• Tidak ada hasil yang ditemukan

Alih Fungsi Lahan dan Dampaknya terhadap

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Alih Fungsi Lahan dan Dampaknya terhadap"

Copied!
31
0
0

Teks penuh

(1)

ALIH FUNGSI LAHAN DAN DAMPAKNYA TERHADAP EKSISTENSI

KELEMBAGAAN PERTANIAN DI WILAYAH PINGGIRAN PERKOTAAN

(Studi di Desa Petir dan Desa Babakan, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor)

Oleh:

Tomi Setiawan, Haidar Adi M., Indria R. Mutiar, dan Yamres Pakniany.

(2)

Latar Belakang Penelitian

Penurunan Rumah Tangga Petani

Menurut sensus pertanian tahun 2013 menunjukkan bahwa jumlah rumah

tangga usaha pertanian mengalami penurunan sebesar 16,32% dibandingkan

tahun 2003

Peningkatan Alih fungsi lahan

Peningkatan Dalam waktu dua tahun (2009-2010), di Kabupaten Bogor telah

terjadi alih fungsi lahan seluas ±482,32 hektar atau laju alih fungsi lahan sekitar

241 hektar/tahun (Cahya, 2014).

Peningkatan Permintaan lahan

(3)

Pertanyaan Penelitian

Faktor-faktor apa saja yang mendorong alih fungsi lahan di Desa Petir dan

Desa Babakan?

Apakah alih fungsi lahan berkorelasi dengan eksistensi kelembagaan

(4)

Tujuan Penelitian

Menjelaskan faktor-faktor yang mendorong alih fungsi lahan pertanian

yang terjadi di Desa Petir dan Desa Babakan.

Menjelaskan korelasi faktor eksternal dan faktor internal alih fungsi lahan

(5)

Landasan Teoritik

Grand Theory, & Midle Range

Perubahan sosial adalah setiap perubahan dari sebuah sistem sosial sebagai

suatu kesatuan.

Perubahan dapat terjadi dalam skala besar maupun kecil, yang terjadi di

dalam atau mencakup sistem sosial terutama pada skala historis atau dalam

sosiologi makro. (Sztompka, 2011)

Penelitian ini memfokuskan pada perubahan yang terjadi akibat dari alih

(6)

Landasan Teoritik

(lanjutan...)

Praxis Theory

Faktor dalam alih fungsi lahan pertanian yaitu:

Faktor internal

merupakan faktor-faktor yang lebih melihat sisi petani

pengguna lahan.

Faktor eksternal

merupakan faktor-faktor yang berupa dorongan-dorongan

dari luar yang mempengaruhi petani pengguna lahan. (Lestari, 2005)

Hal-hal yang berkaitan dengan kelembagaan yakni:

Cara

(usage), lebih menonjol pada hubungan antar individu dalam

masyarakat atau menunjuk pada suatu bentuk perbuatan.

Kebiasaan

(folkways), mempunyai kekuatan mengikat yang lebih besar

dibandingkan cara.

Tatakelakuan

(mores), merupakan kebiasaan yang dianggap sebagai cara

berperilaku dan diterima sebagai norma-norma pengatur. (Soekanto,

(7)
(8)

Metode Penelitian

Paradigma penelitian ini adalah pragmatimse, dengan pendekatan kualitatif dan

kuantitatif (

mixed method

), untuk menjelaskan (eksplanasi), serta memberikan

pemahaman yang bersifat menyeluruh (komprehensif) dan mendalam (

in-deph

)

tentang fenomena-fenomena sosial yang menjadi objek studi.

Korelasi spearman rank digunakan untuk mencari atau untuk menguji signifikansi

hipotesis asosiatif bila masing-masing variabel yang dihubungkan berbentuk

ordinal, dan sumber data antar variabel tidak harus sama (Umar, 2002:325). Untuk

pengolahan korelasi digunakan

SPSS ver. 21.0 for Windows

.

Hipotesis: Faktor-faktor eksternal dan internal perubahan lahan memiliki korelasi

dengan kelembagaan pertanian baik di desa Babakan maupun di desa petir.

