• Tidak ada hasil yang ditemukan

IKATAN AHLI PENGADAAN INDONESIA (IAPI) DEWAN PENGURUS PUSAT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "IKATAN AHLI PENGADAAN INDONESIA (IAPI) DEWAN PENGURUS PUSAT"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

1

Nomor : 05 /IAPI/UD/I/2014 Lampiran : 9 lembar

Kepada Yth.

1. Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah / Satuan Kerja 2. Kepala Unit Layanan Pengadaan

3. Kepala Layanan Pengadaan Secara Elektornik (LPSE) 4. Anggota Ikatan Ahli Pengadaan Indonesia

5. Profesionalisme Pengadaan di Seluruh Indonesia

Perihal : Pelatihan dan Workshop IAPI

Dengan hormat,

Dalam rangka pengembangan Sumber Daya Manusia dan menjadikan pengadaan sebagai sebuah profesi bersama ini Ikatan Ahli Pengadaan Indonesia dengan dukungan LKPP akan merencanakan melakukan pelatihan pengadaan barang/jasa tingkat menengah dengan jadwal dan materi sebagai berikut :

NO Tema Diklat 2014 Feb Mart Apr Mei Jun Jul Agust Sept Oktb

1

Teknik Pembuatan dan Manajemen Kontrak

3-5 17-19 1-3 14-16 23-26 14-16 1-3 13-15 Teknik Penentuan dan

Penetapan HPS

2

Teknik Evaluasi Dokumen Penawaran

17-19 14-16 26-28 7-9 11-13 15-17 27-29 Teknik Penerapan dan Simulasi

E-procurement

3

Penerapan Strategi Pengadaan dan Pengadaan Tanpa tender dalam sistem Pengadaan Nasional

3-5 28-30 9-11

25-27 29 Sept - 1 Okt Pelaksanaan Pengadaan

barang/ jasa pemerintah berdasarkan Perpres 70/2012

Sehubungan dengan itu, kami mengharapkan Bapak/Ibu atau staf dapat berpartisipasi memanfaatkan kesempatan tersebut.

Demikian disampaikan, atas perhatian dan kerjasama Bapak/Ibu diucapkan terima kasih.

Ketua Umum IAPI

Ir. Ikak Gayuh Patriastomo, MSP

(2)

2

FORMULIR PENDAFTARAN

A. LATAR BELAKANG

Hampir 40% dari APBN/APBD dikeluarkan melalui proses pengadaan pemerintah. Hal ini menyebabkan proses pengadaan menjadi kegiatan yang paling penting dan kritikal untuk dilakukan dengan tepat dan benar.

Untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas pengadaan telah dilakukan terobosan dalam perubahan peraturan, peningkatan infrastrukur dengan menggunakan e-procurement dan peningkatan SDM/ Organisasi.

Dalam konteks Peningkatan SDM dan Organisasi saat ini telah dibangun ULP (Unit Layanan Pengadaan) dan membuat standar kompetensi kerja para pelaku pengadaan sehingga pengadaan akan menjadi profesi yang sangat penting di negeri ini.

Dalam rangka meningkatkan kompetensi ahli pengadaan Indonesia, IAPI (Ikatan Ahli Pengadaan Indonesia) bekerjasama dengan LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Pemerintah) melakukan pelatihan dan lokakarya tingkat menengah seperti yang disampaikan pada brosur ini.

B. PESERTA KEGIATAN

Pengguna Anggaran (PA) & Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Pemprov/KAB/Kota, Anggota ULP (Unit Layanan Pengadaan), Anggota LPSE ( Layanan Pengadaan Secara Elektronik), Pejabat Pengadaan dan Panitia Pengadaan, Aparat Pengawas Interen Pemerintah (APIP) & Penyedia B/J, Main Dealer Kendaraan Bermotor, ATPM , Suplier Obat, RS dan RSUD, BUMN/BUMD/Perusda.

C. PENYELANGGARA KEGIATAN IAPI adalah Ikatan Ahli Pengadaan Indonesia yang anggotanya merupakan Ahli Pengadaan yang memiliki sertifikat Ahli Pengadaan Indonesia atau sertifikat Ahli Pengadaan International.

