• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 1. Pendahuluan. 1.1 Latar Belakang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 1. Pendahuluan. 1.1 Latar Belakang"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

1 Pendahuluan

1.1 Latar Belakang

Dalam badan yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Dengan demikian, kesehatan merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia disamping sandang, pangan, papan dan pendidikan, karena hanya dalam keadaan sehat manusia dapat hidup, tumbuh dan bekerja dengan lebih baik. Manusia berperan penting dalam memelihara dan meningkatkan kesehatan diri dan lingkungan. Sebab itu, manusia memiliki pengetahuan terkait dalam usaha menghindari dan cara menyembuhkan suatu jenis penyakit.

Berdasarkan fenomena kesehatan yang terjadi belakangan ini, banyak sekali fenomena berbagai penyakit yang menyerang manusia pada usia muda.

Fenomena tersebut sangat dipengaruhi gaya hidup masyarakat modern yang tidak sehat. Dengan demikian, usia tidak lagi menjadi patokan seseorang memiliki tubuh bugar. Menurut informasi dari Merdeka.Com, saat ini terdapat sebuah fenomena tujuh penyakit tua yang terjadi di usia muda yaitu melanoma, osteoroposis, stroke, kanker payudara, diabetes 2, dan encok .Berdasarkan fenomena tersebut, terdapat suatu trend lain di kalangan masyarakat untuk mendapakan kesehatan dengan memelihara kualitas hidupnya.

Upaya seseorang untuk mendapatkan kesehatan merupakan suatu cara khusus yang terus dipelihara dan dikembangkan. Usaha-usaha untuk memelihara dan mengembangkan kesehatan, maka tindakan-tindakan pencegahan merupakan salah usaha cara untuk memelihara kualitas kesehatan, selain melalui pengobatan setelah penyakit diderita. Usaha pencegahan tersebut dilakukan melalui pemahaman seseorang atau masyarakat akan kesehatan dirinya sehingga penyakit tidak diderita atau dapat dicegah atau dapat terdeteksi lebih awal sehingga tidak semakin parah.

Pemahaman masyarakat tentang kesehatan berpengaruh terhadap tindakan yang dilakukannya. Di era modern, pengetahuan yang maju dan rasional akan bermuara kepada pilihan pengobatan Barat yang modern. Selain usaha menghindari penyakit, usaha untuk mengetahui cara penyembuhan penyakit

(2)

juga merupakan salah satu pedoman tingkah laku manusia demi mencapai kesejahteraan hidupnya.

Terdapat banyak pelayanan kesehatan yang dapat diberikan kepada masyarakat di dalam rangka untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Terlepas dari apapun lembaga pelayanan kesehatan yang ditawarkan dan diberikan kepada masyarakat, beberapa diantaranya terdapat pelayanan yang memberikan konsultasi kesehatan terkait dengan penyakit atau menghindari penyakit tertentu atau bisa juga sedang dalam rangka memelihara kesehatan. Terdapat juga pelayanan dalam deteksi seperti pelayanan Laboratorium untuk mendeteksi riwayat kesehatan dan deteksi penyakit seseorang serta pelayanan dalam pengobatan atau penyembuhan seperti Pusat Kesehatan Masyarakat atau Rumah Sakit.

Seiring perkembangan zaman dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih, maka salah satu pelayanan melalui klinik laboratorium cukup menunjukkan perkembangan yang signifikan. Hal ini didasarkan pada tingginya kebutuhan masyarakat dengan gaya hidup yang kebanyakan rentan terhadap penyakit-penyakit tertentu, sehingga klinik laboratorium ini mendapat respon tinggi dari masyarakat yang ingin terus memeriksakan dirinya melalui pendekatan laboratorium terkait dengan gejala-gejala penyakit atau riwayat kesehatannya.

Prodia Klinik Laboratorium adalah salah satu perusahaan terbesar dalam pelayanan jasa laboratorium terbesar di Indonesia dengan jumlah 110 cabang di seluruh Indonesia pada tahun 2012 (Prodia Widyahusada, 2013: 11). Seiring dengan banyaknya jumlah cabang di seluruh Indonesia, Prodia Klinik Laboratorium terus berinovasi untuk menciptakan produk-produk pelayanan kesehatan dalam jasa pemeriksaan laboratorium mengikuti dinamisnya kebutuhan dan guna mencapai segmen pasar yang lebih luas dan lebih spesifik.

