• Tidak ada hasil yang ditemukan

ALAT UKUR DAN PENGUKUR N L TR K

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "ALAT UKUR DAN PENGUKUR N L TR K"

Copied!
87
0
0

Teks penuh

(1)

ALAT UKUR DAN

PENGUKUR N L

TR K

(2)

AGENDA

PENDAHULUAN

E D H L

ALAT UKUR & PENGUKURAN

A

ALAT UKUR & PENGUKURAN

APLIKASI

APLIKASI

(3)

PENDAHULUAN

SEJARAH

Bangsa Yunani Kuno adalah pionir dalam keilmuan di Eropa. Thales dari Miletus (625-547 SM) salah satu pemikir Yunani berupaya menyelidiki fenomena yang kemudian kita kenal sebagai listrik dan menyelidiki fenomena yang kemudian kita kenal sebagai listrik dan magnet. Batu amber yang digosok ternyata dapat mengangkat bulu ayam.

Leopold Nobili (1784-1835) membuat salah satu alat ukur listrik l k m di dik l b i “G l m t ”

(4)

AGENDA

PENDAHULUAN

ALAT UKUR & PENGUKURAN

A

APLIKASI

APLIKASI

SOAL

(5)

ALAT UKUR & PENGUKURAN

ALAT UKUR

(6)

ALAT UKUR

ALAT

UKUR

Perangkat untuk menentu kan nilai atau besaran dari

kuantitas atau variabel

ALAT

Perangkat untuk menentukan nilai atau besaran

UKUR

kuantitas atau variabel.

ALAT

UKUR

LISTRIK

g

(7)

ISTILAH – ISTILAH DALAM

PENGUKURAN LISTRIK

• kedekatan alat ukur membaca pada nilai yang sebenarnya dari variabel yang diukur.

AKURASI

n ny y ng u u .

• hasil pengukuran yang dihasilkan dari proses pengukuran, atau derajat untuk membedakan

PRESISI

satu pengukuran dengan lainnya.

• ratio dari sinyal output atau tanggapan alat ukur perubahan input atau variabel yang diukur

KEPEKAAN

perubahan input atau variabel yang diukur.

KE EK

N

• perubahan terkecil dari nilai pengukuran yang

di i l h l k

RESOLUSI

mampu ditanggapi oleh alat ukur.

RESOLUSI

(8)

KARAKTERISTIK ALAT UKUR

a. Ketelitian : didefinisikan sebagai kemampuan suatu alat untuk

d tk h li d k ti h

mendapatkan harga yang paling mendekati harga sebenarnya.

b. Presisi. : didefinisikan sebagai pengukuran tingkat keberhasilanf g p g g dalam mendapatkan suatu harga dari suatu sistem pengukuran.

Contoh :

Kotak Tahanan Dekade Spesifikasi Presisi Ketelitian

A 1, 10, 100, 1000 Ω/step,

garansi 0,1% A = B A lebih teliti dari B g ,

B 1, 10, 100, 1000 Ω/step,

(9)

KARAKTERISTIK ALAT UKUR

c. Kesalahan (error) : selisih antara nilai pembacaan pada alat ukur dan nilai sebenarnya.y

ε = I - T

dimana : ε - Kesalahan

I - Nilai Pembacaan

T - Nilai sebenarnya

d. Koreksi : selisih antara nilai sebenarnya dan nilai pembacaan pada

c = T - I

(10)

BESARAN DAN SIMBOL KELISTRIKAN

Nama alat ukur Besaran Ukur Simbol Satuan Singkatan HubunganFormulasi

Amper meter Arus I A I = V / R Frekuensi meter Frekuensi f Hz

Sequence meter Urutan fasa R,S,T ---Ohmmeter Resistans Ω Ohm Megger , Insullation

Tester

Resistans Insulasi R MOhm Megger bumi , Earthing

(11)

UKURAN STANDARD KELISTRIKAN

• menurut ketentuan Standar Internasional (SI) adalah arus konstan yang dialirkan pada dua konduktor dalam ruang hampa udara dengan jarak 1 meter, di antara kedua penghantar

AMPERE

menimbulkan gaya = 2 × 10-7 newton/m panjang.

