• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEDOMAN AKADEMIK PENYUSUNAN PROPOSAL DAN PENULISAN SKRIPSI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PEDOMAN AKADEMIK PENYUSUNAN PROPOSAL DAN PENULISAN SKRIPSI"

Copied!
108
0
0

Teks penuh

(1)

`

PEDOMAN AKADEMIK

PENYUSUNAN PROPOSAL DAN PENULISAN SKRIPSI

KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM FAKULTAS AGAMA ISLAM

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA TERNATE

2019

(2)

KATA PENGANTAR

Puji syukur ke hadirat Allah SWT, penyusunan buku Pedoman Akademik Penyusunan Proposal dan Penulisan Skripsi pada Program Strata Satu Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Maluku Utara ini akhirnya dapat diselesaikan.

Skripsi merupakan pelengkap persyaratan untuk penyelesaian studi di jenjang Strata Satu (S1). Melalui Skripsi, mahasiswa dapat memperluas dan memperdalam pengetahuan tentang masalah yang diteliti atau diamati. Hasil penelitian dari Skripsi juga dapat memberikan sumbangan serta menambah pengetahuan kepada orang lain melalui penemuan atau pemikiran yang dibahas sang peneliti.

Tentu saja, salah satu tujuan penting penyusunan buku ini adalah untuk memberikan pedoman kepada para civitas akademika Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Maluku Utara, tentang petunjuk dan tata cara penyusunan skripsi sebagai karya penelitian guna memenuhi tugas akhir studi.

Buku ini terdiri dari tiga bagian penting. Bagian pertama membahas tentang bagaimana menyusun proposal Skripsi. Bagian ini sangat penting karena menjadi langkah awal yang harus ditempuh bagi mahasiswa sebelum menyusun Skrispi. Sementara bagian dua mengulas tentang bagaimana penulisan Skripsi secara lengkap dan komprehensif. Dalam bagian ini dijelaskan tentang apa-apa saja yang harus ada di dalam Skripsi. Adapun bagian terakhir berisi tata cara atau petunjuk teknis format penulisan Skripsi.

Buku pedoman ini diharapkan dapat menjadi penuntun bagi para mahasiswa sehingga membantu mereka dalam mengerjakan proposal dan skripsi sesuai yang diharapkan. Untuk itu, ucapan terima kasih kami sampaikan kepada berbagai pihak yang telah membantu dan berpartisipasi dalam penyusunan buku ini. Tiada gading yang tak retak, buku ini tentu masih banyak kekurangan di sana-

(3)

sini. Akhirnya, kritik dan masukan yang konstruktif sangat diharapkan untuk perbaikan buku ini di masa mendatang.

Ternate, September 2019 TIM Penyusun

(4)

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL KATA PENGANTAR DAFTAR ISI

BAB I PEDOMAN MENYUSUN PROPOSAL SKRIPSI A. Latar Belakang Masalah

B. Rumusan Masalah C. Hipotesis (Kuantitatif)

D. Tujuan dan Manfaat Penelitian E. Kerangka Teori

F. Tinjauan Pustaka G. Metodologi Penelitian

1. Paradigma Penelitian 2. Metode Penelitian

3. Prosedur Pengambilan Data 4. Tenik Analisis Data

5. Uji Validasi dan Reliabilitas (Kuantitatif) H. Daftar Pustaka

BAB II PENULISAN SKRIPSI A. Bagian Awal

1. Lembar Judul 2. Lembar Pengesahan 3. Lembar Persetujuan

4. Lembar Pernyataan Keaslian 5. Abstrak

6. Prakata 7. Daftar Isi 8. Daftar Tabel 9. Daftar Gambar 10. Daftar Singkatan B. Bagian Utama

1. Kualitatif

a) Bab Pendahuluan b) Bab Kerangka Teori c) Bab Temuan Penelitian

d) Bab Analisis/Interpretasi thd Temuan Penelitian e) Bab Penutup

f) Daftar Pustaka 2. Kuantitatif

a) Bab Pendahuluan b) Bab Kerangka Teori c) Bab Metodologi Penelitian d) Bab Objek/Subjek Penelitian e) Bab Hasil Penelitian

(5)

f) Bab Penutup g) Daftar Pustaka C. Bagian Akhir

1. Lampiran

2. Daftar Riwayat Hidup

BAB III TATA CARA MENYUSUN PROPOSAL SKRIPSI DAN PENULISAN SKRIPSI

A. Bahan dan Ukuran Kertas

B. Sampul Proposal Skripsi dan Skripsi C. Pengetikan

D. Penomoran E. Tabel dan Gambar F. Bahasaac

G. Penulisan Nama H. Catatan Kaki I. Istilah J. Kutipan

K. Daftar Pustaka

BAB IV LAMPIRAN-LAMPIRAN Lampiran 1: Contoh Sampul Skripsi

Lampiran 2: Contoh Lembar Peryantaan Keaslian Lampiran 3: Contoh Pernyataan Bebas Plagiasi

Lampiran 4: Contoh Lembar Pengesahan Proposal Skripsi Lampiran 5: Contoh Lembar Halaman Pengesahan

Lampiran 6: Contoh Halaman Persetujuan Lampiran 7: Contoh Lembar Abstrak Lampiran 8: Contoh Daftar Singkatan

Lampiran 9: Contoh Daftar Pustaka dan pengutipan Lampiran 10: Transliterasi Arab Latin

Lampiran 11: Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia

(6)

BAB I

PEDOMAN MENYUSUN PROPOSAL SKRIPSI

Salah satu prasyarat penting sebelum mahasisiwa menulis Skripsi adalah diwajibkan meyusun usulan penelitian (proposal) skripsi terlebih dahulu. Bab ini merupakan penjelasan secara umum yang menggambarkan isi proposal Skripsi.

A. Latar Belakang Masalah

Latar belakang penelitian menjelaskan situasi permasalahan yang ada atau isu yang sekiranya perlu diteliti. Peneliti menjelaskan tentang kesenjangan antara fakta dan apa yang ada (Das Sein) dengan harapan atau apa yang seharusnya (Das Sollen) sebagai masalah penelitian. Dengan kata lain, dalam latar belakang ini, seorang peneliti harus mampu mengemukakan dan meletakkan penelitian yang akan dilakukan dalam peta keilmuan yang menjadi perhatian peneliti.

Karena itu, di dalam latar belakang masalah sebuah penelitian, paling tidak memuat beberapa hal penting berikut ini: 1) Pernyataan tentang fenomena atau gejala yang akan diteliti seorang peneliti. Dalam hal ini, permasalahan yang diangkat boleh dari masalah teoretis ataupun dari masalah praktis; 2) Peneliti harus mampu memberikan argumentasi terkait pemilihan topik/tema penelitian.

Misalnya menunjukkan permasalahan sebagai perbedaan antara konsep atau teori yang ada; 3) Peneliti mampu menguraikan situasi yang melatarbelakangi masalah; 4) Menguraikan penelitian terdahulu yang ada kaitannya dengan topic yang diteliti; 5) Menyampaikan intisari dan kerangka teori yang menjadi masalah, termasuk di dalamnya mengemukakan identifikasi masalah, pemilihan masalah, isu atau tema sentral.

B. Rumusan Masalah

Rumusan masalah ini dimbil dari uraian identifikasi masalah yang dibatasi oleh ruang lingkup penelitian. Dengan kata lain, rumusan masalah memiliki butir-butir masalah yang lebih sedikit dengan uraian identifikasi masalah.

Selain itu, rumusan masalah biasanya dituliskan dalam bentuk kalimat tanya.

(7)

Bila disimpulkan, perumusan masalah penelitian dengan memperhatikan;

1) Relevansi dengan waktu; 2) Berhubungan dengan suatu persoalan teoretis atau praktis; 3) Berorientasi pada teori; 4) Dinyatakan dalam kalimat tanya atau pernyataan yang mengandung masalah penelitian. (5) Sebaiknya dalam rumusan masalah ini diuraikan dengan ungkapan jelas, tegas, dan konkret masalah yang akan diteliti;

C. Hipotesis

Perlu diketahui bahwa tidak semua penelitian kuantitatif memerlukan hipotesis penelitian. Penelitian kuantitatif yang bersifat eksploratoris dan deskriptif tidak membutuhkan hipotesis. Oleh karena itu, di dalam sub-bab hipotesis penelitian tidak harus ada dalam skripsi, tesis, atau disertasi hasil penelitian kuantitatif.

Perlu diingat bahwa secara prosedural hipotesis penelitian diajukan setelah peneliti melakukan kajian pustaka, karena hipotesis penelitian adalah rangkuman dari kesimpulan-kesimpulan teoretis yang diperoleh dari kajian pustaka. Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap masalah penelitian yang secara teoretis dianggap paling mungkin dan paling tinggi tingkat kebenarannya.

Karena itu, bila diringkas, hipotesis memiliki makna berikut ini; 1) Hipotesis adalah pernyataan yang masih lemah tingkat kebenarannya sehingga masih harus diuji menggunakan teknik tertentu; 2) Hipotesis dirumuskan berdasarkan teori, dugaan, pengalaman pribadi/orang lain, kesan umum, kesimpulan yang masih sangat sementara; 3) Hipotesis adalah jawaban teoritik atau deduktif dan bersifat sementara; 4) Hipotesis adalah pernyataan keadaan populasi yang akan diuji kebenarannya menggunakan data/informasi yang dikumpulkan melalui sampel.

