• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB VI Hasil Perancangan Konsep perancangan berupa gambar-gambar hasil perancangan dan maket. BAB II DESKRIPSI PROYEK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB VI Hasil Perancangan Konsep perancangan berupa gambar-gambar hasil perancangan dan maket. BAB II DESKRIPSI PROYEK"

Copied!
34
0
0

Teks penuh

(1)

18

 BAB 1 Pendahuluan

Pendahuluan berisi tentang kajian latar belakang, maksud dan tujuan, perumusan masalah, metode pendekatan, lingkup dan batasan, kerangka berpikir, dan sistematika pembahasan.

 BAB II Deskripsi Proyek

Deskripsi proyek berisi tentang pembahsan mengenai terminologi judul, pemilihan lokasi, deskripsi kondisi eksisting, luas lahan, peraturan dan keistimewaan lahan, tinjauan fungsi dan studi banding arsitektur dengan fungsi sejenis.

 BAB III Elaborasi Tema

Elaborasi tema menjelaskan tentang pengertian tema yang diambil, interpretasi tema, keterkaitan tema dengan judul, dan studi banding arsitektur dengan tema sejenis.

 BAB IV Analisa Perancangan

Analisa perancangan menjelaskan tentang analisa kondisi tapak dan lingkungan, analisa fungsional, analisa teknologi, analisa penerapan tema, serta kesimpulan.

 BAB V Konsep Perancangan

Konsep perancangan menjelaskan tentang konsep penerapan hasil analisis komprehensif yang digunakan sebagai alternatif pemecahan masalah.

 BAB VI Hasil Perancangan

Konsep perancangan berupa gambar-gambar hasil perancangan dan maket.

BAB II

DESKRIPSI PROYEK

(2)

19 2.1 Tinjauan Umum

2.1.1 Terminologi Judul

Adapaun pengertian dari Sekolah Tinggi Musik Indonesia adalah sebagai berikut :

 Sekolah Tinggi

Sekolah tinggi adalah perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan akademik dan atau vokasi dalam lingkup satu disiplin ilmu pengetahuan, teknologi, dan atau seni jika memenuhi syarat dapat menyelenggarakan pendidikan profesi.

 Musik

Musik adalah sebuah seni yang medianya adalah suara. Elemen-elemen musik yang penting yaitu melodi, harmoni, dan irama (en.wikipedia.org).

Musik adalah seni menyusun nada dan suara dalam urutan kombinasi dan hubungan temporal yang menghasilkan komposisi yang memiliki harmoni, kesatuan, dan kesinambungan. (Kamus Besar Bahasa Indonesia)

 Indonesia

Sebuah negara di Asia Tenggara yang dilintasi khatulistiwa dan berada dia antara benua Asia dan Australia serta di antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia (wikipedia.org).

Sekolah Tinggi Musik Indonesia adalah perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan akademik atau vokasi dalam disiplin ilmu kesenian, khususnya dalam seni musik berskala nasional.

2.2 Tinjauan Khusus 2.2.1 Pemilihan Lokasi

A. Kriteria Pemilihan Lokasi

Kriteria pemilihan lokasi didasarkan pada Rencana Umum Tata Ruang Kota (RUTRK) Medan, lingkungan, aksesibilitas, dan bukan merupakan kawasan konservasi, melainkan kawasan pengembangan.

 Rencana Umum Tata Ruang Kota

Pemilihan lokasi harus disesuaikan dengan kebijakan pemerintah terhadap rencana pengembangan dan pembangunan kawasan dan peruntukan lahannya.

(3)

20

 Lingkungan

Sekolah Tinggi Musik Indonesia bergerak di bidang pendidikan, khususnya seni musik, maka bangunan harus berada pada lingkungan yang strategis.

 Aksesibilitas

Sebagai sarana pendidikan, lokasi harus mudah di akses baik kendaraan umum ataupun kendaraan pribadi, yang sebaiknya berada pada jalan utama kota.

 Kawasan pengembangan

Acuan yang dipakai dalam menentukan lokasi site adalah WPP yang terdapat dalam RUTRK pemerintah kota Medan. Berikut merupakan tabel Wilayah Pengembangan dan Pembangunan kota Medan.

Tabel 2.1 Wilayah Pembangunan dan Pengembangan kota Medan

WPP Cakupan

Kecamatan

Pusat Pengembangan

Peruntukan Lahan

Program Pembangunan

A

M. Belawan M. Marelan M. Labuhan

BELAWAN

Pelabuhan, Industri, Permukiman, Rekreasi, Maritim.

Jalan baru, jaringan air minum, septic tank, sarana pendidikan dan permukiman.

B M. Deli TJ. MULIA

Perkantoran, Perdagangan, Rekreasi Indoor, Permukiman.

Jalan baru, jaringan

air minum,

pembuangan sampah, sarana pendidikan.

C

M. Timur M. Perjuangan M. Tembung M. Area M. Denai M. Amplas

AKSARA

Permukiman, Perdagangan, Rekreasi.

Sambungan air minum, septic tank, jalan baru, rumah permanen, sarana pendidikan dan kesahatan.

D

M. Johor M. Baru M. Kota M. Maimoon

INTI KOTA

CBD, Pusat

Pemerintahan, Hutan Kota, Pusat Pendidikan,

Perumahan permanen, pembuangan sampah, sarana

(4)

21

M. Polonia Perkantoran,

Rekreasi Indoor, Permukiman.

pendidikan.

E

M. Barat M. Helvetia M. Petisah M. Sunggal M. Selayang M. Tuntungan

SEI SIKAMBING

Permukiman, Perkantoran, Perdagangan, Konservasi, Rekreasi,

Lapangan Golf, Hutan Kota.

Sambungan air minum, septic tank, jalan baru, rumah permanen, sarana pendidikan

dankesehatan.

Dengan pertimbangan segi fungsi, dimana Sekolah Tinggi Musik Indonesia merupakan sarana pendidikan dengan terdiri dari bangunan utama, maka dibutuhkan lokasi yang mampu mendukung fungsi dari bangunan sehingga mendukung kelancaran aktifitas yang berlangsung di dalamnya.

Tabel 2.2 Kriteria Pemilihan Lokasi

No. Kriteria Lokasi

1. Tinjauan arsitektur kota

Berada di kawasan kota yang juga merupakan daerah kawasan pendidikan. Selain itu berada dekat dengan jalan besar sebagai penghubung transportasi.

