• Tidak ada hasil yang ditemukan

ciri khusus hewan dan tumbuhan.doc (1)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "ciri khusus hewan dan tumbuhan.doc (1)"

Copied!
39
0
0

Teks penuh

(1)

I.CIRI KHUSUS BEBERAPA JENIS HEWAN

1. Kelelawar

 Merupakan satu-satunya mamalia

yang dapat terbang.

 Jenisnya terdiri atas : kelelawar

buah (pemakan buah), kelelawar ikan (pemakan ikan), kelelawar lidah panjang (pemakan nektar), kelelawar katak (pemakan katak), dan kelelawar vampir (penghisap darah).

 Hidup di gua yang lembab dan

gelap atau di pohon yang tinggi.

 Mencari makan pada waktu malam hari (nocturnal).

 Tidur pada siang hari dengan keadaan menggantung terbalik.

 Memiliki daya pendengaran yang tajam.

 Memiliki kemampuan ekolokasi yaitu menggunakan gelombang bunyi untuk mengetahui posisi mangsanya.

 Pada saat terbang kelelawar mengeluarkan bunyi berfrekuensi tinggi

(ultrasonik) yang jika mengenai benda akan menimbulkan pantulan. Pantulan bunyi ini ditangkap oleh telinga kelelawar sehingga dapat mengetahui ukuran, jarak, dan arah benda pada waktu singkat.

2. Cecak atau Tokek

 Dapat merayap di dinding.

 Pada telapak kakinya terdapat struktur lapisan yang bersifat lengket dan tampak seperti guratan-guratan yang berfungsi sebagai alat pelekat.

(2)

3. Ikan Lele dan Serowot

 Hidup di air tawar

 Tidak mengandalkan mata

untuk mencari makan yang tersembunyi di dasar sungai yang berlumpur dan gelap.

 Mengandalkan kumis

(misai) yang merupakan organ indra khusus.

 Misai berbentuk embelan panjang pada bibir bawah dan bibir atas ikan.

 Misai memiliki kuncup pengecap.

 Ketika berenang di air, ikan lele dan serowot menyapu dasar sungai dengan misainya untuk mengenali rasa binatang di dekatnya.

4. Bunglon

 Dapat mengubah warna

tubuhnya sebagai tanggapan terhadap perubahan suhu dan cahaya di sekitarnya.

 Kemampuan untuk

menyamar membantu bunglon untuk menangkap mangsa dan menghindari pandangan musuh.

 Memiliki lidah panjang dan lengket untuk menangkap mangsa dan membawanya ke rahang.

 Memiliki mata yang dapat berputar dan dapat melihat ke segala arah.

 Memiliki kaki yang dapat mencengkeram seperti tangan agar dapat menggenggam dengan kuat.

5. Laba-laba

 Kebanyakan memiliki penglihatan yang buruk

 Membuat jaring untuk menangkap mangsa

(3)

 Mengandalkan indra peraba pada kakinya untuk memeriksa apakah terdapat mengsa dalam jaringnya.

6. Jerapah

 Memiliki leher yang panjang sehingga memungkinkan untuk memakan tunas dan daun muda.

 Dapat minum dengan menundukkan

kepalanya.

 Memiliki katup kecil pada bagian dalam pembuluh darah di kepalanya sehingga saat ketinggian kepala jerapah berubah, katup tersebut dapat mencegah tekanan darah yang tinggi naik ke kepala.

7. Tupai

 Memakan buah berkulit keras seprti buah kenari, chestnut, hazelnut, dab buah cemara.

 Memiliki ekor yang panjang berumbai dan hampir sama panjang dengan badannya.

 Ekor berfungsi sebagai alat keseimbangan dan kemudi, sehingga memudahkan tupai melompat dari satu pohon ke pohon lain.

 Dapat melompat dari ujung dahan ke dahan lain sejauh 4 meter.

 Pada saat melompat kaki depan dan belakang direnggangkan dan melayang serta ekor dipipihkan.

 Dapat jatuh bebas dari ketinggian 9 meter dan mendarat dengan mulus di atas keempat kakinya.

 Memiliki mata yang jeli untuk memperkirakan jarak yang tepat.

8. Ikan Penyumpit

 Hidup di perairan pantai serta air tawar dari India hingga Australia.

(4)

 Mampu menyemprotkan air ke udara untuk menjatuhkan serangga dari tumbuhan atau udara.

 Dapat melompat dari air untu menyergap serangga yang hinggap di daun atau dahan yang menggantung di atas air.

9. Paus

 Tulang paus berupa bahan berongga berisi minyak sehingga dapat mengapung di permukaan air.

 Memiliki lapisan lemak yang tebalnya sekitar 50 cm yang berfungsi untuk menjaga suhu tubuh agar tetap 34⁰C – 37⁰C.

 Mata paus ditutupi lapisan berminyak untuk melindungi dari berbagai efek yang membahayakan dari air laut.

 Paus tergolong binatang menyusui. Susu paus bukan berbentuk cair tetapi padatan yang sangat berlemak.

 Paus betina menyemprotkan susu ke dalam mulut, susu masuk ke dalam mulut dan terlarut dalam perut bayi paus.

10. Burung Hantu

 Mencari mangsa pada waktu

malam hari dan tidur pada waktu siang hari.

 Menggunakan mata dan

telinga yang tajam

untukmenangkap mangsanya.

 Dapat dengan cepat memusatkan bola mata dalam kegelapan.

 Pupil mata dapat menyerap cahaya yang ada di malam hari, sehingga burung hantu dapat melihat walau cahaya sedikit.

(5)

 Bulu sayap burung hantu sangat halus dan lembut sehingga burung hantu dapat terbang tanpa suara dan dapat menyambar mangsanya dengan diam-diam.

11. Bebek

 Memiliki kaki yang berselaput sehingga memudahkan untuk berenang.

 Memiliki paruh yang berbentuk pipih dan lebar untuk memudahkan mencari cacing di dalam lumpur.

 Bulu bebek selalu berminyak sehingga bebek tidak basah walaupun berendam lama di dalam air.

12. Unta

 Hidup di padang pasir (daerah minim air)

 Memiliki kemampuan tidak

makan atau tidak minum selama berhari-hari karena memiliki punuk yang merupakan tempat cadangan makanan.

 Punuk terdiri dari lapisan lemak.

 Memiliki bulu mata yang

panjang untuk melindungi mata dari pasir.

 Memiliki kaki yang tebal untuk dapat berjalan di padang pasir yang panas.

 Memiliki dua jari kaki yang bersatu untuk mencegah tenggelam di dalam pasir.

 Memiliki lubang hidung yang dapat tertutup untuk melindungi hidung saat terjadi badai pasir.

13. Penguin

 Dapat hidup di daerah bersuhu sangat rendah.

(6)

 Hidup berkelompok sampai ratusan ribu dan saling mendekatkan diri agar tidak banyak panas yang dikeluarkan dan terlindung dari udara dingin.

14. Rubah Artik

 Dapat hidup di daerah bersuhu sangat rendah.

 Memiliki telinga yang berukuran kecil dan tubuh yang berwarna putih yang membuat rubah artik mampu menjaga panas sehingga tidak banyak keluar dari tubuh.

15. Ikan Gelodok (mudskipper)

 Hidup di daerah payau yang banyak terdapat hutan bakau.

 Memili ukuran kecil dan gerakan yang sangat lincah.

 Dapat berjalan di daratan atau memanjat pohon.

 Di daratan ikan gelodok bergerak meloncat-loncat.

16. Trenggiling

 Memiliki cakar yang kuat untuk menarik rayap/semut dari sarangnya

(7)

 Memiliki sisik yang tebal dan keras, dan dapat menggulung tubuhnya seperti bola untuk melindungi diri.

17. ikan pari

 Ikan pari (rays) termasuk dalam sub grup

elasmobranchii, yaitu ikan yang bertulang rawan dan grup Cartilaginous.

 Bentuk tubuh gepeng melebar (depressed) dimana sepasang sirip dada (pectoral, fins)-nya melebar dan menyatu dengan sisi kiri-kanan kepalanya, sehingga tampak atas atau tampak bawahnya terlihat bundar atau oval.

 Umumnya mempunyai ekor

yang sangat berkembang (memanjang) menyerupai cemeti. Pada beberapa spesies, ekor ikan pari dilengkapi duri penyengat sehingga disebut ‘sting-rays’.

 Mata ikan pari umumnya terletak di kepala bagian samping.

 Posisi dan bentuk mulutnya adalah terminal (terminal mouth) dan umumnya bersifat predator.

 Bernapas melalui celah insang (gill openings atau gill slits) yang berjumlah 5-6 pasang. Posisi celah insang adalah dekat mulut di bagian bawah (ventral).

 Ikan pari jantan dilengkapi sepasang alat kelamin yang disebut “clasper” letaknya di pangkal ekor. Ikan pari betina umumnya berbiak secara melahirkan anak (vivipar) dengan jumlah anak antara 5-6 ekor.

18. ikan sidat

 Sidat (ordo Anguilliformes) kelompok ikan berbentuk tubuh mirip ular.Ordo Anguilliformes terdiri atas 4 subordo, 19 famili, 110 genera, dan 400 spesies.

(8)

 merupakan ikan nokturnal, sehingga keberadaannya lebih mudah ditemukan pada malam hari.

17. Sigung (teledu) / skunk

Sigung atau teledu : mamalia

seperti musang yang berbulu indah namun mempunyai kemampuan mengeluarkan bau yang busuk sebagai alat pertahanan dirinya terhadap predator.