Rumusan hipotesis hendaknya bersifat definitif atau direksional. Artinya, dalam rumusan hipotesis tidak hanya disebutkan adanya hubungan atau perbedaan antar variabel, perlu ada bagian tersendiri yang berisi penjelasan tentang pandangan atau kerangka berpikir yang digunakan peneliti berdasarkan teori-teori yang dikaji.

(8)

D. Tujuan dan Manfaat Penelitian

Di dalam sebuah penelitian harus memiliki tujuan dan manfaat. Tujuan adalah merujuk pada hasil yang akan dicapai atau diperoleh dari maksud penelitian. Sementara dalam manfaat penelitian, setidaknya terdapat aspek teoretis dan praktis. Manfaat teoretis apa yang dapat dicapai dari masalah yang diteliti dan manfaat praktis apa yang dapat dicapai dari penerapan pengetahuan yang dihasilkan penelitian.

E. Kerangka Teori

Kerangka teori dapat dikatakan sebagai otak di dalam sebuah penelitian.

Kerangka teori tidak dapat dikembangkan apabila sang peneliti belum mempelajari pustaka. Sebaliknya, apabila sang peneliti belum mempunyai kerangka teori maka ia tidak akan dapat membaca pustaka dengan efektif.

Itu mengapa karangka teori kerap disebut rangkaian penalaran dalam suatu kerangka berdasarkan pada teori/konsep untuk sampai pada simpulan-simpulan yang berakhir pada hipotesis-hipotesis yang akan diuji secara empiris (kalau perlu ditampilkan dalam bentuk bagan alur pemikiran). Kerangka teori terdiri dari teori-teori atau isu-isu di mana penelitian kita terlibat di dalamnya dan memberikan panduan pada saat peneliti membaca pustaka.

F. Tinjauan Pustaka

Sebelum menyusun usulan penelitian, tentu tugas seorang peneliti telah mencari, kemudian membahas terbitan-terbitan (publikasi) yang berhubungan dengan topik atau masalah penelitian. Untuk itu, literature review dari setiap terbitan/buku/publikasi yang dianggap relevan dibahas secara kritis, yang meliputi: 1) Siapa yang pernah meneliti topik atau masalah itu; 2) Di mana penelitian itu dilakukan; 3) Apa unit dan bidang studinya; 4) Bagaimana pendekatan dan analisisnya; 5) Bagaimana kesimpulannya; 6) Apa kritikan terhadap studi itu.

G. Metodologi Penelitian

(9)

Metode penelitian memuat: paradigma penelitian, metode penelitian, prosedur pengambilan data, teknik analisa data, uji validasi dan realibitas (kuantitatif).

1. Paradigma Penelitian

Paradigma adalah seperangkat asumsi tersurat dan tersirat yang menjadi gagasan-gagasan ilmiah (Ihalauw, 2004). Paradigma bukan masalah salah atau benar, melainkan lebih memberikan manfaat atau kurang bermanfaat sebagai sebuah cara pandang terhadap sesuatu. Dalam sebuah penelitian, terutama penelitian sosial, pasti akan bertemu dengan pilihan pada aspek analisis data, apakah mengikuti paradigma kualitatif atau kuantitatif atau gabungan keduanya. Perbedaan antara kualitatif dan kuantitatif ini dibedakan oleh paradigma yang masing-masing menjadi kesepahaman para ahli-ahli pengikutnya.

Penelitian Kualitatif

- Pendekatan konstruktifis, naturalistis (interpretatif), atau perspektif postmodern.

- Menekankan pada pemahaman mengenai masalah-masalah dalam kehidupan sosial berdasarkan kondisi realitas.

- Realitas bersifat subyektif dan berdimensi banyak.

- Peneliti berinteraksi dengan fakta yang diteliti.

- Tidak bebas nilai dan bias.

- Pendekatan induktif.

- Penyusunan teori dengan analisis kualitatif.

Penelitian Kuantitatif

- Paradigma tradisional, positivis, eksperimental, empiris.

- Menekankan pada pengujian teori-teori melalui pengukuran variabel penelitian dengan angka dan melakukan analisis data dengan prosedur statistik.

- Realitas bersifat obyektif dan berdimensi tunggal.

(10)

- Peneliti independen terhadap fakta yang diteliti.

- Bebas nilai dan tidak bias.

- Pendekatan deduktif.

- Pengujian teori dan analisis kuantitatif.

2. Metode Penelitian

Metodelogi penelitian adalah sekumpulan peraturan, kegiatan, dan prosedur yang digunakan oleh pelaku suatu disiplin ilmu. Sebab, hakekat penelitian dapat dipahami dengan mempelajari berbagai aspek yang mendorong penelitian untuk melakukan penelitian. Setiap orang mempunyai motivasi yang berbeda, di antaranya dipengaruhi oleh tujuan dan profesi masing-masing. Motivasi dan tujuan penelitian secara umum pada dasarnya adalah sama, yaitu bahwa penelitian merupakan refleksi dari keinginan manusia yang selalu berusaha untuk mengetahui sesuatu.

Ada tiga model penelitian yang dikenal luas selama ini, yakni penelitian kualitatif, penelitian kuantitatif, dan penelitian campuran (kualitatif sekaligus kuantitatif).

Penelitian Kualitatif

Salah satu ciri penting penelitian kualitatif menggunakan lingkungan alamiah sebagai sumber data. Peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam suatu situasi sosial merupakan kajian utama penelitian kualitatif.

Peneliti pergi ke lokasi tersebut, memahami dan mempelajari situasi. Studi dilakukan pada waktu interaksi berlangsung di tempat kejadian. Peneliti mengamati, mencatat, bertanya, menggali sumber yang erat hubungannya dengan peristiwa yang terjadi saat itu. Hasil-hasil yang diperoleh pada saat itu segera disusun saat itu pula. Apa yang diamati pada dasarnya tidak lepas dari konteks lingkungan di mana tingkah laku berlangsung.

Penelitian kualitatif memiliki sifat deskriptif analitik. Data yang diperoleh seperti hasil pengamatan, hasil wawancara, hasil pemotretan, analisis dokumen, catatan lapangan, disusun peneliti di lokasi penelitian, tidak dituangkan dalam bentuk dan angka-angka. Peneliti segera

(11)

melakukan analisis data dengan memperkaya informasi, mencari hubungan, membandingkan, menemukan pola atas dasar data aslinya (tidak ditransformasi dalam bentuk angka). Hasil analisis data berupa pemaparan mengenai situasi yang diteliti yang disajikan dalam bentuk uraian naratif.

Selain itu, penelitian kualitatif juga menekankan pada proses bukan hasil. Data dan informasi yang diperlukan berkenaan dengan pertanyaan apa, mengapa, dan bagaimana untuk mengungkap proses bukan hasil suatu kegiatan. Apa yang dilakukan, mengapa dilakukan dan bagaimana cara melakukannya memerlukan pemaparan suatu proses mengenai fenomena tidak dapar dilakukan dengan ukuran frekuensinya saja. Pertanyaan di atas menuntut gambaran nyata tentang kegiatan, prosedur, alasan-alasan, dan interaksi yang terjadi dalam konteks lingkungan di mana dan pada saat mana proses itu berlangsung.

Penelitian kualitatif bersifat induktif. Penelitian kualitatif tidak dimulai dari deduksi teori, tetapi dimulai dari lapangan yakni fakta empiris. Peneliti terjun ke lapangan, mempelajari suatu proses atau penemuan yang tenjadi secara alami, mencatat, menganalisis, menafsirkan dan melaporkan serta menarik kesimpulan-kesimpulan dari proses tersebut. Kesimpulan atau generalisasi kepada lebih luas tidak dilakukan, sebab proses yang sama dalam konteks lingkungan tertentu, tidak mungkin sama dalam konteks lingkungan yang lain baik waktu maupun tempat.

Penelitian kualitatif mengutamakan makna. Makna yang diungkap berkisar pada persepsi orang mengenai suatu peristiwa.

Bogdan dan Biklen (1992) menjelaskan bahwa ada lima ciri-ciri penelitian kualitatif:

- Penelitian kualitatif mempunyai setting yang alami sebagai sumber data langsung, dan peneliti sebagai instrumen kunci.

- Penelitian kualitatif adalah penelitian yang deskriptif. Data yang dikumpulkan lebih banyak kata-kata atau gambar-gambar daripada angka

(12)

- Penelitian kualitatif lebih memperhatikan proses daripada produk. Hal ini disebabkan oleh cara peneliti mengumpulkan dan memaknai data, setting atau hubungan antar bagian yang sedang diteliti akan jauh lebih jelas apabila diamati dalam proses.

- Peneliti kualitatif mencoba menganalisis data secara induktif: Peneliti tidak mencari data untuk membuktikan hipotesis yang.mereka susun sebelum mulai penelitian, namun untuk menyusun abstraksi.

- Penelitian kualitatif menitikberatkan pada makna bukan sekadar perilaku yang tampak.

Penelitian Kuantitatif

Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang bekerja degan angka, yang datanya berwujud bilangan (skor atau nila, peringkat, atau frekuensi), yang dianalisis dengan menggunakan statistik untuk menjawab pertanyaan atau hipotesis penelitian yang sifatnya spesifik, dan untuk melakukan prediksi dan untuk melakukan prediksi bahwa suatu veriabel tertentu mempengaruhi variabel yang lain (Creswell, 2002).

