EFEKTIVITAS IKLAN MELALUI JEJARING SOSIAL SEBAGAI SALAH SATU STRATEGI PEMASARAN KERIPIK PEDAS MAICIH DENGAN MENGGUNAKAN
METODE EPIC
Bagus Riyantoro* Ati Harmoni Fakultas Ekonomi Universitas Gunadarma
Jl. Margonda Raya No. 100 Depok 16424 *[email protected]
ABSTRAK
Periklanan mendapatkan sorotan tajam semenjak aspek informasi menjadi bagian penting dalam bisnis, kegiatan periklanan yang efektif dipandang mampu mempengaruhi kecenderungan mengkonsumsi dalam masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektivitas iklan melalui jejaring sosial, yang diukur melalui metode EPIC. Periklanan yang efektif akan mengubah pengetahuan publik mengenai ketersediaan dan karakteristik beberapa produk, elastisitas permintaan produk akan sangat dipengaruhi aktivitas periklanan.
Merek yang diteliti adalah keripik pedas Maicih, yang merupakan produk keripik pedas dari PT. Maicih Inti Sinergi. Penelitian dilakukan dengan menyebar kuesioner kepada 100 responden di Universitas Gunadarma dengan menggunakan teknik purposive sampling.
Variabel yang diteliti untuk mengukur efektivitas adalah Empati, Persuasi, Dampak, Komunikasi.
Dari total skor rataan pendapat respoden atas pernyataan – pernyataan yang mengukur dimensi empati didapat hasil sebesar 3,98, dimensi persuasi sebesar 3,99, dimensi dampak sebesar 3,93, dan dari dimensi komunikasi sebesar 3,90. Nilai EPICrate 3,95 nilai tersebut menunjukkan bahwa secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa iklan produk keripik pedas Maicih dinilai sangat efektif.
Kata Kunci : Efektivitas, Strategi Pemasaran, Metode EPIC
I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Periklanan digital mulai menjadi tren di era internet ini. Para pemilik merek mulai menjadikan media digital sebagai media promosi dan pemasaran yang baru. Pada dasarnya media sosial telah
mengubah bagaimana konsumen
berinteraksi dan bagaimana perusahaan memasarkan produk, meskipun di Indonesia trennya masih tergolong kecil, tapi pertumbuhannya cukup pesat. Adanya
situs jejaring sosial ini dijadikan peluang usaha yang baik untuk memasarkan atau mempromosikan produk yang akan dijual. Banyak kelebihan yang dapat diambil dari pemasaran lewat jejaring sosial ini diantaranya sebagai sarana berkomunikasi dengan konsumen, sebagai media
berkolaborasi apabila adanya
sasaran pertama bisnis ini adalah orang yang dikenal, sehingga mudah untuk melakukan komunikasi.
Keripik pedas Maicih adalah salah satu produsen yang cara memasarkannya menggunakan media internet yang mempunyai fasilitas jejaring sosial. Fenomena strategi pemasaran baru ini menjadi suatu dasar pemikiran untuk meneliti efektivitas iklan melalui jejaring sosial.
1.2 Rumasan Masalah dan Batasan Masalah
Jejaring sosial yang diteliti adalah
Facebook, Twiter, dan Blog yang dilakukan oleh produsen keripik pedas Maicih. Pada penulisan ilmiah ini, penelitian dibatasi pada pengguna internet yang mengetahui Maicih melalui Facebook atau Twiter atau Blog, mahasiswa Universitas Gunadarma, pengambilan data dilakukan dalam kurun waktu 3 bulan ( Agustus – Oktober 2012).
1.3 Tujuan Masalah
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektif atau tidaknya strategi pemasaran keripik pedas Maicih melalui iklan di jejaring sosial.
1.4 Hipotesis Penelitian
H1 : Efektif atau tidaknya iklan melalui jejaring sosial dilihat dari tingkat empati yang dilakukan oleh produsen keripik pedas Maicih.
H2 : Efektif atau tidaknya iklan melalui jejaring sosial dilihat dari tingkat persuasi yang dilakukan oleh produsen keripik pedas Maicih. H3 : Efektif atau tidaknya iklan melalui jejaring sosial dilihat dari tingkat dampak yang dilakukan oleh produsen keripik pedas Maicih. H4 : Efektif atau tidaknya iklan melalui jejaring sosial dilihat dari tingkat komunikasi yang dilakukan oleh produsen keripik pedas Maicih.
