Modul Editor dirancang dengan tegangan kerja 24 DC, tegangan kerja yang sama dengan PLC FESTO, hal ini bertujuan agar pabrik yang menggunakan alat ini tidak perlu lagi untuk menyediakan catu daya khusus untuk alat ini.
Sehingga tidak diperlukan rangkaian catu daya khusus untuk itu.
Disamping itu, Modul editor juga memiliki port komunikasi standart PLC FESTO sehingga compatible dengan semua PLC FESTO, baik dalam hal hardware yaitu terminal fisik maupun software yaitu setting protokol komunikasinya.
3.1. Prinsip Kerja Modul Editor
PLC mempunyai memori yang akan menyimpan program yang di- download-kan padanya. Disamping itu PLC juga mempunyai memori yang berfungsi sebagai operand. Memori-memori ini misalnya Flag Word, Register,
Counter dan sebagainya. Daftar lengkap memori PLC dapat dilihat di lampiran.
Pada umumnya program yang dijalankan PLC memiliki parameter- parameter yang membantunya menjalankan program. Misalnya suatu program untuk mesin pemotong kayu, maka akan ada parameter ketebalan kayu, parameter kecepatan konveyor (ban berjalan), parameter suhu mesin dan sebagainya.
Parameter-parameter ini umumnya disimpati dalam memori-memori yang telah dijelaskan di atas, misalnya disimpan dalam register ataupun/fag word.
Singkatnya, Modul Editor adalah alat yang akan mengakses memori- memori berisi parameter-parameter di atas, menampilkannya ke LCD beserta nilai parameter tersebut, dan mengubahnya sesuai dengan keinginan operator, kemudian menampilkan kembali parameter yang telah diubah tersebut beserta nilainya. Mudah, praktis, murah dan berguna.
Modul Editor ini dibuat dengan empat mode, berikut penjelasan singkat setiap mode:
1. User Mode
36
Mode ini adalah mode yang akan digunakan oleh user, dalam hal ini adalah operator mesin atau setingkatnya.
2. Command Interpreter Mode
Mode ini digunakan untuk test, servis, diagnosa dan kepentingan teknisi.
Mode ini mampu mengakses keseluruhan memori PLC.
3. Monitor Mode
Mode ini adalah mode pasif, dimana Modul Editor hanya memonitor kondisi parameter atau operand tertentu dari mesin dan menampilkannya ke layar LCD.
4. User Monitor Mode
Mode ini adalah gabungan dari User Mode dan Monitor Mode, dimana pengguna dapat berpindah dari User Mode ke Monitor Mode ataupun sebaliknya dengan menekan tombol MEN pada keypad.
3.2. Hardware
*Atnu standart komunikasi serial lainnya, seperti RS422, RS485, RS488 dan sebagainya
Gambar 3.1. Blok Diagram Modul Editor
3.2.1. CatuDaya
Catu daya untuk Modul Editor harus rnampu mengubah tegangan input 24 VDC menjadi 5 VDC yang merupakan tegangan kerja dari microcontroller dengan arus keluaran sebesar 1 ampere. Setelah mempelajari catu daya yang
dipakai oleh PLC FESTO yang juga menunmkan tegangan 24 VDC menjadi 5 V DC nntuk menyuplai processor-nya, maka diputuskan bahwa alat ini juga menggunakan tipe IC yang sama, yaitu LM 2575.
Seperti yang telah dijelaskan pada bab 2.2, LM 2575 memiliki beberapa varian. Modul Editor akan menggunakan varian LM2575HV ADJ. Varian ini disamping mampu menerima tegangan input hingga 60 VDC dan tegangan output yang dapat diatur sesuai kebutuhan.
Berikut rangkaian catu daya yang digunakan dalam Modul Editor.
Tegangan masukan untuk rangkaian ini adalah sebesar ± 24 VDC dan arus keluaran sebesar ± 5 VDC dengan arus keluaran ± 1 ampere.
