34 BAB IV
HASIL PENELITIAN
Dalam penelitian ini penulis berupaya untuk menjawab rumusan masalah yakni strategi program Way Out Life Channel dalam mempertahankan rating.
Berdasarkan rumusan masalah tersebut, pada bab ini peneliti akan menjelaskan secara detail bagaimana strategi program Way Out Life Channel dalam mempertahankan rating. Penulis akan menjelaskan bagaimana tahap perencanaan program, produksi dan pembelian program, eksekusi program, serta pengawasan dan evaluasi program.
4.1 Profil MNC Channels dan Life Channel
Sumber : Life Channel
4.1 Lambang MNC Channel dan Life Channel
MNC media merupakan perusahaan media terbesar se Asia Tenggara yang dinaungi oleh MNC Group. Bisnis MNC Channels merupakan salah satu business MNC Media yang bergerak dalam konten channel televisi berbayar di Indonesia. Kantor MNC Channel berada di MNC Studio, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Executive Chairman pada saat ini adalah Hary Tanoesoedibjo dengan Chairwomannya yakni Liliana Tanoesoedibjo. Secara spesifik channel yang beragam ini ditayangkan dengan tayangan program-program yang sangat fokus terhadap segmentasi penonton.
35 4.1.1. Sejarah Life Channel
Life channel merupakan channel televisi berbayar dengan tayangan rohani Kristen dan Katolik. Pada tanggal 10 Februari 2010, Life channel untuk pertama kali tayang di channel televisi berbayar. Channel ini menayangkan full 24 jam dengan konten-konten kerohanian. Life channel dibangun atas kerinduan hati Bapa Rudy Tanoesoedibjo dan sang Adik Hary Tanoesoedibjo. Bapak Roedy Tanoesoedibjo dan Hary Tanoesoedibjo menayangkan tayangan rohani Kristen dan Katolik dibawah naungan Pay Tv yakni Indovision atau yang sekarang dikenal dengan MNC-Vision Network.
4.2.1. Visi dan Misi Life Channel
Pada suatu perusahaan atau lembaga pasti memiliki visi dan misi demi tercapainya tujuan atau goals perusahaan. Visi dan misi dibuat sebagai acuan atau motivasi dalam mencapai target atau tujuan yang baik bagi perusahaan. Visi dan misi sangat penting bagi perusahaan karena visi dan misi merupakan fondasi agar perusahaan tersebut dapat berdiri dengan kokoh.
Maka dari itu Life channel memiliki visi dan misi agar dapat berjalan dengan baik dan sesuai tujuan. Visi Life Channel yakni Menjalankan Amanat Agung dengan menyediakan konten yang setia kepada ajaran Kristus dan dapat relevan bagi kehidupan manusia setiap masa. Misi Life Channel yakni Kepanjangan tangan Kristus dalam menyediakan konten kristiani terpercaya bagi Indonesia. Selain memiliki visi serta misi, Life channel juga memiliki slogan “Living a Victorius Life”
yang artinya menjalani hidup penuh kemenangan di dalam Tuhan.
36 4.3.1. Management
4.3.2. Struktur Organisasi Life Channel
37 4.2. Konsep Strategi Program
Strategi program sangat penting bagi channel televisi, karena strategi program lah yang menentukan keberhasilan suatu program.
Program acara perlu dikemas secara menarik agar dapat menarik audience, maka diperlukan strategi program. Strategi program merupakan langkah awal yang terdiri dari perencanaan program, produksi dan pembelian program, eksekusi program, dan pengawasan dan evaluasi program. hal tersebut dilakukan agar penayangannya dapat menghasilkan dampak yang optimal.
4.2.1. Tahap Perencanaan Program
Berdasarkan hasil wawancara bersama Produser Way Out Maria Flo, mengatakan bahwa dalam merencanakan suatu program itu harus berdasarkan trend masa kini, agar dapat memenuhi kebutuhan penonton dan dapat menarik minat penonton untuk menonton siaran acara. Tim programming dan produser melihat bahwa podcast lah yang sedang digemari oleh anak muda, maka mereka membuat program podcast.
