• Tidak ada hasil yang ditemukan

Misi 2: Mewujudkan Daerah Yang Berdaya Saing;

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Misi 2: Mewujudkan Daerah Yang Berdaya Saing;"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

7.2.1.2 Misi 2: Mewujudkan Daerah Yang Berdaya Saing;

Sasaran Strategi Arah Kebijakan Program

Indikator Program (Outcome)

Satuan Kondisi 2015

Target 2021 7. Meningkatnya

Kualitas Kesehatan Penduduk dan Pelayanan

Kesehatan. Peningkatan Kualitas Advokasi Kesehatan Kepada Masyarakat

Meningkatkan

Kesinambungan Upaya Peningkatan Kualitas Kesehatan Masyarakat Melalui Program Kabupaten Sehat

Program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat

Persentase Masyarakat Ber PHBS

Persentase 45,0 90

Program Pengendalian Penyakit Menular dan Tidak Menular

Prevalensi Tuberkolusis (TB) per 100.000 Penduduk

Kasus 80 66

Prevalensi HIV Kasus <10 <10

Jumlah Kecamatan Endemis Filaria Berhasil Menurunkan Angka Mikrofilaria Menjadi < 1%

Kecamatan 2 6

Perluasan Cakupan Pelayanan Kesehatan Masyarakat

Meningkatkan Akses Masyarakat Terhadap Sistem Pelayanan Kesehatan Yang Berkualitas dengan Prinsip Pemerataan.

Program Upaya Kesehatan Masyarakat

Jumlah Kecamatan Yang Memiliki Minimal 1 Puskesmas Tersertifikasi Akreditasi

Kecamatan 3 8

Program Perbaikan Gizi Masyarakat

Persentase Balita

Bergizi Buruk Persentase 0,05 0

Program Peningkatan

Keselamatan Ibu Melahirkan dan Persentase

Persalinan Di Persentase 65 80

(2)

Peningkatan Ketersediaan Sarana Prasarana dan Tenaga Kesehatan

Meningkatkan Ketersediaan dan Distribusi Sarana Prasarana dan Tenaga Kesehatan Disetiap Wilayah dengan berpedoman kepada SPM Bidang

Kesehatan.

Program Pengadaan, Peningkatan dan Perbaikan Sarana dan

Prasarana Puskesmas/Puskesmas Pembantu dan Jaringannya

Persentase Kecukupan Sarana Dan Prasarana Rumah Sakit Pratama, Puskesmas, Pustu, Poskesdes Dan Posyandu

Persentase 70,0 95,0

Program Obat dan Perbekalan Kesehatan

Persentase Ketersediaan Obat Dan Vaksin Di Puskesmas

Persentase 95,0 98,0

Persentase Ketersediaan Obat di Rumah Sakit

Persentase 95,0* 98,0

Jumlah Puskesmas Melaksanakan Pelayanan Kefarmasian Sesuai Standar

Unit 4 9

Peningkatan Standar Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah

Meningkatkan Sarana dan Prasarana Serta Manajemen Rumah Sakit Menuju Peningkatan Tipe RSUD

Program Pengadaan, Peningkatan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit

Level Akreditasi

RRSUD Kelas D C

8. Meningkatnya Kualitas Pendidikan Penduduk.

Pelayanan Pendidikan Yang Merata dan

Berkeadilan.

Pendidikan Terjangkau terutama Bagi Anak- Anak Tidak Mampu Serta Bantuan Siswa Miskin

Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun

APM SD/sed. Persentase 94,0 97,5

APM SLTP/sed. Persentase 65,0 75,0

Pengembangan Pendidikan Anak Usia

Dini Program Pendidikan Anak Usia Dini APM TK/PAUD Persentase 54,68 75,0

(3)

Peningkatan Kualitas Pendidikan Non Formal

dan Informal Program Pendidikan Non Formal Angka Melek

Huruf Persentase 95,44 98,5

Peningkatan Ketersediaan Sarana dan Prasarana Kependidikan Yang Memadai

Pembangunan dan Peningkatan Sarana Prasarana Sekolah Yang Memadai

Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun

Persentase RKB

Berkondisi Baik Persentase 96,0 100

Persentase

Kecukupan RKB Persentase 83,0 100

Peningkatan Ketersediaan dan Distribusi Serta

Pengembangan Kualitas Tenaga Pendidikan Yang Memadai.

Pengembangan dan Pengawasan Kapasitas

Guru Program Peningkatan Mutu

Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Persentase Guru SD/Sed.

Berkualifikasi Sesuai Kompetensi dan Memenuhi Kualifikasi S1/D‐IV

Persentase 64,64 75,0

Persentase Guru SLTP/Sed.

