ALIH FUNGSI LAHAN DAN DAMPAKNYA TERHADAP EKSISTENSI
KELEMBAGAAN PERTANIAN DI WILAYAH PINGGIRAN PERKOTAAN
(Studi di Desa Petir dan Desa Babakan, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor)
Oleh:
Tomi Setiawan, Haidar Adi M., Indria R. Mutiar, dan Yamres Pakniany.
Latar Belakang Penelitian
Penurunan Rumah Tangga Petani
Menurut sensus pertanian tahun 2013 menunjukkan bahwa jumlah rumah
tangga usaha pertanian mengalami penurunan sebesar 16,32% dibandingkan
tahun 2003
Peningkatan Alih fungsi lahan
Peningkatan Dalam waktu dua tahun (2009-2010), di Kabupaten Bogor telah
terjadi alih fungsi lahan seluas ±482,32 hektar atau laju alih fungsi lahan sekitar
241 hektar/tahun (Cahya, 2014).
Peningkatan Permintaan lahan
Pertanyaan Penelitian
Faktor-faktor apa saja yang mendorong alih fungsi lahan di Desa Petir dan
Desa Babakan?
Apakah alih fungsi lahan berkorelasi dengan eksistensi kelembagaan
Tujuan Penelitian
Menjelaskan faktor-faktor yang mendorong alih fungsi lahan pertanian
yang terjadi di Desa Petir dan Desa Babakan.
Menjelaskan korelasi faktor eksternal dan faktor internal alih fungsi lahan
Landasan Teoritik
Grand Theory, & Midle Range
Perubahan sosial adalah setiap perubahan dari sebuah sistem sosial sebagai
suatu kesatuan.
Perubahan dapat terjadi dalam skala besar maupun kecil, yang terjadi di
dalam atau mencakup sistem sosial terutama pada skala historis atau dalam
sosiologi makro. (Sztompka, 2011)
Penelitian ini memfokuskan pada perubahan yang terjadi akibat dari alih
Landasan Teoritik
(lanjutan...)
Praxis Theory
Faktor dalam alih fungsi lahan pertanian yaitu:
Faktor internal
merupakan faktor-faktor yang lebih melihat sisi petani
pengguna lahan.
Faktor eksternal
merupakan faktor-faktor yang berupa dorongan-dorongan
dari luar yang mempengaruhi petani pengguna lahan. (Lestari, 2005)
Hal-hal yang berkaitan dengan kelembagaan yakni:
Cara
(usage), lebih menonjol pada hubungan antar individu dalam
masyarakat atau menunjuk pada suatu bentuk perbuatan.
Kebiasaan
(folkways), mempunyai kekuatan mengikat yang lebih besar
dibandingkan cara.
Tatakelakuan
(mores), merupakan kebiasaan yang dianggap sebagai cara
berperilaku dan diterima sebagai norma-norma pengatur. (Soekanto,
Metode Penelitian
Paradigma penelitian ini adalah pragmatimse, dengan pendekatan kualitatif dan
kuantitatif (
mixed method
), untuk menjelaskan (eksplanasi), serta memberikan
pemahaman yang bersifat menyeluruh (komprehensif) dan mendalam (
in-deph
)
tentang fenomena-fenomena sosial yang menjadi objek studi.
Korelasi spearman rank digunakan untuk mencari atau untuk menguji signifikansi
hipotesis asosiatif bila masing-masing variabel yang dihubungkan berbentuk
ordinal, dan sumber data antar variabel tidak harus sama (Umar, 2002:325). Untuk
pengolahan korelasi digunakan
SPSS ver. 21.0 for Windows
.
Hipotesis: Faktor-faktor eksternal dan internal perubahan lahan memiliki korelasi
dengan kelembagaan pertanian baik di desa Babakan maupun di desa petir.