Untuk itu, secara tipikal, penelitian kuantitatif dikaitkan dengan proses induksi enomeratif, yaitu menarik kesimpulan berdasar angka dan melakukan abstraksi berdasarkan generalisasi. Di dalam penelitian kuantitatif, salah satu tujuan utamanya adalah untuk menemukan seberapa banyak karakteristik yang ada dalam populasi induk mempunyai karakteristik seperti yang terdapat pada sampel.

Berikut ini adalah ciri-ciri metode penelitian kuantitatif:

- Metode penelitian kuantitatif dilakukan untuk mengukur satu atau lebih variabel penelitian.

- Permasalahan penelitiannya adalah menanyakan tentang tingkat pengaruh atau keeratan hubungan antara dua variabel atau lebih..

- Penelitian kuantitatif menggunakan hipotesis sejak awal ketika peneliti telah menetapkan teori yang digunakan.

- Penelitian kuantitatif lebih mengutamakan teknik pengumpulan data kuesioner.

(13)

- Penelitian kuantitatif penyajian datanya berupa table distribusi pilihan jawaban para responden yang ditentukan oleh peneliti berupa angka.

- Penelitian kuantitatif menggunakan prespektif etik, yaitu data yang dikumpulkan dibatasi atau ditentukan oleh peneliti dalam hal pilihan indicator atau atribut variabel bai jumlah maupun jenisnya.

- Metode penelitian kuantitatif menggunakan definisi operasionalisasi kerana hendak mengukur variabel, karena definisi operasional pada dasarna merupakan petunjuk untuk mengukur variable

- Penelitian kuantitatif penentu ukuran jumlah responden atau sampel dengan menggunakan presentase, rumus atau table populasi-sampel, sebagai penerapan prinip keterwakilan.

- Peneliti kuantitatif menggunakan alur penarikan kesimpulan berproses secara deduktif, yaitu konsep, variabel ke data.

- Metode penelitian kuantitatif instrument penelitiannya berupa kuesioner atau angket, yang juga berfungsi sebagai teknik pengumpulan data.

- Analisis yang digunakan dalam penelitian kuantitatif dilakukan setelah data terkumpul, dengan menggunakan perhitungan angka-angka atau analisis statistis.

- Penelitian kuantitatif kesimpulannya berupa timgkat hubungan antar- variabel, sedangkan dalam penelitian kualitatif kesimpulannya berupa temuan konsep yang tersembunyi di balik data rinci berdasarkan interpretasi.

Penelitian Gabungan

Penelitian gabungan adalah penggabungan antara metode kuantitaif dan kualitatif dalam satu penelitian. Penggunaan gabungan metode penelitian biasanya dilakukan dengan memadukan prosedur pengumpulan data kualitatif dan kuantitatif secara bersamaan. Sebagai contoh, penggalian data pada penelitian tentang persepsi terhadap kepemimpinan politik, dapat dilakukan dengan menggunakan survei dan sekaligus wawancara mendalam.

Menurut Creswell (1994), jika seorang peneliti kemudian berupaya

(14)

menggunakan pendekatan gabungan, maka perlu menggunakan gabungan sebagai berikut:

- Pendekatan desain dua tahap

Desain dua tahap adalah melakukan penelitian dua tahap, dimana kedua tahap tersebut menggunakan metode yang berbeda. Sebagai contoh, tahap pertama peneliti menggunakan metode kuantitatif.

Setelah selesai tahap pertama, ia kemudian melakukan penelitian dengan menggunakan metode kualitatif. Dengan pendekatan tersebut, seorang peneliti dapat memisahkan kedua pendekatan dengan jelas.

- Pendekatan desain dominan-kurang dominan

Pendekatan ini menggunakan gabungan pada prosedur penelitian, tetapi salah satu metode lebih dominan terhadap metode yang lain.

Dalam hal ini dapat dikatakan, bahwa metode yang kurang dominan hanya diposisikan sebagai metode pelengkap untuk mendukung kekayaan data. Sebagai contoh pada penelitian tentang persepsi kepemimpinan politik, metode dominan adalah kualitatif. Karena itu teknik penggalian data utama adalah melalui wawancara mendalam dan participant observation. Sementara survei dilakukan untuk menambah data saja, dan bukan sebagai prosedur utama.

3. Prosedur Pengambilan Data

Pengambilan data merupakan langkah penting dalam metode ilmiah. Pengambilan data menurut Sugiyono (2007: 193) dapat dilakukan dengan berbagai setting, berbagai sumber, dan berbagai cara dalam upaya mengumpulkan data. Sementara menurut Moh. Nazir (2005: 174),

pengambilan data mengemukakan hal yang sama mengenai pengumpulan data yaitu prosedur yang sistematis dan standar untuk memperoleh data yang diperlukan. Pengumpulan data tidak lain adalah suatu proses pengadaan data primer untuk keperluan penelitian.

4. Tenik Analisis Data

(15)

Teknis analisis data merupakan salah satu langkah yang sangat penting dalam proses penelitian, karena disinilah hasil penelitian akan tampak. Analisis data mencakup seluruh kegiatan mengklasifikasikan, menganalisa, memaknai dan menarik kesimpulan dari semua data yang terkumpul. Oleh karena itu, perlu menggunakan dasar pemikiran untuk menentukan pilihan-pilihan teknik analisis data yang akan digunakan.

5. Uji Validasi dan Reliabilitas (Kuantitatif)

Menurut Suharsimi Arikunto (2002), uji validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan sesuatu instrumen. Semakin tinggi validitas maka instrumen semakin valid atau sahih, semakin rendah validitas maka instrument. Sementara reliabilitas adalah sesuatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik.

Dengan kata lain, reliabilitas juga dapar diartikan sejauh mana hasil suatu pengukuran dapat dipercaya. Instrumen yang sudah dapat dipercaya, yang reliabel akan menghasilkan data yang dapat dipercaya juga. Apabila datanya memang sesuai dengan kenyataannya, maka berapa kalipun diambil, tetap akan sama.

H. Daftar Pustaka

Daftar pustaka adalah sumber referensi dari sebuah penelitian. Daftar pustaka harus ditulis dengan lengkap dan jelas. Daftar pustaka dapat berupa sumber referesnsi dari buku, jurnal, majalah, koran, serta dokumen-dokumen lainnya yang mendukung. Tentu saja daftar pustaka dalam menulis tesis dengan disertasi agak sedikit berbeda. Daftar pustaka tesis harus lebih banyak daripada skripsi.

(16)

BAB II

PENULISAN SKRIPSI

Skripsi dibuat antara 80 sampai dengan 150 halaman yang terdiri atas tiga bagian, yaitu Bagian Awal, Bagian Utama, dan Bagian Akhir.

A. Bagian Awal

1. Lembar Sampul Depan dan Judul

Halaman sampul depan memuat judul penelitian yang menggambarkan topik yang diteliti. Sementara Halaman judul berisi tulisan yang bunyinya sama dengan halaman sampul depan, tetapi diketik di atas kertas putih.

2. Lembar Pengesahan

Halaman ini memuat judul skripsi, nama penulis, NPM, program studi, konsentrasi dan tanggal ujian yang ditandatangani oleh Ketua Program Studi Komunikasi dan Penyiara Islam Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Maluku Utara. Halaman pengesahan ini disertakan setelah penyempurnaan pasca ujian munaqasyah.

.

3. Lembar Persetujuan

Halaman ini memuat judul tesis, nama penulis, NPM, program studi, konsentrasi, persetujuan tim penguji ujian munaqasyah, nama dan tandatangan tim penguji, tanggal dan waktu ujian, hasil nilai ujian, dan predikat kelulusan.

4. Lembar Pernyataan Keaslian

Halaman ini memuat pernyataan tertulis dari penyusun tesis, yang menyatakan bahwa tesis yang disusun itu secara keseluruhan merupakan hasil penelitian/karya sendiri, kecuali pada bagian-bagian yang dirujuk

(17)

sumbernya. Halaman ini ditandatangani oleh penyusun skripsi di atas meterai.

5. Abstrak

Abstrak merupakan uraian singkat tetapi lengkap tentang latar belakang masalah, tujuan, teori, pendekatan, metode penelitian, hasil penelitian, dan kontribusi. Abstrak ditulis dalam bahasa Indonesia dan juga bahasa Inggris berjarak satu spasi sepanjang satu halaman.

6. Prakata

Prataka atau disebut kata pengantar penting untuk dibuat. Kata pengantar pada pokoknya memuat penyampaian ucapan terima kasih dari penyusun tesis kepada berbagai pihak yang telah berjasa dalam penyelesaian penulisan skripsi.

7. Daftar Isi

Daftar isi penting di dalam sebuah penelitian. Daftar isi dimaksudkan untuk memberikan gambaran secara menyeluruh tentang isi tesis dan sebagai petunjuk hagi pembaca yang ingin secara langsung melihat suatu bab atau sub-bab beserta halamannya.

8. Daftar Tabel

Apabila di dalam skripsi terdapat banyak tabel, maka perlu dibuat daftar tabel. Contoh daftar tabel dapat dilihat pada lampiran 9

9. Daftar Gambar

Seperti halnya tabel, jika di dalam tesis terdapat banyak gambar, maka diperlukan adanya daftar gambar.