• menurut ketentuan SI adalah kawat alloy manganin resistansi 1 Ω yang memiliki tahanan listrik tinggi dan koefisien temperatur rendah, ditempatkan dalam tabung terisolasi yang menjaga dari perubahan temperatur atmosfer.

RESISTANSI

(12)

UKURAN STANDARD KELISTRIKAN

• menurut ketentuan SI, diturunkan dari standart resistansi SI dan standar tegangan SI, dengan menggunakan sistem jembatan Maxwell, dengan diketahui resistansi dan frekuensi secara teliti akan diperoleh standar k it i (f d)

KAPASITANSI

kapasitansi (farad).

• menurut ketentuan SI, diturunkan dari standar resistansi dan standar kapasitansi, dengan metode geometris standar induktor

INDUKTANSI

dengan metode geometris, standar induktor akan diperoleh.

(13)

CONTOH ALAT PENUNJUK LISTRIK

No Jenis Prinsip Kerja Penggunaan Jenis Sirkit

Volt-meter,

Putar antara medan magnit suatu magnit tetap

dan arus

pengubah memakai Volt meter,

2 Penyearah

p g

penyearah semi-konduktor saat suatu alat ukur jenis

Ampere meter, Ohm meter, Frekuensi meter

(14)

No Jenis Prinsip Kerja Penggunaan Jenis Sirkit

3

Thermo-k p l

Kombinasi suatu pengubah memakai thermokopel dan alat

Volt-meter, Ampere-meter,

Arus searah dan Arus

bolak-kopel p

ukur jenis kumparan putar

p ,

Watt meter balik

G l k ik

4 Besi Putar

Gaya elektromagnetik pada suatu inti besi

dalam suatu medan magnit

dinamo Gaya elektromagnetik

Volt-meter,

Ampere-meter, Arus searah dan Arus

bolak-5 dinamo

meter antar arus-arus Watt meter,

Frekuensi meter

(15)

No Jenis Prinsip Kerja Penggunaan Jenis Sirkit

Rotating speed meter, Arus bolak-b lik g

balik dan arus yang terimbas oleh medan

magnit

antara dua elektroda Volt-meter,

Arus searah dan Arus 7

-statik antara dua elektroda

bermuatan Ohm-meter

(16)

Gb.1.a Prinsip kerja alat ukur jenis kuparan putar

(17)

Gb.1.d Gerakan jarum penunjuk

(18)
(19)
(20)
(21)
(22)
(23)
(24)
(25)
(26)
(27)
(28)
(29)
(30)

Gb.8.a Contoh jarum penunjuk

(31)
(32)
(33)
(34)
(35)
(36)

BATAS KESALAHAN ALAT UKUR

Standard IEC 13B-23 mengklasifikasi dalam 8 kelas :

yaitu kelas :

0.05, 0.1, 0.2, 0.5, 1, 1.5, 2.5, 5

Y

di

k dk

b h

k

l h

d i l

k

d l

b

b

Yang dimaksudkan bahwa kesalahan dari alat ukur dalam batas-batas

ukur :

±

0.05%,

±

0.1%,

±

0.2%,

±

0.5%,

±

1%,

±

1.5%,

±

2.5%, 5%

secara relatif terhadap harga maksimumnya.

‰

Alat ukur kelas 0.05, kelas 0.1, kelas 0.2 termasuk golongan alat

ukur dengan ketelitian dan presisi yang tinggi.

ukur dengan ketelitian dan presisi yang tinggi.

‰

Alat ukur kelas 0.5 dipergunakan untuk pengukuran presisi.