2. Area pendukung

Pemukiman dan sekolah adalah lingkungan yang saling mendukung dengan bangunan yang direncanakan.

3. Ukuran lahan

Ukuran site harus mampu mencukupi kebutuhan untuk ruang-ruang secara fungsional beserta fasilitas-fasilitas yang disediakan.

4. Kontur tapak

Kontur tapak sebaiknya relatif datar sehingga memudahkan pergerakan aktivitas yang berlangsung.

5. Pencapaian

Akses pencapaian sebaiknya terdapat angkutan umum dan minim terjadinya kemacetankarena sasaran aktifitasnya adalah siswa-siswi yang kursus.

6. Entrance

Entrance tapak harus mudah dilihat / ditemukan sehingga tidak menyulitkan siswa, pengajar, ataupun pengguna auditorium.

7. Akustik Bebas dari kebisingan dan getaran yang

(5)

22 berlebihan ke dalam bangunan, serta minim dalam menghasilkan getaran dan juga kebisingan pada antar ruang dan ke luar dari pada bangunan.

B. Analisa Pemilihan Lokasi

Sekolah Tinggi Musik Indonesia tentunya menginginkan sebuah lokasi yang mudah di akses, dan lebih baik berada di pusat kota ataupun di lewati kendaraan umum. Dengan adanya Sekolah Tinggi Musik Indonesia diharapkan mampu meningkatkan apresiasi terhadap musik baik dari kalangan orang tua, remaja, maupun anak-anak di Indonesia.

C. Alternatif Lokasi

 Alternatif 1

 Berada di persimpangan Jl.Perintis kemerdekaan dengan Jl. Gaharu

 Kecamatan Medan Timur

 Wilayah WPP C

 Permukiman, perdagangan (showroom, Bank, Kantor Telkom ) rekreasi, pembangunan saluran air minum, septic tank, sarana pendidikan (Universitas, Sekolah ) dan kesehatan.

 Alternatif 2

Gambar 2.1 Peta lokasi Jl. Perintis Kemerdekaan Sumber : Google Map

(6)

23

 Berada di jalan Gatot Subroto

 Kecamatan Medan Sunggal

 Wilayah WPP E

 Kawasan permukiman, perdagangan, rekreasi, program kegiatan sambungan air minum, septic tank, jalan baru, rumah permanent, sarana pendidikan dan kesehatan.

 Alternatif 3

 Berada di Jl. Putri Hijau

 Kecamatan Medan Barat

 Wilayah WPP C

 Permukiman, perdagangan (showroom, Bank, Kantor Telkom ) rekreasi, pembangunan saluran air minum, septic tank, sarana pendidikan (Universitas, Sekolah ) dan kesehatan.

D. Penilaian Alternatif Lokasi

Dalam melakukan pemilihan tapak, dilakukan penilaian-penilaian yang dapat memberikan potensi terhadap proyek ini. Untuk itu dilakukan perbandingan terhadap lokasi-lokasi yang menjadi alternatif pemilihan tapak.

Gambar 2.2 Peta lokasi Jl. Gatot Subroto Sumber : Google Map

Gambar 2.3 Peta lokasi Jl. Putri Hijau Sumber : Google Map

(7)

24 Tabel 2.3 Penilaian Alternatif Lokasi

Parameter Kriteria

Lokasi 1 Jl. Perintis Kemerdekaan

Lokasi 2 Jl. Gatot Subroto

Lokasi 3 Jl. Putri Hijau

Struktur kota

Sesuai dengan RUTRK

Permukiman, perdagangan,

rekreasi, pembangunan saluran air minum,

septic tank, sarana pendidikan, dan

kesehatan.

3

Kawasan permukiman, perdagangan, rekreasi, program kegiatan sambungan

air minum, septic tank, jalan baru, rumah permanent, sarana pendidikan dan kesehatan.

3

Permukiman, perdagangan,

rekreasi, pembangunan saluran

air minum, septic tank, sarana pendidikan, dan

kesehatan.

3

Lokasi terhadap fungsi sekitar yang

mendukung

Berada di daerah pendidikan, perumahan, dan

perdagangan.

3

Berada di daerah perumahan, pertokoan, dan

perkantoran.

3

Berada di CBD baru dan pusat kota

3

Citra lingkungan Baik 3

Baik 3

Baik 3 Wilayah

pengembangan

WPP C 3

WPP E 3

WPP C 3

Pencapaian

Aksesibilitas

Kendaraan pribadi, kendaraan umum,

dan pejalan kaki 3

Kendaraan pribadi, kendaraan umum,

pejalan kaki 3

Kendaraan pribadi, kendaraan umum,

pejalan kaki 3

Akses pejalan kaki Ada, kondisi trotoar baik

3

Ada, kondisi trotoar baik

3

Ada, kondisi trotoar kurang baik

3 Jalur sirkulasi Lebar diatas 6m, Lebar diatas 6m, Lebar diatas 6m,

(8)

25 pedestrian 2m

3

pedestrian 2m 3

pedestrian 2 m 3 Intensitas

Kendaraan

Cukup Padat 2

Cukup Padat 2

Padat 1

Area pelayanan

Dekat dengan fungsi lain

Permukiman, perdagangan,

rekreasi, pembangunan saluran air minum,

septic tank, sarana pendidikan,

3

Kawasan permukiman, perdagangan, rekreasi, program kegiatan sambungan

air minum, septic tank, jalan baru, rumah permanent, sarana pendidikan

2

Permukiman, perdagangan,

rekreasi, pembangunan saluran

air minum, septic tank, sarana pendidikan,

3

Utilitas

Tersedia, kondisi baik

3

Tersedia, kondisi baik

3

Tersedia, kondisi baik

4

Persyaratan

Status kepemilikian Hak milik 3

Hak milik 3

Hak milik 3

Nilai lahan Baik

3

Baik 3

Baik 3

View

Terdapat dipersimpangan

sehingga dapat dilihat dari penjuru

ruas jalan 4

Terdapat dipersimpangan sehingga dapat dilihat

dari penjuru ruas jalan

3

Terdapat dipersimpangan sehingga dapat dilihat

dari penjuru ruas jalan

2

Orientasi

Intensitas cahaya tidak begitu tinggi

2

Intensitas cahaya sedang

3

Intensitas cahaya tidak begitu tinggi

2

Ukuran lahan > 1 Ha 3

> 1 Ha 3

> 1 Ha 3 Kontur tapak /

topografi

Relatif datar 3

Relatif datar 3

Relatif datar 3

TOTAL 47 46 45

E. Deskripsi Umum

 Kasus Proyek : Sekolah Tinggi Musik Indonesia

 Status Proyek : Fiktif

 Pemilik Proyek : Swasta

(9)

