• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERANCANGAN PUSAT TEKNOLOGI DAN SENI DALAM KAWASAN SCIENCE AND TECHNO PARK DI USU KWALA BEKALA SKRIPSI OLEH VANESSA PRAWIRA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PERANCANGAN PUSAT TEKNOLOGI DAN SENI DALAM KAWASAN SCIENCE AND TECHNO PARK DI USU KWALA BEKALA SKRIPSI OLEH VANESSA PRAWIRA"

Copied!
112
0
0

Teks penuh

(1)PERANCANGAN PUSAT TEKNOLOGI DAN SENI DALAM KAWASAN SCIENCE AND TECHNO PARK DI USU KWALA BEKALA. SKRIPSI. OLEH. VANESSA PRAWIRA 140406080. DEPARTEMEN ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2018. Universitas Sumatera Utara.

(2) Universitas Sumatera Utara.

(3) Universitas Sumatera Utara.

(4) Universitas Sumatera Utara.

(5) Universitas Sumatera Utara.

(6) Universitas Sumatera Utara.

(7) Universitas Sumatera Utara.

(8) ABSTRAK. Pusat Teknologi dan Seni merupakan sarana pembelajaran non-akademik untuk menumbuh kembangkan budaya ilmu pengetahuan tentang teknologi dan seni secara mudah. menghibur, dan kreatif. Pusat Teknologi dan Seni ini akan dirancang dalam kampus USU Kwala Bekala yang sedang dikembangkan oleh Universitas Sumatera Utara. Kampus USU Kwala Bekala akan didesain dengan menggunakan konsep Science and Techno Park (STP), dan salah satu fasilitas yang diperlukan dalam sebuah standar Science and Techno Park adalah Pusat Teknologi dan Seni. Dalam mendesain Pusat Teknologi dan Seni USU Kwala Bekala digunakan tema green architecture, sedangkan dalam merancang massa bangunan akan menerapkan konsep simbolisme pada lahan seluas ±30.000 m 2 dengan luas bangunan sebesar ±11.500 m2. Sesuai dengan analisa yang telah dilakuan, terdapat ruang pameran dengan total luas ±2.500 m 2 dibutuhkan untuk kenyamanan pengunjung. Fasilitas tambahan yang disediakan adalah cafe dan retail untuk indoor, dan fasilitas taman umum, amphitheater dan plaza waterfront disediakan untuk aktivitas outdoor. Oleh karena itu, Pusat Teknologi dan Seni USU Kwala Bekala diharapkan dapat menarik minat masyarakat untuk mengenal tentang teknologi dan seni dan juga menyediakan sarana dan fasilitas bagi mahasiswa untuk memamerkan hasil karyanya. Keyword: Pusat Teknologi dan Seni, Science and Techno Park, Green Architecture.. i Universitas Sumatera Utara.

(9) ABSTRACT. Technology and Art Centre is a non-academic learning facility to improve knowledge about technology and art. This Technology and Art Centre will be designed on USU Kwala Bekala campus which is developed by University of North Sumatera. USU Kwala Bekala campus will be designed using Science and Techno Park (STP) concept, and one of the facilities needed in Science and Techno Park standard is Technology and Art Centre. In designing Technology and Art Centre building itself, green architecture concept is used, while in designing the building mass symbolism concept will be applied on area of ±30.000 m 2 with ±11.500 m2 of building area. According to the analysis that has been carried out, ±2.500 m 2 of exhibition space is needed to provide comfort for visitors. Additional facilities provided are cafe and retail for indoor, and the public park, amphitheater, and waterfront plaza are provided for outdoor activities. Therefore, Technology and Art Centre is expected to attract public to get to more about technology and art, and also provide facilities for students to show their achievement in technology and art.. Keyword: Technology and Art Centre, Science and Techno Park, Green Architecture.. ii Universitas Sumatera Utara.

(10) KATA PENGANTAR. Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat dan karunia-Nya telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk menyelesaikan pembuatan laporan skripsi ini dengan sebaik-baiknya dalam jangka waktu yang telah ditetapkan untuk menyelesaikan mata kuliah di semester akhir ini. Laporan skripsi yang berjudul “Perancangan Pusat Teknologi dan Seni Pada Kawasan Science and Techno Park di USU Kwala Bekala” ini dimaksudkan untuk melengkapi persyaratan dalam gelar Sarjana Teknik pada Departemen Teknik Arsitektur, Universitas Sumatera Utara, Medan. Dalam menyususn laporan ini, penulis telah berusaha semaksimal mungkin untuk memeberikan hasil yang terbaik guna memenuhi harapan pihak yang penulis hormati. Selaku penulis sekiranya dalam penulisan skripsi ini didapati kesalahan dan kekurangan, mohon untuk dimaklumi. Penulis sadar masih terdapat kekurangan desain dan teknik penulisan skripsi ini. Oleh karena itu, penulis berharap agar pembaca memeberikan masukan berupa saran, kritik dan gagasan untuk menyempurnakan laporan ini. Dalam penyusunan laporan ini, penulis mengucapkan rasa terima kasih sebesarbesarnya atas dukungan didikan, bimbingan dan bantuan yang telah diberikan baik dalam proses asistensi dan pembelajaran antara lain kepada yang terhormat: . Ibu Ir. Dwira Nirfalini Aulisa, M.Sc. selaku Ketua Departemen Arsitektur USU. . Bapak Dr. Achmad Delianur Nasutiion, S.T., M.T., IAI, AA selaku Dosen Pembimbing atas ddikan, saran, kritik, solusi dan ketersediaan waktunya yang telah diberikan selama menyusun laporan desain Perancangan Arsitektur VI dan arahan dalam menulis laporan skripsi ini sehingga penulis dapat menyelesaikan mata kuliah ini dengan baik dan maksimal.. . Ibu Ir. Nurlisa Ginting, M.Sc., Ph.D dan Ibu Hilma Tamiami, S.T., M.Sc., Ph.D selaku Dosen Penguji yang telah memberikan masukan, saran dan. iii Universitas Sumatera Utara.

(11) kritik yang membangun untuk melengkapi kekurangan yang ada selama proses sidang . Kedua orangtua penulis yang telah mendukung dan memotivasi penulis untuk terus berjuang untuk menyelesaikan Tugas Akhir ini.. . Teman-teman seperjuangan Arsitektur USU Stambuk 2014 yang memberikan masukan dan saran tentang desain yang baik dan tata cara penulisan laporan yang benar serta menghibur dalam suka dan duka. . Teman kelompok Perancangan Arsitektur 6 antara lain Sharfina Handiningtyas, Shafira N. Puteri, Karina Febrin, dan Raudah Awalia yang telah menghibur dan menyemangati selama proses asistensi dan sidang. Senang bisa bekerjasama dengan kalian.. . Reagan, Sylvia, Jacinda, dan Caroline selaku teman seperjuangan penulis yang selalu mengingatkan dan mendukung penulis hingga Tugas Akhir ini dapat selesai.. . Seluruh pihak yang telah mendukung dan membantu penulis dari segi apapun, sehingga Tugas Akhir ini dapat diselesaikan dengan baik. Demikian yang dapat penulis sampaikan. Semoga laporan ini dapat berguna bagi pembaca kedepannya sehingga dapat menambah wawasan dan pengetahuan kita. Terima kasih.. Hormat Penulis,. Vanessa Prawira. iv Universitas Sumatera Utara.

(12) DAFTAR ISI ABSTRAK ...............................................................................................................i ABSTRACT ............................................................................................................ii KATA PENGANTAR .......................................................................................... iii DAFTAR ISI ..........................................................................................................iv DAFTAR TABEL .............................................................................................. viii DAFTAR GAMBAR .............................................................................................ix BAB I PENDAHULUAN 1.1. 1.2. 1.3. 1.4. 1.5. 1.6.. Latar Belakang ......................................................................................... 1 Rumusan Masalah Perancangan ............................................................... 3 Tujuan Perancangan ................................................................................. 3 Manfaat Perancangan ............................................................................... 3 Sistematika Pembahasan .......................................................................... 4 Kerangka Berpikir .................................................................................... 5. BAB II STUDI PUSTAKA 2.1. Tinjauan Fungsi 2.1.1. Terminologi Judul ................................................................................. 6 2.1.2. STP (Science Techno Park) ................................................................. 6 2.1.3. Kawasan Perancangan Usu Kwala Bekala ........................................... 7 2.1.3.1. Tinjauan Struktur Kota/Kecamatan............................................. 7 2.1.3.2. Lokasi Dan Pencapaian Kampus Usu Kwala Bekala ................ 10 2.1.4. Konsep Masterplan Makro Kawasan Usu Kwala Bekala ................... 11 2.1.5. Konsep Masterplan Mikro Kawasan Usu Kwala Bekala.................... 12 2.1.6. Pusat Teknologi Dan Seni 2.1.6.1. Definisi Teknologi .................................................................... 19 2.1.6.2. Definisi Seni .............................................................................. 20 2.1.6.3. Jens—Jenis Seni ........................................................................ 20 2.1.7. Peran Dan Fungsi Pusat Teknologi Dan Seni ..................................... 22 2.1.8. Kegiatan Pusat Teknologi Dan Seni 2.1.8.1. Macam Kegiatan ....................................................................... 23 2.1.8.2. Pelaku Kegiatan ........................................................................ 23 2.1.9. Materi peragaan Pusat Teknologi dan Seni ........................................ 24 2.1.10. Studi Literatur Arsitektur Dengan Fungsi Sejenis 2.1.10.1. Pusat Peragaan Iptek TMII........................................................ 25 2.1.10.2. Petrosains .................................................................................. 27 2.2. Tinjauan Tema 2.2.1. Pengertian Green Architecture ........................................................... 31 2.2.2. Pengertian Arsitektur Simbolisme ...................................................... 32. v Universitas Sumatera Utara.