‰

Alat ukur dari kelas 1.0, dipergunakan pada alat ukur portable

yang kecil atau alat ukur yang ditempatkan pada panil yang besar.

y g

y g

p

p

p

y g

‰

Alat ukur kelas 1.5 atau kelas 2.5 atau kelas 5 dipergunakan pada

(37)

ALAT UKUR & PENGUKURAN

ALAT UKUR

(38)

PENGUKURAN

PENGERTIAN

suatu perbandingan antara suatu besaran dengan besaran lain yang

biasanya sejenis secara experiment dan salah satu bisa dianggap

standard.

ADA 2 KELOMPOK PENGUKURAN : 1 Pengukuran Besaran Listrik 1. Pengukuran Besaran Listrik.

Contoh : Pengukuran Arus - Amperemeter Pengukuran Tegangan - Voltmeter 2. Pengukuran Besaran Non-Listrik.g

Contoh : Pengukuran Suhu – Thermometer

(39)

HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM

PENGUKURAN :

1. Cara harus benar

2. Alat harus selalu dalam keadaan baik.

PENGUKURAN :

3. Orang / operator yang melakukan pengukuran harus dalam keadaan baik / teliti.

4. Kondisi, yaitu keadaan dimana dilakukan pengukuran.

SEBAB-SEBAB KESALAHAN PENGUKURAN

1. Medan magnit luar 2. Temperatur sekeliling

7. Letak dari alat ukur :

- Tegak

3. Pemanasan sendiri

(40)

Resolution (diskriminasi) dari suatu instrumen adalah pertambahan terkecil dari besaran yang dapat diukur yang dapat ditaksir instrumen dengan

pasti.

Contoh : Sebuah Voltmeter dengan skala uniform terbagi atas 100 bagian skala. Pada skala penuh adalah 200 Volt, 1/10 bagian dapat dibaca dengan jelas

dibaca dengan jelas. Diskriminasi = 1 / 10

Kepekaan (

sensitifity

) : menyatakan perbandingan antara harga

pengukuran dengan besaran respons nya (devisi/mm/derajat)

190 192 194 196

180 200

(41)

SISTEM PENGUKURAN

• Sistem analog berhubungan dengan informasi dan data analog Sinyal analog

SISTEM

informasi dan data analog. Sinyal analog berbentuk fungsi kontinyu, misalnya penunjukan temperatur dalam ditunjukkan oleh skala, penunjuk jarum pada skala meter, atau penunjukan skala elektronik

SISTEM

ANALOG

(42)

SISTEM PENGUKURAN

• Sistem digital berhubungan dengan informasi dan data digital. Penunjukan angka digital berupa angka d k d l d k b h b d

SISTEM

diskret dan pulsa diskontinyu berhubungan dengan waktu. Penunjukan display dari tegangan atau arus dari meter digital berupa angka tanpa harus membaca dari skala meter. Sakelar pemindah frekuensi pada pesawat HT juga merupakan angka

SISTEM

DIGITAL

(43)

PRINSIP KERJA PENGUKURAN LISTRIK

VOLTMETER

R R

G

Voltmeter dibuat dengan memasang Galvanometer

secara seri dengan resistor hambatan tinggi

g

gg

sehingga hambatan voltmeter sangat besar. Hal ini

mengakibatkan arus listrik susah/tidak dapat

li d l

lt

t

(44)

RANGKAIAN DAN PEMASANGAN VOLTMETER

Voltmeter mengukur beda potensial (atau tegangan) dari

sebuah komponen listrik dengan menempatkannya secara

paralel dengan komponen tersebut.

V

paralel dengan komponen tersebut.

