• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN TUGAS AKHIR SISTEM PAKAR DIAGNOS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "LAPORAN TUGAS AKHIR SISTEM PAKAR DIAGNOS"

Copied!
112
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN TUGAS AKHIR

SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT KULIT PADA

KUCING DENGAN METODE CERTAINTY FACTOR

Disusun Oleh :

Nama

: Amanda Wahyu Kusumaningrum

NIM

: A11.2009.04769

Program Studi

: Teknik Informatika

FAKULTAS ILMU KOMPUTER

UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO

SEMARANG

(2)

LAPORAN TUGAS AKHIR

SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT KULIT PADA

KUCING DENGAN METODE CERTAINTY FACTOR

Laporan ini disusun guna memenuhi salah satu syarat untuk menyelesaikan program studi Teknik Informatika S-1 pada Fakultas Ilmu Komputer

Universitas Dian Nuswantoro

Disusun Oleh :

Nama

: Amanda Wahyu Kusumaningrum

NIM

: A11.2009.04769

Program Studi

: Teknik Informatika

FAKULTAS ILMU KOMPUTER

UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO

SEMARANG

(3)

ii

PERSETUJUAN LAPORAN TUGAS AKHIR

Nama Pelaksana : Amanda Wahyu Kusumaningrum

NIM : A11.2009.04769

Program Studi : Teknik Informatika

Fakultas : Ilmu Komputer

Judul Tugas Akhir : Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Kulit Pada Kucing Dengan Metode Certainty Factor

Tugas Akhir ini telah diperiksa dan disetujui,

Semarang, 13 September 2013

Menyetujui : Pembimbing

Nova Rijati, Ssi, M.Kom

Mengetahui :

Dekan Fakultas Ilmu Komputer

(4)

iii

PENGESAHAN DEWAN PENGUJI

Nama Pelaksana : Amanda Wahyu Kusumaningrum

NIM : A11.2009.04769

Program Studi : Teknik Informatika

Fakultas : Ilmu Komputer

Judul Tugas Akhir : Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Kulit Pada Kucing Dengan Metode Certainty Factor

Tugas akhir ini telah diujikan dan dipertahankan dihadapan Dewan Penguji pada Sidang tugas akhir tanggal 5 Juli 2013. Menurut pandangan kami, tugas akhir ini memadai dari segi kualitas maupun kuantitas untuk tujuan penganugrahan gelar

Sarjana Komputer (S.Kom.)

Semarang, 13 September 2013

Dewan Penguji:

Slamet Sudaryanto N, ST, M.Kom

Anggota I

Elkaf Rahmawan P, M.Kom

Anggota II

Solichul Huda, M.Kom

Ketua Penguji

(5)

iv

PERNYATAAN KEASLIAN TUGAS AKHIR

Sebagai mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro, yang bertanda tangan di bawah ini, saya:

Nama : Amanda Wahyu Kusumaningrum

NIM : A11.2009.04769

Menyatakan bahwa karya ilmiah saya yang berjudul:

SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT KULIT PADA KUCING DENGAN METODE CERTAINTY FACTOR

merupakan karya asli saya (kecuali cuplikan dan ringkasan yang masing-masing telah saya jelaskan sumbernya dan perangkat pendukung seperti web cam dll). Apabila di kemudian hari, karya saya disinyalir bukan merupakan karya asli saya, yang disertai dengan bukti-bukti yang cukup, maka saya bersedia untuk dibatalkan gelar saya beserta hak dan kewajiban yang melekat pada gelar tersebut. Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya.

Dibuat di : Semarang

Pada tanggal : September 2013

Yang menyatakan

(6)

v

PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH

UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS

Sebagai mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro, yang bertanda tangan di bawah ini, saya:

Nama : Amanda Wahyu Kusumaningrum NIM : A11.2009.04769

demi mengembangkan Ilmu Pengetahuan, menyetujui untuk memberikan kepada Universitas Dian Nuswantoro Hak Bebas Royalti Non-Ekskusif (Non-exclusive Royalty-Free Right) atas karya ilmiah saya yang berjudul:

PENENTUAN KELAYAKAN KREDIT BANK MENGGUNAKAN NAÏVE BAYES CLASSIFIER BERBASIS PARTICLE SWARM OPTIMIZATION

beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan Hak Bebas Royalti Non-Eksklusif ini Universitas Dian Nuswantoro berhak untuk menyimpan, mengcopy ulang (memperbanyak), menggunakan, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data (database), mendistribusikannya dan menampilkan/mempublikasikannya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis/pencipta.

Saya bersedia untuk menanggung secara pribadi, tanpa melibatkan pihak Universitas Dian Nuswantoro, segala bentuk tuntutan hukum yang timbul atas pelanggaran Hak Cipta dalam karya ilmiah saya ini.

Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya.

Dibuat di : Semarang Pada tanggal : September 2013

Yang menyatakan

(7)

vi

UCAPAN TERIMAKASIH

Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah SWT atas rahmat, hidayah dan inayah-Nya sehingga laporan tugas akhir dengan judul “SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT KULIT PADA KUCING DENGAN METODE CERTAINTY FACTOR” dapat terselesaikan tepat waktu. Terima kasih kepada :

1. Dr. Ir. Edi Noersasongko, M.Kom., selaku Rektor Universitas Dian Nuswantoro.

2. Dr. Abdul Syukur, selaku Dekan Fakultas Ilmu Komputer. Universitas Dian Nuswantoro.

3. Heru Agus Santoso, M. Kom, selaku Ka. Progdi Teknik Informatika.

4. Nova Rijati, Ssi, M. Kom., selaku pembimbing tugas akhir yang memberikan bimbingan yang berkaitan dengan penelitian penulis.

5. Dosen-dosen Fasilkom Universitas Dian Nuswantoro Semarang yang telah memberikan ilmu sehingga penulis dapat mengimplementasikan ilmu yang telah disampaikan.

6. Drh. Hendra Sitinjak, selaku dokter hewan yang telah membantu memberikan informasi tetang penyakit kulit pada kucing.

7. Keluarga dan rekan-rekan mahasiswa Fasilkom Universitas Dian Nuswantoro yang telah memberikan dukungan material dan moral kepada penulis.

8. Ibu dan adik-adik saya yang selalu mendoakan saya tanpa henti.

Semoga Tuhan yang Maha Esa memberikan balasan yang lebih besar kepada beliau-beliau, dan pada akhirnya penulis berharap bahwa penulisan laporan tugas akhir ini dapat bermanfaat dan berguna sebagaimana fungsinya.

Semarang, 13 September 2013

(8)

vii

ABSTRAK

Penyakit kulit pada kucing merupakan penyakit yang bisa menyerang pada kucing. Sebagian besar penyakit kulit pada kucing yang terjadi pada kucing peliharaan sering dianggap remeh, dan apabila penyakit itu tidak segera ditangani maka akan menjadi lebih parah dan serius penanganannya. Oleh karena itu diperlukan suatu alat atau sistem yang memiliki kemampuan layaknya seorang dokter dalam mendiagnosa penyakit. Sistem tersebut adalah sistem pakar yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke dalam komputer agar dapat menyelesaikan masalah seperti yang biasa dilakukan oleh pakar. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan metode certainty factor pada sistem diagnosa penyakit kulit pada kucing. Metode certainty factor merupakan suatu metode untuk membuktikan apakah suatu fakta itu pasti ataukah tidak pasti. Metode ini memberikan ruang pada pakar dalam memberikan nilai keyakinan pada pengetahuan yang diungkapkannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa certainty factor dapat digunakan sebagai cara untuk mengatasi ketidakpastian untuk diagnosa awal penyakit kulit pada kucing.

Kata kunci : Penyakit Kulit pada Kucing, Diagnosis, Sistem Pakar¸ Certainty Factor

(9)

viii

ABSTRACT

Skin disease in cats is a disease that can strike at cats. Most of the skin diseases in cats that occurs in cats is often taken for granted, and if the disease is not treated immediately it will become more severe and serious handling. Therefore we need a tool or system that has the ability like a physician in diagnosing the disease. The system is an expert system that seeks to adopt human knowledge into a computer in order to solve the problem as it is commonly done by experts. This study aimed to implement the methods certainty factor in system diagnosis of skin diseases in cats. Certainty factor method is a method to prove whether it is a fact for sure or not for sure. This method gives the space an expert in providing confidence in the value of the knowledge expressed. The results showed that the certainty factor can be used as a way to cope with uncertainty for the early diagnosis of skin disease in cats.