(13) 2.2.3. Interpretasi Tema ................................................................................ 33 2.2.3.1. Standard Pengukuran Green Architecture ................................. 34 2.2.4. Keterkaitan Tema Dengan Judul......................................................... 35 2.2.5. Penerapan Konsep Arsitektur Hijau Pada Kawasan STP USU Kwala Bekala 2.2.5.1. Konsep Aliran Air Permukaan .................................................. 36 2.2.5.1.1. Konsep Aliran Air Permukaan Zero Run-Off ....................... 36 2.2.5.2. Konsep Air Bersih ..................................................................... 38 2.2.5.3. Konsep Air Kotor ...................................................................... 39 2.2.5.4. Konsep Air Hujan ..................................................................... 40 2.2.5.5. Konsep Sampah ......................................................................... 40 2.2.6. Studi Banding Arsitektur Dengan Tema Sejenis 2.2.6.1. Lotus Temple ............................................................................ 41 2.2.6.2. Exploratorium ........................................................................... 42 2.2.6.3. Centre for Sustainable Landscape (CSL) ................................. 48 BAB III METODE PERANCANGAN 3.1.. Metodologi Perancangan ........................................................................ 53. BAB IV DESKRIPSI PROYEK 4.1. 4.2.. Pusat Teknologi dan Seni USU Kwala Bekala ...................................... 56 Deskripsi Eksisting Site.......................................................................... 56. BAB V ANALISA PERANCANGAN 5.1. Analisa Fisik 5.1.1. Analisa Matahari ................................................................................. 58 5.1.2. Analisa View....................................................................................... 59 5.1.3. Analisa Angin ..................................................................................... 60 5.2. Analisa Program Ruang 5.2.1. Analisa Jumlah Pengunjung................................................................ 61 5.2.2. Analisa Jumlah Pengelola ................................................................... 63 5.2.3. Analisa Kebutuhan Parkir ................................................................... 63 5.2.4. Analisa Sistem Kegiatan Pengguna Bangunan ................................... 65 5.2.5. Program Ruang ................................................................................... 67 5.3. Analisa Massa Dan Perwajahan 5.3.1. Analisa Gubahan Massa...................................................................... 68 5.3.2. Analisa Elemen Fasad ......................................................................... 69 5.4. Analisa Tata Ruang Dalam 5.4.1. Zoning Lantai Dasar ........................................................................... 70 5.4.2. Zoning Lantai Satu.............................................................................. 71 5.4.3. Zoning Lantai Dua .............................................................................. 71 5.5. Analisa Sistem Struktur .......................................................................... 72 5.6. Analisa Sistem Utilitas 5.6.1. Sistem Air Bersih ................................................................................ 73 5.6.2. Sistem Air Limbah .............................................................................. 73. vi Universitas Sumatera Utara.

(14) 5.6.3. Sistem Listrik ...................................................................................... 73. BAB VI KONSEP PERANCANGAN 6.1. Konsep Fisik 6.1.1. Konsep Matahari ................................................................................. 74 6.1.2. Konsep View....................................................................................... 75 6.1.3. Konsep Angin ..................................................................................... 77 6.2. Konsep Penerapan Tema 6.2.1. Tanggung Jawab Terhadap Lingkungan ............................................. 77 6.2.2. Pemakaian Energi Konsep Rain Water Harvesting ................................................. 78 6.2.2.1. 6.2.2.2. Konsep Panel Surya .................................................................. 79 6.3. Konsep Massa dan Perwajahan 6.3.1. Gubahan Massa ................................................................................... 80 6.3.2. Secondary Skin .................................................................................. 80 6.4. Konsep Tata Ruang Dalam 6.4.1. Zoning Lantai Dasar ........................................................................... 81 6.4.2. Zoning Lantai Satu.............................................................................. 81 6.4.3. Zoning Lantai Dua .............................................................................. 82 6.4.4. Sirkulasi Dalam Bangunan ................................................................. 82 Konsep Sistem Struktur .......................................................................... 84 6.5. 6.6. Konsep Sistem Utilitas 6.6.1. Air Bersih ............................................................................................ 85 6.6.2. Air Kotor ............................................................................................. 86 6.6.3. Listrik .................................................................................................. 87 6.6.4. Penghawaan Buatan (Air Conditioner) .............................................. 88 6.6.5. Proteksi Kebakaran ............................................................................. 90 6.7. Konsep Sirkulasi 6.7.1. Sirkulasi Kendaraan ........................................................................... 91 6.7.2. Sirkulasi Pejalan Kaki ......................................................................... 92 BAB VII KESIMPULAN ................................................................................... 93 DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................. x LAMPIRAN. vii Universitas Sumatera Utara.

(15) DAFTAR TABEL No. 1.1. Judul. Hal. Komposisi Peserta Didik USU Pada Jenjang Pendidikan Strata I dan Diploma 3 Per Januari 19977 ................................................................................1. 2.1.. Tinjauan Struktur Kota .............................................................................. 7. 2.2.. Penerapan Tema Dalam Bangunan ........................................................... 35. 2.3.. Penerapn Konsep Green Pada Bangunan Studi Literatur ......................... 52. 5.1.. Jumlah Pengunjung Museum Kota Medan ............................................... 61. 5.2.. Jumlah Penduduk Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Utara. 62. 5.3.. Kebutuhan Ruang dan Kegiatan Pengguna Pusat Teknologi dan Seni ..... 66. 5.4.. Program Ruang Pengguna Pusat Teknologi dan Seni ............................... 67. viii Universitas Sumatera Utara.

(16) DAFTAR GAMBAR. No. 2.1. 2.2. 2.3. 2.4. 2.5. 2.6. 2.7 2.8. 2.9 2.10 2.11. 2.12 2.13. 2.14. 2.15. 2.16. 2.17. 2.18 2.19. 2.20 2.21 2.22. 2.23. 2.24. 2.25. 2.26. 2.27. 2.28 2.29 2.30. 2.31. 2.32 2.33. 2.34. 2.35. 2.36 2.37. 2.38. 2.39. 2.40.. Judul. Hal. Peta Lokasi Kampus USU ........................................................................ 10 Peta Batasan Site Kampus USU Kwala Bekala ........................................ 11 Masterplan Kawasan Makro USU Kwala Bekala ...................................... 12 Masterplan Kawasan Mikro (STP) USU Kwala Bekala ............................ 13 Konsep Plaza Waterfront ........................................................................... 14 Kondisi Eksisting Site Kawasan ................................................................ 14 Peletakan Tanaman Pinggir Jalan .............................................................. 15 Aksesbilitas Kendaraan .............................................................................. 15 Titik Perhentian Shuttle Bus ...................................................................... 16 Konsep Pedestrian di Kampus USU Kwala Bekala ................................... 17 Skematik Jaringan Drainase Kawasan STP KampusUSU Kwala Bekala 18 Skematik Distribusi Listrik Kawasan STP USU Kwala Bekala ................ 19 Pusat Peragaan IPTEK TMII ..................................................................... 26 Wahana di Pusat Peragaan IPTEK TMII ................................................... 27 Petrosains ................................................................................................... 28 Wahana Petrosains ..................................................................................... 28 Dark Ride Petrosains.................................................................................. 29 Peron Minyak Petrosains ........................................................................... 30 Speed Petrosains ........................................................................................ 30 Dark Ride ................................................................................................... 31 Parthenon .................................................................................................. 33 Lotus Temple ............................................................................................. 33 Suasana Taman Parkir................................................................................ 37 Sketsa Rencana Taman Parkir.................................................................... 37 Sketsa Potongan Taman Parkir .................................................................. 38 Potongan Jalan Arteri dengan Resapannya ................................................ 38 Skematik Sistem Tangki Atap ................................................................... 39 Sistem Pembuangan Sampah di Kawasan STP USU Kwala Bekala ......... 40 Lotus Temple Eksterior.............................................................................. 41 Interior Lotus Temple ................................................................................ 42 Eksterior Exploratorium............................................................................. 43 Tampak Exploratorium .............................................................................. 44 Letak Exploratorium di Teluk San Fransisco ............................................ 45 Ventilasi dan Bukaan Exploratorium ........................................................ 46 Konsep Sustainable Exploratorium............................................................ 47 Siteplan CSL .............................................................................................. 48 Zero Water Diagram .................................................................................. 49 Ruang Hijau CSL ....................................................................................... 50 Pencahayaan alami CSL............................................................................. 51 Net Gero Energy CSL ................................................................................ 51. ix Universitas Sumatera Utara.

(17) 5.1. 5.2. 5.3. 5.4. 5.5. 5.6.. Analisa Matahari ........................................................................................ 58 Analisa View .............................................................................................. 60 Analisa Angin ............................................................................................ 61 Zoning Makro Lt. Gorund .......................................................................... 70 Zoning Makro Lantai Satu ......................................................................... 71 Zoning Makro Lantai Dua.......................................................................... 72. 6.1. Konsep Matahari ........................................................................................ 74 6.2. Secondary Skin .......................................................................................... 74 6.3. Zona Outdoor ............................................................................................ 75 6.4. Waterfront .................................................................................................. 76 6.5. Bangunan yang Dinaikkan ......................................................................... 76 6.6. Material Kaca ............................................................................................. 76 6.7. Cross Ventilation ....................................................................................... 77 6.8. Tanggung Jawab Terhadap Lingkungan .................................................... 78 6.9. Detail Green Roof ...................................................................................... 78 6.10 Konsep Rain Water Harvesting.................................................................. 79 6.11. Letak Panel Surya ...................................................................................... 79 6.12 Bentukan Massa dan Fasad ........................................................................ 80 6.13. Penerapan Bentuk Secondary Skin ............................................................ 80 6.14. Zoning Lantai Dasar................................................................................... 81 6.15. Zoning Lantai Satu ..................................................................................... 81 6.16 Zoning Lantai Dua ..................................................................................... 82 6.17. Sirkulasi LG ............................................................................................... 83 6.18. Sirkulasi Lantai Satu .................................................................................. 83 6.19 Sirkulasi Lantai Dua .................................................................................. 84 6.20 Skematik Air Bersih ................................................................................... 85 6.21. Skematik Air Kotor .................................................................................... 86 6.22. Skematik Listrik ......................................................................................... 86 6.23. Skematik AC ............................................................................................. 87 6.24. Skematik Proteksi Kebakaran .................................................................... 88 6.25. Sirkulasi Kendaraan .................................................................................. 88 6.26. Sirkulasi Pejalan Kaki ............................................................................... 89. x Universitas Sumatera Utara.

