• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROBLEMATIKA PENDIDIKAN DI INDONESIA DA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PROBLEMATIKA PENDIDIKAN DI INDONESIA DA"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

“PROBLEMATIKA PENDIDIKAN DI INDONESIA DALAM GELORA MEMBANGUN GENERASI EMAS 2045”

PENDIDIKAN

EXEL ONGGI 17.3.3.002

SEJARAH PERADABAN ISLAM

FAKULTAS USHULUDDIN ADAB DAN DAKWAH INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI MANADO

(2)

Pembukaan Undang-Undang Dasar negara Republik Indonesia tahun 1945 merupakan acuan cita-cita yang besar sehingga tercipta Ideologi bangsa ini. Dalam hal Ideologi atau asas dasar yang memberikan arah dan tujuan untuk kelangsungan hidup (KBBI). Di Indonesia sendiri pada Alinea ke empat pembukaan Undang-Undang Dasar negara Republik Indonesia tahun 1945 terdapat tujuan untuk “Mencerdaskan kehidupan bangsa”. Namun, sudah setengah abad lebih Kemerdekaan Republik Indonesia segenap masyarakatnya masih belum mempunyai akses mengenyam dunia pendidikan formal selayaknya serta kurangnya kesadaran bahwa pendidikan non-formal dan informal juga bisa mengurangi rakyat atas kegagalan generasi emas nantinya.

Data UNICEF tahun 2016 ebanyak 2,5 juta anak Indonesia tidak dapat menikmati pendidikan lanjutan yakni sebanyak 600 ribu anak usia sekolah dasar (SD) dan 1,9 juta anak usia Sekolah Menengah Pertama (SMP). Begitu pun data statistik yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik, bahwa di tingkat provinsi dan kabupaten menunjukkan terdapat kelompok anak-anak tertentu yang terkena dampak paling rentan yang sebagian besar berasal dari keluarga miskin sehingga tidak mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya.

(3)

dunia jalanan dan itu lebih menarik bagi mereka ketimbang duduk di sekolah, berseragam, dan menerima pelajaran dari sekolah. Dan itu terlalu jauh dari apa yang mereka rasakan sehari-hari,” urai Budi dalam Panggung Civil Society Radio Idola, Jumat (9/9).

Dalam hal membangun generasi emas bangsa, maka sudah sepantasnya jika pendidikan nonformal atau kata lainnya komunitas maupun organisasi yang yang ada saat ini harus diberdayakan sehingga tercapainya tujuan sekaligus harapan bersama bangsa kitadi Indonesia ini. Dalam hal ini pendidikan non-formal menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) bahwa “bersifat di luar kegiatan resmi sekolah pendidikan” sedangkan menurut Badan Pusat Statistik (BPS) adalah “Pendidikan non-formal adalah jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang. Meliputi pendidikan kecakapan hidup (kursus), pendidikan anak usia dini (PAUD) atau pra-sekolah, pendidikan kepemudaan, pendidikan pemberdayaan perempuan, pendidikan keaksaraan, pendidikan keterampilan dan pelatihan kerja, pendidikan kesetaraan (paket A, paket B, dan paket C) serta pendidikan lainnya yang ditujukan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik. Jika ditinjau dari perspektif terminologinya, jelaslah bahwa pendidikan nonformal adalah wadah pendukung untuk menciptakan para pemuda dan pemudi berkarakter emas nantinya.

Permasalahan untuk membangun generasi yang berkarakter emas tahun 2045 dapat dilihat dari keadaan saat ini, seperti yang kita ketahui saat Menteri Pendidikan dan

Kebudayaan Anies Baswedandi dalam acara

'InternationalExaminationsSeminaronCurriculum, AssessmentandPedogogy' di Jakarta, Sabtu (12/12/2015). Dimana pada acara itu dijelaskannya problematika terhadap pendidikan di indonesia mulai dari kesenjangan Infrastruktur antar wilayah seperti transportasi, tidak semua pulau di Indonesia memiliki toko buku seperti pulau bacan di Kepulauan Maluku tepatnya di sebelah barat daya pulau Halmahera, Jumlah siswa Indonesia 10 kali lipat jumlah penduduk Singapura, dan jumlah siswa Indonesia dua kali penduduk Malaysia. Hal itu dapat berakibat pada generasi yang dinantikan pada tahun 2045 kelak.

