• Tidak ada hasil yang ditemukan

REPRESENTASI PEREMPUAN DALAM DEMOKRASI A

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "REPRESENTASI PEREMPUAN DALAM DEMOKRASI A"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

REPRESENTASI PEREMPUAN DALAM DEMOKRASI : ANALISIS

MELALUI POSTFEMINISME

DARA BILLA PUSPITA 1516071040 DINDA AYU PRAMITASARI 1516071112 GERALDO MARCELLINO 1516071080 ARIEF CAHYO BASKORO 1516071096 SUSI FUJI SAHESTINA 1516071058

SUCI ANDAYANI 1516071022

RETNO NINGSIH 1516071006

HUBUNGAN INTERNASIONAL FAKULTAS ILMU SOSIAL ILMU POLITIK

(2)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Demokrasi adalah bentuk sistem pemerintahan yang memperbolehkan bagi setiap warganya memiliki kesetaraan hak dlam mengambil keputusan yang dapat mengubah kehidupan. Demokrasi mengandung pengertian secara tidak langsung bahwa rakyat selogan “dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat” (Abraham Lincoln) karena selogan ini melambangkan segala hal yang melambangkan sistem demokrasi.

Post-feminisme merupakan sebuah rekonstruksi dari paham feminisme yang dianggap memberikan reaksi buruk terhadap kaum pria untuk mendapatkan kesetaraan hak dan menghilangkan perbedaan gender yang dilakukan oleh kelompok-kelompok yang dianggap radikal pada saat itu. Pemikiran-pemikiran terhadap teori feminisme ini sendiri telah berkembang bahkan sejak awal tahun 1990an, dimana hal ini juga melanggar banyaknya aturan-aturan ikatan yang kuat diantara banyaknya kaum maskulin yang ada, Negara dan perang. Dalam teori feminisme, ada banyak sekali varian-varian yang ada, sehingga atas dasar hal ini dapat disimpulkan bahwa tidak mengejutkan ketikan banyaknya beragam varian-varian berbeda yang dipelajari di dalam Hubungan Internasional . hal ini sama halnya dengan perspektif yang lainnya, dimana feminisme bukanlah suatu badan monolitik di dalam suatu pemikiran yang ada. Dalam membagi dan menkategorisasikan hasil-hasil pekerjaan di dalam feminisme sendiri, ada banyak cara yang dapat dilakukan dan yang tersedia bukanlah hanya satu cara saja.

(3)

wacana-wacana yang di genderisasikan. Hal ini dapat dicontohkan dengan adanya genderisasi di dalam perang atas ancaman yang ada, yang kemudian menarik perhatian baik masyarakat maupun individu sebagai pusat pemahaman tehadap Hubungan Internasional.

1.2 RUMUSAN MASALAH

1. Apakah peranan dan representasi perempuan dalam demokrasi sudah tepat ? 2. Masalah apakah yang mungkin muncul akibat representasi tersebut?

3. Apakah negara – negara demokratis telah menempatkan posisi perempuan sebagai superioritas baru di pemerintahan ?

1.3 TUJUAN

1. Mengidentifikasi peranan dan representasi perempuan dalam demokrasi. 2. Mengidentifikasi gerakan – gerakan yang muncul pasca reformasi.

3. Mengidentifikasi porsi perempuan dalam pemerintahan di negara demokratis. 4. Mengidentifikasi porsi perempuan dalam pemerintahan di negara konservatif.

1.4 MANFAAT

1. Menjelaskan posisi perempuan dalam demokrasi.

(4)

BAB II

PEMBAHASAN

1. PENGERTIAN

A. DEMOKRASI

Kata demokrasi berasal dari bahasa yunani, yaitu “demos” yang berarti rakyat, dan “Kratei” yang berarti pemerintah. Dan dengan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa pengertian demokrasi secara umum adalah sistem pemerintahan yang kekuasaan tertinggi dipegang oleh rakyat. memiliki kekuasaan tertinggi dalam suatu hal yang ada di negara. Demokrasi menganut

Ada beberapa pengertian demokrasi menurut para ahli :

1. Aristoteles, Demokrasi adalah suatu kebebasan, yang dimaksudkan adalah kebebasan berbagi kekuasan pada setiap warga negara, Aristoteles mengutarakan bahwa setiap warga negara itu setara dalam jumlah, dalam demokrasi tidak ada penilaian lebih tinggi daripada nilai per individu, setiap warga negara sama.