Salah satu produk layanan pemeriksaan laboratorium yang diciptakan dan ditawarkan oleh Prodia Klinik Laboratorium adalah Check Up Premarital, yaitu sebuah produk pelayanan yang terdiri dari sekumpulan pemeriksaan laboratorium untuk memastikan status kesehatan kedua calon mempelai, terutama untuk mendeteksi adanya penyakit menular, menahun, atau diturunkan yang dapat mempengaruhi kesuburan pasangan maupun kesehatan janin, sehingga pasangan dapat melakukan tindakan pencegahan terhadap

(3)

masalah kesehatan terkait kesuburan dan penyakit yang diturunkan secara genetik. Segmen pasar yang menjadi konsumen target perusahaan adalah para pasangan atau calon mempelai yang akan segera melangsungkan pernikahannya.

Berbagai event untuk meningkatkan target pasar untuk produk premarital check up ini terus dilakukan antara lain dengan mengadakan atau ikut berpartisipasi dalam event yang bertujuan untuk mengedukasi masyarakat akan pentingnya produk premarital check up bagi para calon mempelai yang akan melangsungkan pernikahan. Namun demikian berbagai fenomena yang ada di Indonesia kurang mendukung adanya promosi dan iklan yang efektif dalam mendorong awareness dan kepedulian akan penting dan manfaat produk ini.

Hal ini karena kurang aktifnya kebanyakan masyarakat di Indonesia terhadap kesehatan dan pentingnya pendidikan kesehatan. Seperti yang dikatakan oleh WHO, sebagai suatu contoh, rendahnya kesadaran dan gaya hidup orang Indonesia terhadap kesehatan mereka, misalkan merokok dan dampak merokok yang merugikan kesehatan manusia (Prabandari & Prawitasari, 1995: 160).

Pernyataan WHO tersebut merupakan gambaran dari kurang memperhatikannya masyarakat terhadap kesehatan tidak hanya terhadap pentingnya pengetahuan merokok dan dampak negatifnya, tetapi juga aspek kesehatan lain termasuk kepada pentingnya manfaat premarital check up bagi mereka.

Dalam kaitannya dengan pentingnya produk premarital check up persoalan kemudian muncul yaitu penerimaan dari para calon mempelai yang menjadi segmen pasar dari produk layanan ini yang menilai bahwa check premarital ini dapat “menelanjangi” riwayat kesehatan atau ada atau tidak adanya penyakit tersembunyi yang diderita oleh salah satu atau kedua pasangan yang melakukan check premarital, yang kemungkinan memiliki dampak negatif terhadap hubungan diantara pasangan.

Berdasarkan pada kondisi dan tantangan-tantangan dari hadirnya produk pelayanan check premarital di masyarakat, maka unit Public Relations Prodia Klinik Laboratorium berinisiatif untuk mengenalkan produk ini kepada masyarakat melalui keikutsertaannya dalam sebuah event yaitu Event Ambience Wedding Exhibition. Hal ini sebagai sebuah langkah strategi yang dipilih oleh Public Relations Prodia Klinik Laboratorium untuk memperkenalkan Check

(4)

Up Premarital melalui sebuah wedding event ke masyarakat terutama calon mempelai.

Pada penelitian ini peneliti ingin melihat bagaimana Strategi Publik Relations PT.Prodia dalam Memperkenalkan check up Premarital melalui Event Ambiance Wedding Exhabitation

1.2 Fokus Penelitian

Semakin maju perkembangan teknologi medis semakin mempengaruhi tingginya kebutuhan masyarakat untuk meningkatkan kualitas kesehatannya.

