Pengaruh Bulan Terhadap Manusia
Bulan yang biasa kita lihat di langit bergerak mengelilingi bumi, mempengaruhi bumi dengan gravitasi dan fenomena natural lainnya. Pasang surut air laut, gerhana, dan pada penelitian terbaru Bulan bahkan dapat menjadi pemicu gempa bumi yang membuat gravitasi di bumi berfluktuasi. Terdapat banyak laporan-laporan ilmiah yang menyatakan ada pengaruh bulan purnama dan bulan baru terhadap perilaku manusia. Laporan-laporan tersebut menganalisa meningkatnya aktivitas pikiran, peningkatan kunjungan ke bagian gawat darurat atau bagian kejiwaan rumah sakit, serta orang-orang yang mengeluh tentang tingginya tingkat tekanan fisik dan mental.
Pengaruh Terhadap pola tidur manusia
Keadaan alam yang memiliki keteraturan seperti bulan memberikan efek berulang yang dapat diamati di setiap saat – saatnya. Efek tarikan gravitasi bulan sendiri dapat mengangkat sebuah sisi lautan dan atmosfer bumi. Aktivitas hormon dan pergerakan darah manusia juga terpicu dengan keadaan dan keberadaan bulan disaat manusia melakukan aktivitasnya. Keberadaan bulan dapat mengakibatkan rendahnya gravitasi bumi dan mempercepat metabolism tubuh sehingga keadaan tubuh akan dalam keadaan sedikit terganggu.
bukti, keyakinan kuno tentang hubungan antara siklus bulan dan kesehatan mental masih dipertahankan. Beliau menyatakan bahwa belum ada mekanisme yang masuk akal yang bisa menjelaskan bagaimana hal itu akan terjadi dan ada banyak statistik menunjukkan bahwa peningkatan pengakuan pada malam-malam ketika ada bulan purnama. Namun, bukan berarti hal itu penyebabnya.
Berdasarkan salah satu hasil penyelidikan Inggris, jumlah pasien yang mengunjungi dokter melonjak pada hari-hari setelah bulan purnama. Para peneliti di Leeds University menemukan banyak sudah keluhan kegelisahan dan depresi.
Pada sebuah keluarga yang memiliki anak berkebutuhan khusus juga dapat diperhatikan perubahan tingkah lakunya yang menjadi semakin aktif mendekati fase bulan purnama.
Pengaruh terhadap Kelahiran Bayi
Purnama). Hal ini menunjukkan bahwa pembuahan memang lebih mudah terjadi pada masa bulan bergerak naik. Penelitian Dr. W. Buehler atas 33.000 kelahiran yang pembuahannya terjadi pada masa bulan bergerak naik memberikan hasil bahwa jumlah bayi laki-laki lebih banyak daripada perempuan.
Masalah Kejahatan
Psikolog DR. Arnold Lieber dan kawan-kawan dari Universitas Miami melakukan penelitian atas pengaruh bulan purnama terhadap manusia. Mereka mengumpulkan data pembunuhan yang terjadi di Dade County Miami selama 15 tahun dan memperoleh angka 1.887 pembunuhan terjadi pada masa purnama. Ketika bulan bergerak naik menuju purnama jumlah pembunuhan meningkat dan menurun bersamaan bulan bergerak turun.
Untuk membuktikan bahwa data tersebut bukanlah hanya sekedar kebetulan saja, para peneliti mengambil data dari lokasi lain; Cuyahoga County Ohio, dan mereka mendapatkan pola data yang sama: jumlah pembunuhan semakin meningkat bersamaan bulan bergerak naik menuju purnama dan semakin menurun bersamaan bulan bergerak turun.
DR. Lieber berspekulasi bahwa mungkin karena tubuh manusia mengandung 80% air sehingga terpengaruh oleh medan magnet purnama, seperti permukaan air laut pasang, menyebabkan secara psikis-biologi mendorong manusia untuk melakukan hal-hal di luar batas.
Peneliti Klinis Toxicology, Leonie Calver, asal Australia juga melakukan penelitian yang sama. “Temuan kami adalah sebuah premis bahwa individu dengan perilaku kekerasan dan gangguan akut lebih banyak terjadi pada saat bersamaan dengan berlangsungnya bulan purnama,”
Pendarahan saat operasi
Penutup
Fenomena ini dapat dijelaskan secara ilmiah dan dapat diterima bahwa air di lautan dipengaruhi oleh daya gravitasi bulan dalam proses pasang surut. Komposisi tubuh manusia 80% nya adalah air, dan dua organ tubuh yang paling penting memiliki komposisi diatas 80% yaitu otak (90%) dan darah (90-95%). Jadi, potensi pengaruh gravitasi bulan juga tidak dapat diindahkan. Sehingga suasana hati dan sikap emosional manusia pun terkena imbasnya.
Penelitian ilmiah terbaru yang dilakukan oleh Dr. Amir Saleh, Konsultan Kesehatan di Amerika serta dosen Universitas Chicago, berpendapat bahwa puasa dapat mengendalikan pengaruh grafitasi bulan tersebut. Karena puasa dapat memurnikan darah serta regenerasi sel-sel tubuh. Di dalam dan luar sel terdapat cairan, yang mana jika kita berpuasa dapat menambah kualitas cairan tersebut, terutama saat 3 hari (13, 14, 15 penanggalan Hijriah) tengah bulan. Jika fokus (berpuasa 3 hari berturut-turut), grafitasi bulan yang memengaruhi cairan dalam sel tubuh manusia justru membantu menyeimbangan ion tubuh, memberikan tambahan energy, serta meningkatkan kekebalan tubuh.
Ibnu Sina dalam bukunya “Al-Qanun fi al-Tibb” menjelaskan pula bahwa proses pengobatan semisal hijamah, paling baik dilakukan saat pertengahan bulan, yakni tanggal 13, 14, 15 kalender Qamariyah, bukan
permulaan atau akhir bulan.
kesehatan asal Amerika, menyatakan bahwa puasa dapat menjadikan diri lebih baik secara mental dan fisik, membersihkan badan, menurunkan tekanan darah dan kadar lemak, mengendalikan nafsu seks, mengendorkan ketegangan jiwa, menajamkan fungsi inderawi, mampu mengendalikan emosi, serta memperlambat proses penuaan.