Perancangan Aplikasi Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Penerima Beasiswa
PPA dan BBP-PPA Menggunakan Metode AHP
(Studi Kasus: APIKES Citra Medika Surakarta)
Tominanto*), Istiyawati Rahayu**)
APIKES Citra Medika Surakarta
E-Mail : *[email protected], **[email protected]
Abstrak
Pengelolaan beasiswa PPA dan BBP-PPA di APIKES Citra Medika Surakarta selama ini telah dijalankan dengan baik, namun demikian masih terdapat permasalahan sebagai berikut : (1) pemilihan penerima beasiswa yang dilakukan pada level Pembimbing Akademik dan Wadir III masih bersifat subjektif, (2) kurang adanya transparansi proses seleksi penerima beasiswa, (3) masih terjadi kesalahan pengolahan data penerima beasiswa, dan (4) sistem monitoring dan evaluasi pengelolaan beasiswa belum berjalan optimal dikarenakan kurangnya dukungan data dan informasi yang lengkap. Alternatif solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah memperbaiki sistem pemilihan penerima beasiswa dengan membangun aplikasi sistem pendukung keputusan menggunakan model Analytical Hierarchy Process (AHP). Aplikasi sistem pendukung keputusan yang dibangun dengan bahasa pemrograman MS. Visual Foxpro menggunakan enam kriteria : Indeks Prestasi Komulatif mahasiswa, prestasi kemahasiswaan, jumlah SKS, pendapatan orang tua, penilaian Pembimbing Akademik, dan kelengkapan dokumen. Hasil pengujian menunjukkan bahwa aplikasi sistem pendukung keputusan ini dapat digunakan pimpinan sebagai dasar pengambilan keputusan dalam memilih penerima beasiswa yang lebih obyektif.
Kata Kunci : Sistem Pendukung Keputusan, Beasiswa, AHP
1.
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perkembangan teknologi informasi telah banyak memberikan perubahan penyelesaian permasalahan di berbagai bidang. Teknologi informasi dapat dimanfaatkan sebagai alat yang memiliki potensi besar untuk mengatasi keterbatasan kognitif manusia dalam hal rasionalitas, kesalahpahaman dan bias dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengambilan keputusan [1].
Sistem pendukung keputusan
merupakan sistem berbasis komputer yang interaktif, yang membantu pengambil keputusan memanfaatkan data dan model untuk menyelesaikan masalah-masalah yang tidak terstruktur. Sistem pendukung
keputusan mendayagunakan resources
individu-individu secara intelek dengan kemampuan computer untuk meningkatkan kualitas keputusan [2].
Beasiswa Peningkatan Prestasi
Akademik (PPA) dan Bantuan Biaya Pendidikan Peningkatan Prestasi Akademik (BBP-PPA) merupakan beasiswa pendidikan bagi mahasiswa sarjana dan diploma yang
diberikan oleh Ditjen Dikti Kemendiknas melalui PTN dan Kopertis. Program beasiswa ini memiliki tujuan : (1) meningkatkan prestasi mahasiswa penerima baik kurikuler, ko-kurikuler, maupun ekstrakurikuler serta motivasi berprestasi bagi mahasiswa lain, (2) mengurangi jumlah mahasiswa yang putus kuliah, karena tidak mampu membiayai pendidikan, dan (3)
meningkatkan akses dan pemerataan
kesempatan belajar di perguruan tinggi. Besarnya beasiswa adalah Rp. 350.000,- (tiga ratus lima puluh ribu rupiah) per bulan/mahasiswa selama satu tahun [3].
Pengelolaan beasiswa PPA dan BBP-PPA di APIKES Citra Medika Surakarta selama ini menggunakan prosedur sebagai berikut : (1) Kopertis menyampaikan surat ke perguruan tinggi yang berisi tetang kuota dan kriteria umum penerima beasiswa, (2) berdasarkan surat tersebut, Wakil III membagi kuota untuk per kelas yang ada dan
mensosialisasikan kepada seluruh
penerima beasiswa kepada Wadir III, (4) Wadir III melakukan seleksi usulan dari PA, dan (5) Wadir III menetapkan penerima beasiswa dan menyampaikannya ke Kopertis. Prosedur ini telah dijalankan dengan baik,
namun demikian masih terdapat
permasalahan sebagai berikut : (1) pemilihan penerima beasiswa yang dilakukan pada level PA dan Wadir III masih bersifat subjektif, (2) kurangnya transparansi proses seleksi penerima beasiswa, (3) masih terjadi kesalahan pengolahan data penerima beasiswa, dan (4) sistem monitoring dan evaluasi pengelolaan beasiswa belum berjalan optimal dikarenakan kurangnya dukungan data dan informasi yang lengkap. Permasalahan ini sering menyebabkan adanya protes dari beberapa mahasiswa yang memenuhi kualifikasi tetapi tidak ditetapkan sebagai penerima beasiswa sehingga akuntabilitas sistem seleksi penerima beasiswa dirasakan kurang adil dan transparan.