Ho

: Tidak terdapat korelasi antara Faktor-faktor eksternal dan internal perubahan

lahan dengan kelembagaan pertanian, di desa Babakan maupun di desa petir

(9)

Hasil dan Pembahasan

26%

64% 10%

Usia Responden

40-50 50-60 60 keatas

13%

52% 3%

32%

Pendidikan Responden

Tidak Tamat SD SD Tidak Tamat SMP SMP

45% 52%

3%

Pengalaman Bertani

20-30 30-40 Diatas 40 Tahun

(10)

71% 19%

10%

Pendapatan Pertanian 2015

< Rp.1.000.000,00- Rp.1.500.000,00 Rp.1500.000,00-Rp.2.000.000,00 >Rp.2.000.000,00 36%

34% 2%

28%

Penguasaan Lahan 2000-2015

Milik Sendiri Garap Gadai MilikOrang Tua 39%

55%

2%4%

Penguasaan Lahan 1985-2000

Milik Sendiri Garap Gadai MilikOrang Tua

(11)

Hasil dan Pembahasan

Faktor Eksternal 1985-2000

Tidak Pernah Kadang-kadang Sering Linear (Sering)

51,61

Faktor Eksternal 2000-2015

Tidak Pernah Kadang-kadang Sering Linear (Sering)

(12)

12,90

Faktor Internal 1985-2000

Tidak Pernah Kadang-kadang Sering Linear (Sering)

58,06

Faktor Internal 2000-2015

(13)

35,48

12,9016,13 35,48

9,6812,9012,90

0,00 3,23 9,68

38,71

0,00 0,00 0,00

0

Cara tahun 1985-2000

Sering Kadang-kadang Tidak Pernah Linear (Sering)

19,35

0,00 0,00 0,00 35,48

0,00 0,00 0,00 70,97

0,00 38,71

0,00 0,00 0,00

-20

Cara tahun 2000-2015

(14)

19,35

0,00 20,00 40,00 60,00 80,00 100,00 1

Kebiasaan Tahun 1985-2000

Tidak Pernah Kadang-kadang Sering Linear (Sering)

19,35

0,00 20,00 40,00 60,00 80,00 100,00 1

Kebiasaan Tahun 2000-2015

(15)

64,52

Tata Kelakuan tahun 1985-2000

Sering Kadang-kadang Tidak Pernah Linear (Sering)

51,61

16,13 19,35 45,16

Tata Kelakuan tahun 2000-2015

(16)

Korelasi tahun 1985-2000

∑VFext85 ∑VFin85 ∑VKlbg85

Spearman's

1.000 -.113 -.114

Sig. (1-tailed) . .272 .270 N 31 31 31

∑VFin85

Correlation Coefficient

-.113 1.000 .062

Sig. (1-tailed) .272 . .371 N 31 31 31

∑VKlbg85

Correlation Coefficient

-.114 .062 1.000

Sig. (1-tailed) .270 .371 . N 31 31 31

Korelasi tahun 2000-2015

∑VFext0

0

∑VFin00 ∑VKlbg00

Spearman' s Tho

(r)

∑VFext00

Correlation Coefficient

1.000 .196 .238

Sig. (1-tailed) . .145 .099 N 31 31 31

∑VFin00

Correlation Coefficient

.196 1.000 .344*

Sig. (1-tailed) .145 . .029 N 31 31 31

∑VKlbg00

Correlation Coefficient

.238 .344* 1.000

Sig. (1-tailed) .099 .029 . N 31 31 31 *. Correlation is significant at the 0.05 level (1-tailed).