Dengan meningkatnya kebutuhan atas hal tersebut, Prodia Klinik Laboratorium berinovasi menciptakan suatu produk pelayanan kesehatan yaitu check up premarital sebagai sebuah produk pelayanan yang terdiri dari sekumpulan pemeriksaan laboratorium untuk memastikan status kesehatan kedua calon mempelai, terutama untuk mendeteksi adanya penyakit menular, menahun, atau diturunkan yang dapat mempengaruhi kesuburan pasangan maupun kesehatan janin, sehingga pasangan dapat melakukan tindakan pencegahan terhadap masalah kesehatan terkait kesuburan dan penyakit yang diturunkan secara genetik.

Namun demikian, upaya untuk menawarkan produk pelayanan check up premarital ini mengalami tantangan-tantangan terutama masih banyak orang di Indonesia terutama pasangan yang mau melangsungkan pernikahan, karena dianggap check up premarital tersebut dapat menginformasikan suatu penyakit tersembunyi atau dengan kata lain dapat “membuka” kondisi kesehatan pasangan yang kemungkinan berdampak negatif terhadap hubungan pasangan di masa depan.

Oleh sebab itu untuk memperkenalkan produk pelayanan check up premarital ini kepada masyarakat secara luas, maka Prodia Klinik Laboritorium melalui unit pemasaraan AWAM -nya melakukan upaya-upaya strategi Public Relations untuk memperkenalkan check up premarital melalui sebuah Event Ambiance Wedding Exhibition. Fokus masalah dalam penelitian ini adalah:

(5)

a. Bagaimana strategi public relations Prodia Klinik Laboratorium dalam memperkenalkan check up premarital melalui Event Ambiance Wedding Exhibition?

b. Bagaimana cara tim public relations menghadapi dan mengatasi kendala atau hambatan dalam memperkenalkan check up premarital dalam Event Ambiance Wedding Exhibition?

1.3 Pertanyaan Penelitian

Berdasarkan uraian fokus penelitian tersebut diatas, maka pertanyaan penelitian dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Apa strategi event yang digunakan dalam memperkenalkan premarital chack up?

2. Apa hambatan-hambatan yang ditemui saat penggunaan strategi Public Relations dari Prodia Klinik Laboratorium dalam memperkenalkan check up premarital melalui Ambiance Wedding Exhibition Event?

3. Bagaimana cara Public Relations menghadapi dan mengatasi kendala atau hambatan dalam memperkenalkan check up premarital melalui Event Ambiance Wedding Exhibition?

1.4 Tujuan dan Manfaat Penelitian

1.4.1 Tujuan

Tujuan diadakan penelitian ini adalah:

a. Pada penelitian ini ingin mengetahui apa strategi event yang digunakan dalam memperkenalkan check up premarital.

b. Pada penelitian ini ingin mengetahui hambatan-hambatan yang ditemui saat penggunaan strategi Public Relations dari Prodia Klinik Laboratorium dalam memperkenalkan check up premarital melalui Ambiance Wedding Exhibition Event

c. Pada penelitian ini ingin mengetahui cara Public Relations menghadapi dan mengatasi kendala atau hambatan dalam memperkenalkan check up premarital melalui Event Ambiance Wedding Exhibition

(6)

1.4.2 Manfaat

Manfaat diadakan penelitian ini adalah :

a. Manfaat akademis

Diharapkan dari penelitian ini adalah untuk memperbanyak kajian ilmiah dan menambah ilmu pengetahuan bagi studi Ilmu Komunikasi, khususnya upaya public relations dalam memelihara citra positif perusahaan.

b. Manfaat Praktis

Diharapkan dari penelitian ini adalah agar public relations perusahaan-perusahaan lain dapat menerapkan upaya-upaya public relations dari perusahaan Laboratorium Klinik Prodia untuk tetap mempertahankan citra di perusahaan-perusahaan tersebut melalui special event.

c. Manfaat Masyarakat

Diharapkan dari penelitian ini adalah agar masyarakat mengetahui sejauh mana Prodia Klinik Laboratorium dalam upaya memperkenalkan check up premarital melalui event wedding.