Sesuai dengan Peraturan Kepala LKPP Nomor 8 tahun 2010, pasal 38 mengamanatkan bahwa IAPI adalah institusi yang didukung pemerintah dalam meningkatkan Kompetensi Ahli Pengadaan Indonesia melalui pelatihan dan sosialisasi Peraturan- peraturan Baru atau Ujian Sertifikasi.

D. INSTRUKTUR AHLI DAN NARASUMBER Instruktur /Fasilitator:

 Ir. Sutan S Lubis Msc

 Dr. Ir. Dharma Nursani, M.Sc

 Ir. Tubagus A. Chusni, MA, M.Phil

 Setya Budi Arijanta, SH, KN

 Ir. Harmawan Kaeni

 Ir. Suranto

 Ir. Sudarisman

 Ir. Sonny Sumarsono MBA,PMP

 Khalid Mustafa

 Jhoni

 Harry Alexander SH.LLM

 Thomas Ardianto

 Reghi Perdana, SH, LLM

 Ir. Khairul Rizal, MBA

dan instruktur berpengalaman IAPI lainnya

E. KONTRIBUSI DAN FASILITAS PESERTA Kontribusi

Rp. 3.400.000.-/Peserta (Tanpa Penginapan) Rp. 4.000.000,-/Peserta

(Dengan Penginapan 3 hari 2 malam, Satu kamar untuk dua peserta)

Note : DIKLAT akan berjalan Minimal 5 Peserta, dimohon kepada calon peserta agar mengkonfirmasikan kepada PANITIA terlebih dahulu perihal ACARA DIKLAT Tersebut

Tempat Acara :

Hotel Bintang 3 / IAPI Training Centre - Jkt

Note : Tempat Acara dapat berubah tergantung jumlah peserta

Hotel

Fasilitas Peserta

 Kits Pelatihan (Tas, Materi lengkap dengan CD), ATK, Majalah dan Souvenir.

 Sertifikat Pelatihan dari IAPI.

F. SEKRETARIAT PANITIA

Dewan Pengurus Pusat - Ikatan Ahli Pengadaan Indonesia (IAPI)

Gedung SMESCO UKM – Lt. 9 - Jln. Jend. Gatot Subroto Kav. 94 - Jakarta Selatan 12740 Telp. Panitia : 021 33129168 fax. 021 – 7989284 - Website : www.iapi-indonesia.org Note:

Detail Agenda Diklat dapat langsung menghubungi sekretariat dengan Sdr Harfin: 085296825160

(3)

3

Nama Lengkap : ……….

NIP : ……….……

Jabatan : ……….……

Instansi/Unit Kerja : ……….………

Telp. Kantor & Fax : ………HP : ………..………

Tema Diklat dan tanggal: ………..……...

……….………..…..….

Nama Lengkap : ……….

NIP : ……….……

Jabatan : ……….……

Instansi/Unit Kerja : ……….………

Telp. Kantor & Fax : ………HP : ………..………

Tema Diklat dan tanggal: ………..……...

……….………..…..….

Nama Lengkap : ……….

NIP : ……….……

Jabatan : ……….……

Instansi/Unit Kerja : ……….………

Telp. Kantor & Fax : ………HP : ………..………

Tema Diklat dan tanggal: ………..……...

……….………..…..….

Untuk informasi lebih lanjut silahkan hubungi sekretariat DPP IAPI

Gedung SMESCO UKM – Lt. 9 - Jln. Jend. Gatot Subroto Kav. 94 - Jakarta Selatan 12740 Telp. Panitia : 021 – 7989284 - Website : www.iapi-indonesia.org

Note:

Detail Agenda Diklat dapat langsung menghubungi sekretariat dengan Sdr Harfin: 085296825160

(4)

4

1. Teknik Pembuatan Kontrak dan Pengenalan Hukum Kontrak

LATAR BELAKANG

 Dalam pengadaan B/J pemerintah hubungan antara K/L/D/I dengan penyedia B/J sangat penting dituangkan dalam kontrak yang jelas dan benar.