(45)

PRINSIP KERJA PENGUKURAN LISTRIK

AMPERMETER

R

G

G

Amperemeter

dibuat

dengan

memasang

Galvanometer secara paralel dengan resistor

hambatan

rendah

sehingga

hambatan

(46)

RANGKAIAN DAN PEMASANGAN AMPERMETER

Ammeter atau amperemeter berfungsi mengukur kuat arus

listrik

yang

melalui

sebuah

komponen

listrik

dengan

menempatkannya secara seri dengan komponen tersebut.

p

y

g

p

A

A

+

(47)

ALAT PENGUKUR, PEMBATAS dan

PERLENGKAPANNYA

Pengukuran listrik

¾ Pengukuran listrik diartikan sebagai kegiatan untuk mengetahui besarnya besaran listrik dan biasanya dengan menggunakan alat ukur.

¾ Pada Instalasi Listrik selalu diperlukan daya ataupun energi listrik. Untuk mengetahui besar daya ataupun energi yang dipakai maka diperlukan alat ukur daya dan energi listrik.

¾ Alat pengukur yang dipakai diantaranya Meter KWH Meter KVARH dan

¾ Alat pengukur yang dipakai diantaranya Meter KWH, Meter KVARH dan Meter KVA maksimum.

Pembatasan

¾ Pembatasan diartikan sebagai kegiatan untuk membatasi suatu besaran

(48)

A 1 Kotak atau Lemari APP ialah suatu kotak atau lemari dengan

A.1 Kotak atau Lemari APP ialah suatu kotak atau lemari dengan

ukuran tertentu yang didalamnya berisi APP dan

perlengkapannya (Trafo arus, trafo tegangan, meter arus ,

meter tegangan sakelar waktu blok terminal klem dsb)

meter tegangan, sakelar waktu, blok terminal, klem, dsb)

A.2 Sakelar waktu ialah suatu peralatan yang digunakan untuk

membuka dan menutup kontak pada selang waktu yang telah

dit t k

K t k k t k i i di

k

t

l i t k

ditentukan. Kontak–kontak ini digunakan antara lain untuk

mengaktifkan meter KVA maksimum dan meter Kwh tarip

ganda.

A.3 Alat Pengukur dan Pembatas (APP) yang dimaksud adalah

terdiri dari :

¾

Pengukur : Meter KWH dan atau Meter KVARH dan atau

Meter KVA maksimum , serta

(49)

ALAT UKUR PORTABEL DAN TETAP

¾

Alat ukur listrik yang telah dijelaskan di atas umumnya

digunakan pada instalasi jaringan listrik.

¾

Jenis pemasangan :

¾Portable :

- alat ukur portabel ini mudah dipergunakan dan dibawa

kemana-i k b h mana sesuai kebutuhan.

¾Tetap : Pada Kotak APP, Panel Hubung Bagi , Lemari Hubung Bagi l t k j is i i di s t t d APP P l H b B i

- alat ukur jenis ini dipasang tetap pada APP , Panel Hubung Bagi ,

(50)

PENGUKURAN LISTRIK

1.

Pengukuran Kapasitansi ( C ) , satuan : Farad , mikroFarad

Pengukuran kapasitansi dilakukan pada kapasitor , kabel

g

p

p

p

,

atau suatu komponen sistem yang bersifat kapasitif.

Contoh Kapasitor pada instalasi listrik :

Kabel tanah

Kapasitor perbaikan faktor daya

2.

Pengukuran Induktansi ( L ) , satuan : Henry , miliHenry

Pengukuran induktansi dilakukan pada rangkaian arus bolak-

g

p

g

balik ( AC )

Contoh Induktansi pada instalasi listrik :

Kumparan (trafo, reaktor , induktor)

Induksi sendiri

(51)

3. Pengukuran Tahanan ( R )

Nilai tahanan R suatu komponen listrik tergantung dari

p

g

g

keperluan akan komponen tersebut

Tahanan kecil

¾

P

h t

t

k b l

k t k k t k

k

kt

h

¾

Penghantar atau kabel , kontak-kontak , konektor harus

mempunyai tahanan kecil supaya tidak terjadi drop

tegangan yang besar dan panas tinggi.