26

 Lokasi Tapak : Jl. Perintis Kemerdekaan

 Batas-batas site

Batas Utara : Jl. Perintis Kemerdekaan dan perkantoran Batas Timur : Jl. Timor dan kampus Nomensen

Batas Selatan : Jl. Kemuning dan perumahan penduduk Batas Barat : Jl. Gaharu

 Luas Lahan :

 Kontur : Relatif datar

 KDB : 60%

 KLB : 3-5 lantai

 Eksisting : Proyek yang sedang berjalan, sehingga diasumsikan sebagai lahan kosong

 Potensi Lahan :

 Terletak di pusat kota

 Berada pada kawasan pendidikan dan perdagangan

 Transportasi lancar dan cukup baik

 Luas site mendukung

 Memiliki utilitas yang baik

 Dilewati kendaraan umum

2.3 Tinjauan Fungsi

2.3.1 Deskripsi Rencana Pendidikan Sekolah Tinggi Musik Indonesia

Music Performance

Merupakan program kegiatan yang diadakan oleh Sekolah Tinggi Musik Indonesia adalah program studi 4 tahun yang dirancang untuk membimbing, melatih, dan menyiapkan mahasiswa untuk menempuh karir di industri musik professional.

Mahasiswa program ini tidak hanya diajarkan kemampuan memainkan instrument saja, namun juga akan dilengkapi dengan kemampuan menciptakan komposisi musik, menulis lagu, dan aransemen.

(10)

27 Materi perkuliahan tidak hanya diberikan di dalam kelas saja, mahasiswa juga akan dilatih untuk meng-aplikasikan materi yang sudah mereka dapat di kelas ke dalam dunia musik yang sebenarnya melalui berbagai mata kuliah dan kegiatan performance, mis.

ensemble, junior/senior recital, STMI events, concert, recording session, dll.

Mahasiswa Music Performance Sekolah Tinggi Musik Indonesia akan dibimbing oleh musisi-musisi terbaik di bidangnya, baik soal pengetahuan bermusik, bersosialisasi dengan musisi lain, dan kemampuan lain yang akan menunjang mahasiswa untuk siap terjun di industri musik. Pada dua tahun pertama, mahasiswa music performance STMI akan mempelajari teknik, skill, dan metode yang cukup untuk dapat memainkan instrument dengan mahir/baik.

Dua tahun selanjutnya, mahasiswa music performance Sekolah Tinggi Musik Indonesia akan mempelajari teknik penciptaan lagu, komposisi, aransemen, orkestrasi, dan pengetahuan bermusik lainnya yang akan melengkapi kemampuan bermusik mereka.

Adapun kurikulum yang harus ditempuh mahasiswa untuk program music performance, adalah :

Tabel 2.4 Kurikulum Music Performance

Performance Degree

SEMESTERS Course

Number Course Title 1 2 3 4 5 6 7 8 Required

Performance Courses 62

Major 1-8 3 3 3 3 3 3 3 3

Sight Reading 2 2 2 2

Studio Class 1-8 2 2 2 2 2 2 2 2 Basic Performance

Workshop 2

Literature Performance

Workshop 1-3 2 2 2

Arranging Workshop 2

Original Composition

Workshop 2

Improvisation 2

Composition & Arranging Courses 6

Arranging 1 2

Arranging 2 2

(11)

28

Song Writing 2

Recitals 10

Junior Recital 4

Senior Recital 6

Core Courses 40

Pre-Harmony 2

Harmony 1-4 2 2 2 2

Ear Training & Solfeggio

1-4 2 2 2 2

Form and Analysis 2

Music History 1-2 2 2

Minor Instrument 1-2 2 2 Expression &

Interpretation 2

Basic MIDI Programming 2

Conducting 2

Introduction To Music

Education 2

Music Industry 2

Indonesian Ethnic Music 2

Ensemble Courses 4

Instrument Ensemble 2

Band Ensemble 2

Elective Courses 10

Elective Courses (16

credits) 2 2 2 2 x x x

MKU 14

Citizenship 2

Bahasa Indonesia 2

Religious Study 2

English For Musician 1-2 2 2 Character Development

For Musician 2

Musician Leadership 2 Semester Credit Totals 1

9 2 1

2 1

2 1

1 9

1 5

1 5 13

TOTAL CREDITS REQUIRED 146

Selain mata kuliah wajib di Music Performance, terdapat juga kurikulum pilihan yang wajib diambil oleh setiap mahasiswa sesuai departemen masing-masing di Sekolah Tinggi Musik Indonesia, yaitu :

 Guitar

Sebuah Revolusi dalam pendidikan musik kontemporer bagi para gitaris dengan keunikan sistem yang memadukan teknik bermain, kreatifitas, dan profesionalisme

(12)

29 untuk menjadi seorang musisi. Di STMI mahasiswa bukan hanya belajar dari gitaris-gitaris terbaik, tetapi juga akan bersosialisasi dengan musisi lain, mencari identitas bermusik, dan dilatih untuk siap terjun ke dalam industri musik.

Selain mata kuliah wajib di Music Performance, terdapat juga kurikulum pilihan yang wajib diambil oleh setiap mahasiswa gitar STMI, yaitu :

Tabel 2.5 Kurikulum Pilihan Guitar

Music Degree Electives

Course Number Course Title Credits

Performance Style for All Instruments 2 Jazz

Funk Latin Rock

Blues & Early Rock

Performance Instrument Ensemble 2

Drums & Percussion Ensemble Guitar Ensemble

Acapella / Vocal Group Keyboard Ensemble Bass Ensemble

Performance Elective 2

Guitar Playing Technique Fingerstyle

Chord Melody 1-2

Introduction of Sound Equipment Minor Piano 3 - 5

Minor Vocal 1 - 3 Choir 1 - 2

Open Electives 2

Basic Notation Software Music Management 1 - 2 Music Education 1 - 2 Counterpoint

Improvisation 1 - 2 Music & Society Orchestration 1 - 2 Philosophy of Art

Bass

Sebuah program yang dirancang spesifik bagi para pemain bass, dengan

(13)

30 memadukan pengetahuan dan pengalaman bermusik untuk membantu mahasiswa menemukan style bermusiknya Didukung tim instruktur yang terdiri dari para pemain bass terbaik, mahasiswa akan mempelajari teknik dan menimba pengalaman bermusik mereka agar siap bermain dalam berbagai style. Dari Rock sampai Jazz, dari Slap sampai Tap.

