TEKNOLOGI INFORMASI SEBAGAI MEDIA
BERKARYA SENI RUPA
Oleh
Tomihendra Saputra
2401414005
PENDIDIKAN SENI RUPA
FAKULTAS BAHASA DAN SENI
UNIVERSITAS NEGERI SEMRANG
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan atas Kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, serta inayah-Nya sehingga penulis bisa menyelesaikan makalah yang berjudul ‘Teknologi Informasi Sebagai Media Berkarya Seni Rupa’. makalah ini dibuat guna memenuhi tugas mata kuliah Seminar Seni Rupa.
Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan, sehingga tugas makalah ini bisa selesai tepat pada waktunya. Makalah ini masih jauh dari sempurna dan masih banyak kesalahan-kesalahan, terutama dalam segi penyusunan, bahasa, dan penulisannya. Untuk itu kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan demi sempurnanya laporan observasi ini.
Semoga, makalah ini dapat memberi banyak pengetahuan dan gambaran mengenai teknologi informasi sebagai media berkarya seni di sekolah maupun untuk masyarakat umum dan bisa bermanfaat bagi semua pihak.
Semarang, 1 Oktober 2016
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ... 1
KATA PENGANTAR ... 2
DAFTAR ISI ... 3
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang... 4
1.2. Rumusan Masalah ...5
1.3. Tujuan ... 5
BAB II PEMBAHASAN
2.1. Perkembangan media seni rupa ……...6 2.2. Perkembangan teknologi informasi………...7 2.3. Pengaruh teknologi informasi terhadap perkembangan
seni rupa... ... 9 2.4. Implementasi teknologi informasi informasi sebagai media
berkarya seni rupa ...10
BAB III PENUTUP
3.1. Kesimpulan... 13
3.2. Saran ...13
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar BelakangMelihat perkembangan seni sekarang ini, kita akan menemui istilah "media baru". Istilah ini mempertegaskan kehadiran karya-karya seperti instalasi, video art, web art, digital art dan sebagainya yang bercirikan atau mempunyai nuansa pengaruh peralatan baru masa kini, misalnya: komputer, kamera digital, video, perangkat internet.
Ada banyak pendapat kenapa karya seni menggunakan teknologi cepat sekali berkembang. Bisa jadi karena adaptasi dari pengalaman perupa-perupa Indonesia yang mempunyai kesempatan berkeliling di luar negeri kemudian membawa pengalamanya ke Indonesia. Maraknya diadakan workshop tentang teknologi dan seni di Indonesia juga sangat mempengaruhi perkembangan dalam berkarya seni rupa. Di Yogyakarta, pada tahun 1997 sudah di mulai dengan adanya workshop video art yang diikuti sejumlah seniman dari Yogyakarta, Bandung dan Jakarta. Kemudian hasil karya workshop di pamerkan di Yogyakarta dan Jakarta. Agaknya memang betul kegiatan macam seperti ini kemudian mendorong tumbuhnya keinginan berkarya dengan media baru, namun tentunya kemajuan teknologi dan kebiasaan apresiasi terhadap teknologi informasi juga merupakan salah satu pendorong yang tak kalah pentingnya.
Dari sekian banyak kemajuan teknologi yang ada, mungkin elektroniklah yang paling menonjol dan terbanyak menguasai serta digunakan dalam kehidupan masyarakat terutama dikota-kota besar atau kota yang terbilang besar. Kemajuan teknologi berupa peralatan elektronik ini memudahkan masyarakat dalam menjalani kehidupan keseharian.
di Indonesia. Generasi muda pada saat ini sangat mudah memperoleh peralatan rekam audio visual dan akses internet, salain itu disebabkan oleh makin meluasnya budaya visual (visual culture), yang menggelilingi tiap hari lewat tontonan televisi, iklan, film di masa kini.
Sekarang masyarakat sudah terbiasa dengan apresiasi karya seni rupa dari peralatan elektronik. Kemajuan elektronik memberikan pandangan baru dalam penciptaan suatu karya seni. Komputer memberikan banyak kemudahan dan sekarang ini telah menggunakan sistem digital meninggalkan sistem konvensional analog. Dengan kemajuan sistem digital ini, komputer lewat software-software tertentu dapat mengubah/edit foto, video, musik maupun teks.