Keywords : Skin Disease in Cats, Diagnosis, Expert Systems ¸ Certainty Factor xv + 96 page; 31 picture; 18 table; 2 attachment

(10)

ix

DAFTAR ISI

Halaman

Halaman Sampul Dalam ... i

Halaman Persetujuan ... ii

Halaman Pengesahan ... iii

Halaman Pernyataan Keaslian Tugas Akhir ... iv

Halaman Pernyataan Persetujuan Publikasi ... v

Halaman Ucapan Terimakasih ... vi

Halaman Abstrak ... vii

Halaman Daftar Isi ... ix

Halaman Daftar Tabel ... xii

Halaman Daftar Gambar ... xiii

Halaman Daftar Lampiran ... xv

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar belakang ... 1

1.2 Rumusan masalah ... 3

1.3 Batasan masalah ... 3

1.4 Tujuan penelitian ... 4

1.5 Manfaat penelitian ... 4

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 5

2.1 Penelitian Terkait ... 5

2.2 Landasan Teori ... 7

2.2.1 Kecerdasaan Buatan (Artificial Intelligence) ... 7

2.2.2 Sistem Pakar ... 9

(11)

x

2.6 Jenis Kucing Peliharaan ... 17

2.7 Penyakit Kulit Kucing ... 18

2.8 Cara Menjaga Kucing Tetap Sehat ... 22

2.9 Biaya Pemeliharaan ... 24

2.10 Bahasa Pemrograman Visual Basic 6.0 ... 26

2.10.1 Integrated Development Enviroment (IDE) ... 27

2.10.1 Bagian-bagian Visual Basic 6.0 ... 27

2.11 Microsoft Access 2007 ... 28

BAB III METODE PENELITIAN ... 30

3.3.1 Studi Lapangan ... 31

3.3.2 Studi Pustaka ... 31

3.4 Identifikasi Masalah ... 32

3.5 Akuisisi Pengetahuan ... 32

3.6 Representasi Pengetahuan ... 32

3.6.1 Mekanisme Inferensi ... 32

3.6.2 Kaidah Produksi ... 35

3.7 Struktur Menu Program ... 36

4.1.1 Spesifikasi Perangkat Keras ... 43

4.1.2 Spesifikasi Perangkat Lunak ... 43

4.2 Implementasi Metode Certainty Factor (CF) ... 44

4.3 Implementasi Sistem ... 51

4.3.1 Form Login ... 52

(12)

xi

4.3.3 Form Login Pakar ... 53

4.3.4 Form Login Admin ... 53

4.3.5 Form Pengguna ... 54

4.3.6 Form Pertanyaan ... 55

4.3.7 Form Hasil Diagnosa ... 55

4.3.8 Form Pakar ... 56

4.3.9 Form Jenis Penyakit ... 57

4.3.10 Form Gejala Penyakit ... 57

4.3.11 Form Halaman Admin ... 58

4.3.12 Form About ... 59

4.4 Pengujian Sistem ... 59

4.4.1 Pengujian Login ... 60

4.4.2 Pengujian Pakar ... 60

4.4.3 Pengujian Diagnosa ... 64

BAB V PENUTUP ... 66

5.1 Simpulan ... 66

5.2 Saran ... 67

DAFTAR PUSTAKA ... 68

(13)

xii

DAFTAR TABEL

Table 2.1 Daftar Harga Perawatan Kucing ... 24

Table 2.2 Gromming biasa atau sehat ... 25

Table 2.3 Gromming kutu atau jamur ... 25

Table 2.4 Gromming komplit ... 25

Table 2.5 Potong bulu ... 25

Table 3.1 Tabel Keputusan Penyakit Kulit Pada Kucing Berdasarkan Gejala ... 34

Table 3.2 Rancangan Tabel Jenis ... 44

Table 3.3 Rancangan Tabel Gejala... 44

Table 3.4 Rancangan Tabel Solusi ... 44

Table 3.5 Rancangan Tabel Pertanyaan ... 44

Table 3.6 Rancangan Tabel User ... 45

Table 4.1 Spesifikasi Hardware (Perangkat Keras) ... 46

Table 4.2 Spesifikasi Software (Perangkat Lunak) ... 47

Table 4.3 Bobot Gejala Penyakit Kulit Pada Kucing ... 47

Table 4.4 Pengujian Form Login Menggunakan Black-box ... 66

Table 4.5 Pengujian Form Pakar Pada Jenis Penyakit Menggunakan Black-box .. 66

Table 4.6 Pengujian Form Diagnosa Menggunakan Black-box... 68

(14)

xiii

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Komponen Sistem Pakar ... 11

Gambar 2.2 Diagram Pelacakan ke Depan ... 12

Gambar 2.3 Diagram Pelacakan ke Belakang ... 12

Gambar 2.4 Jerawat di dagu ... 18

Gambar 2.5 Gejala Ringworm... 19

Gambar 2.6 Kerontokan bulu seperti berbentuk lingkaran ... 20

Gambar 2.7 Perut kemerahan di bagian bawah perut ... 21

Gambar 2.8 Bagian Visual Basic 6.0 ... 27

Gambar 2.9 Tampilan Microsoft Access ... 28

Gambar 2.10 Tampilan Blank Database ... 29

Gambar 2.11 Tampilan Menu Tabel ... 29

Gambar 2.12 Tampilan Menu Field ... 29

Gambar 3.1 Struktur Menu Program Pengguna ... 37

Gambar 3.2 Struktur Menu Program Pakar ... 37

Gambar 3.3 Struktur Menu Program Admin ... 38

Gambar 3.4 Diagram Alir Sistem Diagnosa Penyakit Kulit Pada Kucing ... 39

Gambar 3.5 Diagram Alir Sistem Tambah Jenis Penyakit Kulit Pada Kucing ... 40

Gambar 3.6 Diagram Alir Sistem Tambah Gejala Penyakit Kulit Pada Kucing .. 41

Gambar 3.7 Diagram Sistem Menu Pengguna ... 42

Gambar 3.8 Diagram Sistem Menu Pakar ... 43

Gambar 3.9 Diagram Sistem Menu Admin ... 43

Gambar 4.1 Tampilan Form Login... 58

Gambar 4.2 Tampilan Form Login Pengguna ... 58

Gambar 4.3 Tampilan Form Login Pakar ... 59

Gambar 4.4 Tampilan Form Login Admin ... 59

Gambar 4.5 Tampilan Form Pengguna ... 60

(15)

xiv

Gambar 4.7 Tampilan Form Hasil Diagnosa ... 61

Gambar 4.8 Tampilan Form Pakar ... 62

Gambar 4.9 Tampilan Form Jenis Penyakit ... 63

Gambar 4.10 Tampilan Form Gejala Penyakit ... 63

Gambar 4.11 Tampilan Form Admin ... 64

(16)

xv

DAFTAR LAMPIRAN

(17)

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Di zaman yang serba membutuhkan kecepatan informasi bagi semua pihak, teknologi mempunyai peranan penting yang tentunya tidak terlepas kaitannya dengan Teknologi Informasi (TI). Komputer merupakan satu bagian paling penting dalam peningkatan Teknologi Informasi. Saat ini komputer tidak hanya digunakan sebagai pengganti mesin ketik atau alat perhitungan biasa, namun lebih dari sekedar itu, komputer digunakan untuk mengolah pengetahuan sehingga proses pengambilan keputusan dapat lebih cepat dan akurat. Sebuah teknik untuk membuat komputer mampu mengolah pengetahuan telah diperkenalkan dan dikenal sebagai Teknik Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence Technique). Dengan kecerdasan buatan komputer dapat melakukan hal-hal yang sebelumnya hanya dapat dilakukan oleh manusia.

Salah satu cabang dari Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) yang banyak mendapat perhatian dari para ilmuwan saat ini adalah sistem pakar. Sistem Pakar (Expert System) merupakan sebuah sistem yang menggunakan pengetahuan manusia yang dimasukkan ke dalam komputer untuk memecahkan masalah-masalah yang biasanya membutuhkan keahlian seorang pakar.[1] Sistem pakar yang baik dirancang agar dapat menyelesaikan suatu permasalahan tertentu dengan meniru kerja dari para ahli (pakar). Tujuan utama pengembangan sistem pakar adalah mendistribusikan pengetahuan dan pengalaman seorang pakar ke dalam sistem komputer. Salah satu bentuk implementasi sistem pakar yang banyak digunakan yakni dalam bidang kedokteran.

(18)

yang justru lebih memasyarakat sampai ke pelosok-pelosok. Sering orang tertarik pada kucing karena hewan ini mempunyai keistimewaan. Ada yang tertarik karena perilakunya, karena warna bulunya, karena bulunya yang tebal, dan ada yang karena bisa dijadikan sahabat dalam rumah.[2] Saat ini, kucing adalah salah satu hewan peliharaan terpopuler di dunia.

Kucing peliharaan atau kucing rumah adalah salah satu hewan terhebat di dunia. Tetapi karena ukurannya yang kecil, kucing tidak begitu berbahaya bagi manusia. Kucing peliharaan tidak diperbolehkan keluar rumah dan disterilkan agar dapat hidup lebih lama (mengurangi risiko perkelahian dan kecelakaan).

Kucing peliharan termasuk hewan yang bersih. Kucing sering merawat diri dengan menjilati rambutnya. Saliva atau air liur kucing adalah agen pembersih yang kuat, tapi dapat memicu alergi pada manusia. Kucing peliharaan juga sering mengalami sakit terutama pada kulit yang disebabkan adanya jamur dan bakteri yang menempel pada tubuh kucing. Jamur dan bakteri tersebut menimbulkan gatal-gatal pada tubuh kucing dan mengakibatkan iritasi pada kulit kucing tersebut. Alergi pada kucing juga menyebabkan kulit kucing mudah sensitif. Cara awal yang paling sederhana untuk mengidentifikasi kucing tersebut mengalami penyakit kulit adalah kucing tersebut sering menggaruk badannya.[2] Seringkali pemilik kucing langsung menyatakan kucing peliharaannya terkena jamur, bakteri atau alergi. Bila terjadi masalah seperti itu pada kucingnya biasanya pemilik kucing akan langsung memberikan obat anti jamur atau alergi untuk mengatasinya. Bagi yang memiliki kucing di rumah cara merawat kucing agar tidak mengalami sakit pada kulitnya cukuplah mudah yang penting adalah mengetahui makanan kucing yang baik, yang higienis dan yang mudah dikonsumsi oleh kucing. Kemudian kandangnya harus dibersihkan seminggu sekali, kucing tersebut juga harus dimandikan agar bersih dan tidak kotor, dan diberikan vitamin agar kucingnya tetap sehat.[3]

(19)

cara mengatasinya. Diharapkan penelitian ini dapat bermanfaat untuk memberikan pengetahuan tentang penyakit kulit pada kucing dan cara mengatasinya. Metode yang digunakan disini yaitu metode Certainty Factor (CF). Metode Certainty Factor (CF) merupakan nilai parameter klinis yang diberikan MYCIN untuk menunjukan besarnya kepercayaan.[4] Metode Certainty Factor menggunakan suatu nilai untuk mengasumsikan derajad keyakinan seorang pakar terhadap suatu data.

