• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

1 1.1 Latar Belakang

Seiring dengan perkembangan teknologi informasi, kemajuan di bidang pengembangan aplikasi sedang mendapatkan perhatian penting bagi perkembangan teknologi informasi. Salah satu bidang yang sedang berkembang yaitu sistem mengenai pengenalan wajah untuk identifikasi wajah dan informasi gender. Pengenalan wajah dan informasi gender merupakan sebuah sistem yang digunakan untuk mendeteksi wajah dan menginformasikan gender. Pengenalan wajah dan informasi gender difungsikan untuk memberikan keakuratan pada sebuah sistem yang digunakan untuk kontrol akses bagi fasilitas yang membutuhkan sistem keamanan tersebut.

Secara umum sistem pengenalan wajah dan informasi gender mempunyai beberapa tahapan yaitu pendeteksian wajah, ekstraksi wajah, pengenalan wajah dan menambahkan informasi gender. Pada pengenalan wajah dan informasi gender yang penulis lakukan adalah terhadap wajah dan informasi gender yaitu dengan memanfaatkan jarak antar komponen wajah terhadap kamera dan dilakukan pengukuran jarak, yang telah diambil dari penentuan titik-titik terpenting dari komponen wajah.

Sistem pengenalan wajah merupakan proses untuk mendeteksi dan mengidentifikasi wajah seseorang. Dengan menggunakan teknologi pengenalan wajah, kita memperoleh identifikasi wajah dan informasi gender yang tepat, akurat, serta meningkatkan efisiensi waktu dan sumber daya manusia. Aplikasi ini dapat membantu memonitor 1 x 24 jam dari suatu tempat dan dapat bekerja dengan waktu yang maksimal. Informasi gender merupakan proses untuk mengenali dan mengidentifikasi gender seseorang. Dengan mengenali gender, kita dapat memperoleh keakuratan untuk akses kontrol relay yang lebih tepat. Untuk sistem kontrol akses. Akurasi didapat dari data yang telah dimasukkan berupa nama dan gender setelah di tes akan menghasilkan keakuratan dari data tersebut.

Sudah banyak aplikasi untuk pengenalan wajah dan informasi gender, namun beberapa dari aplikasi tersebut belum menambahkan kontrol akses sebagai menggunakan mikrokontroler arduino uno. Mikrokontroler arduino uno digunakan

(2)

sebagai akses kontrol akses pada sistem yang akan dibuat. Proses pengenalan wajah dan informasi gender nantinya akan dihubungkan ke port usb mikrokontroler arduino uno.

Di dalam teknologi pengenalan wajah manusia, ada beberapa cara penyelesaian yang digunakan di antaranya dengan cara menentukan penangkapan titik komponen bagian wajah menggunakan metode Principal Component Analysis (PCA). Metode ini mampu menghasilkan sebuah aplikasi pengenalan wajah dan informasi gender, selanjutnya akan dilakukan tes kontrol akses relay menggunakan mikrokontroler arduino untuk kontrol akses mikrokontroler arduino.

Principal Component Analysis (PCA) adalah salah satu metode pengenalan yang dikembangkan sebagai metode pengenalan wajah namun dengan begitu banyaknya metode yang ada menjadi sulit bagi pengembang aplikasi pengenalan citra wajah untuk menentukan metode mana yang lebih baik untuk diimplementasikan. Dari penelitian sebelumnya, Prasetyo (2012) yang berjudul “Pemecahan Masalah Pengenalan Citra Wajah Secara Real time Dengan Variasi Pose Menggunakan Metode Eigenface” memecahkan masalah pengenalan citra wajah yang tidak umum dalam hal pose yang bervariasi dengan mengembangkan aplikasi yang dapat mendeteksi keberadaan dan luas citra wajah di dalam sebuah gambar. Metode pengenalan citra wajah yang digunakan adalah metode EigenFace.

Kekurangan dari penelitian sebelumnya dalam tingkat akurasinya perlu di tingkatkan dengan menggunakan algoritma yang lebih baik untuk menerapkan klasifikasi data yang memiliki banyak kelas dan memiliki banyak data tidak menentukan tingkat keakuratan serta tidak menampilkan informasi gender, Gunawan (2013).

