• Tidak ada hasil yang ditemukan

implementasi qard dan manfaatnya. pdf

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "implementasi qard dan manfaatnya. pdf"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

REVISI

MAKALAH

IMPLEMENTASI QARDH DALAM LKS DAN MANFAATNYA

Makalah ini disusun guna Memenuhi Tugas

Mata Kuliah Fiqih Mu’amalah

Dosen pengampu: Imam Mustafofa, S.H.I., M.SI.

Disusun oleh : Tia Purnamasari

NPM : 1502100224

Kelas A

PROGRAM STUDI S1 PERBANKAN SYARIAH

JURUSAN SYARIAH DAN EKONOMI ISLAM

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN) JURAI SIWO METRO

(2)

I. PENDAHULUAN

Makalah ini membahas tentang implementasi Qardh dalam LKS dan manfaatnya.

Kajian dalam makalah ini berdasarkan dalam Al-Qur’an surat al-Baqarah/2: 280 yang artinya:

“Dan jika (orang yang berhutang itu) dalam kesukaran, Maka berilah tangguh sampai Dia berkelapangan...”

Dan dalam QS. Al-Maa’idah/5:1 yang artinya:

“Hai orang-orang yang beriman, penuhilah akad-akad itu. Dihalalkan bagimu binatang ternak, kecuali yang akan dibacakan kepadamu. (Yang demikian itu) dengan tidak

menghalalkan berburu ketika kamu sedang mengerjakan haji. Sesungguhnya Allah

menetapkan hukum-hukum menurut yang dikehendaki-Nya.”

Pembahasan dalam makalah ini dimulai dari Aplikasi Qardh dalam Perbankan. Akad

Qardh biasanya diterapakan sebagai berikut:

a. Sebagai produk pelengkap kepada nasabah yang telah terbukti loyalitas dan

bonafiditasnya, yang membutuhkan dan talangan segara untuk masa yang relatif

pendek. Nasabah tersebut akan mengembalikan secepatnya sejumlah uang yang

dipinjamkannya itu.

b. Sebagai fasilitas nasabah yang memerlukan dan cepat, sedangkan ia tidak bisa

menaril dananya karena, misalnya, tersimpan dalam bentuk deposito. Atau pinjaman

qardh biasanya diberikan oleh bank kepada nasabahnya sebagai fasilitas pinjaman

talangan pada saat nasabah mengalami over draf. Fasilitas ini merupakan bagian

dari satu paket pembiayaan lain, untuk memudahkan nasabah bertransaksi.

c. Sebagai produk untuk menyumbang usaha yang sangat kecil atau membantu sektor

sosial. Guna pemenuhan skema khusus ini telah dikenal suatu produsi khusus yaitu

al-qardh al-hasan.1

1

(3)

Dan membahas tentang Praktik Qardh dalam Lembaga Keuangan Syariah dapat dijelaskan

sebagai berikut:

1. Nasabah mengajukan pinjaman dana qardh kepada Lembaga Keuangan Syariah;

2. Nasabah dan pihak LKS menyepakati mengenai biaya adminitrasi dan waktu

pengembalian pinjaman;

3. LKS dapat meminta jaminan atas pinjaman aoabila diperlukan;

4. Nasabah menggunakan dana pinjaman tersebut untuk usaha;

5. Apabila mendapat keuntungan dari usahah tersebut, maka seluruhnya menjadi hak

nasabah, apabila terjadi kerugian, maka juga menjadi tanggung jawab nasabah;

6. Nasabah harus mengembalikan pinjaman sejumlah nominal yang dipinjam, tanpa

harus memberikan margin atau bunga.

7. Pasal 615 KHES menyebutkan bahwa Nasabah dapar memberikan

tambahan/sumbangan dengan sukarela kepada pemberi pinjaman selama

tidakdiperjanjikan dalam transaksi.