Dari latar belakang diatas, penulis bermaksud untuk merancang suatu program aplikasi sistem pakar yang mampu memberikan diagnosis yang akurat akan kemungkinan kucing menderita suatu penyakit kulit beserta cara pengobatannya.

Berdasarkan latar belakang permasalahan tersebut maka penulis memilih judul tugas akhir: “Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Kulit Pada Kucing

Dengan Metode Certainty Factor”.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang seperti yang diuraikan sebelumnya, dapat dirumuskan suatu masalah yaitu :

1. Bagaimana membangun suatu sistem berbasis komputer di bidang kedokteran untuk mendiagnosa penyakit kulit pada kucing.

2. Bagaimana cara mengatasi ketidakpastian dengan menggunakan metode Certainty Factor.

3. Bagaimana sistem pakar mengetahui tingkat kepercayaan suatu penyakit pada kucing dengan mengguna metode Certainty Factor.

1.3 Batasan Masalah

(20)

1. Penyakit yang dibahas pada sistem ini hanya penyakit yang menyerang pada kulit kucing.

2. Pengobatannya hanya diperuntukkan untuk penyakit yang menyerang pada kulit kucing.

3. Sasaran pengguna program ini adalah dokter hewan dan pemilik hewan khususnya kucing.

4. Jenis penyakit dari keterangan Pakar dan buku.

5. Metode yang digunakan untuk mengatasi ketidakpastiannya menggunakan metode Certainty Factor.

1.4 Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah yang didapat di atas diketahui tujuan penelitian yaitu membangun sistem pakar berbasis komputer untuk mendiagnosa penyakit kulit pada kucing berdasarkan gejala-gejala yang dialami pada kucing. Sehingga didapatkan nilai kemungkinan berapa persentase kucing tersebut menderita suatu penyakit kulit dengan menggunakan metode Certainty Factor.

1.5 Manfaat Penelitian

(21)

5

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

Dalam penulisan laporan tugas akhir ini, digunakan beberapa media seperti buku, jurnal serta artikel yang berkaitan dengan penelitian ini sebagai informasi yang dapat menunjang dalam menyelesaikan laporan tugas akhir ini.

2.1 Tinjauan Studi

Beberapa jurnal dan artikel yang berhubungan dengan mendiagnosa penyakit dan cara mengatasinya dengan menggunakan metode certainty factor yang memiliki keterkaitan dalam topik penelitian yaitu :

a. Sistem pakar untuk mendiagnosa penyakit kulit dan pengobatannya menggunakan metode certainty factor (Dwi Doto, 2010)

Saat ini sistem pakar banyak digunakan untuk memberikan diagnosa tentang berbagai penyakit terutama penyakit kulit. Tahapan pembangunan sistem ini dimulai dengan mengakuisisi pengetahuan dari dokter ahli hewan kemudian membangun basis pengetahuan dan memberikan nilai Certainty Factor pada setiap gejala yang terkait dengan penyakit kulit pada hewan dalam range nilai 0 dan 1. Dengan memilih gejala-gejala penyakit yang dilihat maka sistem dapat mendiagnosa penyakit kulit dengan menampilkan tiga penyakit dengan nilai Certainty Factor terbesar yang diurutkan secara descending. [5]

b. Diagnosa penyakit pada hewan menggunakan metode certainty factor (Lintang Tyafika Putri, 2011)

(22)

hal ini adalah pemilik hewan, kemudian output yang dihasilkan diolah oleh komputer server berupa kemungkinan penyakit yang dialami oleh hewan peliharaannya serta pengobatan yang dianjurkan untuk mengobati kemungkinan penyakit tersebut. Setelah dilakukan pengujian diperoleh suatu kesimpulan bahwa aplikasi ini dapat memberikan kemungkinan penyakit dan pengobatan yang dianjurkan untuk tiap kemungkinan penyakit beserta cara penggunaan dari obat. [6]

c. Sistem pakar diagnosa awal penyakit kulit sapi berbasis web dengan menggunakan metode certainty factor (Ahmad Syatibi, 2012)

Penelitian ini membahas tentang bagaimana mendiagnosa awal sebuah penyakit kulit pada sapi. Aplikasi sistem pakar ini menghasilkan keluaran berupa program aplikasi yang dapat digunakan untuk mendiagnosa kemungkinan penyakit kulit pada sapi berdasarkan gejala yang diinputkan oleh user. Sistem ini juga menampilkan besarnya kepercayaan gejala tersebut terhadap penyakit kulit yang diinputkan oleh user. Besarnya nilai kepercayaan tersebut merupakan hasil perhitungan dengan menggunakan metode Certainty Factor yang menunjukkan tingkat kebenaran, keakuratan dari kemungkinan penyakit kulit pada sapi. [7]

d. Sistem pakar diagnosa penyakit unggas dengan metode certainty factor (Siti Rohajawati, 2010)

(23)

para peternak dalam mengantisipasi kerugian yang diakibatkan serangan penyakit. Diperlukan keakuratan dan ketepatan penghitungan dalam mendiagnosis gejala penyakit guna menyimpulkan hasil dengan menggunakan metode Certainty Factors. [8]

2.2 Landasan Toeri

2.2.1 Kecerdasaan Buatan ( Artificial Intelligence )

Kecerdasaan buatan berasal dari bahasa Inggris “Artificial Intelligence” atau disingkat AI, yaitu intelligence adalah kata sifat yang

berarti cerdas, sedangkan artificial artinya buatan. Kecerdasaan buatan yang dimaksud disini merujuk pada mesin yang mampu berpikir menimbang tindakan yang akan diambil, dan mampu mengambil keputusan seperti yang dilakukan oleh manusia.

Berikut adalah beberapa definisi kecerdasaan buatan yang telah didefinisikan oleh beberapa ahli. [9]

a. Alan Turing, menetapkan definisi Artificial Intelligent : ”Jika komputer tidak dapat dibedakan dengan manuisa saat berbincang melalui terminal komputer, maka bisa dikatakan komputer itu cerdas, mempunyai kecerdasaan.”

b. John McCarthy, mendefinisikan kecerdasan sebagai “kemampuan untuk mencapai sukses dalam menyelesaikan suatu permasalahan.” c. Herbert Alexander Simon, mendefinisikan kecerdasan buatan

merupakan kawasan penelitian, aplikasi, dan instruksi yang terkait dengan pemrograman komputer untuk melakukan sesuatu hal yang dalam pandangan manusia adalah cerdas.”

d. Rich anda Knight (1991) : “Kecerdasaan buatan (AI) merupakan sebuah studi tentang bagaimana membuat komputer melakukan hal-hal yang pada saat ini dapat dilakukan lebih baik dari manusia.” e. Encylopedia Britannica : “Kecerdasaan buatan (AI) merupakan

(24)

daripada bilangan dan memproses nformasi berdasarkan metode neuritis atau dengan berdasarkan sejumlah aturan.”

Menurut Wisnton dan Prendergast (1984), tujuan dari kecerdasaan buatan adalah :

1. Membuat mesin menjadi lebih pintar (tujuan utama) 2. Memahami apa itu kecerdasaan (tujuan ilmiah)

3. Membuat mesin lebih bermanfaat (tujuan entrepreneurial)

Berdasarkan definisi ini, maka kecerdasaan buatan menawarkan media maupun uji teori tentang kecerdasan. Teori-teori ini nantinya dapat dinyatakan dalam bahasa pemrograman dan eksekusinya dapat dibuktikan pada komputer nyata.

Program konvensional hanya dapat menyelesaikan persoalan yang diprogram secara spesifik. Jika ada informasi baru, sebuah program konvensional harus diubah untuk menyesuaikan diri dengan informasi baru tersebut. Hal ini tidak hanya menyebabkan boros waktu, namun juga dapat menyebabkan terjadinya eror. Sebaliknya, kecerdasan buatan memungkinkan komputer untuk berpikir atau menalar dan menirukan proses belajar manusia sehingga informasi baru dapat diserap sebagai pengetahuan, pengalaman, dan proses pembelajaran serta dapat digunakan sebagai acuan di masa-masa yang akan datang.

Dari sini dapat dikatakan bahwa :

(25)

2.2.2 Sistem Pakar

2.2.2.1 Pengertian Sistem Pakar

Sistem pakar merupakan cabang dari AI (Artificial Intelligence) yang membuat ekstensi khusus untuk spesialisasi

pengetahuan guna memecahkan suatu permasalahan pada Human Expert. Human Expert merupakan seseorang yang ahli

dalam suatu bidang ilmu pengetahuan tertentu, ini berarti bahwa expert memiliki suatu pengetahuan atau skill khusus yang dimiliki oleh orang lain. Expert dapat memecahkan suatu permasalahan yang tidak dapat dipecahkan oleh orang lain dengan cara efisien. Pengetahuan di dalam Expert system berasal dari orang atau knowledge yang berasal dari buku-buku referensi, surat kabar atau karya ilmiah orang lain. Pengetahuan manusia ke dalam komputer, agar komputer dapat menyelesaikan masalah seperti yang biasa dilakukan oleh para ahli. [1]

Dengan kata lain sistem pakar adalah sistem yang didesain dan diimplementasikan dengan bantuan bahasa pemrograman tertentu untuk dapat menyelesaikan masalah seperti yang dilakukan oleh para pakar dalam hal ini adalah dokter.