Ho
: Tidak terdapat korelasi antara Faktor-faktor eksternal dan internal perubahan
lahan dengan kelembagaan pertanian, di desa Babakan maupun di desa petir
Hasil dan Pembahasan
26%
64% 10%
Usia Responden
40-50 50-60 60 keatas
13%
52% 3%
32%
Pendidikan Responden
Tidak Tamat SD SD Tidak Tamat SMP SMP
45% 52%
3%
Pengalaman Bertani
20-30 30-40 Diatas 40 Tahun
71% 19%
10%
Pendapatan Pertanian 2015
< Rp.1.000.000,00- Rp.1.500.000,00 Rp.1500.000,00-Rp.2.000.000,00 >Rp.2.000.000,00 36%
34% 2%
28%
Penguasaan Lahan 2000-2015
Milik Sendiri Garap Gadai MilikOrang Tua 39%
55%
2%4%
Penguasaan Lahan 1985-2000
Milik Sendiri Garap Gadai MilikOrang Tua
Hasil dan Pembahasan
Faktor Eksternal 1985-2000
Tidak Pernah Kadang-kadang Sering Linear (Sering)
51,61
Faktor Eksternal 2000-2015
Tidak Pernah Kadang-kadang Sering Linear (Sering)
12,90
Faktor Internal 1985-2000
Tidak Pernah Kadang-kadang Sering Linear (Sering)
58,06
Faktor Internal 2000-2015
35,48
12,9016,13 35,48
9,6812,9012,90
0,00 3,23 9,68
38,71
0,00 0,00 0,00
0
Cara tahun 1985-2000
Sering Kadang-kadang Tidak Pernah Linear (Sering)
19,35
0,00 0,00 0,00 35,48
0,00 0,00 0,00 70,97
0,00 38,71
0,00 0,00 0,00
-20
Cara tahun 2000-2015
19,35
0,00 20,00 40,00 60,00 80,00 100,00 1
Kebiasaan Tahun 1985-2000
Tidak Pernah Kadang-kadang Sering Linear (Sering)
19,35
0,00 20,00 40,00 60,00 80,00 100,00 1
Kebiasaan Tahun 2000-2015
64,52
Tata Kelakuan tahun 1985-2000
Sering Kadang-kadang Tidak Pernah Linear (Sering)
51,61
16,13 19,35 45,16
Tata Kelakuan tahun 2000-2015
Korelasi tahun 1985-2000
∑VFext85 ∑VFin85 ∑VKlbg85
Spearman's
1.000 -.113 -.114
Sig. (1-tailed) . .272 .270 N 31 31 31
∑VFin85
Correlation Coefficient
-.113 1.000 .062
Sig. (1-tailed) .272 . .371 N 31 31 31
∑VKlbg85
Correlation Coefficient
-.114 .062 1.000
Sig. (1-tailed) .270 .371 . N 31 31 31
Korelasi tahun 2000-2015
∑VFext0
0
∑VFin00 ∑VKlbg00
Spearman' s Tho
(r)
∑VFext00
Correlation Coefficient
1.000 .196 .238
Sig. (1-tailed) . .145 .099 N 31 31 31
∑VFin00
Correlation Coefficient
.196 1.000 .344*
Sig. (1-tailed) .145 . .029 N 31 31 31
∑VKlbg00
Correlation Coefficient
.238 .344* 1.000
Sig. (1-tailed) .099 .029 . N 31 31 31 *. Correlation is significant at the 0.05 level (1-tailed).
Korelasi Faktor Eksternal dan Internal dengan Kelembagaan
Korelasi Faktor Eksternal dan Internal dengan Kelembagaan tahun 1985-2000
Korelasi antara faktor-faktor eksternal perubahan lahan terhadap kelembagaan sebelum kurun waktu tahun 2000 di desa Babakan adalah sebesar -0,114 yang berarti nilai r < 0. Jika nilai r < 0, artinya telah terjadi hubungan yang linier negatif, yaitu makin kecil nilai variabel faktor-faktor eksternal perubahan lahan (independent) maka makin besar nilai variabel kelembagaan (dependent), atau makin besar nilai variabel faktor-faktor eksternal
perubahan lahan (independent) maka makin kecil pula nilai variabel kelembagaan
(dependent). Dengan kata lain, dapat dikatakan bahwa dorongan eksternal perubahan lahan hanya sedikit (kecil) mempengaruhi nilai perubahan kelembagaannya.
Sementara korelasi antara faktor-faktor internal perubahan lahan terhadap kelembagaan sebelum tahun 2000 adalah sebesar 0, 062 yang berarti nilai r > 0. Jika nilai r > 0, artinya telah terjadi hubungan yang linier positif, yaitu makin besar nilai variabel faktor-faktor internal
perubahan lahan (independent) maka besar pula nilai variabel kelembagaan (dependent), atau makin kecil nilai variabel faktor-faktor internal perubahan lahan (independent) maka makin kecil pula nilai variabel kelembagaan (dependent). Dengan kata lain, dapat
dikatakan bahwa semakin besar dorongan internal perubahan lahan maka semakin besar pula dalam mempengaruhi nilai perubahan kelembagaannya.
