DESKRIPSI PERSEPSI MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI UNIVERSITAS SANATA DHARMA PADA
PENGGUNAAN LEARNING MANAGEMENT SYSTEM BERBASIS MOODLE DALAM PELAKSANAAN E-LEARNING
SKRIPSI
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
Oleh:
Maria Consolatrix Naben NIM: 171334059
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI
BIDANG KEAHLIAN KHUSUS PENDIDIKAN AKUNTANSI JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA
YOGYAKARTA 2021
Program Studi Pendidikan Ekonomi Bidang Kehalian Khusus Pendidikan Akuntansi
ii SKRIPSI
DESKRIPSI PERSEPSI MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI UNIVERSITAS SANATA DHARMA PADA
PENGGUNAAN LEARNING MANAGEMENT SYSTEM BERBASIS MOODLE DALAM PELAKSANAAN E-LEARNING
Oleh:
Maria Consolatrix Naben NIM: 171334059
Telah disetujui oleh:
Pembimbing Tanggal, 4 Agustus 2021
Natalina Premastuti Brataningrum, S.Pd., M.Pd.
iii SKRIPSI
DESKRIPSI PERSEPSI MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI UNIVERSITAS SANATA DHARMA PADA
PENGGUNAAN LEARNING MANAGEMENT SYSTEM BERBASIS MOODLE DALAM PELAKSANAAN E-LEARNING
Dipersiapkan dan ditulis oleh : Maria Consolatrix Naben
NIM : 171334059
Telah dipertahankan di depan Panitia Penguji Pada tanggal, 27 Agustus 2021
Dan dinyatakan telah memenuhi syarat
Susunan Panitia Penguji
Nama Lengkap Tanda Tangan
Anggota Natalina Premastuti Brataningrum, S.Pd., M.Pd. ...
Anggota Ignatius Bondan Suratno, S.Pd., M.Si. ...
Anggota Nicolas Bayu Kristiawan, S.Pd., M.Sc. ...
Yogyakarta, 27 Agustus 2021
Sekretaris Natalina Premastuti Brataningrum, S.Pd., M.Pd. ...
Ketua Ignatius Bondan Suratno, S.Pd., M.Si. ...
Dr. Yohanes Harsoyo, S.Pd., M.Si.
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma
Dekan,
iv
HALAMAN PERSEMBAHAN
Tuhan Yesus, Bunda Maria, Santo Yoseph
Bapak Aloysius Naben dan Mama Rosedelima Esi yang selalu mendoakan, mendukung dan menyemangati selama proses pengerjaan skripsi ini.
Kakak Josep Naben (Alm), Kakak Rikardis Apriani Naben, Kakak Godefridus Basilikarno Naben, Kakak Ferdinandus Ariyatno Naben dan Kakak Arnoldus Yansen Fahik yang selalu memberi dukungan dan semangat agar cepat selesai.
Ibu Natalina Premastuti Brataningrum, S.Pd., M.Pd. Selaku dosen pembimbing yang telah banyak meluangkan waktu dalam memberikan bimbingan, kritik dan
saran serta motivasi selama proses penelitian dan penulisan skripsi ini.
Almamater tercinta Universitas Sanata Dharma.
v MOTTO
“Setiap orang pasti akan ada waktunya”
Maria Consolatrix Naben
“Janganlah kamu khawatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukupalah untuk sehari”
Matius 6:34
“Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian kepada mereka.”
Matius 7:12
vi
PERNYATAAN KEASLIAN KARYA
Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah.
Yogyakarta, 27 Agustus 2021 Penulis
Maria Consolatrix Naben
vii
LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN
PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS
Yang bertandatangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma :
Nama : Maria Consolatrix Naben
Nomor Induk Mahasiswa : 171334059
Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul :
“DESKRIPSI PERSEPSI MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI UNIVERSITAS SANATA DHARMA PADA PENGGUNAAN LEARNING MANAGEMENT SYSTEM BERBASIS MOODLE DALAM PELAKSANAAN E-LEARNING”
beserta perangkat yang diperlukan. Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas dan mempublikasinya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis.
Demikian pernyataan ini, saya buat dengan sebenarnya.
Dibuat di Yogyakarta
Pada tanggal, 27 Agustus 2021 Yang menyatakan
Maria Consalatrix Naben
viii ABSTRAK
DESKRIPSI PERSEPSI MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI UNIVERSITAS SANATA DHARMA PADA PENGGUNAAN LEARNING MANAGEMENT SYSTEM BERBASIS MOODLE DALAM PELAKSANAAN
E-LEARNING Maria Consolatrix Naben Universitas Sanata Dharma
2021
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa Prodi Pendidikan Akuntansi Universitas Sanata Dharma pada penggunaan learning management system berbasis moodle dalam pelaksanaan e-learning.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2021. Data dianalisis dengan analisis deskriptif PAP tipe II, Subjek penelitian ini adalah mahasiswa Prodi Pendidikan Akuntansi Universitas Sanata Dharma. Objek dalam penelitian adalah persepsi mahasiswa terhadap learning management system berbasis moodle dalam pelaksanaan e-learning.
Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: persepsi mahasiswa pendidikan akuntansi Universitas Sanata Dharma pada penggunaan learning management system berbasis moodle dalam pelaksanaan e-learning memperoleh skor rata-rata persentase 92,30% termasuk dalam kategori baik. Lebih lanjut dapat dideskripsikan bahwa persepsi mahasiswa tentang pembelajaran menggunakan learning managament system berbasis moodle dalam pelaksanaan e-learning diperoleh dari 13 indikator yang ada 12 indikator termasuk dalam kategori baik dengan tingkat kecenderungan 92,30% dan 1 indikator termasuk ke dalam kategori sangat baik dengan tingkat kecenderungan 7,69%. Kesimpulan penelitian ini learning management system berbasis moodle baik untuk diterapkan di Universitas.
Kata Kunci : Learning Management System (LMS), Moodle, E-learning.
ix
EDUCATION STUDENT’S PERCEPTION ON THE USE OF MOODLE- BASED LEARNING MANAGEMENT SYSTEM IN E-LEARNING
IMPLEMENTATION Maria Consolatrix Naben Sanata Dharma University
2021
This study aimed to investigate the Accounting Education Study Program students’ perception on the use of Moodle-based learning management system in the implementation of e-learning at Sanata Dharma University.
This research was a descriptive study conducted in May-June 2021. The data were analyzed by descriptive analysis of PAP type II. The subjects of this study were students of the Accounting Education Study Program, Sanata Dharma University. The object of the research was the students’ perception on the Moodle-based learning management system in the implementation of e-learning.
Data collection was carried out using questionnaires.