Berkualifikasi Sesuai

Kompetensi Dan Memenuhi Kualifikasi S1/D‐IV

Persentase 51,0 60,0

Tata Kelola Pendidikan Yang Baik dan Akuntabel

Mekanisme

Akuntabilitas Publik Dengan Penajaman Pada Peran

Stakeholders Dalam Fungsi Pengawasan

Program Manajemen Layanan Pendidikan

Jumlah SD/Sed

Terakreditasi A Persentase 43,02

Jumlah SLTP/Sed.

Terakreditasi A Persentase 29,03

(4)

9. Meningkatnya Kualitas

Ketenagakerjaan, Kependudukan dan Keluarga.

Meningkatkan Pengendalian Kuantitas Kependudukan

Pengendalian Fertilitas, Mortalitas dan Migrasi Dengan Mempedomani Grand Design

Pengendalian Kuantitas Penduduk

Program Keluarga Berencana Total Fertility

Rate Skala 2,46 2,25

Meningkatkan Kualitas dan Kuantitas Peserta KB

Meningkatkan Kelestarian dan Kemandirian Peserta KB

Program Keluarga Berencana Angka Prevalensi

KB Persentase 71,7 72,8

Kebijakan Pembentukan, Pembinaan dan Pengembangan Pusat Informasi Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja

Program Kesehatan Reproduksi Remaja

Persentase Pusat Pelayanan Konseling Kesehatan Rproduksi Remaja Aktif

Persentase 98,0 100

Perluasan Kesempatan Kerja Yang didukung Peningkatan Kompetensi, Kemandirian dan Optimalisasi Perlindungan Tenaga Kerja.

Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia Tenaga Kerja

Program Peningkatan Kompetensi

dan Produktivitas Tenaga Kerja Jumlah Wirausaha Baru Usaha 0 250

Program Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja

Angka

Pengangguran Persentase 1,2 < 1,0

Peningkatan

Perlindungan Tenaga Kerja, Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Program Perlindungan Tenaga Kerja dan Pengembangan Sistem Pengawasan Ketenagakerjaan

Persentase Perusahaan yang menerapkan Peraturan Ketenagakerjaan

Persentase 65,0 100

(5)

Program Pengembangan Hubungan Industrial dan Jamsostek

Persentase Sengketa Pekerja/Buruh dengan Perusahaan yang diselesaikan dengan Perjanjian Bersama

Persentase 100 100

Peningkatan Ketahanan dan Pemberdayaan Keluarga.

Pembentukan, Pembinaan dan Pengembangan Bina- Bina Keluarga (BKB, BKR, BKL) dan UPPKS

Program Pengembangan Model Operasional BKB – Posyandu PADU

Persentase Posyandu Purnama dan Mandiri

Persentase 6,2 13,8

Program Penyiapan Tenaga Pendamping Kelompok Bina Keluarga

Persentase Kecukupan Tenaga Pendamping Kelompok Bina Keluarga

Persentase 100 100

10. Meningkatnya Keberdayaan Masyarakat dan Desa;

Meningkatkan Peran Serta dan Fungsi Kelembagaan

Masyarakat Desa Dalam Pembangunan.

Program Peningkatan Keberdayaan Masyarakat

Rata-rata Kelompok Binaan LPM

Kelompok 0 0,5

Menumbuhkan Semangat Inisiasi, Kemandirian dan Gotong Royong Masyarakat.

Program Pengembangan Lembaga

Ekonomi Perdesaan Jumlah BUMDES Unit 0 35

11. Menurunnya Kesenjangan Gender serta tindak Kekerasan Terhadap

Meningkatkan Kesetaraan dan Keadilan Gender

Pengarusutamaan Gender

Program Penguatan Peran Serta dan Kesetaraan Gender Dalam Pembangunan

Partisipasi Angkatan

Kerja Perempuan Persentase 16,37 17,4

Peningkatan Kemandirian Perempuan Melalui Pendidikan

dan Pelatihan

Program Peningkatan Kualitas Hidup dan Perlindungan Perempuan

Jumlah KDRT Per

Tahun Kasus 6 2

(6)

Perempuan dan

Anak;

Penanganan

Bagi Perempuan dan Anak Korban Tindak Kekerasan.

Pemberian Layanan (Konseling, Mediasi dan Pendampingan) Kepada Perempuan Dan Anak Korban Tindak Kekerasan

Program Peningkatan Kualitas Hidup dan Perlindungan Anak

Implementasi Pencapaian Sasaran Kabupaten Layak Anak

Persentase 0 80,0

12. Meningkatnya Ketentraman, Ketertiban dan Perlindungan Masyarakat Serta Kualitas Demokrasi;

Meningkatkan Kewaspadaan Dini Masyarakat Terhadap Ancaman Keamanan dan Ketertiban Masyarakat.