2. Maurice Duverger, Demokrasi adalah cara pemerintahan dimana golongan yang memerintah dan yang diperintah, adalah sama dan tidak terpisah -pisahkan.

3. Harris Soche, Demokrasi adalah pemerintahan yang kekuasaanya melekat pada rakyat atau demokrasi adalah pemerintahan rakyat.

(5)

5. Sidney Hook, Demokrasi adalah bentuk pemerintahan dimana keputusan penting dalam suatu pemerintah yang baik secara langsung maupun tidak langsung didasarkan oleh kepentingan mayoritas dengan berdasarkan hak yang diberikan kepada rakyat biasa.

6. Koentjoro Poerbopranoto, Demokrasi adalah sebuah sistem dimana rakyat ikut berpartisipasi secara aktif dalam pemerintahan negara.

7. Prof. Mr. Muhammad Yamin, Demokrasi merupakan dasar pembentukan pemerintahan dan masyarakat yang di dalamnya kekuasaan memerintah atau mengatur dipegang secara sah, melainkan oleh segala anggota masyarakat. Prinsip – Prinsip Demokrasi

1. Persamaan diantara warga negara, setiap warga negara memiliki kesetaraan dalam praktik kenegaraan seperti praktik politik.

2. Keterlibatan warga negara dalam menagnbil keputusan politik 3. Kebebasan diakui dan dipakai. Dan juga diterima oleh warga negara

Ciri – Ciri Pemerintahan Demokrasi

1. Konstitusional, yaitu hal yang berkaitan dengan kepentingan, kehendak, ataupun kekuasaan rakyat dituliskan dalam konstitusi dan undang-undang negara tersebut. 2. Ciri Perwakilan, yaitu dalam mengatur negaranya, kedaulatan rakyat diwakilkan

oleh beberapa orang yang telah dipilih oleh rakyat itu sendiri.

3. Ciri Pemilihan Umum, yaitu suatu kegiatan politik yang dilakukan untuk memilih pihak dalam permerintahan.

4. Ciri Kepartaian, yaitu partai menjadi sarana / media untuk menjadi bagian dalam pelaksaan sistem demokrasi.

(6)

6. Ciri Tanggung Jawab, adanya tanggung jawab dari pihak yang telah terpilih untuk ikut dalam pelaksaan suatu sistem demokrasi.

2. PERKEMBANGAN DEMOKRASI

A. Demokrasi Lama

Demokrasi lama berjalan dengan demokrasi langsung, demokrasi ini adalah paham demokrasi yang mengikutsertakan setiap warga negaranya dalam permusyawaratan untuk menentukan kebijaksanaan umum negara atau undang-undang. Demokrasi langsung juga dikenal dengan demokrasi bersih. Disinilah rakyat memiliki kebebasan secara mutlak untuk memberikan pendapatnya dan aspirasi mereka dimuat dengan segera didalam satu pertemuan. Demokrasi lama ini lebih banyak dipraktekan pada kota kecil dan komunitas yang secara relative belum berkembang, dimana secara fisik memungkinkan untuk seluruh electorate untuk bermusyawarah dalam satu tempat. Walaupun permasalahan pemerintah tersebut bersifat kecil. Demokrasi ini berkembang di negara kecil Yunani kuno dan Eropa. Demokrasi lama tidak dapat dilaksanakan didalam masyarakat yang komplek dan negara yang besar. Demokrasi murni yang dapat diambil contoh terdapat di wilayah Switzerland.