Tabel 3.1. Nilai dan Tipe Induktor.12
Terlihat di tabel 3.1, nilai induktansi yang didapat adalah 330 [\H.
Sedangkan untuk tegangan keija kapasitor, setidaknya harus 1,5 kali lebih besar dari tegangan output maksimum, sehingga untuk rangkaian catu daya dipilih kapasitor dengan tegangan kerja 16 V.
12 National Semiconductor. LM1575/LM2575/LM2575HV SIMPLE SWITCHER®
1A Step-Down Voltage Regulator (LM1575.pdf). May. 1999: 15.
<http://vAvw.national.com>.
Kemudian untuk kapasitor input, dapat digunakan kapasitor elektrolit atau tantalum dengan kapasitansi minimai 47 uF. Kapasitor input ini harus ditempatkan sedekat mungkin dengan kaki input LM2575. Maka untuk rangkaian catu daya ini dipilih kapasitor elektrolit 100 p,F/35V
3.2.1.4. Pemilihan Dioda Schottky
Tipe dioda schottky dapat ditentukan dari tabel 3.2 berikut ini:
Tabel 3.2. Tipe Dioda Schottky13
Untuk rangkaian catu daya Modul Editor ini, dipilih dioda schottky tipe 1N5819, karena seperti yang tertera di tabel 3.2, tipe ini dapat dipakai untuk tegangan input hingga ± 40 V dengan aras hingga ± 1 ampere.
3.2.1.5. Rangkaian Output Ripple Filter
Untuk mereduksi ripple dan spikes yang umumnya muncul pada
13National Semiconductor. LM1575/LM2575/LM2575HV SIMPLE SWITCHER®
1A Step-Down Voltage Regulator (LM1575.pdf). May. 1999: 15.
<http://vAvw.national.com>.
rangkaian catu daya, ditambahkan rangkaian LC filter, yang umumnya dipakai oleh proyek-proyek yang menggunakan PLC FESTO, pada output catu daya.
Seperti yang ditunjukkan oleh gambar berikut ini:
Gambar 3.4. LC Output Ripple Filter
LC filter ini mampu mereduksi tegangan output ripple atau spikes yang muncul pada rangkaian catu daya Modul Editor.
Gambar 3.5. Rangkaian Catu Daya Lengkap Modul Editor
Untuk mencegah kerusakan sirkuit alkibat kesalahan polaritas, rangkaian catu daya juga dilengkapi dengan dioda bridge yang ditempatkan sebelum input LM2575. Hal ini sangat penting karena LM2575 sangat peka terhadap kesalahan polaritas input. Untuk tipe dioda bridge dapat digunakan tipe 1N4002.
Tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari suhu LM2575 yang memang karakteristik suhu kerjanya tinggi. Walaupun demikian apabila dianggap perlu, dapat ditambahkan sebuah heat-sink pada IC ini, sehingga akan menambah kestabilan kerja Modul Editor.
3.2.2. Microcontroller
AT89S51 sebagai otak dari Modul Editor ini akan dioperasikan dalam mode single chip. Ada beberapa catatan yang harus diperhatikan:
- Pada mode single chip, pin EA/VPP atau kaki 31 harus dihubungkan dengan Vcc.
- Port 1 akan diguriakan sebagai input bagi keypad, - Urituk input data bagi LCD dialokasikan port 2.
- Port 0 yang akan digunakan sebagai input melalui DIP switch dan output bagi dioda LED harus di pull-up. Dalam hal ini digunakan resistor pack 10K.
- Untuk perpindahan antar mode operasi (User Mode, Command Interpreter Mode, Monitor Mode dan User Monitor Mode) disediakan sebuah DIP switch 6 switch, untuk itu pO.O hingga p0.5 akan dipakai sebagai input bagi DIP switch. Kemudian p0.7 akan dipakai sebagai output bagi dioda LED, yang beifungsi sebagai indikator komunikasi.
- Sebagai sinyal clock ekstemal bagi microcontroller dipasang kristal 11,0592 MHz dan kapasitor keramik 30 pF.