Alternatif solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut di atas adalah memperbaiki sistem pemilihan penerima beasiswa dengan merancang aplikasi sistem pendukung keputusan menggunakan model Analytical Hierarchy Process (AHP). AHP merupakan metode pengambilan keputusan berdasarkan hierarki fungsional dengan input utamanya kriteria yang ditetapkan menurut
persepsi manusia. Model ini
diimplementasikan dalam sistem komputer, sehingga proses yang dijalankan dapat mengurangi keterlibatan manusia secara langsung.
1.2 Tinjuan Pustaka
Sistem informasi dengan Metode AHP
telah banyak dikembangkan sebagai
alternatif solusi pengambilan keputusan yang lebih obyektif. Beberapa penelitian pengembangan sistem informasi yang memanfaatkan metode AHP antara lain penelitian tentang sistem informasi
pendukung keputusan pada seleksi
penerimaan pegawai menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) yang menitik beratkan pada perancangan
basisdata dan antarmuka untuk
implementasi, sedangkan AHP digunakan
sebagai model untuk pembobotan
Penelitian tentang pengambilan
keputusan pemilihan hanphone terbaik dengan Analytical Hierarchy Process (AHP)
dengan menggunakan kritera harga,
teknologi dan desain. Harga yang terdiri dari harga produk, sparepart, dan purna jual. Teknologi terdiri dari kamera, fitur, dan baterai. Desain terdiri dari qwerty, touchscreen dan tombol umum. Hasilnya memberikan bobot untuk setiap alternatif. Bobot Blackberry adalah 0.67, Bobot Nokia adalah 0,21, dan bobot Sony Erickson adalah 0,12. Ini berarti bahwa Blackberry lebih baik dari yang lain, diikuti oleh Nokia dan Sony Erickson [5].
Penelitian tentang AHP yang dijadikan
model sistem pendukung keputusan
pemilihan tempat kuliah di bangka belitung dengan didukung oleh software Wxpert Choice 2000. Pemilihan criteria, subkriteria dan alternative oleh responden ahli diolah menggunakan Uji Cochran Q Test [6].
Penelitian tentang pemodelan sistem pendukung keputusan kelompok untuk diagnose penyakit pneumonia dengan fuzzy linguistic quantifier dan AHP. Pada tahap agregasi preferensi digunakan Fuzzy
Linguistic Quantifier dan tahap
perangkingan menggunakan AHP. Sistem diuji dengan cara memasukkan gejala-gejala pneumonia tanpa melibatkan seorang pakar. Hasilnya sistem dapat mendukung untuk mendiagnosis penyakit pneumonia [7].
Penelitian tentang kajian criteria pemilihan subkontraktor oleh kontraktor utama dengan menggunakan meode AHP Teknik pengolahan dan analisa data menggunakan metode AHP dengan memakai bantuan software expert choice. Ketentuan pemilihan subkontraktor dibagi dalam 6 aspek yaitu: aspek umum, aspek keuangan, aspek teknis, aspek manajerial, aspek keselamatan kerja dan aspek reputasi perusahaan. Dari setiap aspek tersebut terangkum beberapa kriteria dan sub kriteria yang mendukung [8].
2.
METODE PENELITIAN
Metode yang digunakan dalam
penelitian
ini
adalah
metode
pengembangan perangkat lunak
waterfall
Gambar 1. Metode waterfall
3.
HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1 Analisa dan Perancangan Sistem 3.1.1 Perancangan Model AHP
Dalam membangun sistem pendukung keputusan ini digunakan 6 faktor kriteria
yaitu : IPK mahasiswa, prestasi
kemahasiswaan, jumlah sks, pendapatan orang tua, penilaian PA, dan kelengkapan dokumen. Setiap kriteria dibatasi oleh intensitas yang sama yaitu : sangat baik, baik, cukup, kurang dan sangat kurang. Dari kriteria dan intensitas tersebut, maka bentuk hierarkinya pada Gambar 2.
Gambar 2. Hierarki Model AHP
3.1.2 Perancangan Proses
Perancangan proses dalam
pengembangan aplikasi SPK ini
menggunakan Data Flow Diagram (DFD)
yang terdiri dari diagram konteks dan DFD level, yang disajikan pada gambar 3 dan gambar 4 berikut ini.
