• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan studi observasional

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan studi observasional"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

38 A. Desain Penelitian

Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan studi observasional untuk memberikan gambaran mengenai penelitian yang dilakukan dengan mengamati kondisi-kondisi yang terjadi melalui metode pengumpulan data observasi secara retrospektif. Disamping itu observasi ini juga menggunakan desain penelitian cross sectional untuk melihat faktor risiko suatu pajanan di tempat tertentu pada waktu tertentu.

B. Populasi dan Sampel Penelitian 1. Populasi

Populasi adalah keseluruhan objek penelitian atau objek yang diteliti (Notoadmodjo, 2010). Populasi pada penelitian ini adalah semua ibu yang mengalami kematian maternal di Kabupaten Bantul selama tahun 2010 sampai dengan tahun 2014 dan tercatat dinklalam data kematian maternal di Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul.

2. Sampel

Sampel adalah objek yang diteliti dan dianggap mewakili seluruh populasi (Notoadmodjo, 2010). Sampel pada penelitian ini adalah seluruh ibu yang meninggal akibat melahirkan (kematian maternal) di Kabupaten Bantul Tahun 2010 – 2014.

Agar karakteristik sampel tidak menyimpang dari populasi maka

ditetapkan beberapa kriteria inklusi dan eksklusi, yakni :

(2)

a. Kriteria inklusi

Kematian maternal di Kabupaten Bantul tahun 2010 – 2014.

b. Kriteria eksklusi

1) Kematian maternal yang tidak terdaftar di dinas Kabupaten Bantul.

2) Ibu hamil yang pindah dari Kabupaten Bantul.

C. Lokasi dan Waktu Penelitian 1. Lokasi

Penellitian ini dilakukan di Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

2. Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan selama 7 bulan dari bulan mei sampai dengan bulan november 2015.

D. Variabel

Variabel dalam penelitian ini adalah : 1. Variabel terikat

Variabel terikat (dependent) adalah variabel yang dipengaruhi oleh variabel bebas. Dalam penelitian ini variabel terikatnya adalah kematian maternal

2. Variabel bebas

Variabel bebas (independent) adalah variabel yang mempengaruhi

atau menyebabkan variabel tergantung. Dalam penelitian ini variabel

bebasnya adalah :

(3)

a. Komplikasi kehamilan b. Komplikasi persalinan c. Komplikasi nifas d. Usia Ibu

e. Paritas

f. Pemeriksaan antenatal g. Keterlambatan rujukan h. Tingkat pendidikan ibu i. Status pekerjaan ibu E. Definisi Operasional

Tabel 1. Definisi Operasional

Variabel Definisi Operasional Skala Pengukuran

Variabel Kematian

Maternal

Adalah kematian yang terjadi pada ibu selama hamil dan atau dalam 42 hari setelah berakhirnya kehamilan, disebabkan oleh komplikasi kehamilan, persalinan, dan nifas atau penanganannya dan penyakit yang diderita sebelum atau selama kehamilan, diperberat oleh kehamilan dan bukan kematian karena kecelakaan atau kebetulan.

Data diperoleh dari dokumen dinas kesehatan atau dari catatan medik.

Nominal (1) Ya (mengalami Kematian maternal) (2) Tidak (tidak mengalami kematian maternal ) Komplikasi

Kehamilan

Adalah komplikasi yang terjadi selama kehamilan terakhir, dapat berupa perdarahan, preeklamsia / eklamsia, infeksi, ketuban pecah dini. Data diperoleh dari dokumen dinas kesehatan atau dari catatan medik. Ibu hamil berisiko tinggi untuk mengalami kematian maternal bila terdapat komplikasi pada kehamilannya.

Nominal (1) ada (2) tidak ada

Komplikasi Persalinan

Adalah komplikasi yang terjadi selama proses persalinan berupa perdarahan, partus lama, infeksi, preeklamsia/ eklamsia, syok, kelainan plasenta, kelainan letak yang terjadi menjelang atau pada saat persalinan.

Nominal

(1) ada

(2) tidak ada

(4)

Data diperoleh dari dokumen dinas kesehatan atau dari catatan medik. Ibu hamil berisiko tinggi untuk mengalami kematian maternal bila terdapat komplikasi persalinan.