(18) BAB I PENDAHULUAN. 1.1.Latar Belakang Kampus USU Padang Bulan terletak di sebelah Barat Daya kota Medan, 7 km dari pusat kota, memiliki luas 116 Ha dan merupakan pusat utama kegiatan universitas. Terdapat lebih dari seratus bangunan dengan total luas lantai 133.141 m2. Selain bangunan pendidikan dan penunjang, di kampus ini terdapat berbagai fasilitas, antara lain taman dan sarana olah raga dan bank. Dari tahun ke tahun jumlah mahasiswa meningkat dengan pesat hingga saat ini mencapai ±25.000 orang. Bila angka partisipasi USU tetap 1%, jumlah penduduk usia 19-24 tahun meningkat dan APK meningkat sampai 25%, artinya jumlah mahasiswa USU akan bertambah dengan pesat. (Master Plan USU Kwala Bekala). Tabel 1.1 : Komposisi Peserta Didik Usu Pada Jenjang Pendidikan Strata I Dan Diploma3 Per Januari 1997 Sumber: Master Plan USU Kwala Bekala. TAHUN. 1995. 2000. 2005. 2020. 22,8. 25,6. 27,0. 24,8. 9,6. 12,8. 15,0. 25,0. 2,20. 3,28. 4,05. 6,20. 22. 32,8. 40,5. 62,0. PENDUDUK (Total Juta) APK (%) POPULASI AHASISWA (Juta) POPULASI MAHASISWA USU (Ribu). 1. Universitas Sumatera Utara.

(19) a. Master Plan USU Kwala Bekala Bila kenaikan jumlah mahasiswa tersebut terlaksana lahan kampus USU Padang Bulan tidak memadai untuk menampungnya. Untuk mengantisipasi hal tersebut, USU telah berupaya untuk mendapatkan perluasan kampus. Berkat bantuan berbagai pihak, USU saat ini telah memperoleh perluasan kampus di Kwala Bekala seluas 300 Ha. (Master Plan USU Kwala Bekala) b. Science and Techno Park (STP) Pada Master Plan USU Kwala Bekala, kampus dibagi menjadi beberapa zona, salah satu dari zona tersebut adalah zona akademik. Zona akademik ini nantinya akan dirancang dengan menggunakan konsep Science and Techno Park yang akan memfasilitasi tumbuh dan berkembangnya industri-industri, khususnya industri kecil menengah berbasis inovasi melalui inkubasi dan proses spin-off disamping menyediakan layanan bagi industri dalam suatu kawasan yang disiapkan secara khusus. c. Zona Pintu Masuk Zona pintu masuk merupakan bagian dari zona akademik. Pada zona pintu masuk ini terdapat beberapa fungsi pendukung yang menempati zona ini seperti Pusat Penelitian dan Pendidikan, Hotel Bisnis dan Open Mall, Perpustakaan, Pusat Teknologi dan Seni, Auditorium Terpadu, dan Pusat Sistem Informasi. d. Pusat Teknologi dan Seni Dengan menggusung konsep Science and Techno Park maka kehadiran sebuah bangunan Pusat Teknologi menjadi sangat penting sebab untuk kedepannya, kampus USU akan terus menghasilkan penelitian terbaru. Hasil-hasil penelitian tersebut nantinya akan dipamerkan untuk menambah wawasan pengetahuan dan meningkatkan minat akan teknologi. Di sisi yang lain, untuk menyeimbangkan teknologi yang akan berkembang secara pesat, maka dibutuhkan juga sebuah Pusat Seni. Oleh karena itu, pada kawasan kampus USU Kwala Bekala ini akan dibangun sebuah Pusat. 2. Universitas Sumatera Utara.

(20) Teknologi dan Seni yang akan menjadi tempat untuk memamerkan berbagai teknologi dan seni yang telah dikembangkan baik di kampus USU maupun dari luar kampus. e. Konsep Perancangan Bangunan Pusat Teknologi dan Seni akan dirancang dengan menggunakan tema Green Architecture, sesuai dengan prinsip yang terdapat dalam Master Plan USU Kwala Bekala yaitu menciptakan sebuah kampus yang hemat energi, dan ramah lingkungan. 1.2.Rumusan Masalah Perancangan Masalah dari perancangan Pusat Teknologi dan Seni di Science Technopark USU Kwala Bekala adalah: . Bagaimana merancang Pusat Teknologi dan Seni sesuai dengan tema rancangan. . Bagaimana merancang Pusat Teknologi dan Seni agar menarik untuk dikunjungi. 1.3. Tujuan Perancangan . Merancang sebuah Pusat Teknologi dan Seni yang menyediakan sarana dan fasilitas bagi mahasiswa yang ingin berkarya di bidang teknologi dan seni. . Merancang sebuah Pusat Teknologi dan Seni yang dapat menarik minat masyarakat untuk mengenal lebih jauh tentang teknologi dan seni.. . Merancang bangunan Pusat Teknologi dan Seni yang sesuai dengan tema rancangan.. 1.4. Manfaat Perancangan Dengan eksistensi bangunan rancangan, diharapkan . Dapat meningkatkan minat mahasiswa dan masyarakat sekitar terhadap bidang teknologi dan seni. 3. Universitas Sumatera Utara.

(21) . Dapat menjadi wadah bagi mahasiswa maupun masyarakat umum untuk menyelenggarakan pameran atau acara yang berhubungan dengan teknologi dan seni. 1.5.Sistematika Pembahasan Urutan pembahasan dalam penulisan laporan proyek kasus ini adalah sebagai berikut: . BAB I PENDAHULUAN Merupakan gambaran umum isi perancangan yang terdiri dari: latar. belakang, rumusan masalah, tujuan, manfaat, sistematika pembahasan dan kerangka berpikir . BAB II TINJAUAN PUSTAKA Berisi tentang teori yang berhubungan dengan perancangan dilihat dari tinjauan fungsi dan tinjauan tema rancangan.. . BAB III METODOLOGI Menguraikan tentang metoda pemilihan lokasi proyek dan metoda penyelesaian masalah perancangan.. . BAB IV DESKRIPSI PROYEK Menjelaskan tentang detail proyek yang meliputi judul proyek, luasan, batasan, serta fungsi site sekitar atau eksisting.. . BAB V ANALISA PERANCANGAN Merupakan uraian hasil analisis kondisi site serta lingkungan sekitarnya, analisis non-fisik, analisis fungsional dan teknologi sehingga dari isu-isu tersebut kemudian didapati konsep desain untuk diterapkan pada proyek.. . BAB VI KONSEP PERANCANGAN Merupakan keluaran atau solusi dari analisis perancangan yang dituangkan dalam bentuk konsep-konsep perancangan kemudian diterapkan pada desain sebagai pemecah masalah. . BAB VII KESIMPULAN Merupakan jawaban ringkas dari permasalahan perancangan. 4. Universitas Sumatera Utara.

(22) 1.6. Kerangka Berpikir. -. -. Latar Belakang: Mengantisipasi pertambahan jumlah mahasiswa yang terus meningkat, maka dilakukan perluasan kampus yaitu kampus USU Kwala Bekala Terdapat zona akademik didalam pembagian zona kampus yang terdapat dalam Master Plan USU Kwala Bekala yang akan dirancang dengan menggunakan konsep Science and Techno Park Zona Pintu Masuk merupakan bagian dari zona akademik, dimana didalam zona pintu masuk ini terdapat berbagai fungsi bangunan untuk mendukung konsep STP yang diusung. Dengan digunakannya konsep STP, maka fungsi bangunan Pusat Teknologi dan Seni dibutuhkan didalam zona ini. Bangunan Pusat Teknologi dan Seni yang akan dirancang akan menerapkan tema Green Architecture sesuai dengan yang konsep perancangan Master Plan USU Kwala Bekala. Merancang Pusat Seni dan Teknologi. Maksud dan Tujuan: Untuk merancang Pusat Teknologi dan Seni yang ada pada kawasan Science Techno Park menggunakan tema Green Architecture.. Analisa Perancangan:  Analisa program ruang  Analisa Perancangan Ruang Luar  Analisa Tata Ruang Dalam  Analisis Massa dan Perwajahan  Analisa Sistem Struktur  Analisa Sistem Utilitas -. Masalah: Bagaimana merancang Pusat Teknologi dan Seni sesuai dengan tema rancangan Bagaimana merancang Pusat Teknoloogi dan Seni agar menarik untuk dikunjungi. Konsep Perancangan:  Konsep Dasar  Konsep Program Ruang  Konsep Perancangan Ruang Luar  Konsep Tata Ruang Dalam  Konsep Massa dan Perwajahan  Konsep Sistem Struktrur  Konsep Sistem Utilitas -. DESAIN PERANCANGAN. 5. Universitas Sumatera Utara.

(23) BAB II STUDI PUSTAKA. 2.1.Tinjauan Fungsi 2.1.1. Terminologi Judul Judul perancangan ini adalah ” Pusat Teknologi dan Seni dalam Kawasan Science and Techno Park di USU Kwala Bekala”. Adapun penelasan dari judul tersebut adalah sebagai berikut: a. Pusat dalam KBBI berarti pokok pangkal atau yang menjadi pumpunan (berbagai-bagai urusan, hal, dan sebagainya). b. Teknologi dalam KBBI merupakan metode ilmiah untuk mencapai tujuan praktis; ilmu pengetahuan terapan. c. Seni merupakan karya yang diciptakan dengan keahlian yang luar biasa. Seni juga merupakan keahlian membuat karya yang bermutu. d. Science and Techno Park adalah sebuah pendekatan yang bertujuan untuk menghubungkan antara perguruan tinggi dengan pebisnis, pemerintah dan masyarakat. e. Kampus USU Kwala Bekala merupakan kampus USU yang terletak di Kecamatan Medan Tuntungan, Medan, Sumatera Utara. Jadi, Pusat Teknologi dan Seni di Science Techno Park Kawasan USU Kwala Bekala adalah pusat untuk memamerkan berbagai hal yang berkaitan dengan perkembangan teknologi ilmiah serta karya-karya seni di kawasan kampus USU Kwala Bekala yang berasal baik dari teknologi dan seni yang dikembangkan oleh mahasiswa maupun yang berasal dari luar dan dengan konsep perancangan kawasan yang menggabungkan industri, perguruan tinggi, pusat riset dan pelatihan kewirausahaan. 2.1.2. STP (Science Techno Park) Science Techno Park atau Sciencepark adalah suatu kawasan terpadu yang menggabungkan dunia industri, perguruan tinggi,. 6 Universitas Sumatera Utara.

