PENGARUH LANDASAN PENDIDIKAN TERHADAP PERKEMBANGAN PENDIDIKAN DI INDONESIA PADA ABAD KE 21
MAKALAH
diajukan untuk memenuhi salah satu tugas pada Masa Bimbingan dan Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa XXV
oleh
Atni Nur Anggraeni
MASA BIMBINGAN DAN LATIHAN DASAR KEPEMIMPINAN MAHASISWA XXV
KAMPUS CIBIRU
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA BANDUNG
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas berkat rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis ini berupa makalah yang penulis beri judul “Pengaruh Landasan Pendidikan Terhadap Perkembangan Pendidikan di Indonesia Pada Abad ke 21”.
Makalah ini diajukan untuk memenuhi salah satu tugas pada Masa Bimbingan dan Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa XXV. Walaupun demikian, dalam menyelesaikan makalah ini, penulis mengalami beberapa kendala tetapi atas bantuan dari bebrapa pihak, akhirnya makalah ini dapat diselesaikan. Adapun beberapa pihak yang telah membantu penulis dalam proses pembuatan makalah ini diantaranya yaitu:
1. Kedua orang tua yang telah memberikan dukungan baik berupa moral maupun materi;
2. Mentor yang telah membimbing penulis dalam pembuatan makalah ini;
3. Teman-teman yang telah memberikan berbagai saran dalam pembuatan makalah ini;
4. Perpustakaan UPI Kampus Cibiru yang telah menyediakan berbagai buku sebagai sumber referensi penulis dalam proses pembuatan makalah ini.
Sudah sepantasnya penulis mengucapakan banyak terima kasih kepada pihak-pihak diatas, penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Dengan demikian, kretik dan saran dari pembaca yang bersifat membangun mengenai makalah ini selau penulis harapkan demi kesempurnaan makalah ini. Akhir kata penulis ucapkan terima kasih
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR... i
DAFTAR ISI... ii
BAB I PENDAHULUAN... 1
A. Latar Belakang... 1
B. Rumusan Masalah... 1
C. Tujuan Penulisan... 2
D. Manfaat Penulisan... 2
BAB II PEMBAHASAN... 3
A. Makna Landasan... 3
B. Makna Pendidikan... 3
C. Jenis dan Fungsi Landasan Pendidikan... 5
D. Perkembangan Pendidikan di Indonesia abad 21... 9
E. Peranan Landasan Pendidikan terhadap Pendidikan di Indonesia abad ke 21... 11
BAB III PENUTUP... 13
A. Simpulan... 13
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
Pendidikan saat ini sangatlah penting bagi kehidupan manusia, karena pendidikan dapat menentukan nasib seseorang dimasa yang akan datang atau masa depan. Agar pendidikan dapat dilaksanakan secara bijaksana maka dalam sebuah pendidikan perlu adanya landasan yang bertujuan untuk menjadi dasar atau titik tolah berdirinya pendidikan.
Perkembangan pendidikan di Indonesia saat ini sangatlah memperhatinkan, apalagi di zaman moderen seperti sekarang ini banyak hal-hal yang dapat merusak akhlak dan moral manusia. Dengan begitu, apabila pendidikan di Indonesia tidak didasari dengan sebuah landasan yang kuat maka yang akan terjadi pendidikan di Indonesia malah semakin merosot, dan juga apabila sebuah pendidikan tidak didasari dengan sebuah landasan tentu pendidikan tersebut akan roboh, misalnya seperti bangunan gedung apabila tidak didasari dengan sebuah pondasi tentu gedung tersebut tidak akan mampu berdiri.