Komplikasi nifas

Adalah komplikasi yang terjadi dalam waktu 42 hari setelah berakhirnya kehamilan, berupa infeksi nifas, preeklamsia/ eklamsia, perdarahan pada masa nifas. Data diperoleh dari dokumen dinas kesehatan atau dari catatan medik. Ibu hamil berisiko tinggi untuk mengalami kematian maternal bila terdapat komplikasi nifas.

Nominal (1) ada (2) tidak ada

Usia Ibu Adalah usia ibu saat kehamilan terakhir.

Data diperoleh dari dokumen dinas kesehatan atau dari catatan medik. Usia dihitung dalam tahun berdasarkan ulang tahun terakhir. Ibu hamil berisiko tinggi untuk mengalami kematian maternal bila ibu berusia kurang dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahun

Rasio

Paritas Adalah jumlah persalinan yang pernah dialami ibu. Data diperoleh dari dokumen dinas kesehatan atau dari catatan medik. Ibu hamil berisiko pada paritas ≤ 1 (belum pernah/ baru melahirkan pertama kali) atau paritas lebih dari empat.

Rasio

Pemeriksaa an

Antenatal

Adalah pemeriksaan yang dilakukan pada ibu selama masa kehamilan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Data diperoleh dari dokumen dinas kesehatan atau dari catatan medik. Pemeriksaan antenatal disebut baik bila ibu hamil memeriksakan kehamilannya minimal 4 kali dengan standar 7T oleh tenaga kesehatan.

Sebaliknya bila salah satu atau lebih tidak dilakukan maka pemeriksaan antenatal disebut tidak baik.

Nominal (1) Tidak baik (2) Baik

Keterlamba tan

Rujukan

Adalah keterlambatan pemindahan ibu bersalin pada saat terjadi komplikasi selama kehamilan, persalinan atau nifas, ke tempat pelayanan kesehatan yang lebih lengkap peralatan, dengan tenaga penolong yang lebih ahli. Tempat rujukan adalah rumah sakit dan sebab merujuk karena terdapat

Nominal

(1) Terlambat

(2) Tidak

terlambat

(5)

masalah medik / komplikasi pada saat kehamilan, persalinan atau nifas. Data diperoleh dari dokumen dinas kesehatan atau dari catatan medik. Ibu hamil berisiko mengalami kematian maternal bila dalam pelaksanaan rujukan mengalami setidaknya salah satu dari tiga keterlambatan, yaitu keterlambatan dalam pengambilan keputusan untuk dirujuk, keterlambatan dalam mencapai tempat rujukan dan keterlambatan memperoleh pelayanan di tempat pelayanan kesehatan rujukan.

- Keterlambatan pengambilan keputusan untuk dirujuk : Disebut terlambat apabila keputusan untuk dirujuk diambil dalam waktu > 30 menit.

- Keterlambatan mencapai tempat rujukan : Disebut terlambat apabila waktu yang diperlukan untuk mencapai tempat pelayanan kesehatan rujukan > 2 jam.

- Keterlambatan memperoleh pelayanan di tempat pelayanan kesehatan rujukan : Disebut terlambat apabila setelah penderita tiba di tempat pelayanan kesehatan rujukan, penderita baru memperoleh pelayanan setelah > 30 menit.

Pendidikan ibu

Pendidikan formal terakhir yang pernah dijalani ibu sampai saat persalinan terakhir.

Data diperoleh dari dokumen dinas kesehatan atau dari catatan medik. Ibu hamil berisiko bila memiliki pendidikan formal kurang dari 9 tahun atau tidak pernah menempuh pendidikan formal sama sekali.

Rasio

Status pekerjaan Ibu

Adalah kegiatan yang dilakukan selain sebagai ibu rumah tangga dalam kurun waktu kehamilan sampai persalinan. Data diperoleh dari dokumen dinas kesehatan atau dari catatan medik. Ibu hamil berisiko tinggi bila selain sebagai ibu rumah tangga, ibu juga bekerja di luar rumah, yang memerlukan beban tenaga atau pikiran selama masa kehamilan.

Nominal

(1) Bekerja

(2) Tidak bekerja

(6)

F. Instrumen Penelitian

1. Data kematian maternal di Kabupaten Bantul 2010-2014.

2. Data penyebab dan proses terjadinya kematian maternal.

3. Data pribadi dan semua informasi yang tercatat di dinkes dan puskesmas yang dapat membantu jalannya penelitian.

G. Cara Pengumpulan Data

Data yang akan dikumpulkan adalah data sekunder. Data sekunder adalah data yang didapatkan dari Dinas Kesehatan dan Badan Statistika Kabupaten Bantul dengan cara retrospektif kemudian diolah dan dilakukan uji statistik dan digunakan untuk pelakasanaan dan melengkapi penelitian. Data sekunder dalam penelitian ini berupa rekap kematian maternal di Kabupaten Bantul tahun 2010-2014.