(24) pusat riset dan pelatihan, kewirausahaan, perbankan, pemerintah pusat dan daerah dalam suatu lokasi yang memungkinkan aliran informasi dan teknologi secara lebih efisien dan cepat. (Wikipedia, 2018). Menurut IASP (International Association of Science Parks and Areas of Innovation) Science Park atau Science Techno Park adalah. sebuah. organisasi. yang. tujuan. utamanya. adalah. meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan menguatkan peran iptek dalam pembangunan ekonomi dan menguatkan peran iptek dalam pembangunan ekonomi dengan mempromosikan budaya dan inovasi dan daya saing usaha terkait, serta lembaga-lembaga berbasis pengetahuan. (IASP, 2018). 2.1.3. Kawasan Perancangan USU Kwala Bekala Kampus USU Kwala Bekala ini dirancang dengan menerapkan konsep Science Techno Park (STP). Kawasan STP ini bertujuan untuk membuat link yang permanen antara perguruan tinggi (akademis), industri atau bisnis dan pemerintah. Diperlukan pemahaman mengenai konsep masterplan USU Kwala Bekala untuk memulai studi perancangan salah satu fungsi bangunan yang ada di dalamnya. (Master Plan USU Kwala Bekala). 2.1.3.1. Tinjauan Struktur Kota/Kecamatan Tabel 2.1. Tinjauan Struktur Kota Sumber: Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan Medan, Binjai, Deli Serdang Dan Karo 2011 NO A. KABUPATEN / KOTA Kota Binjai. KAWASAN Kawasan Perkotaan Binjai. PUSAT KEGIATAN   . Pusat pemerintahan kota dan/atau kecamatan Pusat kegiatan perdagangan dan jasa skala lokal Pusat pelayanan pendidikan tinggi. 7 Universitas Sumatera Utara.

(25)      B. Kabupaten Deli Serdang. Kawasan Perkotaan Hamparan Perak.         . C. Kabupaten Deli Serdang. Kawasan Perkotaan Sunggal. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.. 8. D. Kabupaten Deli Serdang. Kawasan Perkotaan Tanjung Morawa. 1. 2. 3. 4. 5. 6.. Pusat pelayanan olahraga skala lokal Pusat pelayanan kesehatan skala lokal Pusat kegiatan industry hilir pengolahan hasil sector unggulan perkebunan, perikanan, dan kehutanan Pusat pelayanan sistem angkutan umum penumpang dan angkutan barang regional, dan Pusat kegiatan pertahanan dan keamanan negara Pusat pemerintahan kecamatan Pusat kegiatan perdagangan dan jasa skala internasional, nasional, dan regional Pusat pelayanan olahraga skala lokal Pusat pelayanan kesehatan skala lokal Pusat kegiatan industry manufaktur Pusat kegiatan industry hilir pengolahan hasil sector unggulan perkebunan, perikanan, dan kehutanan, Pusat pelayanan sistem angkutan umum penumpang dan angkutan barang regional Pusat kegiatan pariwisata Pusat kegiatan pertemuan, pameran dan social budaya Pusat pemerintahan kecamatan Pusat kegiatan perdagangan dan jasa skala lokal Pusat pelayanan olahraga skala lokal Pusat pelayanan kesehatan skala lokal Pusat kegiatan industry manufaktur Pusat kegiatan industry mikro, kecil, dan menengah Pusat pelayanan sistem angkutan umum penumpang dan angkutan barang regional, dan Pusat kegiatan pertahanan dan keamanan negara Pusat pemerintahan kecamatan Pusat kegiatan perdagangan dan jasa skala lokal Pusat pelayanan olahraga skala lokal Pusat pelayanan kesehatan skala lokal Pusat kegiatan industry manufaktur Pusat kegiatan industry mikro, kecil, dan menengah, dan. 8 Universitas Sumatera Utara.

(26) E. Kabupaten Deli Serdang. Kawasan Perkotaan Percut Sei Tuan. F. Kabupaten Deli Serdang. Kawasan Perkotaaan Pancur Batu. G. Kabupaten Deli Serdang. Kawasan Perkotaan Lubuk Pakam. 7. Pusat pelayanan sistem angkutan umum penumpang dan angkutan barang regional 1. Pusat pemerintahan kecamatan 2. Pusat perdagangan dan jasa skala internasional, nasional dan regional. 3. Pusat pelayanan pendidikan tinggi 4. Pusat pelayanan olahraga skala internasional, nasional, dan regional 5. Pusat pelayanan kesehatan skala nasional dan regional 6. Pusat industry manufaktur 7. Pusat kegiatan industry hilir pengolahan hasil sector unggulan perkebunan, perikanan, dan kehutanan 8. Pusat pelayanan sistem angkutan umum penumpang dan angkutan barang regional 9. Pusat kegiatan pariwisata, dan 10. Pusat kegiatan pertemuan, pameran, dan social budaya 1. Pusat pemerintahan kecamatan 2. Pusat kegiatan perdagangan dan jasa skala lokal 3. Pusat pelayanan pendidikan tinggi 4. Pusat pelayanan olahraga skala lokal 5. Pusat pelayanan kesehatan skala lokal 6. Pusat pelayanan sistem angkutan umum penumpang dan angkutan barang regional 7. Pusat kegiatan pariwisata 8. Pusat kegiatan pertemuan, pameran dan social budaya 1. Pusat pemerintahan dan/atau kecamatan 2. Pusat kegiatan perdagangan dan jasa skala internasioanl, nasional dan regional 3. Pusat pelayanan olahraga skala lokal 4. Pusat pelayanan kesehatan skala lokal 5. Pusat kegiatan industry manufaktur 6. Pusat kegiatan industry hilir pengolahan hasil sector unggulan perkebunan, perikanan, dan kehutanan 7. Pusat pelayanan sistem angkutan umum penumpang dan angkutan barang regional 8. Pusat pelayanan transportasi udara internasional dan nasional dan 9. Pusat kegiatan pariwisata. 9 Universitas Sumatera Utara.

(27) H. Kabupaten Deli Serdang. Kawasan Perkotaan Galang. I. Kabupaten Karo. Kawasan Perkotaan Berastagi. 1. Pusat pemerintahan kecamatan 2. Pusat kegiatan perdagangan dan jasa skala lokal 3. Pusat pelayanan olahraga skala lokal 4. Pusat pelayanan kesehatan skala lokal 5. Pusat pelayanan sistem angkutan umum penumpang dan angkutan barang regional 6. Pusat kegiatan pertahanan dan keamanan Negara 7. Pusat kegiatan pertanian 1. Pusat pemerintahan kecamatan 2. Pusat kegiatan perdagangan dan jasa skala internasiona, nasional dan regional 3. Pusat pelayanan olahraga skala lokal 4. Pusat pelayanan kesehatan skala lokal 5. Pusat pelayanan sistem angkutan umum penumpang dan angkutan barang regional 6. Pusat kegiatan pariwisata 7. Pusat kegiatan pertemuan, pameran, dan social budaya 8. Pusat kegiatan pertanian. 2.1.3.2. Lokasi dan Pencapaian Kampus USU Kwala Bekala Kampus USU Kwala Bekala dengan luas lahan 300 Ha ini terletak di Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, dan berjarak  7.4 km dari kampus Padang Bulan.. Gambar 2.1. Peta Lokasi Kampus USU Sumber: Masterplan USU Kwala Bekala. 10 Universitas Sumatera Utara.

(28) Kampus ini dapat diakses dari Jalan Lingkungan (Perumnas Simalingkar), Jalan Jamin Ginting, atau dari Kebun Binatang Medan. Adapun batasan kawasan USU Kwala Bekala adalah sebagai berikut: . Utara. : Perumnas Simalingkar. . Timur. : Kecamatan Medan Johor, Kebun Binatang Medan. . Selatan. : Rumah Mbacang. . Barat. : Pusat Kegiatan Kecamatan Pancur Batu Jl. Letjen Jamin Gintin, Perumahan Milala, Simpang Lau Cih. Gambar 2.2. Peta Batasan Site Kampus USU Kwala Bekala Sumber: Masterplan USU Kwala Bekala. 2.1.4. Konsep Masterplan Makro Kawasan USU Kwala Bekala Terdapat beberapa kawasan di dalam kampus USU Kwala Bekala, yaitu: . Kawasan Akademik dan Laboratorium Terpadu. . Kawasan Pendukung. . Kawasan Hutan Pendidikan (Arboretum). 11 Universitas Sumatera Utara.

(29) . Kawasan Laboratorium Hortikultur & Kebun Bunga. . Kawasan Laboratorium Pembenihan Kelapa Sawit. . Kawasan Laboratorium Peternakan. . Waduk. Gambar 2.3. Masterplan Kawasan Makro USU Kwala Bekala Sumber: Masterplan USU Kwala Bekala. 2.1.5. Konsep Masterplan Mikro Kawasan USU Kwala Bekala Kawasan Mikro merupakan kawasan utama Science Techno Park USU Kwala Bekala. Kawasan ini difokuskan pada kawasan akademik dan laboratorium tepatnya di zona pintu masuk, kawasan pendukung, dan waduk dengan total luas lahan sebesar 64.76 Ha. Pusat Teknologi dan Seni akan dibangun pada zona pintu masuk ini.. 12 Universitas Sumatera Utara.

(30) Gambar 2.4. . Masterplan Kawasan Mikro (STP) USU Kwala Bekala Sumber: Masterplan USU Kwala Bekala. 2.1.5.1.. Rencanan. Penataaan. Wujud. Bangunan/Citra. Visual. Bangunan Citra bangunan yang akan dipakai adalah bangunan arsitektur tropis, dengan menggunakan peneduh sinar panas matahari pada fasad bangunan.. 13 Universitas Sumatera Utara.

(31) 2.1.5.2.. Ruang Terbuka Ruang terbuka pada site bersifat publik dan berupa plaza maupun parkir. Pada site terdapat plaza utama yang berada di ujung vista dari pintu masuk utama dengan gedung Wisma Bekala sebagai background (Gambar 2.5). Plaza ini akan memiliki citra waterfront. Gambar 2.5. Konsep Plaza Waterfront Sumber: Master Plan USU Kwala Bekala. 2.1.5.3.. Tata Vegetasi Site eksisting semula berupa lahan sawit (Gambar 2.6.), dan perubahannya menjadi kampus akan membutuhkan perencanaan yang berorientasi pada pelestarian ekologi. Oleh karena itu, akan diterapkan citra kampus ekologis.. Gambar 2.6. Kondisi Eksisting Site Kawasan. Koefisien dasar bangunan rata-rata seluruh kawasan adalah 20%, dan lahan yang tidak terbangun akan dimanfaatkan sebagai ruang terbuka hijau untuk membentuk citra kampus ekologis.. 14 Universitas Sumatera Utara.

