RESPON DAN KERAGAMAN GENETIK GALUR PUTATIF MUTAN M6 GANDUM (Triticum aestivum L.) DI DUA AGROEKOSISTEM
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Materi genetik yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari varietas nasional dan galur asal (introduksi) sebagai pembanding serta populasi M3 yang diperoleh dari
Hasil serupa dilaporkan Wardani (2014) dalam penelitiannya pada galur F4 gandum bahwa karakter jumlah spikelet, bobot biji per malai, dan bobot biji per tanaman memiliki
Hal ini sesuai dengan hasil penelitian Natawijaya (2012) yang melaporkan bahwa pada populasi F2 (Oasis x HP1744) karakter agronomi yang berpengaruh langsung
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperlajari beberapa karakter morfologi galur mutan gandum, melihat pengaruh ketinggian tempat dan vernalisasi terhadap pertumbuhan
Galur SO3 lebih toleran terhadap cekaman kekeringan, pada tingkat kadar air tanah 25% galur SO3 memiliki bobot biji per tanaman (0,744 g) lebih tinggi dibandingkan
Karakter yang memiliki nilai heritabilitas tinggi dengan nilai KVF dan KVG yang luas seperti tinggi tanaman, jumlah anakan produktif per tanaman, berat biji per malai,
Hasil panen merupakan tujuan utama dalam budidaya tanaman sehingga seleksi galur-galur gandum introduksi dari CIMMYT ditujukan untuk mendapatkan galur gandum unggul
Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa galur memiliki keunggulan dan berpotensi sebagai calon tetua untuk beberapa karakter; galur H51-6-Pa berumur genjah dan hasil tinggi;