• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI SYAJA’AH MELALUI PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING PADA SISIWA KELAS XI SMK NEGERI 1 SELAYAR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI SYAJA’AH MELALUI PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING PADA SISIWA KELAS XI SMK NEGERI 1 SELAYAR"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI SYAJA’AH MELALUI PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING PADA SISIWA KELAS XI

SMK NEGERI 1 SELAYAR

ROSPIANA

Pendidikan Profesi Guru, IAIN Palangka Raya Email : [email protected]

ABSTRAK

Pendidikan Agama Islam merupakan salah satu mata pelajaran wajib dalam kurikulum SMK. Hal ini menuntut siswa untuk giat dalam belajar Pendidikan Agama Islam. Aktivitas belajar siswa kelas XI SMK Negeri 1 Selayar masih rendah, diperkirakan penyebabnya adalah model pembelajaran yang diterapkan kurang memotivasi siswa untuk lebih aktif mengembangkan kemampuan berpikir dalam mengikuti pelajaran, dan kurang terampilnya siswa dalam menyelesaikan masalah Pendidikan Agama Islam yang berhubungan dengan kehidupan sehari- hari. Salah satu alternatif untukmengatasi permasalahan ini adalah penggunaan model pembelajaran berbasis masalah dalam kegiatan pembelajaran.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan model problem based learning pada siswa kelas XI SMKN 1 Selayar dan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar setelah penerapan Problem based learning.

Penelitian ini dirancang dan dilaksanakan menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan sebanyak 2 siklus. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMK Negeri 1 Selayar yang berjumlah 12 siswa. Objek penelitian ini adalah aktivitas siswa belajar Pendidikan Agama Islam siswa kelas XI SMK Negeri 1 Selayar. Teknik pengumpulan data berupa observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik persentase dan statistik deskriptif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran Problem Based Leaning (PBL) dapat meningkatkan aktivitas siswa belajar Pendidikan Agama Islam siswa. Aktivitas siswa selama penerapan model pembelajaran Problem Based Leaning (PBL) telah menunjukkan peningkatan dari siklus I ke siklus II pada aspek pengamatan aktivitas siswa belajar siswa pada siklus I mencapai 70,93% dan setelah siklus II mencapai 84,33%.

Kata Kunci : Hasil Belajar,Problem Based Learning dan materi Syaja’ah

(2)

PENDAHULUAN

Pendidikan merupakan hal penting yang harus diraih oleh setiap manusia.

melalui pendidikan manusia di harapkan dapat berkembang di dalamnya. Arti pendidikansecara umum yaitu mempunyai makna penting dari suatu proses kehidupan dalam mengembangkan diri dan melangsungkan hidupnya dan menempatkan seseorang dalam derajat yang baik. Proses pendidikan itu berlangsung seumur hidup sehingga sangat penting peranan keluarga bagi anak terutama pada orang tua. Orang tua disini harus mendidik anaknya dengan penuh kasih sayang, karena dengan kasih sayang anak akan lebih dekat dengan orang tua dan orang tua pun akan lebih mudah meberikan materi atau nasehat kepada anak

Dewasa ini Indonesia menerapakan sistem otonomi sesuai dengan acuan yang telah diberikan yaitu Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan pemerintahan Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 yang mengatur tentang pelaksanaan pendidikan secara otonomi yang berarti setiap sekolah di daerah berhak menggunaan metode, strategi, dan bahkan penggunaan media pembelajaran yang dianggap lebih dibutuhkan sesuai dengan karakteristik siswa selama proses pembelajaran berlangsung.

Proses pembelajaran merupakan salah satu upaya untuk mengembangkan aktivitas dan kreativitas peserta didik melalui interaksi dan pendekatan yang diberikan oleh guru untuk pengembangan kreativitas peserta didik. Namun pada kenyataannya guru lebih menekankan kegiatan pembelajaran dalam ranah kognitif saja sehingga aspek-aspek lainnya seperti ranah afektif dan psikomotorik kurang mendapatkan perhatian oleh guru dan peserta didik hanya memfokuskan pembelajarannya pada taraf pengetahuan saja.