Peningkatan Efektifitas Pelaksanaan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat.

Program Pengembangan Wawasan Kebangsaan

Meningkatkan Partisipasi Upaya Menjaga Ketentraman, Ketertiban dan Keamanan Lingkungan.

Peningkatan Efektifitas Petugas Perlindungan Masyarakat.

Program Pemeliharaan

Kantrantibmas dan Pencegahan Tidak Kriminal

Jumlah Desa Memiliki Siskamling Aktif

Desa/

Kelurahan 23 50

Program Penerapan dan Penegakan

Peraturan Daerah Persentase

Penegakan Perda Persentase 90,0 98,0

Peningkatan Pelayanan Pengendalian Bencana

Meningkatkan Kesiapsiagaan dan Penanggulangan Bencana Kebakaran

Program Peningkatan Pelayanan Kebakaran

Jumlah Kecamatan

WMK Kecamatan 4 8

(7)

Meningkatkan Kesiapsiagaan dan Penanggulangan Bencana Alam

Program Pencegahan Dini dan Penanggulangan Korban Bencana

Persentase Penanganan Bencana

Persentase 100 100

Meningkatnya Pemahaman Masyarakat Tentang Ideologi Bangsa dan Negara.

Peningkatan Pemahaman

Masyarakat Tentang Ideologi Bangsa dan Negara.

Program Pengembangan Wawasan Kebangsaan

Meningkatkan Pemahaman Masyarakat Tentang Pendidikan Politik dan Perilaku Demokratis.

Meningkatkan Fungsi Partai Politik Dalam Pendidikan Politik.

Program Pembinaan Politik Masyarakat

Cakupan Pembinaan LSM,

Ormas dan OKP Persentase 100* 100

13. Berkurangnya Tingkat Kemiskinan Melalui

Peningkatan Mutu Pelayanan Sosial Terhadap PMKS dan PSKS;

Percepatan Peningkatan Kesejahteraan Sosial

Masyarakat.

Meningkatkan Rehabilitasi Sosial, Pemberdayaan Sosial, Jaminan Sosial dan Perlindungan Sosial Terhadap PMKS

Program Pemberdayaan

Kelembagaan Kesejahteraan Sosial

Jumlah PSKS Yang Ikut Berperan Dalam Penanganan Masalah Sosial

Jumlah 65,0 72,0

Program Pelayanan dan

Rehabilitasi Kesejahteraan Sosial

Jumlah PSKS Ikut Serta Penanganan Masalah Sosial

Persentase Na 100

Peningkatan Kualitas dan Kuantitas Bantuan/Jaminan Sosial.

Program Pembinaan Para Penyandang Cacat dan Trauma

PMKS yang Tertangani melalui Pemberdayaan Sosial

Persentase 29,5 79,5

Program Pembinaan Panti Asuhan/Panti Jompo

Jumlah Panti/LKSA

yang Terbina Unit 6 10

(8)

Program Pelayanan Sosial

PMKS yang Tertangani melalui Pemberdayaan Sosial

Persentase 29,5 79,5

14. Meningkatnya Peran

Kepemudaan dan Kualitas

Keolahragaan Dalam Masyarakat;

Peningkatan Kapasitas Pemuda dan Sarana Olah Raga.