2.2.2.2 Konsep Dasar Sistem Pakar

Pengetahuan dari suatu sistem pakar mungkin dapat dipresentasikan dalam sejumlah cara. Salah satu metode yang paling umum untuk mempresentasikan pengetahuan adalah dalam bentuk tipe aturan (rule) IF...THEN (Jika...maka).

(26)

a. Pakar

Pakar adalah orang yang memiliki pengetahuan khusus, pendapat, pengalaman dan metode, serta kemampuan untuk mengaplikasikan keahliannya tersebut guna menyelesaikan masalah.

b. Knowledge engineer (Perekayasa Sistem)

Knowledge engineer adalah orang yang membantu pakar

dalam menyusun area permasalahan dengan menginterpretasikan dan mengintegrasikan jawaban-jawaban pakar atas pertanyaan yang diajukan, menggambarkan analogi, mengajukan counter example, dan menerangkan kesulita-kesulitan konseptual.

c. Pemakai

Sistem pakar memiliki beberapa pemakai, yaitu pemakai bukan pakar, pelajar, pembangun sistem pakar yang ingin meningkatkan dan menambah basis pengetahuan dan pakar.

2.2.2.3Struktur Sistem Pakar

(27)

Gambar 2.1 : Komponen Sistem Pakar

Komponen-komponen yang ada di dalam sistem pakar adalah : 1. Basis pengetahuan (Knowledge Base)

Basis pengetahuan berisi pengetahuan-pengetahuan dalam penyelesaian masalah, tentu saja dalam domain tertentu. Ada dua bentuk pendekatan basis pengetahuan yang sangat umum digunakan, yaitu :

a.Penalaran berbasis aturan (Rule-Based Reasoning)

Basis pengetahuan direpresentasikan dengan menggunakan aturan berbentuk IF-THEN. Bentuk ini digunakan apabila kita memiliki sejumlah pengetahuan pakar pada suatu permasalahan tertentu.

b. Penalaran berbasis kasus (Case-Based Reasoning)

Basis pengetahuan akan berisi solusi-solusi yang telah dicapai sebelumnya, kemudian akan diturunkan suatu solusi untuk keadaan yang terjadi sekarang.

2. Mesin inferensi (inference engine)

(28)

yang ada dalam basis pengetahuan dan dalam workplace, dan untuk menformulasikan kesimpulan.

Ada dua pendekatan untuk mengontrol inferensi dalam sistem pakar berbasis aturan, yaitu :

a. Pelacakan ke depan (forward chaining)

Pencocokkan fakta atau pernyataan dimulai dari bagian sebelah kiri (IF dulu). Dengan kata lain, penalaran dimulai dari fakta terlebih dahulu untuk menguji kebenaran hipotesis.

Gambar 2.2 : Diagram Pelacakan ke Depan

b. Pelacakan ke belakang (backward chaining)

Pencocokkan fakta atau pernyataan dimulai dari bagian sebelah kanan (THEN dulu). Dengan kata lain, penalaran dimulai dari hipotesis terlebih dahulu, dan untuk menguji kebenaran hipotesis tersebut dicari fakta-fakta yang ada dalam basis pengetahuan.

(29)

3. Blackboard

Blackboard digunakan untuk menggambarkan masalah dan mencatat hasil sementara sebelum mendapatkan solusi terakhir. Tiga tipe keputusan yang dapat disimpan pada Blackboard adalah rencana yaitu bagaimana memecahkan persoalan. Agenda yaitu aksi potential yang menunggu eksekusi. Hipotesa dan aksi yang sudah diproses akan diproses dalam solusi.

4. Antarmuka Pemakai

Antarmuka digunakan mempemudah komunikasi antar pemakai dengan sistem. Komunikasi tersebut berupa permintaan informasi yang diperlukan sistem untuk pencarian solusi, pembagian informasi dari pemakai, pemberian informasi dari pemakaikepada sistem, permintaan informasi penjelasan dari pemakai kepada sistem, permintaan informasi penjelasan oleh pemakai dan pemberian informasi oleh sistem.

5. Fasilitas Penjelasan

Fasilitas penjelasan membantu perekayasaan pengetahuan untuk memperbaiki dan meningkatkan pengetahuan, member kejelasan dan keyakinan kepada pemakai tentang proses atau hasil yang diberikan sistem pakar. Fasilitas ini digunakan untuk melacak respond dan memberikan penjelasan tentang sistem pakar secara interaktif melalui pertanyaan :

a. Mengapa suatu pertanyaan ditanyakan oleh sistem pakar. b. Bagaimana konklusi dicapai.

c. Mengapa ada alternatif yang dibatalkan.

(30)

6. Fasilitas Perbaikan Pengetahuan

Pakar manusia dapat menganalisa performansnya sendiri, belajar darinya dan meningkatkannya untuk konsultasi berikut. Adanya evaluasi dengan sistem pakar ini akan menghasilkan basis pengetahuan yang lebih baik serta penalaran yang lebih efektif.

2.3 Certainty Factor

Untuk sistem ini, tingkat kepastian sistem terhadap kesimpulan yang diperoleh dihitung berdasarkan nilai probabilitas penyakit karena adanya evident/gejala tertentu [4]. Jika ada gejala dan penyakit sebagai hipothesis maka tingkat kepastian diformulasikan sebagai CF (Pk, G) :

CF (Pk, G) = MB (Pk,G) – MD (Pk,G) ... (2-1) Dengan :

1 , P (Pk) = 1

Max [Pk│G], P(Pk)] – P(Pk) , yang lain ... (2-2) MB (Pk, G) = Max [1,0] – P(Pk)

1 , P (Pk) = 0

Min [Pk│G], P(Pk)] – P(Pk) , yang lain ... (2-3) MD (Pk, G) = Min [1,0] – P(Pk)

Dimana :

CF (Pk,G) = tingkat kepastian penyakit Pk, berdasarkan gejala G

(31)

MD (Pk,G) = pengukuran kenaikan ketidakpercayaan penyakit Pk, berdasar gejala G

P (Pk│G) = probabilitas penyakit Pk dengan diketahui gejala G telah terjadi P (Pk) = probabilitas penyakit Pk

Apabila terdapat gejala-gejala yang berbeda menyebabkan penyakit yang sama, maka, mis gejala G (G1, G2 dan ... Gn) menyebabkan penyakit Pk, dan E (E1, E2, dan ... En) juga menyebabkan penyakit Pk, maka terdapat nilai CF1 (Pk, G) dan CF2 (Pk, E). Tingkat kepastian yang dihasilkan sistem dalam menentukan diagnosa adalah CF kombinasi seperti yang dirumuskan pada persamaan (2-4)

CFkombinasi (CF1, CF2) =

CF1+CF2 (1-CF1), keduanya > 0

CF1+CF2 salah satu < 0 ... (2-4) min (|CF1|, |CF2|)

CF1 + CF2 (1+CF1) keduanya < 0

2.4 Kucing

(32)

sphinx. Kucing seperti ini biasanya dibiakkan di tempat pemeliharaan hewan resmi. Jumlah kucing ras hanyalah 1% dari seluruh kucing di dunia, sisanya adalah kucing dengan keturunan campuran seperti kucing liar atau kucing kampung.[2]

2.5 Karakteristik Kucing

Kucing peliharaan atau kucing rumah adalah salah satu predator terhebat di dunia. Kucing ini dapat membunuh atau memakan beberapa ribu spesies,kucing besar biasanya kurang dari 100. Tetapi karena ukurannya yang kecil, kucing tidak begitu berbahaya bagi manusia. Satu-satunya bahaya yang dapat timbul adalah kemungkinan terjadinya infeksi rabies akibat gigitan kucing dan juga cakaran dari kuku kucing yang sangat perih dan menyakitkan. Kucing dapat berakibat fatal bagi suatu ekosistem yang bukan tempat tinggal alaminya.

Kucing peliharaan yang tinggal di dalam rumah harus diberi kotak kotoran yang berisi pasir atau bahan khusus yang dijual di toko hewan peliharaan. Perlu juga disediakan tempat khusus bagi kucing untuk mencakar. Hal ini penting karena kucing memerlukan kegiatan mencakar ini untuk menanggalkan lapisan lama pada kukunya agar kukunya dapat tetap tajam dan terjaga kesehatannya. Tidak adanya tempat khusus ini akan menyebabkan kucing banyak merusak perabotan.

(33)

2.6 Jenis Kucing Peliharaan

Jumlah jenis kucing ras di seluruh dunia amat banyak. Setiap ras memiliki ciri khusus, tapi karena sering terjadinya kawin silang antar ras, banyak kucing yang hanya dikelompokkan dalam jenis bulu panjang dan bulu pendek, tergantung jenis rambut penutup tubuhnya.[3]

Ada banyak macam ras kucing, beberapa diantaranya : 1. Manx

Sebagian orang menyebutnya Rumpy. Ekornya pendek, Warna bulunya cokelat dan lavender. Sifatnya setia, ramah dan pintar.

2. Maine Coon

Asalnya dari Maine, AS, keturunan Angora dan American Shorthair. Sifatnya lucu, pemalu tapi mau, dan mudah akrab. Bulunya tipis, lembut, dan warnanya beragam.

3. British Shorthair

Dikembangkan di Inggris. Kucing ini kalem, lembut, hangat, dan pintar. Warna bulunya ada yang polos (putih, hitam, biru, merah dan krem), dwiwarna, hitam pekat, belang.

4. Burmese (Burma)

Kucing ini dibiakkan oleh Dr. Thompson (AS) dari kucing ratu wong mau (Burma) dan siam. Warna cokelat musang, warna lainnya biru, champagne, lifa, merah, cokelat, dan biru kura-kura. sifatnya periang dan lucu.

5. Chinchilla longhair

Inilah kucing persia paling anggun. Nenek moyangnya dari Inggris. Ras ini dibagi dalam dua macam, yaitu chinchilla warna cerah (sejati) dan yang agak gelap (perak gradasi).