Selain mata kuliah wajib di Music Performance, terdapat juga kurikulum pilihan yang wajib diambil oleh setiap mahasiswa bass STMI, yaitu :

Tabel 2.6 Kurikulum Pilihan Bass

Music Degree Electives

Course Number Course Title Credits

Performance Style for All Instruments 2 Jazz

Funk Latin Rock

Blues & Early Rock

Performance Instrument Ensemble 2

Drums & Percussion Ensemble Guitar Ensemble

Acapella / Vocal Group Keyboard Ensemble Bass Ensemble

Performance Elective 2

Bass Playing Technique Slapping Technique Walking Bass Technique Contra Bass

Introduction of Sound Equipment Minor Piano 3 - 5

Minor Vocal 1 - 3 Choir 1 - 2

Open Electives 2

Basic Notation Software Music Management 1 - 2 Music Education 1 - 2 Counterpoint

Improvisation 1 - 2 Music & Society Orchestration 1 - 2

(14)

31 Philosophy of Art

Drums

Sebuah program pendidikan yang terus berevolusi bagi para drummer. Mahasiswa tidak hanya belajar di dalam kelas, tapi juga akan terlibat dan terjun langsung ke dalam dunia musik. Dimana para mahasiswa akan belajar "groove" atau "fill" baru di pagi hari dan memainkannya di panggung pada sore harinya dibawah bimbingan langsung dari drummer-drummer terbaik.

Selain mempelajari traditional drumming kit, mahasiswa drum STMI juga akan belajar electronic drumming, digital recording, loop composition, dll.

Selain mata kuliah wajib di Music Perfomance, terdapat juga kurikulum pilihan yang wajib diambil oleh setiap mahasiswa drum STMI, yaitu :

Tabel 2.7 Kurikulum Pilihan Drum

Music Degree Electives

Course Number Course Title Credits

Performance Style for All Instruments 2 Jazz

Funk Latin Rock

Blues & Early Rock

Performance Instrument Ensemble 2

Drums & Percussion Ensemble Guitar Ensemble

Acapella / Vocal Group Keyboard Ensemble Bass Ensemble

Performance Elective 2

Drums Contemporary Drumming Double Bass Control Percussion

Drums Notation Software

Introduction of Sound Equipment Minor Piano 3 - 5

Minor Vocal 1 - 3 Choir 1 - 2

Open Electives 2

Basic Notation Software Music Management 1 - 2

(15)

32 Music Education 1 - 2

Counterpoint Improvisation 1 - 2 Music & Society Orchestration 1 - 2 Philosophy of Art

Keyboard

Sebuah filosofi baru dalam pendidikan musik bagi para keyboardist.

Mengkombinasikan teknik bermain keyboard, pengalaman bermusik dan inovasi terbaru dalam teknologi untuk mempersiapkan mahasiswa berkarir dipanggung musik maupun studio rekaman.

Pelajari bermacam style, dari Funk, Latin, Jazz, Afro-Cuban, serta teknologi keyboard dibawah pengarahan keyboardist-keyboardist terbaik yang akan membantu mewujudkan impian menjadi musisi terbaik.

Selain mata kuliah wajib di Music Performance, terdapat juga kurikulum pilihan yang wajib diambil oleh setiap mahasiswa keyboard STMI, yaitu :

Tabel 2.8 Kurikulum Pilihan Keyboard

Music Degree Electives

Course Number Course Title Credits

Performance Style for All Instruments 2 Jazz

Funk Latin Rock

Blues & Early Rock

Performance Instrument Ensemble 2

Drums & Percussion Ensemble Guitar Ensemble

Acapella / Vocal Group Keyboard Ensemble Bass Ensemble

Performance Elective 2

Keyboard Playing Technique Keyboard Synthesizer Hammond

Introduction of Sound Equipment Minor Piano 3 - 5

Minor Vocal 1 - 3 Choir 1 - 2

(16)

33

Open Electives 2

Basic Notation Software Music Management 1 - 2 Music Education 1 – 2 Counterpoint

Improvisation 1 – 2 Music & Society Orchestration 1 – 2 Philosophy of Art

Voice

Sebuah kurikulum yang dirancang lengkap untuk mengembangkan tehnik, style, juga kepercayaan diri sebagai seorang vokalis. Kombinasi tehnik dan pengembangan kreatifitas dilengkapi dengan pengalaman nyata di atas panggung.

Mahasiswa tidak hanya dituntut untuk belajar bernyanyi dengan baik dan benar, tapi juga akan belajar berkomunikasi dengan baik di atas panggung sebagai profesional.

Tabel 2.9 Kurikulum Pilihan Vocal

Music Degree Electives

Course Number Course Title Credits

Performance Style for All Instruments 2 Jazz

Funk Latin Rock

Blues & Early Rock

Performance Instrument Ensemble 2

Drums & Percussion Ensemble Guitar Ensemble

Acapella / Vocal Group Keyboard Ensemble Bass Ensemble

Performance Elective 2

Voice Singing Technique

Minor Piano 3 - 5 Minor Vocal 1 -

3 Choir 1 - 2

Open Electives 2

Basic Notation Software

(17)

34 Music Management 1 - 2

Music Education 1 - 2 Counterpoint

Improvisation 1 - 2 Music & Society Orchestration 1 - 2 Philosophy of Art

Selain mata kuliah wajib di Music Performance, terdapat juga kurikulum pilihan yang wajib diambil oleh setiap mahasiswa vocal STMI, yaitu :

Tabel 2.10 Kurikulum Pilihan

Music Degree Electives

Course Number Course Title Credits

Performance Style for All Instruments 2 Jazz

Funk Latin Rock

Blues & Early Rock

Performance Instrument Ensemble 2

Drums & Percussion Ensemble Guitar Ensemble

Acapella / Vocal Group Keyboard Ensemble Bass Ensemble

Performance Elective 2

Voice Singing Technique

Minor Piano 3 - 5 Minor Vocal 1 - 3

Choir 1 - 2

Open Electives 2

Basic Notation Software Music Management 1 - 2 Music Education 1 - 2 Counterpoint

Improvisation 1 - 2 Music & Society Orchestration 1 - 2 Philosophy of Art

(18)

35 2.3.2 Deskripsi Pengguna dan Kegiatan

Pengguna Sekolah Tinggi Musik Indonesia ini adalah mahasiswa, pengajar/dosen, dan staff administrasi, serta pengunjung dan tamu pada saat diadakannya pertunjukan musik atau acara lain yang diadakan.