“…Way Out terbentuk saat kita sudah mulai memikirkan program terupdate, kayak tahun 2020-2021 orang mulai heboh dengan podcast, akhirnya kita mikirin gimana kita bikin 1 program yang tampilanya seperti podcast, maka kita bikin lah program Way Out ini yang bentuknya podcast dan segmentnya untuk anak muda, karena kita juga untuk segmen youth nya itu kurang…” (Maria Flo, Produser Way Out pada tanggal 09 November 2022)9
“… Dalam perencanaan, pertama kita mencari tau dulu kita kekurangan materi apa, lalu kita tahu nih
9 Wawancara dengan Produser Way Out Maria Flo pada tanggal 09 November 2022 pukul 10.00 WIB di MNC Studios
38
ternyata kita kurang materi youth. Terus setelah tau kalau kita kurang materi youth kita cari lagi trendnya tuh sekarang apa, lalu yang dicari-cari untuk orang nonton itu seperti apa, apalagi pada saat itu pandemi kan orang lebih sering di rumah, kegiatan semua di rumah dan serba digital, jadi kita kepikiran podcast itu. Kita pada saat ngerancang itu duduk bareng sama programming, kita tentukan bentuk format materinya seperti apa, target audiencenya siapa, judul-judul nya apa saja, dan host
serta narasumbernya siapa. Nah kita kan tau ni materi dan targetnya youth, kita riset tentang youth, tema-tema awal itu pertama kita bikin kenapa anak muda menjauh dari gereja. Lalu kita bagi ke dalam beberapa episode di season pertama. Pada saat season pertama itu kita pilih Pastor Yerry dan Margareth karena Ps. Yerry itu beliau rangkumannya tuh lebih mendekat ke anak muda sama si Margareth juga masih host yang baru nyemplung lagi jadi host, karena sebelumnya penyanyi yang digemari anak muda, makanya kita pilih Margareth untuk menarik minat tonton anak muda. Episode yang dipilih pada perdana season 1 itu lebih gimana anak muda bisa berada di gereja lagi.” (Maria Flo, Produser Way Out pada tanggal 09 November 2022)10
Berdasarkan hasil wawancara di atas dalam perencanaan harus dilakukan riset terlebih dahulu baik dari kebutuhan konten channel maupun kebutuhan penonton agar tepat sasaran serta dapat ditonton oleh banyak orang. Hal yang perlu diperhatikan pada saat merencanakan suatu program yakni trend, format materi, target audience, judul dan tema yang akan dibahas, host serta narasumber. Semua itu penting untuk dipersiapkan agar
10 Wawancara dengan Produser Way Out Maria Flo pada tanggal 09 November 2022 pukul 10.00 WIB di MNC Studios
39
konten dapat disukai oleh masyarakat dan dapat tepat sasaran. Dalam memilih host serta narasumber juga harus tepat, karena host memiliki peran untuk menarik penonton.
“... Perencanaan jangka pendek, rencananya Way Out ini kita akan masuk season 4, dan rencananya akan diganti lagi hostnya. Kalau untuk perencanaan menengahnya kurang lebih kita akan bikin tema-tema atau ada narasumber yang datang ke studio untuk wawancara atau dia cerita pengalamannya langsung, kan selama ini host dan narasumbernya aja, nah kita mencoba untuk bisa datengin orang sedang mengalami masalah terus dia cerita disitu terus minta solusinya disitu…”(Maria Flo, Produser Way Out pada tanggal 09 November 2022)11 Berdasarkan wawancara diatas, Produser Way Out memiliki perencanaan untuk program Way Out ini antara lain mengganti host dan mengubah alur shooting yang semula hanya host dan narasumber saja menjadi host, narasumber, dan tamu yang ingin menceritakan masalahnya, hal ini diharapkan agar Way Out dapat semakin menjadi petunjuk jalan keluar dari masalah yang sedang dihadapi oleh tamu tersebut maupun penontonnya.
“...Untuk perencanaan jangka panjangnya si ada ya untuk kita live streaming, tapi untuk kita siaran langsung di Life channels masih banyak kendala kru nya kurang, kapasitas dari studionya belum memadai untuk kita
11 Wawancara dengan Produser Way Out Maria Flo pada tanggal 09 November 2022 pukul 10.00 WIB di MNC Studios
40
live…”(Maria Flo, Produser Way Out pada tanggal 09 November 2022)12
Berdasarkan wawancara diatas, Produser Way Out tidak hanya memiliki perencanaan jangka pendek dan menengah saja, tetapi memiliki perencanaan jangka panjang yaitu tayang secara live, namun masih banyak kendala yang dipikirkan mengenai tenaga kerja yang sangat kurang serta kapasitas studio yang belum mendukung.
4.2.2. Tahap Produksi dan Pembelian Program
Pada tahap produksi, tim creative harus mempersiapkan dan memenuhi segala kebutuhan shooting baik itu kebutuhan alat-alat dan properti maupun kebutuhan materi shooting. Segala hal harus dilakukan dan dipenuhi oleh tim creative agar shooting berjalan dengan lancar serta hasil yang didapat untuk ditayangkan itu bagus dan mendapatkan banyak penonton. Salah satu yang penting dalam tahap produksi ini yaitu mencari materi atau tema yang akan dibahas.