8. Pasal 616 KHES menyebutkan bahwa jika nasabah tidak dapat mengembalikan

sebagian atau seluruh kewajibannya pada saat yang telah disepakayti dan pemberi

pinjaman Lembaga Keuangan Syariah telah memastiakan ketidakmampuannya

dapat:

A. Meperpanjang jangka waktu pengembalian, atau

B. Menghapus/write off sebagian atau seluruh kewajibannya.2

2Imam Mustofa, FIQIH Mu’amalah Kontemporer, (Jakarta, PT RAJAGRAFINDO PERSADA, 2016), hlm 174

(4)

II. ISI

A. Implemntasi Qardh dalam LKS

Qardh dalam LKS dapat digambarkan dalam skema sebagai berikut:

Skema di atas dapat dijelaskan sebagai berikut :

1. Pihak nasabah (muqtarid) mengajukan pinjaman kepada LKS (muqrid) dengan

menggunakan akad qardh.

2. Pinjaman tersebut adalah pinjaman untuk modal usaha yang dikelola oleh nasabah.

3. Nasabah (muqtarid) menjalankan modal tersebut untuk sebuah usaha.

4. Setelah mendapatkan keuntungan dari usaha, nasabah mengembalikan modal

usaha yang dipinjamkan.

5. Keuntungan yang diperoleh dari usaha nasabah 100% untuk nasabah sendiri.3

3

Ascarya, Akad & Produk Bank Syariah, (Jakarta:PT RajaGrafindo Persada, 2007), h.105. sebagaimana dikutip oleh Imam

(5)

Implementasi Qardh di perbankan syariah, secara teknik diatur dalam pasal18 PBI

No. 7/46/PBI/2005, dan SE BI No. 10/14DPb/2008, Bagian III 8. Keberadaan kedua

peraturan ini satu denngan yang lainnya saling melengkapi. Persyaratan pembiayaan

berdasarkan akad qardh di kedua peraturan ini, meliputi: ketentuan yang terkait dengan

bank; ketentuan yang terkait dengan nasabah; dan sumber dana pinjaman. Persyaratan

yang terkait dengan bankk adalah: (1) bank bertindak sebagai penyedia dana untuk

pinjamana qardh bagi kepentingan nasabah serta menjelaskan kepadannya karakteristik

produk pembiayaan atas dasar qardh disamping hak dan kewajiban nasabah; (2) bank

berkewajiban memeriksa dan menganilisis rencana pembiayaan atas dasar qardh kepada

nasabah. Namun, di sisi lain bankdilarang untuk meminta pengembalian melebihi jumlah

nominal sesuai akad serta dilarang pula membebankan biaya apa pun, kecuali biaya

administrasi dalam batas kewajaran. Ketentuan bagi bank selaku muqarridh dalam PBI dan

SE.BI ini bersinergi dengan yang tertuang dala fatwa DSN MUI No. 19 tahun 2000 yang

menjelaskan bahwa al-qardh adalah pinjamman yang diberikan kepada nasabah

(muqtaridh) semntara bank adalah pihak yang menyediakan dana.4

Praktik Qardh dalam Lembaga Keuangan Syariah, mengingat sifatnya bukan

transaksi komersial dan tanpa kopensasi, maka qardh menggunakan sumbel dana yang

berasal.

1. Untuk membantu dan talangan yang bersifat jangka pendek, digunakan modal bank.

2. Untuk membantu usaha sangat kecil dan keperluan sosial, digunakan dana yang

bersumber dari zakat, infak dan sedekah.

Ketentuan lembaga keuangan, termaksud bank terkait dengan qardh adalah sebagai

beerikut:

1. Kontrak perjanjian qardh dilaksanakan antara bank dan nasabah

2. Nasabah menyediakan tenaga untuk mengelola usaha dan bank syariah

menyerahkan modall sebagai investasi. Modal yang diserahlan dalam qardh berasal

dari dana bank dan dana kebajikan yang dikumpulkan oleh

3. bank dari berbagai sumber antar lain : zakat, infak, sedekah, denda, bantuan darai

pihak lain, dan dana lainnya.