2.7 Penyakit Kulit Kucing

(34)

infeksi, dan parasit. Berikut ini adalah penyakit kulit pada kucing yang sering terjadi pada kucing [11] :

1. Infeksi Bakteri Kulit (PYODERMAS)

Penyebab adalah Staphylococcus (Staph bakteri) yaitu organisme yang paling umum ditemukan pada penyakit kulit bakteri (Pyodermas) di kucing. Bakteri ini (S. intermedius) tidak menular ke manusia atau hewan peliharaan lainnya.

Gambar 2.4 : Jerawat di dagu

Tanda kucing mengalami infeksi bakteri kulit (PYODERMAS) :

a. Umumnya gatal.

b. Pustula (nanah) berwarna kuning. c. Kulit terlihat kemerahan.

d. Bulu pada kucing patah-patah. e. Terjadi infeksi di bagian hidung. f. Timbul jerawat di dagu.

g. Kulit terlihat kering.

h. Terdapat kerak di daerah tubuhnya. i. Menggaruk badannya berlebihan.

j. Bulu yang rontok karena terkena lesi berbau.

(35)

infeksi kulit pada kucing yang sekunder terhadap penyakit lain seperti parasitisme, alergi, endokrin (hormon) gangguan atau kelainan dalam

sistem kekebalan tubuh. Oleh karena itu, dalam kasus-kasus berulang, penting untuk mencari penyebab yang mendasari. Mungkin perlu untuk melakukan tes darah, tes alergi atau biopsi kulit untuk mencapai diagnosis lengkap.

Pengobatan kucing yang mengalami infeksi bakteri (PYODERMAS) :

1. Supaya tidak menular ke area kulit sekitaran, dicukur bulu sekitaran yang terkena infeksi. Kucing dimandikan seperti biasa, bilasan terakhirnya menggunakan produk seperti Jamu KNJ. Kemudian dikeringkan seperti biasa, serta setiap siang dapat disemprotkan kembali. Aman dan baik apabila terjilat.

2. Lakukan hal ini setiap kurang lebih 5 hari sekali, supaya iritasi cepat mengering, dan membiasakan kucing dengan kulit dan debu yang bersih dari debu dan kotoran yang menyebabkan mudah terinfeksi.

2. Infeksi Jamur Kulit

Infeksi jamur kulit kucing terutama disebabkan ada dua spesies jamur: Microsporum dan Trichophyton. Penyakit kulit yang dihasilkan dari jamur ini biasanya disebut kurap atau Ringworm.

(36)

Gambar 2.6 : Kerontokan bulu seperti berbentuk lingkaran

Tanda kucing yang mengalami infeksi jamur :

a. Bulu pada kucing rontok dan daerah kerontokan bulu biasanya berbentuk lingkaran.

b. Kerontokan bulu biasanya melingkar di bagian kepala, telinga, dan badan.

c. Kulit kering dan berkerak di daerah tubuhnya. d. Bulu kucing tampak basah.

e. Bagian kepala dan kaki yang sering terkena kurap. f. Menggaruk badan berlebihan.

g. Kulit pada kucing mengelupas. h. Kulit bersisik dan kemerahan.

Diagnosa kucing yang mengalami infeksi jamur adalah dengan melakukan uji Lampu Wood (sinar ultraviolet) yang digunakan untuk membantu mendiagnosa spesies Microsporum saja. Sebuah diagnosis pasti dapat diperoleh melalui kultur jamur yang tumbuh ditemukan pada bulu yang terkena.

(37)

Keringkan seperti biasa, hari-hari berikutnya disemprotkan pada bagian badan kucing serta lingkungan sekitar kandang.

3. Penyakit Kulit Alergi

Kucing dapat memiliki reaksi alergi terhadap produk perawatan, makanan, dan gangguan lingkungan, seperti serbuk sari atau gigitan kutu. Ada berbagai cara untuk mengobati kulit gatal berhubungan dengan alergi, tapi melakukan pencegahan adalah strategi terbaik.

Gambar 2.7 : Perut kemerahan di bagian bawah perut

Tanda kucing mengalami alergi :

a. Umumnya gatal disebabkan karena terkena debu rumah, jamur, dan serbuk sari.

b. Kulit merah di bagian bawah perut kucing c. Bersin terus menerus.

d. Gangguan pencernaan.

e. Menggaruk badan berlebihan. f. Menjilati badan terus menerus. g. Kulit terkadang juga lembab.

h. Terdapat kotoran di daerah hidung dan mata.

(38)

sering digunakan sebagai metode diagnosis alergi kutu. Uji coba diet

hipoalergenik khusus digunakan untuk mendiagnosis alergi

makanan. Tes alergi digunakan untuk membantu memilih imunoterapi. Tes darah juga tersedia untuk mendiagnosis alergi, tetapi

penggunaannya lebih kontroversial.

Pengobatan kucing yang mengalami alergi yaitu dengan cara

bersihkan kerak-kerak yang terbentuk dengan Minyak Tawon atau Virgin

Coconut Oil (VCO), setelah bersih oleskan Propolis.

2.8 Cara Menjaga Kucing Tetap Sehat

Banyak cara yang sering dilakukan para pemilik kucing dalam menjaga kucingnya agar tetap sehat [12], berikut cara dalam menjaga kesehatan kucing :

1. Periksa Sejak Dini

Bagi setiap orang, kesehatan itu mahal harganya. Demikian pula untuk kusehatan pada kucing peliharaan. Sebagai pemilik harus memiliki pengetahuan dasar mengenai kesehatan pada hewannya. Hal ini penting agar bisa segera mengambil tindakan bila kucing peliharaan menunjukkan gejala sakit. Panduan dasar tentang kesehatan kucing adalah memeriksa seluruh organ tubuhnya mulai dari kepala hingga telapak kaki. Untuk mendeteksi penyakit sejak dini adalah dengan mengamati perilaku dan kebiasaan kucing setiap hari. Bila kucing sakit tampak lesu, kurang bergairah, atau tidur-tiduran saja di pojok kandang maka pertanda kucing tersebut kurang sehat.

2. Merawat Bulu

Pada dasarnya, semua kucing suka kebersihan. Hal itu tampak perilakunya yang sering menjilati bulunya sendiri hingga bersih dan rapi. Berikut cara merawat bulu kucing agar terlihat rapi dan bagus :

(39)

Bulu yang kusut membuat kesan kucing kurang terawat, dampaknya kucing akan menjadi kurang sehat karena terkena kutu. Teknik menyisir bulu kucing yaitu :

1. Sisir bulu dari kepala, punggung, hingga ekor. Kemudian, balik arah sehingga bulu-bulu tidak kusut dan menggumpal.

2. Sisir bulu di sekitar leher. Lakukan hal yang sama dengan arah yang berlawanan.

3. Sikat bulu dengan sisir sikat pada bagian kepala. 4. Lakukan hal yang sama pada bagian punggung.

5. Sikat kembali bulu-bulu di sekitar badan secara perlahan ke arah keluar.

b. Mencukur bulu kucing

Mencukur bulu di sekitar bantalan telapak kaki bagi kucing berbulu panjang sangat penting dilakukan untuk menghindari bulu lembab yang berakibat mudah dihinggapi bibit penyakit.

c. Memandikan kucing

Memandikan kucing perlu dilakukan agar kucing tetap bersih dan bulunya tetap indah. Memandikan kucing harus hati-hati, gunakan air hangat dalam memandikannya serta gunakan sampo yang khusus untuk kucing. Berikut langkah-langkah memandikan kucing yaitu : 1. Guyurlah air ke tubuhnya dengan hati-hati sedikit demi sedikit

hingga merata. Upayakan agar air tidak masuk ke lubang telinga dan mata.

2. Usapkan sampo lalu gosokkan sampo dengan cara berlawanan arah.

3. Bilas dengan air hingga bersih.

(40)

3. Mememriksa Organ Penting

Pemeriksaan organ penting pada kucing dilakukan secara rutin, agar terhindar dari kotoran. Organ penting pada kucing yang perlu diperhatikan adalah mata, telinga, mulut, kuku, dan telapak tangan.

2.9 Biaya Pemeliharaan

Bagi banyak orang yang memelihara kucing lebih mementingkan kesenangan sekaligus sebagai obat stres sehingga tidak memperhitungkan aspek dalam memelihara kucing. Meskipun demikian, dalam memelihara kucing tetap dibutuhkan biaya untuk memenuhi kebutuhan kucing.

Berikut ini biaya kebutuhan untuk memelihara kucing adalah : 1. Daftar Harga Perawatan Kucing

Berikut ini adalah daftar harga perawatan kucing di Klinik “Piano Petshop” :

Tabel 2.1 : Daftar Harga Perawatan Kucing

No Perwatan Kucing Harga

1 Vaksin kucing Fello 3 Rp. 100.000

2 Vaksin kucing Fello 4 Rp. 120.000

3 Suntik kutu atau jamur kucing Rp. 30.000

4 Suntik bulu Rp. 20.000 – Rp. 40.000

5 Penitipan kucing Rp. 15.000 per hari

6 Rawat inap kucing Rp. 20.000 per hari

NB : pada penitipian atau rawat inap pakan dari pemilik atau beli dari “Piano Petshop.