Berdasarkan uraian di atas, maka penulis ingin menjelaskan mengapa dan bagaimana teknologi informasi bisa digunakan untuk berkarya seni. Media teknologi informasi sekarang sudah menjadi kebiasaan bagi masyarakat umum, maka seniman harus bisa merespon malalui representasi gejolak yang berada pada suatu daerah dengan membuat karya-karya dari media teknologi informasi.
1.2. Rumusan Masalah
1. Bagaimana perkembangan media seni rupa ?
2. Bagaimana perkembangan teknologi informasi ?
3. Mengapa teknologi informasi mempengaruhi perkembangan seni rupa ?
4. Bagaimanakah implementasi teknologi informasi sebagai media berkarya seni rupa ?
1.3. Tujuan
1. Mengetahui perkembangan media seni rupa.
2. Mengidentifikasi perkembangan teknologi informasi.
4. Menjelaskan implementasi teknologi informasi sebagai media berkarya wilayah yang selama ini menjadi sentra perkembangan seni rupa di Indonesia seperti Bandung, Jakarta, Yogyakarta, Surabaya dan Bali.
Bentuk kesenian ini kemudian dikenal dengan istilah “seni media baru” (new media art). Penggunaan istilah “media baru” terutama menunjuk kepada medium yang digunakan oleh para perupanya yang sangat berbeda dengan medium (konvensional) berkarya seni rupa pada periode sebelumnya yang lebih dulu dikenal seperti: penggunaan kain kanvas dan cat pada lukisan. Salah satu karakteristik bentuk kesenian “baru” ini adalah penggunaan teknologi serta media komunikasi dan informasi sebagai alat, medium dan sumber gagasan penciptaan berkarya seni. Beberapa varian dari kesenian yang tergolong dalam media baru tersebut diantaranya: seni internet (web art), video performance, seni video (video art), cellular art, dan lain sebagainya. Para perupa yang menggeluti jenis kesenian tersebut umumnya mahasiswa dan alumni perguruan tinggi seni rupa atau setidaknya pernah mengenyam pendidikan di sekolah tinggi seni rupa.
melihat perkembangan teknologi komunikasi dan informasi yang tumbuh dengan pesat dipergunakan untuk mempercepat perkembangan berbagai bidang ilmu, maka tidak berlebihan apabila para pengembang kurikulum pendidikan seni rupa mencoba memasukan teknologi dan informasi dalam kurikulum pendidikan. Walaupun dengan mudah para perupa sekarang menggunakan media untuk berkarya tetapi perupa harus memperhatikan situasi atau kondisi masyarakat setempat. Misalnya jika seniman membuat karya instalasi karya seni rupa dengan bahan-bahan elektronik dan ditampilkan di suatu kota yang tertinggal tentang teknologi informasi, pasti masyarakat kurang mengerti maksud dari karya instalasi elektronik. Seniman harus selalu mengikuti perkembangan teknologi informasi dan tetap harus memperhatikan kondisi lingkungan setempat supaya dapat diterima oleh masyarakat.
2.2. Perkembangan Teknologi Informasi.
Perkembangan media teknologi informasi dan komunikasi berhubungan dengan perkembangan seni rupa di Barat terbagi ke dalam beberapa periode dan dinamai sesuai perkembangan teknologi medianya yaitu:
a. Era Perspektif (perspective age) b. Era Fotografi (photograpfi age) c. Era Film (film age)
d. Era Televisi (television age) dan e. Era Komputer (computer age).
Dalam hal kebentukan, banyak dijumpai visualisasi tokoh, objek, teknik dan gaya yang digunakan seniman pada masa itu mengilhami bentuk-bentuk (visualisasi) yang dihasilkan teknologi komunikasi dan informasi modern saat ini. Seniman menggunakan struktur garis untuk menunjukkan bentuk keruangan ideologi baru, semua orang dapat menjadi seniman.
