BAB IV
PELAKSANAAN, HASIL, DAN KENDALA PENDAMPINGAN KELUARGA
4.1 Pelakasanaan Pendampingan Keluarga 4.1.1 Kunjungan 1
Hari/Tanggal : Sabtu, 30 Juli 2016
Jenis Kegiatan : Perkenalan dengan keluarga KK dampingan.
Kunjungan pertama, mahasiswa melakukan perkenalan dengan keluarga dampingan. Pada kunjungan pertama, mahasiswa bertemu dengan KK, istri KK, menantu KK dan cucu KK, sedangkan anak KK melakukan pekerjaan di luar rumah. Didapatkan bahwa anggota keluarga KK terdiri dari 5 orang, yaitu KK, istri KK, 2 orang anak KK, menantu KK dan seorang cucu KK.
Keluarga dampingan tinggal di sebuah rumah yang berdiri di atas tanah milik KK sendiri, berukuran kurang lebih seluas 4 are.
4.1.2 Kunjungan 2
Hari/Tanggal : Minggu, 31 Juli 2016
Jenis Kegiatan: Sosialisasi mendalam dengan keluarga dampingan.
Pada kunjungan kedua, mahasiswa melakukan sosialisasi yang lebih mendalam dengan keluarga dampingan agar dapat mengenal dengan lebih akrab. Mahasiswa temukan mengenai pekerjaan, penghasilan serta pengeluaran keluarga, serta aktivitas seharian keluarga.
4.1.3 Kunjungan 3
Hari/Tanggal : Rabu, 3 Agustus 2016
Jenis Kegiatan : Mendiskusi dan sharing mengenai adat dan budaya sosial di Bali dan Malaysia Pada kunjungan ketiga, mahasiswa dan keluarga sering bercerita dan sharing mengenai bagaimana mahasiswa bisa merantau jauh sehingga di Bali dan bagaimana adat dan sosial di Bali dan di Malaysia. Mahasiswa mendapat informasi mengenai adat dan budaya di Bali.
4.1.4 Kunjungan 4
Hari/Tanggal : Jumat, 5 Agustus 2016
Jenis Kegiatan : Survei keadaan lingkungan rumah dan lingkungan di sekitar rumah KK
Pada kunjungan kali ini, mahasiswa meminta ijin untuk melihat keadaan rumah dan lingkungan sekitar rumah. Mahasiswa juga meminta ijin untuk berfoto rumah untuk tujuan dokumentasi dan diberikan keijinan oleh keluarga.
4.1.5 Kunjungan 5
Hari/Tanggal : Sabtu, 6 Agustus 2016
Jenis Kegiatan : Mengidentifikasi masalah yang ada dalam keluarga.
Pada kunjungan keempat mahasiswa ke keluarga dampingan, kami membicarakan masalah-masalah yang sering muncul dan menjadi beban pikiran keluarga, seperti masalah perekonomian dan masalah kesehatan. Didapatkan bahwa pengeluaran yang dikeluarkan oleh keluarga ini lebih banyak dibandingkan pemasukan rata-rata keluarga ini tiap bulannya. Hal ini dikatakan karena besaranya pengeluaran bila terdapat upacara-upacara adat tertentu dan karena hasil lading yang tidak menentu dan mengikut musim. Selain permasalah ekonomi, KK juga mengaku memiliki masalah kesehatan yang pernah dialami dan mengenai beliau lebih memilih pengobatan tradisional daripada pengobatan modern.
4.1.6 Kunjungan 6
Hari/Tanggal : Minggu, 7 Agustus 2016
Jenis Kegiatan : Melihat dan mencari faktor risiko kesehatan dalam keluarga
Pada kunjungan ke lima, kami membicarakan mengenai keluhan KK yang sering merasakan nyeri pada ulu hati yang dialami sejak 3 tahun yang lalu. Budaya makan tidak mengikut waktu menjadi factor risiko terhadap keluhan ini. KK didapatkan kadang-kadang makan telat atau tidak makan akibat bekerja di lading dan karena kekurangan uang. Beliau juga mengaku suka makan jeruk yang banyak dan suka makan makanan yang pedas.
