• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang - Analisis Pola Pertumbuhan Ekonomi dan Sektor Potensial di Kabupaten Samosir

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang - Analisis Pola Pertumbuhan Ekonomi dan Sektor Potensial di Kabupaten Samosir"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1.1.
Tabel 1.2.
Tabel 1.3.

Referensi

Dokumen terkait

Kriteria hasil perhitungan koefisien LQ adalah jika suatu sektor memiliki koefisien LQ > 1, mengindikasikan adanya kegiatan ekspor di sektor tersebut atau sektor basis,

2015 m aka dari itu peneliti mengambil judul “ Analisis Pola Pertumbuhan Ekonomi Daerah Dan Sektor Potensial Kabupaten MagetanTahun 2011- 2015”. Metode analisis yang

Sektor Industri Pengolahan memberikan sumbangan terbesar terhadap total pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II-2013 ( y-on-y ) dengan kontribusi sebesar 1,48 persen

Pertumbuhan terbesar terjadi pada sektor Pertanian yang tumbuh 23,44 persen, sementara sektor Perdagangan, sektor Pertambangan/penggalian, dan sektor Keuangan

Namun walaupun demikian kontribusi yang diberikan oleh sektor pertanian dalam Produk Regional Domestik Bruto (PDRB) sebanding dengan sektor lainnya yaitu rata-rata sebesar 10 %

 Sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran memberikan andil terbesar dalam pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara dengan sumbangan sebesar 2,56 persen, diikuti sektor jasa-jasa

Sektor Industri Pengolahan memberikan sumbangan terbesar terhadap total pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II-2014 (y-on-y) dengan kontribusi sebesar 1,28 persen disusul

Sektor Pertanian Sektor pertanian adalah sektor ekonomi yang memberikan kontribusi terbesar ketiga setelah sektor industri pengolahan dan perdagangan, hotel dan Restoran pada