1.5 Sistematika Penulisan

Proposal skripsi ini terdiri dari 5 bab yang berisi Pendahuluan, Kajian Pustaka, Metode Penelitian dan Penutup. Susunan dan uraian sistematika penulisan sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN

Pada bab I ini terdiri dari latar belakang peneliti terhadap Prodia Klinik Laboratorium dan alasan peneliti memilih Public Relations Prodia Klinik Laboratorium sebagai obyek penelitian, fokus penelitian, pertanyaan penelitian yang diteliti serta tujuan dan manfaat akademis/teoritis, sosial, maupun praktis dalam penelitian ini.

(7)

BAB II KAJIAN PUSTAKA

Pada bab II ini peneliti akan menjelaskan mengenai temuan-temuan penelitian sebelumnya mengenai upaya pemeliharaan citra perusahaan melalui event yang akan peneliti peroleh dari sumber-sumber jurnal ilmiah baik jurnal nasional maupun jurnal internasional. Selain itu bab ini juga akan menjelaskan mengenai teori-teori dan konsep-konsep event strategy yang dilakukan Public relations dalam memelihara sebuah brand perusahaan serta menjelaskan alur penelitian yang menggambarkan upaya Public Relations di dalam memelihara citra perusahaan melalui event, didalam rangka sebagai kerangka konseptual untuk menjelaskan gambaran mengenai strategi Public Relations dalam memperkenalkan check up premarital melalui wedding event.

BAB III METODE PENELITIAN

Pada bab III ini metode penelitian yang mencakup pendekatan penelitian yang digunakan, tipe atau jenis penelitian, rancangan penelitian, teknik pengumpulan data dan teknik analisis data dan teknik keabsahan data. Metode penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini di dalam rangka untuk menggambarkan strategi Public Relations di dalam memperkenalkan check up premarital melalui event wedding.

BAB IV HASIL PENELITIAN

Pada bab IV ini akan menunjukkan hasil-hasil temuan penelitian meliputi gambaran obyek penelitian yang terdiri dari gambaran perusahaan, unit atau bagian spesifik yang diteliti dan informan yang telah ditentukan sebelumnya. Bab ini juga akan menjelaskan jawaban- jawaban dari pertanyaan penelitian yang merupakan hasil-hasil penelitian berkaitan dengan strategi Public Relations dalam memperkenalkan check up premarital melalui event wedding yang dilakukan oleh Prodia Klinik Laboratorium yang juga dikaitkan

(8)

dengan konsep-konsep atau teori-teori dari temuan-temuan penelitian sebelumnya.

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

Pada bab V ini merupakan bab penutup yang akan menyimpulkan hasil penelitian menurut pertanyaan penelitian serta saran-saran baik secara praktis maupun usulan untukk penelitian selanjutnya.

Referensi

Dokumen terkait

Logo merupakan lambang yang dapat memasuki alam pikiran/suatu penerapan image yang secara tepat dipikiran pembaca ketika nama produk tersebut disebutkan (dibaca),

Seperti halnya dengan pengetahuan komunikasi terapeutik perawat, kemampuan perawat yang sebagian besar pada kategori cukup baik tersebut kemungkinan karena adanya

Penelitian yang dilakukan di TK AndiniSukarame Bandar Lampung betujuan meningkatkan kemampuan anak dalam mengenal konsep bilangan melalui media gambar pada usia

Ketersediaan informasi lokasi rumah sakit, fasilitas dan layanan yang tersedia di rumah sakit dan tempat kejadian dapat tersedia secara jelas dan terkini sehingga penentuan

Alhamdulillahirobbil’alamin segala puji syukur dan sembah sujud, penyusun panjatkan kehadirat Allah SWT, atas rahmat, hidayah, dan kasih sayang-Nya sehingga penyusun

H1: (1) Terdapat perbedaan produktivitas kerja antara karyawan yang diberi insentif dengan karyawan yang tidak diberi insentif (2) Terdapat perbedaan

7.4.4 Kepala LPPM menentukan tindakan perbaikan yang harus dilakukan pada periode Pelaporan Hasil Pengabdian kepada masyarakat berikutnya.. Bidang Pengabdian kepada masyarakat

Ketika orang-orang dari budaya yang berbeda mencoba untuk berkomunikasi, upaya terbaik mereka dapat digagalkan oleh kesalahpahaman dan konflik bahkan