The results showed that the perception of accounting education students at Sanata Dharma University on the use of a Moodle-based learning management system in the implementation of e-learning obtained an average percentage score of 92.30% which was included in the good category. Furthermore, it can be described that students' perceptions of learning using a moodle-based learning management system in the implementation of e-learning were obtained from 13 indicators, 12 indicators are included in the good category with a tendency level of 92.30% and 1 indicator was included in the very good category with a tendency level of 7 ,69%. The conclusion of this study is that the Moodle-based learning management system is good to be applied at universities.
.
Keywords: Learning Management System (LMS), Moodle, E-learning ABSTRACT
DESCRIPTION OF SANATA DHARMA UNIVERSITY ACCOUNTING
x
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kepada Tuhan yang Maha Kasih karena berkat dan juga limpah kasih-Nya skripsi ini telah selesai tepat pada waktunya. Skripsi ini dituliskan dan diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Pendidikan di Program Studi Pendidikan Ekonomi BKK Pendidikan Akuntansi.
Penulis menyadari bahwa selama proses penyusunan skripsi ini mendapatkan banyak bantuan, masukan, kritik dan saran yang membangun dari berbagai pihak.
Untuk itu penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada:
1. Bapak Dr. Yohanes Harsoyo, S.Pd., M.Si. selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma;
2. Bapak Ignatius Bondan Suratno, S.Pd., M.Si. selaku ketua Program Studi Pendidikan Ekonomi, BKK Pendidikan Akuntansi, FKIP;
3. Ibu Natalina Premastuti Brataningrum, S.Pd., M.Pd. Selaku dosen pembimbing yang telah banyak meluangkan waktu dalam memberikan bimbingan, memberikan kritik dan saran untuk kesempurnaan skripsi ini;
4. Bapak Nicolas Bayu Kristiawan, S.Pd.,M.Sc. selaku dosen penguji;
5. Seluruh Bapak/Ibu Dosen dan Staf Program Studi Pendidikan Ekonomi, BKK Pendidikan Akuntansi, FKIP, Universitas Sanata Dharma, yang telah banyak memberikan tambahan pengetahuan dalam proses perkuliahan;
6. Staf bagian Sekretariat yang sudah banyak membantu dalam kelancaran skripsi ini;
xi
7. Kedua orangtuaku tercinta dan keluarga, tiada kata dan tindakan yang mampu membalas semua kebaikan, kasih sayang, doa, kesabaran, dan perhatian yang kalian berikan kepadaku selama ini;
8. Teman-teman mahasiswa di bawah bimbingan yaitu: Maryati, Maria Wira Pertiwi, Stefani Anggi Lestari, Isah, Eva Susanti, Petrus Bayu Presetyo, Frederikus Suyanto Belsen, Yakobus Pankrisius.
9. Seluruh mahasiswa angkatan 2017 yang juga telah memberikan masukan dan kerja sama yang baik selama ini;
10. Semua pihak yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu atas semua dukungannya yang telah memberikan kritik dan saran dalam penulisan skripsi ini.
Penulis menyadari masih banyak kesalahan serta kekurangan dalam skripsi ini.
Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran demi kesempurnaan skripsi ini. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat sebagaimana mestinya.
Yogyakarta, 27 Agustus 2021 Penulis
Maria Consolatrix Naben
xii DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ... i
HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING... ii
HALAMAN PENGESAHAN ... iii
HALAMAN PERSEMBAHAN ... iv
MOTTO ... v
PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ... vi
LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS ... vii
ABSTRAK ... viii
KATA PENGANTAR ... x
DAFTAR ISI ... xii
DAFTAR TABEL ... xvi
DAFTAR GAMBAR ... xvii
DAFTAR LAMPIRAN ... xviii
BAB I PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang ... 1
ABSTRACT... ix
xiii
B. Identifikasi Masalah ... 5
C.Batasan Masalah ... 6
D.Rumusan Masalah... 6
E.Tujuan Penelitian ... 6
F.Manfaat Penelitian... 7
1.Manfaat teoritik... 7
2.Manfaat praktis ... 7
BAB II KAJIAN PUSTAKA ... 8
A.Kajian Teori... 8
1. Persepsi ... 8
2. Perkembangan TIK ... 9
3. Learning Management System (LMS) ... 11
4.Penerapan TIK Dalam Pembelajaran (E-learning) ... 14
5. Moodle... ... 23
B.Penelitian yang Relevan ... 25
C.Kerangka Berpikir... 26
D.Pertanyaan Penelitian ... 28
BAB III METODOLOGI PENELITIAN ... 29
A.Jenis Penelitian ... 29
B.Tempat dan Waktu Penelitian ... 29
xiv
1.Tempat Penelitian ... 29
2.Waktu Penelitian ... 29
C.Subjek dan Objek Penelitian ... 30
D. Populasi... ... 30
E.Operasionalisasi Variabel ... 30
Persepsi Mahasiswa (Y). ... 30
F.Teknik Pengumpulan Data ... 32
G.Pengujian Instrumen Penelitian ... 33
1.Uji Validitas ... 33
2.Uji Reliabilitas ... 36
H.Teknik Analisis Data ... 37
Analisis Statistik Deskriptif ... 37
BAB IV DESKRIPSI DATA DAN PEMBAHASAN ... 40
A.Deskripsi Data Penelitian ... 40
1.Data Responden Berdasarkan Jenis Kelamin ... 41
2.Data Responden Berdasarkan Angkatan ... 42
B.Analisis Data ... 42
1. Deskripsi Variabel Persepsi Mahasiswa pada Penggunaan LMS ... 43
2.Deskripsi data per indikator... 44
C.Pembahasan ... 45
xv
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 50
A.Kesimpulan ... 50
B.Keterbatasan Penelitian ... 50
C.Saran... ... 51
DAFTAR PUSTAKA ... 53
LAMPIRAN ... 55
xvi
DAFTAR TABEL
Tabel 3. 1 Operasionalisasi Variabel Persepsi Mahasiswa Terhadap
Penggunaan Learning Management System ... 31
Tabel 3. 2 Skor Skala Likert ... 32
Tabel 3. 3 Hasil Uji Validitas Instrumen ... 35
Tabel 3. 4 Hasil Uji Relibitas Instrumen ... 37
Tabel 3. 5 Kategori penilaian PAP tipe II ... ...38
Tabel 3. 6 Frekuensi Persepsi Mahasiswa pada Penggunaan LMS...39
Tabel 3.7 Deskripsi data per indikator...39
Tabel 5. 1 Data Distribusi Penelitian ... 42
Tabel 5. 2 Data Responden Berdasarkan Jenis Kelamin ... 42
Tabel 5. 3 Data Responden Berdasarkan Angkatan ... 43
Tabel 5. 4 Deskripsi Variabel Persepsi ... 44
xvii
DAFTAR GAMBAR
Gambar 5. 1 Deskripsi Persepsi Mahasiswa Pada Penggunaan LMS ... 45
xviii
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 Kuesioner Penelitian ... 55
Lampiran 2 Uji Validitas dan Reliabilitas ... 63
Lampiran 3 Tabel Tabulasi Data ... 66
Lampiran 4 Tabel R ... 76
Lampiran 5 Rincian Persepsi Mahasiswa pada Penggunaan LMS... 79
Lampiran 6 Perhitungan data per Indikator...110
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
Virus corona yang terus menyebar hampir ke semua negara, telah merubah sistem kehidupan masyarakat dunia di semua bidang kehidupan.