Untuk lebih memahami mengaenai pentingnya landasan pendidikan dan perkembangan pendidikan di Indonesia pada abad 21, maka dalam penyusunan makalah ini penulis mengambil judul “Pengaruh Landasan Pendidikan Terhadap Perkembangan Pendidikan di Indonesia pada Abad ke 21”
B. Rumusan Masalah 1. Apa makna Landasan? 2. Apa makna Pendidikan?
3. Apa saja jenis dan fungsi Landasan Pendidikan?
4. Bagaimana perkembangan Pendidikan di Indonesia abad 21 ?
5. Bagaimana peranan Landasan Pendidikan terhadap Pendidikan di Indonesia pada abad ke 21?
C. Tujuan Penulisan
2. Untuk menggambarkan makna Pendidikan
3. Untuk menggambarkan jenis dan fungsi dari Landasan Pendidikan
4. Untuk mengetahui bagaimana perkembangan Pendidikan di Indonesia abad 21 5. Untuk mengetahui bagaimana peranan Landasan Pendidikan terhadap
Pendidikan di Indonesia abad ke 21 D. Manfaat Penulisan
BAB II PEMBAHASAN A. Makna Landasan
Setiap hal di dunia ini pasti memiliki keadaaan dimana hal tersebut baru saja memiliki awalan atau yang biasa kita sebut dasar. Hal yang mendasari sesuatu muncul dari sebuah pemikiran manusia yang akhirnya bisa disebut sebagai landasan. Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1995:260) istilah “Landasan diartikan sebagai alas, dasar, tumpuan”. Sedangkan menurut Wojowasito (1972;161) istilah “Landasan diartikan sebagai dasar, sumber, dan pedoman”. Istilah landasan sebagai dasar dikenal pula sebagai fundasi. Dari pengertian tersebut mengenai landasan dapat kita pahami bahwa landasan merupakan suatu alas atau dasar pijakan dari sesuatu hal, suatu titik tumpu atau titik tolak yang menjadi dasar berdirinya sesuatu hal.
Landasan yang merupakan sebuah pondasi atau dasar pijakan dibedakan menjadi dua macam yaitu landasan yang bersifat material dan landasan yang bersifat konseptual. Landasan yang bersifat material yaitu landasan yang berwujud atau bisa dilihat dan diraba dengan panca indra. Contoh landasan yang bersifat material antara lain berupa landasan pacu pesawat terbang dan pondasi bangunan gedung. Dimana landasan-landasan tersebut dapat dilihat secara nyata wujudnya. Sedangkan landasan pendidikan yang bersifat konseptual yaitu landasan yang berupa gagasan atau ide. Contoh gagasan yang bersifat konseptual yaitu diantaranya berupa dasar Negara Indonesia yaitu pancasila dan UUD RI Tahun 1945 serta landasan pendidikan.
B. Makna Pendidikan
Pendidikan juga sangat berperan penting dalam kelangsungan hidup manusia kedepannya. Dengan pendidikan manusia bisa menjadi tahu dari yang sebelumnya tidak tahu. Pendidikan memiliki beberapa pengertian menurut para ahli yaitu: Menurut UU No. 20 tahun 2003
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mampu mengembangkan potensi didrinya untuk memiliki kekekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara.
Prof. H. Mahmud Yunus menyatakan bahwa
Yang dimaksud pendidikan ialah suatu usaha yang dengan sengaja dipilih untuk mempengaruhi dan membantu anak yang bertujuan untuk meningkatkan ilmu pengetahuan, jasmani dan akhlak sehingga secara perlahan bisa mengantarkan anak kepada tujuan dan cita-cita yang paling tinggi. Agar memperoleh kehidupan yang bahagia dan apa yang dilakukannya dapat bermanfaat bagi dirinya sendiri, masyarakat, bangsa, negara, dan agamanya. Sedangkan menurut SA. Bratanata dkk mengemukakan bahwa “Pendidikan merupakan usaha yang sengaja dilakukan baik langsung maupun dengan cara yang tidak langsung untuk membantu anak dalam perkembangannya mencapai kedewasaannya.” Dari ketiga pendapat tersebut pendidikan diartikan sebagai suatu usaha sadar atau proses yang terencana untuk meningkatkan potensi diri berupa kekuatan spiritual, pengendalian diri, kecerdasan, keterampilan yang dimaksudkan untuk mencapai sebuah cita-cita atau tujuan yang bermanfaat bagi diri sendiri, masyarakat, bangsa, negara, dan agama.