(32) Sepanjang jalur sirkulasi kendaraan roda empat akan ditempatkan tanaman yang berfungsi sebagai peneduh pedestrian, buffer untuk penyerap debu dan polutan serta mereduksi kebisingan untuk mendukung kenyamanan fisik di area sekitar dan di dalam bangunan (Masterplan USU Kwala Bekala). Gambar 2.7. Peletakan Tanaman Pinggir Jalan Sumber: Masterplan USU Kwala Bekala. 2.1.5.4.. Rencana Sistem Pergerakan. 2.1.5.4.1.. Aksesbilitas Site dapat dicapai melalui pintu masuk utama yang berada pada zona akademik (Gambar 2.8). Ujung dari akses utama ini adalah plaza utama yang merupakan bagian dari Pusat Teknologi dan Seni ENTRANCE. Gambar 2.8. Aksesbilitas Kendaraan Sumber: Masterplan USU Kwala Bekala. 15 Universitas Sumatera Utara.

(33) Seluruh bagian kawasan USU Kwala Bekala juga dihubungkan dengan fasilitas shuttle bus. Salah satu titik perhentian shuttle bus terdapat pada site Pusat Teknologi dan Seni (Gambar 2.9). Gambar 2.9. Titik Perhentian Shuttle Bus. 2.1.5.4.2.. Pedestrian Di dalam master plan kampus USU Kwala Bekala Hirarki Pedestrian didasarkan kepada Tata Guna Lahan dan Bangunan dengan lebar pedestrian yang bervariasi : area boulevard utama 5 meter, di dalam blok 6 meter, dan di tepi jalan kolektor 3 meter. (Masterplan USU Kwalah Bekala) Untuk memisahkan antara jalur pejalan kaki dan jalur kendaraan bermotor, akan ditempatkan sebuah buffer berupa area hijau yang akan sekaligus berfungsi sebagai peneduh untuk pejalan kaki (Gambar 2.10).. 16 Universitas Sumatera Utara.

(34) Gambar 2.10. Konsep Pedestrian di Kampus USU Kwala Bekala Sumber: Masterplan USU Kwala Bekala 2.1.5.4.3. Parkir Parkir yang akan dirancang merupakan parkir di luar bangunan. Citra parkir lebih kepada ”taman parkir” daripada ”lapangan parkir”. Parkir sekaligus berfungsi sebagai ruang terbuka hijau, dengan tata vegetasi peneduh dan perkerasan yang memungkinkan penyerapan air. (Master Plan USU Kwala Bekala). 2.1.5.4.4.. Drainase Drainase yang disediakan pada kampus USU Kwala Bekala adalah sistem pembuangan air hujan dan limbah. Untuk pembuangan air hujan, dibuat seminimal mungkin berpotongan dengan sistem air limbah dan jaringan utilias. Tujuan dari pengaliran drainase untuk air hujan adalah danau. Sedangkan untuk pembuangan air limbah, terminal akhirnya adalah IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah). Nantinya air limbah tersebut akan disaring dan dimasukkan ke danau. 17 Universitas Sumatera Utara.

(35) Gambar 2.11. Skematik Jaringan Drainase Kawasan STP Kampus USU Kwala Bekala. 2.1.5.4.5.. Listrik Untuk daya masuk utama PLN akan menarik kabel utama dengan tegangan menengah (20.000V) masuk ke gardu utama. Gardu utama ini berfungsi untuk memutus dan menyambung arus dan tempat meletakan meteran listrik. Dari gardu utama listrik akan dialirkan ke gardu-gardu distribusi, dimana didalam gardu distribusi terdapat trafo (stepdown) yang akan menurunkan tegangan listrik menjadi 220V yang selanjutnya dialirkan ke bangunan dan titik-titik pemakaian. Panel distribusi untuk bangunan dan kelompok bangunan terdapat pada gardu distribusi ini. (Master Plan USU Kwala Bekala). 18 Universitas Sumatera Utara.

(36) Gambar 2.12. Skematik Distribusi Listrik Kawasan STP USU Kwala Bekala Sumber: Masterplan USU Kwala Bekala. 2.1.6. Pusat Teknologi dan Seni 2.1.6.1. Definisi Teknologi Teknologi berasal dari Bahasa Yunani yaitu technologia, techne yang berarti. Keahlian dan logia yang berarti pengetahuan. Dalam pengertian sempit, teknologi mengacu pada objek benda yang dipergunakan untuk kemudahan aktivitas manusia seperti mesin, perkakas, atau perangkat keras. Dalam pengertian yang lebh luas, teknologi dapat meliputi pengertian sistem, organisasi, juga teknik. Akan tetapi, seiring dengan perkembangan dan kemajuan zaman, pengertian teknologi menjadi semakin meluas, sehingga saat ini teknologi merupakan sebuah konsep yang. 19 Universitas Sumatera Utara.

(37) berkaitan dengan jenis penggunaan dan pengetahuan tentang alat dan keahlian, bagaimana ia dapat memberi pengaruh pada kemampuan manusia untuk mengendalikan dan mengubah sesuatu yang ada di sekitarnya. Jadi teknologi adalah semacam perpanjangan tangan manusia untuk dapat memanfaatkan alam dan sesuatu yang ada di sekitarnya secara lebih maksimal. Dengan demikian, secara sederhana, teknologi bertujuan untuk mempermudah pemenuhan kebutuhan manusia.. 2.1.6.2.. Definisi Seni Istilah seni berasal dari kata sanskerta dari kata sani yang diartikan sebagai pemujaan, persembahan dan pelayanan yang erat dengan upacara keagamaan yang disebut kesenian. Pengertian seni menurut para ahli adalah sebagai berikut: . Aristoteles: Pengertian seni menurut aristoteles. adalah bentuk yang pengungkapannya dan penampilannya tidak pernah menyimpang dari kenyataan dan seni itu adalah meniru alam. . Ki Hajar Dewantara: Pengertian seni menurut Ki. Hajar Dewantara adalah hasil keindahan sehingga dapat menggerakkan perasaan indah orang yang melihatnya, oleh karena itu perbuatan manusia yang dapat mempengaruhi dapat menimbulkan perasaan indah itu seni.. 2.1.6.3.. Jenis-Jenis Seni Seni memiliki 5 cabang antara lain sebagai berikut: a.. Seni Rupa: Seni rupa adalah salah satu cabang. kesenian dimana memiliki wujud pasti dan memanfaatkan. 20 Universitas Sumatera Utara.

(38) unsur rupa yang diklasifikasikan ke dalam bentuk gambar, lukis, patung, grafis, kerajinan tangan, kriya, dan multimedia. Seni rupa meliputi kemampuan memahami, dan berkarya lukis, kemampuan memahami dan membuat patung, kemampuan memahami dan berkarya grafis, kemampuan memahami dan membuat kerajinan tangan, serta kemampuan memahami dan berkarya atau membuat sarana mulltimedia. b.. Seni Teater: Seni teater pada dasarnya mencakup. kemampuan memahami dan berkarya teater, kemampuan memahami dan membuat naskah, kemampuan memahami berperan di bidang casting kemampuan memahami dan membuat setting atau tata teknik pentas panggung dan penciptaan suasananya sebagai perangkat tambahan dalam membidangi seni teater. Seni teater merupakan bagian dari integral kesenian bermedia ungkap suara dalam wujud pemeranan. Cara atau teknik ini lebih mengutamakan terciptanya casting, pembawaan, diksi, intonasi, pengaturan, laring, dan faring secara konsisten adalah bagian penting dalam penjelmaan profesi yang harus dimiliki. c.. Seni Musik: Unsur bunyi merupakan unsur utama. dari seni musik. Sedangkan unsur lain adalah bentuk harmoni, melodi, dan notasi musik merupakan wujud sarana yang diajarkan. Seni musik tumbuh dan berkembang sejak zaman Renaissance sampai saat ini. Seni. musik adalah. hasil. ciptaan manusia. yang. menghasilkan bunyi ritme dan harmoni yang indah bagi pendengar.. 21 Universitas Sumatera Utara.

(39) d.. Seni Tari: Seni tari adalah hasil ciptaan manusia yang. menggunakan gerak tubuh sebagai suatu keindahan. Gerak. dalam. tari. mengkomunikasikan. berfungsi. sebagai. maksud-maksud. tertentu. media dari. koreogragfer. Keindahan tari terletak pada kebahagian, kepuasaan, baik itu dari koreografer, peraga dan penikmat atau penonton. Seni tari meliputi tari tradisional dan tari garapan. e.. Seni Sastra: Seni sastra adalah hasil daya kreasi. manusia yang dinikmat segi visual dan dari makna yang dimilikinya. Seni sastra menggambarkan keindahan dalam bentuk kata-kata, baik itu dituliskan ataupun disuarakan.Contoh seni sastra adalah puisi, tulisan, dan kaligrafi.. 2.1.7. Peran dan Fungsi Pusat Teknologi dan Seni Peran dari pusat teknologi dan seni adalah sebagai berikut:  Sebagai sarana penunjang pendidikan dan pameran teknologi dan seni  Sebagai sarana rekreasi  Sebagai wadah untuk menyampaikan informasi. Adapun fungsi dari pusat teknologi dan seni yaitu:  Menampilkan berbagai bentuk peragaan dan ilmu-ilmu dasar teknologi  Memamerkan berbagai macam lukisan serta jenis-jenis alat musik  Menjadi fasilitas yang mampu menghibur sehingga teknologi dan seni menjadi hal yang menarik  Meningkatkan motivasi belajar bagi anak-anak dan remaja  Menyampaikan informasi mengenai penemuan terbaru oleh kampus USU. 22 Universitas Sumatera Utara.

(40) 2.1.8. Kegiatan Pusat Teknologi dan Seni 2.1.8.1.. Macam Kegiatan Kegiatan pada pusat teknologi dan seni yaitu: a. Pameran dan peragaan b. Pameran produk dan penemuan oleh kampus USU c. Kegiatan menonton video yang berhubungan dengan teknologi. 2.1.8.2.. Pelaku Kegiatan a. Pengunjung Pengujung pusat teknologi dan seni terdiri dari: . Perorangan. . Keluarga. . Kelompok. . Pelajar sekolah. . Mahasiswa. b. Pengelola Pengelola terdiri dari pengelola pusat teknologi dan pengelola seni . Direktur Sebagai pemimpin dari Pusat Teknologi dan Seni. . Divisi adm keuangan Mengatur bidang administrasi dan keuangan. . Divisi sarana & prasarana Mengatur sarana dan prasarana gedung. . Divisi publikasi & edukasi Menangani promosi, kerjasama, dan customer service. 23 Universitas Sumatera Utara.