(41)

2. Daftar Harga Pet Grooming dan Potong Rambut

Gromming sendiri secara harfiah artinya penampilan diri. Pet grooming secara keseluruhannya adalah merawat, memelihara

penampilan dan secara tidak langsung menjaga kesehatan hewan peliharaan. Pet grooming memiliki banyak tahap, mulai dari yang sederhana sekali seperti untuk perawatan kesehatan hewan peliharaan. Seperti pemberian vitamin, memandikan hewan peliharaan, perawatan bulu-bulu pada hewan peliharaan, pemerikasaan kuku, telinga dan sebagainya. Untuk tahap pet grooming seperti ini beberapa dapat kita lakukan sendiri tanpa harus ke salon hewan. Berikut daftar harga Gromming pada kucing peliharaan :

a. Gromming biasa atau sehat

Tabel 2.2 : Gromming biasa atau sehat

No Berat Kucing Harga

1 Kucing ≤ 1 ½ kg Rp. 20.000

2 Kucing ≥ 1 ½ kg Rp. 25.000

b. Gromming kutu atau jamur

Tabel 2.3 : Gromming kutu atau jamur

No Berat Kucing Harga

1 Kucing ≤ 1 ½ kg Rp. 25.000

2 Kucing ≥ 1 ½ kg Rp. 30.000

c. Gromming komplit (kutu+jamur)

Tabel 2.4 : Gromming komplit

No Berat Kucing Harga

1 Kucing ≤ 1 ½ kg Rp. 30.000

2 Kucing ≥ 1 ½ kg Rp. 35.000

(42)

Tabel 2.5 : Potong bulu

No Berat Kucing Harga

1 Kucing Rp. 30.000

Sumber data diperoleh dari klinik “Piano Petshop” di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

2.10 Bahasa Pemrograman Visual Basic 6.0

Visual Basic (VB) adalah Rapid Application Development (RAD) tool, yang memungkinkan programmer untuk membuat aplikasi Windows dalam waktu yang sangat sedikit. Ini adalah bahasa pemrograman yang paling populer di dunia, dan memiliki programmer lebih dan baris kode daripada pesaingnya terdekat. [13] Microsoft Visual Basic (VB) merupakan sebuah bahasa pemrograman yang menawarkan Integrated Development Environment (IDE) visual untuk membuat program perangkat lunak

berbasis sistem operasi Microsoft Windows dengan menggunakan model pemrograman (COM), Visual Basic merupakan turunan bahasa pemrograman BASIC dan menawarkan pengembangan perangkat lunak komputer berbasis grafik dengan cepat.

2.10.1 Integrated Development Enviroment ( IDE )

Integrated Development Environment (IDE) yang juga dikenal

sebagai desain lingkungan terpadu atau debug lingkungan terpadu merupakan aplikasi perangkat lunak yang menyediakan fasilitas lengkap untuk pemrograman komputer untuk pengembangan piranti lunak. Integrated Development Environment (IDE) dirancang untuk memaksimalkan produktivitas programmer dengan menyediakan ketat merajut komponen serupa dengan user interface. Ini berarti harus memiliki banyak programmer beralih ke modus kurang lakukan bila dibandingkan dengan ciri-ciri program pembangunan. [13]

(43)

Untuk dapat bekerja dengan baik pada Visual Basic 6.0 tentunya kita harus mengetahui terlebih dahulu bagian-bagian dari jendela kerja atau Integrated Development Environment (IDE). Berikut diberikan sedikit penjelasan mengenai bagian-bagian pada IDE Visual Basic 6.0 [13] :

Gambar 2.8 : Bagian Visual Basic 6.0

Gambar di atas merupakan tampilan jendela kerja dari Visual Basic 6.0 dan berikut bagian-bagiannya yaitu :

1. Menubar, merupakan kumpulan perintah-perintah yang dikelompokkan berdasarkan fungsinya masing-masing.

2. Toolbar, merupakan sekumpulan tombol yang mewakili perintah tertentu, pada umumnya tombol-tombol yang terdapat pada toolbar merupakan perintah-perintah yang sering digunakan. 3. Toolbox, tempat object-object yang bisa langsung di drag lalu di

drop ke form windows.

4. Jendela Form, tempat untuk mendesain tampilan visual dari suatu aplikasi.

5. Jendela Code, merupakan tempat untuk menulisakn code program.

(44)

7. Properties Windows, sebuah windows yang menampilkan nlai atribut suatu objek.

2.11 Microsoft Access 2007

Database bisa dikatakan sebagai suatu kumpulan dari data yang tersimpan dan diatur diorganisasikan sehingga data tersebut bisa diambil atau dicari dengan mudah dan efesien. Sebagai contoh sederhana dari database adalah buku telpon yang mungkin sering anda lihat.

Microsoft Access adalah sebuah program aplikasi basis data komputer relasional yang ditunjukan Microsoft Office, selain tentunya Microsoft Word , Mic Excel , Mic Power Point. Aplikasi ini menggunakan mesin basis data Microsoft Jet Database engine, dan juga menggunakan tampilan grafis yang intuitif sehingga memudahkan penggunakan.[14] Untuk membuat database baru maka langkah-langkah yang dilakukan adalah :

1. Pastikan Microsoft Access sudah terinstal di komputer atau laptop. 2. Buka Microsoft Access, kemudian setelah terbuka maka pilih Blank

Database.

Gambar 2.9 : Tampilan Microsoft Access

(45)

Gambar 2.10 : Tampilan Blank Database

4. Pilih tabel 1, klik kanan pilih desain view isikan nama tabel lalu tekan save.

Gambar 2.11 : Tampilan Menu Tabel

5. Lalu isikan field-field yang akan dimasukkan ke dalam tabel tersebut. Klik tabel pilih open isi field dengan beberapa record.

Gambar 2.12 : Tampilan Menu Field

(46)

30

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Objek Penelitian

Dalam melaksanakan penelitian ini, tempat yang dijadikan bahan penelitian yaitu Klinik Hewan “Piano” yang berada di jalan Nusa Indah No. 2 Condong Catur Sleman Jogjakarta.

3.2 Jenis dan Sumber Data

Dalam usaha untuk mendapatkan data-data yang benar sehingga tercapai maksud dan tujuan penyusunan tugas akhir ini. Penulis menggunakan metode pengumpulan data dari jenis data dengan cara sebagai berikut :

3.2.1 Data Primer

Data primer yaitu data yang diperoleh secara langsung dengan melakukan wawancara dengan salah seorang dokter hewan di klinik Piano Petshop yaitu Drh. Hendra Sitinjak dan asisten dokter Ardian Saga, Amd. tentang gejala-gejala penyakit kulit pada kucing dan cara mengatasinya

3.2.2 Data Sekunder

Data sekunder yaitu data yang diperoleh secara tidak langsung yang dapat berupa catatan-catatan, laporan-laporan tertulis, dokumen-dokumen dan makalah-makalah serta daftar pustaka.

Data sekunder dapat berupa :

- Artikel tentang penyakit kulit pada kucing. - Artikel tentang cara mengatasi penyakitnya.

(47)

3.3 Metode Pengumpulan Data

Dalam penyusunan tugas akhir ini, perlu adanya suatu metode tertentu yang akan digunakan dalam pengumpulan data yang diperoleh dengan cara sebagai berikut :

3.3.1 Studi Lapangan

Studi lapangan yaitu secara langsung dapat diperoleh dengan meninjau dan mengamati secara langsung terhadap objek yang diteliti melalui :

1. Wawancara (Interview)

Wawancara yaitu metode pengumpulan data yang mengadakan tanya jawab langsung dengan responden sehingga dapat mengetahui masalah secara jelas.

2. Observasi (Survey)

Observasi yaitu pengumpulan data dengan pencatatan secara cermat terhadap objek yang diamati berupa data kucing dari responden.

3. Kuesioner

Kuesioner adalah instrumen pengumpulan data atau informasi yang dioperasionalisasikan ke dalam bentuk item atau pertanyaan. Dalam hal ini berupa pertanyaan tentang gejala apa saja yang pernah dialami pada kucing dari responden.

3.3.2 Studi Pustaka

(48)

3.4 Identifikasi Masalah

Pembuatan sistem pakar diawali dengan penentuan masalah, dalam hal ini penyakit kulit pada kucing. Hal ini sangat penting dilakukan karena akan menentukan pengetahuan yang selanjutnya tentang gejala yang dialami pada kucing yang akan diperlukan dalam sistem. Pada tahap ini dilakukan perumusan mengenai penyakit kulit pada kucing yang didukung dengan ilmu-ilmu dari sumber lain seperti buku ataupun jurnal terkait. Berikut ini nama penyakit kulit pada kucing dengan gejalanya masing-masing :

1. Infeksi Bakteri Kulit

Gejalnya meliputi : k. Umumnya gatal.

l. Pustula (nanah) berwarna kuning. m.Kulit terlihat kemerahan.

n. Bulu pada kucing patah-patah. o. Terjadi infeksi di bagian hidung. p. Timbul jerawat di dagu.

q. Kulit terlihat kering.

r. Terdapat kerak di daerah tubuhnya. s. Menggaruk badannya berlebihan.

t. Bulu yang rontok karena terkena lesi berbau.

2. Infeksi Jamur Kulit

Gejalnya meliputi :

i. Bulu pada kucing rontok dan daerah kerontokan bulu biasanya berbentuk lingkaran.

j. Kerontokan bulu biasanya melingkar di bagian kepala, telinga, dan badan.

k. Kulit kering dan berkerak di daerah tubuhnya. l. Bulu kucing tampak basah.

(49)

n. Menggaruk badan berlebihan. o. Kulit pada kucing mengelupas. p. Kulit bersisik dan kemerahan.

3. Alergi

Gejalanya meliputi :

a. Umumnya gatal disebabkan karena terkena debu rumah, jamur, dan serbuk sari.

b. Kulit merah di bagian bawah perut kucing c. Bersin terus menerus.

d. Gangguan pencernaan.

e. Menggaruk badan berlebihan. f. Menjilati badan terus menerus. g. Kulit terkadang juga lembab.

h. Terdapat kotoran di daerah hidung dan mata.