Berikut skema lengkap rangkaian Modul Editor tanpa catu daya dan output ripple filter:
Gambar 3.6. Skema Modul Editor Tanpa Catu Daya dan Output Ripple Filter
Untuk membatasi tegangan pada power LED dan communication LED, ditambahkan masing-masing resistor 330 ohm. Kemudian kapasitor 100 nF juga
ditambahkan pada alat ini, yang penempatannya diletakkan sedekat mungkin dengan kaki input tegangan microcontroller.
Untuk me-reset Modul Editor, disediakan sebuah tombol push-on kecil di bagian bawah alat ini. Adanya tiga buah pin yang tidak terpakai pada DIP switch dapat digunakan untuk pengembangan alat ini di masa yang akan datang. Hal ini memutigkinkan ditambahkannya fungsi-fungsi lain atau mode-mode lain yang sekiranya dianggap perlu.
3.2.3. LCD Module
Gambar 3.7. menunjukkan rangkaian LCD module, ada dua hal yang menjadi catatan di sini, yaitu :
- Untuk mengatur tingkat konttas dari layar LCD ditambahkan sebuah potensiometer Hnear pada/?/« 3 LCD module.
- Untuk backlight layar LCD dihubungkan langsung ke Vcc agar selalu pada kondisi on ketika Modul Edrtor digunakan.
Gambar 3.7. Skema Rangkaian LCD Module
Gambar 3.8. Bentuk Jadi Modul Editor Sisi Panel
Gambar 3.9. Bentuk Jadi Modul Editor Sisi Komponen
Gambar 3.10. Skema Lengkap Modul Editor
(Dengan Skema Keypad, DIP Switch dan Resistor Pull-Up)
3.3. SolFtware
Software untuk Modul Editor mempunyai peranan yang sangat penting, karena merupakan isi otak dari Modul Editoir. Ada beberapa hal penting dalam software yang harus diperhatikan :
- Software harus stabil dan bebas dari bug.
- Hares ada routine untuk menangani error, misalnya kesalahan memasukkan data atau nilai.
- Baud rate 9600 bps, disamakan dengan baud rate PLC FESTO.
- Rouiine untuk menangani hubungan dengan PLC yang terputus tiba-tiba.
Secara umum, software Modul Editor terdiri dari routine-routine yang menangani tentang:
1. Inisialisasi Programmable Logic Controller (PLC) FESTO, keypad, LCD, dan serial port.
2. Penanganan error.
3. Pengiriman dan penerimaan data melalui serial.
4. Pengiriman dan penerimaan data dari dan ke LCD.
5. Pembacaan keypad (Scanning Keypad).
Pertama kali alat ini dinyalakan, ia akan melakukan inisialisasi LCD module. Kemudian ia akan melakukan inisialisasi port serial ke mode 1 UART auto-reload, baud rate 9600 bps. Setelah itu perintah inisialisasi ke PLC FESTO akan dikirim, berapa string ctrl T, melalui serial port. Apabila PLC FESTO merespon (yang menandakan PLC FESTO siap) alat ini kemudian akan menampilkan pesan di display bahwa PLC FESTO siap.
Apabila PLC FESTO tidak merespon, alat akan mengirimkan lagi sinyal inisialisasi ke PLC FESTO tiap 3 detik sebanyak tiga kali. Apabila tetap tidak ada respon, alat akan menampilkan pesan ke display bahwa PLC FESTO tidak siap.
Setelah pesan ditampilkan, Modul Editor akan masuk ke standby-mode, dan menunggu tombol CAN pada keypad ditekan. Bila tombol CAN pada keypad ditekan, Modul Editor akan kembali ke awal program dan menjalankan kembali inisialisasi terhadap LCD module, demikian seterasnya.