Pada Life Channel, tidak ada pembelian program dikarenakan Life Channel merupakan channel berbayar. Namun di Life Channel memberikan wadah untuk menayangkan konten secara gratis. Semua konten yang diproduksi Life Channel sendiri dibuat oleh tim produksi Life Channel itu sendiri.
“… Dalam tahap produksi itu kita booking alat, terus properti yang akan kita gunakan, nah itu semua diambil biasanya H-1 shooting atau waktu hari H shooting.
Selain itu juga kita harus pesan Catering untuk konsumsi kru, host dan narasumber, terus kita juga cari judul dan materi yang akan dibahas mau seperti apa atau mau bahas
12 Wawancara dengan Produser Way Out Maria Flo pada tanggal 09 November 2022 pukul 10.00 WIB di MNC Studios
41
apa. Nah kan shootingnya itu kadang di studio kadang juga di luar, kalau di luar itu biasanya cari-cari lokasi mana yang cocok untuk shooting Way Out, kita survey dulu tempatnya.
Kalau di luar biasanya kita ada negosiasi ke yang punya tempat feedback dari kita untuk mereka itu apa begitupun sebaliknya…” (Yulianti Aritonang, Kreatif WayOut pada tanggal 09 November 2022)13
Berdasarkan wawancara diatas, tim creative pada saat tahap produksi harus menyiapkan semua perlengkapan shooting mulai dari alat shooting, properti, konsumsi, tempat. Yang paling penting disiapkan yakni materi atau tema serta judul yang akan dibahas.
Setting tempat juga mempengaruhi minat tonton, jadi mengubah latar bisa menjadi solusi untuk dapat menarik kembali penonton.
“... Tahap produksi juga kita tim kreatif dibantu sama anak magang mencari tema dulu, biasanya anak-anak magang lihat dari sosmed atau melihat dari fenomena yang ada fenomena anak muda khususnya mungkin sekarang ini mau resesi ekonomi kita lagi bikin tema bagaimana menghadapi resesi ekonomi dengan iman. terus kayak sekarang ni mau natal kita bahas tema natal yang ada, biar menarik biar nggak basi. Kita selalu bahas fenomena atau isu yang paling update…”(Yulianti Aritonang, Kreatif WayOut pada tanggal 09 November 2022)14
13 Wawancara dengan Tim Creative Way Out Yuli Aritonang pada tanggal 09 November 2022 pukul 14.00 WIB di MNC Studios
14 Wawancara dengan Tim Creative Way Out Yuli Aritonang pada tanggal 09 November 2022 pukul 14.00 WIB di MNC Studios
42
Berdasarkan wawancara di atas bersama tim creative Way Out Yulianti Aritonang beserta anak magang dalam tahap produksi tim creative melakukan pencari tema yang akan dibahas dimana tema tersebut harus isu terbaru atau ter update yang cocok untuk anak muda, selain itu tim creative juga harus merangkum dan membuat pertanyaan dari penonton yang sesuai dengan tema yang akan dibahas. Hal ini dibenarkan oleh anak magang Life Channel, Stefanie mengatakan bahwa tim kreatif selalu mencari isu-isu anak muda terkini, maka dari itu tim magang selalu mencari permasalahan anak muda lewat media sosial karena hampir seluruh anak muda menggunakan social media.
“... Aku kan magang di kreatif ya, jadi tugas aku tuh bantuin cari materi shooting. Karna memang Way Out ini membahas permasalahan anak muda terkini, jadi aku biasanya cari permasalahan anak muda tu dari sosial media kayak tiktok tuh yang paling muda cari permasalahan, terus juga di instagram…” (Stefanny, Magang Kreatif Way Out pada tanggal 10 November 2022)15
“... Terus membuat pertanyaannya, terus briefing hostnya supaya lebih mendalami lagi tema yang lagi dibahas, kan itu pertanyaan dari narasumber harus menjawab pertanyaan, nah maunya sih pertanyaannya lebih jelas dan lebih mendetail banget mungkin hostnya sendiri punya pengalaman pribadi atau pengalaman temannya kan bisa enak tuh digabungin sama dia ngasih solusi kan jadi enak…”
15 Wawancara dengan Tim Magang Creative Way Out Stefanny pada tanggal 10 November 2022 pukul 10.00 WIB di MNC Studios
43
(Yulianti Aritonang, Kreatif WayOut pada tanggal 09 November 2022)16
dan yang terakhir adalah membriefing host.