(4)

Indonesia (KBBI) pendidikan informal ialah tidak resmi (pemimpin). Mengapa demikian? Karena sebelum kita bermasyarakat atau berkomunikasi dengan orang lain, pastinya keluargalah sumber ilmu pendidikan pertama sekaligus tempat berkomunikasi saat kecil. Sebab merekalah yang kita lihat pertama mulai dari lahir sampai dan berkomunikasi yang sebelumnya menggunakan isyarat tubuh kemudian menggunakan komunikasi yang pada umumnya kita ketahui. Masalahnya sekarang adalah para penerus bangsa moralnya lagi diserang sehabis-habisnya. Berkaitan dengan hal itu, sebabnya adalah dimulai dari pihak-pihak yang bertanggung jawab terhadap tempat pendidikan mereka menimba ilmu yaitu para guru atau senior kelas serta agar terjauh dari kriminalitas,pemerintah harus memastikan muatan kekerasan dan konten pornografi tidak ditayangkan di media, dan ketiga menggalakkan upaya pencegahan kekerasan dan kriminalitas anak. Seperti berita yang kita ketahui yaitu Sebagian besar kasus kejahatan oleh anak, terutama pembunuhan, memang berakar dari masalah sepele dan korbannya kebanyakan adalah teman akrab dan teman main pelaku. Misalnya kasus yang terjadi pada 5 Oktober 2014 lalu di depan Pasar Modern, Perumahan Jakarta Garden City, Cakung, Jakarta Timur. Tiga pelajar, Rio Santoso (15), Ikhwan (16), dan M Febriyansah (14) membunuh temannya Chaerul (16) pelajar SMK Mercusuar dengan cara menggorok lehernya. Alasannya, ketiganya sakit hati karena korban memaki mereka.

Kemudian, apakah factor sistem pendidikan bisa menjadi penyebab putusnya anak sekolah, untuk melanjutkan pendidikan mereka ? Kita tentu mengetahui bahwa dalam suatu instansi pendidikan ada orang cerdas-bodoh atau rajin-malas. Semua pasti tau, dalam kondisi belajar sebelum ulangan harian diadakan murid-murid mungkin masih jujur untuk mendapatkan nilai, sekaligus mengimplementasikan ilmu kependidikan yang dipelajari dari sistem pendidikan yang telah ditetapkan kebijakannya. Akan tetapi, bersamaan dengan kegiatan belajar-mengajar yang kemudian mereka mendapatkan tugas atau pekerjaan rumah (PR), sebagian dari mereka mungkin mengerjakan tugas itu dirumah sesuai istilahnya PR. Artinya bahwa mereka sadar akan tanggungjawab sebagai seorang pelajar saat itu. Sedangkan bagi mereka yang mengerjakan tugas PR disekolah, apalagi disaat berlangsungnya pelajaran yang meminta tanggungjawab mereka akan tugas itu atau gurunya membiarkan hal itu terus berlangsung serta jika gurunya tidak berniat untuk menghentikan akibatnya akan berdampak pada moral generasi saat ini maupun yang selanjutnya.

(5)

sedikit para guru, bahkan mereka yang belajar dengan kebohongan (mencontek), yang kemudian mendapat hasil yang tinggi dengan cara tidak jujur malah diapresiasi para guru yang kemudian dianggap pintar serta disayang mereka. Jika hal itu dibiarkan pemerintah atau yang mempunyai kuasa atas keterkaitan itu, maka akibatnya tidak dapat dipungkiri jika generasi ini akan dapat menuju ke tujuan yang gemilang.

Bukankah tugas guru adalah untuk menjadi pembangun karakter dari para penerus pemimpin bangsa ini ? Dan mendidik mereka sehingga tercapainya generasi emas penerus pemimpin bangsa yang jujur dan terdidik? Maka dari itu, sudah seharusnya semua masyarakat juga ikut melaksanakan tujuan itu apalagi dalam suatu instansi pendidikan terdapat orang-orang yang mempunyai tanggungjawab yang lebih besar lagi karena harus mendidik para generasi emas penerus pemimpin bangsa kelak. Lebih dari itu, peran masyarakat sebagai elemen-elemen pendukung terciptanya pendidikan yang sesuai tujuan pembukaan Undang-Undang Dasar negara Republik Indonesia 1945 haruslah dimaknai dan disadari dengan sebenarnya.Dalam hubungan dengan itu bahwa penyebab putus sekolah bisa dikatakan berasal dari sistem pendidikan suatu instansi dan tidak menutup kemungkinan juga berasal daripada penggerak sistem pendidikan itu sendiri. Mereka itu yang secara struktural terdapat dalam suatu instansi pendidikan.