 Banyak terjadi persengketaan antara K/L/D/I dengan pihak penyedia karena ketidak jelasan dalam kontrak.

 Kontrak harus dapat melindungi kedua belah pihak sehinga pekerjaan yang akan dilakukan dapat selesai sesuai dengan tujuan pengadaan

 Perancangan dan pembuatan kontrak harus dapat mengindentifikasi dan menyelesaikan potensi sengketa yang mungkin terjadi.

 Negosiasi dalam pembuatan kontrak merupakan bahagian yang perlu dilakukan sesuai dengan peraturan yang berlaku

 Diperlukan keahlian dalam mengelola kontrak sehingga menjamin pekerjaan yang dilakukan dapt mencapai kualitas dan sesuai waktu yang direncanakan

TUJUAN

 Mengetahui berbagai kebijakan dan regulasi yang mengatur bidang pengadaan;

 Memahami karakter dari kontrak- kontrak pengadaan;

 Peserta memahami dasar-dasar penyusunan kontrak

 Peserta menguasai ketrampilan melakukan negosiasi kontrak.

 Peserta mampu merumuskan dan merancang Draft Kontrak secara benar.

 Mampu mengidentifikasi potensi sengketa di bidang pengadaan;

MATERI & SUSUNAN ACARA

Waktu HARI-1 HARI-2 HARI-3

08.00-10.00

Pendahuluan Pengantar dan Pengertian

Kontrak , Tahapan Kontrak pengadaan

Review & Pembuatan Berbagai contoh kontrak Pengadaan Barang dan Konstruksi pada Perpres

70/2012

10.00-10.30 Istirahat Istirahat

10.30-12.00

Bagian utama kontrak pengadaan (Pendahuluan,Isi, Penutup dan kalusa

umum)

Review & Pembuatan kontrak Konsultan dan

Jasa Lainnya pada Perpres 70/2012

12.00-13.00 Makan siang Makan siang + Check Out

13.00 -14.30

Kedatangan (Check In)

&

Pendaftaran

Tahapan rencana Umum dan Mengidentifikasi Pokok

Pikiran

Penanganan berbagai masalah kontrak

14.30-15.00 Istirahat Istirahat

15.30-16.30 Peranan PPK,

Pengertian Negosiasi Penutup dan Pemberian Sertifikat

17.00-19.00 Istirahat Istirahat

(5)

5 LATAR BELAKANG

Peran Penyusunan Spesifikasi dan HPS dalam mencapai Prinsip - Prinsip Dasar Pengadaan Barang/Jasa (EFISIEN, EFEKTIF, TRANSPARAN, TERBUKA, BERSAING, ADIL, AKUNTABEL) sangat menentukan. Dalam banyak hal, penentuan spesifikasi juga berperan penting dalam membantu promosi dan mendorong penggunaan produk Indonesia.

Melalui pemahaman dasar-dasar hukum yang mengatur HPS, maka Pejabat Pengadaan tidak hanya competence, melainkan compliance (sesuai dengan peraturan yang berlaku) yang dalam hal ini Peraturan Presiden Nomor 70 Tahun 2012

Faktor yang penting dalam Penyusunan HPS adalah pemahaman akan Total Biaya Kepemilikan, sehingga dengan memahami ini, Pejabat Pengadaan akan memiliki kemampuan lebih baik dalam melakukan evaluasi Penyedia Barang/Jasa dari sisi biaya

TUJUAN

 Menyusun spesifikasi

 Melakukan kaji ulang spesifikasi

 Menyusun Harga Perkiraan Sendiri

 Memahami peraturan yang terkait dengan HPS

 Menyusun Spesifikasi

 Menghitung nilai uang dengan metode NPV

 Menghitung Total Biaya Kepemilikan dengan metoda NPV

 Menghitung HPS dengan berbagai metoda perhitungan HPS

MATERI & SUSUNAN ACARA

Waktu HARI-1 HARI-2 HARI-3

08.00-10.00 Pendahuluan

Proses Penyusunan Spesifisifikasi

Menghitung HPS untuk kasus Pengadaan Barang

10.00-10.30 Istirahat Istirahat

10.30-12.00 Konsep Total Biaya

Kepemilikan

Menghitung HPS untuk kasus Pengadaan Jasa Konsultan

dan Jasa Lainnya

12.00-13.00 Makan siang Makan siang + Check Out

13.00 -14.30

Kedatangan (Check In)