Kemudian, korelasi antara faktor-faktor Internal perubahan lahan terhadap kelembagaan setelah kurun waktu tahun 2000 adalah sebesar 0,238yang berarti nilai r > 0. Jika nilai r < 0, artinya telah terjadi hubungan yang linier positif, yaitu makin besar nilai variabel faktor-faktor Internal perubahan lahan (independent) maka besar pula nilai variabel kelembagaan
(dependent), atau makin kecil nilai variabel faktor-faktor Internal perubahan lahan
(independent) maka makin kecil pula nilai variabel kelembagaan (dependent). Dengan kata lain, dapat dikatakan bahwa semakin besar dorongan internal perubahan lahan maka semakin besar pula dalam mempengaruhi nilai perubahan kelembagaannya.
Sementara korelasi antara faktor-faktor Internal perubahan lahan terhadap kelembagaan setelah tahun 2000 adalah sebesar 0,344 yang berarti nilai r > 0. Jika nilai r > 0, artinya telah terjadi hubungan yang linier positif, yaitu makin besar nilai variabel faktor-faktor Internal
perubahan lahan (independent) maka besar pula nilai variabel kelembagaan (dependent), atau makin kecil nilai variabel faktor-faktor Internal perubahan lahan (independent) maka makin kecil pula nilai variabel kelembagaan (dependent). Dengan kata lain, dapat
dikatakan bahwa semakin besar dorongan internal perubahan lahan maka semakin besar pula dalam mempengaruhi nilai perubahan kelembagaannya.
Hasil dan Pembahasan
(lanjutan...)
1. Analisis Deskriptif Desa Petir
10,00
Faktor Eksternal tahun 2000-2015
Sering Kadang-Kadang Tidak Pernah Linear (Sering)
13,33
Faktor Eksternal tahun 1985-2000
20,00
Faktor Internal tahun 2000-2015
Sering Kadang-Kadang Tidak Pernah Linear (Sering)
40,00
Faktor Internal tahun 1985-2000
23,33
Cara tahun 1985-2000
Sering Kadang-Kadang Tidak Pernah Linear (Sering)
3,33
Cara tahun 2000-2015
53,33
Kebiasaan tahun 1985-2000
Sering Kadang-Kadang Tidak Pernah Linear (Sering)
0,00
Kebiasaan Tahun 2000-2015
16,67
Tata Kelakuan Tahun 1985-2000
Sering Kadang-Kadang Tidak Pernah Linear (Sering)
0,00
Tata Kelakuan tahun 2000-2015
Korelasi Faktor Eksternal dan Internal dengan Kelembagaan
2. Desa Petir
Korelasi tahun 1985-2000
∑VFext85 ∑VFin85 ∑VKlbg85
Spearman's rho
∑VFext85 Correlation
Coefficient 1.000 -.047 -.300 Sig. (1-tailed) . .402 .054 N 30 30 30
∑VFin85 Correlation
Coefficient -.047 1.000 .165 Sig. (1-tailed) .402 . .192 N 30 30 30
∑VKlbg85 Correlation
Coefficient -.300 .165 1.000 Sig. (1-tailed) .054 .192 . N 30 30 30
Korelasi tahun 2000-2015
∑VFext00 ∑VFin00 ∑VKlbg00
Spearman's rho ∑VFext00 Correlation
Coefficient 1.000 .780** -.015 Sig. (1-tailed) . .000 .468 N 30 30 30
∑VFin00 Correlation
Coefficient .780** 1.000 -.001 Sig. (1-tailed) .000 . .497 N 30 30 30
∑VKlbg00 Correlation
Korelasi Faktor Eksternal dan Internal dengan Kelembagaan tahun 1985-2000
Korelasi antara faktor-faktor eksternal perubahan lahan terhadap kelembagaan sebelum kurun waktu tahun 2000 di desa Babakan adalah sebesar -0,300 yang berarti nilai r < 0. Jika nilai r < 0, artinya telah terjadi hubungan yang linier negatif, yaitu makin kecil nilai variabel faktor-faktor eksternal perubahan lahan (independent) maka makin besar nilai variabel kelembagaan (dependent), atau makin besar nilai variabel faktor-faktor eksternal perubahan lahan
(independent) maka makin kecil pula nilai variabel kelembagaan (dependent). Dengan kata lain, dapat dikatakan bahwa dorongan eksternal perubahan lahan hanya sedikit (kecil)
mempengaruhi nilai perubahan kelembagaannya.