 Mahasiswa

Mahasiswa merupakan orang yang melanjutkan jenjang pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi setelah menyelesaikan pendidikan SMA. Syarat orang yang dapat kuliah di Sekolah Tinggi Musik Medan ini dengan memiliki ijazah SMA, dengan ujian saringan atau memiliki latar belakang keahlian dan pengalaman musik atau memiliki surat rekomendasi dari instansi atau pihak tertentu yang dapat dipercaya.

 Dosen

Dosen adalah pendidikan profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentrransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Secara garis besar, dosen yang mengajar di Sekolah Tinggi Musik Indonesia ini terbagi atas beberapa bagian pengajaran, yakni :

- Dosen Music Performance - Dosen Teori Musik

 Pengunjung

Sekolah Tinggi Musik Indonesia ini terbuka untuk umum. Masyarakat umum boleh datang mengunjungi dan melakukan berbagai aktivitas dan keperluan tertentu di Sekolah Tinggi Musik Indonesia. Namun daerah yang dapat diakses terbatas, yaitu music mart dan daerah pertunjukan (auditorium), ruang-ruang seminar dan area administrasi untuk keperluan tertentu.

(19)

36

 Pengelola Gedung

Pengelola gedung di sini merupakan pihak ataupun orang-orang yang berkepentingan atas berjalannya kegiatan perkuliahan dan pembelajran di dalam Sekolah Tinggi Musik Indonesia ini. Yang termasuk di dalam kategori pengelola gedung adalah.

- Direktur Utama

Yang memiliki tugas dan tanggung jawab untuk mengepalai lembaga pendidikan ini. Kepala di dalam Sekolah Tinggi Musik Indonesia adalah seorang Direktur Utama yang mengepalai setiap direktur lainnya yang mengurusi bagian masing-masing.

- Direktur Pendidikan dan direktur auditorium

- Wakil direktur administrasi, wakil direktur akademis dan kemahasiswaan

- Pegawai-pegawai, berupa pegawai Tata Usaha/ADM, keuangan, perpustakaan, kebersihan, dan Mekanikal/Teknisi, pegawai keamanan, pegawai arsip dan logistic lainnya.

Berbagai jenis kegiatan yang merupakan kegiatan dari pemakai gedung antara lain sebagai berikut:

 Kegiatan Latihan

Kegiatan latihan/belajar mengajar merupakan kegiatan penyaluran ilmu dan proses pembelajaran dari seorang mahasiswa kepada dosen. Berbagai pelajaran yang terdapat di Sekolah Tinggi Musik Indonesia ini antara lain:

- Seni Suara/Vokal.

- Teori Musik, berupa pembelajaran teori-teori musik, penulisan tangga nada major 1-8, sejarah musik, sampai tahap komposer.

- Alat Musik, yang terdiri dari berbagai jenis pembelajaran alat musik berupa gitar, drum, bass, dan keyboard.

 Kegiatan Latihan Gabungan

Merupakan kegiatan latihan musik yang lebih dari satu orang, seperti latihan kelompok paduan suara, atau gabungan beberapa alat musik (ansemble).

(20)

37

 Kegiatan Hiburan/Pertunjukan

Kegiatan hiburan/pertunjukan berupa pertunjukan musik yang berperan sebagai ajang pertunjukan kebolehan setiap pemusik sekaligus sebagai daya tarik bagi pengunjung luar terhadap Sekolah Tinggi Musik Indonesia ini.

 Perpustakaan

Menyediakan berbagai jenis buku musik, CD/DVD coaching dan practice dari berbagai musisi di dunia, dan berbagai fasilitas audio visual yang mendukung proses pembelajaran musik serta peningkatan wawasan dan ilmu musik bagi masyarakat luas.

 Pengelolaan

Berupa kegiatan mengatur segala kegiatan yang terjadi di dalam Sekolah Tinggi Musik berupa kegiatan administrasi, kegiatan pembersihan, kegiatan teknisi dan perawatan, dan perbaikan.

Tabel 2.11 Uraian Kegiatan

No Kelompok Kegiatan

Uraian Kegiatan

1. Latihan - Latihan Vokal

- Latihan alat musik lainnya (keyboard, drum, gitar, bass)

- Pembelajaran teori musik

2. Latihan Gabungan - Latihan Ansamble (gabungan alat musik) - Latihan Paduan Suara

3. Hiburan/Pertunjukan - Pertunjukan Musik antara untuk kalangan siswa - Pertunjukan Musik untuk kalangan umum 4. Perpustakaan - Membaca Buku

- Mendengar musik (memakai handphone) - Menelusuri internet

- Menonton video coaching

5. Pengelolaan - Administrasi, keuangan, dan lainnya - Kemahasiswaan dan kependidikan - Teknisi Mekanikal dan pemeliharaan

(21)

38 Deskripsi Pengguna

 Mahasiswa

Gambar 2.4. Skema Kegiatan Siswa

 Guru/Staff Pengajar dan Pengelola Gedung

Gambar 2.5. Skema. Kegiatan Guru/Staff Pengajar

Belajar Meeting Point

(menunggu,nongkorong) Datang (mobil, motor, jalan kaki)

Pulang Perpustakaan

Kantin Auditorium

Taman

Mengajar Meeting Point

(menunggu,nongkorong) Datang (mobil, motor, jalan kaki)

Pulang

Perpustakaan Kantin Kantor Taman

(22)

39

 Pengunjung

Gambar 2.6. Skema Kegiatan Pengunjung

2.3.3 Deskripsi Kebutuhan Ruang

Dalam mewadahi dan memfasilitasi kebutuhan pengguna bangunan, maka ruangan yang di yang dibutuhkan dalam Sekolah Tinggi Musik Indonesia adalah :

 Ruang kelas

Merupakan fasilitas utama yang dibuat untuk mahasiswa yang belajar. Ruang kelas harus terasa nyaman dari segi thermal dan akustik sehingga siswa dan pengajar sehingga proses belajar mengajar berjalan dengan baik.

 Ruang Latihan

Mahasiswa pasti sangat perlu tempat latihan, fasilitas ini di khususkan untuk mahasiswa yang ingin berlatih dengan privasi. Jadi, setiap mahasiswa yang ingin berlatih hanya perlu menunjukkan ID card STMI yang valid untuk dapat menggunakan ruang latihan.