¾

Orde tahanan : < 1 Ohm

¾

Orde tahanan : < 1 Ohm

Tahanan sedang

¾

Resistor dan tahanan pembumian mempunyai tahanan yang

p

p y

y g

nilainya sedang , sesuai dengan keperluannya.

¾

Orde tahanan : > 1 Ohm hingga 100 kOhm

Tahanan Tinggi

Tahanan Tinggi

(52)

3.1Pengukuran Tahanan Kecil

g

‰

Metode Volt Meter – Ampere Meter

‰

I = I + I

Î

‰

I = I

R

+ I

V

Î

‰

V

V

= V

R

Î

I

V

x R

V

= I

R

x R

Î

I

V

= I

R

x (R / R

V

)

(53)

3 2 Pengukuran Tahanan Sedang

3.2. Pengukuran Tahanan Sedang

Metode :

Volt Meter – Ampere Meter

I

(54)

3.3 Pengukuran Tahanan Besar (R > 1 MOhm) 3.3 Pengukuran Tahanan Besar (R 1 MOhm)

‰Tahanan besar ini umumnya dimiliki oleh bahan isolasi : isolator, isolasi

kabel.

‰Yang jadi sumber kesalahan ialah adanya : Arus bocor

‰Metode pengukuran :

¾

J b t Wh t t U t k R i 100 MOh

¾

Jembatan Wheatstone : Untuk R sampai 100 MOhm

¾

Insulation tester : Untuk R sampai 10.000 Mohm

¾

Volt Meter – Micro Ampere Meter

(55)

4. Pengukuran Daya

‰

Daya arus searah ( DC )

‰

Daya arus bolakbalik ( AC )

¾

Daya arus bolakbalik 1-fasa

¾

Daya arus bolakbalik 3-fasay

‰

Komponen Daya arus bolakbalik ( AC )

¾Daya Semu ( Apparent )

= VA , KVA , MVA

¾Daya Aktif ( Nyata = Real ) = W KW

MW

¾Daya Aktif ( Nyata = Real ) = W , KW , MW

¾Daya Reaktif

= VAR , KVAR , MVAR

‰

Parameter Daya :

(56)

5 Pengukuran Faktor Daya

g

y

‰

Alat ukurnya : Cos Phi meter

‰

Digunakan dan terpasang pada :

¾

Panel pengukur mesin pembangkit,

¾

Panel gardu induk,

¾

Gardu Induk,

¾

Al t ji

¾

Alat pengujian,

¾

Penerangan , dll.

‰

Faktor Daya :

¾

cos Φ = P / (V x I) , untuk 1 fasa

(57)

6 SEGITIGA DAYA

(58)

CARA PENGUKURAN DAYA PADA INSTALASI

Cara Pengukuran Daya pada Instalasi berbeda sesuai klasifikasi sambungan pelangganan konsumen.

p gg

1 Sambungan listrik konsumen

Ada 3 golongan sambungan berdasarkan golongan tarif, yaitu:

¾ Sambungan tegangan rendah

¾ Sambungan tegangan rendah

¾Sambungan tegangan menengah

¾Sambungan tegangan tinggi

2 Pengukuran sambungan tegangan rendahg g g g

¾Pengukuran secara langsung menggunakan meter klas 2

¾Pengukuran tidak langsung menggunakan KWH meter klas 1, CT yang

digunakan klas 1 atau lebih kecil

¾Pengukuran arus 100 A ke atas dilakukan menggunakan Trafo arus

¾Pengukuran arus 100 A ke atas dilakukan menggunakan Trafo arus.