Mendorong Peran Pemuda

Dalam Pembangunan Program Peningkatan Peran serta Kepemudaan

Jumlah Pemuda Berprestasi

Penghargaan/

Prestasi 15 20

Penyediaan Sarana Prasarana Olahraga dan Kepemudaan

Program Pembinaan dan Pemasyarakatan Olahraga

Jumlah Atlet Berprestasi

Penghagaan/

Prestasi 120 115

Peningkatan Peran Serta Masyarakat dalam Penyelenggaraan Olah Raga

Program Pengembangan Kebijakan dan Manajemen Olahraga

Jumlah Organisasi

Olahraga Aktif Organisasi 25 30

15. Meningkatnya Kelestarian dan Kualitas Keragaman Budaya Melalui Penyediaan Sarana dan Prasarana Memadai;

Pelestarian Seni dan Budaya Berbasis Kearifan Lokal

Peningkatan Peran Serta Masyarakat Dalam Pengembangan Budaya

Program Pengelolaan Kekayaan Budaya

Persentase Cagar Budaya Yang Dilestarikan

Persentase 100 100

Program Pengelolaan Keragaman Budaya

Jumlah Keragaman Budaya Yang Dilestarikan/

Dibina

Persentase 64 75

Pengembangan Nilai- Nilai Budaya Lokal

Program Pengembangan Nilai-nilai Budaya

Jumlah Even Kebudayaan Yang Diselenggarakan

Kali Per

Tahun 8 10

16. Meningkatnya Kehandalan Infrastruktur Jalan, Jembatan, Drainase serta Pelayanan

Meningkatkan Infrastruktur Jaringan Jalan dan Jembatan Yang Nyaman,

Mengembangkan dan Meningkatkan

Kapasitas dan Kualitas Jaringan Jalan dan Jembatan Melalui

Program Pembangunan, Peningkatan dan Pemeliharaan Jalan/Jembatan

Persentase Panjang Jalan Kabupaten Berkondisi Baik

Persentase 63,0 75,0

(9)

Sektor Air Bersih, Sanitasi, Komunikasi dan Informatika;

Berkulitas dan Merata.

Pembangunan, Peningkatan dan Pemeliharaan Jalan dan Jembatan

Persentase Panjang Jalan Lingkungan Berkondisi Baik

Persentase 63,0 75,0

Mengembangkan dan

Meningkatkan Sarana dan Prasarana Sistem Drainase dan Pengendalian Banjir.

Mengembangkan dan Meningkatkan

Kapasitas dan Kualitas Saluran Drainase Melalui Pembangunan dan Rehabilitasi Saluran/Drainase dan Gorong-Gorong

Program Pembangunan dan Pemeliharaan Saluran Drainase/Gorong‐gorong

Persentase Drainase Berkondisi Baik

Persentase 90,0 100

Program Pengendalian Banjir Luas Wilayah

Kebanjiran Hektar 50,0 25,0

Meningkatkan Akses Pelayanan Informasi Kepada

Masyarakat dan Tugas-tugas Kepemerintahan.

Mengoptimalkan Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi

Program Peningkatan Kualitas Pelayanan Informasi Publik

Jumlah Kanal Informasi Pemerintah

Kanal 14 104

Jumlah Kanal Informasi Non Pemerintah

Kanal 23 38

17.

Meningkatnya Kualitas Lingkungan,

Mengembangkan dan Memelihara Sumber Air Baku Untuk

Mendorong

Peningkatan Layanan dan Akses Masyarakat Terhadap Air Bersih.

Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum dan Air Limbah

Persentase RT Berakses Air Bersih

Persentase 68,0 90,0

(10)

Permukiman dan Perumahan Melalui Optimalisasi

Pemanfaatan Ruang dan Lahan

;

Penyediaan Air Bersih Dalam Rangka Meningkatkan Cakupan dan Kontinuitas Pelayanan Air Bersih

Mengembangkan Sumber-Sumber Air Baku Untuk Air Bersih.

Program Penyediaan dan Pengelolaan Air Baku

Jumlah Sumber Air Baku Terkelola

Sumber 12 40

Meningkatkan Kondisi Sarana dan Prasarana Dasar

Permukiman.

Penataan Kawasan Kumuh Melalui

Pengembangan Hunian dan Ruang Publik Yang Layak dan Terjangkau Bagi Seluruh Lapisan Masyarakat

Program Pengembangan Perumahan

Persentase Rumah Layak Huni

Persentase 92,69 100

Program Penataan Kawasan Permukiman

Luasan Pemukiman Kumuh

Hektar 40,89 0

Perbaikan Pola Perencanaan dan

Pengendalian Tata Ruang

Penyelenggaraan Pola Penataan Ruang Yang Partisipatif

Program Perencanaan Tata Ruang

Persentase Kelengkapan Dokumen Perencanaan Tata

Persentase 2 9

Program Pengendalian dan

Pemanfaatan Ruang Ketaatan Terhadap RTRW Persentase 100 100 Pengendalian

Pencemaran Lingkungan Melalui Penerapan Berbagai

Mendorong

Peningkatan Kualitas Lingkungan Melalui Penerapan Berbagai Instrumen

Pengendalian dan

Program Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup

Ketaatan Terhadap

RTRW/RDTR Persentase 100 100

(11)