3.5 Akuisisi Pengetahuan

Berdasarkan pengetahuan yang diperoleh dari pakar maka dibangun table keputusan sebagai dasar pembuatan mesin inferensi. Berdasarkan sumber-sumber pengetahuan, maka selanjutnya dapat diklasifikasikan beberapa iritasi atau penyakit kulit yang dialami pada kucing yang merupakan hasil proses akuisi pengetahuan, yaitu sebagai berikut: Infeksi Bakteri Kulit, Infeksi Jamur Kulit, dan Alergi Kulit.

3.6 Representasi Pengetahuan

Di dalam tahap ini dilakukan representasi pengetahuan yang merupakan tahapan representasi yang dapat dilakukan setelah akuisisi pengetahuan.

3.6.1 Mekanisme Inferensi

(50)

Berikut ini tabel keputusan Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Kulit Pada Kucing Dengan Menggunakan Metode Certainty Factor.

Tabel 3.1 : Tabel Keputusan Penyakit Kulit Pada Kucing Berdasarkan

Gejala

Tabel Keputusan Penyakit Berdasarkan Gejala

Gejala

Terdapat kerak di daerah tubuhnya √ √ √

Menggaruk badan berlebihan √ √

Bulu rontok karena terkena lesi dan bau √

Bulu rontok berlebihan √

Daerah kerontokan bulu biasanya berbentuk lingkaran √ Kerontokan bulu yang melingkar terlihat di bagian kepala, kaki, dan badan √

(51)

Keterangan tabel di atas, meliputi : 1. Macam gejala

G001 : Gatal

G002 : Pustula (nanah) berwarna kuning G003 : Kulit terlihat kemerahan

G004 : Bulu kucing patah-patah

G005 : Terjadi infeksi di bagian hidung G006 : Timbul jerawat di dagu

G007 : Kulit terlihat kering

G008 : Terdapat kerak di daerah tubuh kucing G009 : Menggaruk berlebihan

G010 : Bulu rontok karena terkena lesi dan bau G011 : Bulu rontok berlebihan

G012 : Daerah kerontokan bulu biasanya berbentuk lingkaran

G013 : Kerontokan bulu yang melingkat terlihat di bagian kepala, telinga, dan badan

G014 : Bulu kucing terlihat basah G015 : Terkena kurap

G016 : Bagian kepala dan kaki yang sering terkena kurap G017 : Kulit mengelupas

G018 : Kulit terlihat bersisik dan kemerahan G019 : Kulit merah di bagian bawah perut G020 : Bersin terus menerus

G021 : Gangguan pencernaan

G022 : Menjilati badan terus menerus G023 : Kulit terlihat lembab

G024 : Terdapat kotoran di daerah hidung dan mata

2. Jenis penyakit

(52)

P03 : Alergi Kulit

3.6.2 Kaidah Produksi

Kaidah produksi merupakan salah satu bentuk representasi pengetahuan yang sangat popular dan banyak digunakan dalam pengembangan sistem pakar. Representasi pengembangan dengan kaidah produksi, pada dasarnya berupa aturan (rule) yang berupa IF-THEN. Dengan melihat tabel 3.1 diatas, kita dapat menentukan aturan (rule base) IF-THEN yang digunakan untuk penyakit kulit pada kucing.

Rule 1 :

IF gatal AND pustula (nanah) berwarna kuning AND kulit terlihat

kemerahan AND bulu terlihat patah-patah AND terjadi infeksi pada bagian hidung AND timbul jerawat di dagu AND kulit kering AND

AND terdapat kerak di daerah tubuh kucing AND menggaruk

berlebihan AND bulu rontok terkena lesi dan bau

THEN Infeksi Bakteri Kulit

Rule 2 :

IF bulu rontok AND daerah kerontokan bulu berbentuk lingkaran AND

kerontokan bulu yang melingkar terlihat di bagian kepala, kaki, dan badan AND terkena kurap AND bagian kepala dan kaki yang sering terkena kurap AND menggaruk badan berlebihan AND kulit mengelupas AND kulit kering AND terdapat kerak di daerah tubuh kucing AND kulit bersisik dan kemerahan AND kulit tampak basah

THEN Infeksi Jamur Kulit

Rule 3 :

(53)

AND gangguan pencernaan AND menjilati terus menerus AND kulit

lembab

THEN Alergi Kulit

3.7 Struktur Menu Program

Struktur menu program merupakan struktur progam yang dijalankan, dimana struktur menu program ini dibagi menjadi tiga yaitu: menu program pengguna, menu program pakar, dan menu program admin.

1. Menu Program Pengguna

Gambar 3.1 : Struktur menu program pengguna

2. Menu Program Pakar

Gambar 3.2 : Struktur menu program pakar Menu

pengguna

Diagnos a

About

Exit

Pertanyaa n Penyakit

Kucing

Menu pakar

Pakar

About

Exit

(54)

3. Menu Program Admin

Gambar 3.3 : Struktur menu program admin

3.8 Flowchart Program

3.8.1 Diagram Alir Sistem Diagnosa Penyakit

Untuk mendiagnosa penyakit kulit pada kucing, maka sistem akan melakukan langkah-langkah sebagai berikut :

1. Menampilkan daftar pertanyaan yang berisi gejala penyakit. 2. Memilih berdasarkan gejala yang dialami pada kucing.

3. Menghitung prosentase kemungkinan yg dialami berdasarkan gejala yg dipilih tersebut.

4. Menampilkan jenis penyakit yang gejalanya telah dipilih beserta prosentasenya.

5. Dipilih hasil prosentase yang paling tinggi.

6. Hasil yang paling tinggi tersebut akan menampilkan cara pengobatannya.

7. Langkah-langkah tersebut dapat dilihat pada gambar 3.4 Menu admin

Pakar

Diagnos

About

Gejala Penyakit Jenis Penyakit

About

(55)

Gambar 3.4 : Diagram Alir Sistem Diagnosa Penyakit Kulit Pada Kucing

(56)

Untuk menambah jenis penyakit pada kulit kucing di menu pakar, maka sistem akan melakukan langkah-langkah sebagai berikut :

1. Menampilkan jenis penyakit yang sudah ada. 2. Tuliskan nama penyakit yang ingin ditambahkan.

3. Setelah nama penyakit sudah diketik, lalu klik Tambahkan. 4. Otomatis nama penyakit bertambah.

5. Jika ingin mengedit, pilih nama penyakitnya lalu klik Edit. Tuliskan nama baru pada kolom Edit kemudian OK.

6. Jika ingin menghapus, pilih nama penyakitnya lalu klik Hapus. 7. Langkah-langkah tersebut dapat dilihat pada gambar 3.5

Gambar 3.5 : Diagram Alir Sistem Tambah Jenis Penyakit Pada Menu Pakar

3.8.3 Diagram Alir Sistem Tambah Gejala Penyakit

Mulai

Jenis Penyakit

Jika ingin menghapus nama penyakit pilih Hapus

Tuliskan nama baru pada kolom Edit lalu klik OK

Jika ingin mengganti nama penyakit klik Edit Setelah mengisi nama penyakit baru klik

Tambahkan

Selesai

(57)

Untuk menambah gejala penyakit pada kulit kucing di menu pakar, maka sistem akan melakukan langkah-langkah sebagai berikut :

1. Menampilkan nama penyakit yang sudah ada. Pilih salah satu nama penyakit lalu klik Lihat Gejala.

2. Jika ingin menambahkan gejala penyakit klik New, lalu isikan nama gejala yang inginkan pada kolom gejala. Kemudian klik OK.

3. Otomatis gejala penyakit bertambah.

4. Jika ingin mengedit, pilih gejala penyakitnya lalu klik Edit. Tuliskan nama baru pada kolom Edit kemudian OK.

5. Jika ingin menghapus, pilih gejala penyakitnya lalu klik Hapus. 6. Langkah-langkah tersebut dapat dilihat pada gambar 3.6

Gambar 3.6 : Diagram Alir Sistem Tambah Gejala Penyakit Pada Menu Pakar

3.9 Diagram Menu Sistem

Mulai

Jenis Penyakit

Jika ingin menghapus nama penyakit pilih Hapus

Jika ingin mengganti nama gejala penyakit klik Edit Jika ingin menambahkan gejala penyakit, klik New

Selesai

(58)

Diagram menu pada masing-masing program diagnosa penyakit kulit pada kucing dibagi menjadi tiga yaitu : diagram menu system pengguna, diagram menu sistem pakar, dan diagram menu sistem admin.