Mengubah bentuk demokrasi murni ini masih berlaku di Switzerland dan beberapa yang ada didalamnya terdapat bentuk referendum dan inisiatif. Dibeberapa negara sangat memungkinkan bagi rakyat untuk memulai dan mengadopsi hukum, bahkan untuk mengamandemenkan konstitusional dan menetapkan permasalahan public politik secara langsung tanpa campur tangan representative. Di praktikan pada negara-negara kota (polis, city state) pada zaman Yunani kuno. Dengan demikian pemerintah dapat mengetahui secara langsung aspirasi dan persoalan-persoalan yang sebenarnya dihadapi masyarakat. Adapun kelebihan dan kekurangan pada demokrasi ini :

 Menjamin kendali warga negara terhadap kekuasaan politik

 Sulit dioperasikan pada masyarakat yang berukuran besar

 Mendorong warga negara meningkatkan kapasitas pribadinya misalnya meningkatkan kesadaran politik, menngkatkan pengetahuan pribadi, dll

(7)

 Membuat warga negara tidak tergantung pada politik yang memiliki kepentingan sempit

 Sulit menghindar bias kelompok dominan

 Masyarakat lebih mudah menerima keputusan yang sudah dibuat

 Masyarakat lebih dekat dengan konflik politik karena berpotensi melahirkan kehidupan bersama ynag tidak stabil.

(8)

kini memasuki periode “tidak ada perlawanan” terhadap diskriminasi dan eksploitasi yang dialami kaum perempuan di Indonesia.

Pada dasarnya pembahasan ini tentang perspektif mengenai peran perempuan yaitu perspektif “peran ganda wanita”. Perspektif ini dirumuskan dalam bentuk kebijakan pembangunan berideologikan ‘Panca Dharma Wanita’ yang meliputi wanita sebagai :

1. Istri dan pendamping suami,

2. Pendidik dan pembina generasi muda,

3. Ibupengatur rumah tangga,

4. Pekerja yang menambah penghasilan keluarga,

5. Anggota organisasi masyarakat khususnya organisasi wanita dan organisasi sosial.

(9)

B. Demokrasi Baru

Masa yang dikategorikan demokrasi baru berlangsung dari tahun 1998 – sekarang atau dari masa reformasi. Demokrasi baru banyak yang menyebutnya demokrasi tidak langsung, demokrasi ini adalah paham yang dilaksanakan melalui system perwakilan. Corak pemerintahan demokrasi yang dilakukan melalui badan perwakilan rakyat yang dipilih oleh rakyat dan bertanggung jawab kepada rakyat. Biasanya dilaksanakan dengan pemilihan umum, dan dari segi terminology mengandung makna demokrasi konseptual.

Demokrasi dilihat dari segi pemikiran politik Torres menyatakan bahwa demokrasi dilihat dari tiga tradisi pemikiran politik. Classical aristolian theory, medieval theory dan contemporary doctrine. Torres melihat demokrasi dari segi formal dan substantive. Formal menunjuk pada demokrasi dalam arti system pemerintahan. Substantive menunjukan pada demokrasi dalam 4 bentuk :

 Menitikberatkan pada perlindungan terhadap tirani

 Titik berat pada manusia mengembangkan kekuasaan dan kemampuan

 Melihat keseimbangan partisipasi masyarakat terhadap beban yang berat dan tuntutan yang tidak dapat di penuhi

 Bahwa tidak dapat mencapai partisipasi tanpa perubahan lebih dulu dalam keseimbangan sosial. Perubahan sosial dan partisipasi demokratis perlu dikembangkan secara bersamaan karena satu sama lain saling ketergantungan Penerapan demokrasi seperti ini berkaitan dengan kenyataan suatu negara yang jumlah penduduknya semakin banyak, wilayahnya semakin luas, dan permasalahan yang dihadapi semakin rumit dan kompleks. Adapun kelebihan dan kekurangan dalam demokrasi ini :