Gambar 3.11. Relevansi Posisi DIP Switch dan Mode dalam Modul Editor
Apabila PLC FESTO telah siap, alat akan membaca posisi tombol DIP switch, dan masuk ke mode-mode tertentu sesuai dengan posisi tombol DIP switch. Selama beroperasi, Modul Editor otomatis mendeteksi perubahan kondisi DIP switch. Dengan kata lain Modul Editor dapat berpindah mode kapan saja dengan mengganti posisi DIP switch tanpa harus mematikan atau me-reset alat.
Seperti telah dijelaskan pada sub-bab sebelumnya, Modul Editor mempunyai empat mode, yaitu;
1. User Mode.
2. Command Interpreter Mode (CIMode).
3. Monitor Mode.
4. User Monitor Mode.
Gambar 3.12. Flowchart Umum Modul Editor
3.3.1. Protokol Komunikasi PLC FESTO
PLC FESTO mempunyai protokol komunikasi yang dinamakan Command lnterpreter, atau disingkat CI. Command Interpreter adalah bagian dari sistem operasi dari FEC (Front End Controller). CI digunakan untuk tes, servis, dan diagnosa. CI juga digunakan untuk meng-upload dari PLC atau meng- download data ke PLC.
CI memberikan fungsi pengecekan ke semua sistem kontrol PLC.
Dengan CI, user dapat memulai atau menghentikan program pada PLC, menampilkan sebagian program atau seluruh program, dan menampilkan atau mengubah operand.
3.3.1.1. Pengaksesan Command Interpreter
CI beroperasi melalui komunikasi serial dengan baud rate 9600 bps (defauli). Untuk mengakses CI, dapat dilakukan dengan mengirimkan C t r l _ t , setelah C t r l t dikirimkan, CI akan merespon dengan menampilkan versi dari sistem operasi FEC. Setelah proses ini, user dapat langsung memasukkan perintah seperti menampilkan nilai operand tertentu atau mengubahnya. Struktur perintah CI terdiri dari:
<CI l e t t e r > [ < p a r a m e t e r > [ n i l a i p a r a m e t e r ] ] ( 3 . 7 ) Berikut tabel dari CI letter dan parameternya:
Tabel 3.3. Daftar CI Letter PLC FESTO
Berikut beberapa contoh perintah CI:
Menampilkan status atau nilai dari single-bit operand output 0.6, maka perintahnya adalah:
DA0.6<CR> CI r e s p o n s e = DA0.6=0 a t a u 1 Menampilkan status atau nilai dari single-bit operand input 1.2, maka perintahnya adalah:
DE1.2<CR> CI r e s p o n s e = DE1.2=0 a t a u 1 Menampilkan status atau nilai dari timer 20, maka perintahnya adalah:
DT20<CR> CI r e s p o n s e = DT20=0 a t a u 1 Menampilkan status atau nilai dari flag word 500, nnaka perintahnya adalah :
DMW500<CR> CI response = DMW500=0... 65535
Mengubah status atau nilai dari register 150 dengan nilai 1000, maka perintahnya adalah:
MR15O=1OOO<CR> CI r e s p o n s e = MR150=1000
3.3.2. User Mode
Mode ini adalah mode default. Mode ini akan menampilkan nama parameter program pada baris pertama layar Modul Editor dan nilai dari parameter yang bersangkutan di baris kedua layair Modul Editor. User, dalam hal ini adalah operator mesin, dapat langsung mengubah nilai parameter tersebut atau menekan tombol up atau down pada keypad untuk mengakses parameter selanjutnya. Jumlah parameter yang akan di tampilkan tergantung dari program yang di-download ke dalam PLC, dengan kata lain setiap PLC dengan program yang berbeda memiliki parameter yang berbeda pula.
Misalnya program untuk mesin pemotong plat baja tentu memiliki parameter yang berbeda dengan program untuk mesin packaging pencetak bungkus mie instan. Semuanya tergantung kepada pwgrammer dari FESTO, yang adalah pembuat program. Modul Editor akan mendeteksi secara otomatis parameter-parameter yang ada, kemudian menampilkannya ke layar LCD beserta nilainya.