1.5 Kerangka Pemikiran
Berdasarkan latar belakang masalah yang diuraikan diatas, peneliti mempunyai konsep pemikiran sebagai yang digambarkan dalam gambar 1.1.
Gambar 1.1 Kerangka Pemikiran
II. LANDASAN TEORI 2.1 Kerangka Teori 2.1.1 Pengertian Pemasaran
Menurut Kotler (2005) pemasaran adalah suatu proses sosial yang didalamnya individu dan kelompok
PERIKLANAN EFEKTIVITAS
KOMUNIKASI DAMPAK PERSUASI
mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan,
menawarkan dan secara bebas
mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain.
2.1.2 Bauran Pemasaran
Bauran pemasaran merupakan strategi mencampur berbagai kegiatan pemasaran yang dijadikan kombinasi maksimal sehingga mendatangkan hasil yang paling memuaskan. Menurut Kotler dan Keller (2009) bauran pemasaran merupakan seperangkat alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk mengejar tujuan pemasarannya. Menurut
Kotler dan Keller (2009)
mengklasifikasikan alat-alat itu menjadi empat kelompok yang luas yang disebut 4 P pemasaran : produk, harga, tempat dan promosi.
2.1.3 Produk
Menurut Kotler (2005)
mengemukakan bahwa produk merupakan segala sesuatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk memuaskan keinginan atau kebutuhan. Menurut Tjiptono (2008) mendefinisikan produk bahwa produk merupakan segala sesuatu yang dapat ditawarkan produsen untuk diperhatikan, diminta, dicari, dibeli, digunakan atau dikonsumsi pasar yang bersangkutan.
2.1.4 Harga
Menurut Kotler (2005) pengertian harga dalam arti sempit merupakan jumlah uang yang ditagihkan untuk suatu produk atau jasa, sedangkan dalam arti luas adalah jumlah dari nilai yang dipertukarkan konsumen untuk manfaat memiliki atau menggunakan produk atau jasa.
2.1.5 Distribusi
Menurut Kotler (2005) Saluran distribusi mencakup suatu kelompok lembaga-lembaga yang melaksanakan keseluruhan kegiatan atau fungsi untuk mengalihkan produk disertai hak milik dilingkungan produksi kearah lingkungan konsumen.
2.1.6 Promosi
Menurut Budiarto (2008) promosi penjualan adalah alat promosi yang merupakan perangsang bagi konsumen untuk segera melakukan pembelian, umumnya bersifat jangka pendek.
2.2 Bauran Promosi
a. Periklanan
terhadap pembelian dan masyarakat yang ditargetkan.
b. Promosi Penjualan
Berbagai insentif jangka pendek untuk mendorong konsumen agar segera mencoba atau membeli sebuah produk atau jasa. Promosi penjualan seperti juga periklanan memiliki banyak variasi seperti, hadiah, kupon, voucher, diskon, bonus dan lain-lain.
c. Humas dan Publikasi
Program yang dirancang untuk mempromosikan atau melindungi citra perusahaan atau produk. Kehumasan serta publisitas memang memiliki kelebihan tersendiri dibandingkan bauran komunikasi yang lain.
d. Tenaga Penjualan
Interaksi tatap muka dengan salah satu pembeli prospektif dengan tujuan membuat presentasi, menjawab pertanyaan dan mendapatkan pesanan.
e. Pemasaran Langsung
Penggunaan e-mail, facsimile, internet atau langsung dengan berbagai fasilitas untuk merespon pelanggan atau prospek tertentu. Ciri-ciri bauran promosi seperti ini adalah nonpublik, karena diarahkan langsung kepada pihak tertentu. juga bersifat segera dan customized secara cepat bisa disampaikan informasinya.
2.3 Model Epic
Efektivitas iklan dapat diukur dengan menggunakan Model EPIC
menurut Durianto, dkk (2003). Alat analisis ini dikembangkan oleh A.C. Nielsen. Model EPIC terdiri dari empat dimensi berikut :
a. Dimensi empati
Dimensi empati menginformasikan, apakah konsumen menyukai suatu bentuk
komunikasi pemasaran dan
menggambarkan bagaimana konsumen melihat hubungan antara suatu bentuk komunikasi pemasaran dengan pribadinya. b. Dimensi persuasi
Dimensi persuasi menginformasikan apa yang dapat diberikan suatu bentuk komunikasi pemasaran untuk penguatan karakter suatu merek, sehingga pemasar memperoleh pemahaman tentang dampak komunikasi pemasaran terhadap keinginan konsumen untuk membeli.
c. Dimensi dampak
Dimensi dampak menunjukkan, apakah suatu merek dapat terlihat menonjol dibandingkan merek lain pada kategori yang serupa.
d. Dimensi komunikasi
Tabel 2.1 Penelitian tentang Efektifitas Iklan dan Model yang Digunakan.