Dari penelitian sebelumnya, Zainudin et al (2012). Principal Component Analysis (PCA) dan Linear Discriminant Analysis (LDA) dilaksanakan dengan menggunakan MATLAB dan kinerja ditentukan dalam hal akurasi pengenalan dan waktu eksekusi yang diambil. Percobaan dilakukan dalam kondisi yang berbeda, dengan memvariasikan dataset citra input wajah dan juga dengan memvariasikan parameter algoritma individu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LDA melakukan lebih baik dari PCA dalam hal akurasi pengenalan. Untuk peningkatan, metode untuk menemukan dan mengidentifikasi wajah akurat .

Atas dasal hal tersebut, lahir pemikiran untuk membuat pengenalan citra wajah menggunakan metode Principal Component Analysis (PCA) untuk kontrol

(3)

akses dan yang akan dapat dijadikan paduan peneliti maupun pengembang untuk menentukan metode mana yang sesuai untuk device yang akan digunakan. Alasan inilah peneliti ambil sebagai dasar pemikiran untuk memilih metode Principal Component Analysis (PCA) sebagai proses pengenalan wajah dan tingkat keakuratan yang cukup baik.

Dengan pengenalan wajah informasi gender tersebut diharapkan mampu mendeteksi dan menginformasikan gender selanjutnya akan dites menggunakan mikrokontroler arduino pada sistem on atau off pada kontrol akses yang akan dibuat sebagai kontrol akses. Perancangan sistem aplikasi ini dengan judul “Sistem Kontrol Akses Berbasis Realtime Face Recognition Dan Gender Information”. Sistem ini digunakan untuk membangun sebuah sistem. Hasil akhir dalam penelitian ini adalah sebaggai referensi untuk implementasi pengenalan wajah, informasi gender dalam sistem kontrol akses.

1.2 Rumusan Masalah

Masalah yang di hadapi adalah:

1. Bagaimana mengembangkan sistem keamanan berbasis Pengenalan wajah dengan informasi gender serta mengetahui tingkat akurasi sistem tersebut. 2. Diperlukan sistem pendeteksian wajah secara real time dan otomatis unruk

meningkatkan kemanan bagi kontrol akses relay yang handal.

1.3 Ruang Lingkup

Mengingat luasnya kemungkinan pembahasan topik yang diambil, maka perlunya membatasi ruang lingkupnya agar pembahasan dapat lebih terarah dan tujuan penulisan ini dapat tercapai. Adapun ruang lingkup yang dipakai dalam penulisan skripsi ini meliputi:

1. Membuat program aplikasi pengenalan wajah dan informasi gender menggunakan Principal Component Analysis (PCA) dan Mikrokontroler Arduino Uno.

2. Aplikasi hanya melakukan deteksi terhadap satu objek wajah dalam satu frame. 3. Perancangan aplikasi menggunakan bahasa OpenCV dan VB.NET.

(4)

5. Citra wajah masukan adalah citra wajah yang menghadap ke depan (frontal). 6. Pada sistem ini tidak membahas mengenai faktor-faktor diluar normal, seperti

bentuk wajah yang cacat dan transgender.

7. Penentuan titik hanya dilakukan pada kontur wajah.

8. Sistem juga tidak membahas mengenai kecepatan hasil informasi gender. 9. Hanya dapat menggunakan mikrokontroler arduino sebagai sistem kontrol akses 10. Ekspresi pose wajah standar.

1.4 Tujuan dan manfaat 1.4.1 Tujuan

Tujuan yang hendak dicapai yaitu:

1. Mengembangkan kontrol akses sistem dan informasi gender.

2. Mampu menguji proses pengenalan wajah dan informasi sebagai akses kontrol. 3. Membuat program aplikasi pengenalan wajah dan informasi gender

menggunakan metode Principal Component Analysis (PCA) sebagai proses pengenalan wajah dan pengenalan pola titik ekstraksi wajah untuk menghasilkan informasi gender serta penggunaan mikrokontroler arduino untuk mengaktifkan relay.

1.4.2 Manfaat

Manfaat yang hendak dicapai yaitu:

1. Bagi pembaca : Menambah pengetahuan tentang bagaimana proses pengenalan wajah dan informasi gender serta penggunaan mikrokontrolller arduino sebagai relay.

2. Bagi peneliti lain : Memberikan referensi sebagai bahan pembelajaran untuk dikembangkan.

3. Bagi penulis : Menambah pengetahuan tentang bagaimana pembuatan program aplikasi pengenalan wajah dan informasi gender menggunakan metode Principal Component Analysis (PCA) serta penggunaan mikrokontrolller arduino sebagai kontrol akses.