Penemuan fotografi membawa seniman kepada krisis realisme. Sebagian dari para seniman tersebut menjadi pesimis dan mengatakan “seni lukis telah mati!”. Sebagian lainnya justru termotivasi untuk melahirkan inovasi baru dalam berkarya. Respon seniman ini kemudian melahirkan dua gaya utama yaitu mereka yang mengeksploitasi karya-karyanya melampaui kemampuan teknologi fotografi untuk merekam realitas, diantaranya dengan menggunakan karya lukisan dalam ukuran yang ekstra besar (saat itu karya foto baru dapat di cetak dalam ukuran yang sangat terbatas) atau membuat bentuk-bentuk visual yang tidak mungkin di hasilkan oleh fotografi.
Perlawanan terhadap ideologi modernisme ini juga memicu perubahan paradigma dalam proses, teknik dan bentuk karya cipta. Karya-karya seni diciptakan dengan menggunakan media-media non konvensional yang tidak lazim, eksploitasi tubuh sebagai medium berkarya seni, penggunaan benda-benda temuan (found object).
Pada kurun waktu yang sedikit lebih awal, perkembangan seni media baru seperti yang ditunjukkan olah Hattori, terjadi juga di Barat (Eropa dan Amerika). Pada era computer (computer age), penggunaan teknologi komunikasi dan informasi mengalami perkembangan, tidak semata-mata sebagai alat (tools) untuk memproduksi citra visual dengan lebih efektif dan efisien, tetapi dieksplorasi sedemikian rupa menggunakan segala keunikan dan kelebihan yang dimiliki oleh teknologi ini, yang tidak mungkin dilakukan dengan menggunakan jenis media konvensional sebelumnya.
2.3. Pengaruh Teknologi Informasi Terhadap Perkembangan Seni Rupa.
Paradigma yang berkembang dalam masyarakat kita saat ini cenderung melihat dampak negatif dari media komunikasi dan informasi (televisi dan internet) terutama program televisi yang menunjukkan kekerasan dan pornografi atau situs-situs porno di internet. Walaupun diakui ada beberapa program televisi yang berisi informasi pengetahuan (pendidikan), tetapi kebanyakan orang tua lebih khawatir terhadap dampak negatifnya, bahkan dari acara televisi yang dibuat khusus untuk anak-anak sekalipun.
Di sekolah-sekolah umum pada dasarnya pendidikan seni diberikan dengan tujuan memberikan pengalaman dan melatih kepekaan estetis, mengembangkan kreativitas, melatih keterampilan motorik, dan menumbuhkan serta mengembangkan sikap dan kemampuan apresiatif. Seluruh kemampuan ini diarahkan kepada pencapaian tujuan pendidikan secara umum. Dalam konteks inilah, seni media baru dapat digunakan sebagai alternatif pembelajaran terutama yang berkaitan dengan aspek pengembangan kreativitas dan apresiasi.
Selain pengaruh terhadap pendidikan seni di sekolah, teknologi informasi dan komunikasi juga sangat mempengaruhi para seniman untuk berkarya seni. Maka, tidak heran jika ada seniman yang tidak mengikuti perkembangan zaman atau perkembangan teknologi para seniman akan semakin tertingal. Para perupa pada era sekarang harus dituntut untuk senantiasa mengikuti perkembangan teknologi informasi, hal tersebut bisa direpresentasikan melalui karya-karya seni yang dibuat dengan menggunakan media kamera, komputer, perangkat internet dan lain-lain.
2.4. Implementasi Teknologi Informasi Sebagai Media Berkarya Seni Rupa.
Pesatnya perkembangan teknologi memberi perubahan dan transformasi yang terus menerus pada pembuatan sebuah karya seni. Hal ini didorong oleh berkembanganya wacana apresiator seni, yang menggiring para seniman untuk terlibat beriringan dengan kemajuan teknologi, terutama di abad 19 dan 20.
Pertengahan tahun 1960-an, terjadi perubahan besar dalam kebudayaan dunia, ditandai dengan fenomena postmodernisme. Hal ini seiring dengan pergeseran arah perkembangan teknologi dari teknologi industri yang bersifat mesin dan material ke arah teknologi informasi yang membuka semua celah dunia melalui informasi global yang interaktif, digital dan multimedia.
beraneka ragam karya lahir dan hadir didepan publik, semua seakan memperlihatkan pencitraan dari masing – masing penciptanya. Karya-karya tersebut tak lepas dari pengaruh teknologi komputer, tak heran jika kemajuan seni rupa kian pesatnya saat ini.