2.4 Jejaring Sosial
Social Networking Site (SNS) atau biasa disebut juga jejaring sosial didefinisikan sebagai suatu layanan berbasis web yang memungkinkan setiap individu untuk membangun hubungan sosial melalui dunia maya seperti membangun suatu profil tentang dirinya sendiri, menunjukkan koneksi seseorang dan memperlihatkan hubungan apa saja yang ada antara satu member dengan member lainnya dalam sistem yang disediakan, dimana masing-masing social networking site memiliki ciri khas dan sistem yang berbeda-beda, beberapa contoh Social Networking Site diantaranya
MySpace, Facebook, twiter and Blog. Fungsi dari penerapan Social Networking Site itu sendiri berfokus pada koneksi yang akan dibangun oleh satu orang dengan orang lainnya, dimana dapat berupa hubungan sahabat, keluarga, event, profesi hingga bisnis dan pekerjaan (Boyd dan Ellison, 2007).
2.4.1 Facebook
Facebook di Indonesia sudah menjadi tren mutakhir sebagai status simbol sehingga apabila seseorang mengatakan tidak atau belum menjadi anggota Facebook dianggap sebagai orang yang ketinggalan jaman. Facebook kelihatannya situs jejaring sosial yang paling populer di Indonesia dan dalam salah satu blog di internet disebutkan bahwa pengguna Facebook di Indonesia ada pada peringkat terbanyak nomor empat di dunia (Situmorang, 2010 ).
2.4.2 Twitter
Twitter muncul pada tahun 2006 di AS hampir bersamaan dengan Facebook. Namun kelihatannya Twitter kalah pamor dibandingkan Facebook. Berdasarkan sumber dari e-marketer dikabarkan Twitter memiliki pengguna sebesar 18 juta orang pada akhir tahun 2009. Sebetulnya banyak orang yang mencoba menggunakan Twitter namun dalam salah satu blog dikemukakan bahwa 60 persen pengguna
Twitter berhenti menggunakan Twitter pada bulan berikutnya (Situmorang, 2010).
2.4.3 Blog
Blog menjadi sangat populer karena pembuatan sebuah blog tidak sesulit dibandingkan membuat sebuah Web.
Membuat Web membutuhkan
keterampilan khusus yang tidak semua orang mudah melakukannya sementara membuat blog dianggap lebih mudah karena merupakan model aplikasi saja pada sebuah situs. Sebagaimana e-mail maka sebuah blog tidak hanya untuk tujuan sosial saja namun dapat dimanfaatkan sebagai sebuah media promosi dalam bisnis. Jadi tidak heran
banyak buku-buku saku yang
menampilkan judul bagaimana berbisnis atau kaya lewat sebuah blog (Scoot,2007).
III. METODELOGI PENELITIAN 3.1 Subjek dan Objek Penelitian
Subjek dari penelitian ini adalah mahasiswa Universitas Gunadarma yang rata – rata memiliki jejaring sosial dan mengetahui keripik pedas Maicih yang dipilih secara purposive sampling pernah melihat iklan Maicih di Facebook, Twitter,
dan Blog, sampel yang mempunyai maksud dan tujuan tertentu dari peneleti agar tidak salah dalam memilih responden. Sedangkan objek penelitian ini adalah keripik pedas Maicih.
3.2 Data dan Variabel 3.2.1 Data
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer, yaitu data yang diperoleh peneliti dari sumber pertama baik dari individu atau perseorangan, seperti hasil wawancara atau hasil pengisian kuisioner.
3.2.2 Variabel
a. Variabel Independen
Variabel independen (X) adalah variabel yang nilainya tidak dipengaruhi variabel lain, yaitu :
X1 = Empati X2 = Persuasi X3 = Dampak X4 = Komunikasi b. Variabel Dependen
Variabel Dependen (Y) adalah variabel yang dipengaruhi oleh variabel lain, yaitu efektif atau tidak efektif.