4. Bila terdapat keuntungan, maka keuntungan 100% dinikmati oleh nasabah, tidak

dibagihasilkan dengan bank syariah.

5. Pada saat pembayaran atau jatuh tempo, maka nasabah mengembalikan 100%

modal yang berasal dari bank syariah, tanpa ada hambatan.

4

(6)

Menurut pengapllikasiannya, pinjaman Qardh biasanya diberikan oleh bank kepada

nasabahnya sebagai fasilitas pinjaman talangan pada saat nasabah mengalami overdraft.

Fasilitas ini dapat merupakan bagian dari satu paket pembiayaan lain, untuk memudahkan

nasabah bertransaksi. Aplikasi qardh dalam perbankan ada empat hal:

a.Sebagai pinjaman talangan haji

b.Sebagai pinjaman tunai dari produk kartu kredit syariah

c.Sebagai pinjaman kepada pengusaha kecil

d Sebagai pinjaman kepada pengurus bank

Implementasi akad Qrdh dalam dana talangan haji di Bank Mandiri Syariah terdapat

produk pembiayaan yang diperuntukkan untuk mempermudah menunaikan ibadah haji yaitu

produk dana talangan haji. Produk dana talangan haji adalah pembiayaan dengan

menggunakan akad qardh wal ijarah yang diberikan kepada nasabah calon haji dalam

rangka untuk mempermudah memperoleh nomor porsi haji. Opini dari Dewan Pengurus

Syariah (DPS) mengenai dana talangan haji yaitu : “Pada prinsipnya kewajiban ibadah haji

hanya dibebankan kepada orang yang mampu, sehingga tidak diperkenankan berhaji

dengan cara berhutang apabila tidak sanggup membayar, tetapi apabila ia mampu untuk

melunasi hutangnya maka diperkenankan berhaji dengan cara berhutang”.5 Mengacu dari penjelasan diatas, penerapan akad qardh sangat

cocok diterapkan pada produk pinjaman. Akad qardh yang diterapkan pada produk dana

talangan haji yaitu

berupa pinjaman dana dari pihak BSM kepada nasabah. Pinjaman tersebut berupa dana

talangan haji, namun Bank Mandiri Syariah hanya bisa memberikan talangan haji sebesar

Rp 22.500.000,00. Untuk mendapatkan nomor porsi haji, nasabah harus mempunyai saldo

direkeningnya sebesar Rp 25.000.000,00. Karena dari

pihak BSM hanya bisa memberikan dana talangan sebesar Rp 22.500.000,00, maka

kekurangannya ditanggung nasabah sendiri hingga terpenuhi sampai Rp

25.000.000,00.Pinjaman dana tersebut digunakan

untukpendaftaran haji melalui on line dengan SISKOHAT dan mendapatkan nomor porsi

haji.

Jadi dalam produk dana talangan haji di BSM menggunakan perpaduan akad qardh

dengan ijarah, yaitu pinjaman atau talangan dana dari pihak Bank untuk bisa mendaftar haji

dengan biaya ujrah/sewa yang

5

(7)

dibebankan kepada nasabah berupa upah sewa sistem IT yang dimiliki BSM.6

Dalam fatwa yang dikeluarkan oleh Dewan Syariah Nasional No. 29/DSN-MUI/VI/2002

tentang Pembiayaan Pengurusan Haji Lembaga Keuangan Syariah adalah sebagai berikut:

– Dalam pengurusan haji bagi nasabah, Lembaga Keuangan Syariah (LKS) dapat memperoleh

imbalan jasa (ujrah) dengan menggunakan prinsip al-ijarah sesuai Fatwa DSN-MUI no.

9/DSN-

MUI/IV/2000.