 Lebih mudah diterapkan dalam masyarakat yang lebih kompleks

 Jarak ynag jauh dari proses pembuatan kebijakan yang sesungguhnya bisa membuat masyarakat bisa menolaknya ketika hendak diterapkan

 Mengurangi beban masyarakat dari tugas-tugas membuat, merumuskan, dan melaksanakan kebijakan bersama

 Mudah terjebak dalam kepentingan para wakil rakyat yang bertentangan dengan kepentingan masyarakat

 Memungkinkan fungsi-fungsi pemerintah berada ditangan-tangan yang lebih terlatih untuk mengatasi permaslahan

(10)

 Cenderung menciptakan politik yang stabil karena menjauhkan masyarakat dari konflik politik karena mendorong kompromi.

Demokrasi yang memasuki tahun 1999 telah mengubah susasana kenegaraan Indonesia.berbagai kebijakan reformasi muncul untuk segala aspek kehidupan. Di masa reformasi gerakan perempuan lambat laun bermunculan untuk membangkitkan semangat berorganisasi dan berpolitik kembali namun pergerakan perempuan masih terbilang lemah karena banyak perempuan yang masih belum bisa bangkit kembali dari masa-masa gelap Orde Baru. Perjuangan kesetaraan gender perlu mengalami revitalisasi. Perjuangan tersebut harus diletakkan apda konteks keadilan sosial yang lebih luas, yaitu membebaskan manusia dari segala bentuk diskriminasi atas dasar jenis kelamin, suku, atau agama. Di era reformasi, partai politik memperhatikan kepentingan perempuan, hal tersebut dapat dilihat dari meningkatnya jumlah kader perempuan dalam Partai. Menjelang Pemilu Legisaltif 2009, pada saat DPR dan pemerintah menyusun undang-undang politik baru, organisasi-organisasi perempuan kembali berjuang dengan target agar formulasi kebijakan afirmasi kuota 30% perempuan di undang-undang lebih kongkrit dan lebih menguntungkan perempuan. Dalam masa ini, ketimpangan gender tidak hanya menjadi masalah perempuan tetapi juga masalah semua anak bangsa. Demikian juga, masyarakat yang kerkeadilan gender tidak hanya menguntungkan perempuan tetapi juga laki-laki, karena majunya perempuan akan juga berimplikasi pada kemajuan seluruh masyarakat, laki-laki dan perempuan.

C. Tendensi Hak Perempuan di Negara – negara Demokratis a. Indonesia

Dalam undang undang nomor 2 tahun 2008 tentang partai politik, pendirian dan pembentukan partai politik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) menyertakan 30% keterwakilan perempuan, dan dalam undang undang nomor 8 tahun 2012 tentang pemilihan umum berbunyi partai politik yang tidak memenuhi ambang batas perolehan suara pada pemilu sebelumnya atau partai politik baru dapat menjadi peserta pemilu setelah memenuhi persyaratan.1 Dalam hal ini ranah politik dan demokrasi di Indonesia untuk perempuan

sangat baik dibandingkan kalangan Negara muslim lainnya, dan tentu hal ini juga sangat baik bagi Negara yang politiknya masih berkembang. Namun kesadaran untuk menerima dan memperjuangkan hak atas kebebasan kaum perempuan sering diabaikan dalam negeri ini,

1 http://perempuanmahardhika.blogspot.co.id/2011/06/perempuan-dalam-demokrasi.html?m=1

(11)

dikarenakan adat ketimuran atau ideology ke islaman di Indonesia masih kuat meskipun sudah diakui oleh pemerintah dan dilegalkan oleh hukum, walaupun sudah ada undang undang yang membahas atau mengkaji ulang tentang pemilihan umum kenyataannya hanya sedikit wanita yang menduduki kursi parlemen.