Gambar 3. Diagram Konteks Hasil pemilihan
penerima beasiswa
Setup kriteria & intensitas, RK kriteria & intensitas, Nilai prestasi kemahasiswaan, Nilai pendapatan orang tua, Nilai PA,
Nilai kelengkapan dokumen, Permintaan hitung nilai, Lihat hasil
IPK, Jumlah SKS 0
Pemilihan Penerima Beasiswa Wadir III
SIAKAD
Goal
IPK Prestasi
Kemahasiswaan
Jumlah SKS
Pendapatan ortu
Penilaian PA
Kelengkapan dokumen
Gambar 4. DFD Level 1
3.2 Implementasi Sistem
Hasil analisis dan perancangan sistem aplikasi SPK pemilihan penerima beasiswa PPA dan BBP-PPA ini diimplementasikan dengan bahasa pemrograman dan DBMS Microsoft Visual Foxpro 9.0. Hasil
implementasi disajikan pada Gambar 5, Gambar 6, Gambar 7, dan Gambar 8
.
IPK, Jumlah SKS
Data mahasiswa
IPK & Jumlah SKS
Setup kriteria & intensitas Data kriteria
Data intensitas
RK kriteria & intensitas Nilai prestasi kemahasiswaan, Nilai pendapatan orang tua, Nilai PA,
Nilai kelengkapan dokumen Permintaan hitung nilai
Data intensitas
Data kriteria
RK kriteria
RK intensitas
Hasil pemilihan
Hasil pemilihan
Lihat hasil
Hasil pemilihan penerima beasiswa
Data tenaga RM 1
Setup data
Wadir III SIAKAD
2 Proses
AHP
3 Lihat Hasil
Mahasiswa
Akademik
Kriteria
Intensitas
MatrikKriteria
MatrikIntensitas HasilPemilihann
Nilai IPK dan SKS
Gambar 5. Form input rasio
kepentingan kriteria
Gambar 7. Form Form input nilai
4.
KESIMPULAN
Aplikasi Sistem Pendukung Keputusan pemilihan penerima beasiswa PPA dan
BBP-PPA yang dibangun dengan Bahasa
Pemrograman MS. Visual FoxPro
menggunakan metode AHP dengan 6 kriteria : IPK mahasiswa, prestasi kemahasiswaan, jumlah sks, pendapatan orang tua, penilaian PA, dan kelengkapan dokumen. Pengujian aplikasi SPK ini menunjukkan bahwa SPK ini dapat digunakan pimpinan sebagai pendukung pengambilan keputusan dalam memilih penerima beasiswa di APIKES Citra Medika Surakarta.
5. DAFTAR PUSTAKA
[1] Garyfallos Fragidis, K. T. The
Business Strategy Perspective on the
Development of Decision Support
Systems. International Conference
on Computational Intelligence for
Modelling, Control and Automation,
and International Conference on
Intelligent
Agents,
Web
Technologies
and
Internet
Commerce (CIMCA-
IAWTIC’05).
IEEE. 2005.
[2] Turban Efraim, Aronson Jay E.
”
Decision Support Systems And
Intelligent Systems.” 5
thEdition.
prentice-hall
International,
Inc.
Canada. 2005.
[3] Ditjen
Dikti.
Pedoman
Umum
Beasiswa
dan
Bantuan
Biaya
Pendidikan
Peningkatan
Prestasi
Akademik. Jakarta. 2014.
[4] Husni
Iman.
Sistem
Informasi
Pendukung Keputusan Pada Seleksi
Penerimaan Pegawai Menggunakan
Metode
Analytical
Hierarchy
Process (AHP). Jurnal Dinamika
Informatika
.
Vol 2 No. 2. 2010.
[5] Adhi
Antono.,
Pengambilan
Keputusan
Pemilihan
Hanphone
Terbaik
Dengan
Analytical
Hierarchy Process (AHP). Jurnal
Ilmiah Dinamika Teknik. Vol 4 No
2. 2010.
[6] Fitriyani. Aplikasi Ahp Sebagai
Model Sistem Pendukung Keputusan
Pemilihan Tempat Kuliah Di Bangka
Belitung
, SNATI 2012
. UII. 2012
[7] Syaukani, M. dan
Hartati, S.
Pemodelan
Sistem
Pendukung
Keputusan
Kelompok
Untuk
Diagnose
Penyakit
Pneumonia
Dengan Fuzzy Linguistic Quantifier
Dan AHP.
Jurnal Ilmu Komputer.
Vol 5 No 1. 2012.
[8] Krisnayanti,
D.S.,
dkk.
Kajian
Criteria Pemilihan Subkontraktor
Oleh Kontraktor Utama Dengan
Menggunakan
Meode
Analytic
Hierarchy Process (AHP).
Jurnal
Teknik Sipil
. Vol 1 No 3. 2012.
Gambar 6. Form input rasiokepentingan intensitas
Gambar 8. Hasil pemilihan