&

Pendaftaran

Metoda Penyusuna HPS &

Metoda survey harga Menghitung HPS Untuk kasus Pekerjaan Konstruksi

14.30-15.00 Istirahat Istirahat

15.30-16.30 Metode Analisis Harga Pokok

Penjualan (COGS) / Analisis Harga Satuan

Penutup dan Pemberian Sertifikat

17.00-19.00 Istirahat Istirahat

(6)

6

3. Teknik Evaluasi Dokumen Penawaran dalam Sistem Pengadaan Nasional

LATAR BELAKANG

Salah satu kunci sukses pengadaan adalah bagaimana panitia dapat melakukan evaluasi dokumen penawaran yang benar. Hal ini akan menghasilkan daftar singkat penyedia yang akan menjadi calon pemenang dalam proses lelang.

Pemahaman tentang konsep evaluasi dalam rangka memilih penyedia barang/jasa dan peserta dapat melaksanakan secara trampil menjadi kompetensi yang krusial .

Pelaksana dituntut untuk dapat melakukan evaluasi dokumen penawaran mulai dari persiapan hingga pembuatan berita acara pelaksanaan evaluasi dokumen penawaran dengan rapi dan benar.

TUJUAN

 Memahami konsep pelaksanaan evaluasi dalam proses pengadaan barang/jasa

 Memahami dan dapat melaksanakan persiapan yang diperlukan untuk melaksanakan evaluasi dokumen penawaran

 Memahami metode-metode evaluasi

 Mampu menetapkan unsur, sub-unsur, sub- subunsur yang digunakan untuk melaksanakan evaluasi dokumen penawaran.

 Mampu melaksanakan langkah-langkah pembuktian terhadap keabsahan dokumen penawaran yang dievaluasi.

 Mampu menyusun Berita Acara untuk evaluasi dokumen penawaran yang sudah dilaksanakan

MATERI & SUSUNAN ACARA

Waktu HARI-1 HARI-2 HARI-3

08.00-10.00 Pendahuluan

Merancang Pelaksanaan Evaluasi

Evaluasi Kualifikasi Evaluasi Dokumen

Administrasi

10.00-10.30 Istirahat Istirahat

10.30-12.00 Ketentuan Umum dalam

Pelaksanaan Evaluasi Evaluasi Dokumen Teknis Evaluasi Dokumen Biaya

12.00-13.00 Makan siang Makan siang + Check Out

13.00 -14.30

Kedatangan (Check In)

&

Pendaftaran

Evaluasi Pemilihan Penyedia Barang/Pekerjaan Konstruksi/Jasa Lainnya

Penentuan Hasil Evaluasi Dokumen Penawaran

Dan studi kasus

14.30-15.00 Istirahat Istirahat

15.30-16.30 Evaluasi Pemilihan

Penyedia Jasa Konsultansi

Penutup dan Pemberian Sertifikat

17.00-19.00 Istirahat Istirahat

(7)

7 LATAR BELAKANG

 Tuntutan menuju pengadaan yang kredibel menjadi tantangan besar pemerintah dan para ahli pengadaan

 E-procurement menjadi salah satu bentuk reform dari sisi infrastruktur sebagai bagian dari reformasi pengadaan nasional

 Tahun 2012 adalah tahun diwajibkannya e- procurement diseluruh K/L/D/I

 E-Procurement adalah proses pengadaan barang/jasa pemerintah yang pelaksanaannya dilakukan secara elektronik yang berbasis web/internet dengan memanfaatkan fasilitas teknologi komunikasi dan informasi.