“… Program kita semua tidak ada yang dibeli, karena channel kita ini kan channel yang berbayar ya bukan komersial, jadi paling tayangan-tayangannya itu dikasih bukan dibeli. Kalau untuk beli konten itu lebih ke akuisisi, kalau akuisisi itu bagian yang kayak misalnya lo punya program apa yaudah akuisisi gua yang kerja sama sama lu, entah bagi hasil entah lu kasih kita free, jadi kita kasih wadah untuk lu tayang. Misalnya lo punya program tapi lo gak tau mau ditayangin dimana, nah kita punya nih wadahnya nanti kerja samanya gimana…” (Maria Flo, Produser Way Out pada tanggal 09 November 2022)17 Berdasarkan wawancara diatas Life channel merupakan channel berbayar bukan komersial atau TV nasional (RCTI, MNC TV, dll), jadi tidak ada jual-beli konten, semua murni dibuat sendiri. Tapi Life Channel memberikan wadah kepada setiap orang yang ingin menayangkan kontennya tapi tidak memiliki wadah, konten tersebut tayang tanpa dibayar.
4.2.3. Tahap Eksekusi Program
“... Kalau tahap eksekusi sih ya kita kayak shooting- shooting pada umumnya. Barang-barang sama alat-alat yang udah kita booking tuh pas tahap produksi kayak wardrobe, alat, properti setting tempat diangkut, terus briefing host,
16 Wawancara dengan Tim Creative Way Out Yuli Aritonang pada tanggal 09 November 2022 pukul 14.00 WIB di MNC Studios
17 Wawancara dengan Produser Way Out Maria Flo pada tanggal 09 November 2022 pukul 10.00 WIB di MNC Studios
44
briefing kru, setelah semua nya beres baru deh action…”
(Yulianti Aritonang, Kreatif WayOut pada tanggal 09 November 2022)18
Pada tahap eksekusi tim kreatif membawa semua kebutuhan shooting ke studio. Tidak hanya itu, tim kreatif juga perlu membriefing host serta kru agar tidak terjadi miss komunikasi. Setelah semua sudah dilaksanakan dengan baik, maka seluruh kru beserta host dan narasumber dapat melakukan action.
“... Pas eksekusi sih ya kita cuma tuangin apa yang udah dirancang pas tahap produksi, jadi gak banyak yang dipikirin lagi. Paling apa ya yang dipikirin lebih ke setting properti, ya. Kita kadang tuh suka rubah sedikit setting barang-barang pendukung, kayak buku, figura-figura gitu- gitu…” (Yulianti Aritonang, Kreatif WayOut pada tanggal 09 November 2022)19
Menurut tim kreatif Yulianti Aritonang tidak banyak yang dipikirkan saat eksekusi program Way Out ini, karena sudah dipikirkan dan disiapkan pada saat tahap produksi. Hanya saja perlu sedikit setting properti.
“... Biasanya kalau kita lihat penonton agak menurun, kita coba cari lokasi di luar studio supaya ada nuansa baru bagi penonton atau kalau ada acara spesial biasanya kita buat di luar supaya juga ada hal spesial. Dan juga biasanya tuh biar gak bosen kan penonton, di tahap eksekusi ini tiap ganti season kita selalu ganti setting tempatnya…” (Yulianti
18 Wawancara dengan Tim Creative Way Out Yuli Aritonang pada tanggal 09 November 2022 pukul 14.00 WIB di MNC Studios
19 Wawancara dengan Tim Creative Way Out Yuli Aritonang pada tanggal 09 November 2022 pukul 14.00 WIB di MNC Studios
45
Aritonang, Kreatif WayOut pada tanggal 09 November 2022)20
Berdasarkan wawancara diatas latar tempat juga mempengaruhi minat tonton, apabila dengan setting tempat yang tidak ada modifikasi atau tidak ada yang spesial penonton akan bosan. Strategi kreatif yaitu mengubah setting tempat pada saat hari spesial dan saat berganti season.
“... Faktor pendukungnya itu biasa nya look ya, look dari program yang kita bikin, tema, trus hostnya juga mendukung dalam artian hostnya itu bisa membawakan serta menggali tema-tema yang udah tim kreatif buat, trus tim kreatifnya juga udah setting tempatnya yang simple tapi nyaman dilihat… Faktor penghambat, itu kurangnya kru kreatif kita kurang, trus kadang kalau shooting juga kameramen kita kurang, pokoknya penghambatnya itu kekurangan kru… “ (Maria Flo, Produser Way Out pada tanggal 09 November 2022)21
Menurut produser Way Out Maria Flo, pada saat eksekusi program juga ada faktor pendukung dan penghambat yang dialami. Faktor pendukungnya yaitu look dari program Way Out ini walaupun simple namun enak ditonton, selain itu juga host yang bisa mengulik dan membawakan tema juga menjadi faktor pendukung. Selain faktor pendukung yang dirasakan, adapun faktor penghambat yang dialami, yaitu kru yang sangat kurang. Kru yang kurang sangat menghambat proses eksekusi.