(41) 2.1.9. Materi Peragaan Pusat Teknologi dan Seni 1. Zona Lingkungan Materi: pengenalan mengenai alam disekitar dengan klasifikasi tumbuhan dan hewan. Alat Peraga: Simulasi gempa, permainan klasifikasi kingdom 2. Zona Biologi Materi: Bagian-bagian tubuh manusia, perkembangan teknologi. kedokteran,. sistem. pencernaan. manusia,. mekanisme pernafasan manusia, rantai makanan, susunan tulang manusia dan makhluk hidup dengan ukuran mikroskopis Alat Peraga: Mikroskop sederhana, penjelasan mengenai rantai makanan makhluk hidup,. permainan sistem. pencernaan dan mekanisme pernafasan, peraga bagian organ tubuh dan susunan tulang manusia, dan peraga dna manusia 3. Zona Basic Science a. Zona matematika Materi: pembelajaran segitiga pyhtagoras, luas dan volume, peluang kejadian Alat Peraga: Permainan tic tac toe, permainan segitiga ajaib, menyusun puzzle, dan permainan peluang b. Zona Fisika Materi: Pengenalan tuas/katrol, getaran dan gelombang, listrik dan magnet, fluida dan optik Alat Peraga: Permainan tuas dan katrol, kereta luncur, bersepeda diatas tali, bola berpacu, peraga resonator suara, music pipa, generator van de graff, peraga saklar cahaya, hukum ohm, halilintar dan bola melayang, alat peraga pengukur tinggi muka air, peraga lensa, warna dan pelangi. 24 Universitas Sumatera Utara.

(42) c. Zona Kimia Materi: Pengenalan sistem periodik, distilasi, dan penguapan Alat Peraga:. permainan proses penyaringan, proses. pembuatan es, dan bola plasma 4. Zona USU Materi: Pengenalan penelitian yang dikembangkan mahasiswa USU Alat Peraga: mobil hemat energi, kapal tenaga surya, pembuatan sabun dari bahan daur ulang, pengubah limbah menjadi energi.. 2.1.10. Studi Literatur Arsitektur dengan Fungsi Sejenis 2.1.10.1.. Pusat Peragaan IPTEK TMII Lokasi. : Jalan Raya Taman Mini (kompleks. Taman Mini Indonesia Indah) wilayah timur komplek TMII tepatnya sebelah baray Monumen KTT Gerakan Non Blok TMII Luas lahan. : 42.300 m2. Luas Bangunan. : 24.000 m2. Pusat Peragaan IPTEK TMII (PP IPTEK) adalah sarana pembelajaran diluar sekolah untuk menumbuh kembangkan budaya ilmu pengetahuan dan teknologi secara mudah, menghibur, berkesan dan kreatif. Pusat peragaan ini dibangun dengan maksud menyadarkan masyarakat mengenai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dunia secara sangat cepat.Arah perkembangan ini harus disadari agar kita dapat mengikutinya untuk kemudian maju bersama perkembangan tersebut.peragaan di PP-IPTEK dibuat sangat menyenangkan dan menghibur, melalui berbagai. 25 Universitas Sumatera Utara.

(43) program dan peragaan interaktif yang dapat disentuh dan dimainkan. Melalui interaksi ini, diharapkan mampu mendorong tumbuhnya pemikiran tentang apa, mengapa dan bagaimana iptek digali dan dimanfaatkan bagi umat manusia agar lebih nyaman dan sejahtera.. Gambar 2.13. Pusat Peragaan IPTEK TMII Sumber: tamanmini.com. Momok mengenai ilmu pengetahuan dan teknologi yang serius dan membosankan terbantahkan. Pengunjung dapat mengembangkan motivasi dalam memahami prinsip-prinsip ilmu pengetahuan dan teknologi dengan mudah dan berkesan melalui 250 alat peraga yang bisa disentuh, dipegang dan dimainkan. Peraga disiapkan untuk anak-anak dari taman kanakkanak (TK) sampai dengan sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA) dan di sediakan lembar kerja sains yang akan memandu anak didik untuk belajar ilmu pengetahuan dan teknologi agar lebih terarah dan intensif. Beberapa alat peraga menantang misalnya sepeda layang, roket air, try science, generator van de graft, dan simulator gempa bumi.. 26 Universitas Sumatera Utara.

(44) Gambar 2.14. Wahana di Pusat Peragaan IPTEK TMII Sumber: tamanmini.com. Kegiatan yang ditawarkan kepada pengunjung beragam dan disesuaikan dengan sasaran: untuk tingkat taman kanak-kanak, sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah umun (SMU), dan keluarga ; meliputi sanggar kerja dan demo ilmu pengetahuan dan teknologi, pelatihan perancangan alat peraga, science fair, pelatihan proses ilmu pengetahuan alam, pelatihan peduli lingkungan hidup, science camp, peneropongan bintang, aneka lembar kreatifitas dan kuis, dan lomba perancangan alat peraga. Disamping itu pengunjung bisa menyaksikan film-film ilmiah yang diputar di ruang auditorium berkapasitas tempat duduk 130 orang untuk menambah ilmu pengetahuan yang menghibur dan dapat memahami sains dengan cara yang mudah dan menyenangkan.. 2.1.10.2.. Petrosains Petrosains terletak di PETRONAS Twin Tower, Kuala Lumpur. Menempati lantai 4 dan 5 pada kedua Tower 1 dan Tower 2, Petrosains mempunyai total luas area pameran lebih dari 7000 m2. Pintu masuk Petrosains adalah melalui Lantai 4 dari Suria KLCC mall.. 27 Universitas Sumatera Utara.

(45) Gambar 2.15. Petrosains Sumber: visitkl.gov. Petrosains menggunakan. adalah. pendekatan. Science. Discovery. interaktif. dan. Centre menarik. yang untuk. menceritakan tentang ilmu pengetahuan dan teknologi dari industry petroleum. Konsep dan kontennya seputar tentang ilmu pengetahuan tentang petroleum, tetapi juga mencakup ilmu pengetahuan umum.Pendekatan secara langsung yang digunakan Petrosains memberi penekanan pada kegembiraan dari mempelajari daripada kejamnya menghapakan fakta ilmu pengetahuan. Gambar 2.16. Wahana Petrosains Sumber: petrosains.com. 28 Universitas Sumatera Utara.

(46) Pameran-pameran yang ada di petrosains adalah: . Dark Ride, wahana ini berbentuk seperti tetesan minyak yang. memperlihatkan. hutan. hujan,. gunung. dan. pemandangan bawah laut di Malaysia. Gambar 2.17. Dark Ride Petrosains Sumber: petrosains.com . Space, dimana kita bisa menemukan teknologi dan pengetahuan terbaru mengenai luar angkasa dan juga mengetahui bagaimana cara astronot hidup dan bekerja di luar angkasa melalui video dari kru ISS.. . Geotime Diorama, membawa pengunjung untuk melihat kondisi 200 juta tahun yang lalu pada zaman dinosaurus.. . Sparkz, merupakan alat peraga berupa wind tube dengan helicopter kertas. Alat peraga ini dikhusukan untuk anakanak berusia balita. . Peron minyak, model peron minyak seperti yang berada di pinggiran pantai dengan skala yang asli. 29 Universitas Sumatera Utara.

(47) Gambar 2.18. Peron Minyak Petrosains Sumber: Petrosains.com . Speed, berupa simulator mobil balap F1. Gambar 2.19. Speed Petrosains Sumber: petrosains.com . Molecule Nano World, berada di tangga spiral yang menunjukkan molekul-molekul nano yang berukuran raksasa. . Teater 3D, dengan kapasitas untuk 32 orang yang menayangkan kehidupan dinosaurus.. . Digi Cyber Safe, adalah pameran untuk mengedukasi para pelajar dan keluarga untuk menggunakan internet dengan penuh bertanggung jawab. Informasi akan disampaikan melalui teknologi Augmented Reality (AR), simulator dan media sentuh. 30 Universitas Sumatera Utara.

(48) . Exit Ride, merupakan wahana yang sama yang membawa pengunjung masuk, hanya saja dengan jalur yang terbalik dengan menyuguhkan tampilan dan harapan Malaysia di masa yang akan datang. Gambar 2.20. Dark Ride Petrosain Sumber: petrosains.com. 2.2.. Tinjauan Tema 2.2.1. Pengertian Green Architecture Menurut Jimmy Priatman, green architecture adalah arsitektur yang berwawasan lingkungan dan berlandaskan kepedulian tentang konservasi efisiensi energi (energy-efficient), pola berkelanjutan (sustainable), dan pendekatan holostik (holistic approach). Bertitik tolak dari pemikiran desain ekologi yang menekankan pada saling ketergantungan (interdependencies) dan keterkaitan (interconnectedness) antara semua sistem (artifisial maupun natural) dengan lingkungan lokalnya dan biosfeer. (Priatman, 2002) Green. Architcture. adalah. arsitektur. yang. minim. mengonsumsi sumber daya alam, termasuk energi, air, dan material serta minim menimbulkan dampak negative bagi lingkungan. (Karyono, 2008) Arsitektur hijau merupakan proses perancangan dengan mengurangi dampak lingkungan yang kurang baik, meningkatkan kenyamanan manusia dengan efisiensi dan pengurangan sumber. 31 Universitas Sumatera Utara.

(49) daya energi, pemakaian lahan dan pengelolaan sampah efektif dalam tatanan arsitektur. (Futurarch, 2008) Jadi, kesimpulannya Green Architecture adalah gaya arsitektur yang bertanggung jawab pada lingkungan dengan memperhatikan sumber daya yang dipakai. Dimulai dari saat bangunan akan dibangun, pada saat proses pembangunan hingga pada akhinya bangunan dipakai oleh penggunanya.. 2.2.2. Pengertian Arsitektur Simbolisme Setiap arsitek tentunya akan mencari desain yang dapat mereflekskan atau mendefinisikan tempat atau bangunan yang dirancang itu sendiri. Sebagai contohnya sebuah desain memorial World Trade Centre untuk mengenang korban-korban kejadian yang pernah terjadi sebelumnya. Interaksi secara simbolis akan tetap menjaga hubungan antara manusia dengan lingkungan simbolis tersebut dan membagi makna secara tersirat. (Smith, 2006) Terdapat dua konsep dalam mendesain, yaitu desain tangible dan intangible. Dalam desain tangible, arsitek sebagai perancang mengambil inspirasi akan bangunan secara langsung sehingga orang awam yang tidak mengenal tentang proses desain pun dapat langsung mengetahui dan mengidentifikasi bangunan tersebut contohnya bangunan Lotus Temple. Sedangkan dalam desain intangible yang terjadi adalah sebaliknya. Seringkali desain intangible konsep perancangan atau ide dibalik rancangan tidak diketahui secara langsung sebagai contoh adalah bangunan Parthenon di Yunani. (Amrutia, 2017). 32 Universitas Sumatera Utara.