H. Pengolahan Data

Tahap – tahap pengolahan data : 1. Cleaning

Data yang telah dikumpulkan dilakukan cleaning (pembersihan data) yaitu sebelum dilakukan pengolahan data, data terlebih dahulu diperiksa agar tidak terdapat data yang tidak diperlukan dalam analisis.

2. Editing

Setelah dilakukan cleaning kemudian dilakukan editing untuk

memeriksa kelengkapan data, kesinambungan dan keseragaman data

sehingga validitas data dapat terjamin.

(7)

3. Coding

Coding dilakukan untuk memudahkan dalam pengolahan data.

4. Entry Data

Yaitu memasukkan data ke dalam program komputer untuk proses analisis data.

I. Langkah – Langkah Penelitian

Langkah pertama penulis mengumpulkan data dari pihak terkait, setelah itu peneliti melakukan pengecekan kriteria inklusi dan ekslusi untuk memastikan bahwa data - data lengkap dan selanjutnya melakukan analisis data.

Tabel 2. Jadwal Kegiatan Penelitian

No Kegiatan Bulan

Keterangan 5 6 7 8 9 10 11

1. Penyelesai an proposal KTI

Proposal KTI telah disetujui dan diseminarkan

2. Penentuan sampel

Seluruh kematian

maternal di

kabupaten Bantul tahun 2010-2014 3. Pengambil

an data

Meminta dan

mengambil data penelitian kepada pihak terkait

4. Menganali sis data

Analisis data menggunakan

software uji korelasi 5. Penyelesai

an laporan akhir

Menyelesaikan

semua penelitian

untuk pembuatan

KTI sebagai syarat

kelulusan S1

(8)

J. Analisis Data

Hasil pengumpulan data kemudian diolah dengan menggunakan software SPSS versi 15 analisis data uji korelasi untuk menguji hipotesis

hubungan faktor – faktor risiko terhadap kematian maternal dan untuk mengetahui pengaruh secara bersama – sama variabel independen terhadap variabel dependen, dan variabel independen mana yang paling besar pengaruhnya terhadap variabel dependen dengan menggunakan uji regresi logistik.

K. Etika Penelitian

Semua data yang didapat akan dijaga kerahasiaannya oleh peneliti dan

pada saat publikasi penelitian tidak menampilkan identitas termasuk nama dan

alamat.

Gambar

Tabel 2. Jadwal Kegiatan Penelitian

Referensi

Dokumen terkait

Pelayanan persalinan tingkat lanjutan adalah pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan spesialistik untuk pelayanan kebidanan dan bayi baru lahir kepada ibu hamil,

Mengingat pentingnya derajat kesehatan ibu maka tenaga kesehatan kususnya bidan dalam mengurangi resiko komplikasi yang mungkin terjadi selama kehamilan, persalinan,

Pengambilan sampel dilakukan dengan cara pengambilan jaringan plasenta, sebanyak 20 sampel jaringan penderita PJT dan 20 sampel jaringan plasenta kehamilan normal

Ibu hamil berhak mendapatkan pelayanan yang cepat dan tepat dari tenaga kesehatan bila terjadi komplikasi dalam kehamilan, persalinan dan nifas dengan meningkatkan peran

Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Wibawa P, pada penderita anemia penyakit kronis, bahwa tidak diperoleh hasil yang signifikan antara IL-6 dengan serum besi

Materi kelas ibu hamil pertemuan IV Pencegahan penyakit, komplikasi kehamilan, persalinan dan nifas agar ibu dan bayi sehat Tanda bayi lahir sehat Perawatan bayi baru lahir

Inoh Dapat mempertahankan mutu pelayanan khususnya dalam memberikan standar pelayanan asuhan pada kehamilan, persalinan nifas dan bayi baru lahir pelayanan ibu nifas serta konsisten

5.2.5 Bagi TPMB Dapat mempertahankan mutu pelayanan khususnya dalam memberikan standar pelayanan asuhan pada kehamilan, persalinan nifas dan bayi baru lahir serta pelayanan ibu nifas