20 Wawancara dengan Tim Creative Way Out Yuli Aritonang pada tanggal 09 November 2022 pukul 14.00 WIB di MNC Studios
21 Wawancara dengan Produser Way Out Maria Flo pada tanggal 09 November 2022 pukul 10.00 WIB di MNC Studios
46
“…Faktor pendukung saat kita eksekusi, ya, hostnya yang selalu datang tepat waktu, terus kita juga dibantu sama tim magang. Faktor penghambatnya saat eksekusi sih studio, ya kadang juga studio karena kita kan channel banyak studio kadang terpakai buat acara siaran langsung, terus yang kedua karena hostnya juga kadang di waktu itu nggak bisa shooting, dia ada syuting tempat lain, padahal kita lagi kejar tayang akhirnya tayangan untuk minggu depannya rerun. Bisa jadi juga selain waktu karena tempat syutingnya juga kalau mungkin kadang suka ada masalah- masalah teknis juga sih kayak audio, kalau podcast kan pakai mic khusus podcast itu kadang juga bermasalah mungkin itu juga bikin mood hostnya sama narasumbernya jadi down ya jadinya mereka juga nggak terlalu fokus sama pembahasannya. Terus selain itu juga penghambatnya tim make up kadang suka gak bisa dateng, terus tim wardrobe
kasih ukuran baju kurang pas…” (Yulianti Aritonang, Kreatif WayOut pada tanggal 09 November 2022)22
Selain produser, tim kreatif Yulianti Aritonang juga memiliki faktor pendukung dan penghambat saat shooting. Faktor pendukung yang dirasakan oleh tim kreatif yaitu host yang datang tepat waktu dan tim kreatif dibantu oleh tim magang. Banyak faktor penghambat yang dialami oleh tim kreatif diantaranya adalah host yang tidak bisa shooting sehingga tayang untuk minggu selanjutnya terhambat, lalu masalah-masalah teknis yang dialami seperti audio yang rusak, serta mic khusus podcast yang rusak. Tim pendukung tim kreatif seperti make up dan wardrobe juga terkadang menjadi faktor penghambat saat eksekusi program, seperti tim make up
22 Wawancara dengan Tim Creative Way Out Yuli Aritonang pada tanggal 09 November 2022 pukul 14.00 WIB di MNC Studios
47
yang tidak bisa datang dan tim wardrobe yang memberikan baju yang kurang pas.
4.2.4. Tahap Pengawasan dan Evaluasi
“... Kalau evaluasi sih gak selalu tiap episode ada evaluasi, tapi terkadang memang baiknya harusnya ada evaluasi, cuma kadang kita seiring berjalannya waktu Way Outnya memang rulesnya hostnya kalau tayang perdana.
Yang biasanya kita evaluasi itu biasanya tiap ganti season. Yang dievaluasi tuh share rating, host, tema yang
akan dibawa, tema nya udah pernah atau belum, atau temanya kayaknya kurang anak muda, lebih update permasalahan anak muda yang terbaru sekarang ini. jadi diharapkan selalu update temanya...” (Maria Flo, Produser WayOut pada tanggal 09 November 2022)23
Berdasarkan wawancara diatas, tidak ada evaluasi rutin saat shooting, namun evaluasi dilakukan saat berganti season. Adapun yang dibahas saat evaluasi yaitu share rating, host, serta tema yang terupdate.
23 Wawancara dengan Produser Way Out Maria Flo pada tanggal 09 November 2022 pukul 10.00 WIB di MNC Studios
48 4.3. Rating
“... Waktu perdana tayang memang awal-awal belum terlalu banyak viewers nya, baru kurang lebih 500 unit karna kita gak keseluruhan untuk ac nielsen narik data semua decoder yang ada Life Channelnya. kurang lebih yang kita dapatkan itu sekitar 500 viewers…” (Maria Flo, Produser WayOut pada tanggal 09 November 2022)24
Pada saat perdana tayang, Way Out hanya ditonton sekitar 500 unit saja, namun hal ini tidak pasti dikarenakan pihak ac nielsen tidak menaruh decoder secara rata.
“... Kita juga pernah gak ada sama sekali penonton. Waktu itu selesai season 1 mau lanjut season 2 itu kita stop kurang lebih 3-6 bulan, terus kita ganti host jadi kita harus beradaptasi lagi, akhirnya yang kita rerun in sempet beberapa episode gk ke tonton.” (Maria Flo, Produser WayOut pada tanggal 09 November 2022)25
Way Out juga pernah mengalami penurunan rating dimana tidak ada yang menonton sama sekali. Hal itu disebabkan karena Way Out pernah berhenti produksi dan berganti season, jadi perlu adanya adaptasi kembali setelah cukup lama tidak tayang.