– Besar imbalan jasa al-Ijarah tidak boleh didasarkan pada jumlah talangan al-Qardh yang

diberikan Lembaga Keuangan Syariah (LKS) kepada nasabah.

– Apabila diperlukan, Lembaga Keuangan Syariah (LKS) dapat membantu menalangi pembayaran

BPIH nasabah dengan menggunakan prinsip al-Qardh sesuai dengan Fatwa DSN-MUI

nomor

19/DSN-MUI/IV/2001.[1][3]

Keputusan fatwa yang dikeluarkan oleh Dewan Syariah Nasional ini didasarkan pada

pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut:

– Salah satu bentuk jasa pelayanan keuangan yang menjadi kebutuhan masyarakat adalah

pengurusan haji dan talangan pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH).

– Lembaga Keuangan Syari’ah (LKS) perlu merespon kebutuhan masyarakat tersebut dalam

berbagai produknya.

6

(8)

– Agar pelaksanaan transaksi tersebut sesuai dengan prinsip syari’ah, maka Dewan Syariah

Nasional memandang perlu menetapkan fatwa tentang pengurusan dan pembiayaan

haji oleh

Lembaga Keuangan Syari’ah (LKS) untuk dijadikan pedoman.

Berdasarkan pertimbangan di atas itulah, Dewan Syariah Nasional memberikan

ketetapan hukum boleh melakukan ibadah haji dengan bantuan talangan dari pihak

Lembaga Keuangan Syari’ah (LKS), dengan syarat ia harus mampu melunasinya dalam

waktu yang telah disepakati. Bahkan pendapat yang paling ketat mensyaratkan pihak

peminjam harus melunasinya sebelum pemberangkatan haji, sebab kalau tidak demikian

berarti ia termasuk orang yang tidak diwajibkan menunaikannya karena belum cukup syarat

(mampu). 7

7

(9)

Pelaksanaan Qardh di Bank BRI Syariah Cabang Semarang

Qardh pada Bank BRI Syariah Cabang Semarang mulai dikenal pada tahun 2003

sebagaimana diatur dalam Buku Pedoman Fatwa Dewan Syariah Nasional. Secara umum,

tidak ada badan khusus yang mengawasi pelaksanaan qardh oleh Bank BRI Syariah

Cabang Semarang, namun secara internal, pelaksanaan qardh berada dibawah pembinaan

oleh Count Officer masing-masing bank pelaksana

termasuk Bank BRI Syariah Cabang Semarang. Tidak setiap orang dapat memperoleh

qardh pada Bank BRI Syariah Cabang Semarang, namun penerima qardh terbatas pada

nasabah Bank BRI Syariah Cabang Semarang yang memiliki usaha kecil yang kurang

mampu secara ekonomi, kurang memiliki pengetahuan tentang bisnis namun ingin

mengembangkan usahanya. Misalnya : tukang pecel keliling, pedagang kelontong keliling.8 Untuk menjadi nasabah pada Bank BRI Syariah Cabang Semarang, seseorang

dapat mengajukan permohonan untuk menjadi nasabah dengan mengisi formulir yang telah

disediakan

oleh Bank BRI Syariah Cabang Semarang agar pemohon dapat menjadi nasabah dengan

membuka tabungan Mudharabah dan menyetorkan tabungan perdana minimum sebesar

Rp. 25.000,- ( dua puluh lima ribu rupiah ) dan tabungan selanjutnya sebesar Rp. 10.000,- (

sepuluh ribu rupiah ). Formulir untuk menjadi nasabah Bank BRI Syariah Cabang Semarang

yang harus diisi oleh calon nasabah adalah

blanko yang disediakan oleh Bank BRI Syariah Cabang Semarang yang memuat data

pribadi calon nasabah antara lain : nama, alamat, nomor KTP atau identitas lain, pekerjaan,

besarnya pengasilan setiap bulan, jumlah keluarga yang ditanggung dan lain-lain informasi

tentang calon nasabah dan keadaan keuangan calon nasabah.