b. Myanmar

Di Myanmar demokrasi telah bertahun tahun di bawah kekuasaan militer, myanmar menyambut parlemen baru yang dipilih secara demokratis.2 Tetapi trauma di masa lalu

tepatnya tahun 1990 militer secara memaksa meng-anulir kemenangan partai National League for Democracy (NLD), sebab itu pula semua anggota legislative dilarang bersuara soal proses pembentukan pemerintahan baru dan sampai saat ini ketika Aung San Suu Kyi ketua partai NLD memenangi mayoritas kursi di parlemen Myanmar, dan hal ini membuat partai nya berhak memilih presiden baru Myanmar. Di Negeri ini pula tidak sepenuhnya demokratis dikarenakan hak 25 persen kursi di parlemen untuk pihak militer dan Negara ini juga melarang orang seperti Aung San Suu Kyi dalam pasal negeri ini ditulis melarang siapa saja pasangan asing atau anak dari pasangan asing untuk menjabat sebagai presiden atau wakil presiden. Setelah ku tengok tengok rupanya mirip juga kayak megawati :v pada masa lalu tepatnya tahun 1960 pemilu dimenangkan kembali oleh U Nu, namun kondisi yang masih berantakan dan banyaknya gerakan komunis U Nu mengalihkan kekuasan militer kepada jenderal Ne Win namun setelah 2 tahun ia melakukan kudeta yang pada akhirnya Ne Win membentuk pemerintahan yang otoriter. Dan ini merupakan cikal bakal runtuhnya demokrasi di Myanmar.

c. Amerika

Di Amerika sendiri perjuangan kaum perempuan dimulai pada abad 19 atau disebut feminism. Nama Hillary Clinton perempuan pertama yangbaru pertama kali masuk menjadi kandidat calon presiden di Amerika Serikat setelah 240 tahun.3 Padahal Amerika Serikat

2 Dpr.go.id/dokjdih/document/uu/uu_2008_2.pdf

(12)

adalah Negara Demokrasi tertua di Dunia namun belum pernah ada presiden perempuan dari Negara tersebut. Dan dalam survey membuktikan bahwa selama ini hanya 20% perempuan yang menjadi di kursi parlemen. Hal ini dikarenakan warga Amerika menilai bahwa perempuan sering emosional dalam memimpin suatu hal.

d. Uni emirat Arab

Uni Emirat Arab yang merupakan negara di kawasan timur tengah dan menganut sistem federal , presidensial, monarki konstitusional yang terdiri dari tujuh emirat monarki absolut yaitu Abu Dhabi, Dubai, Sharjah, Ajman, Fujariah, Umm Al-Quwain dan Ras Al-Khimah. Hukum yang diterapkan Uni Emirat Arab adalah hukum Islam yang berasal dari kitab suci Al-Quran dan Al-Hadist, mayoritas agama di negara ini adalah Islam sekitar 96%. Namun tidak menutup kemungkinan bahwa masih diterapkannya hukum tradisional karena umumnya negara di Timur Tengah terdiri dari suku-suku dan masih menerapkan hkum yang dibawa oleh nenek moyang terdahulu. Pada kaitannya dengan peraturan Uni Emirat Arab terhadap kaum perempuan, ditetapkannya undang-undang yang mengatur cara berbusana dan mempertahankan budaya lokal dan itu harus meliputi seluruh pihak.

(13)

rumah tangga yang di undang dalam sebuah keluarga saja, satu-satunya hukum yang digunakan dalam hal ini adalah kontrak, kontrak ini di buat karena adanya keluhan para majikan tentang seringnya pekerja domestik melarikan diri dari rumah majikannya, perempuan pekerja domestik tersebut melarikan diri karena berbagai sebab serta banyaknya konflik, dan itu dianggap merugikan.