(50) Gambar 2.21. Parthenon Sebagai Contoh Design Intangible Sumber: Archdaily.com. Gambar 2.22. Lotus Temple Sebagai Contoh Design Tangible Sumber: wikipedia. 2.2.3. Interpretasi Tema a. Arsitektur Simbolisme Desain bangunan Pusat Teknologi dan Seni akan mengambil konsep desain yang tangible dimana inspirasi atau ide bangunan diambil dari suatu objek secara langsung sebagai metafora. b. Green Architecture Menurut Brenda dan Robert Vale (1991), bangunan yang memenuhi standar Arsitektur Hijau secara garis besar mengikuti prinsip berikut:. 33 Universitas Sumatera Utara.

(51) . Hemat energi / Conserving energy Pengoperasian bangunan harus meminimalkan penggunaan bahan bakar atau energi listrik (sebisa mungkin memaksimalkan energi alam sekitar lokasi bangunan).. . Memperhatikan kondisi iklim / Working with climate Mendisain bagunan harus berdasarkan iklim yang berlaku di lokasi tapak kita, dan sumber energi yang ada.. . Minimizing new resources Mendesain dengan mengoptimalkan kebutuhan sumberdaya alam yang baru, agar sumberdaya tersebut tidak habis dan dapat digunakan di masa mendatang/ Penggunaan material bangunan yang tidak berbahaya bagi ekosistem dan sumber daya alam.. . Tidak berdampak negatif bagi kesehatan dan kenyamanan penghuni bangunan tersebut / Respect for site Bangunan yang akan dibangun, nantinya jangan sampai merusak kondisi tapak aslinya, sehingga jika nanti bangunan itu sudah tidak terpakai, tapak aslinya masih ada dan tidak berubah (tidak merusak lingkungan yang ada).. . Merespon keadaan tapak dari bangunan / Respect for user Dalam merancang bangunan harus memperhatikan semua pengguna bangunan dan memenuhi semua kebutuhannya.. 2.2.3.1.. Standard Pengukuran Green Architecture Tingkat kehijauan suatu bangunan harus dapat diposisikan dalam level yang dapat diukur oleh acuan tertentu. Dalam merancang Pusat Teknologi dan Seni ini digunakan Greenship. Greenship merupakan standar bangunan hijau yang dikembangkan oleh Lembaga Konsul Bangunan Hijau Indonesia atau Green Building Council Indonesia (GBCI). (Green Building Council Indonesia, 2010) (Karyono, 2008). 34 Universitas Sumatera Utara.

(52) GBC Indonesia menyusun standar bangunan hijau yang diberlakukan di Indonesia dengan sebutan Greenship. Ada tujuh aspek yang dinilai dalam standar Greenship, yakni: 1.. Appropriate. Site. Development. (Ketepatan. Pengembangan Tapak), 2.. Energy Effciency and Conservation (Efisiensi Energi. dan Penghematan Energi), 3.. Water Conservation (Penghematan Air),. 4.. Material Resource and Cycle (Sumber Material dan. Daur Ulang), 5.. Indoor Health and Comfort (Kesehatan Ruang. Dalam dan Kenyamanan), 6.. Building Environment and Management (Kondisi. Lingkungan Bangunan dan Manajemen Bangunan).. Tabel 2.2. Penerapan Tema dalam Bangunan NO.. PRINSIP GREEN. 1. Appropriate Site 2. Energy Effciency and Conservation 3. Water Conservation 4. Material Resource and Cycle 5. Indoor Health and Comfort 6. Building Environment and Management. PENERAPAN DALAM BANGUNAN V V V V V V. 2.2.4. Keterkaitan Tema dengan Judul Kampus USU Kwala Bekala memiliki prinsip pada perancangan masterplannya yaitu menciptakan kampus yang hemat energi, sehat, dan ramah lingkungan. Maka dari itu, tema green architecture diterapkan pada perancangan Pusat Teknologi dan Seni USU Kwala Bekala. 35 Universitas Sumatera Utara.

(53) 2.2.5. Penerapan Konsep Arsitektur Hijau pada Kawasan STP USU Kwala Bekala. 2.2.5.1.. Konsep Aliran Air Permukaan Aliran air permukaan (run off) adalah bagian dari air hujan yang mengalir di atas permukaan tanah (Murtiono, 2008). Air hujan yang menjadi run off sangat bergantung kepada intensitas hujan, penutupan tanah, dan ada tidaknya hujan yang terjadi sebelumnya (kadar air tanah sebelum terjadinya hujan). Kadar air tanah sebelum terjadinya hujan biasa disebut AMC (Antecedent Moisture Content) (Rahim, 2006).. 2.2.5.1.1. Konsep Aliran Air Permukaan Zero Run-Off Pada Kawasan STP di Kampus USU Kwala Bekala, penerapan konsep zero run-off yang dipakai adalah system peresapan. Karena dengan area kawasan yang lebih besar, maka sistem penyerapan lebih kompleks dan cakupan yang luas.8888  Taman Parkir Tempat parkir pada seluruh kawasan mengambil citra ‘taman parkir’, dimana lahan parkir tidak hanya digunakan sebagai tempat parkir kendaraan bermotor, melainkan juga sebagai tanah serapan untuk aliran air dan lahan hijau.. 36 Universitas Sumatera Utara.

(54) 788. Gambar 2.23. Suasana Taman Parkir Sumber: alamy.com. Beberapa konsep dan cara dari taman parkir di kawasan STP di kampus USU di Kwala Bekala untuk menerapkan konsep tersebut adalah membuat permukaan tanah dari grass block, membuat titik-titik lubang biopori, bioswale pada permukaan tanah, dan drainase terpadu pada kawasan. (Master Plan USU Kwala Bekala). Gambar 2.24. Sketsa Rencana Taman Parkir. 37 Universitas Sumatera Utara.

(55) Gambar 2.25. Sketsa Potongan Taman Parkir. Gambar 2.26. Potongan Jalan Arteri dengan Resapannya Sumber: RTBL USU Kwala Bekala. Dengan konsep aliran air permukaan dengan konsep zero run-off, maka curah hujan tidak tergenang terlalu lama diatas permukaan, sehingga meminimalisir banjir.. 2.2.5.2.. Konsep Air Bersih Kondisi eksisting area Kwala Bekala yang berkontur memungkinkan adanya daerah tampungan air hujan pada lokasi. Selain menggunakan air dari PDAM, aliran sungai. 38 Universitas Sumatera Utara.

(56) kecil yang memiliki air cukup jernih pada tapak juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber air bersih. (Master Plan USU Kwala Bekala) Sistem pengelolaan air bersih yang diterapkan adalah menggunakan tangka air pada atap bangunan. Air bersih akan ditampung di ground water tank sebelum kemudian dipompakan ke tangka yang telah disediakan di atap. Untuk mendistribusikan air bersih dari tangka atap menuju tiap lantai, digunakan booster pump.. Gambar 2.27. Skematik Sistem Tangki Atap Sumber: lingkunganitats.files.wordpress.com. 2.2.5.3.. Konsep Air Kotor Sistem penyaluran air kotor atau air limbah pada kawasan USU Kwala Bekala disalurkan melalui pipa yang dihubungkan dengan jaringan pipa air limbah menuju IPAL, dan kemudian diolah sedemikian rupa sehingga air limbah. 39 Universitas Sumatera Utara.

(57) layak dibuang ke saluran umum, dalam hal ini akan dibuang ke danau atau sungai Bekala. (Master Plan USU Kwala Bekala). 2.2.5.4.. Konsep Air Hujan Pengolahan air hujan pada kawasan USU Kwala Bekala menggunakan sistem pengolahan air hujan (SPAH). Sistem. pemanfaatan. air. hujan. terdiri. atas. sistem. penampungan air hujan (PAH) dan sistem pengolahan air hujan. PAH dilengkapi dengan talang air, saringan pasir, bak penampung dan sumur resapan (SURES). Sumur resapan dapat. digunakan. untuk melestarikan air tanah dan. mengurangi resiko genangan air hujan atau banjir. (Master Plan USU Kwala Bekala). 2.2.5.5.. Konsep Sampah Untuk memilah sampah, digunakan tong sampah dengan warna yang berbeda untuk jenis sampah yang berbeda pula. Hijau untuk sampah organik non-kertas, kuning untuk sampah organik kertas dan merah untuk sampah anorganik. Sampah-sampah ini akan diangkut untuk dikupulkan pada workshop sampah. Di tempat ini, sampah akan disortir.. WORKSHOP KOMPOS TONG SAMPAH OUTDOOR. PEMBAKARAN. BANGUNAN WORKSHOP SAMPAH PENGUBURAN. TROLEY. TPS. Gambar 2.28. Sistem Pembuangan Sampah di Kawasan STP USU Kwala Bekala Sumber: Buku RTBL USU Kwala Bekala. 40 Universitas Sumatera Utara.

(58) 2.2.6. Studi Literatur Arsitektur dengan Tema Sejenis 2.2.6.1.. Lotus Temple Lotus Temple merupakan salah satu dari delapan Baha’I House of Worship di dunia dan telah menerima kujungan sebanya 70 juta orang sejak dibuka dan menjadi landmark arsitektural yang paling banyak dikunjungi di dunia.. Gambar 2.29. Lotus Temple Eksterior Sumber: archdaily. Terlihat dengan jelas bahwa ada kesamaan dari Lotus Temple ini dengan Sydney Opera House. Kuil ini dibentuk dari Sembilan sisi struktur lengkung sebagai “daun” yang dibentuk menjadi tiga grup pada kesembilan sisi kuil. Struktur bangunan ini terinspirasi dari bunga lotus “Daun” ini dibagi menjadi tiga kategori yaitu pintu masuk, pintu bagian luar dan pintu bagian dalam. Pintu masuk terdapat pada kesembilan sisi bangunan. Pintu luar berfungsi sebagai atap, dan pintu bagian dalam berfungsi sebagai tempat berdoa dan dilengkapi dengan kaca dan skylight baja.. 41 Universitas Sumatera Utara.

