduktif atau domestik yang menyangkut aktivitas manajemen sumberdaya keluarga (materi, non-materi, waktu, pekerjaan dan keuangan), pengasuhan dan pendidikan anak serta pekerjaan dalam rumah tangga (Puspitawati 2007). Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk meneliti besarnya kontribusi ekonomi perempuan dan peran gender terhadap kesejahteraan keluarga di Kecamatan Ampek Sumatara Barat.

Perumusan Masalah

Permasalahan utama pembangunan dicerminkan oleh masih rendahnya tingkat kesejahteraan rakyat yaitu masih besarnya jumlah penduduk miskin.

Tingkat kemiskinan di Kabupaten Agam masih tinggi. Pada tahun 2007 terdapat

22,81 persen rumah tangga yang ada di Kabupaten Agam berstatus miskin. Pada

(4)

tahun 2008 jumlahnya mulai menurun menjadi (18,7%). Tingkat pengangguran terbuka dari tahun ke tahun selalu mengalami penurunan dari 206.201 angkatan kerja Kabupaten Agam, hanya 3,78 persen penduduk yang merupakan pengangguran terbuka dan didominasi oleh laki-laki. Dilihat dari lapangan usahanya, sebagian besar penduduk bekerja di sektor primer, namun persentasenya menurun dari tahun 2007 hingga tahun 2008. Pada tahun 2009 jumlah penduduk yang bekerja di sektor primer adalah (46,22%). Persentase terbesar kedua adalah sektor tersier (46,22%) dan sekunder (12,36%) ( Statistik daerah Kabupaten Agam 2009). Belum ada perhitungan mengenai kontribusi ekonomi perempuan di Indonesia.

Peran perempuan juga sangat dibutuhkan dan strategis kedudukannya dalam mengatur dan mengurus sumberdaya keluarga, terutama anak-anak. Mengurus, merawat, dan membesarkan anak-anak merupakan pekerjaan mulia, disamping suami sebagai kepala keluarga tentunya, serta sumberdaya material rumah tangga lainnya. Perlunya kesadaran tinggi bahwasanya seorang ibu (perempuan) dalam mengatur dan mengurus rumahtangga merupakan aspek penting dalam meningkatkan kualitas sumberdaya manusia dalam rumah tangganya. Anak-anak merupakan faktor yang terpenting sumberdaya manusia utama, sebagai calon generasi penerus (Elizabeth 2007).

Sistem matrilineal menyebabkan istri tidak tergantung pada suaminya, karena pola pewarisan yang diperuntukkan bagi perempuan, menyebabkan perempuan di Minangkabau, secara ekonomi relatif kuat. Dalam kaitannya dengan fenomena perempuan bekerja, tentu saja akan mempunyai pengaruh semakin kuatnya kedudukan perempuan, terutama dalam keluarga.

Begitu pentingnya peran keluarga terutama perempuan dalam meningkatkan kualitas manusia maka seorang perempuan harus pandai dalam melakukan pembagian waktunya dengan optimal, pemanfaatan waktu dapat digunakan secara efektif sehingga dapat menciptakan sumberdaya manusia yang bekualitas.

Selain itu pekerjaan perempuan juga belum begitu diperhitungkan dalam perekonomian regional dan kontribusinya terhadap kesejahteraan keluarga.

Berdasarkan pemaparan diatas, maka dapat dirumuskan masalah yang akan

diteliti yaitu:

(5)

1. Seberapa besar kontribusi ekonomi perempuan terhadap pendapatan keluarga?

2. Bagaimanakah pembagian peran gender dalam keluarga (pembagian peran dalam pelaksanaan tugas keluarga dan sosial dan pembagian peran dalam pengambilan keputusan keluarga)?

3. Seberapa besar tingkat kesejahteraan keluarga?

4. Faktor-faktor apa saja yang berpengaruh terhadap kontribusi ekonomi perempuan, peran gender dalam pengambilan keputusan, dan kesejahteraan keluarga?

Tujuan

Tujuan Umum

Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kontribusi ekonomi perempuan dan peran gender terhadap kesejahteraan keluarga subjektif di Kecamatan Ampek Angkek Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Tujuan Khusus

1. Mengidentifikasi kontribusi ekonomi perempuan terhadap pendapatan keluarga.

2. Mengidentifikasi pembagian peran gender dalam keluarga (pembagian peran dalam pelaksanaan tugas keluarga dan sosial dan pembagian peran dalam pengambilan keputusan keluarga).

3. Mengidentifikasi tingkat kesejahteraan keluarga.

4. Menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kontribusi ekonomi perempuan, peran gender dalam pengambilan keputusan dan kesejahteraan keluarga.

Manfaat Penelitian

Bagi Pengembangan Ilmu

1. Memperkaya khasanah keilmuan, khususnya ekonomi keluarga dan peran

gender dalam keluarga.

(6)

2. Sebagai sumbangan bagi pengembangan ilmu pengetahuan khususnya ilmu keluarga mengenai kontribusi ekonomi perempuan perdesaan masyarakat ke sektor perdagangan dan home industry lainnya khususnya di Sumatra Barat.

3. Sebagai tambahan informasi yang akan memberikan sumbangan pemikiran bagi Pemda Bukitinggi, dalam menetukan kebijakan yang berkaitan dengan usaha peningkatan kesejahteraan keluarga melalui pengefektifan peran perempuan (istri) dan pria (suami) dalam keluarga.

Bagi Perempuan Bekerja dan Masyarakat

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai

kedudukan peran perempuan sebagai pekerja dan istri yang membantu

perekonomian keluarganya dengan mengetahui kontribusi terhadap kesejahteraan

ekonomi keluarga. Penelitian ini diharapkan juga dapat memberikan pemahaman

kepada para suami bahwa pekerjaan istri dapat membantu meningkatkan

kesejahteraan keluarga secara signifikan, sehingga suami dapat lebih menghargai

istri dan dapat berpartisipasi dalam peran domestik di keluarga.

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memperkuat penelitian penelitian sebelumnya yang berkaitan dengan komitmen organisasi, motivasi, kompetensi, dan gaya

c) untuk huruf e) hanya dapat beroperasi dengan pengaturan shift dengan kapasitas maksimal 50% (lima puluh persen) staf untuk setiap shift hanya di

Variabel bebas adalah objek atau gejala-gejala dalam penelitian yang bebas dan tidak tergantung dengan hal-hal lain dilambangkan dengan (X) dan variabel terikat adalah

Menurut Lillesand dan Kiefer (1997), istilah penutupan lahan berkaitan dengan jenis kenampakan yang ada di permukaan bumi, seperti bangunan perkotaan, danau dan vegetasi,

Kedua, penyelenggaran pemilihan umum 1955 berlangsung dalam 2 tahap yaitu pemilihan untuk memilih anggota DPR yang dilaksanakan pada tanggal 29 September 1955, dan anggota

Menurut Robertson & Acklam (2000:30) “warm up is a short activity for the beginning of lesson” maksudnya adalah pemanasan merupakan kegiatan singkat untuk

Prinsip-prinsip negara demokrasi yang telah disebutkan di atas kemudian dituangkan ke dalam konsep yang lebih praktis sehingga dapat diukur dan dicirikan... Ciri-ciri ini

Untuk memperoleh data tentang pengaruh model pembelajaran problem based learning terhadap hasil belajar kelas IV SDN Bandungrejosari 1 Malang diperoleh dari hasil pretest