 Sigung di Indonesia dikenal sebagai

spesies Mydaus javanensis. Namun sebenarnya sigung merupakan kelompok mamalia dari famili Mephitidae yang terdiri atas sekitar 10 spesies dari empat genus yaitu Conepatus, Mydaus, Mephitis, dan Spilogale. Dari genus Mydaus saja terdapat dua spesies yaitu Mydaus javanensis yang terdapat di Jawa, Sumatera, dan Kalimantan (Indonesia dan Malaysia) dan spesies Mydaus marchei yang terdapat di Filipina. Sedangkan 8 spesies lainnya menghuni benua Amerika.

 Sigung dalam bahasa inggris dikenal sebagai skunk, sedangkan untuk spesies sigung Indonesia (Mydaus javanensis) biasa disebut sebagai Indonesian Stink Badger, Malayan Stink Badger, Malay Badger, Sunda Stink Badger. Di Malaysia (dan sebagian Indonesia), sigung juga dikenal sebagai teledu.

Sigung Indonesia (Mydaus javanensis) memiliki moncong panjang dan berbulu panjang dan lebat. Warna bulu sigung didominasi coklat tua atau hitam dengan belang putih. Warna putih berada di tengah bagian tubuh, yaitu dari tengah bagian atas kepala hingga ekor. Sigung mempunyai panjang tubuh mencapai 50 cm dengan berat badan berkisar antara 1,4-3,6 kg.

 Sigung merupakan binatang penyendiri yang beraktifitas di malam hari (nokturnal). Pada siang hari, binatang ini lebih banyak bersembunyi di dalam terowongan. Sigung mempunyai habitat di hutan-hutan sekunder hingga pada ketinggian 2000 mdpl.

(9)

 Yang paling khas dari sigung adalah kemampuannya mengeluarkan sejenis gas yang berbau menyengat dan busuk dari kelenjar khusus yang terdapat di sekitar anusnya. Kelenjar ini menghasilkan bau yang mengandung sulfur (belerang), methyl and butyl thiols. Bau ini berfungsi sebagai alat pertahanan diri terhadap predator.

 Sigung yang merasa terpojok akan mengancam lawan atau predator dengan cara menundukkan kepala, menaikkan ekornya, dan akan menjejak-jejakkan cakar depannya di tanah. Jika musuh atau predator tidak segera pergi, sigung akan melengkungkan tubuhnya menyerupai huruf “U” dengan kepada dan dubur menghadap ke lawannya. Dan menyemburlah bau yang sangat busuk.

 Semburan sigung (Mydaus javanensis) sangat kuat hingga mampu mencapai jarak 3,6 meter yang arahnya bisa ke kanan, ke kiri, ke atas, atau lurus. Bau ini sangat kuat yang mampu menyebabkan iritas dan kebutaan.

 Sigung (Mydaus javanensis) meskipun tidak diketahui populasinya dengan pasti namun oleh IUCN Redlist dikategorikan sebagai Resiko Rendah (Least Concern). Di Eropa banyak yang memelihara sigung sebagai binatang peliharaan. Namun musti hati-hati, karena tidak semua spesies sigung dapat dipelihara. Hanya sigung dari genus Mephitis yang didapatkan dari negara-negara di Amerika saja yang boleh dipelihara karena spesies-spesies lainnya di negara lain termasuk dari Mydaus javanensis Indonesia dilindungi oleh undang-undang.

18. Anjing

 Anjing adalah mamalia yang telah mengalami domestikasi dari serigala.

(10)

 memiliki otot yang kuat, tulang pergelangan kaki yang bersatu, sistem kardiovaskuler yang mendukung ketahanan fisik serta kecepatan berlari

 secara teknis anjing berjalan berjingkat dengan jari-jari kaki

 Anjing bisa mendengar suara frekuensi rendah 16Hz hingga 70KHz, mampu menentukan sumber suara lebih cepat dari manusia, sekaligus bisa mendengar suara yang sumbernya empat kali lebih jauh yang dapat didengar manusia.

 Anjing memiliki hampir 220 juta sel penciuman yang sensitif terhadap bau.

 Anjing dapat mengeluarkan zat yang tidak diinginkan dari perut dengan cara memuntahkannya

19. Kadal

 Kadal adalah hewan bersisik berkaki empat

yang termasuk kelompok reptil.

 mempunyai lubang telinga luar, dan pelupuk

mata yang dapat dibuka tutup.

 kadal termasuk binatang berdarah dingin (itu

sebabnya kadal kerap berjemur) dan mempunyai sisik-sisik yang beraneka bentuknya yang terbangun dari zat tanduk. Sebagian jenis mempunyai sisik-sisik yang halus berkilau, terkesan licin atau seperti berminyak, walaupun sebenarnya sisik-sisik itu amat kering karena kadal tidak memiliki pori di kulitnya untuk mengeluarkan keringat atau minyak.

 Kebanyakan kadal bertelur (ovipar), meskipun ada pula yang melahirkan anak (vivipar). Juga, umumnya kadal dapat menumbuhkan kembali ekor atau bahkan tungkai yang terputus.

 Beberapa spesies kadal tak berkaki, seperti ular kaca misalnya, memiliki struktur gelangan bahu dan panggul dalam tubuhnya, meski tak ada tungkainya

 Kadal-kadal tertentu, misalnya bunglon, dapat berganti warna sesuai kondisi lingkungan atau suasana hati.

 Meski kebanyakan hidup di daratan, umumnya kadal dapat berenang dengan baik.

(11)

domba atau biri-biri (Ovis) adalah ruminansia dengan rambut tebal dan dikenal orang banyak karena dipelihara untuk

dimanfaatkan rambut (disebut wol), daging, dan susunya

domba garut/priangan : untuk

pedaging/aduan : Bertubuh besar dan lebar, lehernya kuat, dahi konveks. Domba priangan jantan memiliki tanduk besar dan kuat, melengkung ke belakang berbentuk spiral, dan pangkal tanduk kanan dan kiri hampir menyatu. Sedangkan domba betina tidak memiliki tanduk, panjang telinga sedang, dan terletak di belakang tanduk. Domba jantan mempunyai berat 40-80 kg, sedangkan betina 30-40 kg. Kadang-kadang dijumpai adanya domba tanpa daun telinga. Keunggulan domba ini adalah kulitnya merupakan salah satu kulit dengan kualitas terbaik di dunia, selain itu dengan leher yang kokoh dan tubuh yang besar, kuat, domba ini sesuai untuk domba aduan. Keunggulan lainnya adalah penghasil daging yang sangat baik dan mudah dipelihara.

yang mempunyai cangkang keras di dalam sarang yang dibuatnya. Ia menjaga anaknya sampai mampu terbang.

 Merupakan hewan pemangsa, makanan utamanya hewan mamalia

kecil seperti tikus, tupai dan ayam. Terdapat sebagian elang yang menangkap ikan sebagai makanan utama mereka (biasanya elang tersebut tinggal di wilayah perairan)

 Paruh elang tidak bergigi tetapi melengkung dan kuat untuk mengoyak daging mangsanya

 mempunyai sepasang kaki yang kuat dan kuku yang tajam dan melengkung untuk mencengkeram mangsa serta daya penglihatan yang tajam untuk memburu mangsa dari jarak jauh tak terkira.

(12)

22. Landak

 termasuk hewan pengerat (Rodentia)

 memiliki rambut yang tebal dan berbentuk

duri tajam.

 Hewan ini ditemukan di Asia, Afrika, maupun

Amerika, dan cenderung menyebar di kawasan tropika.

 Hewan ini agak “membulat” serta tidak

terlalu lincah apabila dibandingkan dengan tikus.

 Landak secara umum adalah herbivora, dan menyukai daun, batang, khususnya bagian kulit kayu. Karena hal inilah banyak landak dianggap sebagai hama tanaman pertanian. Meskipun demikian, orang juga menjadikan landak sebagai salah satu bahan pangan.

23. walangsangit

 Walang sangit adalah serangga yang

menjadi hama penting pada tanaman budidaya, terutama padi.

 bentuknya yang memanjang, berukuran

sekitar 2 cm, berwarna coklat kelabu, dan memiliki “belalai” (proboscis) untuk menghisap cairan tumbuhan.

 Walang sangit adalah anggota ordo

Hemiptera (bangsa kepik sejati).

 menghisap cairan tanaman dari tangkai bunga (paniculae) dan juga cairan buah padi yang masih pada tahap masak susu sehingga menyebabkan tanaman kekurangan hara dan menguning (klorosis), dan perlahan-lahan melemah.

 untuk pertahanan diri ia mengeluarkan aroma yang menyengat hidung (sehingga dinamakan “sangit”)

24. Belalang

 Belalang adalah serangga herbivora dari subordo

Caelifera dalam ordo Orthoptera.

 Serangga ini memiliki antena yang hampir selalu

(13)

 Suara yang ditimbulkan beberapa spesies belalang biasanya dihasilkan dengan menggosokkan femur (tulang paha) belakangnya terhadap sayap depan atau abdomen atau karena kepakan sayapnya sewaktu terbang.

 Femur belakangnya umumnya panjang dan kuat yang cocok untuk melompat.

 Serangga ini umumnya bersayap, walaupun sayapnya kadang tidak dapat dipergunakan untuk terbang.

 Belalang betina umumnya berukuran lebih besar dari belalang jantan.