(59) Gambar 2.30. Interior Lotus Temple Sumber: Archdaily. 2.2.6.2.. Exploratorium Lokasi : Pier 15, San Fransisco California 94111, US Arsitek : EHDD Tahun Proyek Selesai : April, 2013 Fungsi : Edukasi, restaurant/cafe, entertainment, retail Kategori Proyek :Konstruksi baru (37.2%) dan renovasi (62.8%). Exploratorium adalah museum sains yang memfokuskan diri pada pameran fenomena alam. Museum ini berada di waterfront pusat Kota San Fransisco, tepatnya Pier 15. Pengunjung dapat menikmati pameran sains seluas 80.000 kaki persegi, dengan kafe dan plaza yang terletak di observatorium kaca dengan pemandangan San Fransisco Bay yang tak terhalang. Bangunan ini juga menyediakan sebuah teater lebih dari selusin ruang kelas, laboratorium, dan ruang pelatihan guru, workshop, dua toko retail, kantor, dan plaza outdoor yang sangat luas.. 42 Universitas Sumatera Utara.

(60) Gambar 2.31. Eksterior Exploratorium Sumber: aiatopten.org. Design & Innovation Exploratorium menggambarkan diri mereka sebagai Museum Seni, Sains, dan Pengetahuan, dan mereka ingin bangunannya mendemonstrasikan hal tersebut. Mereka berkomitmen untuk menjadi Net Zero Energy (NZE). Site bangunan ini terletak pada dermga yang bersejarah yang menwarkan sinar matahari yang sangat berlimpah. Air teluk yang berada di bawah secara alami mendinginkan bangunan dengan menggunakan sistem pendingin radiant cooling sistem. Atap sepanjang 800 inchi mengakomodasi 1.3 MW PV sebagai penyedia listrik bagi seluruh bangunan. Kebanyakan pameran sains yang menjadi inti dari museum mempunyai permintaan tenaga listrik yang besar, contohnya seperti penghasil uap.. 43 Universitas Sumatera Utara.

(61) Gambar 2.32. Tampak Exploratorium Sumber: aiatopten.org. Land Use & Site Ecology Bangunan ini berdiri diatas Teluk San Fransisco dan melalui bangunan dan desain pameran membuat pengunjung sadar akan lingkungan alam sekitar. Material metal yang menutupi bangunan eksterior (Gambar 2.32), dilubangi dengan siluet dari berbagai spesies fitoplankton yang hidup di perairan di bawahnya. Pilar yang baru juga meyediakan akses public ke selurh bagian site untuk meningkatkan akses public menuju Teluk demi meningkatkan pemahaman akan ekosistem yang unik. 44 Universitas Sumatera Utara.

(62) Desain bangunan dikoordinasikan dengan hati-hati untuk air pasang, musim burung, dan pelestarian habitat laut. Kaca dari Observatorium misalnya, mencegah serangan burung sambil mengurangi panas matahari yang masuk. Gambar 2.33. Letak Exoploratorium di Teluk San Fransisco Sumber: aiatopten.org. Light & Air Mengingat difokuskan. pada. keindahan. kokasi. site,. desain. kesempatan. untuk. meningkatkan. pengalaman berada di tepi Teluk. Hal ini dimulai dalam pemograman ruang, saat tim desain bekerja untuk memasukkan pameran, edukasi dan program administrasi klien ke dalam struktur yang ada tanpa mengalihkan perhatian. dari. karakter. gedung. bersejarah. atau. pemandangan. Tim tersebut menyeimbangkan keinginan untuk sinar matahari dan pemandangan dengan kebutuhan. 45 Universitas Sumatera Utara.

(63) museum untuk mengontrol sinar matahari di ruang pameran. Area administrasi dan edukasi diletakkan untuk mengambil keuntungan dari jendela clerestory dan skylight yang menyinari ruangan tanpa akses ke jendela. Dalam hal ventilasi, sifat korosif lingkungan laut membutuhkan ventilasi mekanik daripada ventilasi alami. Dengan demikian, sistem 100% udara luar tanpa resirkulasi dipilih. Sistem ini digabungkan dengan filtrasi yang sangat baik dam material yang rendah VOC memberikan kualitas udara dalam ruangan yang luar biasa bagi pengunjung (Gambar 2.34).. Gambar 2.34. Ventilasi dan Bukaan Exploratorium Sumber: aiatopten.org. Energy flow & energy future Sebuah sistem mekanis menarik air teluk kedalam penukar panas titanium/pompa panas yang menuju radiant heating/cooling sistem. Pipa air teluk membutuhkan pembersihan internal untuk membersihkan organisme laut yang tumbuh di bagian dalam pipa dan sekarang menjadi pameran favorit. Bangunan ini menggunakan energi 55% lebih sedikit daripada bangunan yang sebanding, tanpa penggunaan bahan bakar fosil kecuali untuk memasak. Area. 46 Universitas Sumatera Utara.

(64) atap dengan SunPower PV menyediakan energi listrik bagi bangunan. Materials & Construction Proyek ini merupakan proyek renovasi dari bangunan eksisting yang memiliki nilai historical di daerah waterfront San Fransisco. Oleh karena itu, bangunan ini dibangun dengan tetap mempertahankan dinding eksisting, baja truss, jendela serta plafondnya yang terbuat dari kayu. Sekitar 93% struktur bangunan eksisting diperbaharui, dan digunakan kembali. Untuk bagian interior, dinding baru dan mezzanine dipasang secara hati-hati agar pas dengan grid baja truss eksisting dan material bangunan dipilih karena ketahanannya, kualitas dan fleksibilitas.. 2.2.6.3.. Center for Sustainable Landscapes (CSL) Lokasi : One Schenley Park Pittsburgh Pennysylvania 15213 Amerika Serikat Arsitek :The Design Alliance Architects Tahun Proyek Selesai : Desember, 2012 Fungsi : Edukasi, kantor, rekreasi Kategori Proyek : Konstruksi Baru. CSL merupakan fasilitas penelitian, edukasi, dan administrasi. seluas. 24.350. kaki. persegi. di. Phipps. Conservatory and Botanical Garden, sebuah atraksi taman umum di Pittsburgh, Pennysylvania. Dirancang dan dibangun untuk menghasilkan sendiri semua energi sendiri sambil merawat dan menggunakan kembali semua air yang tertangkap pada site.. 47 Universitas Sumatera Utara.

(65) Gambar 2.35 Eksterior CSL Sumber: aiatopten.org. Design & Innovation Keinginan dari CSL adalah untuk mendemonstrasikan keindahan manusia yang hidup selaras dengan alam. Desainnya – dibentuk oleh sistem berpikir – mengunkapkan hubungan antara semua sistem alami dan buatan manusia sehingga pengunjung dan masyarakat luas dapat lebih memahami bagaimana setiap tindakan kita mempengaruhi yang lain, pada akhirnya menginspirasi kita untuk hidup lebih sustainable. Dirancang untuk beroperasi se-efisien dan seelegan bunga, proyek ini menantang pandangan bahwa lingkungan buatan dan alami tidak dapat bersatu.. 48 Universitas Sumatera Utara.

(66) A. Rooftop Capture B. Storage Tank C. Lagoon D. Ralpi Garden. E. Asphalt F. Fuma Station G. Non-portable Well. Storm System Green Roof. Gambar 2.36. White Water Diagram Sumber: aiatopten.org. A. Septic Tank B. Constructed Wetlands C. Sand Filters. D. Pump Station E. Storage Tank F. Solar Distilation System. Primary Treatment System Solar Distillation System. Gambar 2.37. Treatment Water Diagram Sumber: aiatopten.org. 49 Universitas Sumatera Utara.

(67) Land Use & Site Ecology Sebelumnya, area seluas 2.9 hektar ini adalah City of Pittsbuth Public Woks Yard, yang seluruhnya diaspal dan sebagian diklasifikasikan sebagai brownfield karena adalnya kebocoran UST. Tidak ada lahan atau ekosistem alami yang ada untuk diperthankan atau dilindungi. Site ini sekarang menyuguhkan 1.5 hektar ruang hijau dengan 100 spesies tanaman. asli.. Penanaman. keankearagaman. hayati. menyediakan makanan, tempat berteduh, dan kesempatan bersarang bagi satwa liar endemik dan juga membantu menghubungkan landscape site dengan Schenley Park seluas 450 acre, ruang hijau terbesar kedua di Pittsbuurgh (Gambar 2.38).. Gambar 2.38. Ruang Hijau CSL Sumber: aiatopten.org. Light & Air Untuk memperkuat hubungan dengan alam, desain CSL menjamin siapapun yang berada di dalamnya akan bermandikan cahaya matahari, akan menghirup udara segar, udara berkualitas tinggi, dan akan menikmati pemandangan alam. Pengunjung menikmati 80% sinar matahari dengan LED yang memberikan cahaya tambahan jika diperlukan.. 50 Universitas Sumatera Utara.

Referensi

Dokumen terkait

Pemerintah provinsi berkoordinasi dengan kantor wilayah departemen agama provinsi dalam pelaksanaan rencana, fasilitasi, asistensi, dan advokasi program wajib

Setiap Pemegang saham public DVLA yang secara tegas memberikan suara tidak setuju atas rencana Penggabungan Usaha pada saat RUPSLB DVLA dan bermaksud untuk

Hasil ini bisa disebabkan karena penggunaan waktu kerja yang dilakukan perawat satu dengan yang lain tidak sama tergantung pengalaman dan pendidikan, selain itu

Pada intinya tidak setiap hal baik yang telah dicapai oleh negara maju dapat dikembangkan oleh negara berkembang seperti Indonesia, ada hal-hal yang perlu diperhatikan yang

( 6 ) anak gadis dididik untuk tidak mengungkapkan para -. sann-perasaan negatif, (7) para gadis dilatih untuk pe- ka terhadap isyarat atau gejala nonverbal, (8) para

Perniagaan ini adalah milik perkongsian dengan aktiviti perniagaan adalah menanam pitaya (Buah Naga) di Ladang:- Lot 2279 , Kampung Ulu Sungai Dua Besar , Daerah Kuala

Etanol yang diproduksi dan dipasarkan maksimum berkadar 95-96%, karena pada rentang kadar 95-96% terjadi peristiwa yang disebut azeotrop, yaitu kondisi pada saat

Romney Marshall B dan Steinbart John Paul, (2006), Sistem Informasi Akuntansi, Buku Satu, Edisi IX, Jakarta : Salemba Empat.. S.R Soemarso, (2002), Akuntansi Suatu Pengantar,