3.3 Populasi
Menurut Sugiyono (2008), populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas : obyek / subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang telah ditetapkan untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Universitas Gunadarma.
3.4 Sampel
Slovin (Umar, 2005), yaitu sebagai berikut:
N n =
1 + Ne2 Dimana :
n = Ukuran sampel
N = Ukuran populasi
e = Kelonggaran ketidaktelitian karenakesalahan pengambilan sampel yang dapat ditoleransi. Konstanta (0.1 atau 10%).
Menurut data PSA universitas Gunadarma (2012), jumlah populasi Mahasiswa Universitas Gunadarma sebesar 25.290 mahasiswa, besarnya sampel yang harus diambil adalah sebesar:
25.290 n =
1 + 25.290 (0,1)²
25.290 n =
1 + 252,9
n = 99,606 maka dibulatkan menjadi 100.
Maka dari perhitungan diatas diperoleh jumlah sampel sebanyak 100 responden.
3.5 Metode Pengumpulan Data
Dalam rangka pengumpulan data yang dibutuhkan untuk penyusunan penulisan, penulis melakukan penelitian pada konsumen yang mengetahui iklan
keripik pedas Maicih dengan metode kuesioner. Dengan indikator :
Tabel 3.1 Indikator EPIC Dimensi Indikator
Empati emosi, perasaan khusus,
suasana hati, dan evaluasi.
Persuasi perilaku dan opini, emosi,
keterlibatan, dan pendirian
Dampak bentuk produk, merek, dan
model.
Komunikasi pemahaman pembaca dan
kekuatan pesan
Dengan cara mengubah dari data kualitatif menjadi data kuantitatif, dengan menggunakan skala likert, yaitu skala yang memberikan skor dari 1-5, dari sangat tidak setuju hingga sangat setuju untuk mengetahui derajat responden terhadap serangkaian pertanyaan yang terdapat dalam kuesioner.
3.6 Uji Validitas dan Reliabilitas
Uji validitas menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukur mengukur apa yang ingin diukur. Sekiranya peneliti menggunakan kuesioner di dalam pengumpulan data penelitian, maka kuesioner yang disusunnya harus mengukur apa yang ingin diukurnya.
3.7 Alat Analisis 3.7.1 Analisis Deskriptif
Metode ini merupakan metode analisis data dimana peneliti mengumpulkan, mengklasifikasikan, menganalisis, dan menginterpretasikan data untuk memberikan gambaran umum tentang data yang telah diperoleh.
3.7.2 Analisis Tabulasi Sederhana, Skor Rataan, dan EPICrate
Pengolahan data pada model EPIC adalah menentukan analisi tabulasi berganda dan skor rataan, kemudian dikonversi ke rentang skala model EPIC. a. Analisis Tabulasi Sederhana
Dalam analisis tabulasi sederhana, data yang diperoleh diolah dengan rumus menurut Durianto, dkk (2003). Sebagai berikut :
ƒi
P = X 100% Σ ƒi
Keterangan :
P = Presentase jumlah responden yang memilih kategori tertentu.
ƒi = Jumlah responden yang memilih
kategori tertentu.
Σƒi = Banyaknya jumlah responden. b. Skor Rataan
Setiap jawaban responden dari pertanyaan dalam kuesioner diberikan bobot. Cara menghitung skor rataan menurut Durianto, dkk (2003) sebagai berikut :
Σ ƒi • wi X =
Σ ƒi Keterangan :
X : Rataan Berbobot
ƒi : Frekuensi
wi: Bobot
c. EPICrate
Setelah mendapatkan hasil dari analisis tabulasi sederhana dan skor rataan, untuk mengetahui efektif atau tidaknya iklan melalui jejaring sosial, maka data tersebut dihitung kembali untuk mengetahui dimana posisi iklan tersebut melalui rentang skala model EPICrate dapat dilihat pada gambar 3.1.
TD E
0,0 0,8 1,6 2,4 3,2 4,0
STE CE SE
Gambar 3.1 Rentang Skala Model EPIC
IV. PEMBAHASAN 4.1 Profil Usaha
Maicih merupakan kata “nyeleneh” yang berasal dari sebuah dompet berukuran kecil berbentuk setengah lingkaran ber-retsleting yang biasa digunakan untuk menyimpan receh atau
koin-koin. Sang Presiden
media Twitter. New wave marketing yang dilakukan AXL pun sangat unik. Penyebutan Presiden pada owner, Jendral untuk reseller sampai pada kegiatan berjualan secara mobile yang disebut Gentayangan. For Icihers With Love Kami ada dan menyediakan pelayanan yang membuat nyaman bagi icihers, karena kami melakukan dengan hati.