Secara lengkap, syarat-syarat yang wajib dipenuhi calon nasabah untuk membuka

tabungan Mudharabah pada Bank BRI Syariah Cabang Semarang adalah :

a.Membawa identitas berupa KTP / SIM / Paspor asli dan foto copi.

b.Mengisi formulir aplikasi pembukaan rekening.

Umumnya permohonan menjadi nasabah pada Bank BRI Syariah Cabang Semarang

dikabulkan seluruhnya oleh Bank BRI Syariah Cabang Semarang. Setelah menjadi nasabah

8

Andita Yuni Santosa, PELAKSANAAN AKAD PEMBIAYAAN QARDH PADA BANK BRI SYARIA (TESIS), tahun 2005, hlm.

(10)

pada Bank BRI Syariah Cabang Semarang, nasabah dapat mengajukan permohonan

mendapatkan qardh pada Bank BRI Syariah Cabang Semarang.9

Nasabah wajib menyebutkan kebutuhan penggunaan qardh yang dimohonkan pada saat

mengajukan permohonan

Qardh dan tidak boleh menyebutkan penggunaan qardh kemudian, karena

AO akan melakukan penilaian mengenai penggunaan qardh oleh nasabah sebelum qardh

diserahkan pada nasabah. Sehingga apabila nasabah menyebutkan penggunaan qardh

setelah permohonan diajukan, maka kemungkinan permohonan qardh akan ditolak oleh

bank.10

Untuk mendapatkan qardh, jaminan nasabah adalah usaha nasabah itu sendiri.

Misalnya apabila tukang pecel keliling mengajukan qardh

, maka yang menjadi jaminannya adalah bakul pecelnya yang selama qardh berlangsung

tetap dapat digunakan untuk berusaha. Demikian pula bila qardh diajukan oleh tukang

kelontong keliling, maka yang menjadi jaminan adalah dagangan kelontong milik pedagang

kelontong yang tetap dapat dikelola dan dijual selama qardh berlangsung.11

Nasabah yang tidak mempunyai usaha sama sekali, tidak dapat mengajukan

permohonan untuk mendapatkan qardh, demikian pula nasabah yang mempunyai usaha

besar atau mempunyai jaminan barang konsumtif ( seperti rumah atau

mobil ), namun nasabah demikian dapat mengajukan pembiayaan jenis lainnya pada Bank

BRI Syariah Cabang Semarang.

Setelah nasabah mengajukan permohonan untuk mendapatkan qardh, maka pihak

Bank BRI Syariah Cabang Semarang akan meneruskan permohonan pada Account Officer (

AO ) untuk memproses permohonan nasabah.

Proses penelitian oleh pegawai bank untuk mengetahui kemampuan nasabah dalam

mendapatkan qardh secara umum meliputi 5C ( Caracter, Capacity, Capital, Condition of

economy dan Collaterals ), namun khusus untuk qardh, penelitian terhadap nasabah

dilakukan secara sederhana melalui kunjungan ke rumah nasabah untuk menanyakan pada

tetangga, ketua RT dan Lurah dimana nasabah bertempat tinggal mengenai keadaan calon

nasabah dalam kesehariannya khususnya tentang keadaaan ekonomi nasabah.

Setelah melakukakan penelitian untuk mengetahui kemampuan nasabah untuk

(11)

Besarnya qardh yang dikabulkan oleh Bank BRI Syariah Cabang Semarang adalah

Rp. 1.000.000,- ( satu juta rupiah ). Apabila nasabah menghendaki jumlah yang lebih besar,

maka nasabah dapat mengajukan permohonan pembiayaan jenis lainnya yang memberikan

pembiayaan lebih besar dari qardh. Kebutuhan yang dikabulkan untuk mendapatkan qardh

adalah untuk kepentingan produktif, namun tidak menutup kemungkinan untuk kebutuhan

konsumtif asalkan untuk menunjang usaha nasabah agar lebih maju.