10. Daftar Singkatan

(18)

Daftar siangkatan memang belum tentu ada di dalam skripsi.

Namun apabila dalam skripsi digunakan singkatan-singkatan tertentu;

maka daftar singkatan perlu dibuat.

B. Bagian Utama

Bagian utama di dalam skripsi berisi tentang hasil penelitian. Berikut ini adalah penjelasan tentang bagian utama di dalam tesis, baik menggunakan model penelitian kualitatif ataupun kuantitatif:

1. Penelitian Kualitatif a) Bab Pendahuluan - Latar Belakang Masalah

Di dalam latar belakang masalah ini, seorang peneliti menguraikan konteks atau situasi yang mendasari munculnya permasalahan yang menjadi fokus penelitian. Konteks permasalahan dapat berupa tinjauan historis, ekonomis, sosial, dan kultural. Penggambaran konteks permasalahan penelitian dapat dilakukan dengan menunjukkan fenomena-fenomena, fakta-fakta empiris atau kejadian aktual dan unik yang terjadi di masyarakat yang sudah terpublikasikan melalui media massa, buku, hasil penelitian sebelumnya, atau sumber lainnya.

Latar belakang memuat factual problem, suatu masalah yang memang benar-benar terjadi. Karena itu, di dalam latar belakang masalah, penaliti dapat juga menyertakan data statistik untuk menunjukkan aktualitas dan trend atau perkembangan fenomena yang menjadi latar belakang masalah penelitian. Peneliti dapat juga menyertakan hasil studi pendahulu atas fenomena tertentu yang berupa data kuantitatif ataupun kutipan wawancara.

- Fokus dan Subfokus Penelitian

Di dalam fokus dan subfokus penelitian ini, peneliti menetapkan fokus penelitian, yaitu area sepesifik yang akan diteliti. Setelah

(19)

fokus ditentukan, selanjutnya ditetapkan sudut tinjauan dari fokus tersebut sebagai sub-subfokus penelitian. Hal itu penting supaya arah penelitian jelas dan tidak melebar ke mana-mana.

- Rumusan Masalah

Peneliti merumuskan masalah penelitian dalam bentuk kalimat tanya yang bersifat umum (grand tour question) sebagai pertanyaan payung. Kemudian rumusan masalah ini dikembangkan menjadi pertanyaan-pertanyaan yang lebih spesifik (research question) sesuai dengan sub-subfokus penelitian.

- Kegunaan Penelitian

Dalam kegunaaan penelitian, peneliti menjelaskan manfaat yang diharapkan dari hasil penelitian. Kegunaan dapat diklasifikasikan menjadi kegunaan teoretis dan kegunaan praktis. Kegunaan teoretis adalah bagaimana hasil penelitian menjadi bagian dari proses pengembangan ilmu. Manfaat praktis adalah bagaimana hasil penelitian dapat digunakan untuk memecahkan masalah-masalah praktis dalam kehidupan.

b) Bab Kerangka Teori

- Deskripsi Konseptual Fokus dan Subfokus Penelitian

Di sini seorang peneliti mendeskripsikan konsep-konsep yang dapat dijadikan landasan penelitian yang berhubungan dengan fokus dan subfokus penelitian. Konsep tersebut didasarkan pada kajian teoretik dari berbagai buku dan jurnal yang berkaitan dengan topik penelitian.

Deskripsi konseptual ini diperlukan untuk memberikan gambaran tentang fokus penelitian dan bagaimana fokus penelitian dikembangkan menjadi subfokus penelitian. Di dalam penelitian, apalagi untuk penelitian tesis, seorang peneliti dituntut untuk menggunakan rujukan minimal lima rujukan konsep dari para ahli.

(20)

- Hasil Penelitian yang Relevan

Peneliti mengemukakan hasil penelitian yang berhubungan dengan topik penelitian yang dilaksanakan. Hasil penelitian yang relevan dimaksudkan untuk menunjukkan posisi penelitian yang dilakukan di antara penelitian-penelitian terkait yang pernah dilakukan.

c) Bab Metodelogi Penelitian - Tujuan Penelitian

Peneliti menjelaskan tujuan penelitian yaitu untuk memperoleh pemahaman yang mendalam tentang fokus dan subfokus penelitian.

- Tempat dan Waktu Penelitian

Peneliti menjelaskan di mana penelitian dilakukan dan kapan penelitian itu dilakukan. Waktu penelitian adalah sejak melakukan observasi awal sebagai persiapan penulisan proposal sampai pada penulisan laporan penelitian. Khusus penelitian analisis isi tidak terikat dengan tempat tertentu.

- Latar Penelitian

Peneliti menjelaskan situasi sosial dan budaya yang menjadi latar penelitian, yang menggambarkan karakteristik subjek penelitian.

Untuk menjelaskan latar penelitian ini peneliti perlu melakukan observasi pendahuluan.

- Metode dan Prosedur Penelitian

Peneliti menjelaskan pendekatan dan metode penelitian yang digunakan serta prosedur pelaksanaannya. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, sedangkan metode penelitian sesuai dengan jenis penelitian kualitatif yang digunakan (etnografi, studi kasus, fenomenologi, grounded theory, naratif, dan

(21)

analisis isi). Prosedur penelitian menjelaskan langkah-langkah penelitian. Prosedur penelitian kualitatif pada umumnya bersifat siklus.

- Data dan Sumber Data

Peneliti menjelaskan informasi atau data yang dikumpulkan sehubungan dengan fokus dan subfokus penelitian. Kemudian dijelaskan pula sumber-sumber data primer maupun sekunder yang digunakan dalam penelitian baik informan, peristiwa, maupun dokumen.

- Teknik dan Prosedur Pengumpulan Data

Peneliti menjelaskan teknik dan prosedur yang digunakan dalam pengumpulan data yang meliputi: (1) observasi, (2) wawancara, (3) dokumen, dan (4) focus group discussion.

- Prosedur Analisis Data

Peneliti menjelaskan prosedur analisis data, baik selama proses pengumpulan data maupun setelah data terkumpul. Prosedur analisis dapat menggunakan salah satu dari model-model analisis data kualitatif yang sesuai dengan jenis (metode) penelitian kualitatif yang digunakan (model Milles & Hubberman, Spradly, Bogdan &

Biklen, Strauss & Corbin, Yin, atau Analisis Isi).

- Pemeriksaan Keabsahan Data

Peneliti menjelaskan bagaimana proses dan teknik yang digunakan untuk memeriksa keabsahan data. Keabsahan data antara lain dapat mencakup: derajat kepercayaan (credibility), keteralihan (transferabi lity), kebergantungan (dependability), kepastian (confirmability), dan dapat dengan hanya triangulasi, baik triangulasi sumber informasi, triangulasi teknik, maupun triangulasi waktu.

Kredibilitas, yakni penetapan hasil penelitian kualitatif yang kredibel atau dapat dipercaya dari perspektif partisipan dalam

(22)

penelitian tersebut. Strategi untuk meningkatkan kredibilitas data meliputi perpanjangan pengamatan, ketekunan penelitian, triangulasi, diskusi teman sejawat, analisis kasus negatif, dan member-checking.

Transferabilitas, yakni merujuk pada tingkat kekuatan hasil penelitian kualitatif untuk dapat digeneralisasikan atau ditranfer pada konteks atau setting yang lain. Dari sebuah perspektif kualitatif, transferabilitas merupakan tanggung jawab seseorang dalam melakukan generalisasi.

Dependabilitas, yakni menekankan perlunya peneliti untuk memperhitungkan konteks yang berubah-ubah dalam penelitian yang di lakukan.

Konfirmabilitas atau objektivitas, yakni merujuk pada tingkat kekuatan hasil penelitian yang dikonfirmasikan oleh orang lain. Terdapat sejumlah strategi untuk meningkatkan konfirmabilitas. Peneliti dapat mendokumentasikan prosedur untuk mengecek dan mengecek kembali seluruh data penelitian.

d) Bab Temuan Penelitian

- Gambaran Umum tentang Latar Penelitian

Dalam gambarang umum tentang latar penelitian ini seorang peneliti menguraikan tentang latar ocial, historis, budaya, ekonomi, demografi, lingkungan, sebagai gambaran umum penelitian yang melatari temuan penelitian.

- Temuan Penelitian

Di dalam temuan penelitian, peneliti mendeskripsikan hasil analisis dan temuan penelitian sesuai dengan fokus dan subfokus penelitian.

e) Bab Analisis/Interpretasi terhadap Temuan Penelitian

(23)

Di sini peneliti membahas temuan penelitian seperti yang dideskripsikan pada hasil penelitian. Pembahasan temuan penelitian sesuai dengan fokus dan subfokus penelitian merupakan interpretasi atau verifikasi temuan dengan menghubungkan dengan konsep- konsep dan teori yang ada. Temuan berupa proposisi.

f) Bab Penutup - Simpulan

Simpulan adalah hal penting yang tak boleh dilewatkan di dalam penelitian. Di sini, peneliti menuliskan simpulan penelitian yang berisi proposisi-proposi atau tema-tema sebagai hasil interpretasi atau verifikasi temuan dengan konsep-konsep dan teori-teori yang sesuai dengan fokus dan subfokus penelitian.