¾Dengan Meter Kwh satu phasa dua kawat

(59)

3 Pengukuran pada Sambungan Tegangan Menengah

¾

g

p

g

g g

g

¾

Pengukuran adalah tidak langsung, yaitu menggunakan alat

bantu PT dan CT klas 0.5

¾

Dengan KWh meter fase-tiga 3-kawat , digunakan untuk

jaringan tegangan menengah sistem fasa tiga 3-kawat atau

j

g

g g

m

g

m f

g

dengan tahanan tinggi

¾

Dengan KWh meter fase tiga 4-kawat digunakan untuk jaringan

tegangan menengah sistem fase tiga 4-kawat

4 Pengukuran pada konsumen besar Sambungan Tegangan

Tinggi

¾

Pengukuran tegangan tidak dapat dilakukan langsung karena

tegangan tinggi , maka digunakan alat bantu pengukuran

tegangan yaitu Trafo Tegangan (disingkat PT) kelas 0 5

tegangan yaitu Trafo Tegangan (disingkat PT) kelas 0,5

¾

Pengukuran arus besar tidak dapat dilakukan langsung karena

arus besar , maka digunakan alat bantu pengukuran arus yaitu

trafo arus kelas 0,5.

¾

Pengukuran pada sambungan konsumen besar sambungan

¾

Pengukuran pada sambungan konsumen besar sambungan

(60)
(61)
(62)
(63)

RANGKAIAN CT

(64)

CARA PENYAMBUNGAN / DIAGRAM PENGAWATAN

Meter KWH

‰

KWH meter digunakan untuk mengukur energi listrik yang

menentukan besar kecilnya rekening listrik pemakai.

Meter KWH

m

y

g

p m

‰

Mengingat sangat pentingnya arti kwh meter, baik bagi Penyuplai

maupun si pemakai maka perlu diperhatikan benar – benar cara

penyambungannya.

penyambungannya.

(65)
(66)
(67)

‰Tipe :

FREKWENSI METER

‰Tipe :

¾Tipe bilah bergetar

¾Tipe alat ukur rasio

¾Tip k nd ns t

‰Tipe bilah bergetar dan tipe rasio terbatas daerah pengukurannya.

Untuk daerah pengukuran yang lebar , maka dipakai tipe kondensator

‰Tipe Kondensator

Cara kerja Tipe Kondensator :

Sumber daya yang akan diukur frekuensinya digunakan untuk

mengerakkan suatu Relay (lihat Gbr ). Bila kontak dari relai membuka dan

d f k i f k b CV k li

(68)

Alat ukur ini digunakan untuk mengukur daya aktif (satuan Watt).

WATT METER

Alat ukur ini digunakan untuk mengukur daya aktif (satuan Watt).

Alat ini mempunyai dua kumparan, yaitu :

¾

satu kumparan tetap (kumparan arus) dan

¾

satu kumparan berputar (kumparan tegangan).

¾

satu kumparan berputar (kumparan tegangan).

Alat penunjuk akan berputar melalui suatu sudut yang berbanding lurus dengan hasil kali dari arus yang melaui kumparan arus dan arus yang melaui kumparan tegangan. Dapat dilihat bahwa cara penyambungan watt pada kumparan tegangan. Dapat dilihat bahwa cara penyambungan watt pada dasarnya merupakan kombinasi dari volt meter dan ampere meter.

Sesuai dengan besar daya yang diukur : tingkatannya adalah

W tt t KW t ( kil tt) MW t ( tt)

(69)

‰

I l ti R i t M t d l h l h t d i j i k INSULATION RESISTANCE METER

‰

Insulation Resistance Meter adalah salah satu dari jenis pengukur resistans insulasi .

‰

Alat ini digunakan untuk mengukur resistans insulasi dari instalasi tenaga listrik dan perlengkapan listrik, misalnya: kabel, trafo, CB, Jaring SUTM , listrik dan perlengkapan listrik, misalnya kabel, trafo, CB, Jaring SUTM , dll.

‰

Tegangannya adalah tegangan tinggi arus searah, 250 V , 500 V , 1000 V, 5000 V, dan 10.000 Volt.