4.1.7 Kunjungan 7
Hari/Tanggal : Rabu, 10 Agustus 2016
Jenis Kegiatan : Anamnnesis riwayat penyakit sekarang dan sebelumnya, perjalanan penyakit, riwayat kesehatan keluarga
Permasalahan kesehatan yang ditemukan pada keluarga dampingan adalah kepala keluarga yaitu I Nengah Sukara pernah mengalami nyeri ulu hati sejak 3 tahun yang lalu. Nyeri ulu dirasakan sangat perih dan KK dikatakan sering sendawa. Pada awalnya, nyeri ulu hati dirasakan hanya perih namun setelah itu, KK memeriksa diri di prakter dokter di Kota Bangli.
Dokter mengatakan pasien mempunyai maag dan memberikan obat. Penderita mengatakan tidak mengkonsumsi obat untuk penyakitnya dan hanya meminum obatan herbal yang dibuat dari tumbuh-tumbuhan. Saat ini penderita tidak mengkonsumsi obat-obatan untuk keluhannya.
Riwayat kencing manis, asma, penyakit jantung, dan hipertensi disangkal oleh penderita.
4.1.8 Kunjungan 8
Hari/Tanggal : Khamis, 11 Agustus 2016
Jenis Kegiatan : Anamnesis riwayat pribadi sosial
Riwayat kelahiran dan pertumbuhan normal. Penderita menyelesaikan sekolah dasarnya.
Penderita menikah dengan istrinya saat berusia 24 tahun. Penderita saat ini bekerja sebagai buruh tani dan pembuat bakul keranjang. Penderita memiliki kebiasaan merokok dan minum alkohol apabila mempunyai acara. Tidak ada anggota keluarga lain yang mengalami hal yang sama seperti penderita. Riwayat hipertensi, penyakit jantung, asma, dan penyakit ginjal dalam keluarga juga disangkal. Riwayat kencing manis terdapat pada ibu penderita.
4.1.9 Kunjungan 9
Hari/Tanggal : Minggu, 14 Agustus 2016
Jenis Kegiatan : Pemeriksaan tanda vital dan fisik umum
Dari pemeriksaan tanda vital, didapatkan:
Keadaan umum : sakit ringan Kesadaran : GCS E4V5M6
Tekanan darah : 110/80 mmHg
Frekuensi nadi : 84 kali/menit, kuat, teratur Frekuensi nafas : 18 kali/menit, teratur
Suhu : 36,6ºC
Dari pemeriksaan fisik umum, didapatkan:
Kepala : normocephali
Mata : konjungtiva pucat (-), sklera ikterik (-) THT : telinga: hiperemis (-), sekret (-), nyeri (-)
hidung: hiperemis (-), sekret (-), edema (-) tenggorokan: tonsil T1/T1, hiperemis (-) Thoraks : cor: S1S2, tunggal, regular, murmur (-)
pulmo: vesikuler +/+, rhonki -/-, wheezing -/- Abdomen : distensi (-), bising usus (+) normal
hepar/lien tidak teraba
Vertebrae : jejas (-), nyeri ketok sudut CVA (-) Ekstremitas : hangat +/+ edema −/−
+/+ −/−
4.1.10 Kunjungan 10
Hari/Tanggal : Senin, 15 Agustus 2016
Jenis Kegiatan : KIE perilaku hidup bersih dan sehat di keluarga KK
Pengetahuan keluarga ini terhadap perilaku hidup bersih dan sehat masih kurang. Anggota keluarga memiliki kebiasaan mandi sehari sekali dengan keterbatasan air dan iklim dingin di desa.
Cuci tangan dilakukan sebelum dan setelah makan tetapi tidak menggunakan sabun ataupun air yang mengalir. Buang air besar (BAB) dan buang air kecil (BAK) dilakukan di jamban di rumah.
Keluarga dikatakan mencuci tangan setelah BAB. Pakaian biasanya diganti setiap 1-2 hari sekali.