- Rekomendasi

Di dalam rekomendasi, peneliti mengemukakan rekomendasi tentang perlunya penelitian lanjutan dan implementasi temuan penelitian tersebut dalam pemecahan masalah praktis.

g) Daftar Pustaka

Peneliti menuliskan sejumlah nama pengarang berikut judul buku yang telah dikutip pada isi skripsi dengan menggunakan kaidah penulisan ilmiah atau pedoman penyusunan skripsi sesuai dengan perguruan tinggi yang bersangkutan.

2. Penelitian Kuantitatif a) Bab Pendahuluan - Latar Belakang Masalah

Peneliti menjelaskan tentang kesenjangan antara fakta atau apa yang ada (Das Sein) dengan harapan atau apa yang seharusnya (Das Sollen) sebagai masalah penelitian. Fakta adalah apa yang ada sekarang berupa data sekunder, hasil observasi, pengalaman pribadi, atau hasil

(24)

penelitian lainnya, sedangkan harapan adalah apa yang seharusnya atau yang diinginkan yang berupa undang-undang, peraturan, visi- misi, renstra, kurikulum, atau teori-teori dalam text book (literature) dan jurnal.

- Identifikasi Masalah

Peneliti menguraikan berbagai masalah yang mengakibatkan terjadinya kesenjangan antara Das Sein dan Das Sollen. Masalah yang diidentifikasi dinyatakan dalam bentuk pernyataan bukan pertanyaan.

- Pembatasan Masalah

Peneliti membatasi masalah yang akan diteliti yakni memilih beberapa masalah dari sejumlah masalah yang telah diidentifikasi di atas.

- Rumusan Masalah

Peneliti merumuskan masalah dalam bentuk pertanyaan penelitian yang berkaitan dengan perbedaan variable Y berdasarkan variabel perlakuan dan variabel moderator.

- Kegunaan Hasil Penelitian

Peneliti menjelaskan manfaat dari hasil penelitian, baik manfaat teoretis maupun manfaat praktis. Manfaat teoretis berkenaan dengan keilmuan sedangkan manfaat praktis berkenaan dengan pemecahan masalah.

b) Bab Kajian Teoritik - Deskripsi Konseptual

Peneliti membahas variabel penelitian secara konseptual dari berbagai teori atau konsep dari para ahli. Kajian konseptual ini dimulai dari variabel terikat (Y), variabel perlakuan (A1) dan variabel moderator (B). Untuk setiap variabel penelitian dituntut menggunakan

(25)

minimal 5 (lima) rujukan konsep. Kajian konseptual tidak sekedar mencantumkan konsep-konsep secara runtut dari berbagai sumber tetapi hasil analisis dari berbagai konsep. Setelah menganalisis kemudian dilanjutkan dengan membandingkan antarkonsep untuk menemukan persamaan dan perbedaan. Persamaan tersebut akan menjadi dasar sintesis dari konsep-konsep variabel yang dianalisis bermuara pada konstruk variabel penelitian.

- Hasil Penelitian yang Relevan

Peneliti mendeskripsikan hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan sebelumnya dan relevan dengan masalah yang diteliti.

Selanjutnya peneliti menjelaskan posisi penelitiannya dengan cara mendeskripsikan persamaan dan perbedaan penelitian yang dilakukannya dengan penelitian-penelitian relevan yang disajikan.

- Kerangka Teoritik

Peneliti mendeskripsikan kajian berupa penalaran yang bersifat deduktif dari konsep-konsep setiap variabel, kemudian membahas keterkaitan antarvariabel yang mengarah kepada hubungan sebab akibat antara variabel perlakuan/variabel moderator dan variabel terikat. Kerangka teoretik ini dijadikan sebagai dasar dalam perumusan hipotesis penelitian. Pada kerangka teoretik, peneliti membandingkan variabel terikat antara kelompok-kelompok dengan perlakuan yang berbeda dan/ atau antara kelompok-kelompok dengan level variabel moderator/atribut yang berbeda, berdasarkan kajian konsep-konsep yang diuraikan pada deskripsi konseptual. Kerangka teoretik didukung oleh tiga pilar yaitu teori, hasil-hasil penelitian yang relevan, dan argumentasi logis yang mendukung hipotesis yang akan dirumuskan. Banyaknya subjudul kerangka teoretik sama dengan banyaknya butir pada perumusan masalah.

- Hipotesis Penelitian

(26)

Hipotesis penelitian adalah suatu proposisi atau pernyataan tentang karakteristik populasi yang merupakan jawaban sementara atas pertanyaan penelitian yang terdapat dalam perumusan masalah. Peneliti merumuskan hipotesis penelitian berdasarkan kerangka teoretik. Banyaknya rumusan hipotesis penelitian sama dengan banyaknya subjudul pada kerangka teoretik atau sama banyaknya dengan butir pada rumusan masalah.

c) Bab Metodologi Penelitian - Tujuan Penelitian

Peneliti mendeskripsikan tujuan penelitian yang ingin dicapai disesuaikan dengan perumusan masalah.

- Tempat dan Waktu Penelitian

Peneliti mendeskripsikan lokasi dilakukannya penelitian dan waktu yang digunakan selama penelitian, mulai dari penyusunan rencana penelitian (proposal) sampai dengan penyusunan laporan penelitian itu selesai dilakukan.

- Metode Penelitian

Peneliti menjelaskan metode penelitian yang digunakan yaitu eksperimen atau ex post-facto, variabel penelitian dan disain eksperimen yang dipilih. Disain eksperimen disajikan dalam bentuk konstelasi penelitian sehingga dapat memberikan gambaran untuk menguji efektivitas perlakuan.

- Populasi dan Sampel

Peneliti menjelaskan populasi yang akan diteliti yang meliputi populasi target dan populasi terjangkau, teknik pengambilan sampel dan tahap-tahap pengambilan sampel, serta penentuan ukuran sampel yang akan digunakan secara representatif mewakili populasi.

(27)

- Rancangan Perlakukan

Peneliti mendeskripsikan definisi konseptual dan definisi operasional dari variabel perlakuan serta menyusun dan menguraikan secara rinci kegiatan dan tahap-tahap perlakuan yang akan dilaksanakan dalam kegiatan penelitian sesuai variabel perlakuan, sehingga terlihat perbedaan perlakuan yang dibandingkan.

- Kontrol Validitas Internal dan Eksternal

Peneliti menjelaskan cara mengontrol ancaman terhadap validitas internal dan validitas eksternal. Validitas internal dapat berupa sejarah, kematangan, pemberian pre-test, pengaruh penggunaan instrumen, regresi statistika, pemilihan subjek yang berbeda, mortalitas, seleksi kelompok, serta kontaminasi subjek dan kontaminasi perlakuan. Validitas eksternal adalah seberapa jauh hasil penelitian dapat digeneralisasi pada populasi. Untuk menjamin validitas internal penelitian eksperimen, peneliti memberi penjelasan yang meyakinkan bahwa perubahan variabel terikat benar-benar terjadi sebagai akibat dari perlakuan bukan akibat dari faktor lain.

- Teknik Pengumpulan Data

Peneliti menjelaskan jenis-jenis instrumen dan skala pengukuran yang digunakan, serta tahapan-tahapan pengembangan instrumen yang mencakup definisi konseptual, operasional, kini-kisi instrument, proses validitas konsep, pengujian validitas dan perhitungan realibitas instrument.

 Instrumen Variabel Terikat

a. Definisi Konseptual

Peneliti menjelaskan konsep variabel yang diteliti berdasarkan sintesis peneliti terhadap konsep-konsep

(28)

yang dianalisis, dilengkapi dengan dimensi dan indikator dari konsep variabel yang akan diteliti

b. Definisi operasional

Peneliti menjelaskan definisi yang terukur yang dilengkapi dengan rincian indikator penelitian (terukur) dan unit analisis pengukuran variabel yang di buat instrumennya, serta responden yang akan mengisi instrumen.

c. Kisi-kisi Instrumen

Peneliti menyajikan kisi-kisi instrumen berdasarkan definisi konseptual. Kisi-kisi instrumen disajikan dalam bentuk tabel yang berisikan dimensi, indikator, nomor butir dan jumlah butir untuk setiap indikator yang diukur.

d. Jenis Instrumen

Peneliti menyebutkan jenis instrumen yang digunakan untuk pengambilan data.

e. Pengujian Validitas dan Penghitungan Reliabilitas

Peneliti menjabarkan hasil Pengujian Validitas (konstruk/isi) yang dilakukan melalui telaah pakar dan/atau panel. Proses penelaahan teoretis suatu konsep dimulai dari definisi konseptual, definisi operasional, dimensi, indikator, butir instrumen. Peneliti menjelaskan pakar/panel yang menelaah instrumen, prosedur telaah dan hasil telaahnya secara kualitatif atau kuantitatif bila menggunakan telaah panel.