 E-procurement secara signifikan akan meningkatkan kinerja, efektifitas, efisiensi, transparansi, akuntabilitas transaksi yang dilakukan,

TUJUAN

 Memberikan pemahaman tentang rencana penerapan e-procurement pemerintah

 Memahami filosofi dan strategi E- procurement

 Memahami kenapa e-procurement diperlukan

 Memahami bagaimana proses pengadan ditransfer menjadi business proses e-procurement

 Memahami teknologi dan

pendukung yang diperlukan untuk penerpaan e-procurement

 Memahami strategi implementasi e-procurement

 Mengetahu simulasi e-procurement pemerintah

MATERI & SUSUNAN ACARA

Waktu HARI-1 HARI-2 HARI-3

08.00-10.00 Pendahuluan

Menuju wajib E-procurement Nasional

Simulasi Pengadaan Barang pemerintah melaui e-procurement (1)

10.00-10.30 Istirahat Istirahat

10.30-12.00 Sistem dan Prosedur

E-procurement Pemerintah

Simulasi Pengadaan Pekerjaan Konstruksi melaui

e-procurement

12.00-13.00 Makan siang Makan siang + Check Out

13.00 -14.30

Kedatangan (Check In)

&

Pendaftaran

E-procurement teknologi dan business

process

Simulasi Pengadaan konsultan/jasa lainnya melalui e-procurement

14.30-15.00 Istirahat Istirahat

15.30-16.30

Persiapan dan Implementasi

e-procurement Penutup dan Pemberian Sertifikat

17.00-19.00 Istirahat Istirahat

(8)

8

5. Penerapan Strategi Pengadaan dan Pengadaan Tanpa Tender dalam Sistem Pengadaan Nasional

LATAR BELAKANG

Pengadaan merupakan cara atau media utama untuk mengeluarkan APBN dan APBD. Banyak pengadaan dilakukan tanpa melihat prioritas sehingga pada akhirnya pengadaan tidak memberi nilai tambah atau value for money yang tinggi. Para proses pengadaan banyak terjadi proses yang mengada-ada sehingga tidak tercapai tujuan pengadaan untuk mendapatkan barang/jasa yang tepat kualitas, tepat jumlah, tepat waktu, tepat sumber dan tepat harga.

Untuk melakukan pengadaan sehingga pengadaan sesuai dengan visi, misi dan tujuan K/L/D/I maka kita perlu menerapkan strategi pengadaan.

Strategi pengadaan akan menutut kita melakukan pengadaan sehingga pengadaan mencapai tujuan pengadaan. Pengadaan tanpa tender untuk kendaraan bermotor dan obat- obatan merupakan salah satu contoh penerapan strategi pengadaan terhadap barang yang standar & telah dimiliki kompetensi yg tinggi di pasar.

PESERTA

 Menelaah, Mengevaluasi dan Memberi masukan pd kebijakan dan pedoman pengaadaan barang & jasa organisasi.

 Merencanakan/menselaraskan kegiatan pengadaan sesuai dengan tujuan instansi/organisasi.

 Melakukan Pengelompokan atau pengkatergorian kebutuhan B/J berdasarkan besarnya belanja dan resiko/dampak/tingkat urgensi B/J terhadap organisasi.

 Melakukan analisa pasra penyedia B/J terutama untuk B/J yang prioritas keberadaanya tinggi terhadap organisasi.

 Menerapkan strategi pengadaan untuk masing-masing kategori B/J dengan besarnya nilai pengadaan dan resiko (prioritas pengadaan).

MATERI & SUSUNAN ACARA

Waktu HARI-1 HARI-2 HARI-3

08.00-10.00

Tujuan dan Strategi Pengadaan, Pengkategorian

B/J, Hubungan dgn Penyedia B/J & Jenis-jenis

Kontrak

Penerapan pengadaan khusus tanpa tender berdasarkan

Perpres 70/2012

10.00-10.30 Istirahat Istirahat

10.30-12.00 Analisa besaran belanja dan

resiko pengadaan

Case : Pengadaan langsung kendaraan bermotor berdasarkan Perpre 70/2012

12.00-13.00 Makan siang Makan siang + Check Out

13.00 -14.30

Kedatangan (Check In)

&

Pendaftaran

Analisa Penyedia Barang dan Jasa

Case : Pengadaan langsung obat-obatan berdasarkan Perpres 70/2012

14.30-15.00 Istirahat Istirahat

15.30-16.30

Dorongan & batasan penerepan strategi pengadaan, Penerapan

strategi pengadaan

Penutup dan Pemberian Sertifikat

17.00-19.00 Istirahat Istirahat

(9)

9 LATAR BELAKANG

 Dalam menuju pengadaan yang kredible pemerintah telah mengeluarkan Perpres 70/2012 sebagai pedoman baru pengadaan barang /jasa pemerintah.