Dari keempat definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa pendidikan merupakan usaha sadar seseorang yang didapatkan melalui pengalaman hidup baik secara formal maupun non formal tanpa adanya batasan usia yang bertujuan untuk mrningkatkan potensi diri berupa kekuatan spiritual, pengendalian diri, kecerdasan, keterampilan yang dimaksudkan untuk mencapai sebuah cita-cita atau tujuan yang bermanfaat bagi diri sendiri, masyarakat, bangsa, negara, dan agama.
Dari kedua poin di atas mengenai landasan dan pendidikan dapat disimpulkan bahwa landasan pendidikan merupakan suatu pondasi dasar pijakan atau titik tolak dalam rangka melaksanakan pendidikan. Agar tercipta pendidikan yang normatif dan mesti dapat dipertanggungjawabkan. Pendidikan tidak boleh dilaksanakan secara sembarang, melainkan harus dilaksanakan secara bijaksana. Maksudnya pendidikan harus dilaksanakan secara didasari dengan mengacu kepada suatu landasan yang kokoh, sehingga jelas tujuannya, tepat isi kurikulumnya, serta efisien dan efektif cara-cara pelaksanaannya. Implikasinya dalam pendidikan harus ada momen berfikir dan bertindak.
Landasan pendidikan identik dengan asumsi, yaitu suatu gagasan, kepercayaan, prinsip, pendapat atau pernyataan yang sudah dianggap benar, yang dijadikan titik tolak dalam rangka berpikir dan/atau dalam rangka bertindak. C. Jenis dan fungsi Landasan Pendidikan
Asumsi-asumsi yang menjadi titik tolak dalam rangka pendidikan berasal dari berbagai sumber, dapat bersumber dari agama, filsafat, ilmu, dan hukum atau yuridis. Berdasarkan sumbernya landasan pendidikan dapat di identifikasi dan dikelompokan menjadi 4 jenis yaitu: 1) landasan religius pendidikan, 2) landasan filosofis pendidikan, 3) landasan ilmiah pendidikan, dan 4) landasan hukum/yuridis pendidikan.
sampai meninggal sudah merupakan suatu kewajiban. Hal tersebut dapat menjadi dasar yang kuat bagi setiap manusia dalam melaksanakan pendidikannya terutama bagi seorang muslim.
Yang kedua Landasan Filosofis Pendidikan, jenis landasan ini merupakan asumsi-asumsi yang bersumber dari filsafat yang menjadi titik tolah dalam pendidikan. Terdapat banyak aliran filsafat diantaranya: Idealisme, Realisme, Pragmatisme, Pancasila. Landaan filosofis pendidikan tidaklah satu melainkan beragam sebagaimana beragamnya aliran filsafat. Oleh sebab itu dikenal dengan adanya landasan filosofis pendidikan idealisme, landasan filosofis pendidikan pragmatisme. Salah satu contohnya: penganut realisme antara lain berpendapat bahwa “Pengalaman yang benar diperoleh manusia melalui penglaman dirinya”. Maksudnya, penganut realisme mengutamakan metode belajar yang memberikan kesempatan kepada para siswa untuk memperoleh pengetahuan melalui pengalaman langsung atau pengalaman tidak langsung, pengalaman langsung dapat diperoleh melalui observasi dan praktikum sedangkan pengalaman tidak langsung dapat diperoleh melalui membaca laporan-laporan hasil penelitian.
Yang ketiga Landasan Ilmiah Pendidikan, jenis landasan ini merupakan asumsi-asumsi yang bersumber dari disiplin ilmu tertentu yang menjadi titik tolak dalam pendidikan. Disiplin ilmu merupakan cara pendekatan yang mengikuti ketentuan yang pasti dan konsisten untuk memperoleh pengertian dasar yang menjadi sasaran studi. Terdapat beberapa disiplin ilmu diantaranya: psikologi, sosiologi, ekonomi, antropologi, sejrah, dan biologi. Dari jenis disiplin ilmu tersebut ada juga jenis landasan ilmiah pendidikan diantaranya landasan antropologis pendidikan, landasan ekonomi pendidikan, landasan biologis pendidikan.
budaya yang ada di masyarakat yang bertujuan agar dalam pelaksanaannya dalam kehidupan sudah mempunyai suatu dasar atau landasan.