Ketika Modul Editor masuk ke User Mode, pettama-tama ia akan mengirimkan sinyal display ready ke PLC, yang menandakan bahwa Modul Editor siap menerima string dari PLC. String ini bisa berapa salam, nama program ataupun label lainnya, sesuai dengan isi program dalam PLC tersebut. Setelah string telah lengkap diterima, Modul Editor akan mengirimkan sinyal command complete ke PLC, yang menandakan string telah lengkap diterima.
Apabila string ini gagal diterima, Modul Editor akan menunggu selama ± 5 detik. Bila tetap tidak ada respon, Modul Editor menampilkan pesan kesalahan dan masuk ke kondisi standby-mode, menunggu tombol CAN ditekan. Bila tombol CAN ditekan, Modul Editor akan kembali ke awal program dan kembali melakukan inisialisasi.
Setelah command complete selesai di kirim, PLC akan mengirimkan nama parameter yang akan ditampilkan di layar LCD. Modul Editor akan
menerima nama ini, kemudian kembali mengiriinkan sinyal command complete ke PLC sebagai tanda bahwa nama parameter telah diterima. Selanjutnya Modul Editor akan membaca nilai dari parameter yang bersangkutan ke memori PLC dan menampilkannya ke layar LCD. Hal ini berlangsung terus ketika tombol up atau down ditekan.
Gambar 3.13. Flowchart User Mode
Bila user ingin mengubah nilai dari parameter yang sedang ditampilkan, user dapat langsung memasukkan nilai yang diinginkan dengan menekan tombol angka pada keypad, kemudian menekan ENT. Modul Editor akan otomatis
mendeteksi adanya penekanan tombol yang mengindikasikan adanya keinginan user untuk mengubah nilai parameter yang bersangkutan.
Setelah tombol ENT ditekan, Modul Editor akan mengakses memori PLC tempat parameter yang ingin diubah tadi. Kemudian mengubah memori tersebut sesuai dengan nilai yang dimasukkan user. Setelah nilai memori PLC diubah, Modul Editor akan menampilkan isi memori tadi, yang merupakan nilai parameter yang bersangkutati, ke layar LCD.
Apabila selama proses di atas terdapat kesalahan koneksi antara Modul Editor dengan PLC, misalnya hubungan terputus, PLC tidak merespon dan sebagainya, Modul Editor akan otomatis masuk ke standby-mode dan menunggu penekanan tombol CAN pada keypad.
Selama proses pengubahan nilai parameter, tombol COR dapat difimgsikan untuk menghapus angka terakhir. Kemudian CAN untuk menghapus semua angka yang telah dimasukkan.
Bila user salah memasukkan nilai ataupim nilai yang dimasukkan tidak valid dan mengeksekusinya dengan menekan tornbol ENT, maka Modul Editor tidak akan menggubris perintah salah tadi dan menampilkan pesan error.
Kemudian Modul Editor akan kembali ke posisi terakhir sebelum perintah salah tadi dieksekusi (menampilkan parameter terakhir beserta nilainya ke layar LCD).
Ada beberapa allocation list pada mode ini, allocation list ini berfungsi untuk mensinkronkan kerja dari Modul Editor dan PLC FESTO. Berikut ini allocation list tersebut:
F999.0 DispUp [F999.0] Display Up - di-reset oleh PLC, di-set oleh Modul Editor sebagai perintah kepada PLC untuk menuju parameter selanjutnya.
F999.1 DispDown [F999.1] Display Down - di-reset oleh PLC, di-set oleh Modul Editor sebagai perintah kepada PLC untuk menuju parameter sebelumnya.
F999.2 CmdComp [F999.2] Command Complete Display, di-set oleh Modul Editor sebagai pemberitahuan kepada PLC bahwa Modul Editor siap menjalankan proses selanjutnya.
F999.3 DispReady [F999.3] Dlsptay Ready, di-set oleh Modul Editor sebagai pemberitahuan kepada PLC bahwa Modul Editor siap menerima string dari PLC. Di-reset oleh Modul Editor sebagai perintah kepada PLC untuk mengulang program dari awal.