 Instrumen Variabel Moderator/Atribut a. Definisi Konseptual

Peneliti menjelaskan konsep dari variabel yang diteliti berdasarkan sintesis peneliti terhadap konsep-

(29)

konsep yang dianalisis, dilengkapi dengan dimensi dan indikator dari konsep variabel yang akan diteliti.

b. Definisi Operasional

Peneliti menjelaskan definisi yang terukur yang dilengkapi dengan rincian indikator penelitian (terukur) dan unit analisis pengukuran variabel yang dibuat instrumennya, serta responden yang akan mengisi instrumen.

c. Kisi-kisi Instrumen

Peneliti menyajikan kisi-kisi instrumen berdasarkan definisi konseptual. Kisi-kisi instrumen disajikan dalam bentuk tabel yang berisikan dimensi, indikator, nomor butir dan jumlah butir untuk setiap indikator yang diukur.

d. Jenis Instrumen

Peneliti menyebutkan jenis instrumen yang digunakan untuk pengambilan data.

e. Pengujian Validitas dan Penghitungan Reliabilitas

Peneliti menyajikan hasil pengujian validitas (konstruk/isi) yang dilakukan dengan telaah pakar dan/atau panel.

Proses penelaahan teoretis suatu konsep dimulai dari definisi konseptual, definisi operasional, dimensi dan indikator, serta butir instrumen. Peneliti menjelaskan pakar yang menelaah instrumen, prosedur telaah dan hasil telaah pakar secara kualitatif. Selanjutnya peneliti menjelaskan prosedur telaah dan hasil validasi oleh panelis secara kuantitatif.

- Teknik Analisa Data

Peneliti mendeskripsikan teknik analisis data yang digunakan meliputi analisis data dengan statistika deskriptif, analisis data dengan statistika inferensial dan uji persyaratan analisisnya. Analisis data

(30)

dengan statistika deskriptif dapat disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi, histogram, stem and leaf (diagram batang daun) atau box plot (diagram kotak garis). Analisis data dengan statistika inferensial sesuai dengan hipotesis penelitian.

- Hipotesis Statistika

Peneliti menuliskan hipotesis statistika dengan simbol atau lambang parameter statistika yang menggambarkan pernyataan tentang karakteristik populasi yang merupakan jawaban sementara atas pertanyaan penelitian. Pernyataan tersebut berbentuk proposisi sebagai hasil dari kerangka teoretik. Banyaknya hipotesis statistika sesuai dengan banyaknya hipotesis penelitian.

d) Bab Hasil Penelitian - Deskripsi Data

Peneliti menyajikan hasil analisis dalam bentuk deskriptif data variabel terikat (Y) yang dapat disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi, histogram, stem and leaf (diagram batang dan daun) atau box plot (diagram kotak garis) yang dilengkapi dengan interpretasi data. Banyaknya subjudul untuk penyajian data variabel terikat (Y) pada setiap kelompok sesuai dengan disain penelitian.

- Pengujian Persyaratan Analisis

Peneliti menjelaskan hasil uji persyaratan analisis data. Uji persyaratan analisis disesuaikan dengan statistika inferensial yang digunakan. Untuk pengujian hipotesis komparatif, maka uji persyaratan analisis yang diharuskan adalah uji normalitas dan uji homogenitas varians data variabel terikat (Y) untuk setiap kelompok yang dibandingkan.

- Pengujian Hipotesis

(31)

Peneliti menyajikan hasil penghitungan statistika uji dan hasil pengujian hipotesis statistika. Setiap hipotesis yang diuji dinyatakan dalam subjudul tersendiri, sehingga banyaknya subjudul sesuai dengan banyaknya hipotesis penelitian yang diuji.

- Pembahasan Hasil Penelitian

Peneliti membahas hipotesis yang tidak teruji dengan mengemukakan argumentasi mengapa hipotesis tersebut tidak teruji.

Dalam pembahasan hasil menjelaskan keterbatasan penelitian. Hipotesis yang teruji dibahas berdasarkan teori dan/atau hasil penelitian yang relevan untuk menunjukkan bahwa hasil penelitian mendukung atau tidak mendukung teori dan/atau hasil-hasil penelitian yang relevan.

e) Bab Penutup - Kesimpulan

Dalam kesimpulan peneliti menguraikan kesimpulan yang merupakan tesis atau hipotesis penelitian yang teruji dan hipotesis penelitian yang didukung oleh data empiris.

- Implikasi

Peneliti menjelaskan implikasi sebagai konsekuensi logis dari kesimpulan penelitian dan ditindaklanjuti dengan upaya perbaikan.

- Saran

Peneliti menyampaikan pemikiran yang berkaitan dengan operasional implikasi penelitian. Saran ditujukan kepada berbagai pihak yang terkait dengan penelitian.

f) Daftar Pustaka

(32)

Peneliti menuliskan sejumlah nama pengarang berikut judul buku yang telah dikutip pada isi skripsi dengan menggunakan kaidah penulisan ilmiah, sesuai dengan pedoman penulisan tesis.

C. Bagian Akhir - Lampiran

Peneliti melampirkan hal-hal yang mendukung dan ada kaitannya dengan penelitian, seperti bagan, grafik, kuesioner, gambar, dan dokumen-dokumen lainnya yang menunjang argumentasi penelitian.

- Daftar Riwayat Hidup

Peneliti menuliskan identitas dirinya termasuk riwayat pendidikan, jabatan, pekerjaan dan karya-karya tulis yang pernah dibuatnya serta hal lain yang diangap perlu dan disertakan pula foto terakhir peneliti.

(33)

BAB III

TATA CARA MENYUSUN PROPOSAL SKRIPSI DAN PENULISAN SKRIPSI

A. Bahan dan Ukuran Kertas

1. Naskah proposal skripsi dan skripsi dibuat di atas kertas HVS kuarto 80 gr (21,5 x 29,7 cm) dengan spasi ganda.

2. Sampul proposal skripsi adalah kertas putih yang dilapisi transparan.

3. Sampul skripsi dibuat dengan ketentuan sebagai berikut:

- Untuk ujian, sampul skripsi berupa kertas putih yang dilapisi transparan tanpa dijilid.

- Untuk pengumpulan, setelah perbaikan berdasarkan saran Tim Penguji Ujian Skripsi, skripsi dijilid dengan kulit tebal (hard cover) berwarna hijau daun.

B. Sampul Proposal Skripsi dan Skripsi

Tulisan pada sampul proposal skripsi dan skripsi meliputi hal-hal sebagai berikut:

1. Jenis huruf yang digunakan dalam penulisan tesis adalah Times New Roman dengan besar font 12, kecuali pada judul proposal maupun tesis menggunakan ukuran font 14.

2. Semua pengetikan menggunakan jarak 1 spasi.

3. Batas tulisan adalah 4 cm dari tepi atas, 3 cm dari tepi bawah, 3 cm dari tepi kiri, dan 3 cm dari tepi kanan.

4. Logo UMMU digunakan dengan ukuran paling besar dengan lebar 6 cm dengan panjang mengikuti rasio.

5. Kecuali ―Oleh‖, nama mahasiswa dan nim, semua pengetikan disampul menggunakan huruf kapital.

Adapun isi yang ada di halaman sampul proposal maupun tesis sebagai berikut:

1. Tulisan ―Proposal Skripsi‖ atau ―Skripsi‖

2. Judul Proposal Skripsi 3. Logo UMMU

4. Tulisan ―Oleh :‖

5. Nama Mahasiswa (tanpa gelar akademik)

(34)

6. Nomor Pokok Mahasiswa (NPM)

7. Tulisan ―Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam‖

8. Tulisan ―Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi‖

9. Tulisan ―Universitas Muhammadiyah Maluku Utara‖

10. Tulisan ―Ternate‖

11. Tahun pengajuan proposal skripsi.

C. Pengetikan Isi

1. Jenis huruf yang digunakan dalam penulisan skripsi adalah Time New Roman dengan besar font 12, kecuali pada halaman sampul dan catatan kaki. Keseluruhan naskah tesis ditulis dengan menggunakan jenis huruf yang sama.

2. Cetak miring (italics) digunakan untuk menulis judul buku, nama jurnal dan istilah asing yang belum dibakukan dalam bahasa Indonesia.

3. Lambang atau tanda-tanda yang tidak dapat ditulis dengan mesin ditulis dengan tangan memakai tinta hitam.

4. Bilangan di atas sepuluh ditulis dengan angka, kecuali pada permulaan kalimat.

5. Satuan dinyatakan dengan singkatan resmi tanpa titik di belakang misalnya m, g, kg, km.

6. Jarak antar baris adalah dua spasi (spasi ganda) kecuali kutipan langsung, catatan kaki dan data pustaka dalam daftar pustaka.

7. Batas tulisan adalah 4 cm dari tepi atas, 3 cm dari tepi bawah,3 cm dari tepi kiri, dan 3 cm dari tepi kanan.

8. Alinea baru dimulai pada ketikan ke-8 dari tepi kiri.

9. Judul bab ditulis dengan huruf besar (kapital) dan diletakkan di tengah secara simetris, dengan jarak 4 cm dari tepi atas. 10. Judul sub-bab ditulis dari tepi sebelah kiri dengan huruf besar pada tiap-tiap permulaan kata, kecuali katapenghubung dan kata depan.

10. Judul anak sub-bab ditulis dari tepi sebelah kiri dengan huruf besar pada permulaan kata.

(35)

11. Rincian sesuatu ditulis berurutan dengan angka atau huruf sesuai keperluan.

D. Penomoran

1. Penomoran halaman pada bagian awal, mulai halaman judul sampai dengan daftar isi menggunakan angka romawi kecil di tengah pada bagian bawah.