Dalam hal ini, meskipun adanya sebuah kontrak yang mengaturnya, kedua belah pihak terlebih kepada pekerjanya harus mmahami isi kontrak dengan baik dan benar karena isi kontrak ditulis dengan bahasa Inggris dan Arab, kelalaian dalam memahami, menyimpan dokumentasi akan menyulitkan proses yang akan ditindaklanjuti.

e. Filipina

Filipina merupakan salah satu negara yang banyak merumuskan undang-undang mengenai perempuan, bahkan anggota parlemen Muslim Filipina telah mendorong terbentuknya undang-undang baru untuk melindungi hak perempuan untuk mengenakan jilbab, untuk memantapkan perlindungan bagi perempuan yang bercadar dari tekanan lembaga atau badan yang diskriminatif.4 Penduduk muslim hanya sekitar 8% saja dan selebihnya katolik sebagai mayoritasnya. Filipina juga paling banyak menghapus kesenjangan gender di bidang pendidikan dan kesehatan karena banyaknya keluhan yang di alami para wanita di Filipina yang tidak di respon dan akhirnya terwujud. Begitu pula dengan hak para buruhnya, Filipina melindungi hak-hak buruh migran karena dianggap memberikan sumbangan terhadap kepentingan nasional, maka Filipina melakukan proteksi nasionalnya. Lain halnya dengan Indonesia yang mana para huruh migran dianggap sebagai sumber uang dan pemerasan.

3. ANALISIS BERDASARKAN PERSPEKTIF POSTFEMINISME

(14)

Feminisme sendiri, sebenarnya sadar secara eksplisit mengenai dari posisi mana mereka menteorikan serta bagaimana mereka masuk di dalam kajian Hubungan Internasional dan melakukan penelitian mereka. feminisme melihat konteks sosial dan plitik serta subjektivitas sebagai bagian dari penjelasan secara teoritis. feminisme empiris dan analisis gender adalah hal yang penting didalam kontribusi, namun hal ini hanya sebuah poin awal bagi tujuan feminisme dalam mengubah hirarki sosial dunia. ahli-ahli feminisme mempermasalahkan pendefinisian dikotomi dalam kajian Hubungan Internasional yang diperkuat melalui asosiasi mereka dengan gender dikotomi antara maskulin dan feminis, yakni contohnya berupa asosiasi wanita dengan kedamaian, kerjasama, subjektivisme, dan soft politik domestik kemudian pria dengan perang, kompetisi, objektivitas dan high politik internasional. feminisme sendiri mempertanyakan bagaimana hirarki atas gender dapat direproduksi di dalam teori teori Hubungan Internasional dan bagaimana mereka berfungsi untuk menaturalisasikan bentuk lain dari kekuasaan di dunia politik. dari perspektif normatif, dapat dikatakan perbedaan gender bukanlah hanya tentang hubungan antara maskulin dan feminis, namun juga mengenai politik atas pengetahuan, bagaimana dan dari posisi mana kita mengetahui hirarki. feminisme normatif megakui bahwa tidak ada feminisme yang berada di ranah yang tinggi untuk berteori mengenai Hubungan Internasional.

Postfeminisme merupakan arah perjuangan yang berbeda dari para pendahulunya yaitu feminisme gelombang 1 ,2, dan 3. Apabila feminisme tradisional dikaitkan dengan adanya peranan yang lebih kompleks pada perempuan, postfeminisme lebih hadir sebagai kontradiksi paling elegan, dimana, postfeminisme merubah haluan perjuangannya menjadi lebih luas dan lebih adil bagi semua gender. Arah gerakan yang tidak lagi dominan berfokus pada porsi porsi yang dibagi antara kaum maskulin dan feminis, membuat postfeminisme menarik untuk ditarik pada bahasan demokrasi.

Postfeminisme lebih bergerak pada aturan bahwa menjadi superior tanpa harus mengeliminasi satu gender. Artinya, kita bebas memilih menjadi apapun yang kita inginkan tanpa harus menjadi radikal dengan mengurangi atau menghilangkan peran maskulinis. Post feminis adalah upaya perlawanan misoginis tanpa harus menjadi feminis.5 Era saat ini,

(15)

masyarakat. Stigma bahwa perempuan secara fisik dan mental tidak mampu menopang beban dan paradigma tentang posisi perempuan dalam masyarakat konservatif yang hanya sebagai penyokong kehidupan kaum maskulinis.