Perpustakaan Kantin

Plaza Taman

Nonton (auditorium)

Meeting Point (menunggu,nongkorong)

Datang (mobil, motor, jalan kaki)

Pulang

(23)

40

 Auditorium

Fasilitas ini ditujukan untuk berbagai acara seperti konser musik, event-event organisasi, seminar, dan festival pertunjukan dari siswa Sekolah Tinggi Musik Indonesia yang disaksikan orang tua siswa-siswi.

 Studio rekaman

Fasilitas ini disediakan untuk mata kuliah yang membutuhkan rekaman, dan juga bisa dipergunakan untuk mahasiswa dalam memproduksi project mereka.

Studio ini memiliki tracking room, control room,dan vocal booth dengan kualitas akustik yang baik.

 Fasilitas pengelola

Fasilitas ini digunakan oleh pihak pengelola gedung. Fasilitas ini disediakan dengan tujuan agar semua kegiatan yang bersangkutan dengan pekerjaan ataupun administrasi dapat terlaksana dengan baik dan terkoordinasi.

 Fasilitas service

Fasilitas ini hanya ditujukan kepada pihak-pihak yang bersangkutan pekerjaannya dengan maintenance, pelayanan, maupun penunjang semua kegiatan yang berlangsung.

 Fasilitas perpustakaan

Untuk siswa-siswa yang senang membaca dan ingin mengetahui apapun mengenai musik, baik biografi musisi, instrument-instrument musik, perkembangan musik, dan buku-buku pelajaran lain yang berhubungan dengan musik.

 Service Centre

Fasilitas ini ditujukan sebagai tempat reparasi dan pelayanan alat-alat musik yang mengalami kerusakan ataupun untuk memperoleh perawatan sehingga alat-alat musik dapat bertahan dan digunakan lebih lama.

(24)

41

 Music Mart

Untuk para mahasiswa disediakan berbagai merchandise dan souvenir, seperti t- shirt, sticker, topi, dan jaket sebagainya. Disini juga disediakan keperluan khusus alat musik seperti senar, tas, case serta beberapa instrumen musik.

2.4 Studi Banding Fungsi Sejenis

Studi banding pada beberapa sekolah musik baik dalam maupun luar negeri untuk mengetahui kegiatan apa saja yang dilakukan pada sekolah tinggi musik dan mengetahui fasilitas apa saja yang dibutuhkan untuk mewadahi kegiatan-kegiatan tersebut, sehingga dapat dijadikan acuan untuk menyusun program ruang rancangan. Studi banding ini juga dilakukan untuk mengetahui bagaimana para arsiteknya melakukan pendekatan dan penyelesaian perancangan bangunan dalam kasus komplek sekolah menengah kejuruan seni musik.

2.4.1 Yong Siew Toh Conservatory of Music National University of Singapore

Yong slew Toh Conservatory of Music (YSTCM) merupakan salah satu fakultas yang ada di National University of Singapore. Tahun ini YSTCM baru saja menyelesaikan proses renovasi gedung pertunjukan dan pendidikannya sebagai peringatan 100 tahun kelahiran Yong Slew Toh.

Gedung fakultas ini dilengkapi dengan gedung pertunjukan yang letaknya bersebelahan dengan gedung sekolah dan memiliki akses jalan masuk serta lobby yang sama. Namun, tidak sembarang orang yang dapat masuk dan mengakses ruang dibagian gedung sekolah karena untuk masuk ke bagian ini harus melewati sistem keamanan yang memerlukan kode yang terdapat pada kartu identitas mahasiswa maupun pegawai.

Fasilitas-fasilitas yang terdapat pada Yong Slew Conservatory of Music ini antara lain

 Gedung pertunjukan berkapasitas sekitar 800 orang

 Music library

 9 ruang kelas seminar

 42 ruang latihan musik privat

 6 ruang latihan ensemble

(25)

42

 29 ruang studio

 Ruang teater rehearsal perkusi

 Laboratorium teknologi musik

 Studio komposisi

 Studio rekaman

 Recital studio

 Conservary lounge

Gedung YSTCM memiliki ketinggian 3 lantai dan bangunannya menggunakan langgam arsitektur modern yang menggunakan baja dan kaca. Terdapat skylight pada bagian lobby yang memisahkan concert hall dengan bangunan pendidikan. Sirkulasi pada bangunan bagi mahasiswa dan dosen menggunakan lift yang bisa diakses dari lobby sedangkan tangga digunakan di bagian dalam bangunan pendidikan.

Hal yang dapat dipelajari dari preseden ini adalah pembagian zona ruangan yang sangat jelas antara privat dan publik serta pembagian yang sangat jelas antara fungsi yang memerlukan pengkondisian akustik dengan yang tidak selain itu juga terdapat alur sirkulasi yang jelas untuk setiap pengguna bangunan. Bentuk bangunan dan denah cukup unik namun tetap mewadahi fungsi yang ada di dalamnya.

Struktur yang digunakan pada massa bangunan adalah struktur bentang lebar yang ditopang dengan sistem bearing wall. Selain menopang struktur lantai dan atap, penggunaan bearing wall juga dimaksudkan sebagai salah satu cara untuk mengunci suara sebagai efek dari ketebelan dinding. Kemudian untuk konstruksi lantai dan atap digunakan sistem plat beton waffle. Penggunaan struktur waffle selain dimaksudkan untuk mengakomodasi bentang yang lebar juga dapat mendukung kebutuhan akustik bangunan.

Lubang-lubang yang terdapat pada struktur dapat membantu memantulkan delombang- gelombang suara yang dihasilkan ke seluruh bagian ruangan.

(26)

43 Gambar 2.7. Gedung YSTCM

Gambar 2.8. Concert Hall YSTCM 2.4.2 AMHERTS College’s Music Building

Massa bangunan Amherst college merupakan sebuah bangunan tunggal yang terletak di lahan berkontur dan dirancang oleh arsitek Benjamin Thompson. Massa teridiri atas 3 bagian utama berdasarkan dengan massa penghubung di bagian tengah.