2. Penomoran halaman bagian isi/utama dan bagian akhir, dan halaman bab pertama sampai dengan terakhir memakai angka Arab di sudut kanan atas, kecuali halaman judul bab diletakkan di tengah bagian bawah.

3. Nomor halaman ditulis dengan jarak 3 cm dari tepi kanan dan 2,5 cm dari tepi atas (header). Sedangkan penomoran bagian awal dan halaman pertama tiap bab tidak dituliskan.

E. Tabel dan Gambar

1. Bagan, grafik, peta dan foto disebut gambar.

2. Tabel dan gambar diletakkan secara simetris.

3. Tabel dan gambar dinomori dengan angka Arab.

4. Judul tabel dan gambar yang menyertai nomor diletakkan simetris di bawah tabel dan gambar tanpa diakhiri dengan titik.

5. Keterangan tabel dan gambar ditulis pada halaman yang sama dengan halaman tabel dan gambar tersebut.

F. Bahasa

1. Skripsi ditulis dengan bahasa Indonesia baku yang baik dan benar.

2. Program studi tertentu ditulis dengan menggunakan bahasa asing yang sesuai.

3. Menghindari pemakaian kata ganti orang pertama dan kedua (saya, aku, kami, kita, engkau, kamu). Kata ganti orang pertama dibuat dengan format kalimat pasif.

G. Penulisan Nama

(36)

1. Nama orang atau penulis yang diacu dalam uraian ditulis tanpa gelar akademik atau derajat kesarjanaan.

2. Nama penulis dalam daftar pustaka dicantumkan lengkap, termasuk jika penulis sebuah pustaka terdiri atas dua atau tiga orang. Jika penulis lebih dari tiga orang, cukup ditulis penulis pertama ditambah dengan et. al.

H. Catatan Kali

1. Catatan kaki ditulis dengan jarak satu spasi.

2. Catatan kaki tidak menggunakan opere citato (op. cit.) dan loco citato (loc. cit.), dan ibidem (ibid.), tetapi ditulis kembali nama penulis dan nomor halaman. Jika referensi yang dirujuk telah diselingi oleh referensi lain, maka dalam catatan kaki cukup ditulis nama pengarang, judul awal artikel atau buku dan halaman.

3. Jika karya yang dikutip berupa terjemah, maka nama penerjemah ditulis setelah nama karya dengan didahului oleh kata ―terj.‖

4. Judul artikel dalam jurnal atau buku antologi diberi tanda kutip dan tidak miring (ditulis tegak), sementara nama jurnal dan judul buku antologi dicetak miring.

5. Penulisan halaman ditulis dengan angka halaman yang dimaksud secara langsung dengan diawali tulisan ―hlm.‖. Setelah penulisan angka halaman dimaksud diakhiri dengan tanda titik (.).

6. Penulisan kota penerbit, nama penerbit, dan tahun diletakkan dalam kurung, dengan perincian kurung buka diikuti oleh kota penerbit, titik dua (:), nama penerbit, koma (,), tahun terbit, dan tutup kurung.

7. Penulisan tanda koma (,) diletakkan setelah nama pengarang, judul artikel atau buku, dan identitas penerbit. Contoh format catatan kaki dapat dilihat pada lampiran 17.

I. Istilah

1. Istilah baru yang belum baku ditulis dengan cetak miring. Pada penggunaan yang pertama kali perlu dijelaskan arti atau padanannya.

2. Istilah-istilah penting dalam tesis dapat dibuatkan daftar tersendiri sebagai

(37)

J. Kutipan

1. Data sumber tulisan yang diacu atau dikutip ditulis lengkap dalam bentuk catatan kaki yang meliputi nama pengarang, judul tulisan (dicetak miring), nama kota, penerbit, tahun terbit dan halaman yang dikutip. Apabila sumber tulisan karya terjemah, nama penerjemah disebutkan setelah judul buku.

2. Kutipan ditulis dalam bahasa aslinya. Kutipan langsung (dalam bahasa aslinya) lebih dari tiga baris ditulis dengan satu spasi menjorok ke dalam seperti permulaan alinea.

3. Kutipan terjemah ayat-ayat Kitab Suci ditulis dengan satu spasi.

4. Kutipan ayat al-Qur‘an ditulis ―Q.S. nama surat (nomor surat): nomor ayat‖. Contoh: Q.S. Ali ‗Imran [3]: 4.

K. Daftar Pustaka

1. Daftar pustaka ditulis dengan jarak satu spasi, sementara antar pustaka diberi jarak 2 dua spasi.

2. Penulisan pustaka adalah dengan urutan nama pengarang, judul karya, kota penerbit, nama penerbit, dan tahun terbit.

3. Penulisan nama diambil nama keluarga atau orang tua (jika ada) dan disusun secara alfabetik.

4. Penulisan al- dan ibn (untuk nama Arab) dan van (untuk nama Belanda) diabaikan dalam menyusun alfabetik.

5. Apabila karya berupa terjemah, maka nama penerjemah ditulis setelah judul karya terjemah dengan didahului kata ―terj.‖ (bila terjemah ke dalam bahasa Indonesia).

6. Judul artikel dalam jurnal atau buku antologi diberi tanda kutip dan tidak miring, sementara nama jurnal dan judul buku antologi dicetak miring.

7. Khusus pustaka yang berupa jurnal, nomor halaman artikel yang diambil ditulis setelah tahun, misalnya 23-55.

8. Penulisan tanda koma (,) diletakkan setelah nama pengarang, judul artikel atau buku, nama penerjemah, dan nama penerbit. Penulisan tanda titik dua

(38)

(:) ditempatkan setelah kota penerbit atau tahun sebelum halaman artikel.

Sedangkan tanda titik (.) ditempatkan di bagian paling akhir setiap pustaka.

(39)

1 spasi Font size 12

3 cm

4 cm 3 cm

Lampiran 1: Contoh Sampul Skripsi

PROPOSAL SKRIPSI

REPRESENTASI IDENTITAS MUSLIM DI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM

Oleh : Surya Ningsih NPM: 121057023317001

PROGRAM STUDI KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM FAKULTAS AGAMA ISLAM

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA TERNATE

2020

6 baris

6 cm

4 baris

1 spasi Font size 12 3 cm

1 spasi Font size 16

(40)

Lampiran 2: Contoh Lembar Peryantaan Keaslian

PERNYATAAN KEASLIAN

Yang bertanda tangan di bawah ini : Nama : Surya Ningsih NPM : 121057023317001 Jenjang : Strata 1

Program Studi : Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas : Agama Islam

menyatakan bahwa naskah tesis berjudul ―Representasi Identitas Muslim di Media Sosial Instagram‖ ini secara keseluruhan adalah hasil penelitian/karya saya sendiri, kecuali pada bagian-bagian yang dirujuk sumbernya.

Ternate, 10 April 2020 Saya yang menyatakan, Meterai 6000

Surya Ningsih

NPM: 121057023317001

(41)

Lampiran 3: Contoh Pernyataan Bebas Plagiasi

PERNYATAAN BEBAS PLAGIASI

Yang bertanda tangan di bawah ini : Nama : Surya Ningsih NIM : 121057023317001 Jenjang : Strata 1

Program Studi : Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas : Agama Islam

menyatakan bahwa naskah tesis yang berjudul ―Representasi Identitas Muslim di Media Sosial Instagram‖ ini secara keseluruhan benarbenar bebas dari plagiasi. Jika di kemudian hari terbukti melakukan plagiasi, maka saya siap ditindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Ternate, 10 April 2020 Saya yang menyatakan, Meterai 6000

Surya Ningsih

NPM: 121057023317001

(42)

Lampiran 4: Contoh Lembar Halaman Pengesahan

PENGESAHAN PROPOSAL TESIS

Judul : Representasi Identitas Muslim di Media Sosial Instagram Nama : Surya Ningsih

NIM : 121057023317001 Jenjang : Strata 1

Program Studi : Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas : Agama Islam

telah dapat diterima dan dapat diajukan untuk mengikuti ujian proposal tesis di Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam.

Ternate, 20 Juni 2020

Dosen Penasihat Akademik,

Nurul Zakiah, S. Kom. I., M. Sos NIDN : 12 0805 94 01

Ketua Prodi,

Zulkifli Hi. Saleh, S. Sos., M. Si NIDN : 12 1707 84 01

(43)

Lampiran 5: Contoh Lembar Halaman Pengesahan

PENGESAHAN

Tesis berjudul : Representasi Identitas Muslim di Media Sosial Intagram Nama : Surya Ningsih

NIM : 121057023317001 Jenjang : Strata 1

Program Studi : Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas : Agama Islam

telah dapat diterima sebagai salah satu syarat memperoleh gelar Magister Komunikasi dan Penyiaran Islam.