 Salah satu tujuan dari Perpres ini adalah menyempurankan perpres 54/2010 sehingga diharapkan pengadaan dapat dilakukan dengan lebih efisien

 Pelatihan ini merupakan sosialisasi sekaligus merupakan bahan untuk konversi bagi yang sertifikatnya telah habis masa berlakunya.

 Sesuai dengan Perka LKPP NO 8/2010 pasal 30 disebutkan bahwa IAPI adalah institusi yang didukung pemerintah dalam meningkatkan kompetesni Ahli Pengadan Indonesia.

PESERTA

1. Penguna Anggaran (PA)/Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) K/L/D/I.

2. PPK dan Para Panitia Pengadaan.

3. Anggota ULP (Unit Layanan Pengadaan) dan LPSE (Layanan Pengadaan Secara Elektronik) 4. BUMN/BUMD dan para penyedia.

5. Para pejabat pengawas Internal Pemerintah (APIP).

INSTRUKTUR :

 Ir. Sutan S. Lubis MSc.

 Ir. Harmawan Kaeni

 Ir. Suranto

 Ir. Sudarisman

 Instruktur IAPI berpengalaman lainnya

MATERI & SUSUNAN ACARA

Waktu HARI-1 HARI-2 HARI-3

08.00-10.00 Perbedaan Perpres 54/2010

dan Perpres 70 Tahun 2012

Pengadaan Pekerjaan Konstruksi

10.00-10.30 Istirahat Istirahat

10.30-12.00

Ketentuan Umum Perpres 70 Tahun 2012 Tentang

pengadaan Barang/Jasa Pengadaan Jasa Konsultansi

12.00-13.00 Makan siang Makan siang + Check Out

13.00 -14.30

Kedatangan (Check In)

&

Pendaftaran

Persiapan pengadaan barang/jasa sesuai Perpres 70

Tahun 2012

Pengadaan B/J dengan Swakelola

14.30-15.00 Istirahat Istirahat

15.30-16.30

Pengadaan barang /Jasa lainnya pada Perpres 70

Tahun 2012

Penutup dan Pemberian Sertifikat

17.00-19.00 Istirahat Istirahat

Referensi

Dokumen terkait

6 Zuhairini, dkk.. kesanggupan-kesanggupan manusia itu dan menguji kesanggupan- kesanggupan itu dalam pekerjaan praktis. Pendidikan adalah alat kebudayaan yang paling

Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai cara pendekatan pemodelan numerik PLAXIS 2D dan 3D untuk menganalisis perpindahan lateral

Teknik pengolahan data yang dilakukan yaitu pemeriksaan (editing), (coding), dan tabulasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis tabel frekuensi

Penjadwalan ulang dengan merubah hubungan antar pekerjaan yang berdasarkan logika engineering dengan durasi setaip pekerjaan sama dengan durasi pada pekerjaan di

dikenal sebelumnya, dan ditemukan pada sebagian besar genus Shorea, sehingga penetapan strukturnya dilakukan dengan pembandingan data spektrum UV dan IR serta perbandingan

a. Apabial diriwayatkan oleh seorang perawi maka disebut hadis gharib.. Jika diriwayatkan oleh tiga orang atau lebih namun tidak sampai pada derajat mutawatir maka termasuk

Bahwa Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta harus memberikan pertimbangan serta alasan-alasan yang menjadi dasar putusannya tanpa harus mengambil alih dengan

Keunggulan menggunakan koefisien variasi Williamson didalam menjelaskan disparitas ialah mampu dijalankan untuk jumlah pengamatan kecil di dalam suatu wilayah atau di satu