Fasilitas yang terdapat di bangunan ini antara lain:

 Recital Hall kapasitas 450 orang

 Ruang kelas paduan suara

 Ruang kelas latihan bersama

 Ruang kelas tutorial

(27)

44

 Perpustakaan

 Ruang latihan musik privat

 Ruang latihan musik kelompok

 Ruang laboratorium listening

 Ruang administrasi

 Gudang instrument

2.4.3 Institut Musik Indonesia (IMI)

Indonesia Music Institute (IMI) bertujuan untuk menyediakan suatu sarana pendidikan formal yang menekan materi ajaran pada musik kontemporer, Indonesia Music Institute memiliki lima program instrumen yaitu : Bass, Gitar, Keyboard, Drum, Vokal dan satu program studi Recording Engineering, Indonesia Music Institute didukung oleh musisi-musisi terbaik Indonesia. Institute ini merupakan sekolah musik kontemporer pertama di Indonesia.

Program pendidikan IMI terdiri dari Profesional Program dan Extension Profesional Program. Pada Profesional Program, hanya tersedia program penuh 3 tahun (D3). Sedangkan pada Extension Profesional Program yang diselenggarakan yaitu:

program extension 6 bulan, program extension 3 bulan (basic), program extension 3 bulan (lanjutan), program kelas persiapan, program satu minggu, program kelas try-out, program konseling privat, program private klinik, program special class.

Pada gedung IMI terdapat fasilitas sebagai sarana pendukung :

 Ruang kelas

Merupakan fasilitas utama yang dibuat untuk mahasiswa yang belajar. Ruang kelas harus terasa nyaman dari segi thermal dan akustik sehingga siswa dan pengajar sehingga proses belajar mengajar berjalan dengan baik.

(28)

45 Gambar 2.9. Ruang-ruang Kelas Teori dan Praktek

 Perpustakaan

Perpustakaan ini dilengkapi beragam buku, kaset, video instruksional, CD dari berbagai musisi dan segala sesuatu yang berhubungan dengan music dan alat musik.

Gambar 2.10. Perpustakaan

 Laboratorium Sequencing

Lab ini disediakan untuk mahasiswa yang ingin menciptakan komposisi musik dengan komputer. Termasuk mengaransemen, menciptakan komposisi dan merekam lagu sendiri. Mahasiswa akan dilatih untuk membuat CD lagu-lagu sendiri.

(29)

46

 Laboratorium Ear Training

Di laboratorium ear training ini mahasiswa akan dibantu untuk mengasah kemampuan pendengarannya. Hal ini dapat dipelajari lewat computer.

 Ruang latihan personal

Setiap mahasiswa dapat menggunakan ruangan ini untuk melatih materi yang telah dipelajari dalam kelas. Cukup tinggal memesannya di perpustakaan pada pagi hari setiap mahasiswa bisa menggunakan fasilitas ini untuk memperdalam materi yang diajarkan dalam kelas.

Gambar 2.11. Ruang Latihan Personal

 Studio Rehearsal

Ini adalah fasilitas berlatih untuk mahasiswa IMI dengan format group/band, yaitu terdiri dari masing-masing fakultas. Disini seorang mahasiswa bebas memilih siapa temannya berlatih. Ini memiliki banyak keuntungan, selain mempercepat pergaulan sesama musisi, juga mereka akan bertemu dengan personil lain yang cocok dan ini bisa menjadi awal terbentuknya sebuah group yang memiliki ide dan aliran yang sama.

Gambar 2.12. Ruang Studio Rehearsal

(30)

47

 Ruang konser

IMI juga memiliki ruang konser sendiri yang cukup luas dengan kapasitas maksimal 250 orang. Disini mahasiswa akan merasakan suasana konser yang sesungguhnya, diatas panggung, dihadapan ratusan penonton dengan dukungan sound system, lighting dan kamera video. Disini juga diadakan seminar workshop dan lain-lain.

Gambar 2.13. Ruang Kontrol pada Concert Hall

 Music Mart

Untuk para siswa IMI menyediakan berbagai merchandise dan souvenir, seperti t-shirt, sticker, topi, dan jaket sebagainya. Disini juga disediakan keperluan khusus anda seperti senar, tas, case serta beberapa instrumen musik.

 Studio recording

Studio ini dis ediakn untuk mahasiswa yang ingin mengkomposisikan lagu dengan menggunakan alat-alat komputer untuk menghasilkan lagu.

Gambar 2.14. Ruang Kontrol pada studio rekaman

(31)

48

 Kantin

Kantin terletak disebelah atas tepatnya di lantai 5 yang berada di atap. Disini para mahasiswa dapat beristirahat dengan santai di ruang terbuka, sekalian melihat-lihat pemandangan sebagian kota Jakarta Timur dari atap bangunan.

Fakusltas yang terdapat di IMI yaitu: fakultas gitar, fakultas vokal, fakultas recording & sound engineer, fakultas drum, fakultas keyboard dan fakultas bass.

Pada materi umum pengajaran, IMI menyediakan materi umum berupa: live workshop , music sequencing, basic songwriting, arranging, open counselling dan concert practice.

2.4.4 Sekolah Tinggi Musik Bandung

Sekolah Tinggi Musik Bandung berdiri dan diresmikan pada tanggal 18 Oktober 2001. Pada awal berdirinya, STIMB menyewa bangunan di Jl. Tengku Angkasa dan sekarang telah pindah ke JL. Lamping, Cipaganti.

Jurusan yang ada di STIMB

 S1 Seni Musik (Orchestra) – 30 orang/angkatan

 D3 Musik Industri (Musik elektrik) – 30 orang/angkatan

 D3 Music Programmer (masih rencana)

Selain program S1 dan D3, STIMB juga memiliki program Kelas Kursus. Kelas kursus ditujukan untuk masyarakat mum yang ingin mendapatkan bimbingan bagaimana cara bermain alat musik. Selain itu Kelas Kursus juga dimaksudkan sebagai salah satu wadah kegiatan kerja praktek bagi mahsiswa STIMB sendiri.

Beberapa fasilitas yang telah ada saat ini, antara lain:

 Ruang administrasi

 2 ruang kelas

 Ruang latihan privat S1 terdiri atas sebuah ruang praktek perkusi dan 4 ruang praktek piano, biola cello dan flute.

(32)

49 Ruang latihan D3 yang berisi drum, keyboard, gitar dan bass elektrik.

Pada perencanaan massa baru, fasilitas yang akan diakomodasikan antara lain:

 Recital Hall kapasitas 200 orang (lantai 4)

 Ruang kelas dan seminar (lantai 2 & 3)

 Ruang praktek privat minimal sejumlah konsentrasi alat musik dan setiap ruangan minimal dapat menampung 4 orang

 Laboratorium multimedia

 Perpustakaan audio visual

 Toko alat musik (dibuka untuk umum)

 Kafe (dibuka untuk umum)

 Kelas Kursus (dibuka untuk umum)

 Plaza, sebagai tempat pertunjukan musik terutama di malam minggu.