“Faktor naik turun rating yang kita alamin sih sebetulnya ac nielsen nya tempat riset rating itu agak kurang valid karena gak keseluruhan decoder itu dipasangin ac nielsen, hanya beberapa dan itu random acak.
Kita kan channel kristen ya, jadi dia tu pasanganya gk yang
24 Wawancara dengan Produser Way Out Maria Flo pada tanggal 09 November 2022 pukul 10.00 WIB di MNC Studios
25 Wawancara dengan Produser Way Out Maria Flo pada tanggal 09 November 2022 pukul 10.00 WIB di MNC Studios
49
oh Kristen nih baru dipasang. Kita pakai acuan itu supaya aturan program-program apa kira-kira yang harus kita update nih kita ngeliat ini ditonton atau nggak cuma kaya sebagai acuan dasar saja , tidak yang dijadikan patokan kita gak di tonton sama sekali. Jadi ya kita pernah ada masanya gk ada yang nonton sama sekali.” (Maria Flo, Produser WayOut pada tanggal 09 November 2022)
Berdasarkan wawancara di atas, menurut Produser Way Out Maria Flo, penurunan rating yang dialami oleh Way Out disebabkan oleh ketidak valid an ac nielsen dalam meriset rating channel Kristen, oleh karena itu rating bukan menjadi patokan utama berjalannya program Way Out ini. Hal ini juga dikatakan serupa oleh tim Creative Yuli Aritonang, dikarenakan ini channel rohani Kristen, maka tidak bisa berpatokan penuh kepada ac nielsen.
“...Sebar rating itu lewat ac nielsen gitu, karena kita tv rohani ya kan kalau ac nielsen itu taruh-taruh alat di rumah-rumah orang, nah kita gak tau kalau pemilik rumah itu agamanya kristen atau non kristiani. Kalau tv rohani menurut gue gak bisa berpatokan sama rating karena kan tv rohani itu hanya bertujuan untuk kaum tertentu jadinya kalau pake ac nielsen itu kurang kredibel. Rating sebenernya gak bisa patokan karena kan kita ukurnya dari agama, misalkan ac nielsen kasih alatnya ke agama non kristiani kan gak tepat sasaran...” (Yulianti Aritonang, Kreatif WayOut pada tanggal 09 November 2022)26
Namun hal tersebut sedikit dibenarkan oleh Bapak Adwin Wibisono, mantan senior research executive acnielsen bahwa memang ac nielsen
26 Wawancara dengan Tim Creative Way Out Yuli Aritonang pada tanggal 09 November 2022 pukul 14.00 WIB di MNC Studios
50
menaruh alat secara random namun itu dikarenakan ac nielsen menyamaratakan, akan tetapi jika ada target audience sendiri itu bisa difilter. Yang mempengaruhi rating pada siaran channel rohani adalah kuantitas, yakni seberapa banyak umat yang menonton tayangan rohaninya.
“... Memang ac nielsen menaruh alat secara random, namun hal tersebut dilakukan karena ac nielsen menyamaratakan, tetapi ac nielsen bisa dipilih tergantung target audience program itu sendiri. Kenapa rating rohani selalu turun dan naik itu karena memang minat tontonan siaran rohani itu kecil, program Islam saja kecil apalagi program rohani Kristen atau Katolik yang kalau dilihat memang minoritas. Memang program rohani itu sedikit peminatnya, selain itu juga sebetulnya siaran rohani itu tergantung kuantitas bukan kualitasnya. Kuantitas disini yang dimaksud adalah seberapa banyak orang yang menganut agama tersebut, seberapa banyak orang yang beragama tersebut menonton siaran rohaninya… ” (Adwin Wibisono, mantan Senior Research Executive ac nielsen pada tanggal 02 Desember)27
“...Yang paling banyak tema yang ditonton tuh kalau anak muda itu yang lebih ke pacaran beda agama, terus anak muda tuh walaupun pelayanan gitu boleh nggak masih minum ngerokok, konten-konten yang kayak gitu yang disukai anak muda, konten-konten yang gak terlalu berat.
Selama ini jam tayang sih yang mempengaruhi naik- turun rating, kebetulan Way Out kalau gak salah prime time deh, jam 20.30 an atau jam 21.00 wib gitu. Tapi kadang
27 Wawancara dengan mantan Senior Research Executive ac nielsen Adwin Wibisono pada tanggal 02 Desember 2022 pukul 09.30 WIB melalui telepon
51
bentrok sama channel lain yang lagi high season, misalnya kayak channel Sport lagi ada tayang apa gitu misal bola dunia, kadang ketarik tuh semua ke situ, jd gak ke direct yg Life Channel, makanya kita sampai bisa 0 yang nonton.