Pakaian dicuci sendiri dan dijemur di rumah. Menu makanan sehari-hari biasanya berupa nasi, sayur, tempe, tahu sedangkan konsumsi daging seperti ikan atau ayam sangat kurang. Menurut
KK, mereka lebih sering menkonsumsi daging babi dari ikan terutamanya apabila terdapat acara agama. Keluarga disarankan untuk meningkatkan kebiasaan hidup bersih dan sehat dengan membiasakan mencuci tangan menggunakan sabun dan dengan air mengalir dan mandi minimal dua kali sehari. Selain itu, perlu diperhatikan juga kebersihan air konsumsi dalam rumah tangga karena persediaan air bersih yang didapatkan dari air hujan. Keluarga disarankan untuk menjaga kebersihan air bersih dari tempat penampungan hingga proses memasak air hingga mendidih agar air yang dikonsumsi bersih.
4.1.11 Kunjungan 11
Hari/Tanggal : Selasa, 16 Agustus 2016
Jenis Kegiatan : KIE untuk datang ke Pusat Pelayanan Kesehatan memeriksakan keluhan KK dan anggota keluarga lain
Kunjungan ini dilakukan dengan tujuan untuk melakukan KIE pada KK dan anggota keluarga untuk mengunjungi pelayanan kesehatan seperti posyandu dan puskesmas sekiranya mempunyai keluhan.
4.1.12 Kunjungan 12
Hari/Tanggal : Rabu, 17 Agustus 2016
Jenis Kegiatan : KIE terkait dengan keluhan kesehatan KK
Pada kunjungan ini, mahasiswa mengambil kesempatan untuk menjelaskan kemungkinan penyakit yang diderita oleh KK yaitu maag. Pada penderita ini, disarankan agar mengurangi konsumsi makanan pedas dan makan tepat waktu yang menjadi faktor risiko maag. Penderita juga disarankan meningkatkan konsumsi air putih dan kurangkan berfikir masalah keluarga supaya mengurangi faktor risiko.
4.1.13 Kunjungan 13
Hari/Tanggal : Jumat, 19 Agustus 2016
Jenis Kegiatan : KIE dan pemecahan masalah personal
KK mengatakan walaupun KK memiliki kartu jaminan kesehatan (JKBM), KK tidak pernah menggunakan kartu ini. KK mengatakan jika ada keluarga yang sakit, KK lebih memilih untuk tidak berobat dan berobat secara tradisional menggunakan tumbuh-tumbuhan di sekitar
rumahnya. Untuk masalah ini, penderita disarankan berkunjung ke pusat pelayanan kesehatan agar penyakit yang diderita dapat ditangani dengan baik.
4.1.14 Kunjungan 14
Hari/Tanggal : Sabtu, 20 Agustus 2016
Jenis Kegiatan : Membantu mengajar les buat cucu KK
Mahasiswa membantu mengajar les buat cucu KK yang masih sedang bersekolah di kelas 2 di SDN 1 Pengotan.
4.1.15 Kunjungan 15
Hari/Tanggal : Minggu, 21 Agustus 2016
Jenis Kegiatan : Berkunjung ke ladang jeruk dan melihat cara membuat keranjang
Mahasiswa meluangkan masa bersama KK dampingan dengan mengunjungi ke ladang jeruk. Mahasiswa mendapat jeruk daripada keluarga dampingan. Mahasiswa juga melihat cara membuat keranjang sebagai pengalaman.
4.1.16 Kunjungan 16
Hari/Tanggal : Senin, 22 Agustus 2016
Jenis Kegiatan : Penyerahan sembako kepada keluarga dampingan.
Kegiatan keluarga dampingan diakhiri dengan pemberian sembako yang dapat membantu ekonomi keluarga dampingan.
4.2 Hasil
Setelah dilakukan kunjungan sebanyak 15 kali, didapatkan:
1. Dari anamnesis, didapatkan penderita diduga mengalami maag karena pola makan yang tidak teratur .
2. Dari pemeriksaan fisik, didapatkan:
a. Status present: dalam batas normal.
b. Status general: dalam batas normal.
3. Peningkatan pemahaman penderita dan anggota keluarganya terkait dengan masalah kesehatan yang dialaminya.
4. Penerapan perilaku hidup bersih dan sehat sehingga dapat menciptakan suatu lingkungan kondusif sebagai tempat tinggal penderita.
4.3 Kendala
Kendala yang ditemukan saat melakukan kegiatan keluarga dampingan adalah:
1. Sulitnya menemui keluarga dalam jumlah yang lengkap.