Pada bangunan STIMB, pembagian zona ruangan didasarkan pada jenis fungsi ruangan dan perletakannya bedasarkan letak lantai Kemudian, fasilitas pertunjukan yang ada tidak hanya berupa indoor namun juga terdapat fasilitas pertunjukan outdoor untuk publik yang dikombinasikan dengan fungsi komersial.

2.4.5 Departemen Musik Universitas Pelita Harapan, Tangerang

Departemen Musik Universitas Pelita Harapan memiliki tiga bidang keahlian S1, yaitu :

 Komposisi Musik

 Musik Pertunjukan dan,

 Musik Pendidikan

Jumlah mahasiswa berkisar antara 160 orang dengan jumlah dosen tetap 11 orang, petugas administrasi dan office boy 5 orang. Para mahasiswa wajib membawa alat musik pribadi, kecuali untuk alat musik berat seperti piano.

Gedung Departemen Musik UPH terletak di Gedung Biru dengan double –loaded corridor, yang merupakan gedung kuliah yang juga digunakan oleh departemen lain, Namun Departemen Seni Musik terletak khusus di lantai 4. Pemakaian kelas tidak bersama dengan departemen lain, kecuali pada mata kuliah dasar umum (MKDU).

(33)

50 Fasilitas yang tersedia :

 6 ruang kelas teori, tediri dari 5 kelas kecil dan 1 kelas besar

 21 ruang praktek privat, terdiri dari berbagai peruntukan alat musik

 1 ruang chamber, terdiri dari ruang kelas dari berbagai peruntukan alat musik

 1 ruang chamber, terdiri dari ruang kelas dan ruang praktek

 1 ruang orchestra, terdiri dari ruang kelas dan grand piano

 1 lab MIDI, terdiri dari ruang kelas dan praktek musik elektroni

 1 lab listening, terdiri dari ruang kelas kecil dan alat audio

 1 studio rekaman

Fasilitas penunjang seperti lobby, perpustakaan, kantin, dan musholla terdapat di luar area departemen musik untuk pemakaian umum.

Pada setiap ruang kelas teori terdapat sebuah piano, namun tidak dilakukan pengkondisian akustik karena dianggap tidak terlalu mengganggu. Sementara pada ruang praktek privat, chamber, dan orchestra akustik sangat baik dan diperhatikan, terutama pemakaian material kayu alat sebagai penyelesaian pada dinding, dan karpet pada lantai, serta perletakan bukan yang minim. Pada ruang chamber dan orchestra, digunakan pintu ganda untuk mengunci suara. Untuk sirkulasi bangunan, digunakan tangga, lift dan ramp selebar 4 meter sehingga dapat memudahkan sirkulasi alat-alat musik berat.

2.4.6 Jurusan Musik Institut Kesenian Jakarta, Jakarta

Program Studi yang terdapat di Jurusan Musik Institut Kesenian Jakarta adalah:

 Program studi S1 Seni Musik

 Program studi D3 Seni Musik

Untuk setiap program studi mahasiswa dapat memilih konsentrasi alat musik antara lain: piano, gitar, bass, saxophone, trombon, flute, biola, contra, bass, perkusi.

Jumlah mahasiswa sekitar 90 orang dengan rata-rata peserta 25 orang/angkatan untuk setiap departemen. Jumlah dosen tetap sekitar 8 orang dan dosen tidak tetap 8 orang, selebihnya para dosen dibantu oleh asisten dosen dalam mengajar.

(34)

51 Bangunan merupakan sebuah bangunan pendidikan lantai dengan double-loaded coridor. Gedung pendidikan terkesan dibangun tanpa memperhitungkan teknis akustik, sehingga banyak terjadi kebocoran suara yang cukup mengganggu.

Fasilitas yang terdapat di gedung Jurusan Musik IKJ, antara lain:

 5 kelas teori yang masing-masing dilengkapi dengan piano

 8 ruang kelas mayor

 1 ruang kelas vocal

 1 ruang latihan perkusi

 Ruang administrasi

 Perpustakaan

 Ruang himpunan mahasiswa

Semua kelas berukuran besar menggunakan penghawaan buatan namun tetap menggunakan pencahayaan alami. Kemudian untuk instrumen perkusi sengaja dibuatkan sebuah ruang khusus karena alat-alatnya yang rentan hilang dan suara yang dihasilkan lebih bising dibanding alat musik lain. Selain itu area untuk berkumpul mahasiswa dalam bangunan masih dirasa kurang, tidak sedikit mahasiswa yang harus menunggu kuliah sambil duduk di lantai lobby.

Referensi

Dokumen terkait

Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan kewirausahaan adalah motivasi berwirausaha, motif berprestasi (Achivement), rasa percaya diri yang tinggi, memiliki pengalaman

Untuk mendukung kegiatan kurikuler dan ekstarkurikuler Program Studi Sastra Cina, telah dijalin kerja sama dengan berbagai pihak seperti INTI (Perhimpunan Indonesia-Tionghoa),

Dengan demikian hipotesis dalam penelitian ini yaitu diduga bahwa kurikulum pelatihan berpengaruh signifikan terhadap peningkatan keterampilan alumni pada Lembaga

Melalui kegiatan ekstra kurikuler atau kegiatan yang mendukung adanya kewirausahaan di sekolah akan melatih para siswa dalam berwirausaha, sehingga ketika lulus nantinya para

Dilingkungan kampus sebuah ruang publik sangat dibutuhkan bagi mahasiswa/mahasiswi maupun orang berada di lingkungan kampus, ruang publik tersebut harus dapat memenuhi semua

INSTITUTION NAME, City, Province or State Date Started - Date Ended Degree, Diploma, Certificate – Specialization, Majors (Month/Year) INSTITUTION NAME, City, Province or State

Daerah pusat rotasi ditentukan yaitu daerah ( m × n ) dimana panjang n sama dengan H yaitu kedalaman lereng dari permukaan hingga lapisan terakhir atau lapisan dasar. Penentuan

Saat-saat menjelang lebaran/ bisa dipastikan/ membuat gembira banyak orang// Tentunya/ karena mereka akan merayakan hari kemenangan// Semua orang ingin tampil