Instrumen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan

Peningkatan Ruang Terbuka Hijau

Program Pengelolaan Ruang

Terbuka Hijau (RTH) Persentase Luas

RTH Perkotaan Persentase 31,0 35,0

18. Meningkatnya Pengelolaan Transportasi dan Lalu Lintas Angkutan;

Tersedia Prasarana dan Fasilitas Perhubungan Yang Memadai

Peningkatkan Sarana dan Prasarana Dasar Perhubungan

Program Pembangunan Sarana dan Prasarana Perhubungan

Persentase Ketersediaan Prasarana dan Fasilitas Dermaga Rakyat

Persentase 50 80

Program Rehabilitasi dan Pemeliharaan Prasarana dan Fasilitas LLAJ

Persentase Ketersediaan Prasarana dan Fasilitas LLAJ

Persentase 98,0 100

Meningkatkan Kelaikan Pengoperasian

Kendaraan Bermotor

Program Peningkatan Kelayakan Pengoperasian Kendaraan Bermotor

Persentase Kendaraan Telah Diuji KIR

Persentase 68,75 100

Penataan Angkutan Umum

Program Pengendalian dan Pengamanan Lalu Lintas

Jumlah Kasus Kecelakaan Lalu Lintas

Kasus Per

Tahun 18 9

Program Peningkatan Pelayanan Angkutan

Cakupan Desa Pelayanan Angkutan Umum

Persentase 96* 100

Referensi

Dokumen terkait

Penyediaan Sarana dan Prasarana Pengujian Mutu dan Keamanan Pangan Segar Asal Tumbuhan (Dinas Ketahanan Pangan).. Dana Transfer Umum- Dana

Apa yang harus anda lakukan jika menemui anak yang berbakat di bidang seni budaya tetapi sekolah tidak memiliki sarana prasarana untuk memfasilitasi

Penetapan ketentuan mengenai penyediaan sarana dan prasarana sesuai standar pelayanan sebagaimana Pasal 22 Ayat (2), Ayat (3) dan Ayat 4) oleh DPMPTSP sebagai bagian ketentuan

Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilatarbelakangi oleh perkembangan usaha tenun songket tradisional di Kabupaten Sambas yang belum memadukan aspek ekologi dan budaya dalam berbisnis. Usaha tenun songket saat ini masih menggunakan konsep lama yang tidak mempertimbangkan keberlanjutan kewirausahaan. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa industri tenun songket dapat punah di masa depan. Urgensi dari program ini adalah memperkenalkan model bisnis baru yang menggabungkan konsep ekonomipreneurship dan sociopreneurship menjadi model sustainopreneurship. Model sustainopreneurship ini perlu diujicobakan sebagai sebuah inovasi baru yang harus diterapkan oleh para pengrajin dalam menjalankan bisnis mereka. Penerapan model sustainopreneurship ditargetkan agar pengrajin memiliki nilai tambah ekonomi, ekologi, dan sosial yang beretika bisnis serta menjaga kelestarian budaya kearifan lokal Kabupaten

Masyarakat lokal Papua (Provinsi Papua dan Papua Barat) telah lama memiliki kearifan-kearifan lokal yang diterapkan sebagai pola-pola spesifik dalam menjaga dan memanfaatkan sumber daya alamnya secara berkelanjutan, termasuk kelompok masyarakat pesisir di Teluk Tanah Merah Kabupaten Jayapura. Ironinya, kearifan yang amat berharga tersebut mulai mengalami pergeseran nilai-nilai adat-istiadatnya, bahkan anak-anak sudah sulit dijumpai memiliki pemahaman dan pengetahuan yang baik dan utuh tentang kearifan tiyaitiki. Kemajuan Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Seni (IPTEKS) merupakan salah satu faktor penyebab minimnya minat anak muda terhadap kearifan lokal, karena lebih cenderung menyukai media sosial dengan tawaran yang lebih canggih dan modern dibandingkan mempelajari pengetahuan-pengetahuan tradisional yang kurang menarik gairah dan cenderung membosankan anak muda. Kondisi dan fakta tersebut adalah ancaman terbesar terhadap hilangnya nilai-nilai budaya dan kearifan-kearifan lokal yang sangat penting. Salah satu upaya strategis sebagai solusi atas kondisi tersebut adalah intervensi melalui dunia pendidikan dan seni. Dengan demikian, penerbitan buku-buku muatan lokal yang berisi konten tradisi adat Suku Tepra (termasuk tiaiiki) dapat dimasukkan, sehingga siswa sekolah dasar dan menengah di Pesisir Teluk Tanah Merah dapat mempelajarinya sebagai ilmu pengetahuan di sekolah namun sekaligus merekalah yang melestarikan budayanya sendiri. Sebagai bentuk dukungan terhadap perlindungan dan pelestarian kearifan tiaitiki, maka paper ini ditulis untuk memberikan gambaran tentang kearifan tiaitiki, sekaligus sebagai pengantar pemahaman terhadap kekayaan intelektual orang kampung dalam mengelola dan memanfaatkan sumberdaya alam laut di sekitarnya dengan arif dan