Dalam dunia pendidikan perubahan karena adanya virus corona jelas terlihat pada proses pembelajaran. Proses pembelajaran sekarang berubah menjadi sistem pembelajaran jarak jauh dari sebelumnya dilakukan secara tatap muka.
Di Indonesia proses pembelajaran jarak jauh telah mulai sejak dikeluarkannya Surat Edaran (SE) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia nomor 4 tahun 2020 tentang pelaksanan pendidikan dalam masa darurat penyebaran coronavirus disease (covid-19) pada 24 maret 2020 yang menyarankan semua satuan pendidikan melaksanakan pembelajaran di rumah (kemdikbud.go.id).
Proses pembelajaran jarak jauh telah mendorong dunia pendidikan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan memamfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Teknologi menjadi sarana pembelajaran yang efisien dan efektif dalam memfasilitasi proses pembelajaran jarak jauh pada masa pandemi virus corona. Sebelum terjadinya proses pembelajaran jarak jauh, penggunaan internet sebagai sarana pembelajaran telah banyak di terapkan dalam dunia pendidikan. Data hasil survei yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jaringan Internet Indonesia (APJII) E-learning Indonesia dengan 89,7%, dan urutan kedua pelajar dengan 69,8% Saifuddin,
(2017:102-109). Terdapat berbagai macam sarana pembelajaran berbasis jejaringan internet salah satu yang dapat digunakan adalah e-learning.
E-learning merupakan suatu bentuk teknologi informasi yang dapat diterapkan dalam bidang pendidikan melalui dunia maya. Penggunaan e- learning sangat tetap digunakan untuk membuat suatu transformasi pada proses pembelajaran yang bisa digunakan di sekolah ataupun pada perguruan tinggi yang dikelola secara digital dengan teknologi internet. E-learning memungkinkan dosen dan mahasiswa melakukan proses pembelajaran tanpa harus bertemu secara fisik dan tidak dibatasi waktu untuk melakukan pembelajaran. E-learning juga sering dipahami sebagai suatu bentuk pembelajaran berbasis web yang dapat diakses pada jaringan internet. Saat ini E-learning telah dimanfaatkan dalam berbagai proses pembelajaran yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi, salah satunnya adalah learning management system berbasis moodle.
Learning management system merupakan sebuah sistem pengelola pembelajaran yang sangat popular saat ini, dimana hampir setiap sekolah dan perguruan tinggi menggunakan media tersebut untuk menciptakan lingkungan belajar virtual mereka. Aplikasi LMS digunakan untuk mengelola pembelajaran, mengirim konten, dan melacak aktivitas daring seperti memastikan kehadiran dan memastikan waktu pengumpulan tugas. Di era modern seperti ini, pengajar dituntut untuk mampu memanfaatkan teknologi semaksimal mungkin untuk mendukung proses pembelajaran, salah satunnya adalah penguasaan teknologi informasi terutama sebagai media pendukung
bahan ajar untuk menciptakan pembelajaran yang efektif. Pada learning management system terdapat adannya kekurangan salah satunya adalah tidak bisa diterapkan di daerah yang tidak ada akses internet. Terdapat beberapa contoh dari learning management system yang banyak digunakan dalam dunia pendidikan antara lain yaitu WebCT, BlackBoard, Moodle, Atutor, Drupal, Edmodo dan sebagainya.
Moodle merupakan paket software yang diproduksi untuk kegiatan belajar berbasis internet dan website moodle terus mengembangkan rancangan sistem dan desain user interface setiap minggu. Moodle memanfaatkan aplikasi web moodle sebagai opensource software (OSS) yang dapat digunakan untuk membangun kelas online yang memiliki banyak fitur untuk mempermudah proses pembelajaran, melalui moodle dosen dapat mengunggah bahan ajar, soal, tugas, dan membuat forum diskusi. Mahasiswa bisa masuk atau login di moodle serta dapat memilih kelas dengan enroll yang sudah disediakan.
Dosen dan mahasiswa pada prodi pendidikan akuntansi Universitas Sanata Dharma telah menggunakan e-learning pada proses pembelajaran, diantarannya yaitu pada mata kulia akuntansi manajemen, akuntansi sektor publik, matematika ekonomi, pengolahan data elektronik, teori akuntansi dan lain sebagainnya, yang telah dikembangkan dengan menggunakan learning management system berbasis moodle dan telah diakui oleh pimpinan Universitas.
Kemauan seseorang dalam menggunakan produk teknologi sangat dipengaruhi oleh persepsi. Persepsi merupakan suatu proses yang dimulai dari penggunaan pancar indera dalam menerima stimulus kemudian diorganisasikan dan diinterprestasikan sehingga memiliki pemahaman tentang apa yang di indera. Menurut Sarwono (dalam Hartono, 2015: 121), persepsi secara umum merupakan proses perolehan, penafsiran, pemilihan dan pengaturan informasi indrawi. Hasil analisis menunjukan 98,8% mahasiswa mengetahui e-laerning, 86,3% mendukung pelaksaan e-learning, dan 77%
menyatakan puas dengan pelaksanaan pembelajaran e-learning. Selain itu menghasilkankan persepsi mahasiswa e-learning bermanfaat, dapat meningkatkan motivasi memudahkan memahami materi, dan membantu kesiapan dalam perkuliahan Saifuddin,( 2017:102-109)
Menurut Yodha ( 2019: 181-187), pada proses pembelajaran melalui e- learning dalam penerapannya masih ditemukan adannya beberapa kendala yaitu materi yang diberikan kurang luas, kurang menariknya tampilan ataupun prosedur penggunaan yang memyebabkan mahasiswa kurang antusias dan lain sebagainya. Berdasarkan pengalaman pribadi proses pembelajaran melalui e- learning juga memiliki banyak kekurangan diantaranya masih kurangnya pemanfaatan media secara efektif yang menyebabkan tidak optimalnya penerapan materi yang didapatkan, kurangnya interaksi antara dosen dan mahasiswa yang berakibat terjadi miskomunikasi, sering tidak fokus ke proses pembelajaran, pengumpulan tugas yang tidak terjadwal sehingga bisa
menyebabkan mahasiswa ada yang tidak mengumpulkan tugas dan tidak adanya pengawasan secara langsung dari dosen.
