REVIEW : MANAJEMEN PENGETAHUAN DAN
PERSEBARAN INFORMASI GLOBAL
RIVA’I AMIN 1111093000064
KNOWLEDGE MANAGEMENT
PENDAHULUAN
Ada banyak perdebatan mengenai pengertian dan makna dari pengetahuan. The Oxford Advended Learners Dictionary 6th edition mendefinisikan bahwa pengetahuan sebagai informasi, pemahaman dan kompetensi yang dapat tumbuh melalui pendidikan dan pengalaman. Pengetahuan merupakan alat yang sangat bermanfaat untuk mempertahankan, tumbuh dan mengembangkan setiap organisasi.
Pada era globalisasi saat ini, Knowledge Management (KM) merupakan kebutuhan yang esensial untuk segala macam organisasi. KM dapat membantu organisasi dalam berbagai pencapaian mulai dari berbagi pengetahuan, meningkatkan performa, keuntungan kompetitif dan inovasi yang lebih tinggi lagi. Meskipun KM semestinya sudah diterapkan pada organisasi apapun terutama kampus dan universitas. Namun ternyata banyak universitas yang belum mengenal KM.
Tujuan jurnal ini antara lain :
1. Menjelaskan konsep dari pengetahuan dan manajemen pengetahuan
2. Menjelaskan pentingnya persebaran informasi untuk kepentingan pendidikan 3. Menjelaskan kaitan kurikulum pendidikan dengan keberhasilan pembelajaran 4. Menjelaskan pentingnya peran pemerintah dalam persebaran informasi
KNOWLEDGE MANAGEMENT (MANAJEMEN PENGETAHUAN)
Friehs (2001) mendefinisikan bahwa KM adalah sebagai koordinasi dan pengorganisasioan dari manusia dalam sebuah organisasi maupun luar organisasi dalam bertukar pengetahuan. Dengan kata lain, KM merupakan cara mengemas suatu pengetahuan tertentu untuk kebutuhan sekarang dan masa depan, juga merupakan cara menyimpan pengetahuan untuk memfasilitasi penelusuran, penggunaan dan pertukaran antara satu dengan yang lainnya baik dalam maupun luar organisasi.
KM sangat penting dalam organisasi terutama dalam universitas yang berfungsi sebagai repositori terhadap pengetahuan dan bertanggung jawab dalam mengatur modal intelektual dan aset. KM juga bermanfaat dalam jaringan pendidikan terutama pendidikan jarak jauh sebagaimana yang ditemukan oleh Weber, Vazques dan Romero (2006). Data, pengetahuan dan informasi dapat dihubungkan dengan adanya KM yang merupakan 3 komponen dasar penting utama dalam setiap organisasi yang terdefiniskan oleh Petrides dan Nodine (2003). Sehubungan dengan itu, Universitas tidak akan berjalan karena harus selalu menggunakan data, pengetahuan dan informasi dalam penelitian dan pengembangan pengetahuan. Adapun beberapa tantangan dan kendala dalam KM seperti melatih staff, mandek dalam kepemimpinan, basis data yang kurang valid dan dipercaya dan beberapa aturan yang belum jelas.
setiap individu memiliki peluang untuk mengembangkan bakat intelektual mereka dan mengembangkan ke dalam bentuk pengetahuan baru.
Merujuk kepada McKinsey dan Company, sistem pengembangan pengetahuan dapat efektif apabila sistem pendidika memenuhi tiga kriteria berikut:
1. Institusi pendidikan berkualitas tinggi tersedia pada semua level, yang akan mendukung tiap individu mencapai potensi yang dimiliki
2. Tiap individu dari semua tingkatan sosio-ekonomi dapat mengakses setiap institusi tersebut
3. Sebagian besar individu berharap mengambil kesempatan tersebut untuk melanjutkan pendidikannya melampui lulusan terakhirnya hingga pasca sarjana.
McKinsey dan Company juga menganjurkan bahwa Research dan Development harus ditetapkan sebagai prioritas nasional yang membutuhkan empat langkah spesifik:
1. Mengatur pembentukan komite kepemipinan inovasi
2. Membuat konsolidasi penelitian berbasis sektor pada performa
PERSEBARAN DAN PEMANFAATAN PENGETAHUAN
National Centre for the Dissemination of Disability Research (2001) mencatat bahwa persebaran yang efektif membutuhkan pemahaman bahwa jalur komunikasi meluas secara berkelanjutan dan terbatas dari komunikasi personal hingga media masa. Jika dipusatkan, maka dapat ditunjukkan bahwa aktifitas pemanfaatan pengetahuan fokus pada cara untuk memfasilitasi penggunaan hasil penelitian, teknologi baru dan pelatihan efektif bagi programmer.