FW997 Displd [FW997] Display id, ditentukan oleh PLC sebagai indikator posisi menu parameter.
FW998 FWid [FW998] Flag Word id, di-set oleh PLC sebagai indikator alamat memori yang akan ditampilkan nilainya oleh Modul Editor. Bila Flag Word id bernilai 0, maka tidak ada alamat memori yang perlu ditampilkan nilainya oleh Modul Editor.
Berikut contoh komunikasi Modul Editor dengan PLC FESTO dalam User Mode:
3.3.2. Command Interpreter Mode
Mode ini ditujukan bagi programmer FESTO ataupun orang-orang berkompeten yang betul-betul mengerti PLC FESTO dan program di dalamnya.
mode ini menyediakan akses penuh ke seluruh memori maupun operand dalam PLC. Tentu berbahaya bagi orang yang tidak berkompeten untuk mengakses menu ini, apalagi pada saat mesin sedang berjalan.
Gambar 3.14. Flowchart Command Interpreter Mode
Pada mode ini Modul Editor akan menampilkan operand pada baris pertama layar LCD dan nilai operand pada baris kedua layar LCD. Ketika Modul Editor masuk ke mode ini, pertama-tama Modul Editor akan menampilkan operand yang paling banyak digunakan, yaitu flag word ke baris pertama layar LCD. Kemudian bila user ingin mengakses operand selanjutnya, cukup dengan menekan up atau down.
Bila user ingin melihat nilai operand ataupun mengubahnya, user tinggal memasukkan alamat operand yang bersangkutan. Misalnya user ingin mengubah register 200 pada PLC, maka user harus mencari dahulu register dengan menekan tombol up atau down. Setelah reg/ster ditampilkan di layar LCD, user haras menekan tombol angka 2, 0, 0 (pada keypad), Modul Editor akan otomatis mendeteksi adanya penekanan tombol. Nilai 200 kemudian akan muncul di layar LCD seiring ditekannya tombol keypad. Setelah alamat operand yang dikehendaki benar, tekan tombol ENT.
Setelah tombol ENT ditekan, Modul Editor akan mengirimkan perintah ke PLC agar mengirimkan alamat register 200, kemudian Modul Editor akan menampilkan alamat register 200 pada baris kedua layar LCD.
Bila user ingin mengubah nilai register 200, user dapat langsung memasukkan nilai yang dikehendaki dengan menekan tombol angka pada keypad.
Modul Editor akan otomatis mendeteksi penekanan tombol sebagai perintah untuk mengubah nilai register 200. Kemudian tekaii tombol ENT, maka Modul Editor akan mengakses memori PLC tempat register 200 yang ingin diubah tadi.
Kemudian mengubah memori tersebut sesuai dengan nilai yang dimasukkan user.
Setelah nilai memori PLC diubah, Modul Editor akan menampilkan kembali isi memori tadi, yang merapakan nilai terbaru register 200 ke layar LCD. Demikian seterusnya.
Bila user tidak ingin mengubah nilai register 200 tadi, user dapat menekan tombol up untuk menampilkan operand selanjutnya atau tombol down untuk menampilkan operand sebelumnya. Tombol CAN juga dapat di tekan untuk membatalkan aksi terakhir (menampilkan nilai register 200) dan kembali ke kondisi terakhir, yaitu menampilkan operand register (saja) ke layar LCD.
Apabila selama proses di atas terdapat kesalahan koneksi antara Modul Editor dengan PLC, misalnya hubungan terpiitus, PLC tidak merespon dan sebagainya, Modul Editor akan otomatis masuk ke standby-mode dan menunggu penekanan tombol CAN pada keypad.
Selama proses pengubahan nilai operand, tombol COR dapat difungsikan untuk menghapus karakter atau angka terakhir. Kemudian CAN untuk menghapus semua karakter atau angka yang telah dimasukkan. Bila user salah memasukkan nilai ataupun nilai yang dimasukkan tidak valid dan mengeksekusinya dengan menekan tombol ENT, maka Modul Editor tidak akan menggubris perintah salah tadi dan menampilkan pesan error. Kemudian Modul Editor akan kembali ke posisi terakhir sebelum perintah salah tadi dieksekusi (menampilkan operand terakhir ke layar LCD).