4. Dapat mendeteksi wajah dan menseleksi gender sebagai kontrol akses pada suatu tempat.

(5)

5. Aplikasi ini dapat beroperasi selama 24 jam sehingga lebih efektif dan efisien dalam kontrol akses yang handal.

1.5 Metode Penelitian

Metode penelitian yang digunakan meliputi tahap sebagai berikut: 1. Studi Pustaka

Mencari sumber buku, artikel, literatur internet yang berkaitan untuk menunjang penulisan dan pembuatan program sesuai topik yang diajukan. Mempelajari dan memahami materi penunjang yang ada agar mudah di pahami.

2. Metodelogi Analisis

Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah sebagai berikut: a. Mempelajari metode Principal Component Analysis(PCA) dengan OpenCV

library.

b. Mempelajari pengekstrasian titik pada bagian wajah yang menghasilkan sejumlah titik vektor.

c. Mempelajari bahasa pemograman OpenCV dan VB.NET d. Mempelajari proses pemasukan data menggunakan komputer

e. Mempelajari dan menganalisis perancangan program aplikasi pengenalan wajah dan seleksi gender menggunakan metode Principal Component Analysis (PCA) serta penggunaan mikrokontroler arduino sebagai kontrol akses.

3. Metode Perancangan

Tahapan perancangan dalam penulisan dibagi menjadi beberapa tahap yaitu: a. Perancangan algoritma dan struktur program untuk setiap tahapan dalam

perancangan program aplikasi kontrol akses sistem dan informasi gender serta penggunaan mikrokontroler arduino.

b. Perancangan Unified Modeling Language (UML). c. Perancangan desain tampilan layar.

4. Uji Coba dam Evaluasi

Setelah melakukan program aplikasi telah selesai dibuat, maka pengujian program akan dilakukan lalu dievaluasi.

(6)

1.6 Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan dalam penyusunan skripsi ini terdiri dari:

BAB 1 PENDAHULUAN

Dalam bab ini dijelaskan secara umum mengenai latar belakang, identifikasi masalah, tujuan dan manfaat, Ruang lingkup, metode penelitian, makalah relevan dan sistematika penulisan.

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

Dalam bab ini akan dijelaskan landasan teori dasar dan metode yang dilakukan untuk mendukung analisis dan perancangan yang dilakukan.

BAB 3 METODOLOGI

Pada bab ini dilakukan analisis sistem yang meliputi gambaran umum permasalahan yang dihadapi, usulan pemecahan tersebut serta kebutuhan dan perancangan sistem yang diusulkan.

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

Bab ini menjelaskan tentang spesifikasi perangkat keras yang dibutuhkan dalam perancangan sistem, contoh pengimplementasian sistem serta evaluasi sistem

BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN

Bab ini berisi tentang kesimpulan dan keseluruhan analisis dan perancangan sistem yang telah dilakukan, selain itu bab ini juga berisi tentang saran untuk pengembangan selanjutnya.

Referensi

Dokumen terkait

9 Beginilah firman TUHAN: "Karena tiga perbuatan jahat Tirus, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku: Oleh karena mereka telah menyerahkan tertawan suatu

4.4.2 Menyusun teks information report lisan dan tulis, sangat pendek dan sederhana, terkait topik yang tercakup dalam mata pelajaran lain di Kelas IX, dengan

Rentang normalisasi data akan dilakukan sesuai dengan fungsi aktivasi yang digunakan Dinormalisasi dalam rentang [0,1] untuk contoh Sistem Pendukung Keputusan

Hasil penelitian diperoleh ada hubungan status gizi dengan kejadian anemia pada remaja di SMA PGRI Pekanbaru, dengan OR 4,2 dan P value

Sehingga kepercayaan tersebut memunculkan hubungan sosial yang terjalin antara: (1) Hubungan sosial yang terjadi antara Tengkulak dan makelar menciptakan kepercayaan

Simpanan berjangka (Time deposits) Tabungan (Savings Deposit) Pinjaman yang diterima (Loans received) Surat berharga (Securities) Lainnya (Others) Bukan penduduk (Non-Citizens).

Informasi perjalanan karir musisi dalam dan luar negeri dari awal hingga puncak kesuksesannya dengan memutar karya-karya dari musisi yang bersangkutan.. lagu) dengan

Menurut SNI Pd T-14-2003 mengenai perencanaan tebal perkerasan jalan beton semen, apabila tanah dasar mempunyai nilai CBR lebih kecil dari 2%, maka harus dipasang pondasi bawah