‰

T di ilih i d t k j i t t k

‰

Tegangan megger dipilih sesuai dengan tegangan kerja sistem untuk peralatan atau instalasi yang akan diuji.

‰

Resistansi minimum ditetapkan = 1000 Ohm untuk setiap Volt tegangan kerja peralatan yang akan diuji.

(70)

l l l k h d d d l k k d

PENGUJIAN ISOLASI

‰Insulasi instalasi listrik harus diuji dan dilakukan pada:

¾Insulasi fasa – fasa

(R-S , S-T, T-R)

¾Insulasi fasa – netral

(R-N , S-N, T-N)

¾Insulasi fasa – pembumian PE ( R-PE, S-PE, T-PE ).

¾Insulasi netral – pembumian

( N-PE)

‰Pengujian dilakukan pada semua sirkit instalasi mulai dari titik pasok sampai

‰Pengujian dilakukan pada semua sirkit instalasi, mulai dari titik pasok sampai PHB utama, PHB utama dengan PHB cabang, PHB cabang dengan PHB cabang berikutnya sampai sirkit akhir.

‰Nilai resistans insulasi minimum:

‰Nilai resistans insulasi minimum:

Tegangan nominal sirkit Tegangan Uji Resistans Insulasi Ekstra rendah 250 V DC > 0,25 (MΩ)

500 V 500 V DC 0 50 (M ) < 500 V 500 V DC > 0,50 (MΩ)

> 500 V 1000 V DC > 1,00 (MΩ)

(71)

Alat ini diperlukan untuk mengetahui benar tidaknya urutan phasa suatu

ALAT UKUR URUTAN FASA / PHASA SEQUENCE

Alat ini diperlukan untuk mengetahui benar tidaknya urutan phasa suatu instalasi listrik 3-fasa. Bila urutan fasa tidak benar akan berakibat pada :

‰arah putaran motor / mesin listrik menjadi terbalik ;

‰penyambungan instalasi gardu atau konsumen listrik menjadi tidak

‰penyambungan instalasi gardu atau konsumen listrik menjadi tidak

(72)

1 D h

PENGUKURAN DAYA

1. Daya arus searah.

y Pengukuran langsung dengan Watt-meter.

W

y Pengukuran dengan Voltmeter – Amperemeter.

(73)

VA

A

I

V Beban

(a) Sirkit Voltmeter mengukur tegangan beban.

(b) Sirkit Amperemeter mengukur arus beban

Daya = I x Vy

P = IL (VL + VA)

(74)

Daya arus bolak-balik

(75)

APLIKASI

B

KALIBRASI

(76)

KALIBRASI ALAT UKUR

PENGERTIAN KALIBRASI MENURUT ISO/IEC GUIDE 17025:2005

DAN VOCABULARY OF INTERNATIONAL METROLOGY (VIM)

(77)

KALIBRASI ALAT UKUR

TUJUAN KALIBRASI

Untuk mencapai ketertelusuran pengukuran Hasil pengukuran dapat Untuk mencapai ketertelusuran pengukuran. Hasil pengukuran dapat dikaitkan/ditelusur sampai ke standar yang lebih tinggi/teliti (standar primer nasional dan / internasional), melalui rangkaian perbandingan yang tak terputus. Untuk kalibrasi alat ukur digunakan alat standar kalibrasip g yaitu kolimator.

MANFAAT KALIBRASI

Untuk mendukung sistem mutu yang diterapkan di berbagai industri pada peralatan laboratorium dan produksi yang dimiliki.