Menjalankan dan memaksimalkan learning management system berbasis moodle perlu adanya dukungan dari berbagai pihak yang terlibat, utamannya yang berinteraksi dengan paket aplikasi tersebut yaitu dosen dan mahasiswa. Dari masalah-masalah tersebut di atas yang mendasari peneliti untuk melakukan penelitian tentang learning management system berbasis moodle maka dirumuskan judul penelitian sebagai berikut: “Deskripsi Persepsi Mahasiswa Pendidikan Akuntansi Universitas Sanata Dharma Pada Penggunaan Learning Management System Berbasis Moodle Dalam Pelaksanaan E-learning”. Dengan demikian penelitian ini diharapkan dapat membantu dosen dan mahasiswa untuk mengoptimalkan penggunaan e- learning untuk proses evaluasi pembelajaran.
B. Identifikasi Masalah
Berasarkan latar belakang yang telah dipaparkan di atas, dapat diidentifikasikan adanya beberapa masalah diantaranya
1. Pada penggunaan learning management system tidak bisa diterapkan di daerah yang tidak ada akses internet.
2. Masih kurangnya pemanfaatan media pembelajaran learning management system secara efektif yang menyebabkan tidak optimalnya penerapan materi yang didapatkan.
3. Masih kurangnya interaksi antara dosen dan mahasiswa yang bisa memyebabkan terjadinnya miskomunikasi.
4. Tidak fokus ke proses pembelajaran.
5. Pengumpulan tugas tidak terjadwal sehingga ada mahasiswa yang tidak mengerjakan tugas.
6. Tidak ada pengawasan secara langsung dari dosen.
7. Pembelajaran menggunakan learning management system hanya pada moodle.
C. Batasan Masalah
Batasan masalah dalam penelitain ini yaitu persepsi mahasiswa tentang pembelajaran menggunakan learning management system berbasis moodle dalam pelaksanaan e-learning
.
D. Rumusan Masalah
Berdasarkan identifikasi masalah dan batasan masalah di atas, dapat dirumuskan masalah dalam penelitian ini, yaitu:
Bagaimana persepsi mahasiswa tentang pembelajaran menggunakan learning management system berbasis moodle dalam pelaksanaan e-learning?
E. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah tersebut maka tujuan penelitian ini adalah untuk :
Mengetahui persepsi mahasiswa tentang pembelajaran menggunakan learning management system berbasis moodle dalam pelaksaan e-learning.
F. Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian ini yaitu : 1. Manfaat teoritik
a. Menambah wawasan dan pengetahuan mengenai persepsi tentang pembelajaran menggunakan learning management system berbasis moodle dalam pelaksanaan e-learning mahasiswa Pendidikan Akuntansi USD.
b. Sebagai dasar informasi atau dasar pijak akan penelitian yang akan datang.
2. Manfaat praktis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan suatu sumbangan informasi dan manfaat untuk bahan acuan bagi penelitian selanjutnya dan berbagai pihak terkait penggunaan LMS dalam upaya meningkatkan pengatahuan di bidang pendidikan.
8 BAB II
KAJIAN PUSTAKA A. Kajian Teori
1. Persepsi
a. Pengertian persepsi
Sejak individu dilahirkan, sejak itu pula individu secara langsung berhubungan dengan dunia luarnya dan menerima stimulus atau rangsangan dari luar disamping dari dalam dirinya sendiri dengan menggunakan alat inderanya. Melalui stimulus yang diterimanya, individu akan mengalami persepsi. Menurut Walgito (2010:99), persepsi merupakan suatu proses yang didahului oleh pengindraan, yaitu merupakan proses yang berujud diterimanya stimulus oleh individu melalui alat reseptornya. Sedangkan menurut Slameto (2010:102), persepsi adalah proses yang berkaitan dengan masuknya pesan atau informasi kedalam otak manusia, melalui persepsi manusia terus menerus mengadakan hubungan dengan lingkungannya.
Berdasarkan beberapa pendapat di atas, penulis dapat menarik kesimpulan bahwa persepsi adalah suatu proses pemberian arti yang dipergunakan oleh seseorang atau individu untuk memahami dunia sekitarnya yaitu dengan cara memahami, mengorganisasi dan menafsir suatu stimulus sehingga memungkinkan individu untuk melakukan penilaian terhadap suatu objek, situasi atau peristiwa yang dapat mempengaruhi perilaku.
b. Faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi
Menurut Thoha (2011:149), ada 2 faktor yang mempengaruhi persepsi yaitu faktor internal dan eksternal, berikut ini adalah penjelasan masing-masing faktor tersebut.
1) Faktor internal yang terdiri dari proses belajar, perasaan, sikap, kepribadian, individual, prasangka, keinginan atau harapan, perhatian (fokus), keadaan fisik, ganguan kejiwaan, nilai dan kebutuhan juga minat dan motivasi diri individu.
2) Faktor eksternal yang terdiri dari intensitas, ukuran, keberlawanan, pengulangan, gerakan, hal-hal yang baru dan familiar, latar belakang keluarga, informasi yang diperoleh.
2. Perkembangan TIK
Teknologi informasi dan komunikasi merupakan suatu pandagan yang tidak terpisahkan yang mengandung pengertian luas tentang segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, dan transfer/pemindahan informasi antar media. Ada pun menurut Sutopo (2012:1), teknologi informasi dan komunikasi adalah teknologi yang mencakup seluruh peralatan teknis untuk memproses dan menyampaikan informasi. Teknologi informasi dan komunikasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi dan pengelolaan informasi.
Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dewasa ini telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan manusia. Berbagai
aspek kehidupan manusia telah dipengaruhi oleh perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Selain itu, teknologi informasi dan komunikasi dapat mendorong era baru peradaban manusia dari era industri ke era informasi. Oleh karena itu setiap masyarakat berhak memanfaatkan dan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi. Sebagaimana yang tercantum dalam Undang-Undang No 11 tahun 2008 Pasal 4 No 4 menyebutkan bahwa setiap orang berhak memajukan pemikiran dan kemampuan di bidang penggunaan dan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi seoptimal mungkin dan dapat dipertanggungjawabkan.
Masyarakat era informasi lebih memusatkan pada aset pengetahuan dibandingkan dengan aset modal. Sebagai konsekuensinya cara hidup bekerja dan belajar berubah ke arah pemanfaatan teknologi. Penyelesaian pekerjaan dan tugas sehari-hari menjadi semakin mudah dengan adanya perangkat teknologi informasi dan komunikasi, seperti komputer, internet, telepon pintar dan lain sebagainya.