4.2 Karakteristik Responden
Responden terbanyak menurut karaktristik jenis kelamin adalah perempuan yaitu sebesar 47% dari total responden. Sedangkan persentase responden berjenis kelamin laki-laki sebesar 53%. Berdasarkan karakteristik umur, responden terbanyak menempati skala umur 21–25 tahun (70%) dan yang terkecil (6%) menempati skala umur di atas 26 tahun. Berdasarkan karakteristik tingkat pendapatan responden per bulan, jumlah pendapatan responden terbanyak berada pada kelas pendapatan antara Rp 500.001 – Rp. 1.000.000, yaitu 43% dan terendah terdapat pada kelas pendapatan lebih dari Rp. 1.250.000 sebesar 4%.
4.2.1 Pengenalan Merek
Diketahui bahwa sebanyak 98% responden pengguna jejaring sosial Twitter. Hal ini menunjukkan bahwa beriklan pada jejaring sosial merupakan hal yang mendukung untuk dilakukan, agar calon konsumen tahu mengenai produk yang ada. Sedangkan besarnya
responden yang melihat iklan Maicih melalui Facebook sebesar 68 responden, Twitter 73 responden, Blog 53 responden.
4.3 Uji Validitas dan Reliabilitas
Populasi dalam penelitian ini dibatasi pada jumlah mahasiswa Universitas Gunadarma yang berjumlah 25.290 jiwa. Dengan rumus yang digunakan untuk menentukan sampel menurut rumus Slovin, maka hasil pembulatan total responden dalam penelitian ini berjumlah 100 orang. Dalam melakukan uji validitas dan reliabilitas pada pertanyaan - pertanyaan Model EPIC disebarkan sebanyak 100 unit kuesioner. Setelah melakukan pengujian terhadap 100 kuesioner, semua pertanyaan sebanyak 24 butir terbukti valid, dimana korelasi diantara pendapat atas pernyataan yang ada lebih besar dari 0,195, sedangkan untuk uji reliabilitas menggunakan
software SPSS 17.0 for Windows, diperoleh hasil alpha hitung 0,841 Nilai
alpha hitung lebih besar daripada alpha
4.4 Iklan Maicih pada Jejaring Sosial 4.4.1 Hasil Perhitungan Iklan Maicih pada Jejaring Sosial
a. Dimensi Empati
Tabel 4.1 Hasil Perhitungan Total Skor Rataan Dimensi Empati
Atribut respoden atas pernyataan-pernyataan yang mengukur dimensi empati didapat hasil sebesar 3,98. Nilai tersebut berada pada rentang skala dimana dimensi empati suatu iklan dinyatakan sangat efektif. Hal ini dapat diartikan bahwa target pengguna jejaring sosial, menyukai iklan Keripik Pedas Maicih yang ada di jejaring sosial. b. Dimensi Persuasi
Dari total skor rataan pendapat respoden atas pernyataan-pernyataan yang mengukur dimensi persuasi sebesar 3,99. Nilai ini berada pada rentang skala dimana dimensi persuasi suatu iklan dinyatakan sangat efektif dalam mempengaruhi pengguna jejaring sosial. Hal ini dapat
diartikan bahwa target responden sedikit terpengaruh iklan yang ada di jejaring sosial untuk mencoba membeli produk keripik pedas Maicih.
Tabel 4.2 Hasil Perhitungan Total Skor Rataan Dimensi Persuasi
Atribut
c. Dimensi Dampak
Tabel 4.3 Hasil Perhitungan Total Skor Rataan Dimensi Dampak
Atribut
d. Dimensi Komunikasi
Total skor rataan pendapat respoden atas pernyataan-pernyataan yang mengukur dimensi komunikasi adalah 3,90. Nilai tersebut berada pada rentang skala dimana dimensi komunikasi suatu iklan dinyatakan sangat efektif. Hal ini dapat diartikan bahwa iklan produk keripik pedas Maicih mempunyai pesan yang kuat bagi pengguna jejaring sosial yang melihat iklan keripik pedas melalui jejaring sosial.