Nasabah yang permohonan qardh-nya dikabulkan dapat mencairkan qardh pada Bank BRI

Syariah Cabang Semarang dalam jangka waktu 1 ( satu ) hari setelah pemberitahuan

tentang dikabulkannya permohonan qardh diterima dari Bank BRI

Syariah Cabang Semarang dengan memenuhi syarat.

Qardh dapat mulai dikembalikan oleh nasabah pada bulan selanjutnya dari tanggal

pencairan qardh. Misalnya qardh cair pada tanggal 1 Januari 2005 dengan jangka waktu

pengembalian 12 ( dua belas ) bulan atau sampai dengan 1 Januari 2006, maka nasabah

dapat mulai mengembalikan qardh pada tanggal 1 Pebruari 2005 sampai tanggal 1 Januari

2006.

Batas pembayaran / pengembalian qardh setiap bulannya 10 ( sepuluh ) hari setelah

waktu jatuh tempo. Misalnya qardh jatuh tempo tanggal 1 setiap bulannya, maka batas

pengembalian tiap bulannya adalah tanggal 11. Apabila nasabah membayar melebihi

tanggal 11 maka nasabah sudah dikategorikan terlambat mengembalikan qardh pada Bank

BRI Syariah Cabang Semarang.

Apabila nasabah setelah 10 ( sepuluh ) hari melewati batas masa jatuh tempo belum

mengembalikan qardh, maka Bank BRI Syariah akan mengirim seorang pegawai untuk

melakukan penelitian langsung ke rumah nasabah. Pegawai BRI Syariah Cabang Semarang

yang ditunjuk tersebut akan meneliti tentang penyebab nasabah tidak dapat membayar

angsuran qardh tepat waktu. Wewenang pegawai terhadap nasabah adalah memberikan

toleransi pada nasabah untuk membayar angsuran dan memberikan solusi agar nasabah

dapat membayar angsuran tepat waktu. Sedangkan pegawai tidak berwenang memberikan

qardh baru kepada nasabah atau menutup qardh yang lama serta tidak berwenang untuk

memberikan qardh lama untuk menutup / membayar qardh yang sedang berjalan dan tidak

dapat diangsur.12

12

(12)

B. Manfaat Qardh

Manfaat qardh dalam praktik perbankan syariah banyak sekali di antaranya sebagai

berikut :

1. Memungkinkan nasabah yang sedang dalam kesulitan mendesak untuk

mendapatkan talangan jangka pendek.

2. Al-qardh al-hasan juga merupakan salah satu ciri pembeda antara bank syariah dan

bank konvensional yang di dalamnya terkandung misi sosial, di samping misi

komersial.

3. Adanya misi sosial-kemasyarakatan ini akan meningaktkan citra baik dan

meningkatkan loyalitas masyarakat terhadap bank syariah. 13 Manfaat Qardh antara lain :

1. Membantu nasabah pada saat mendapat kesulitan dengan memberikan dana

talangan jangka pendek.

2. Pedagang kecil memperoleh bantuan dari bank syariah untuk mengembangkan

usahanya, sehingga merupakan misi sosial bagi bank syariah dalam membantu

masyarakat miskin.

3. Dapat mengallihkakn pedagang kecil dari ikatan utang renternir, dengan

mendapatkan utang dari bank syariah.

4. Meningkatkan loyalitas masyarakat kepada bank syariah, karena bank syariah dapat

memberikan manfaat kepada golongan miskin.14

III. PENUTUP

13

Sebagaimana dikutip olehDr. MARDANI, Fiqih Ekonom iIslam: Fiqih muamalah, (jakarta: kencana,2012) cet. Ke 1 Qardh

dalam Dunia Lembaga Keuangan Syariah (LKS), hlm.337. 14

(13)

A. Kesimpulan

Dari berbagai penjelasan diatas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa

implementasi qardh adalah sebuah pelaksanaan atau praktik pembiayaan talangan haji

yang terdapat pada Lembaga Keuangan Syariah. Dan sudah terdapat dalam Al-Qur’an surat al-Baqarah/2: 280 yang artinya:

“Dan jika (orang yang berhutang itu) dalam kesukaran, Maka berilah tangguh sampai Dia berkelapangan...”.