Komputer adalah kumpulan seperangkat alat elektronik yang dihubungkan dengan listrik yang berfungsi untuk meringankan atau membantu pekerjaan manusia agar lebih mudah, cepat, efisien dan akurat. Di mana menurut Munir (2009:47), media komputer adalah media yang menarik,atraktif,dan interktif. Pembelajaran melalui media komputer memberikan bekal kepada pembelajar berbagai karakter yang menjadi kekuatan dan kelemahan suatu media.
Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam ketatalaksanaan lembaga pendidikan berdampak pada meningkatnya sistem informasi manajemen (SIM) pendidikan. Menurut Mcleod dan Schell (dalam Riyanto, 2011:170), sistem informasi manajemen adalah suatu sistem berbasis komputer yang menyediakan informasi bagi beberapa pemakai dengan kebutuhan yang diinginkan. Sistem informai manajemen yang handal diperlukan suatu sistem pengelolaan informasi yang baik, informasi yang dikelola dengan baik akan menghasilkan suatu sistem informasi manajemen yang handal. Hal ini berdampak pada meningkatnya ketatalaksanaan lembaga pendidikan. Adapun menurut Tim Dosen AP (2011: 115) ketatalaksanaan atau disebut juga tata usaha pendidikan yaitu segenap proses kegiatan menghimpun (menerima), mencatat, mengolah, menggandakan, mengirim, dan menyimpan semua bahan keterangan yang diperlukan oleh organisasi. Sehingga pekerjaan-pekerjaan tata laksana lembaga pendidikan dapat dibantu dengan pemanfaatan teknologi yang sesuai.
3. Learning Management System (LMS) a. Pengertian Learning Management System
Untuk dapat menjalankan e-learning dengan baik maka dibutuhkan suatu aplikasi yang mengelola e-learning, salah satu aplikasinya adalah learning management system (LMS). Learning management system merupakan upaya yang dapat dilakukan oleh sebuah institusi yang akan, sedang, dan mau melakukan pengelolaan desain dan sistem pelaksanaan,
penilaian proses dan hasil pembelajaran secara elektronik (Darmawan, 2014:17). Sedangkan Raharja (2011:57) menjelaskan bahwa LMS adalah perangkat lunak yang digunakan untuk membuat materi perkuliahan online berbasis web dan mengelola kegiatan pembelajaran serta hasil-hasilnya
Berdasarkan pendapat para ahli di atas mengenai pengertian learning management system, maka penulis menyimpulkan learning management system adalah aplikasi perangkat lunak yang menvirtualisasi proses belajar mengajar secara elektronik.
Learning management system (LMS) adalah perangkat lunak yang digunakan untuk membuat materi perkuliahan online berbasis web dan mengelola kegiatan pembelajaran serta hasil-hasilnya. Di dalam LMS juga terdapat fitur-fitur yang dapat memenuhi semua kebutuhan dari pengguna dalam hal pembelajaran. Saat ini ada banyak jenis LMS yang ditawarkan, setiap jenis LMS memiliki fitur-fitur masing-masing yang digunakan dapat berbeda fiturnya. Fitur-fitur yang terdapat dalam LMS pada umumnya antara lain:
1) Administrasi, yaitu informasi tentang unit-unit terkait dalam proses belajar mengajar yaitu tujuan dan sasaran, silabus, metode pengajaran, jadwal kuliah, tugas, jadwal ujian, daftar referensi atau bahan bacaan, profil dan kontak pengajar, pelacakan (troking) dan (monitoring).
2) Penyampaian materi dan kemudahan akses ke sumber referensi.
a. Diktat dan catatan kuliah.
b. Bahan presentasi.
c. Contoh ujian.
d. Sumber-sumber referensi untuk penyajian tugas.
e. Situs-situs bermanfaat.
f. Artikel-artikel dalam jurnal online.
3) Penilaian.
4) Ujian online dan pengumpulan feedback.
5) Komunikasi.
a. Forum diskusi online.
b. Mailing list diskusi.
Melalui LMS ini, mahasiswa juga dapat melihat nilai tugas dan tes serta peringkatnya berdasarkan nilai tugas maupun tes yang diperoleh.
Selain itu, mahasiswa dapat melihat modul-modul yang ditawarkan, mengambil tugas dan tes yang harus dikerjakan, serta melihat jadwal diskusi dengan instruktur, narasumber lain, dan mahasiswa lain. LMS tersedia dalam berbagai macam pilihan.
LMS memenuhi persyaratan penyebaran pendidikan, administrasi.
Sementara sebuah LMS untuk “corporate learning” misalnya, dapat berbagi banyak karakteristik VLE (Virtual learning environments) atau lingkungan belajar virtual yang di gunakan oleh lembaga pendidikan, masing-masing memenuhi kebutuhan yang unik. Lingkungan belajar virtual yang digunakan oleh universitas dan perguruan tinggi memungkinkan dosen atau guru untuk mengelola program mereka dan pertukaran informasi dengan mahasiswa untuk kegiatan belajar mengajar
mereka selama beberapa minggu tersebut dan akan bertemu beberapa kali selama beberapa minggu. Dalam kegiatan belajar online bisa ditempuh dalam waktu singkat, diselesaikan dalam sesi online. Kegiatan belajar online ini kemudian dikenal dengan e-learning.
4. Penerapan TIK Dalam Pembelajaran (E-learning) a. Defenisi E-learning
E-learning merupakan singkatan dari Elektronic learning, merupakan cara baru dalam proses belajar mengajar yang menggunakan media elektronik khususnya internet sebagai sistem pembelajarannya. E- learning merupakan dasar dan konsekuensi logis dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. E-learning dalam arti luas bisa mencakup pembelajaran yang dilakukan di media elektronik (internet) baik secara formal maupun informal. E-learning secara formal misalnya adalah pembelajaran dengan kurikulum, silabus, mata pelajaran dan tes yang telah diatur dan disusun berdasarkan jadwal yang telah disepakati pihak-pihak terkait (pengelola e-learning dan pembelajar sendiri).
Pembelajaran seperti ini biasanya tingkat interaksinya tinggi dan diwajibkan oleh perusahaan pada karyawannya atau pembelajaran jarak jauh yang dikelola oleh universitas dan perusahaan-perusahaan (biasanya perusahaan konsultan) yang memang bergerak dibidang penyediaan jasa e- learning untuk umum. E-learning bisa juga dilakukan secara informal dengan interaksi yang lebih sederhana, misalnya melalui sarana mailing list, e-newsletter atau website pribadi, organisasi dan perusahaan yang
ingin mensosialisasikan jasa, program, pengetahuan atau keterampilan tertentu pada masyarakat luas. Beberapa ahli mencoba menguraikan pengertian e-learning menurut versinya masing-masing, diantaranya :
Menurut Darmawan (2014:15), e-learning adalah cara baru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Dengan adanya e-learning dosen dan mahasiswa tidak harus berada di ruang kelas secara langsung. E- learning ini juga dapat menggunakan waktu pembelajaran secara efektif dan efisien kemudian dapat mempersingkat biaya yang harus dikeluarkan oleh sebuah program studi atau pendidikan. Sedangkan menurut Prawiradilaga (2013:34), e-learning adalah istilah yang generik dan luas yang menjelaskan tentang penggunaan berbagai teknologi elektronik untuk menyampaikan pembelajaran. Teknologi tersebut dapat berupa komputer, internet maupun teknologi elektronik lain seperti audio/radio, dan video/televisi.