Pemahaman siswa pada mata pelajaran pendidikan agama islam (PAI) belum mencapai standar yang diinginkan, mereka sulit untuk memahami materi karena terlalu banyak teori yang disampaikan oleh guru masih banyak siswa yang mendapatkan nilai di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM).

Melihat berbagai permasalahan yang terdapat di SMKN 1 Selayar, maka perlu diadakan penelitian dengan memfokuskan pada strategi yang digunakan dalam

(3)

Sehubungan dengan hal tersebut, salah satu strategi pembelajaran yang efektif digunakan yaitu strategi pembelajaran Problem Basic Learning. Model Problem Based Learning atau pembelajaran berbasis masalah adalah model pengajaran yang bercirikan adanya permasalahan nyata sebagai konteksuntuk parapeserta didik belajar berfikir kritis dan keterampilan memecahkan masalah serta memperoleh pengetahuan.

Problem Based Learning juga dapat menambah kreativitas siswa serta memudahkan siswa dalam menyerap materi pelajaran sehingga mudah dipahami oleh siswa melalui proses penggambaran Problem Based Learning.

Sebab, dengan menggunakan model Problem Based Learning yang menggunakan bahasa gambar dapat membantu siswa dalam menyusun, mengembangkan, dan mengingat informasi yang telah dipelajari sehingga proses pembelajaran di kelas akan lebih menyenangkan. Harapannya agar siswa bisa menangkap dan memahami materi yang diberikan dengan mudah melalui sebuah video,gambar dan tulisan.

Adapun beberapa hasil penelitian yang telah berhasil dalam penelitian tentang penerapan model Problem Based Learning (PBL) dalam meningkatkan hasil belajar siswa yaitu : pertama Baqiyatus Sawab dalam skripsinya menyimpulkan model Roblem Based Learning terbukti dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di MI MATHLA’UL ANWARSINDANG SARI LAMPUNG SELATAN.

Kedua Ade Romadoni dalam skripsinya disimpulkan bahwa model Problem Based Learning terbukti dapat meningkatkan hasil belajar siswa di SMK NU UNGARAN.

Ketiga Mutawali dalam skripsinya disimpulkan bahwa model problem based learning terbukti dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika di kelas V MI NURUL ISLAM SEKARBELA MATARAM.

Berdasarkan latar belakang diatas maka peneliti mengambil judul :

“Peningkatan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Syaja’ah Melalui Penerapan Model Problem Based Learning Pada Siswa Kelas XI SMK Negeri 1 Selayar “.

(4)

METODOLOGI PENELITIAN

Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas, dilaksanakan sebagai strategi pemecahan masalah dengan memanfaatkan tindakan nyata, kemudian merefleksi terhadap hasil tindakan.Penelitian ini dilaksanakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi syaja’ah kelas XI SMKN 1 Selayar.

Desain penelitian yang dilakukan mengacu pada model Problem Based Learning. Tahapan- tahapan kegiatan dalam Penelitian Tindakan Kelas adalah 1) Perencanaan, 2) Tindakan, 3) Pengamatan, dimana tahapan dilakukan dalam dua siklus (Siklus I dan Siklus II). Desain penelitian diilustrasikan pada gambar dibawah.

Gambar 1.1

Pada tahap perencanaan peneliti menyiapkan segala macam perangkat, bahan, dan media pembelajaran guru untuk mendukung proses pembelajaran yang akan berlangsung saat penelitian. Pada kegiatan penelitian tahapan siklus I ini, peneliti bertindak sama seperti guru. Pada kegiatan siklus I peneliti menggunakan strategi pembelajaran Problem Based Learning karena peneliti mengharapkan proses pembelajaran yang menyenangkan yaitu yang sesuai dengan rencana pembelajaran yang telah dibuat oleh peneliti pada tindakan yang diadakan di siklus I.

Hasil Pengamatan pada proses pembelajaran pada siklus I dapat diketahui bahwa :

(5)

A. Subjek Penelitian

Sebagai subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI tahun ajaran 2022/2023 dengan jumlah siswa sebanyak 15 orang siswa yang terdiri dari 5 siswa laki-laki dan 10 siswa perempuan.