Tabel 4.4 Hasil Perhitungan Total Skor Rataan Dimensi Komunikasi Atribut
Setelah menghitung seluruh skor rataan dapat dilihat pada Gambar 4.1 mengindikasikan bahwa semakin titik-titik
sudut segi empat dekat dari posisi titik 0,0, maka iklan yang diukur efektivitasnya dapat dinyatakan tidak efektif ditinjau dari masing-masing dimensi dalam Model EPIC, jika sebaliknya semakin jauh titik-titik sudut segi empat dari titik-titik 0,0, maka kesimpulan yang diperoleh adalah efektif.
Gambar 4.1 Tampilan dari Empat Dimensi
Setelah melakukan perhitungan dan analisis terhadap masing-masing dimensi yang diukur dalam Model EPIC, langkah yang terakhir adalah menghitung nilai
EPICrate yaitu penilaian efektifitas iklan secara keseluruhan.
EPIC rate =
Xempati + Xpersuasi + Xdampak + Xkomunikasi 4
EPIC rate = 3,98 + 3,99 + 3,93 + 3,90
Nilai EPICrate 3,95 yang diperoleh dari hasil perhitungan di atas menunjukkan bahwa secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa iklan produk keripik pedas Maicih dinilai sangat efektif dalam mempromosikan iklan melalui jejaring sosial. Nilai EPICrate tersebut dapat dilihat pada Gambar 4.2.
Gambar 4.2 Rentang Skala EPICrate
V. KESIMPULAN & SARAN
Dari hasil dan analisis data serta pembahasan pada bab sebelumnya dapat disimpulkan bahwa strategi pemasaran iklan Maicih melalui jejaring sosial sangat efektif hal tersebut dapat di ukur dengan menggunakan Model EPIC sebesar 3,95 dilihat dari rentang skala EPICrate (0.0 – 4.0) dan posisi 3.95 itu terdapat pada posisi sangat efektif. Dari pembahasan yang telah diuraikan, beberapa saran yang dapat dijadikan bahan pertimbangan bagi pihak PT. Maicih Inti Sinergi adalah : a. PT. Maicih Inti Sinergi perlu
memperbarui atau mengupdate iklan dan informasi tentang produk yang terdapat di jejaring sosial, sehingga akan merangsang ingatan konsumen
untuk terus mengingat produk Maicih itu sendiri.
b. Terus melakukan promosi penjualan yang berkelanjutan, karena kegiatan promosi mempunyai dampak yang efektif dalam meningkatkan penjualan.
DAFTAR PUSTAKA
Boyd, Danah M., Ellison, Nicole B., Social Network Sites: Definition, History, and Scholarship, Journal of Computer-Mediated
Communication, Vol 13 No 1, 2007, article 11.
Bram, Y. F., 2005. Analisis Efektivitas Iklan sebagai Salah Satu Strategi Pemasaran Perusahaan Percetakan dan Penerbitan PT Rambang dengan Menggunakan Metode EPIC Model.
Jurnal Manajemen & Bisnis Sriwijaya, Vol. 3, No. 6, pp.1-23.
Budiarto, Teguh. 2008. Dasar Pemasaran.
Jakarta : Universitas Gunadarma.
Dewi, Kurnia. 2008. Analisis Efektivitas Iklan Pada Media Televisi (Studi Kasus Pada Produk Tebs Di Kota Bogor). Skripsi Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Durianto, Darmadi, C. Liana. 2003. Inovasi Pasar dengan Iklan Yang
Efektif. Jakarta. PT. Gramedia
Pustaka.
Kotler, Philip. 2005. Manajemen
Pemasaran, Edisi Bahasa Indonesia,
Jilid 1. Jakarta. PT. Indeks
---. 2005. Manajemen Pemasaran, Edisi Bahasa Indonesia,
Jilid 2. Jakarta. PT. Indeks
Kelompok Gramedia.
Kotler, Philip & Kevin Lane Keller. 2009.
Manajemen Pemasaran. Jakarta. PT
Indeks Kelompok Gramedia.
Scott, David Meerman. 2007. The New Rules of Marketing and PR. John Wiley & Sons, Inc., Hoboken, New Jersey.
Situmorang. James R., 2010. Pemasaran Viral – Viral Marketing, Jurnal
Administrasi Bisnis, Vol.6, No.1 : hal. 59-71.
Sugiyono.2008. Metode Penelitian Bisnis.
Bandung : Alfabeta.
Tjiptono, Fandy. 2008. Strategi Pemasaran. Yogyakarta : Andi.