Dari beberapa pengertian e-learning menurut para ahli diatas, maka penulis menyimpulkan e-learning merupakan proses pembelajaran yang menggunakan alat elektronik (online) dan pada e-learning proses pembelajaran pendidik dan peserta didik tidak bertatap muka secara langsung namun bisa melalui video atau pun media lainnya seperti yang digunakan saat ini yaitu aplikasi zoom dan lain sebagainya.
E-learning mempermudah interaksi antara mahasiswa dengan bahan belajar. Demikian juga interaksi antara mahasiswa dengan dosen dan antar sesama mahasiswa. Mahasiswa dapat saling berbagi informasi
atau pendapat mengenai berbagai hal yang menyangkut pelajaran dan kebutuhan lain untuk pengembangan diri mahasiswa. Dosen dapat menempatkan bahan ajar secara online yang dapat di download oleh mahasiswa, dan pemberian tugas kepada mahasiswa serta pengumpulannya melalui email. Interaksi dapat juga dilakukan secara langsung antara mahasiswa dengan dosen atau dengan sesama mahasiswa melalui forum diskusi.
Kegiatan e-learning lebih bersifat demokratis dibandingkan dengan kegiatan belajar pada pendidikan konvensional, karena mahasiswa memiliki kebebasan dan tidak merasa khawatir atau ragu-ragu bahkan takut, baik untuk mengajukan pertanyaan maupun menyampaikan pendapat/tanggapan kepada sesama mahasiswa dan dosen. Hal ini dikarenakan tidak ada mahasiswa lainnya yang secara fisik langsung mengamati dan kemungkinan akan memberi komentar, meremehkan atau mencemoohkan pertanyaan maupun pernyataannya. Melihat kondisi dilapangan saat ini, banyak mahasiswa yang tidak berani atau malu mengungkapkan apa yang ingin diketahui atau diperdalam mengenai suatu materi yang diberikan di dalam kelas konvensional. Hal ini sangat berbeda ketika menggunakan media diskusi melalui forum diskusi yang tidak mengandalkan kontak fisik secara langsung diantara peserta diskusi. Efek lanjutnya adalah materi yang disampaikan akan lebih mudah diserap oleh mahasiswa.
b. Karakteristik e-learning
Pada dasarnya pembelajaran konvensional dengan tatap muka merupakan pembelajaran yang baik. Namun terdapat beberapa masalah dalam pembelajaran seperti dosen tidak dapat hadir dalam kelas, atau mahasiswa tidak dapat masuk kelas pembelajaran karena suatu kendala, proses pembelajaran menjadi terhambat. Dengan menggunakan e-learning sebagai media pembelajaran, baik dosen atau mahasiswa yang tidak dapat hadir dalam kelas tetap dapat mengakses pembelajaran.
Menurut Rusman (2015:264), e-learning memiliki karakteristik berupa: 1) interaktivitas, tersediannya jalur komunikasi yang lebih banyak, baik secara langsung, seperti chatting atau messenger atau tidak langsung, seperti forum, mailing list atau buku tamu. 2) kemandirian, fleksibilitas dalam aspek penyediaan waktu tempat, pengajar dan bahan ajar. Hal ini menyebabkan pembelajaran menjadi lebih terpusat kepada mahasiswa. 3) aksebilitas, sumber-sumber belajar menjadi lebih mudah diakses melalui pendistribusian di jaringan internet dengan akses yang lebih luas daripada pendistribusian sumber belajar pada pembelajaran konvensional. 4) pengayaan, kegiatan pembelajaran, presentasi materi kuliah dan materi pelatihan sebagai pengayaan, memungkinkan penggunaan perangkat teknologi informasi seperti video streaming simulasi dan animasi.
Rosenberg dan Soekartawi (dalam Darmawan 2014:31) menyebutkan bahwa e-learning memiliki karakter seperti:
1) Memanfaatkan jasa teknologi: antara pendidik dan siswa, antara siswa sendiri, atau antar pendidik dengan pendidik, dapat berkomunikasi relatif mudah dengan tanpa dibatasi oleh hal-hal protokoler.
2) Memanfaatkan keunggulan komputer.
3) Menggunakan bahan ajar yang bersifat mandiri disimpan di komputer sehingga dapat diakses oleh pendidik dan siswa kapan saja dimana saja bila yang bersangkutan memerlukannya.
4) Memanfaatkan jadwal pembelajaran, kurikulum, hasil kemajuan belajar dan hal-hal yang berkaitan dengan administrasi pendidikan yang dapat dilihat setiap saat di komputer.
Selain itu, menurut Munir (2009:170-171) karakteristik e- learning antara lain:
1) Memanfaatkan jasa teknologi elektronik sehingga dapat memperoleh informasi dan melakukan komunikasi dengan mudah dan cepat, baik antara pengajar dengan pembelajar, atau pembelajar dengan pembelajar.
2) Memanfaatkan media komputer, seperti jaringan komputer.
3) Menggunakan materi pembelajaran untuk dipelajari secara mandiri.
4) Materi pembelajaran dapat disimpan di komputer, sehingga dapat diakses oleh pengajar dan pembelajar, atau siapapun tidak terbatas
waktu dan tempat kapan saja dan dimana saja sesuai dengan keperluannya.
5) Memanfaatkan komputer untuk proses pembelajaran dan juga untuk mengetahui hasil kemajuan belajar, atau administrasi pendidikan serta untuk memperoleh dari berbagai sumber informasi.
Berdasarkan beberapa pembahasan mengenai karakteristik e- learning, dapat disimpulkan bahwa e-learning: 1) memanfaatkan komputer dan internet dalam pengelolaannya, 2) bersifat mandiri dengan menyimpan materi pembelajaran di dalam komputer yang dapat diakses dengan mudah, 3) memanfaatkan jadwal kurikulum, hasil kemajuan belajar, serta hal-hal yang berkaitan dengan suatu administrasi pendidikan dapat dilihat pada tiap-tiap komputer, 4) e- learning terfokus pada pandangan pembelajaran yang paling luas, solusi pembelajaran yang mengungguli paradigma dalam pelatihan.
c. Kelebihan dan kekurangan e-learning
Berdasarkan definisi e-learning yang dikemukakan oleh para ahli, e-learning terkesan lebih fleksibel dan modern dibanding dengan pembelajaran dalam kelas. Namun demikian, e-learning memiliki kelebihan dan kekurangan dalam proses belajar mengajar. Kelebihan dan kekurangan e-learning yang dapat dijabarkan yakni:
1) Kelebihan e-learning
Munir (2009:174-176) menyebutkan kelebihan e-learning antara lain:
a) Meningkatkan interaksi pembelajaran.
b) Mempermudah interaksi pembelajaran dari mana saja dan kapan saja.
c) Memiliki jangkauan lebih luas.
d) Mempermudah penyempurnaan dan penyimpanan materi pembelajaran.