Ternate, 20 Juni 2020

Ketua Prodi,

Zulkifli Hi. Saleh, S. Sos., M. Si NIDN : 12 1707 84 01

Diketahui oleh Dekan,

Dr. Nahjiah Ahmad, M. Pd NIDN :

(44)

Lampiran 6: Contoh Halaman Persetujuan

PERSETUJUAN TIM PENGUJI UJIAN TESIS

Tesis berjudul : Representasi Identitas Muslim di Media Sosial Intagram Nama : Surya Ningsih

NIM : 121057023317001 Jenjang : Strata 1

Program Studi : Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas : Agama Islam

telah disetujui tim penguji ujian tesis

Ketua : Dr. Nahjiah Ahmad, M.Pd ( tandatangan )

Sekretaris : Zulkifli Hi. Saleh, M. Si ( tandatangan )

Pembimbing / Penguji : Nurul Zakiah, M. Sos ( tandatangan )

Penguji : Fauji Ilyas, M. I. Kom ( tandatangan )

Diuji di Ternate pada tanggal 5 Mei 2020

Waktu : 10.00 s.d 11.00

Hasil/ Nilai : 3,75

Predikat : Memuaskan/ Sangat Memuaskan/ Cumlaude

(45)

Lampiran 7: Contoh Lembar Abstrak

Abstrak

Perkembangan media jurnalisme warga memberikan kesempatan bagi khalayak untuk memproduksi berita yang selama ini dikuasai oleh lembaga media massa.

Dalam kasus ini, warga tidak hanya menjadi konsumen berita semata, tetapi juga bertindak sebagai produsen berita dan konsumen pada waktu yang sama (prosumer). Berdasarkan fenomena tersebut, penelitian ini mencoba untuk melihat bagaimana komodifikasi yang dilakukan oleh warga. Dengan menggunakan metode analisis komunikasi termediasi komputer dengan media Kompasiana sebagai instrumen penelitian, peneliti menemukan bahwa ruang jurnalisme warga telah digunakan sebagai media untuk komodifikasi diri sesuai target atau nilai yang ingin dicapai. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa warga jurnalisme warga bunga-oleh mereka yang memiliki akun di Kompasiana-untuk mencapai motif pribadi seperti untuk mendapatkan keuntungan materi atau untuk membangun citra diri atau wacana. Di tingkat media ruang, fasilitas Kompasiana seperti deskripsi profil dan kolom komentar merupakan fasilitas yang dapat digunakan sebagai aktivitas prosumer. Kegiatan dalam fasilitas ini adalah mungkin bagi khalayak untuk mempromosikan produk atau mempromosikan diri pengguna itu sendiri layaknya produk. Berdasarkan pertanyaan penelitian dan temuan di lapangan, peneliti membuat kesimpulan, pertama, kehadiran media jurnalisme warga adalah penonton positioning bukan sebagai entitas pasif lagi dan hanya mendapatkan efek informasi seperti yang diproduksi oleh industri media.

Kedua, keterlibatan penonton sebagai subjek memberikan informasi dalam jurnalisme warga untuk kepentingan pribadi, misalnya untuk kegiatan ekonomi praktis.

Kata Kunci: media baru, internet, jurnalisme warga, prosumer, Kompasiana, khalayak

(46)

Abstrac

The rise of citizen journalism gives an opportunity for the audiences to be able to produce the news that had been controlled by the mass media institutions. In this case, the citizens not only consumers but also news become act as a news producers and consumers at the same time (prosumer).Based on these phenomena, this research Tries to see how is the commodification roomates done by the citizen. By using the method of computer mediated communication with the Kompasiana media analysis as a research instrument, the researcher found that the citizen journalism room has become a medium to the citizens to commodificate themselves for the values that they want to reach.The result of this research also shown about the citizens to reach personal motives such as to get material benefits or to build a self-image. In the level of media space, the facility of Kompasiana like description of profile and comment column are roomates facilities can be used as prosumer activity.The activity in this facility is possible for the audience to promote the products or users as a products itself. Based on questions of research and findings in the field, so the researcher makes conclusions; first, the presence of media citizen journalism is not as passive audience positioning entity anymore and only get the effect of information like roomates is produced by the media industry. Second, the involvement of the audience is as subject giving information in citizen journalism for self-interest, for example to practical economic activity.

Keywords: new media, internet, citizen journalism, prosumer, Kompasiana, audiences

(47)

Lampiran 8: Contoh Daftar Singkatan

DAFTAR SINGKATAN

BSOAS : Bulletin of the School of Oriental and African Studie

DI : Der Islam

El : Encydopedia of Islam IC : Islamic Culture IQ : Islamic Quarterly

JSS : Journal of Semitic Studies MEQ : Muslim Education Quarterly

MW : Moslem World

REI : Revue des Etudes Islamiques SI : Studia Islamica

SEI : Shorter Encydopedia of lslam TP : Transcendent Philosophy

UQ : Ulumul Qur'an

(48)

Lampiran 9: Contoh Daftar Pustaka dan Pengutipan

DAFTAR PUSTAKA DAN PENGUTIPAN

Buku

Satu penulis

1. Rulli Nasrullah, Teori dan Riset Media Siber (Jakarta: Prenada Media, 2014), 64–65.

2. Nasrullah, Media Siber, 71.

Dua atau lebih penulis

1. Peter Morey and Amina Yaqin, Framing Muslims: Stereotyping and Representation after 9/11 (Cambridge, MA: Harvard University Press, 2011), 52.

2. Morey and Yaqin, Framing Muslims, 60–61.

Untuk buku yang ditulis oleh lebih dari empat penulis, maka digunakan nama penulis pertama dan diikuti dengan ―et al.‖ untuk menunjukkan penulis lainnya.

1. Jay M. Bernstein et al., Art and Aesthetics after Adorno (Berkeley:

University of California Press, 2010), 276.

2. Bernstein et al., Art and Aesthetics, 18.

Bernstein, Jay M., Claudia Brodsky, Anthony J. Cascardi, Thierry de Duve, Aleš Erjavec, Robert Kaufman, and Fred Rush. Art and Aesthetics after Adorno. Berkeley: University of California Press, 2010.

Buku kumpulan tulisan

Untuk buku yang merupakan hasil tulisan dari beberapa orang atau hasil terjemahan, maka yang ditulis cukup editornya saja dengan catatan editor atau penerjemah itu merupakan salah satu penulis buku tersebut.

1. Richmond Lattimore, ed., The Iliad of Homer (Chicago: University of Chicago Press, 1951), 91–92.

2. Lattimore, Iliad, 24.

(49)

Editor yang bukan penulis

1. Jane Austen, Persuasion: An Annotated Edition, ed. Robert Morrison (Cambridge, MA: Belknap Press of Harvard University Press, 2011), 311–

12.

2. Austen, Persuasion, 315.

Austen, Jane. Persuasion: An Annotated Edition. Edited by Robert Morrison.

Cambridge, MA: Belknap Press of Harvard University Press, 2011.

Bab atau bagian dari buku

1. Ángeles Ramírez, ―Muslim Women in the Spanish Press: The Persistence of Subaltern Images,‖ in Muslim Women in War and Crisis: Representation and Reality, ed. Faegheh Shirazi (Austin: University of Texas Press, 2010), 231.

2. Ramírez, ―Muslim Women,‖ 239–40.

Ramírez, Ángeles. ―Muslim Women in the Spanish Press: The Persistence of Subaltern Images.‖ In Muslim Women in War and Crisis: Representation and Reality, edited by Faegheh Shirazi, 227–44. Austin: University of Texas Press, 2010.

Preface, foreword, introduction, or similar part of a book

1. William Cronon, foreword to The Republic of Nature, by Mark Fiege (Seattle: University of Washington Press, 2012), ix.

2. Cronon, foreword, x–xi.

Cronon, William. Foreword to The Republic of Nature, by Mark Fiege, ix–xii.

Seattle: University of Washington Press, 2012.

Book published electronically

If a book is available in more than one format, cite the version you consulted. For books consulted online, include an access date and a URL. If you consulted the book in a library or commercial database, you may give the name of the database instead of a URL. If no fixed page numbers are available, you can include a section title or a chapter or other number.

1. Isabel Wilkerson, The Warmth of Other Suns: The Epic Story of America’s Great Migration (New York: Vintage, 2010), 183–84, Kindle.

2. Philip B. Kurland and Ralph Lerner, eds., The Founders’ Constitution (Chicago: University of Chicago Press, 1987), chap. 10, doc. 19, accessed

Referensi

Dokumen terkait

Kelembagaan pengelolaan zakat terintegrasi, efisien, dan efektif dan akuntabel adalah melalui perbankan syariah yang memiliki dua fungsi pokok yaitu sebagai lembaga

Falsafah penelitian dalam bahasa Jerman das sein das sollen, artinya ada kesenjangan yang terjadi antara kenyataan dan harapan yang ideal. Dalam konteks penelitian

Ditinjau dari hasil pengukuran parameter lingkungan yang diperoleh pada masing - masing stasiun pengambilan sampel, parameter lingkungan menunjukkan bahwa pertumbuhan

kondisi yang diharapkan (das sollen) dengan kondisi yang sesungguhnya (das sein). Latar belakang yang bersifat fenomenologis tersebut dikritisi dengan menggunakan teori dan konsep

Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui korelasi konsentrasi pelarut etanol terhadap karakteristik sirup gula stevia, kadar air, yield, total padatan terlarut,

1) Anggaran subsidi Raskin 2013 disediakan dalam DIPA APBN Tahun 2013. 2) Kebijakan Pemerintah dalam penggangaran program Raskin hanya untuk pengadaan dan penyaluran sampai di

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan dalam dua siklus dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif dengan strategi Index Card

Menurut Hartono (1997, 25-27) ciri-ciri orang yang percaya diri adalah 1) Mampu mengungkapkan perasaan diri, dalam arti seseorang melaksanakan haknya untuk menyatakan apa