Sementara korelasi antara faktor-faktor internal perubahan lahan terhadap kelembagaan sebelum tahun 2000 adalah sebesar 0,165 yang berarti nilai r > 0. Jika nilai r > 0, artinya telah terjadi hubungan yang linier positif, yaitu makin besar nilai variabel faktor-faktor internal
perubahan lahan (independent) maka besar pula nilai variabel kelembagaan (dependent), atau makin kecil nilai variabel faktor-faktor internal perubahan lahan (independent) maka makin kecil pula nilai variabel kelembagaan (dependent). Dengan kata lain, dapat dikatakan bahwa semakin besar dorongan internal perubahan lahan maka semakin besar pula dalam mempengaruhi nilai perubahan kelembagaannya.
Korelasi antara faktor-faktor eksternal perubahan lahan terhadap kelembagaan setelah kurun waktu tahun 2000 di desa Babakan adalah sebesar -0.015 yang berarti nilai r < 0. Jika nilai r < 0, artinya telah terjadi hubungan yang linier negatif, yaitu makin kecil nilai variabel faktor-faktor eksternal perubahan lahan (independent) maka makin besar nilai variabel kelembagaan (dependent), atau makin besar nilai variabel faktor-faktor eksternal perubahan lahan
(independent) maka makin kecil pula nilai variabel kelembagaan (dependent). Dengan kata lain, dapat dikatakan bahwa dorongan eksternal perubahan lahan hanya sedikit (kecil)
mempengaruhi nilai perubahan kelembagaannya.
Korelasi antara faktor-faktor internal perubahan lahan terhadap kelembagaan setelah kurun waktu tahun 2000 di desa Babakan adalah sebesar -0.001 yang berarti nilai r < 0. Jika nilai r < 0, artinya telah terjadi hubungan yang linier negatif, yaitu makin kecil nilai variabel faktor-faktor internal perubahan lahan (independent) maka makin besar nilai variabel kelembagaan
(dependent), atau makin besar nilai variabel faktor-faktor internal perubahan lahan
(independent) maka makin kecil pula nilai variabel kelembagaan (dependent). Dengan kata lain, dapat dikatakan bahwa dorongan eksternal perubahan lahan hanya sedikit (kecil)
mempengaruhi nilai perubahan kelembagaannya.
Kesimpulan
1.
Faktor yang melatarbelakangi para petani melakukan konversi lahan pertanian Di
desa Babakan dan desa Petir, adalah (1)
faktor eksternal
, yaitu mendapatkan
tawaran kerja diluar pertanian, mengalami gagal panen, masalah sarana produksi
pertanian yang tidak terjangkau, mengalami fluktuasi harga pertanian,
mendapatkan tawaran pihak swasta (
biong
) untuk menjual lahan, dan
2. Terdapat korelasi antara faktor eksternal dan faktor internal alih fungsi lahan dengan eksistensi kelembagaan pertanian yang terjadi di Desa Babakan dan Desa Petir, meskipun dengan variasi yang berbeda-beda.
Di desa Babakan,
Korelasi antara faktor-faktor eksternal perubahan lahan terhadap kelembagaan sebelum
kurun waktu tahun 1985-200 di desa Babakan menunjukkan bahwa bahwa dorongan eksternal perubahan lahan hanya sedikit (kecil) mempengaruhi nilai perubahan kelembagaannya.
Sementara korelasi antara faktor-faktor eksternal perubahan lahan terhadap kelembagaan sebelum tahun 2000 menunjukkan bahwa besarnya dorongan internal perubahan lahan maka akan memperbesar nilai perubahan kelembagaannya.
Di desa Petir,
Korelasi antara faktor-faktor eksternal perubahan lahan terhadap kelembagaan dalam kurun waktu tahun 1985-2000 di desa Babakan menunjukkan bahwa bahwa dorongan eksternal perubahan lahan hanya sedikit (kecil) mempengaruhi nilai perubahan
kelembagaannya. Sementara korelasi antara faktor-faktor eksternal perubahan lahan terhadap kelembagaan dalam kurun waktu tahun 1985-2000 menunjukkan bahwa
besarnya dorongan internal perubahan lahan maka akan memperbesar nilai perubahan kelembagaannya.
Korelasi antara faktor-faktor eksternal perubahan lahan terhadap kelembagaan dalam kurun waktu tahun 2000-2015 di desa Babakan menunjukkan bahwa bahwa dorongan eksternal perubahan lahan hanya sedikit (kecil) mempengaruhi nilai perubahan