Berikut contoh komunikasi Modul Editor dengan PLC FESTO pada Command Interpreter Mode:
Tabel 3.6. Komunikasi Modul Editor dengan PLC FESTO (CI Mode)
3.3.3. Monitor Mode
Mode ini berfungsi sebagai monitor bagi parameter-parameter penting dari mesin dengan menampilkan nilai parameter-parameter tadi ke dalam satu layar. Ada empat parameter penting yang akan ditampilkan di layar LCD, yang pemilihannya dilakukan oleh programmer FESTO.
Gambar 3.15. Flowchart Monitor Mode
Berikut contoh komunikasi Modul Editor dengan PLC FESTO pada Monitor Mode:
Tabel 3.7. Komunikasi Modul Editor dengan PLC FESTO (Monitor Mode) Perintah
Modul Editor DR200
DR201
DR202
DR203
Balasan PLC FESTO
DR200=50
DR201=300
DR202=500
DR203=100 0
Tampilan Layar
50
50 300
50 300 500
50 300 500 1000
Keterangan Menampilkan dan isi Register 200
(parameter pertama) Menampilkan dan isi Register 201
(parameter ke dua) Menampilkan dan isi Register 202
(parameter ke tiga) Menampilkan dan isi Register 203
(parameter ke empat)
Modul Editor akan menampilkan nilai dari empat parameter pertama User Mode ke layar LCD. Programmer FESTO akan memilih empat buah parameter yang dianggap penting untuk dimonitor nilainya, dan menempatkannya pada parameter pertama hingga parameter keempat dari User Mode. Setiap mesin akan mempunyai parameter penting yang berbeda dari tnesin lainnya.
Pada mode ini, Modul Editor akan mengakses secara kontinyu empat parameter tadi dan menampilkan nilainya sefcaligus ke layar LCD. Karena akses dilakukan secara terus menerus, mode ini sangat berguna bagi operator mesin yang ingin memantau terus kondisi mesinnya melalui keempat parameter tadi.
Misalnya industri air minum kemasan dengan mesin pengisi air minum kemasannya. Parameter-parameter yang mungkin penting utituk di-monitor adalah counler yang menghitung jumlah produksi, suhu mesin, kecepatan konveyor dan sebagainya.
Mode ini tidak membutuhkan input apapun dari user. Karena mode ini adalah mode pasif, maka keypad di non-aktifkan. Apabila selama proses di atas terdapat kesalahan koneksi antara Modul Editor dengan PLC, misalnya hubungan terputus, PLC tidak merespon dan sebagainya, Modul Editor akan otomatis masuk
ke standby-mode dan menunggu penekanan tombol CAN pada keypad.
3.3.4. User Monitor Mode
Mode ini adalah gabungan antara User Mode dan Monitor Mode. Fungsi dan kinerja User Mode dan Monitor Mode pada mode ini sama dengan mode pada sub-bab 3.3.1, dan sub-bab 3.3.3. Hanya bedanya, mode ini memungkinkan user berpindah dari User Mode ke Monitor Mode atau sebaliknya, hanya dengan menekan tombol MEN pada keypad.
Pada mode ini, ketika Modul Editor sedang dalam Monitor Mode, hanya satu tombol keypad yang diaktifkan, yaitu tombol MEN. Tombol-tombol lainnya akan tetap di non-aktifkan. Apabila selama proses di atas terdapat kesalahan koneksi antara Modul Editor dengan PLC, misalnya hubungan terputus, PLC tidak merespon dan sebagainya, Modul Editor akan otomatis masuk ke standby-mode dan menunggu penekanan tombol CAN pada keypad.
Gambar 3.16. Flowchart User Monitor Mode
Gambar 3.16 Flowchart User Monitor Mode (Lanjutan)