Mungkin sebetulnya ada yang nonton, tapi karna ac nielsennya gak masang alat ke semua tv, jadi mungkin ketarik tuh disitu…” (Maria Flo, Produser WayOut pada tanggal 09 November 2022)28
Menurut Produser Way Out tema yang dibahas lah yang mempengaruhi rating program Way Out, tema yang mengarah ke pergaulan dan pergumulan anak muda. Selain itu juga jam tayang mempengaruhi naik turunnya rating, dan Way Out tayang pada saat prime time. Walaupun Way Out tayang pada saat prime time, namun bisa juga penonton berpindah channel ke channel lain dikarenakan channel lain menayangkan tayangan yang lebih menarik bagi penonton.
Hal tersebut dibenarkan oleh Bapak Adwin Wibisono, mantan senior research executive ac nielsen bahwa jam tayang sangat mempengaruhi rating, maka dari itu apabila channel tersebut memiliki program unggulan, taruh di prime time. Namun Adwin Wibisono tidak membenarkan bahwa penonton sampai tidak ada sama sekali yang menonton. Hal itu terjadi karena kuantitas penonton yang menonton tayangan tersebut dibawah 10%.
“... Wah jam tayang sangat sangat sangat mempengaruhi rating, maka dari itu apabila channel tersebut memiliki program unggulan, taruhlah di prime time. Makanya kan sinetron-sinetron ditaruh di prime time karena memang masyarakat Indonesia sangat menyukai sinetron. Terus kartun-kartun anak ditaruhnya jam pagi,
28 Wawancara dengan Produser Way Out Maria Flo pada tanggal 09 November 2022 pukul 10.00 WIB di MNC Studios
52
karena pagi-pagi bangun tidur anak suka menonton kartun.
Kalau di ac nielsen itu, apabila penontonnya dibawah 10%
itu tidak dimasukan kedalam data menuhin data juga kan hahaha… jadi dianggap tidak ada yang nonton, tapi sebetulnya itu ada yang nonton, hanya saja tidak dimasukan kedalam data ac nielsen…” (Adwin Wibisono, mantan Senior Research Executive ac nielsen pada tanggal 02 Desember)29
“...Pas season 2 kita mengganti host dan narasumber, jadi Pendeta Gideon Simanjuntak dan istrinya Amanda Zevannya, lalu rating perdana tayang lagi season 2 dengan host baru lumayan naik. Kita nyari host nya yang terkenal kan Amanda lulusan Miss Indonesia tuh. Trus juga kita promosi ganti host trus juga kita update materi- materinya lagi, peran host itu ya cukup penting…” (Maria Flo, Produser WayOut pada tanggal 09 November 2022)30
“...Peran host sih bisa jadi mempengaruhi rating, tapi dia bukan yang utama ya yang mempengaruhi nya.
Host mempengaruhi itu karena lihat dari bagaimana cara dia membawakan dan dia menguasai tema yang sedang dipandu maka dia bisa membuat program itu menjadi lebih menarik dan lebih mendalam. Misalkan temanya soal ini tapi dia cuman apa sih namanya nggak terlalu mendalam gitu terus kan itu kan jawab pertanyaan terus kalau jawab pertanyaan nggak dipaduin sama ayat Alkitab atau gak sesuai sama
29 Wawancara dengan mantan Senior Research Executive ac nielsen Adwin Wibisono pada tanggal 02 Desember 2022 pukul 09.30 WIB melalui telepon
30 Wawancara dengan Produser Way Out Maria Flo pada tanggal 09 November 2022 pukul 10.00 WIB di MNC Studios
53
pengalaman yang ada di Indonesia atau pengalamannya dia gitu maksudnya lebih dikulik kulik lagi karena dia enggak mendalam…” (Yulianti Aritonang, Kreatif WayOut pada tanggal 09 November 2022)31
Berdasarkan wawancara di atas, menurut Produser Way Out Maria Flo dan tim Creative Way Out Yuli Aritonang, peran host itu juga mempengaruhi rating namun tidak menjadi yang utama dalam memberikan pengaruh terhadap rating. Cara host dalam membawa acara serta mengulik permasalah atau pertanyaanlah yang menjadi faktor pendukun dalam menaikan rating Way Out. Hal tersebut dibenarkan oleh host Way Out sendiri yakni Shinta Rosari, bahwa host bukan lah yang utama yang mempengaruhi rating.