Korelasi Faktor Eksternal dan Internal dengan Kelembagaan

(17)

Korelasi Faktor Eksternal dan Internal dengan Kelembagaan tahun 1985-2000

 Korelasi antara faktor-faktor eksternal perubahan lahan terhadap kelembagaan sebelum kurun waktu tahun 2000 di desa Babakan adalah sebesar -0,114 yang berarti nilai r < 0. Jika nilai r < 0, artinya telah terjadi hubungan yang linier negatif, yaitu makin kecil nilai variabel faktor-faktor eksternal perubahan lahan (independent) maka makin besar nilai variabel kelembagaan (dependent), atau makin besar nilai variabel faktor-faktor eksternal

perubahan lahan (independent) maka makin kecil pula nilai variabel kelembagaan

(dependent). Dengan kata lain, dapat dikatakan bahwa dorongan eksternal perubahan lahan hanya sedikit (kecil) mempengaruhi nilai perubahan kelembagaannya.

 Sementara korelasi antara faktor-faktor internal perubahan lahan terhadap kelembagaan sebelum tahun 2000 adalah sebesar 0, 062 yang berarti nilai r > 0. Jika nilai r > 0, artinya telah terjadi hubungan yang linier positif, yaitu makin besar nilai variabel faktor-faktor internal

perubahan lahan (independent) maka besar pula nilai variabel kelembagaan (dependent), atau makin kecil nilai variabel faktor-faktor internal perubahan lahan (independent) maka makin kecil pula nilai variabel kelembagaan (dependent). Dengan kata lain, dapat

dikatakan bahwa semakin besar dorongan internal perubahan lahan maka semakin besar pula dalam mempengaruhi nilai perubahan kelembagaannya.

(18)

 Kemudian, korelasi antara faktor-faktor Internal perubahan lahan terhadap kelembagaan setelah kurun waktu tahun 2000 adalah sebesar 0,238yang berarti nilai r > 0. Jika nilai r < 0, artinya telah terjadi hubungan yang linier positif, yaitu makin besar nilai variabel faktor-faktor Internal perubahan lahan (independent) maka besar pula nilai variabel kelembagaan

(dependent), atau makin kecil nilai variabel faktor-faktor Internal perubahan lahan

(independent) maka makin kecil pula nilai variabel kelembagaan (dependent). Dengan kata lain, dapat dikatakan bahwa semakin besar dorongan internal perubahan lahan maka semakin besar pula dalam mempengaruhi nilai perubahan kelembagaannya.

 Sementara korelasi antara faktor-faktor Internal perubahan lahan terhadap kelembagaan setelah tahun 2000 adalah sebesar 0,344 yang berarti nilai r > 0. Jika nilai r > 0, artinya telah terjadi hubungan yang linier positif, yaitu makin besar nilai variabel faktor-faktor Internal

perubahan lahan (independent) maka besar pula nilai variabel kelembagaan (dependent), atau makin kecil nilai variabel faktor-faktor Internal perubahan lahan (independent) maka makin kecil pula nilai variabel kelembagaan (dependent). Dengan kata lain, dapat

dikatakan bahwa semakin besar dorongan internal perubahan lahan maka semakin besar pula dalam mempengaruhi nilai perubahan kelembagaannya.

(19)

Hasil dan Pembahasan

(lanjutan...)

1. Analisis Deskriptif Desa Petir

10,00

Faktor Eksternal tahun 2000-2015

Sering Kadang-Kadang Tidak Pernah Linear (Sering)

13,33

Faktor Eksternal tahun 1985-2000

(20)

20,00

Faktor Internal tahun 2000-2015

Sering Kadang-Kadang Tidak Pernah Linear (Sering)

40,00

Faktor Internal tahun 1985-2000

(21)

23,33

Cara tahun 1985-2000

Sering Kadang-Kadang Tidak Pernah Linear (Sering)

3,33

Cara tahun 2000-2015

(22)

53,33

Kebiasaan tahun 1985-2000

Sering Kadang-Kadang Tidak Pernah Linear (Sering)

0,00

Kebiasaan Tahun 2000-2015

(23)

16,67

Tata Kelakuan Tahun 1985-2000

Sering Kadang-Kadang Tidak Pernah Linear (Sering)

0,00

Tata Kelakuan tahun 2000-2015

(24)