25. Lumba-lumba

 merupakan mamalia laut yang sangat

cerdas.

 kulitnya mampu memperkecil gesekan

dengan air, sehingga lumba-lumba dapat berenang dengan sedikit hambatan air.

 memiliki sebuah sistem yang digunakan

untuk berkomunikasi dan menerima rangsang yang dinamakan sistem sonar, yang dapat menghindari benda-benda yang ada di depannya sehingga tidak terjadi benturan.

 merupakan binatang menyusui, hidup di laut dan sungai di seluruh dunia. Ada lebih dari 40 jenis lumba-lumba.

 Bayi lumba-lumba yang baru lahir akan dibawa ke permukaan oleh induknya agar bisa menghirup udara

 Lumba-lumba bernapas melalui lubang udara yang terletak di atas kepalanya

26. Gajah

 merupakan mamalia darat terbesar yang

masih ada.

 Mempunyai belalai dan daun telinga yang

lebar

 mempunyai gading yang merupakan

(14)

 Terdiri dari dua spesies : gajah Afrika dan gajah Asia

 Umur gajah biasanya mencapai 70 tahun.

 Umumnya, gajah hidup berkelompok dengan jumlah anggota 30 ekor

 Periode kehamilan gajah adalah 22 bulan, masa kehamilan terlama dibandingkan hewan darat lainnya

 Gajah adalah satu-satunya mamalia di dunia yang tidak bisa melompat.

 mempunyai bantalan tebal berupa jaringan kenyal, yang tumbuh sebagai lapisan pada bagian bawah setiap telapak kaki gajah yang dapat menyerap guncangan berat badannya. Lapisan bantalan ini menyebarkan efek tekanan yang dikenakan gajah ke permukaan tanah. Itu memungkinkannya mengangkat kaki dengan mudah. Berkat bantalan ini, gajah mampu berjalan menempuh jarak yang jauh meskipun tubuhnya amat berat.

 berkomunikasi dengan menggunakan suara infrasonik yang tak terdengar oleh telinga manusia. Suara infrasonik memungkinkan gajah berbicara menggunakan bahasa khusus dengan gajah lain yang terpisah sejauh 4 km

 dapat berenang selama 6 jam dan menempuh jarak hingga 50 km.

26. badak

 merupakan mamalia herbivora berukuran

besar dengan berat dapat mencapai lebih dari satu ton

 memiliki cula dibagian tengah dahi, satu

atau dua buah. jika berjumlah dua, salah satu terletak di depan yang lainnya (tidak bersisian).

 memiliki kulit yang tebal, 1.5 – 5 cm, terbentuk dari lapisan kolagen.

 memiliki indra pendengaran dan penciuman yang tajam, tapi tidak dapat melihat jauh

 Sebagian besar badak dapat hidup melebihi 40 tahun

27. Rusa

Rusa, sambar, atau

(15)

 Salah satu ciri khas rusa adalah adanya antler (tanduk rusa), dan bukan tanduk, yang merupakan pertumbuhan tulang yang berkembang setiap tahun (biasanya pada musim panas) terutama pada rusa jantan (walaupun ada beberapa pengecualian).

 Ada sekitar 34 spesies rusa di seluruh dunia

 memiliki tubuh yang luwes, badan kompak dan panjang, kaki kuat cocok untuk medan hutan kasar.

28. Zebra

merupakan binatang dari famili kuda yang tubuhnya berbelang-belang hitam dan putih.

 Penyebaran habitat di Afrika Selatan, Afrika

Barat dan Afrika Timur. Ada tiga jenis zebra yaitu : zebra gunung, zebra dataran dan zebra primitif.

 Belang-belang pada tubuh zebra dapat

membantu sistem pertahanan zebra terhadap predator.Belang zebra dapat membingungkan predator. Belang pada tubuh zebra memecah kontur rata hewan,menyamarkan bentuk asli zebra.Ketika zebra bergerak, pola itu lebih membingungkan lagi

 Zebra betina melahirkan 1 anak, yang hampir langsung dapat berdiri dan berlari sekitar 1 jam setelah dilahirkan

29. kucing

 Kaki kucing memiliki lapisan empuk dan

tebal yang berguna untuk

menyembunyikan kukunya. Pada saat berjalan kukunya ditarik masuk sehingga tidak bersuara, sehingga musuh tidak mendengar ketika didekatinya.

 Mata kucing sangat tajam sehingga bisa

melihat dalam gelap.

 Kucing dapat melihat dalam cahaya yang amat terang karena memiliki Selaput pelangi (iris) yang membentuk celah pada mata yang akan menyempit.

(16)

 kucing juga memiliki keseimbangan tubuh yang sangat baik, ketika kucing terjatuh maka kucing bisa mengatur tubuhnya supaya tetap berdiri.

 merupakan karnivora yang sempurna dengan gigi dan saluran pencernaan yang khusus. Gigi premolar dan molar pertama membentuk sepasang taring di setiap sisi mulut yang bekerja efektif seperti gunting untuk merobek daging.

 Kucing yang sedang berkelahi menegakkan rambut tubuh dan melengkungkan punggung agar mereka tampak lebih besar.

 kucing memerlukan kegiatan mencakar untuk menanggalkan lapisan lama pada kukunya agar kukunya dapat tetap tajam dan terjaga kesehatannya.

 kucing menyimpan energi dengan cara tidur lebih sering ketimbang hewan lain. Lama tidur kucing bervariasi antara 12-16 jam per hari, dengan angka rata-rata 13-14 jam.

30. ular

 merupakan reptil bersisik yang tak berkaki

dan bertubuh panjang.

 termasuk hewan berdarah dingin.

 Ular adalah hewan karnivora atau pemakan

daging, dan tidak pernah mengunyah atau mencabik cabik makanannya tapi langsung ditelan secara utuh.

 susunan rahangnya melekat secara longgar dengan susunan tulang pada rangka kepala yang memungkinkan ular menelan mangsa yang lebih besar dari dirinya sendiri.

 ular juga memiliki cairan pencerna yang mampu menghancurkan makanan.

 Pada beberapa jenis ular, ada yang membelit mangsanya dengan kuat sehingga mangsanya kehabisan nafas, dan dengan mudah sang ular dapat memakannya.

 Ular juga memiliki bisa yang dapat membunuh musuh-musuhnya.

 Ular tidak memiliki daun telinga dan gendang telinga, tidak mempunyai keistimewaan pada ketajaman indera mata maupun telinga

(17)

 Lubang yang terdapat antara mata dan mulut ular dapat berfungsi sebagai thermosensorik (sensor panas). Ular juga dapat mengetahui perubahan suhu karena kedatangan mahluk lainnya.

 Kulit ular dimanfaatkan untuk membuat membuat tas, dompet dan barang lainnya.

31. beruang

o Beruang memiliki ekor kecil

o indra penciuman dan pendengaran yang tajam

o memiliki empat cakar yang lebar, lima kuku per

telapak tangan yang tak dapat ditarik masuk, Kuku-kukunya digunakan untuk memanjat pohon, menyobek sarang rayap dan sarang lebah, menggali akar, atau menangkap mangsa.

o bulu yang panjang, lebat dan kasar. Warna bulu

bervariasi tergantung pada spesiesnya. Ada yang berwarna putih, blonde atau krem, hitam dan putih, sampai hitam semua atau coklat semua. Warna bulu beruang juga bervariasi walaupun mereka satu spesies.

o Sebagai contoh, Beruang Amerika hitam mungkin saja berbulu

hitam, coklat, coklat kemerahan, atau hitam kebiruan. Beberapa spesies, seperti sun bear dan spectacled bear memiliki dada yang berwarna cerah dengan facial markings.

o moncong yang panjang, dan telinga bundar.

o Giginya digunakan untuk bertahan dan tergantung pada

makanannya. Tergantung pada spesiesnya, beruang dapat memiliki 32 hingga 42 gigi. Gigi beruang tidak dikhususkan untuk membunuh mangsa mereka.Gigi taring beruang relatif kecil dan umumnya digunakan untuk pertahanan diri atau alat. Gigi geraham beruang lebar, datar dan digunakan untuk memotong dan menggiling tumbuhan menjadi potongan lebih kecil yang dapat dicerna.

o Penglihatan beruang hampir sama dengan penglihatan manusia.

Beruang hitam dan sejenisnya, tidak buta warna, yang memungkinkan mereka membedakan.

o dapat berlari mencapai kecepatan 50 km/jam (30 mph). Beruang

juga dapat bergerak dengan fleksibel dan lincah.

o Pada semua spesies beruang, jantan lebih besar daripada betina.

(18)

sekitar 25 tahun hingga 40 tahun. Beruang yang hidup di hutan, lebih cepat mati daripada mereka yang hidup di kebun binatang

o Ada banyak macam beruang yang berbeda seperti beruang kutub,

beruang coklat, beruang hitam, panda, beruang madu, dsb

o Beruang hidup di habitat yang bervariasi, dari lingkungan tropik

hingga Artik, dari hutan ke lingkungan bersalju. Umumnya mereka omnivora, walaupun beberapa memiliki makanan yang khusus, seperti beruang kutub. Mereka memakan lumur, akar, kacang dan beri. Mereka juga kadang-kadang pergi ke sungai untuk menangkap ikan. Beruang umumnya pergi jauh untuk mencari makanan. Waktu berburu biasanya ketika senja atau pagi buta kecuali ketika manusia ada di sekitar.

o Kebanyakan beruang biasa berhibernasi (atau tidur tanpa bangun)

selama musim dingin.

32. harimau/macan

o Harimau adalah jenis kucing terbesar dari

spesiesnya, lebih besar dari singa.

o Harimau juga adalah jenis kucing tercepat

kedua dalam hal berlari, setelah cheetah.

o Dalam keseluruhan karnivora, harimau adalah

kucing karnivora terbesar dan karnivora terbesar ketiga keseluruhan, setelah beruang kutub dan beruang coklat

o harimau memiliki loreng, yang bervariasi dari coklat ke hitam.