Landasan ekonomi pendidikan adalah asumsi-asumsi yang bersumber dari kaidah-kaidah ekonomi yang dijadikan titik tolak dalam pendidikan. Contohnya kalkulasi ekonomi selalu berkenaan dengan modal, produksi, distribusi, persaingan, untung atau laba dan rugi. Implikasinya pendidikan dipandang sebagai penanaman modal pada diri manusia untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mempertinggi mutu tenaga kerja sehingga dapat meningkatkan produksi.
Selain itu dalam memilih suatu lembaga pendidikan yang akan menjadi tempat untuk melaksanakan pendidikannya seseorang menyesuaikan dengan kemampuan dirinya dan disesuaikan dengan biaya/modal yang dimilikinya. Landasan itu yang menjadi dasar yang kuat untuk seseorang dalam pelaksanaan pendidikannya. Misalnya, jika seseorang memiliki biaya yang sedikit namun orang tersebut ingin bersekolah maka besar kemungkinan orang tersebut akan melaksanakan pendidikan dengan sebaik-baiknya.
Landaan biologis pendidikan adalah asumsi-asumsi yang bersumber dari kaidah-kaidah biologi yang dijadikan titik tolak dalam pendidikan. Contoh “Dibandingkan dengan hewan, manusia memiliki otak yang lebih besar sehingga ia mampu berfikir dan juga disertai dengan akal”. Implikasinya dengan memiliki otak dan akal manusia lebih mudah untuk didik. Landasan tersebut dapat menjadi gambaran manusia bahwa manusia harus bisa didik jika tidak bisa didik maka manusia tersebut bisa dikatakan sama seperti hewan.
ini diambil dari sejarah-sejarah masa lampau yang dianggap sangat berharga dan penting bagi kemajuan pendidikan khususnya di Indonesia.
Sedangkan yang keempat Landasan Hukum/Yuridis Pendidikan, jenis landasan ini merupakan asumsi-asumsi yang bersumber dari peraturan perundang-undangan yang berlaku, yang dijadikan titik tolak dalam pendidikan. Contoh : didalam UU RI No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional dinyatakan “Setiap warga Negara yang berusia tujuh sampai dengan lima belas tahun wajib mengikuti pendidikan dasar” (Pasal 6); “Setiap warga Negara yang berusia 6 tahun dapat mengikuti program wajib belajar” (Pasal 34). Implikaasinya, Kepala Sekolah Dasar atau panitia penerimaan siswa baru di SD harus memprioritaskan anak-anak atau pendaftar berusia tujuh tahun untuk diterima sebagai siswa daripada anak-anak atau pendaftar yang baru mencapai usia enam tahun. Karena itu, panitia penerimaan siswa baru perlu menyusun daftar urut anak atau pendaftar berdasarkan usianya, baru menetapkan batas nomor urut pendaftar yang akan diterima sesuai kapasitas yang dimiliki sekolah. Maksudnya bahwa dalam hukum Indonesia telah ditetapkan mengenai pelaksanaan pendidikan secara formal dengan melihat berdasarkan usia, dimana anak yang kurang dari 6 tahun belum diwajibkan untuk melaksanakan sebuah pendidikan.
dimaksudkan untuk eksplorasi dan klarifikasi mengenai suatu fenomena atau kenyataan sosial.
Landasan prespektif pendidikan merupakan asumsi-asumsi tentang kehidupan manusia yang ideal/diharapkan atau yang dicita-citakan yang disarankan menjadi titik tolak studi pendidikan dan/atau praktek pendidikan. landasan ini meliputi landasan filosofis pendidikan, landasan religius pendidikan, dan landasan yuridis pendidikan.
Selain memiliki jenis-jenis landasan pendidikan juga memiliki fungsi yaitu fungsi bagi para pendidik dan atau tenaga kependidikan. Bagi pendidik, landasan pendidikan berpungsi sebagai titik tolak, acuan dalam rangka melaksanakan tugas profesionalnya merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi pendidikan. Bagi tenaga kependidikan, landasan pendidikan juga berfungsi sebagai tempat berpijak atau dasar dalam melaksanakan tugas profesionalnya seperti mengembangkan kurikulum, melaksanakan penelitian dan pengembangan pendidikan, dan mengelola pendidikan baik dalam lingkup mikro maupun lingkup makro. Fungsi landasan pendidikan dalam tenaga kepandidikan tidak tertuju kepada pengembangan aspek keterampilan khusus mengenai pendidikan sesuai spesialisasi jurusan atau program pendidikan, yaitu berkenaan dengan berbagai asumsi yang bersifat umum tentang pendidikan yang harus dipilih dan diadopsi oleh tenaga kependidikan sehingga menjadi cara pandang dan bersikap dalam melaksanakan tugasnya.