Korelasi Faktor Eksternal dan Internal dengan Kelembagaan

2. Desa Petir

Korelasi tahun 1985-2000

∑VFext85 ∑VFin85 ∑VKlbg85

Spearman's rho

∑VFext85 Correlation

Coefficient 1.000 -.047 -.300 Sig. (1-tailed) . .402 .054 N 30 30 30

∑VFin85 Correlation

Coefficient -.047 1.000 .165 Sig. (1-tailed) .402 . .192 N 30 30 30

∑VKlbg85 Correlation

Coefficient -.300 .165 1.000 Sig. (1-tailed) .054 .192 . N 30 30 30

Korelasi tahun 2000-2015

∑VFext00 ∑VFin00 ∑VKlbg00

Spearman's rho ∑VFext00 Correlation

Coefficient 1.000 .780** -.015 Sig. (1-tailed) . .000 .468 N 30 30 30

∑VFin00 Correlation

Coefficient .780** 1.000 -.001 Sig. (1-tailed) .000 . .497 N 30 30 30

∑VKlbg00 Correlation

(25)

Korelasi Faktor Eksternal dan Internal dengan Kelembagaan tahun 1985-2000

 Korelasi antara faktor-faktor eksternal perubahan lahan terhadap kelembagaan sebelum kurun waktu tahun 2000 di desa Babakan adalah sebesar -0,300 yang berarti nilai r < 0. Jika nilai r < 0, artinya telah terjadi hubungan yang linier negatif, yaitu makin kecil nilai variabel faktor-faktor eksternal perubahan lahan (independent) maka makin besar nilai variabel kelembagaan (dependent), atau makin besar nilai variabel faktor-faktor eksternal perubahan lahan

(independent) maka makin kecil pula nilai variabel kelembagaan (dependent). Dengan kata lain, dapat dikatakan bahwa dorongan eksternal perubahan lahan hanya sedikit (kecil)

mempengaruhi nilai perubahan kelembagaannya.

 Sementara korelasi antara faktor-faktor internal perubahan lahan terhadap kelembagaan sebelum tahun 2000 adalah sebesar 0,165 yang berarti nilai r > 0. Jika nilai r > 0, artinya telah terjadi hubungan yang linier positif, yaitu makin besar nilai variabel faktor-faktor internal

perubahan lahan (independent) maka besar pula nilai variabel kelembagaan (dependent), atau makin kecil nilai variabel faktor-faktor internal perubahan lahan (independent) maka makin kecil pula nilai variabel kelembagaan (dependent). Dengan kata lain, dapat dikatakan bahwa semakin besar dorongan internal perubahan lahan maka semakin besar pula dalam mempengaruhi nilai perubahan kelembagaannya.

(26)

 Korelasi antara faktor-faktor eksternal perubahan lahan terhadap kelembagaan setelah kurun waktu tahun 2000 di desa Babakan adalah sebesar -0.015 yang berarti nilai r < 0. Jika nilai r < 0, artinya telah terjadi hubungan yang linier negatif, yaitu makin kecil nilai variabel faktor-faktor eksternal perubahan lahan (independent) maka makin besar nilai variabel kelembagaan (dependent), atau makin besar nilai variabel faktor-faktor eksternal perubahan lahan

(independent) maka makin kecil pula nilai variabel kelembagaan (dependent). Dengan kata lain, dapat dikatakan bahwa dorongan eksternal perubahan lahan hanya sedikit (kecil)

mempengaruhi nilai perubahan kelembagaannya.

 Korelasi antara faktor-faktor internal perubahan lahan terhadap kelembagaan setelah kurun waktu tahun 2000 di desa Babakan adalah sebesar -0.001 yang berarti nilai r < 0. Jika nilai r < 0, artinya telah terjadi hubungan yang linier negatif, yaitu makin kecil nilai variabel faktor-faktor internal perubahan lahan (independent) maka makin besar nilai variabel kelembagaan

(dependent), atau makin besar nilai variabel faktor-faktor internal perubahan lahan

(independent) maka makin kecil pula nilai variabel kelembagaan (dependent). Dengan kata lain, dapat dikatakan bahwa dorongan eksternal perubahan lahan hanya sedikit (kecil)

mempengaruhi nilai perubahan kelembagaannya.