Walaupun ditemukan bahwa telah tersedia porsi bagi kaum perempuan di negara – negara demokratis dan konservatif, namun peranan tersebut nyatanya tidak memberikan efek sebesar gerakan Feminisme Radikalis. Pada Feminisme yang radikal, antusiasme perempuan melawan misogini sampai pada tahap eliminasi peranan laki laki dalam kehidupan sosial dengan menciptakan pola hubungan yang baru, lesbianisme. Kuota 30% di DPR Indonesia, ajang kontes kecantikan, tempat parkir hingga kereta khusus perempuan, adalah bukti bahwa diskredit dan domestifikasi perempuan masih terjadi atas label kesetaraan gender. Hak – hak istimewa tersebut dibuat seolah adalah wujud dari penerimaan atas emansipasi perempuan, dan masyarakat menerima itu sebagai hadiah dari perjuangan tokoh terkait. Padahal, faktanya hal tersebut adalah hak bagi seluruh masyarakat tanpa harus ada seksisme.

Dalam tulisan Angela McRobbie berjudul Post Feminism and Popular Culture. Postfeminisme merupakan kritik kultural atas feminisme yang dipopulerkan oleh media massa seperti televisi dan iklan, membawa perempuan pada belitan ganda (double entanglement).6 Pada titik fokus dalam demokrasi, peranan perempuan, seperti yang telah

disebutkan sebelumnya, hanya mendapat porsi khusus akibat tekanan dan jumlah perempuan yang menjadi mayoritas khususnya di negara Indonesia. Perempuan dibuat seolah memiliki dominasi dan kekuasaan yang cukup signifikan dalam label “srikandi”. Faktanya,itu hanya bualan yang diciptakan media untuk menekan kecurigaan masyarakat terhadap misoginis. Pemerintah menyediakan porsi porsi khusus perempuan dengan serangkaian hak khusus di tempat umum, seolah memberikan tamparan bagi kaum perempuan bahwa, feminisme telah kalah. Postfeminisme menerangkan bahwa, alur perjuangan feminisme justru telah dibalikan dan menjadi bumerang bagi kaumnya. Tersedianya fasilitas tersebut menjadi bukti bahwa perempuan memang lemah dan tidak memiliki superioritas atas diri mereka sendiri yang pada akhirnya harus berakhir dalam perlindungan pemerintah. Lembaga Perlindungan Perempuan dan Anak menjadi salah satu bukti kuat bahwa peranan perempuan dikerdilkan menjadi kelompok lemah yang wajib memiliki perlindungan tambahan dalam hukum. Padahal, gerakan feminisme mengagungkan tentang “kesetaraan” yang berarti setara dalam hal apapun.

(16)

Oleh sebab itu, penulis menganggap bahwa representasi perempuan dalam lingkup demokrasi masih terbatas pada stigma emansipasi bukan lagi bicara tentang kapasitas dan kapabilitas perempuan dalam lingkungan High Politics. Padahal, sejatinya dalam demokrasi, kebebasan berpendapat dan hak hak individu harus dijunjung tinggi, bukan hanya sekedar sin tax atau akibat dari positive discriminacy. Sebab, dalam demokrasi dan pemerintahan, kita bicara masalah merangkul seluruh aspirasi dan pendapat masyarakat tanpa memperdulikan gender, ras, suku, status sosial, dsb.

Walaupun telah ada kuota dan porsi perempuan dalam demokrasi, nyatanya dikriminasi tetap hadir bahkan telah menjadi stereotip dalam masyarakat. Belum lagi kesalahpahaman atas definisi feminsime dalam masyarakat yang membuat gap antara perempuan dan pemerintah. Kebebasan berpendapat yang berlebihan dan salah tafsir feminisme akhirnya justru membuat perempuan – perempuan yang memang dilahirkan memiliki potensi dan kapabilitas dalam High Politics terkekang dalam stigma konservatif. Sebab, dalam masyarakat feminisme dianggap radikal dan bertentangan dengan norma – norma tertentu yang dianut masyarakat.