“...Peran host menurut aku itu secondary ya yang penting sih isinya, firman Tuhannya dan dia bisa membawakan dengan benar aja sih kalau hostnya siapa dan segala macam nggak, mungkin itu lebih ke option secondary gitu…” (Shinta Rosari, Host Way Out season 3 pada tanggal 09 November 2022)32
4.4. Refleksi Hasil Penelitian
Berdasarkan hasil penelitian yang penulis dapatkan bersama beberapa narasumber dari program Way Out Life Channel, yakni Maria Flo sebagai produser dari Way Out, dan Yulianti Aritonang sebagai tim kreatif . Strategi program dalam hal perencanaan yang dilakukan produser Way Out adalah dengan cara meriset kebutuhan channel serta kebutuhan
31 Wawancara dengan Tim Creative Way Out Yuli Aritonang pada tanggal 09 November 2022 pukul 14.00 WIB di MNC Studios
32 Wawancara dengan Host Way Out Shinta Rosari pada tanggal 10 November 2022 pukul 15.00 WIB di MNC Studios
54
penonton. Selain itu juga perlu memikirkan materi seperti apa yang akan dikulik, target audience, host serta narasumbernya siapa.
Perencanaan tersebut tidak hanya untuk perencanaan saat itu saja, produser juga perlu menyiapkan perencanaan jangka pendek, menengah, serta jangka panjang. Perencanaan jangka pendeknya yakni produser akan mengganti host Way Out. Adapun perencanaan jangka menengah, dimana produser akan mengundang narasumber yang memang betul-betul sedang mencari jalan keluar dari permasalahan yang sedang dialami. Perencanaan jangka panjang, produser akan mengubah tayangan menjadi live, namun masih banyak pertimbangan yang produser pikirkan.
Pada tahapan produksi dan pembelian program, tim kreatif mencari tema dengan fenomena anak muda terupdate, hal ini bertujuan agar pembahasannya tidak basi, dan diharapkan dapat membantu anak muda dalam menemukan jalan keluar dari permasalahan yang dialami. Materi shooting yang disajikan oleh tim kreatif selalu dengan permasalahan yang hangat, agar dapat diserap secara mudah oleh anak muda dan sesuai realita kehidupan anak muda jaman sekarang. Di Life Channel tidak ada jual-beli program dikarenakan Life Channel bukan channel komersial, tetapi channel berbayar.
Strategi program Way Out dalam tahap eksekusi yakni, setting properti. Tim kreatif mendekorasi tempat shooting semenarik mungkin.
Selain itu juga tim kreatif pada hari spesial melakukan shooting di luar studio, agar penonton tidak bosan. Adapun faktor pendukung pada saat eksekusi, antara lain host yang datang tepat waktu dan dapat menggali tema dengan baik, bantuan dari tim magang, look dari Way Out yang nyaman dilihat. Selain faktor pendukung, faktor penghambat pun dialami oleh tim kreatif dan produser, yakni kru yang kurang, studio yang kurang, permasalahan teknis seperti audio, make up yang tidak hadir, wardrobe yang salah memberikan ukuran baju.
55
Pada tahap pengawasan dan evaluasi, produser Way Out tidak setiap episode melakukan evaluasi, namun evaluasi rutin dilakukan apabila berganti season. Evaluasi yang dibahas mengenai share rating, host,serta tema yang akan dibahas dan dikulik.
Rating yang didapatkan oleh program Way Out memang naik turun, namun Way Out masih mampu bertahan karena adanya strategi yang digunakan. Pada awal Way Out tayang, penonton mencapai 500 unit, Penonton Way Out ketika turun pernah mencapai 0 penonton. Namun hal itu bukan karena sama sekali tidak ada penonton, melainkan penonton yang kurang dari 10%.
Life Channel cukup teliti dalam merancang strategi untuk mempertahankan rating. Berdasarkan penelitian ini, strategi yang sudah dilakukan oleh Way Out Life Channel dalam mempertahankan rating yakni menyiapkan perencanaan jangka pendek dengan mengganti host, menengah dengan mendatangkan narasumber (yang memiliki pergumulan) secara langsung, serta jangka panjang dengan menayangkan secara live. Lalu pada tahap produksi melakukan pemilihan materi tentang isu anak muda terkini seperti apa yang akan dikulik, target audience, host serta narasumbernya.
Strategi pada saat eksekusi program yakni dengan mengubah setting tempat, serta strategi yang terakhir adalah melakukan evaluasi terhadap program Way Out.
Hal ini sesuai dengan teori Morissan (2018) mengenai strategi program yakni perencanaan program, produksi dan pembelian program, eksekusi program, dan pengawasan dan evaluasi program. Hal tersebut dilakukan agar penayangannya dapat menghasilkan dampak yang optimal.
56 4.5. Keterbatasan Penelitian
Pada saat peneliti melakukan penelitian, tentu ada hambatan atau keterbatasan pada saat penelitian, diantaranya :
1. Jarak yang jauh, sehingga peneliti harus menempuh waktu sekitar 3 jam ke tempat penelitian.
2. Waktu shooting yang kurang tepat dengan peneliti.