Dalam mengarungi lautan yang luas pastilah ada instrument (solusi-saran) pendukung untuk mencapai tujuan dengan berbagai solusi-solusi maupun saran-saran. Maka dari itu ada beberapa hal yang dapat dijadikan perhatian khusus bagi kita yang ingin berjuang bersama agar supaya terciptanya pembangunan gelora generasi emas tahun 2045 yaitu :

1) Meningkatkan kesadaran akan pentingnya pendidikan. Dalam artian, bahwa antara pendidikan secara formal maupun non-formal keduanya sama-sama belajar namun cara belajarnya yang membedakan karena ada kebijakan yang mengaturnya dan aturan yang digunakan tentu berbeda. Selain itu, persoalan kecerdasan-kebodohan atau kerajinan-kemalasan yang terjadi baik formal maupun nonformal semua itu ditentukan dari individu masing-masing dan tidak ada kaitannya dengan formal atau informalnya.

(6)

diskusi kelompok mengenai masalah-masalah yang dihadapi para pelajar saat itu maupun masalah disekitar lingkungan mereka.

3) Memberdayakandan menyadarkan Pendidikan nonformal. Dalam hubungannya dengan orang yang kurang biaya akibat tingginya kebutuhan hidup. Maka cara terbaik untuk meminimalisir angka putus sekolah dengan memberdayakan suatu wadah berupa komunitas pelajar yang didalamnya mempunyai tujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Dan juga menyadarkan mereka bahwa saat ini dengan begitu banyaknya komunitas atau organisasi nonformal yang bisa bergabung tanpa biaya yang tinggi bahkan tidak bayar sekalipun ada.

(7)

Daftar Pustaka

https://www.radioidola.com/angka-putus-sekolah-73-persen-pendidikan-perlu-berbenah/

https://kbbi.web.id/ideologi

https://kbbi.web.id/nonformal

https://www.kompasiana.com/kekitaan/9-kesalahan-sistem-pendidikan-di-indonesia-yang wajib-kita-alami_5749042f129773b1043fc7ae

http://www3.kompasiana.com/kekitaan/9-kesalahan-sistem-pendidikan-di-indonesia-yang-wajib-kita-alami_5749042f129773b1043fc7ae

https://www.bps.go.id/Subjek/view/id/28

Referensi

Dokumen terkait

Dari Gambar 4.3 dapat dilihat hasil perbandingan yang dilakukan terhadap nilai kualitas sistem informasi akademik IAIN Raden Intan Lampung yang menunjukkan nilai kualitas

Acuminate Balbisiana) Dan Lama Penyimpanan Terhadap Mutu Buah Mangga (Mangifera Indica) Sebagai Bahan Untuk Mengembangkan Sumber Belajar Biologi Video Materi

Dilihat dari hasil perhitungan ukuran kesalahan MAD yang telah dilakukan terhadap metode – metode peramalan ternyata peramalan dengan metode Single Exponential Smoothing

menggambarkan secara umum kelainan yang terjadi pada ventrikel kiri akibat

Hal ini berarti jika limbah yang dihasilkan dari industri tape sebanyak 1 kuintal maka akan akan didapatkan 17,8 kg kulit ubi kayu kering yang dapat digunakan sebagai bahan

Penelitian dilakukan pada mesin exhaust departemen produksi lampu pijar PT GE Lighting Indonesia, data yang digunakan adalah jumlah produk jadi dan produk cacat di mesin

Mata kuliah ini membahas tentang taksonomi dari tumbuhan vaskuler (paku, gymnospermae dan angiospermae), topik pembahasan meliputi: perkembangan evolusi tumbuhan

PENERAPAN STRATEGI METAKOGNISI PADA COOPERATIVE LEARNING UNTUK MENGETAHUI PROFIL METAKOGNISI DAN PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATERI FLUIDA DINAMIS.. Universitas