(78)

2. PENGUKURAN DAYA 3 FASA

a. Pengukuran dengan 1 Watt-meter 3 fasa

Sistem rangkaian dalam watt-meter 3 fasa ini pada dasarnya memakai sistem Aron atau penjumlahan 3 watt-meter 1 fasa. p j

b. Pengukuran dengan Volt-meter, Ampere-meter dan Cos φ

Pengukuran ini hanya dapat dilakukan khusus untuk daya yang seimbang saja, karena pada dasarnya sistem pengukuran daya 1 fasa j , p y p g y

c. Pengukuran dengan 3 Watt-meter

Pengukuran ini dapat dilakukan untuk 3 fasa 3 kawat atau 3 fasa 4 kawat. Pada sistem 3 kawat dipakai bantuan titik netral buatan.

kawat. Pada sistem 3 kawat dipakai bantuan titik netral buatan. d. Pengukuran dengan 2 Watt-meter.

Metode ini lazim disebut metode ARON, dimana tegangan yang diambil kedua watt-meter adalah tegangan fasa-fasa

(79)

PENGUKURAN DAYA BOLAK-BALIK I FASA Sistem bolak-balik dinyatakan :

(80)

PENGUKURAN DAYA 3 FASA 3 KAWAT

DENGAN 3 WATTMETER 1 FASA

P

3

(81)

PENGUKURAN DAYA 3 FASA 4 KAWAT

DENGAN 3 WATTMETER 1 FASA

(82)

PENGUKURAN DAYA 3 FASA 3 KAWAT DENGAN 2 WATTMETER

(Pengukuran Metoda ARON Hubungan Bintang)

(83)

PENGUKURAN DAYA 3 FASA 3 KAWAT DENGAN 2 WATTMETER

(Pengukuran Metoda ARON Hubungan Delta)

(

g

g

)

Hukum Kirchoff Tegangan :

v1 + v2 + v3 =0

v1 = - ( v2 + v3 )

Sehingga diperoleh :

(84)

PENGUKURAN ARUS

(a) Pengukuran Arus yang kecil

Beban A

VDC

(b) P k h

(a) Pengukuran Arus yang kecil (b) Pengukuran Arus Searah yang besar

(85)

PENGUKURAN TEGANGAN

(a) Pengukuran langsung

I CT

(b) Pengukuran tegangan tinggi searah

Beban VABB

I

V

(86)

PRAKTEK

MEMBUAT RANGKAIAN

RANGKAIAN AMPERMETER DAN VOLTMETER BERIKUT DENGAN VARIASI TAHANAN.

RANGKAIAN KWH METER

PENGUKURAN TAHANAN ISOLASI

(87)

Referensi

Dokumen terkait

instrumen ukur atau sistem pengukuran, atau nilai yang diwakili oleh bahan ukur, dengan.. nilai-nilai yang sudah diketahui yang berkaitan dari besaran yang diukur dalam

• Kalibrasi menurut VIM-1993 adalah serangkaian kegiatan dibawah kondisi tertentu untuk menetapkan hubungan antara nilai yang ditunjukkan alat ukur atau sistem pengukuran atau

Air hujan yang tertampung dalam bak dapat diukur melalui gelas ukur (Ombrometer tipe Observatorium) atau secar otomatis diukur melalui goresan pena tinta pada kertas pias yang

Air hujan yang tertampung dalam bak dapat diukur melalui gelas ukur (Ombrometer tipe Observatorium) atau secar otomatis diukur melalui goresan pena tinta pada kertas pias yang

Pengertian kalibrasi itu sendiri adalah serangkaian kegiatan yang membentuk hubungan antar nilai yang ditunjukan oleh suatu alat ukur atau sistem pengukuran,

Kalibrasi adalah “ Serangkaian kegiatan untuk menetapkan hubungan, dalam kondisi tertentu, antara nilai suatu besaran yang ditunjukkan oleh peralatan ukur atau sistem pengukuran, atau

Pada metode mikroskopi, perlu dilakukan kalibrasi yaitu mencari hubungan antara nilai yang ditunjukkan oleh instrumen ukur atau sistem pengukuran, atau nilai

Sebagai suatu besaran, maka besaran turunan dan tambahan diukur dengan instrumen yang digunakan dari instrumen pengukuran besaran pokok. Bentuk alat ukur dari ketujuh