Pendapat lain mengenai kelebihan e-learning juga dikemukakan oleh Rusman (2015:292-293), yang mengatakan e- learning memiliki banyak kelebihan yaitu :
a) Tersediannya fasilitas e-moderating dimana guru dan siswa dapat berkomunikasi secara mudah melalui fasilitas internet secara regular atau kapan saja kegiatan komunikasi itu dilakukan dengan tanpa dibatasi oleh jarak, tempat, dan waktu.
b) Dapat memanfaatkan bahan ajar dan petunjuk belajar yang terstruktur serta terjadwal melalui internet.
c) Siswa dapat belajar dan mendalami materi pelajaran kapanpun dan dimanapun sesuai kebutuhan siswa karena bahan pelajaran tersimpan secara online di komputer.
d) Dapat mengakses berbagai sumber lain yang berkaitan dengan materi pelajaran guna menambah wawasan dan pengetahuan.
e) Untuk melakukan kegiatan diskusi dapat diikuti oleh peserta dalam jumlah yang banyak.
f) Siswa lebih aktif dan mandiri selama kegiatan belajar mengajar berlangsung.
g) Relatif lebih efisien.
2) Kekurangan e-learning
a) Kurangnya kegiatan interaksi antar guru dengan siswa dan juga siswa dengan siswa.
b) Kecenderungan mengabaikan aspek akademik atau aspek sosial dan sebaliknya mendorong tumbuhnya aspek bisnis atau komersial.
c) Kegiatan pembelajaran lebih mengarah ke pelatihan bukan ke proses belajarnya.
d) Menuntut guru untuk menguasai teknik pembelajaran menggunakan ICT atau medium komputer.
e) Siswa yang tidak memiliki motivasi belajar tinggi maka akan cenderung mengalami kegagalan dalam belajar.
f) Kurangnya penyebaran internet secara merata, sehingga dapat menimbulkan kesenjangan dalam proses belajar mengajar.
g) Kurangnya keterampilan yang dimiliki sumber daya manusia untuk mengoperasikan internet sebagai media untuk kegiatan belajar mengajar.
h) Kurangnya sumber daya manusia dalam menguasai bahasa pemrograman komputer.
Berdasarkan uraian beberapa para ahli diatas mengenai kelebihan dan kekurang e-learning, maka dapat disimpulkan bahwa :
1) Kelebihan e-learning
a) Meningkatkan interaksi dalam pembelajaran.
b) Memiliki jangkauan yang lebih luas.
c) Memudahkan dalam penyampaian dan penyimpanan materi pembelajaran.
d) Fleksibel (dapat digunakan dimana saja dan kapan saja).
e) Tidak memerlukan biaya yang banyak.
2) Kekurangan e-learning
a) Membutuhkan perangkat pembelajaran yang lebih seperti komputer dan internet.
b) Pembelajaran cenderung ke arah pelatihan dari pada pendidikan.
c) Tidak setiap tempat memiliki fasilitas yang memadai untuk e- learning.
d) Membutuhkan keahlian dalam mengelola komputer dan internet.
d. Manfaat e-learning
Menurut Bates dan Wulf (dalam Dermawan, 2014:33-34), e- learning memberikan manfaat berupa:
1) Meningkatkan kadar interaksi pembelajaran antara siswa dan pendidik atau instruktur.
2) Memungkinkan terjadinya interaksi pembelajaran dari mana saja dan kapan saja.
3) Menjangkau siswa dalam cakupan yang lebih luas.
4) Mempermudah pembaruan dan penyimpanan materi pembelajaran.
Manfaat lain mengenai e-learning juga dikemukakan Rusman (2015:57) antara lain sebagai berikut :
1) Fleksibilitas dari sisi waktu dan tempat. Dengan e-learning mahasiswa dapat belajar lebih fleksibel sesuai dengan waktu yang dimiliki.
2) Fleksibel dari fasilitas dan lingkungan belajar . 3) Suasana tidak menegangkan.
4) Mudah meremajakan materi . 5) Meningkatan belajar mandiri.
Berdasarkan beberapa uraian mengenai manfaat e-learning, maka dapat disimpulkan bahwa manfaat e-learning yaitu :
1) Memungkinkan pembelajaran yang fleksibel.
2) Dapat meningkatkan kadar intraksi antara siswa, atau siswa dengan pendidik.
3) Meningkatkan partisipasi siswa.
4) Meningkatkan kemampuan belajar mandiri.
5) Meningkatkan kualitas pendidik.
6) Menjangkau siswa dalam cakupan yang lebih luas.
7) Mempermudah pemberitahuan dan penyimpanan materi.
8) Kemudahan dalam menerima feedback dari dosen.
5. Moodle
a. Pengertian Moodle
Moodle adalah sebuah aplikasi e-learning gratis berbasis web, dengan moodle dapat membangun sebuah e-learning system dalam pembelajaran. Moodle sebuah CMS berbasis opensource yang saat ini
digunakan oleh universitas, lembaga pendidikan, K-12 School, bisnis dan instruktur individual yang ingin menggunakan teknologi web untuk pengelolaan kursus (Darmawan 2014:70).
Menurut Munir (2009:180), moodle adalah paket software yang diproduksi untuk kegiatan belajar berbasis internet dan website. Moodle tersedia dan dapat digunakan secara bebas sebagai produk open source, dan moodle diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitas kinerja pengajar dan pemahaman pembelajar terhadap materi pembelajraan.
b. Kelebihan Moodle
Penerapan moodle dalam pembelajaran dapat membantu pendidik maupun peserta didik untuk memahami materi. Hal tersebut dikarekan moodle mempunyai kelebihan-kelebihan tertentu. Munir (2009:180) mengemukakan beberapa kelebihan pada moodle diantarannya adalah sebagai berikut :
1. Penggunaannya tepat untuk kelas online.
2. Hasil belajarnya relatif sama baiknya dengan belajar secara langsung tatap muka dengan pengajar.
3. Pengajar mempunyai hak istimewa, yaitu dapat mengubah materi pembelajaran. Pengajar dapat mengatur pelajaran, termasuk melarang pengajar yang lain memberikan pembelajaran. Dapat memilih bentuk atau metode pembelajaran berdasarkan mingguan, berdasarkan topik atau bentuk diskusi.