(27)

Kesimpulan

1.

Faktor yang melatarbelakangi para petani melakukan konversi lahan pertanian Di

desa Babakan dan desa Petir, adalah (1)

faktor eksternal

, yaitu mendapatkan

tawaran kerja diluar pertanian, mengalami gagal panen, masalah sarana produksi

pertanian yang tidak terjangkau, mengalami fluktuasi harga pertanian,

mendapatkan tawaran pihak swasta (

biong

) untuk menjual lahan, dan

(28)

2. Terdapat korelasi antara faktor eksternal dan faktor internal alih fungsi lahan dengan eksistensi kelembagaan pertanian yang terjadi di Desa Babakan dan Desa Petir, meskipun dengan variasi yang berbeda-beda.

 Di desa Babakan,

 Korelasi antara faktor-faktor eksternal perubahan lahan terhadap kelembagaan sebelum

kurun waktu tahun 1985-200 di desa Babakan menunjukkan bahwa bahwa dorongan eksternal perubahan lahan hanya sedikit (kecil) mempengaruhi nilai perubahan kelembagaannya.

Sementara korelasi antara faktor-faktor eksternal perubahan lahan terhadap kelembagaan sebelum tahun 2000 menunjukkan bahwa besarnya dorongan internal perubahan lahan maka akan memperbesar nilai perubahan kelembagaannya.

(29)

 Di desa Petir,

 Korelasi antara faktor-faktor eksternal perubahan lahan terhadap kelembagaan dalam kurun waktu tahun 1985-2000 di desa Babakan menunjukkan bahwa bahwa dorongan eksternal perubahan lahan hanya sedikit (kecil) mempengaruhi nilai perubahan

kelembagaannya. Sementara korelasi antara faktor-faktor eksternal perubahan lahan terhadap kelembagaan dalam kurun waktu tahun 1985-2000 menunjukkan bahwa

besarnya dorongan internal perubahan lahan maka akan memperbesar nilai perubahan kelembagaannya.

 Korelasi antara faktor-faktor eksternal perubahan lahan terhadap kelembagaan dalam kurun waktu tahun 2000-2015 di desa Babakan menunjukkan bahwa bahwa dorongan eksternal perubahan lahan hanya sedikit (kecil) mempengaruhi nilai perubahan

(30)

Saran

Bagi masyarakat dan khususnya para petani di desa Babakan maupun desa Petir

supaya memikirkan ulang dan memiliki rencana yang jelas ketika akan melakukan

alih fungsi lahan pertanian miliknya untuk menjadi pemanfaatan lain, hal ini demi

mewujudkan ketahanan pangan yang berkelajutan di kedua desa tersebut.

(31)

Referensi

Dokumen terkait

The current study employed a spatio-temporal disaggregation method to derive fine spatial resolution (60m) images of NDVI by integrating the information in terms of

Responsiveness atau daya tanggap merupakan kemampuan perusahaan yang dilakukan oleh langsung karyawan untuk memberikan pelayanan dengan cepat dan tanggap.Daya

Berbeda dengan Sari, bahwa informasi yang Sari dapatkan pada saat pelatihan sosialisasi gender adalah kesetaraan antara laki-laki dan perempuan dalam pekerjaan,

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan program gizi di posyandu oleh ibu yang mempunyai anak balita adalah faktor

Hal tersebut disebabkan oleh kandungan senyawa antioksidan yang berupa fenol pada asap cair, semakin lama perendaman asap cair maka senyawa antioksidan akan

Pertama kepentingan kajian ini dijalankan bagi mengenal pasti perubahan sosial yang berlaku dalam kalangan generasi kedua Felda daripada aspek ekonomi yang

Dalam penelitian ini penulis akan membangun sistem informasi manajemen Puskesmas khususnya pada bagian pengolahan data pasien rawat jalan mulai dari pendaftaran pasien yang

keyakinan diperoleh karena kepercayaan tentang kebenaran yang diletkan dalam suatu asersi yang memiliki bukti yang kuat untuk menerimanya sebagai hal yang benar, sedangkan