Bentuk dan kepadatan lorengnya berbeda-beda subspesies satu dengan yang lain, tapi hampir semua harimau memiliki lebih dari 100 loreng. Pola loreng unik setiap harimau digunakan untuk membedakan satu sama lain, mirip dengan fungsi sidik jari yang digunakan untuk mengindentifikasi orang. Loreng juga berfungsi untuk kamuflase, menyembunyikan mereka dari mangsanya.

33. bintang laut

o Bintang laut merupakan hewan simetri radial

dan umumnya memiliki lima atau lebih lengan.

o Bintang laut tidak memiliki rangka yang

(19)

o Mereka bergerak dengan menggunakan sistem vaskular air. Mereka

bergantung kepada kaki tabung yang terletak di bagian ventral lengan bintang laut, yang berfungsi untuk pergerakan dan membantu makan.

o Bintang laut adalah hewan invertebrata yang bergerak bebas dengan

menggunakan kaki-kaki tabungnya, merayap sepanjang dasar laut dalam kecepatan yang cukup rendah untuk kebanyakan spesies.

o dapat meregenerasikan (menumbuhkan) lengannya yang putus. jika

bintang laut terancam oleh predator, dia dapat memutuskan lengannya sendiri dan kabur. Dibutuhkan sekitar satu tahun untuk dapat tumbuh kembali.

o Mulut bintang laut ada di bawah tubuhnya. Mereka memangsa

kerang dan remis, serta ikan kecil, keong, dan lainnya. Mereka mencerna binatang dan memasukkan perutnya kembali ke dalam tubuh sendiri. Mekanisme cara makan yang unik ini memungkinkan bintang laut untuk memakan mangsa yang lebih besar dan dapat masuk ke dalam mulutnya yang kecil.

34. Tapir

o ada ciri khas “pelana” warna terang

dari bahu hingga pantat.

o Bulu-bulu di bagian tubuh lainnya

berwarna hitam kecuali ujung telinga yang berwarna putih.

o Pola warna ini berguna untuk

kamuflase supaya musuh tidak melihatnya sebagai tapir tapi mungkin batu besar dan bukannya mangsa saat tapir ini berbaring atau tidur.

o ekornya pendek gemuk serta belalai yang panjang dan lentur.

o Tiap kaki depanya ada empat kuku dan di tiap kaki belakangnya ada

tiga kuku.

o Binatang ini vegetarian(herbivora) artinya hanya makan umbi

empuk dan daun-daunan.

o mereka bisa lari amat cepat bila merasa terancam. Mereka juga bisa

membela diri dengan rahang kuat serta gigi tajamnya.

o Tapir merupakan perenang yang sangat baik dan dapat tinggal di air

selama berberapa menit untuk menghindari predator.

(20)

o Tapir menandai daerah teritorialnya dengan urine.

o Jika meliahat bentuk moncongnya yang panjang, mungkin tapir akan

dianggap berkerabat dekat dengan babi, padahal tapir berkerabat dengan kuda dan badak

35. cumi-cumi

o jenis moluska yang hidup di laut dengan

kakinya yang terpisah menjadi sejumlah tangan yang melingkari kepala

 memiliki tubuh yang berbentuk pipa,

kepala yang berkembang sempurna, dan 10 tangan yang panjang yang bermangkuk penghisap

 Tangan-tangan ini berguna untuk menjerat mangsanya kemudian disobek menggunakan rahangnya yang kuat, mirip dengan paruh binatang.

 Cumi-cumi menghisap air melalui rongga pusat tubuhnya, rongga mantel, dan memaksanya keluar melalui suatu pembuluh yang lentur yang disebut dengan sifon. Sifon terletak tepat di belakang tangan. Oleh karena pancaran air yang mendorong cumi-cumi berenang mundur.

 Sirip cumi-cumi merupakan 2 perluasan mantel seperti cuping yang digunakan sebagai kemudi pergerakannya

 Matanya tidak memiliki kelopak mata, namun tampak seperti mata manusia.

 Cumi-cumi mempunyai tiga jantung dan berdarah biru. Dua dari jantung mereka berlokasi dekat dengan masing-masing insangnya dan karena hal itu mereka dapat memompa oksigen ke bagian tubuh yang beristirahat dengan mudah.

 Cumi-cumi memiliki pokok sistem pernapasan senyawa tembaga, berbeda dengan manusia dimana manusia mempunyai pokok sistem pernapasan senyawa besi, yang berakibat jika terlalu tertutup pada permukaan di mana terdapat air panas, cumi-cumi dapat mati dengan mudah karena mati lemas.

 Banyak cumi-cumi yang dapat mengubah warna tubuhnya dari coklat menjadi ungu, merah, atau kuning sebagai kamuflase terhindar dari ancaman pemangsanya.

(21)

36. ikan lepu ayam (lionfish)

 sirip dada besar seperti kipas, sirip

punggungnya panjang, tubuh bergaris-garis.

 spesies ikan laut yang beracun yang

merupakan spesies predator.

 Ketika berburu, mereka akan menyudutkan

buruannya dengan sirip besarnya dan dengan refleks cepatnya mereka menekan buruannya sekaligus.

 Lepu dikenal karena durinya yang panjang dan memiliki warna merah, coklat, oranye, kuning, hitam atau putih berselang-seling.

 Habitat Lepu berada di bebatuan karang

 merupakan hewan nocturnal (artinya aktif di malam hari).

 merupakan hewan soliter (hidup menyendiri), kecuali saat musim kawin.

37. singa

 hewan dari jenis kucing yang hidup dalam

kelompok. Tiap kelompok terdiri atas jantan 1-6 ekor, betina 4-15 ekor. wilayah kekuasaan satu kelompok antara 20-400 km2.

 Singa jantan di tumbuhi bulu tebal disekitar

tengkuknya, hal ini lebih menguntungkan untuk melindungi tengkuknya, terutama dalam perkelahian bebas antara kucing besar, yang terkenal dengan selalu menerkam tengkuk untuk melumpuhkan musuhnya.

 Singa betina jauh lebih aktif dalam berburu, sedangkan Singa jantan lebih santai dan selalu bersikap menunggu dan meminta jatah dari hasil buruan para betinanya

 tidak bisa memanjat pohon

 Singa tidak suka dengan air

 Hidup di savanna/padang pasir

 karena hewan malam hari, dalam sehari 20 jam ber baring di bebatuan/di bawah pohon yang teduh

(22)

membunuh anak singa yang berada di kelompok yang direbut. kecepatan lari jantan adalah 58km/h.

38. kura-kura

 merupakan hewan bersisik berkaki empat

yang termasuk golongan reptil.

 memiliki ‘rumah’ atau batok (bony shell)

yang keras dan kaku.

 Batok kura-kura ini terdiri dari dua bagian.

Bagian atas yang menutupi punggung disebut karapas (carapace) dan bagian bawah (ventral, perut) disebut plastron. Kemudian setiap bagiannya ini terdiri dari dua lapis. Lapis luar umumnya berupa sisik-sisik besar dan keras, dan tersusun seperti genting; sementara lapis bagian dalam berupa lempeng-lempeng tulang yang tersusun rapat seperti tempurung

 mampu menyembunyikan kepala, kaki dan ekornya ke dalam tempurungnya.

 Kura-kura tidak memiliki gigi. Akan tetapi perkerasan tulang di moncong kura-kura sanggup memotong apa saja yang menjadi makanannya

 Kura-kura berbiak dengan bertelur (ovipar).

39. kuda

 adalah salah satu hewan ternak yang

penting secara ekonomis, dan telah memegang peranan penting dalam pengangkutan orang dan barang selama ribuan tahun.

 Kuda dapat ditunggangi oleh manusia

dengan menggunakan sadel dan dapat pula digunakan untuk menarik sesuatu, seperti kendaraan beroda, atau bajak.

(23)

 mempunyai bentuk dan warna tubuh yang menyerupai daun/sesuai daunnya sehingga dapat melindungi diri dari musuhnya.

41. katak

 umumnya berkulit halus, lembap, dengan kaki belakang yang panjang

 siklus hidupnya dimulai dari telur yang menetas

menjadi berudu atau kecebong yang bertubuh mirip ikan gendut, bernapas dengan insang dan selama beberapa lama hidup di air. Perlahan-lahan akan tumbuh kaki belakang, yang kemudian diikuti dengan tumbuhnya kaki depan, menghilangnya ekor dan bergantinya insang dengan paru-paru. Setelah masanya, berudu ini akan melompat ke darat sebagai katak kecil.

 ada kantung suara yang terletak di sekitar leher katak jantan, yang akan menggembung besar manakala digunakan untuk memanggil betina pada musim kawin.

 Bagi katak, melakukan kamuflase (penyamaran) agar seolah tubuhnya beracun adalah trik untuk menghindar dari predator atau pemangsa.

 Katak memiliki lidahnya yang panjang dan lengket, sehingga serangga yang mendekat dapat dengan cepat disambar dan tidak dapat berkutik lagi.

42. Luwing/Kaki seribu

 memiliki dua pasang kaki per segmen

(kecuali untuk segmen pertama di belakang kepala yang tidak memiliki pelengkap sama sekali, dan berikutnya yang hanya memiliki satu pasang kaki). Setiap segmen yang memiliki dua pasang kaki adalah hasil dari dua segmen tunggal digabungkan bersama sebagai satu.

 memiliki tubuh yang panjang silindris sampai 20 cm.

