• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEBIJAKAN PEMERINTAH KOTA SURABAYA DALAM MEMANFAATKAN RUANG TERBUKA HIJAU KEBUN BIBIT BRATANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "KEBIJAKAN PEMERINTAH KOTA SURABAYA DALAM MEMANFAATKAN RUANG TERBUKA HIJAU KEBUN BIBIT BRATANG"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

Gambar

tabel rencana
Tabel 8 Alih Fungsi eksSPBU menjadi Taman Kota Surabaya
Tabel 12

Referensi

Dokumen terkait

Ruang Terbuka Hijau publik yang terdapat pada Kecamatan Banjarmasin Selatan terdiri dari jalur hijau jalan dan sempadan sungai (taman siring) sedangkan RTH Privat

kebijakan, pengunjung, masyarakat dan pihak lainnya, faktor kedua yaitu sumber daya yang dilihat dari petugas yang memadahi dan kompeten dibidangnya, hanya saja

Area terbangun pada Kebun Binatang Surabaya saat ini mencapai 2,5 hektar atau 16,7%, sedangkan menurut Perda Kota Surabaya prosentase luar RTH pada Hutan Kota ialah 90% dan 10%

Implementasi Kebijakan Rencana Tata Ruang Wilayah RTRW dalam Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau RTH" di Kota Pangkalpinang pada umumnya telah terlaksana dengan cukup baik, Hal ini

Menentukan luas taman/jalur hijau dan jumlah pohon yang dibutuhkan untuk menyerap emisi karbon dioksida dari kendaraan bermotor di Kota Surabaya. Menentukan jumlah

Dari hasil studi ruang terbuka hijau pada kebijakan pengelolaan lingkungan hidup di Kota Semarang ,dapat disimpulkan bahwa penyediaan RTH di Kota Semarang telah sesuai dengan Perda

Area terbangun pada Kebun Binatang Surabaya saat ini mencapai 2,5 hektar atau 16,7%, sedangkan menurut Perda Kota Surabaya prosentase luar RTH pada Hutan Kota ialah 90% dan 10%

Berkenaan dengan salah satu dampak negatif dari ruang terbuka hijau yaitu salah memanfaatkan ruang terbuka hijau dengan kenakalan remaja atau berpacaran, sesuai hasil wawancara dengan