Berbagai asumsi pendidikan yang telah dipilih dan diadopsi oleh seseorang tenaga kependidikan akan berfungsi memberikan dasar rujukan konseptual dalam rangka praktek pendidikandan atau studi pendidikan yang dilaksanakannya. Dengan kata lain, fungsi landasan pendidikan adalah sebagai dasar pijakan atau titik tolak prktek pendidikan dan atau studi pendidikan.
D. Perkembangan Pendidikan di Indonesia abad 21
kini belum memenuhi standar mutu yang jelas dan mantap. Dalam perjalanan sejarah sejak tahun 1945, kurikulum pendidikan di indonesia telah mengalami perubahan, yaitu pada tahun 1947, 1952, 1964, 1968, 1975, 1984, 1994, 2004, dan 2006, bahkan sekarang sudah ada KURTILAS (kurikulum tahun 2013). Kurikulum sebagai seperangkat rencana pendidikan perlu dikembangkan secara dinamis sesuai dengan tuntutan dan perubahan yang terjadi di masyarakat. Semua kurikulum di Indonesia dirancang berdasarkan landasan yang sama, yaitu Pancasila dan UUD 1945.
pendidikan di Indonesia yang telah dicapai melalui institusi pendidikan formal belum dapat memuaskan semua pihak terutama para pemerhati pendidikan. Hal ini disinyalir karena masih banyak ketimpangan yang terjadi khususnya sistem pendidikan di tanah air. Dari sisi lain ternyata hasil pendidikan di indonesia masih sangat rendah dari segi mentalitas. Masalah ini disebabkan karena rendahnya kadar disiplin sosial bangsa sehingga berdampak negatif terhadap kegiatan dan hasil-hasil pembangunan. Telah dikemukakan bahwa kemampuan dan kecerdasan telah mampu mengantarkan Indonesia pada tingkat kehidupan dan kemajuan seperti sekarang ini. Namun dalam persoalan mutu pendidikan Indonesia ternyata terburuk di Asia tenggara.
Dalam Rakor Kesra terbatas yang diikuti empat Menteri Kabinet Gotong-Royong pada Kamis, 28 Maret 2001 di Jakarta, menyepakati, kondisi mutu pendidikan di Indonesia dewasa ini paling buruk di Asia Tenggara. Jusuf Kalla menyatakan “Kondisi mutu SDM Indonesia sangat memprihatinkan di Asia, itu semua karena sistem pendidikan kita yang keliru dan harus ada pembenahan pada proses belajar-mengajar yang tidak benar”. Sementara Mantan Menteri dalam
dimana teknologi dan informasi sudah semakin maju, banyak hal yang bisa didapatkan dari kemajuan teknologi tersebut. Semuanya bisa didapatkan secara instan dimana hal tersebut membuat manusia tidak mau berusaha. Dengan kemajuan teknologi tersebut tak sedikit pula memberikan dampak negatif terhadap perkembangan pendidikan di Indonesia apalagi pada pendidikan peserta didik. Dengan kemajuan teknologi tersebut tak sedikit peserta didik yang dilemma akan hal itu, misalnya dengan adanya gedzet mungkin sebagian besar peserta didik lebih memprioritaskan hal itu menjadi prioritas utama ketimbang pendidikan. padahal pada umumnya kewajiban peserta didik yaitu melainkan hanya belajar atau melaksanakan pendidikan.