(24)

 Meskipun namanya kaki seribu tapi jumlah kakinya tidak sampai 1.000, tapi ia merupakan binatang yang berkaki terbanyak. spesies umum memiliki antara 36 s.d 400 kaki, sedang spesies langka Illacme plenipes memiliki 750 kaki.

 bisa jadi indikator kerusakan lingkungan.

43. Gurita

Gurita adalah hewan moluska dari kelas Cephalopoda (kaki hewan terletak di kepala)

 Gurita memiliki 8 lengan dengan alat

penghisap berupa bulatan-bulatan cekung pada lengan yang digunakan untuk bergerak di dasar laut dan menangkap mangsa. Lengan itu merupakan struktur hidrostat muskuler yang hampir seluruhnya terdiri dari lapisan otot tanpa tulang.

 Tubuh yang sangat fleksibel memungkinkan gurita untuk menyelipkan diri pada celah batuan yang sangat sempit di dasar laut, terutama sewaktu melarikan diri dari ikan pemangsa seperti belut laut Moray

 Gurita mempunyai masa hidup yang relatif singkat dan beberapa spesies hanya hidup selama 6 bulan. Spesies yang lebih besar seperti Gurita raksasa Pasifik Utara yang beratnya bisa mencapai 40 kilogram bisa hidup sampai 5 tahun di bawah kondisi lingkungan yang sesuai.

 Reproduksi merupakan salah satu sebab kematian, gurita jantan hanya bisa hidup beberapa bulan setelah kawin dan gurita betina mati mati tidak lama setelah bertelur. Kematian disebabkan kelalaian gurita untuk makan selama sekitar satu bulan sewaktu menjaga telur-telur yang belum menetas.

 Gurita memiliki tiga buah jantung yang terdiri dari dua buah jantung untuk memompa darah ke dua buah insang dan sebuah jantung untuk memompa darah ke seluruh bagian tubuh

 Gurita bernapas dengan menyedot air ke dalam rongga mantel melalui kedua buah insang dan disemburkan keluar melalui tabung siphon

 Gurita kemungkinan merupakan hewan paling cerdas di antara semua hewan invertebrata.

(25)

biasanya meyembunyikan diri di kawasan berbatu atau di terumbu karang.

I.

CIRI KHUSUS BEBERAPA JENIS TUMBUHAN

1. Teratai

 Hidup di air

 Memiliki daun bundar yang sangat lebar agar dapat menyerap cahaya sebanyak-banyaknya.

 Tangkai bunga tumbuh tegak sehingga bunganya menyembul ke luar permukaan air.

 Batang teratai memiliki rongga-rongga udara yang membantu menyalurkan oksigen ke akar dan untuk membantu teratai tetap tegak dan mengapung di air.

2. Venus Flytrap

 Memiliki dua helai daun yang menyatu pada salah satu sisinya.

 Daun ini menarik perhatian serangga karena tampak dipenuhi cairan nektar.

(26)

menanggapi rangsang tersebut dengan mengatupkan kedua helai daunnya. Kemudian venus flytrap mengeluarkan cairan pencerna untuk menghancurkan serangga yang terjebak.

3. Kantong Semar

 Memiliki daun berbentuk guci dengan penutup di bagian atasnya.

 Di bagian dalam daun yang berbentuk ceruk terdapat cairan.

 Serangga yang menghampiri kantong semar karena warna dan bau daunnya akan terpeleset dan jatuh ke dalam cairan.

 Kantong semar mengeluarkan cairan asam untuk mencerna serangga.

4. Tumbuhan Embun Matahari

 Terdapat titik-titik cairan yang bergemerlap bila terkena sinar matahari.

 Jika serangga menyentuh daun akan terjebak dalam cairan tersebut.

 Helai-helai daun akan mengakup untuk mencengkeram serangga dan serangga dihancurkan dengan cairan pencerna.

*) Venus flytrap, kantong semar, dan tumbuhan embun matahari tergolong insektivora yaitu tumbuhan pemakan serangga. Serangga diperlukan untuk memperoleh tambahan nitrogen bagi kelangsungan hidupnya. Tumbuhan insektivora memiliki kelenjar penghasil cairan untuk menjerat dan mencerna serangga.

5. Kaktus

 Umumnya hidup di gurun pasir yang kering dan tandus.

 Dapat hidup dalam jangka waktu yang lama tanpa air.

 Memiliki daun yang berbentuk duri untuk mengurangi penguapan air.

 Memiliki akar yang sangat panjang untuk menyerap air sebanyak-banyaknya pada musim hujan.

 Batang kaktus berfungsi untuk menyimpan air.

6. Bambu

 Merupakan anggota suku rumput-rumputan

(27)

 Memiliki jaringan meristem pada setiap buku.

 Ada bambu yang batangnya dapat tumbuh 40

 cm/hari dan mencapai tinggi 37 meter.

7. Jagung

 Memiliki rambut jagung yang mirip benang sutra.

 Rambut tersebut sebenarnya adalah kepala putik dan tangkai putik.

 Setiap biji jagung menumbuhkan sebatang tangkai putik sepanjang 30 cm.

 Putik jagung seperti rambut dan lengket memudahkan untuk menangkap serbuk sari.

(28)

8. Kelapa

 Banyak tumbuh di tepi pantai.

 Buah kelapa yang jatuh dari pohon akan terbawa air laut sampai ke pantai yang lain tanpa menjadi busuk.

 Serabut tebal yang membuat buah kelapa dapat tetap terapung di air dan sampai di pantai yang lain.

 Termpurung kelapa merupakankulit yang kedap air berfungsi untuk melindungi kelapa sehingga tidak busuk.

9. Mentimun

 Memiliki sulur yaitu modifikasi dari batang dan memiliki ujung peka sentuhan.

 Sulur berbentuk gelung dan berguna untuk lebih merapatkan batang mentimun ke penopang sehingga dapat menahan beban dari buah mentimun.

 Sulur juga dapat menahan angin kencang yang dapat mematahkan batang.

10. Tusam

 Memiliki daun berbentuk jarum.

 Jarum tusam hanya memiliki satu urat daun di tengah jarun untuk mengangkut air dan zat hara.

 Jarum tusam berfungsi untuk berfotosisntesis, bernafas (respirasi) dan penguapan (transpirasi).

 Jarum tusam memiliki kloroplas dan stomata.

11. Bunga Matahari

 Tumbuh di daerah yang terkena sinar matahari.

 Bentuk bunganya seperti matahari (kuning, bulat, dan besar).

(29)

 Bila matahari mulai ternggelam, mahkota bunga mulai menutup.

12. Bunga Raflesia

 Merupakan bunga terbesar di dunia

 Disebut juga bunga bangkai

 Nama latinnya Raflesia arnoldi.

 Hidup sebagai parasit pada akar tumbuhan lain.

 Tidak mempunyai klorofil.

 Memiliki bau yang sangat menyengat seperti bangkai atau daging busuk.

13. Eceng Gondok

 Termasuk tumbuhan hydrophyta

 Mempunyai tangkai daun yang

menggelembung(berongga), yang berfungsi untuk mengapung di permukaan air

 Permukaan daunnya licin dan berwarna hijau

14. Siwalan (pohon lontar /tal)

 Pohon palma yang kokoh kuat berbatang tunggal dengan tinggi 15-30 m dan diameter batang sekitar 60 cm

 Daun-daun besar terkumpul di ujung batang membentuk tajuk yang membulat.

 Helaian daun serupa kipas bundar berdiameter hingga 1,5 m, bercangap sampai berbagi menjari; dengan tajuk anak daun selebar 5-7 cm, sisi bawahnya keputihan karena berlapisan lilin.

 Tangkai daun mencapai panjang 1 m, dengan pelepah yang lebar dan hitam di bagian atasnya; sisi tangkai dengan deretan duri yang berujung dua.

(30)

 Buah-buah bergerombol dalam tandan, hingga sekitar 20 butir, bulat peluru berdiameter 7-20 cm, hitam kecoklatan kulitnya dan kuning daging buahnya bila tua. Berbiji tiga butir dengan tempurung yang tebal dan keras.

kegunaannya :

 Daunnya untuk bahan kerajinan dan media penulisan naskah lontar.

 Kayu batangnya bisa untuk bahan bangunan, membuat perkakas dan barang kerajinan

 karangan bunganya (terutama tongkol bunga betina) disadap nira kemudian dapat dimasak menjadi gula

 Buahnya dapat dikonsumsi, terutama yang muda

 Biji yang masih muda dan masih lunak mirip kolang -kaling sebagai campuran es dawet.

 Daging buah yang tua (kekuningan dan berserat) dapat dimakan segar ataupun dimasak terlebih dahulu.

 Cairan kekuningan darinya diambil pula untuk dijadikan campuran penganan atau kue-kue atau untuk dibuat menjadi selai.

15. sawo

 Pohon yang besar dan rindang, dapat

tumbuh hingga setinggi 30-40 m.

 Bercabang rendah, batang berkulit

kasar abu-abu kehitaman sampai coklat tua.

 Seluruh bagiannya mengandung lateks,

getah berwarna putih susu yang kental.

 Daun tunggal, terletak berseling, sering mengumpul pada ujung ranting. Helai daun bertepi rata, sedikit berbulu, hijau tua

mengkilap, bentuk bundar-telur jorong sampai agak lanset, 1,5-7 x 3,5-15 cm, pangkal dan ujungnya bentuk baji, bertangkai 1-3,5 cm, tulang daun utama menonjol di sisi sebelah bawah.