B. Saran

Sumber yang terbatas. Maka dari itu saya sebagai pemakalah mohon untuk

teman-teman semua bisa membahas lebih lanjut tentang apa itu implementasi qardh secara

lebbih lanjut. Dalam pembuatan makalah ini saya menyadari bahwa masih banyak

kekurangan dan kekeliruan dalam penulisan, analisis di setiap materi yang saya sampaikan.

Maka itu saya mohon kritik dan saran yang membangun.

(14)

Dr. MARDANI, Fiqih Mu’amalah: FIQIH Ekonomi Syariah,Jakarta:Kencana,2012.

Imam Mustofa, FIQIH Mu’amalah Kontemporer, Jakarta, PT RAJAGRAFINDO PERSADA, 2016.

Dr. H. Atang Abd. Hakim, Fiqih Perbankan Syariah: Transformasi Fiqih Muamalah ke

dalam Peraturan Perundang-undangan, Bandung: PT Refika Aditama, 2011.

Brosur produk dana talangan haji BSM

Departemen Agama RI, Bunga RampaiPerhajian,Jakarta: Depag RI, 1998.

Antonio Syafi’I. Bank Syariah: Dari Teori Ke Praktek, Jakarta: Gema Insani, 2001

Andita Yuni Santosa, PELAKSANAAN AKAD PEMBIAYAAN QARDH PADA BANK BRI

SYARIA (TESIS), tahun 2005.

Dr. MARDANI, Fiqih Ekonom iIslam: Fiqih muamalah, Jakarta: kencana,2012, cet. Ke 1

Qardh dalam Dunia Lembaga Keuangan Syariah (LKS).

Imam Mustofa, FIQIH MU’AMALAH Kontemporer, PT RAJAGRAFINDO PERSADA,

Referensi

Dokumen terkait

Tingkat asimetri informasi pada Satuan Kinerja Perangkat Daerah (SKPD) Kota Bandung menghasilkan persentase sebesar 69% tergolong tinggi, sehingga dapat dikatakan

Hubungan antara bantuan biaya dengan kewajiban PPS dari hasil analisis ini menunjukkan bahwa bantuan biaya berkorelasi positif atau berhubungan signifikan dengan

Dalam pengiriman SMS, hal yang pertama kali harus dilakukan adalah menulis pesan yang akan dikirimkan, memilih nomor tujuan yang terdapat pada daftar contact, dan

diinginkan baik itu secara manual maupun dengan memasukkan nilai kecepatan motor yang diinginkan pada tampilan program pada setiap pengujian sistem. Ucapan

Berdasarkan analisis dan pembahasan yang telah dilakukan peneliti terhadap data penelitian, dapat ditarik kesimpulan bahwa peningkatan kemampuan pemahaman konsep

Hasil penelitian terdahulu menemukan bahwa perilaku pengambilan keputusan investasi oleh investor berhubungan dengan sikap subyektif investor dalam menyikapi Risiko sehingga dapat

Tabel 1 menunjukkan tiga isolat (Swn-1, Ksn, dan Psr-2) diperoleh dari jenis pisang Ambon dengan lokasi yang berbeda, dan tiga isolat lainnya (Swn-2, Psr-1, dan Psr-3) diperoleh

Pertambangan emas ini termasuk dalam usaha pertambangan emas liar atau pertambangan emas tanpa izin usaha (PETI). Kegiatan pertambangan di Kabupaten Buru, secara langsung