B. Analisis Data

Analisis data merupakan cara yang digunakan dalam pengolahan data yang berhubungan erat dengan rumusan masalah yang telah diajukan pada bab 1 sehingga dapat digunakan untuk menarik kesimpulan. Data yang diperoleh akan diolah dan dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif yaitu :

1. Data Kuantitatif

Data kuantitatif ini merupakan data perolehan dari hasil analisis tes baik pre-tes maupun posttes yang akan dideskripsikan. Dalam hal ini peneliti menggunakan analisis statistic deskriptif dengan cara mencari nilai rata – rata pendidikan agama islam materi berpikir kritis dan demokratis (kognitif), dan keterampilan (psikomotorik) siwa terhadap materi pembelajaran.perolehan dan persentase hasil belajar siswa.

2. Data kualitatif

Data ini merupakan informasi yang berbentuk kalimat yang memberikan gambaran tentang tingkatpemahaman siswa terhadap materi pembelajaran.

HASIL PENELITIAN

Dalam hal ini dilakukan analisis hasil pemahaman siswa dari materi yang dipelajari untuk tiap siklusnya serta analisis hasil observasi kegiatan awal dan hasil tes tiap siklusnya. Penerapan model ini sudah dibuktikan dengan pendapat dari sebagian tokoh pendidikan yaitu Problem Based Learning juga mengembangkan pemikiran pada tingkat yang lebih tinggi, artinya tidak hanya terbatas pada meningkatkan pengetahuan melainkan juga mengembangkan kemampuan dan siswa dalam mengatasi pemecahan masalahan. Adapun hasil tes pada tiap siklus dan tingkat pemahamansiswa pada tiap siklus dapat dilihat pada tabel berikut.

(6)

Daftar Tabel Hasil Belajar pada siklus I

No Nama Kelas Nilai Tuntas/Tidak Tuntas

1 AH XI AKL 80 Tuntas

2 AW XI AKL 80 Tuntas

3 AA XI AKL 85 Tuntas

4 ES XI AKL 85 Tuntas

5 FB XI AKL 67 Tidak Tuntas

6 FK XI AKL 67 Tidak Tuntas

7 HS XI AKL 80 Tuntas

8 IA XI AKL 65 Tidak Tuntas

9 MS XI AKL 80 Tuntas

10 MS XI AKL 65 Tidak Tuntas

11 MT XI AKL 80 Tuntas

12 MI XI AKL 80 Tuntas

13 NM XI AKL 67 Tidak Tuntas

14 NS XI AKL 80 Tuntas

15 SR XI AKL 80 Tuntas

Total 1.064

Rata-Rata 70,93

Daftar Tabel Hasil Belajar pada siklus II

No Nama Kelas Nilai Tuntas/Tidak Tuntas

1 AH XI AKL 90 Tuntas

2 AW XI AKL 85 Tuntas

3 AA XI AKL 90 Tuntas

4 ES XI AKL 85 Tuntas

5 FB XI AKL 80 Tuntas

6 FK XI AKL 80 Tuntas

7 HS XI AKL 85 Tuntas

8 IA XI AKL 80 Tuntas

(7)

13 NM XI AKL 80 Tuntas

14 NS XI AKL 85 Tuntas

15 SR XI AKL 90 Tuntas

Total 1.265

Rata-Rata 84,33

Kriteria

Siklus I Siklus II

Jumlah Peserta Didik

Persen Jumlah Peserta

Didik Persen Tuntas

Nilai >70 10 66,7% 15 100%

Tidak Tuntas

Nilai <70 5 33,3% - 0%

Jumlan 15 100% 15 100%

(8)

KESIMPULAN

Berdasarkan Penelitian Tindakan Kelas yang telah dilaksanakan oleh peneliti, maka kesimpulan yangdiperoleh antara lain :

1. Kondisi aktivitas dan belajar siswa dikelas XI AKL 2 SMKN 1 SELAYAR pada materi Syaja’ah setelah diterapkan Problem Based Learning mengalami peningkatan, sehingga mencapai kriteria sangat aktif. Aktivitas siswa pada siklus 1 dari 70 % , meningkat pada siklus II menjadi 84 %.