 Bunga-bunga tunggal terletak di ketiak daun dekat ujung ranting, bertangkai 1-2 cm, kerapkali menggantung, diameter bunga s/d 1,5 cm, sisi luarnya berbulu kecoklatan, berbilangan 6.

 Kelopak bunga biasanya tersusun dalam dua lingkaran; mahkota bentuk genta, putih, berbagi sampai setengah panjang tabung.

(31)

tangkai putik yang mengering di ujungnya. Berkulit tipis, dengan daging buah yang lembut dan kadang-kadang memasir, coklat kemerahan sampai kekuningan, manis dan mengandung banyak sari buah.

 Berbiji sampai 12 butir, namun kebanyakan kurang dari 6, lonjong pipih, hitam atau kecoklatan mengkilap, panjang lk. 2 cm, keping biji berwarna putih lilin.

 kegunaan sawo : sebagai buah segar,dapat diolah jadi serbat,

dicampurkan ke dalam es krim, atau dijadikan selai. Sari buah sawo dapat dipekatkan menjadi sirup, atau difermentasi menjadi anggur atau cuka. Getah pohon sawo disadap di Amerika, dikentalkan menjadi chicle yang merupakan bahan permen karet alami. Getah ini juga diolah menjadi aneka bahan baku industri sebagai

pengganti getah perca dan bahan penambal gigi. Kayu sawo disukai sebagai bahan perabot dan ukir-ukiran. Kulit kayunya menghasilkan tanin, yang secara tradisional digunakan nelayan sebagai bahan pencelup (ubar) layar dan alat pancing. Beberapa bagian pohon sawo juga digunakan sebagai bahan obat tradisional untuk

mengatasi diare (tanin), demam (tanin dan biji), dan bahan bedak untuk memulihkan tubuh sehabis bersalin (bunga).

16. Nenas

 tumbuhan tropis yang berasal dari Brazil, Bolivia,

dan Paraguay termasuk dalam familia nanas-nanasan (Famili Bromeliaceae) dengan

perawakan (habitus) tumbuhannya rendah, herba (menahun) dengan 30 atau lebih daun yang panjang, berujung tajam, tersusun dalam bentuk roset mengelilingi batang yang tebal.

 Buahnya bukanlah buah sejati, melainkan

gabungan buah-buah sejati (bekasnya terlihat dari setiap ‘sisik’ pada kulit buahnya) yang

dalam perkembangannya tergabung — bersama-sama dengan tongkol (spadix) bunga majemuk — menjadi satu ‘buah’ besar.

 Nanas yang dibudidayakan orang sudah kehilangan kemampuan memperbanyak secara seksual, namun ia mengembangkan

tanaman muda (bagian ‘mahkota’ buah) yang merupakan sarana perbanyakan secara vegetatif.

(32)

protease atau peptide), sehingga dapat digunakan untuk

melunakkan daging. Enzim ini sering pula dimanfaatkan sebagai alat kontrasepsi Keluarga Berencana.

Buah nanas bermanfaat bagi kesehatan tubuh, sebagai obat penyembuh penyakit

sembelit, gangguan saluran kencing, mual-mual, flu, wasir dan kurang darah.

Penyakit kulit (gatal-gatal, eksim dan kudis) dapat diobati dengan diolesi sari buah

nanas. Kulit buah nanas dapat diolah menjadi sirop atau diekstrasi cairannya untuk

pakan ternak.

17. putri malu (Mimosa pudica)

 Tanaman perdu pendek anggota suku

polong-polongan.

 Daun-daunnya yang dapat secara cepat

menutup/”layu” dengan sendirinya saat disentuh,ditiup, atau dipanaskan yang bersifat sementara karena setelah beberapa menit keadaannya akan pulih seperti semula. ini disebabkan oleh terjadinya perubahan tekanan turgor pada tulang daun. Rangsang tersebut juga bisa dirasakan daun lain yang tidak ikut tersentuh.Gerak ini disebut seismonasti, yang walaupun dipengaruhi rangsang sentuhan (tigmonasti), sebagai contoh, gerakan tigmonasti daun putri malu tidak peduli darimana arah datangnya sentuhan.

 Tanaman ini juga menguncup saat matahari terbenam dan merekah kembali setelah matahari terbit.

 Tanaman putri malu menutup daunnya untuk melindungi diri dari hewan pemakan tumbuhan (herbivora) yang ingin memakannya. Warna daun bagian bawah tanaman putri malu berwarna lebih pucat, dengan menunjukkan warna yang pucat, hewan yang tadinya ingin memakan tumbuhan ini akan berpikir bahwa tumbuhan tersebut telah layu dan menjadi tidak berminat lagi untuk memakannya.

18. Tumbuhan paku

(33)

sebagai saprofit dan ada pula sebagi epifit. Paku menyukai tempat lembab (higrofit), tumbuhnya mulai dari pantai (paku laut) sampai sekitar kawah-kawah (paku kawah-kawah).

Berdasarkan spora yang dihasilkan dikenal 3 jenis tumbuhan paku, yaitu:

1. Paku Homosfor atau Isospor >> menghasilkan satu jenis spora saja, misalnya paku kawat (Lycopodium clavatum).

2. Paku Heterospor >> menghasilkan dua jenis spora yaitu: mikrospora (jantan) dan makrospora (betina), misalnya paku rane (Selaginella wildenowii) dan semanggi (Marsilea crenata).

3. Paku Peralihan >> menghasilkan spora yang bentuk dan ukurannya sama (isospora) tetapi sebagian jantan dan sebagian betina

(heterospora), misalnya paku ekor kuda (Equisetum debile)

Akar tumbuhan paku berupa akar serabut. Pada akar paku, xilem terdapat di tengah dikelilingi floem membentuk berkas pembuluh angkut yang konsentris.

Batangnya jarang tumbuh tegak di atas tanah, kecuali pada paku tiang (Alsopila sp. dan Cyathea sp.). Batang tersebut kebanyakan berupa akar tongkat (Rhizoma). Tipe berkas pembuluh angkut batang sama dengan akar, yaitu tipe konsentris

BERMACAM-MACAM DAUN PAKU

- daun yang kecil-kecil disebut Mikrofil

- daun yang besar-besar disebut Makrofil dan telah mempunyai daging daun (Mesofil)

- daun yang khusus untuk asimilasi disebut Tropofil - daun yang khusus menghasilkan spora disebut Sporofil

ISITILAH LAIN

- Sporangium adalah kotak spora

- Sorus adalah badan tempat berkumpulnya kotak spora

- Indusium adalah selaput yang melindungi sorus muda -> ciri paku

(34)

SPESIES-SPESIES PAKU

Sebagai tanaman hiasan :

- Platycerium nidus (paku tanduk rusa) - Asplenium nidus (paku sarang burung) - Adiantum cuneatum (suplir)

- Selaginella wildenowii (paku rane)

Sebagai bahan penghasil obat-obatan : - Asipidium filix-mas

- Lycopodium clavatum

Sebagai sayuran :

- Marsilea crenata (semanggi)

- Salvinia natans (paku sampan = kiambang)

Sebagai pupuk hijau :

- Azolla pinnata >> bersimbiosis dengan anabaena azollae (gangang biru)

Sebagai pelindugn tanaman di persemaian : - Gleichenia linearis.

19. Tumbuhan biji

tumbuhan biji termasuk ke dalam divisi Spermatophyta. Alat reproduksi generatif berupa biji. Di dalam biji terdapat embrio. Tumbuhan biji sudah memiliki akar, batang dan daun sejati, disebut

kormus, sehingga tumbuhan biji disebut Cormophyta.

Tumbuhan biji juga sudah memiliki berkas pembuluh pengangkut yang terdiri dari xilem dan floem sehingga disebut tumbuhan Tracheophyta.

Selain Cormophyta dan Tracheophyta, tumbuhan biji juga disebut tumbuhan berbunga (Antophyta).

Bahkan disebut dengan Phanerogamae, yaitu tumbuhan dengan alat perkembangbiakan yang jelas terlihat dan disebut pula Embriophyta siphonogama, yaitu tumbuhan yang pembentukan embrionya melalui suatu pembuluh.

(35)

 daunnya di kenal dengan aromanya yang cukup tidak sedap dan merupakan daun yang di gunakan untuk membantu bagi mereka yang kembung atau susah kentut.

 Tumbuh membelit, dengan panjang ± 10 m. Batang tanaman massif, beruas, beralur, masih muda halus setelah tua kasar, diameter 2-5 mm, dari buku-buku dapat tumbuh akar, warna akar coklat.

o Daun tanaman termasuk daun

tunggal, berhadapan,bentuk dau telur, dengan panjang 5-9 cm, tepi daun rata, ujung daun runcing,pangkal berlekuk, berambut, petulangan menyirip, tangkai daun bulat, berbulu,panjang 3-5 cm, diameter ± 2 mm, warna daun hijau.

o Tanaman sembukan berbunga majemuk, bentuk mulai,

dengan panjang 5-9 mm kelopak bunga segitiga, benang sari melekat pada tabungbakal buah 2 ruang, bakal biji satu, kepala putik dua, bentuk benang, sering membelit, tabung mahkota bagian dalam berambut, bentuk kait, gundul, putih, mahkota panjang 10-12 mm, berbulu halus, dan warna bunga halus, dan warna bunga ungu. Buahpada sembukan batu, bentuk bulat, berkilat, diameter 4-6 mm, dan warna buah kuning.

o Perakaran pada tanaman sembukan tunggang dan warna akar

coklat.