Selain itu dari kemajuan teknologi tersebut dapat merusak akhlak dan moral peserta didik, karena melalui media internet setiap peserta didik dapat mengakses segala informasi tanpa batas. Sehingga ada kemungkinan peserta didik terpengaruh akan situs-situs yang kurang baik yang dapat mempengaruhi pola pikir peserta didik dan tingkah laku peserta didik. namun ada juga dampak yang positif dari kemajuan teknologi tersebut diantaranya dapat mempermudah peserta didik dalam mencari informasi yang dibutuhkan dalam proses pembelajarannya. E. Peranan Landasan Pendidikan terhadap Pendidikan di Indonesia pada
abad ke 21
Telah kita ketahui bahwa pendidikan di Indonesia sekarang ini masih dikatakan belum memenuhi standar mutu yang jelas dan mantap, juga disamping itu pondasi pendidikan secara nasional masih lemah. Bahkan telah dikatakan bahwa pendidikan di Indonesia merupakan pendidikan terburuk di Asia tenggara. Hal itu disebabkan karena kurangnya kesadaran tentang pentingnya pendidikan yang harus tertanam dalam diri manusia,
landasan yang kuat maka pendidikan tersebut tidak akan mungkin bisa mengalami peningkatan.
BAB III PENUTUP A. Simpulan
Dari paparan di atas dapat disimpulkan bahwa landasan merupakan suatu alas atau dasar pijakan dari sesuatu hal, suatu titik tumpu atau titik tolak yang menjadi dasar berdirinya sesuatu hal. Landasan ada yang bersifat material yaitu sebuah landasan yang dapat dilihat wujudnya dan landasan yang bersifat konseptual yaitu sebuah landasan yang berupa pemikiran atau gagasan. Sedangkan pendidikan merupakan usaha sadar seseorang yang didapatkan melalui pengalaman hidup baik secara formal maupun non formal tanpa adanya batasan usia yang bertujuan untuk meningkatkan potensi diri berupa kekuatan spiritual, pengendalian diri, kecerdasan, keterampilan yang dimaksudkan untuk mencapai sebuah cita-cita atau tujuan yang bermanfaat bagi diri sendiri, masyarakat, bangsa, negara, dan agama.
Jadi landasan pendidikan merupakan suatu pondasi dasar pijakan atau titik tolak dalam rangka melaksanakan pendidikan. Agar tercipta pendidikan yang normatif dan dapat dipertanggungjawabkan. Landasan pendidikan tidak hanya satu melainkan terdiri dari beberapa jenis, berdasarkan sumbernya landasan pendidikan dapat di identifikasi dan dikelompokan menjadi 4 jenis yaitu: 1) landasan religius pendidikan, 2) landasan filosofis pendidikan, 3) landasan ilmiah pendidikan, dan 4) landasan hukum/yuridis pendidikan. Berdaarkan sifat isi dari asumsi-asumsinya landasan pendidikan dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu: 1) Landasan deskriptif pendidikan dan 2) Landasan preskriptif pendidikan. Landasan pendidikan berfungsi sebagai dasar pijakan atau titik tolak prktek pendidikan dan atau studi pendidikan.
perkembangan pendidikan di Indonesia sangat dibutuhkan karena dapat menjadi titik tolak berjalannya suatu pendidikan.
B. Saran
DAFTAR PUSTAKA
Ahmadi, Abu. (2003). Ilmu Pendidikan. Jakarta: RINEKA CIPTA.
Handayani, D. (2014). Fungsi Landasan Pendidikan dan Konsep. [online]. Diakses dari http://dwihansite29.blogspot.co.id/2014/06/fungsi-landasan-pendidikan-dan-konsep.html?m=1.
Rahayu, S. (2015). UU No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. [online]. Diakses dari
www.komnasham.go.id/instrumen-ham-nasional/uu-no-20-tahun-2003-tentang-sistem-pendidikan-nasional.
Rasyidin, Waini. (2006). Filsafat Pendidikan. Bandung: UPI PRESS.
Syarifudin, Tatang dan Nur’aini. 2006. Landasan Pendidikan. Bandung: UPI PRESS.
Triutami, Y. (2009). Perkembangan Pendidikan di Indonesia. [online]. Diakses dari http://yulitriutami.blogspot.co.id/2009/01/perkembangan-pendidikan-di-indonesia.html.
Yugohutomo, B. (2013). Perkembangan Dunia Pendidikan Negara. [online]. Diakses dari