4. Teknologi yang digunakan bersifat sederhana, sehingga mudah, relatif, murah, dan efisien.
5. Programnnya mudah diinstal.
6. Programnya cukup satu database yang diperlukannya.
7. Pelajaran dilengkapi dengan tampilan penjelasan. Selain itu, pelajaran dapat dipilih menjadi beberapa kategori dan dapat mendukung banyak pelajaran.
8. Keamanan yang terjamin dengan baik.
9. Disedikan paket untuk berbagai bahasa, sehingga memudahkan setiap pengguna untuk memilih bahasa yang digunakan, bisa bahasa Indonesia, Inggris, Cina, Perancis, dan sebagainya.
B. Penelitian yang Relevan
Banyak penelitian yang telah dilakukan untuk mengevaluasi efektifitas sistem berbasis teknologi seperti e-learning. Beberapa diantara hasil penelitian tersebut adalah negatif, netral, dan positif. Hasil yang negatif berarti efektifitas pembelajaran sistem berbasis teknologi lebih rendah dibanding sistem konvensional. Sabaliknya, hasil yang positif berarti efektifitas pembelajaran sistem berbasis teknologi lebih baik dibanding sistem konvensional.
Dalam penelitian yang dilakukan oleh Saifuddin (2017:105-109) dengan judul “persepsi mahasiswa dalam penerapan e-learning sebagai aplikasi peningkatan kualitas pendidikan” Muzid & Munir menyatakan bahwa mahasiswa menghendaki pelaksanaan perkuliahan dengan e-learning secara
penuh. Masih dalam jurnal yang sama penelitian yang dilakukan oleh Donnelly & McSweeney menyatakan peran teknologi pendidikan merupakan efek dari perkembangan teknologi yang mempengaruhi akademisi untuk mengubah pembelajarannya. Menurut Walker menyatakan ketersediaan teknologi yang digunakan secara interaktif dengan diskusi dan panduan dapat menjadi alat untuk pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi. Hal ini sangat sesuai dengan bentuk pembelajaran dengan menggunakan e-learning, dalam e-learning mahasiswa mempunyai banyak kesempatan untuk mengali informasi lebih dalam melalui diskusi dan panduan materi yang diberikan oleh dosen.
Hasil Penelitian yang dilakukan Saiffudin menunjukkan hasil analisis komponen e-learning yang memperlihatkan lebih dari 90%mahasiswa menyatakan perlu adanya beberapa komponen : 1) komponen instruksional pembelajaran di elearning, 2) komponen adanya rencana pembelajaran dikelas, 3) komponen sumber belajar dan bahan ajar. Hasil analisis komponen instruksional menunjukan 97% mahasiswa setuju dengan adannya instruksional pembelajaran dalam e-learning.
C. Kerangka Berpikir
Metode pembelajaran e-learning cukup digemari dan menjadi salah satu pilihan dosen untuk mengajar mahasiswanya. E-learning atau electronic learning adalah metode pembelajaran jarak jauh yang memanfaatkan sarana teknologi berupa internet (via internet). E-learning merupakan pembelajaran
yang dilaksanakan dengan menggunakan jaringan internet yang bisa diterapkan dengan LMS (learning management system) atau software untuk keperluan administrasi, dokumentasi, laporan sebuah kegiatan belajar mengajar dan kegiatan secara online.
Dalam perkuliahan yang disampaikan oleh dosen dikelas merupakan konsep-konsep yang masih bersifat abstrak atau dalam tatanan ide/gagasan, untuk itu diperlukan dosen yang profesional dituntut untuk menjabarkan konsep yang bersifat abstrak tersebut menjadi sesuatu yang lebih nyata atau konkrit. Dengan demikian hubungan antara pembelajaran berbasis web dengan implementasi e-learning terdapat hubungan timbal balik.
Pembelajaran berbasis web dipengaruhi perkembangan teknologi internet, dan selanjutnya ikut menentukan implementasi e-learning.
Dalam proses perkuliahan antara mahasiswa dan dosen, memunculkan persepsi dari mahasiswa tentang implementasi e-learning, persepsi yang dimunculkan oleh mahasiswa sangat beragam dapat beruapa persepsi yang positif, negatif, atau bahkan tidak tahu, diharapkan dari persepsi mahasiswa tersebut dapat meningkatkan keyakinan mahasiswa dalam keberhasilan implementasi e-learning Pada saat proses perkuliahan berlangsung dan dosen sedang menjelaskan materi pembelajaran berbasis web yang berkaitan dengan konsep dan implementasi e-learning, akan memunculkan sebuah persepsi dalam diri mahasiswa, apakah itu hasilnya positif atau tidak tahu, disinilah peran dosen untuk memotivasi para mahasiswa agar memiliki sikap positif dalam implementasi e-learning,
sehingga akan menumbuhkan sebuah sikap optimis dalam memanfaatkan teknologi internet.
D. Pertanyaan Penelitian
Berdasarkan permasalahan yang telah dirumuskan, dapat diidentifikasi beberapa pertanyaan penelitian. Adapun pertanyaan penelitian yang diharapkan dapat dijawab dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Bagaimana tanggapan mahasiswa tentang pemanfaatan learning management system berbasis moodle sebagai media pembelajaran?
2. Apakah penerapan learning management system berbasis moodle mempermudah dalam proses pembelajaran secara daring?
3. Apakah dengan menggunakan aplikasi learning management system berbasis moodle mahasiswa lebih mudah dalam mempelajari dan memahami materi pembelajaran yang diberikan oleh dosen?
29 BAB III
METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, yaitu penelitian yang digunakan untuk mencari fakta sekelompok manusia, suatu objek, kondisi, sistem pemikiran atau peristiwa yang terjadi dengan interprestasi yang tepat (Hidayat & Sedamayanti, 2011:33). Jenis penelitian deskriptif ini bertujuan untuk mendeskripsikan atau mengambarkan persepsi mahasiswa pada penggunaan learning management system berbasis moodle dalam pelaksanaan e-learning.
B. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian
Dalam melaksanakan penelitian ini penulis mengambil lokasi penelitan prodi pendidikan Ekonomi Bkk Pendidikan Akuntansi USD, yang beralamat di Jln. Affandi, Santren, Caturtunggal, Kec. Depok, Kab.
Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta dengan alasan pemilihan FKIP USD telah menerapkan e-learning dengan menggunakan basis moodle cukup lama Sehingga cukup untuk sampel penelitian. Kedua, pemanfaatan e- learning belum efektif dilihat dari tingkat dosen dan mahasiswa yang mengakses dan menjadi anggota e-learning tersebut.
2. Waktu Penelitian
Penelitian dilakukan mulai bulan Mei-Juni 2021.