21. Padi

Padi (Oryza sativa L.) merupakan salah satu tanaman budidaya terpenting sebagai sumber karbohidrat utama bagi mayoritas

(36)

panikula,tipe buah bulir atau kariopsis yang tidak dapat dibedakan mana buah dan bijinya,bentuk hampir bulat hingga lonjong,ukuran 3mm hingga 15mm,tertutup oleh palea dan lemma yang dalam bahasa sehari-hari disebut sekam,struktur dominan padi yang biasa dikonsumsi yaitu jenis ENDUSPERMIUM.

 Di beberapa daerah tadah hujan orang mengembangkan padi gogo, suatu tipe padi lahan kering yang relatif toleran tanpa penggenangan seperti di sawah. Di Lombok dikembangkan sistem padi gogo rancah, yang memberikan penggenangan dalam selang waktu tertentu sehingga hasil padi meningkat

 Padi rawa atau padi pasang surut tumbuh liar atau dibudidayakan di daerah rawa-rawa

22. Lidah buaya (aloe vera)

 Daunnya agak runcing berbentuk taji/pedang,

berdaging tebal, getas, tepinya bergerigi/ berduri kecil lemas, tidak bertulang,

permukaan daun dilapisi lilin dan berbintik-bintik, berwarna hijau keabu-abuan, bersifaat sukulen (banyak mengandung air) dan banyak mengandung getah atau lendir (gel) sebagai bahan baku obat.

o bunga bertangkai berwarna kuning kemerahan (jingga)

o berbatang pendek dan tidak kelihatan karena tertutup oleh

daun-daun yang rapat dan sebagian terbenam dalam tanah.

o Melalui batang akan muncul tunas-tunas yang selanjutnya

menjadikan anakan.

o daun berbentuk pita dengan helaian yang memanjang.

o Tanaman lidah buaya tahan terhadap kekeringan karena di

dalam daun banyak tersimpan cadangan air yang dapat dimanfaatkan pada waktu kekurangan air.

o Bentuk daunnya menyerupai pedang dengan ujung

meruncing,, dengan duri lemas dipinggirnya.

23. fungi (jamur)

o Jamur merupakan

(37)

o memiliki bermacam-macam bentuk, sebagian besar anggota

Fungi dikenal sebagai jamur, kapang, khamir, atau ragi.

o Struktur tubuh jamur tergantung pada jenisnya. Ada jamur

yang satu sel, misalnyo khamir, ada pula jamur yang multiseluler membentuk tubuh buah besar yang ukurannya mencapai satu meter, contoh: jamur kayu. Tubuh jamur tersusun dari komponen dasar yang disebut hifa. Hifa membentuk jaringan yang disebut miselium. Miselium menyusun jalinan-jalinan semu menjadi tubuh buah.

o adanya pergiliran keturunan Fungi memperbanyak diri secara

seksual dan aseksual. Perbanyakan seksual dengan cara: dua hifa dari jamur berbeda melebur lalu membentuk zigot lalu zigot tumbuh menjadi tubuh buah, sedangkan perbanyakan aseksual dengan cara membentuk spora, bertunas atau fragmentasi hifa.

o Jamur memiliki kotak spora yang disebut sporangium. Di

dalam terdapat spora. Contoh jamur yang membentuk spora adalah Rhizopus. Contoh jamur yang membentuk tunas adalah Saccharomyces. Hifa jamur dapat terpurus dan setiap fragmen dapat tumbuh menjadi tubuh buah

o Semua jenis jamur bersifat heterotrof. Jamur hidup menyerap

zat organik dari lingkunganya. Berdasarkan cara memperoleh makannya, fungi mempunyai sifat sebagai berikut: Saprofit, Parasit, Mutual dll.

o Habitat fungi berada di darat (terestrial) dan di tempat

lembap. Meskipun demikian banyak pula fungi yang hidup pada organisme atau sisa-sisa organisme di laut atau di air tawar. Jamur juga dapat hidup di lingkungan yang asam.

Beberapa ciri-ciri fungi yang mirip dengan makhluk hidup lain:

o Dengan jenis eukariota lainnya: Sama seperti eukariota, sel

fungi memiliki membran inti dengan kromosom yang mengandung DNA. Selain itu, sel fungi juga memiliki beberapa organel sitoplasmik seperti mitokondria, sterol, dan ribosom.

o Dengan hewan: Fungi tidak mempunyai kloroplas dan

merupakan organisme heterotrof, memerlukan senyawa organik sebagai sumber energinya.

o Dengan tumbuhan: Fungi mempunyai dinding sel dan vakuola.

(38)

24. Mawar

o umumnya merupakan

tanaman semak yang berduri atau tanaman memanjat yang tingginya bisa mencapai 2 sampai 5 meter

o mempunyai daun yang

dua-dua berlawanan (pinnate). Daun majemuk yang tiap tangkai daun terdiri dari 3 sampai 13 anak daun dan daun penumpu (stipula) berbentuk lonjong, pertulangan menyirip, tepi tepi beringgit, meruncing pada ujung daun dan berduri pada batang yang dekat ke tanah.

o umumnya bunga terdiri dari 5 helai daun mahkota

o umumnya mawar memiliki duri berbentuk seperti pengait

yang berfungsi sebagai pegangan sewaktu memanjat tumbuhan lain.

o Beberapa spesies yang tumbuh liar di tanah berpasir di

daerah pantai seperti Rosa rugosa dan Rosa pimpinellifolia beradaptasi dengan duri lurus seperti jarum yang mungkin berfungsi untuk mengurangi kerusakan akibat dimakan binatang, menahan pasir yang diterbangkan angin dan melindungi akar dari erosi.

25. Bakau

o mempunyai akar tunjang yang

besar dan berkayu untuk menopang tubuhnya agar tetap kokoh. Akar tunjang merupakan bentuk adaptasi tumbuhan bakau terhadap lingkungan pantai.

o mempunyai pucuk yang tertutup

daun penumpu yang meruncing.

o memiliki buah yang

berkecambah serta berakar ketika masih di pohon (vivipar), sehingga begitu jatuh cepat mencengkeram lumpur sebagai tempat media tumbuh.

o Daun tunggal, terletak berhadapan, terkumpul di ujung

(39)

o Helai daun eliptis, tebal licin serupa kulit, hijau atau hijau

muda kekuningan, berujung runcing, bertangkai

o Bunga berkelompok dalam payung tambahan yang bertangkai

dan menggarpu di ketiak

o Daun mahkota putih berambut atau gundul agak kekuningan,

bergantung jenisnya

o Buah berbentuk telur memanjang sampai mirip buah pir yang

Referensi

Dokumen terkait

+engan mengamati gambar tahapan perkembangbiakan ayam, siswa dapat +engan mengamati gambar tahapan perkembangbiakan ayam, siswa dapat menuliskan perbedaan di setiap

Berbagai data kromosom yang digunakan untuk tujuan taksonomi, yaitu: jumlah, ukuran dan bentuk, perilaku pada waktu meiosis: diambil kariotipe (keadaan kromosom

Manfaat penelitian ini adalah selain untuk mengetahui pengaruh tingkat pendidikan dan pengetahuan kepala keluarga dalam kegiatan pemberantasan sarang nyamuk demam berdarah

Ayo pilihlah gambar yang sesuai (boleh pilih lebih dari satu).. hewan berkaki dua

Selain itu, Ristoja ini juga bertujuan untuk memperoleh data tumbuhan obat dan bagian tumbuhan yang digunakan dalam ramuan.Manfaat yang diharapkan dari riset ini

Selain untuk mendapatkan sensasi berhalusinasi, kaum hippies menggunakan obat-obatan narkoba untuk menghilangkan stres akibat kondisi negara mereka yang sedang dalam

perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user86.Sawi Monumen Sawi monumen tubuhnya amat tegak dan berdaun kompak. Penampilan sawi jenis ini sekilas mirip dengan petsai. Tangkai daun berwarna putih berukuran agak lebar dengan tulang daun yang juga berwarna putih. Daunnya sendiri berwarna hijau segar. Jenis sawi ini tegolong terbesar dan terberat di antara jenis sawi lainnya. D.Syarat Tumbuh Tanaman Sawi Syarat tumbuh tanaman sawi dalam budidaya tanaman sawi adalah sebagai berikut : 1.Iklim Tanaman sawi tidak cocok dengan hawa panas, yang dikehendaki ialah hawa yang dingin dengan suhu antara 150 C - 200 C. Pada suhu di bawah 150 C cepat berbunga, sedangkan pada suhu di atas 200 C tidak akan berbunga. 2.Ketinggian Tempat Di daerah pegunungan yang tingginya lebih dari 1000 m dpl tanaman sawi bisa bertelur, tetapi di daerah rendah tak bisa bertelur. 3.Tanah Tanaman sawi tumbuh dengan baik pada tanah lempung yang subur dan cukup menahan air. (AAK, 1992). Syarat-syarat penting untuk bertanam sawi ialah tanahnya gembur, banyak mengandung humus (subur), dan keadaan pembuangan airnya (drainase) baik. Derajat keasaman tanah (pH) antara 6–7 (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user9E.Teknik Budidaya Tanaman Sawi 1.Pengadaan benih Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram. Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil. Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Penanaman sawi memperhatikan proses yang akan dilakukan misalnya dengan dianginkan, disimpan di tempat penyimpanan dan diharapkan lama penyimpanan benih tidak lebih dari 3 tahun.( Eko Margiyanto, 2007) Pengadaan benih dapat dilakukan dengan cara membuat sendiri atau membeli benih yang telah siap tanam. Pengadaan benih dengan cara membeli akan lebih praktis, petani tinggal menggunakan tanpa jerih payah. Sedangkan pengadaan benih dengan cara membuat sendiri cukup rumit. Di samping itu, mutunya belum tentu terjamin baik (Cahyono, 2003). Sawi diperbanyak dengan benih. Benih yang akan diusahakan harus dipilih yang berdaya tumbuh baik. Benih sawi sudah banyak dijual di toko-toko pertanian. Sebelum ditanam di lapang, sebaiknya benih sawi disemaikan terlebih dahulu. Persemaian dapat dilakukan di bedengan atau di kotak persemaian (Anonim, 2007). 2.Pengolahan tanah Sebelum menanam sawi hendaknya tanah digarap lebih dahulu, supaya tanah-tanah yang padat bisa menjadi longgar, sehingga pertukaran perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user10udara di dalam tanah menjadi baik, gas-gas oksigen dapat masuk ke dalam tanah, gas-gas yang meracuni akar tanaman dapat teroksidasi, dan asam-asam dapat keluar dari tanah. Selain itu, dengan longgarnya tanah maka akar tanaman dapat bergerak dengan bebas meyerap zat-zat makanan di dalamnya (AAK, 1992). Untuk tanaman sayuran dibutuhkan tanah yang mempunyai syarat-syarat di bawah ini : a.Tanah harus gembur sampai cukup dalam. b.Di dalam tanah tidak boleh banyak batu. c.Air dalam tanah mudah meresap ke bawah. Ini berarti tanah tersebut tidak boleh mudah menjadi padat. d.Dalam musim hujan, air harus mudah meresap ke dalam tanah. Ini berarti pembuangan air harus cukup baik. Tujuan pembuatan bedengan dalam budidaya tanaman sayuran adalah : a.Memudahkan pembuangan air hujan, melalui selokan. b.Memudahkan meresapnya air hujan maupun air penyiraman ke dalam tanah. c.Memudahkan pemeliharaan, karena kita dapat berjalan antar bedengan dengan bedengan. d.Menghindarkan terinjak-injaknya tanah antara tanaman hingga menjadi padat. ( Rismunandar, 1983 ). 3.Penanaman Pada penanaman yang benihnya langsung disebarkan di tempat penanaman, yang perlu dijalankan adalah : a.Supaya keadaan tanah tetap lembab dan untuk mempercepat berkecambahnya benih, sehari sebelum tanam, tanah harus diairi terlebih dahulu. perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user11b.Tanah diaduk (dihaluskan), rumput-rumput dihilangkan, kemudian benih disebarkan menurut deretan secara merata. c.Setelah disebarkan, benih tersebut ditutup dengan tanah, pasir, atau pupuk kandang yang halus. d.Kemudian disiram sampai merata, dan waktu yang baik dalam meyebarkan benih adalah pagi atau sore hari. (AAK, 1992). Penanaman dapat dilakukan setelah tanaman sawi berumur 3 - 4 Minggu sejak benih disemaikan. Jarak tanam yang digunakan umumnya 20 x 20 cm. Kegiatan penanaman ini sebaiknya dilakukan pada sore hari agar air siraman tidak menguap dan tanah menjadi lembab (Anonim, 2007). Waktu bertanam yang baik adalah pada akhir musim hujan (Maret). Walaupun demikian dapat pula ditanam pada musim kemarau, asalkan diberi air secukupnya (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). 4.Pemeliharaan tanaman Pemeliharaan dalam budidaya tanaman sawi meliputi tahapan penjarangan tanaman, penyiangan dan pembumbunan, serta pemupukan susulan. a.Penjarangan tanaman Penanaman sawi tanpa melalui tahap pembibitan biasanya tumbuh kurang teratur. Di sana-sini sering terlihat tanaman-tanaman yang terlalu pendek/dekat. Jika hal ini dibiarkan akan menyebabkan pertumbuhan tanaman tersebut kurang begitu baik. Jarak yang terlalu rapat menyebabkan adanya persaingan dalam menyerap unsur-unsur hara di dalam tanah. Dalam hal ini penjarangan dilakukan untuk mendapatkan kualitas hasil yang baik. Penjarangan umumnya dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Sisakan tanaman yang tumbuh baik dengan jarak antar tanaman yang teratur (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user12b.Penyiangan dan pembumbunan Biasanya setelah turun hujan, tanah di sekitar tanaman menjadi padat sehingga perlu digemburkan. Sambil menggemburkan tanah, kita juga dapat melakukan pencabutan rumput-rumput liar yang tumbuh. Penggemburan tanah ini jangan sampai merusak perakaran tanaman. Kegiatan ini biasanya dilakukan 2 minggu sekali (Anonim, 2007). Untuk membersihkan tanaman liar berupa rerumputan seperti alang-alang hampir sama dengan tanaman perdu, mula-mula rumput dicabut kemudian tanah dikorek dengan gancu. Akar-akar yang terangkat diambil, dikumpulkan, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari, setelah kering, rumput kemudian dibakar (Duljapar dan Khoirudin, 2000). Ketika tanaman berumur satu bulan perlu dilakukan penyiangan dan pembumbunan. Tujuannya agar tanaman tidak terganggu oleh gulma dan menjaga agar akar tanaman tidak terkena sinar matahari secara langsung (Tim Penulis PS, 1995 ). c.Pemupukan Setelah tanaman tumbuh baik, kira-kira 10 hari setelah tanam, pemupukan perlu dilakukan. Oleh karena yang akan dikonsumsi adalah daunnya yang tentunya diinginkan penampilan daun yang baik, maka pupuk yang diberikan sebaiknya mengandung Nitrogen (Anonim, 2007). Pemberian Urea sebagai pupuk tambahan bisa dilakukan dengan cara penaburan dalam larikan yang lantas ditutupi tanah kembali. Dapat juga dengan melarutkan dalam air, lalu disiramkan pada bedeng penanaman. Satu sendok urea, sekitar 25 g, dilarutkan dalam 25 l air dapat disiramkan untuk 5 m bedengan. Pada saat penyiraman, tanah dalam bedengan sebaiknya tidak dalam keadaan kering. Waktu penyiraman pupuk tambahan dapat dilakukan pagi atau sore hari (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user13Jenis-jenis unsur yag diperlukan tanaman sudah kita ketahui bersama. Kini kita beralih membicarakan pupuk atau rabuk, yang merupakan kunci dari kesuburan tanah kita. Karena pupuk tak lain dari zat yang berisisi satu unsur atau lebih yang dimaksudkan untuk menggantikan unsur yang habis diserap tanaman dari tanah. Jadi kalau kita memupuk berarti menambah unsur hara bagi tanah (pupuk akar) dan tanaman (pupuk daun). Sama dengan unsur hara tanah yang mengenal unsur hara makro dan mikro, pupuk juga demikian. Jadi meskipun jumlah pupuk belakangan cenderung makin beragam dengan merek yang bermacam-macam, kita tidak akan terkecoh. Sebab pupuk apapun namanya, entah itu buatan manca negara, dari segi unsur yang dikandungnya ia tak lain dari pupuk makro atau pupuk mikro. Jadi patokan kita dalam membeli pupuk adalah unsur yang dikandungnya (Lingga, 1997). Pemupukan membantu tanaman memperoleh hara yang dibutuhkanya. Unsur hara yang pokok dibutuhkan tanaman adalah unsur Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Itulah sebabnya ketiga unsur ini (NPK) merupakan pupuk utama yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk organik juga dibutuhkan oleh tanaman, memang kandungan haranya jauh dibawah pupuk kimia, tetapi pupuk organik memiliki kelebihan membantu menggemburkan tanah dan menyatu secara alami menambah unsur hara dan memperbaiki struktur tanah (Nazarudin, 1998). 5.Pengendalian hama dan penyakit Hama yang sering menyerang tanaman sawi adalah ulat daun. Apabila tanaman telah diserangnya, maka tanaman perlu disemprot dengan insektisida. Yang perlu diperhatikan adalah waktu penyemprotannya. Untuk tanaman sayur-sayuran, penyemprotan dilakukan minimal 20 hari sebelum dipanen agar keracunan pada konsumen dapat terhindar (Anonim, 2007). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user14OPT yang menyerang pada tanaman sawi yaitu kumbang daun (Phyllotreta vitata), ulat daun (Plutella xylostella), ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis), dan lalat pengerek daun (Lyriomiza sp.). Berdasarkan tingkat populasi dan kerusakan tanaman yang ditimbulkan, maka peringkat OPT yang menyerang tanaman sawi berturut-turut adalah P. vitata, Lyriomiza sp., P. xylostella, dan C. binotalis. Hama P. vitatamerupakan hama utama, dan hama P. xylostella serta Lyriomiza sp. merupakan hama potensial pada tanaman sawi, sedangkan hamaC. binotalis perlu diwaspadai keberadaanya (Mukasan et al., 2005). Beberapa jenis penyakit yang diketahui menyerang tanaman sawi antara lain: penyakit akar pekuk/akar gada, bercak daun altermaria, busuk basah, embun tepung, rebah semai, busuk daun, busuk Rhizoctonia, bercak daun, dan virus mosaik (Haryanto et al., 1995). 6.Pemanenan Tanaman sawi dapat dipetik hasilnya setelah berumur 2 bulan. Banyak cara yang dilakukan untuk memanen sawi, yaitu: ada yang mencabut seluruh tanaman, ada yang memotong bagian batangnya tepat di atas permukaan tanah, dan ada juga yang memetik daunnya satu per satu. Cara yang terakhir ini dimaksudkan agar tanaman bisa tahan lama (Edy margiyanto,