BAB III KESIMPULAN

Tokoh – tokoh gerakan yang berhasil menjadi Role Models dalam perkembangan emansipasi wanita di negara demokratis seperti Aung San Suu Kyi, Kartini, hingga Hilary Clinton, dianggap sebagai pembuktian bahwa superioritas perempuan dapat dicapai dengan hak bersuara dan hak istimewa. Bahasan mengenai hak istimewa perempuan hingga saat ini menjadi perdebatan, apakah hal ini merupakan hadiah atau hanya kamuflase dari kemungkinan domestifikasi perempuan.

(17)

Intinya, peran post-feminisme sangat mempengaruhi dalam suatu wilayah yang menganut sistem demokrasi dikarenakan kesamaan dan kesetaraan di mata hukum untuk mendapatkan kesejahteraan dan kemakmuran dan juga memiliki kesetaraan yang sama dengan kaum laki-laki sehingga post-feminisme tentu sangat berkaitan dengan demokrasi.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa representasi perempuan dalam demokrasi hanya sebatas diskrimasi postive atas ketertindasan dan limitasi perempuan pada masa sebelum demokrasi. Dapat juga diartikan sebagai hadiah atas gerakan – gerakan dan aspirasi mereka, bukan karena kapabilitas mereka. Beberapa kasus minor tentang superioritas perempuan tetap saja selalu berakhir dengan diskredit dari masyarakat. Belum lagi bagi sebagian negara konservatif seperti di negara negara Arab, peran perempuan terikat pada batasan agama dan adat istiadat.

BAB IV DAFTAR PUSTAKA

Abdulkarim, Aim. 2008. Pendidikan Kewarganegaraan. Grafindo Media. Mochlisin. 2007. Pendidikan Kewarganegaraan. Jakarta : Interplus.

Tim Dunne, Milja Kurki, Steve Smith .2013. International Relations Theories - Oxford University Press .

Jill Steans, Lloyd Pettiford, Thomas Diez, Imad El-Anis . 2010 . An Introduction to International Relations Theory, Perspectives and Themes – Routledge.

2016. Pendidikan Kewarganegaraan. Universitas Lampung

Friedrich, Ebert, 2009. Jurnal Sosial Demokrasi. Jakarta : Pergerakan Indonesia dan Komite Persiapan Yayasan Indonesia Kita

(18)

Melati, Nadia Karima. 2016. Melihat POstfeminisme Dalam Konteks Indonesia.

Referensi

Dokumen terkait

Dalam penelitian ini bentuk penelitian yang digunakan yaitu studi hubungan ( interrelationship studies ) untuk mengetahui hubungan antara kemampuan membaca pemahaman

Terdapat 4 (empat) warna utama dalam desain brand name logo Universitas Negeri Malang, yaitu biru, hijau, kuning emas, dan biru. Warna biru merupakan warna yang menarik dan

Penurunan mutu roti tawar terjadi secara nyata setiap harinya selama masa penyimpanan akibat staling, tetapi roti tawar dengan penambahan emulsifier memiliki skor yang lebih tinggi

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas 4 SD menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TGT berbantuan media

Solusi yang diberikan Pondok Pesantren Al Mursyid dalam pendidikan agama islam kepada masyarakat desa Ngetal saat peneliti observasi ternyata meliputi: Memberikan

Problem Based Learning berbantuan video dapat membantu peserta didik untuk meningkatkan ketrampilannya dalam memecahkan suatu masalah dengan bantuan tayangan video agar siswa

Hasil uji R (Koefisien Determinan) penelitian membuktikan bahwa pengembangan sumber daya manusia yang dilakukan secara parsial atau berpengaruh signifikan terhadap

Maklumat berikut berkaitan dengan perkhidmatan yang disediakan oleh bank perdagangan. Perkhidmatan tersebut merujuk kepada A