1. Diagram Menu Sistem Pengguna

Gambar 3.7 : Diagram Menu Sistem Pengguna

2. Diagram menu sistem pakar

Exit About

Penyakit Kucing

Pertanyaan

Menu Utama

Pengguna

(59)

Gambar 3.8 : Diagram Menu Sistem Pakar

3. Diagram menu sistem admin

Gambar 3.9 : Diagram Menu Sistem Admin

Exit About

Jenis Penyakit

Gejala Penyakit

Menu Utama

Pakar

Pakar

About Diagnosa

Gejala Penyakit

Exit

Pertanyaan Penyakit Kucing Jenis Penyakit

Menu Utama

Admin

(60)

3.10 Perancangan Basis Data

Adapun file-file rancangan basis data yang digunakan dalam Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Kulit Pada Kucing adalah sebagai berikut : 1.Rancangan Tabel Jenis

Tabel 3.2 : Tabel Jenis

Field Type Index Size Keterangan

Id_jenis Text Ya 4 Kode Jenis Penyakit

Jenis Text Ya 100 Nama Jenis Penyakit

2.Rancangan Tabel Gejala

Tabel 3.3 : Tabel Gejala

Field Type Index Size Keterangan

Id_gejala Text Ya 4 Kode Gejala Penyakit

Gejala Text Ya 100 Nama Gejala Penyakit

3.Rancangan Tabel Solusi

Tabel 3.4 : Tabel Solusi

Field Type Index Size Keterangan

Id_solusi Text Ya 4 Solusi Penyakit

Solusi Memo Tidak 225 Solusi Penyakit

4.Rancangan Tabel Pertanyaan

Tabel 3.5 : Tabel Pertanyaan

Field Type Index Size Keterangan

Id Text Ya 4 Pertanyaan

Pertanyaan Text Ya 225 Pertanyaan

(61)

5.Rancangan Tabel User

Tabel 3.6 : Tabel User

Field Type Index Size Keterangan

Id Auto Number Tidak 4 Level user

Nama Text Ya 25 Nama user

Password Text Ya 10 Password user

(62)

46

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Bahan dan Alat Penelitian

4.1.1 Spesifikasi Perangkat Keras

Perangkat keras (hardware) yang dipakai dalam proses pembuatan aplikasi diagnosa penyakit kulit pada kucing dengan menggunakan metode Certainty Factor yaitu :

Tabel 4.1 Spesifikasi Hardware (Perangkat Keras)

No Jenis Hardware Spesifikasi Hardware

1 Processor Pentium(R) Dual-Core CPU T4200 @ 2.00GHz 2.00 GHz

2 RAM 2,00 GB

3 HDD Typical installation 48 MB, full installation 80 MB untuk VB

4 Monitor 14” HD (LED)

5 Modem HUAWEI Vodafone CE0682

6 Printer Canon iP2700 series

4.1.2 Spesifikasi Perangkat Lunak

(63)

Tabel 4.2 Spesifikasi Software (Perangkat Lunak)

No Jenis Software Spesifikasi Software

1 Sistem Operasi Windows 7 Ultimate

2 Aplikasi Program Microsoft Visual Basic

3 Versi 6.0

4.2 Implementasi Metode Certainty Factor (CF)

Setiap gejala penyakit kulit pada kucing mempunyai bobot nilai masing-masing. Bobot nilai ini mewakili keyakinan seorang pakar dalam hal ini dokter hewan terhadap suatu gejala yang mempengaruhi terjadinya suatu penyakit tertentu dan berikut tabel bobot gejala yang terdapat pada penyakit kulit pada kucing.

Tabel 4.3 Bobot Gejala Penyakit Kulit Pada Kucing

No Nama Penyakit Gejala Bobot

1 Infeksi Bakteri Kulit - Gatal

- Pustula (nanah) berwarna kuning

- Kulit memerah

- Kulit kering

- Luka berkerak

- Bulu patah-patah

- Menggaruk berlebihan

- Infeksi pada hidung

- Timbul jerawat di dagu

- Bulu rontok terkena lesi dan bau

(64)

2 Infeksi Jamur Kulit - Kulit kering dan berkerak

- Bulu rontok

- Daerah kerontokan bulu berbentuk lingkaran - Kerontokan bulu biasanya

terlihat di bagian kepala, telinga, dan badan - Kulit tampak basah - Terkena kurap

- Bagian kepala dan kaki yang sering terkena kurap

- Menggaruk badan berlebihan - Kulit mengelupas

- Kulit bersisik dan kemerahan

0,4

- Terdapat kerak di daerah tubuh kucing

- Menggaruk berlebihan

- Kulit merah bagian bawah perut - Terdapat kotoran pada hidung dan

mata

- Bersin terus menrus - Gangguan pencernaan - Menjilati terus menerus - Kulit lembab

(65)

Soal no 1 jawab = Ya

CF (IBK,G1) = MB (IBK,G1) – MD (IBK, G1)

= P (IBK,G1) – P (IBK) / (1-IBK)) – 0

= 0,7 – 0,043 / (1-0,043) – 0 = 0,657 / 0,957 – 0

CF1 = 0,6865 Soal no 2 jawab = Ya

CF (IBK,G2) = MB (IBK,G2) – MD (IBK, G2)

= P (IBK,G2) – P (IBK) / (1-IBK)) – 0

= 0,3 – 0,043 / (1-0,043) – 0 = 0,257 / 0,957 – 0

CF2 = 0,2685 Soal no 3 jawab = Ya

CF (IBK,G3) = MB (IBK,G3) – MD (IBK, G3)

= P (IBK,G3) – P (IBK) / (1-IBK)) – 0

= 0,2– 0,043 / (1-0,043) – 0 = 0,157 / 0,957 – 0

CF3 = 0,1640 Soal no 4 jawab = Ya

CF (IBK,G4) = MB (IBK,41) – MD (IBK, G4)

= P (IBK,G4) – P (IBK) / (1-IBK)) – 0

= 0,3 – 0,043 / (1-0,043) – 0 = 0,257 / 0,957 – 0

CF4 = 0,2685 Soal no 5 jawab = Ya

CF (IBK,G5) = MB (IBK,G5) – MD (IBK, G5)

= P (IBK,G5) – P (IBK) / (1-IBK)) – 0

= 0,4 – 0,043 / (1-0,043) – 0 = 0,357 / 0,957 – 0

(66)

CF (IBK,G6) = CF6 = 0

Soal no 7 jawab = Tidak CF (IBK,G7) = CF7 = 0

Soal no 8 jawab = Tidak CF (IBK,G8) = CF8 = 0

Soal no 9 jawab = Tidak CF (IBK,G9) = CF9 = 0

Soal no 10 jawab = Tidak CF (IBK,G10) = CF10 = 0

Dari sepuluh perhitungan di atas, ketika sistem menyimpulkan bahwa penyakit yang di derita kucing adalah Infeksi Bakteri Kulit maka tingkat kepastiannya adalah hasil perhitungan (2-4) berikut ini :

CFkombinasi (CF1, CF2, CF3, CF4, CF5, CF6, CF7, CF8, CF9, CF10)

= CF (IBK,G1) + CF (IBK,G2) + CF (IBK,G3) + CF (IBK,G4) + CF (IBK,G5)

+ CF (IBK,G6) + CF (IBK,G7) + CF (IBK,G8) + CF (IBK,G9) + CF

(IBK,G10)

CFk = CF (IBK,G1) + CF (IBK,G2) * (1-CF(IBK,G1))

= (0,6865 + 0,2685) * (1- 0,6865) = 0,995 * 0,3135

= 0,2993

CFk1 = CFk + CF (IBK,G3) * (1-CFk)

= (0,2993 + 0,1640) * (1- 0,2993) = 0,4633 * 0,7007

= 0,3246

CFk2 = CFk1 + CF (IBK,G4) * (1-CFk1)

= (0,3246 + 0,2685) * (1- 0,3246) = 0,5931 * 0,6754

= 0,4006

CFk3 = CFk2 + CF (IBK,G5) * (1-CFk2)

(67)

= 0,7736 * 0,5994 = 0,4637

CFk4 = CFk3 + CF (IBK,G6) * (1-CFk3)

= (0,4637 + 0) * (1- 0,4637) = 0,4637 * 0,5363

= 0,2468

CFk5 = CFk4 + CF (IBK,G7) * (1-CFk4)

= (0,2468 + 0) * (1- 0,2468) = 0,2468 * 0,7532

= 0,1858

CFk6 = CFk5 + CF (IBK,G8) * (1-CFk5)

= (0,1858 + 0) * (1- 0,1858) = 0,1858 * 0,8142

= 0,1512

CFk7 = CFk6 + CF (IBK,G9) * (1-CFk6)

= (0,1512 + 0) * (1- 0,1512) = 0,1512 * 0,8488

= 0,1283

CFk8 = CFk7 + CF (IBK,G10) * (1-CFk7)

= (0,1283 + 0) * (1- 0,1283) = 0,1283 * 0,8717

= 0,1118

Hasil dari perhitungan rumus (2-4) menunjukkan bahwa nilai kepastian kucing menderita penyakit Infeksi Bakteri Kulit dengan tingkat kepastian 0,1118.

Gambar

Gambar 2.1 : Komponen Sistem Pakar
Gambar 2.4 : Jerawat di dagu
Gambar 2.5 : Gejala Ringworm
Gambar 2.6 : Kerontokan bulu seperti berbentuk  lingkaran
+7

Referensi

Dokumen terkait

Pada penelitian ini variabel PDRB memiliki signifikansi pengaruh terhadap kemiskinan hanya pada α 20%, hal ini sesuai temuan dari world bank (2006) bahwa

Pertumbuhan perusahaan dapat dilihat dari perubahan total aset dimana saat total aset yang tumbuh dengan baik dan memiliki nilai yang besar maka akan berpengaruh

Grup Sumber Pusaka Jaya adalah grup yang pernah diundang oleh Gubernur Jawa Timur pada tahun 2009 untuk mewakili Musik Ketepong yang terdapat di Bondowoso dalam acara kesenian

Penegakan hukum terhadap kejahatan perdagangan orang di Indonesia saat ini masih belum optimal dimana hal ini dapat kita lihat dari pemberitaan-pemberitaan di

Dengan diketahui keadaan dokumentasi suatu bahasa, tahap selanjutnya dapat dirancang tugas khusus dan memungkinkan.. untuk mendesain proyek penelitian bersama-sama dengan

yang berpengaruh terhadap aliran permukaan. Kemiringan lereng dinyatakan dalam derajat atau persen. Kemiringan lereng yang landai memiliki kerentanan banjir lebih

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa telah berhasil diimplementasikan sistem kendali logika fuzzy pada robot line

Untuk kebutuhan kurban saja, .Pada sisi lain, pola pemeliharaan yang masih tradisional, dan pengetahuan rendah tentang pemeliharaan serta akses pemasaran