Sebut saja beberapa tokoh master seni rupa Indonesia seperti Heri Dono, Jompet Kuswidinanto, Made Wianta, Krisna Murti dan Chusin Setiadikara, mereka tak pernah lepas dari teknologi pada saat proses berkarya. Dapat dilihat bagaimana hasil karya mereka saat ini yang ditopang oleh teknologi, sehingga membuat kesan fresh pada karyanya.
karya Heri Dono
Karya Jompet kuswidinanto
Kinetic art atau patung bergerak (sculpture in motion). Kinetik sebagai relasi antara bahan-bahan yang bergerak dengan energy yang ada didalamnya. Karya Jompet termasuk dalam seni kinetik, karyanya dapat bergerak dan menimbulkan suara. Dari gerakan karya tersebut, bagaimana ia mengimplentasikan teknologi sehingga stik drum bisa memukul drum silih berganti dengan perbedaan kurun waktu tertentu. Jompet banyak menerapkan teknologi dalam karyanya, bisa dilihat LCD TV, Kabel dan mesin-mesin penggerak selalu menghiasi karyanya.
Karya Krisna Murti
Karya Chusin Setiadikara
Lukisan realis dengan ukuran raksasa ini, yang terpampang di tembok Galleri Nasional, tidak bisa dihindari dengan adanya intervensi teknologi dalam proses penciptaannya. Mengawali melukis Chusin merekam objeknya melalui kamera. Kamera merupakan perangkat fotografi untuk merekam objek. Kemuadian Chusin menggunakan proyektor sebagai alat bantu dalam mensket objek dengan ukuran raksasa tersebut.
Jelas saat ini pun melukis juga sangat dipengaruhi oleh teknologi dalam pencapaian hasil yang maksimal. Hal ini didorong oleh berkembanganya wacana apresiator seni, yang menggiring para seniman untuk terlibat beriringan dengan kemajuan teknologi, terutama di abad 19 dan 20. Bukan tidak mungkin karya-karya seni rupa pada masa yang akan dating semuanya akan melibatkan teknologi dalam berkarya seni rupa.
BAB III PENUTUP
3.1. Kesimpulan.
masyarakat. Seniman pada era sekarang mau tidak mau harus terlibat beriringan dengan kemajuan teknologi informasi. Selain pemanfaatan teknologi informasi bagi seniman, teknologi informasi juga dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran seni rupa di sekolah, melalui penciptaan karya seni media baru yang diulas dalam uraian di atas, betapa perlunya pelajaran khusus tentang pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran seni rupa.
3.2. Saran
Teknonolgi senantiasa selalu perkembang, dan selalu mengikuti kebutuhan masyarakat. Pada era sekarang manusia tidak dapat dipisahkan dengan teknologi informasi dan komunikasi. Maka, seniman harus selalu mengikuti perkembangan teknologi dan informasi untuk diaplikasikan di karya-karya yang dibuat.
DAFTAR PUSTAKA
Susanto, Mikke. 2011, Diksi Rupa, Yogyakarta : DictiArt Lab & Djagad Art House.
Sony Kartika, Dharsono. 2004, Seni Rupa Modern, Yogyakarta : Rekayasa Sains.
Murti, Krisna. 2004, “Penampakan Media Baru” makalah seminar Apa Itu Seni Saat Ini?, Bandung: Fakultas Filsafat UNPAR.
Uhjana Effendy, Onong, 1992, Ilmu Komunikasi, Teori dan Praktek, Bandung: Remaja Rosda Karya.
Soeteja, Zakarias S., 2003, “Pengaruh Media Massa dalam Penciptaan Karya Seni Rupa Kontemporer Yogyakarta”, Yogyakarta: Thesis PPs Penciptaan Seni ISI Yogyakarta (tidak di terbitkan)
https://id.wikipedia.org/wiki/Seni_rupa Diakses pada: Jum’at, 30 September 2016, 23.55 WIB.