2. Aktivitas dan belajar siswa kelas XI AKL 2 SMKN 1 SELAYAR pada materi Syaja’ah melaluimodel Problem Based Learning mengalami peningkatan, hingga mencapai kriteria sangat aktif. Hasil belajar siswa pada siklus I ketuntasan klasikalnya dari 70,93 %, meningkat pada siklus II menjadi 84,33

%.

SARAN

Untuk meningkatkan proses pembelajar dan kualitas belajar siswa, maka pihak guru danpeneliti perlumelakukan sebagai berikut :

1. Penggunaan media dalam proses pembelajaran perlu ditingkatkan seperti penanyangan video ataupunhal-hal yang berkenan dengan materi pembelajaran.

2. Perlu adanya evaluasi yang beragam dari guru dan adanya pembelajaran yang kreatif dan inovatifsehingga siswa tidak bosan dalam mengikuti pembelajaran

(9)

DAFTAR PUSTAKA

Aspek Kognitif pada Kemampuan Belajar Siswa Lambat Belajar (Slow Learner) di SD Ngemplak Nganti Sleman” Skripsi, Yogyakarta: UIN

SunanKalijaga.

Chomaidi dan Salamah. (2018). Pendidikan dan Pengajaran: Strategi

Pembelajaran Sekolah. Jakarta: Grasindo. Undang-Undang SISDIKNAS Sistem Pendidikan Nasional. (2015). Bandung:Fokus Media.

Isnaini, Yulinda. (2017) “ Pengaruh Strategi Pembelajaran Problem Basic Learning Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Mata Pelajaran Sejarah kebudayaan Islam Kelas IV di MIN 2 Bandar Lampung “ Skripsi, Lampung: UIN RadenIntan,

Nazarudin. (2007). Manajemen Pembelajaran. Yogyakarta: Teras

Prihatini, Yoni, Imalia. (2013). “Penggunaan Strategi Problem Basic Learning Dalam pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di Madrasah

Tsanawiyah Negeri Sumbergiri, Gunungkidul”. Skripsi, Yogyakarta:

UIN Sunan Kalijaga.

Prihatinningsih, Marheni. (2012). “Peranan Metode Problem Basic Learning untuk Meningkatkan Pemahaman Materi Pembelajaran IPS pada Siswa Kelas 7-F SMP 15 Yogyakarta” Skripsi, Yogyakarta: Universitas Negeri YogyakartaFahda, Anna. (2016). “ Efektivitas Metode Problem Basic Learning DalamMeningkatkan

Sholihah, Mar’atus. (2015). “ Penerapan Model Pembelajaran Problem Basic Learning untuk Meningkatkan kreativitas dan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ekonomi Kelas X IPS di SMA Negeri 8 Malang Semester Genap Tahun Ajaran 2013/2014, Prosiding Semiar Nasional

PendidikanEkonomi & Bisnis. Solo : Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Referensi

Dokumen terkait

Seperti yang dipaparkan dikesimpulan tingkat pelayanan jalan berada pada tingkat F diakibatkan oleh adanya hambatan – hambatan yang besar, Dari hasil analisa

Penambahan dosis pupuk kandang ayam pada berbagai taraf perlakuan menjadi tidak berbeda nyata karena didalam tanah sudah terdapat kandungan nutrisi yang menunjang

[r]

Laporan Kinerja Universitas Andalas Tahun 2016 46.. 1) Jumlah Kerjasama dengan Lembaga Internasional yang aktif pada tahun berjalan. Adalah kerjasama yang dilakukan

Selain kemampuan kerja, kinerja tidak terlepas dari pengaruh motivasi, baik motivasi yang berasal dari dalam diri karyawan itu sendiri (intrinsik) ataupun motivasi

(1) Dalam keadaan penyelenggara telekomunikasi khusus untuk keperluan pertahanan keamanan negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (3) huruf b belum atau tidak mampu

Perzinaan adalah sebuah tindakan hubungan intim selayaknya pasangan suami istri yang dilakukan oleh laki-laki dan perempuan yang belum menikah atau sudah menikah

Hasil penelitian memperlihatkan hasil bah- wa keluarga penderita yang mengalami gangguan jiwa sebagian besar (85%) bekerja, secara umum pekerjaan ini berhubungan dengan