Salami (2003) juga mengindikasikan bahwa pengetahuan dalam bentuk ide dan teknologi sekarang memegang kontrol terhadap ekonomi dunia. Berbagai ide dan teknologi terbaru yang bermunculan cenderung mendorong siklus pengembangan produk yang lebih singkat, munculnya berbagai bisnis berbasis pelayanan dan semakin mendorong menurunnya harga perangkat keras. Percepatan perkembangan dalam bidang elektronik, telekomunikasi dan teknologi satelit memungkinkan transmisi data berkapasitas tinggi dengan pembiayaan yang sangat murah sehingga menghancurkan jarak fisik yang menjadi penghalang dalam komunikasi yang juga sebagai faktor dalam kompetisi ekonomi. Perkembangan teknologi komunikasi yang meluas merupakan bentuk inovasi dari teknik persebaran pengetahuan. pengetahuan merupakan kendali fundamental dalam peningkatan produktifitas dan kompetitas. Teknologi informasi dan komunikasi memberikan pondasi untuk membangun dan menerapkan pengetahuan pada berbagai area yang berbeda pada kehidupan manusia (World Bank, 2003)
TEKNOLOGI INFORMASI GLOBAL
Globalisasi telah berkontribusi terhadap perubahan dunia dalam skala besar. Dikarenakan teknologi informasi dan komunikasi telah membantu informasi dapat diakses secara global yang kemudian mengubah cara orang-orang untuk hidup dan menggeser cara belajar ke arah yang lebih efektif dan efisien.
Pada dasarnya, teknologi informasi dan komunikasi merupakan bentuk elektronik dan pengaplikasian dari peralatan komputer untuk memproses, menyimpan, menelusuri dan mengirim informasi dalam berbagai bentuk. Seperti halnya komputer sebagai mesin dalam teknologi informasi dan komunikasi yang memiliki berbagai fungsi yang dapat bermanfaat dalam transmisi pengetahuan pendidikan.
PENGETAHUAN SEBAGAI SUMBER BARU DARI KEMAKMURAN
Bank Dunia dan Pemerintahan Finlandia (2003) menggarisbawahi point bahwa pertumbuhan ekonomi pengetahuan tidak hanya pada ekonomi industrial, tetapi juga diketahui mempengaruhi kecepatan perubahan ekonomi. Pemerintahan yang menginvestasikan pembelajaran tersier dan membolehkan masyarakat untuk mempersiapkan dengan keahlian terbaru akan memperoleh keuntungan dari ekonomi pengetahuan global.
KURIKULUM PENDIDIKAN VOKASIONAL DAN TEKNI KAL UNTUK
MENCAPAI GOAL PENGEMBANGAN MILENIUM DI ERA INFORMASI
Dalam era informasi, pendidikan vokasional dan teknikal harus merefleksikan filosofi bahwa sebuah kurikulum harus berdasarkan pada fisik dan psikis kebutuhan manusia, dan dalam era komputer itu juga harus mampu dalam meningkatkan kualitas hidup tiap individunya. Itu tidak akan tercapai jika pendidikan hanya terpaku pada konsep dasar berbagai disiplin ilmu tapi juga harus fokus pada pengaplikasian dari pengetahuan tersebut dengan mengarahkan pengembangan pelajar pada kebutuhan khusus dan goal spesifik mereka.
Saat ini pendidikan vokasional dan teknikal harus mengajarkan pada siswa untuk aktif mempelajari dalam mengenali hal apa yang ingin mereka pelajari dan bagaimana mereka ingin mempelajarinya dengan peralatan ICT. Pengajaran dengan menggunakan peralatan ICT akan mengarahkan mereka melatih dalam pembiasaan untuk diterapkan pada kehidupan nyata.
Bank Dunia menyarankan sasaran utama dari strategi untuk meningkatkan akses menuju pendidikan tersier melalui penyediaan bantuan keuangan kepada siswa, keikut sertaan tidak langsung pemerintah dan pengukuran untuk meningkatkan efisiensi administrasi universitas.
KEBIJAKAN NASIONAL ATAS SASARAN PENDIDIK AN PADA PENDIDIKAN
TEKNIKAL DAN VOKASIONAL
sumber daya manusia nasional. Pemerintah harus memposisikan untuk menyediakan lingkungan yang memadai, perlengkapan dan fasilitas lainnya supaya tiap individu secara aktual memiliki peluang penuh memperoleh pendidikan, supaya anak dapat mengembangkan kemampuan individualnya dan menjadi berguna di masyarakat.
Seorang pelajar dapat memperoleh pengetahuan pendidikan vokasional dan teknikal melalui internet, melalui pembelajaran elektronik yang lebih populer dikenal dengan e-learning. Dengan e-learning, beberapa buku tekstual yang sudah tidak tersedia, dapat ditemukan dengan mudah di internet atau bahkan pada paket perangkat lunak. Tidak hanya itu ada juga berbagai keuntungan e-learning lain yang semakin menjadikan penyampaian pendidikan vokasional dan teknikal semakin mudah dan semakin menarik bagi kedua pelajar maupun pengajar.
Media massa juga tidak dapat diabaikan sebagai penyampaian pengetahuan, misalnya orang menjadi tahu akan penyelenggaraan konferensi pendidikan pada suatu tempat karena televisi. Dengan penggunaan teknologi komunikasi untuk menyalurkan pengetahuan dapat menolong sebagian besar permasalahan yang melibatkan jarak dan waktu.
REKOMENDASI
1. Pendidikan vokasional dan teknikal butuh untuk segera disusun ulang untuk mengakomodasi perubahan teknologikal di era informasi
2. Peralatan internet yang cukup dan fasilitas pembelajaran harus disediakan untuk mendukung pelajar dalam mencapai standar global dan perubahan teknologikal.
3. Keuangan harus didukung oleh pemerintah dengan memberikan alokasi pembiayaan untuk pembelian peralatan dan fasilitas pembelajaran berbasis internet.
5. Peralatan dan fasilitas E-learning harus tersedia dalam institusi yang berbeda untuk kunci bagi guru dan pelajar menuju era teknologi informasi dan komunikasi.
KESIMPULAN