ALAT UKUR DAN
PENGUKUR N L
TR K
AGENDA
•
PENDAHULUAN
E D H L
•
ALAT UKUR & PENGUKURAN
A
ALAT UKUR & PENGUKURAN
APLIKASI
•
APLIKASI
PENDAHULUAN
SEJARAH
Bangsa Yunani Kuno adalah pionir dalam keilmuan di Eropa. Thales dari Miletus (625-547 SM) salah satu pemikir Yunani berupaya menyelidiki fenomena yang kemudian kita kenal sebagai listrik dan menyelidiki fenomena yang kemudian kita kenal sebagai listrik dan magnet. Batu amber yang digosok ternyata dapat mengangkat bulu ayam.
Leopold Nobili (1784-1835) membuat salah satu alat ukur listrik l k m di dik l b i “G l m t ”
AGENDA
•
PENDAHULUAN
•
ALAT UKUR & PENGUKURAN
A
•
APLIKASI
APLIKASI
•
SOAL
ALAT UKUR & PENGUKURAN
•
ALAT UKUR
ALAT UKUR
ALAT
UKUR
Perangkat untuk menentu kan nilai atau besaran dari
kuantitas atau variabel
ALAT
Perangkat untuk menentukan nilai atau besaran
UKUR
kuantitas atau variabel.
ALAT
UKUR
LISTRIK
g
ISTILAH – ISTILAH DALAM
PENGUKURAN LISTRIK
• kedekatan alat ukur membaca pada nilai yang sebenarnya dari variabel yang diukur.
AKURASI
n ny y ng u u .
• hasil pengukuran yang dihasilkan dari proses pengukuran, atau derajat untuk membedakan
PRESISI
satu pengukuran dengan lainnya.
• ratio dari sinyal output atau tanggapan alat ukur perubahan input atau variabel yang diukur
KEPEKAAN
perubahan input atau variabel yang diukur.KE EK
N
• perubahan terkecil dari nilai pengukuran yang
di i l h l k
RESOLUSI
mampu ditanggapi oleh alat ukur.RESOLUSI
KARAKTERISTIK ALAT UKUR
a. Ketelitian : didefinisikan sebagai kemampuan suatu alat untuk
d tk h li d k ti h
mendapatkan harga yang paling mendekati harga sebenarnya.
b. Presisi. : didefinisikan sebagai pengukuran tingkat keberhasilanf g p g g dalam mendapatkan suatu harga dari suatu sistem pengukuran.
Contoh :
Kotak Tahanan Dekade Spesifikasi Presisi Ketelitian
A 1, 10, 100, 1000 Ω/step,
garansi 0,1% A = B A lebih teliti dari B g ,
B 1, 10, 100, 1000 Ω/step,
KARAKTERISTIK ALAT UKUR
c. Kesalahan (error) : selisih antara nilai pembacaan pada alat ukur dan nilai sebenarnya.y
ε = I - T
dimana : ε - Kesalahan
I - Nilai Pembacaan
T - Nilai sebenarnya
d. Koreksi : selisih antara nilai sebenarnya dan nilai pembacaan pada
c = T - I
BESARAN DAN SIMBOL KELISTRIKAN
Nama alat ukur Besaran Ukur Simbol Satuan Singkatan HubunganFormulasi
Amper meter Arus I A I = V / R Frekuensi meter Frekuensi f Hz
Sequence meter Urutan fasa R,S,T ---Ohmmeter Resistans Ω Ohm Megger , Insullation
Tester
Resistans Insulasi R MOhm Megger bumi , Earthing
UKURAN STANDARD KELISTRIKAN
• menurut ketentuan Standar Internasional (SI) adalah arus konstan yang dialirkan pada dua konduktor dalam ruang hampa udara dengan jarak 1 meter, di antara kedua penghantar
AMPERE
menimbulkan gaya = 2 × 10-7 newton/m panjang.
• menurut ketentuan SI adalah kawat alloy manganin resistansi 1 Ω yang memiliki tahanan listrik tinggi dan koefisien temperatur rendah, ditempatkan dalam tabung terisolasi yang menjaga dari perubahan temperatur atmosfer.
RESISTANSI
UKURAN STANDARD KELISTRIKAN
• menurut ketentuan SI, diturunkan dari standart resistansi SI dan standar tegangan SI, dengan menggunakan sistem jembatan Maxwell, dengan diketahui resistansi dan frekuensi secara teliti akan diperoleh standar k it i (f d)
KAPASITANSI
kapasitansi (farad).
• menurut ketentuan SI, diturunkan dari standar resistansi dan standar kapasitansi, dengan metode geometris standar induktor
INDUKTANSI
dengan metode geometris, standar induktor akan diperoleh.CONTOH ALAT PENUNJUK LISTRIK
No Jenis Prinsip Kerja Penggunaan Jenis Sirkit
Volt-meter,
Putar antara medan magnit suatu magnit tetap
dan arus
pengubah memakai Volt meter,
2 Penyearah
p g
penyearah semi-konduktor saat suatu alat ukur jenis
Ampere meter, Ohm meter, Frekuensi meter
No Jenis Prinsip Kerja Penggunaan Jenis Sirkit
3
Thermo-k p l
Kombinasi suatu pengubah memakai thermokopel dan alat
Volt-meter, Ampere-meter,
Arus searah dan Arus
bolak-kopel p
ukur jenis kumparan putar
p ,
Watt meter balik
G l k ik
4 Besi Putar
Gaya elektromagnetik pada suatu inti besi
dalam suatu medan magnit
dinamo Gaya elektromagnetik
Volt-meter,
Ampere-meter, Arus searah dan Arus
bolak-5 dinamo
meter antar arus-arus Watt meter,
Frekuensi meter
No Jenis Prinsip Kerja Penggunaan Jenis Sirkit
Rotating speed meter, Arus bolak-b lik g
balik dan arus yang terimbas oleh medan
magnit
antara dua elektroda Volt-meter,
Arus searah dan Arus 7
-statik antara dua elektroda
bermuatan Ohm-meter
Gb.1.a Prinsip kerja alat ukur jenis kuparan putar
Gb.1.d Gerakan jarum penunjuk
Gb.8.a Contoh jarum penunjuk
BATAS KESALAHAN ALAT UKUR
Standard IEC 13B-23 mengklasifikasi dalam 8 kelas :
yaitu kelas :
0.05, 0.1, 0.2, 0.5, 1, 1.5, 2.5, 5
Y
di
k dk
b h
k
l h
d i l
k
d l
b
b
Yang dimaksudkan bahwa kesalahan dari alat ukur dalam batas-batas
ukur :
±
0.05%,
±
0.1%,
±
0.2%,
±
0.5%,
±
1%,
±
1.5%,
±
2.5%, 5%
secara relatif terhadap harga maksimumnya.
Alat ukur kelas 0.05, kelas 0.1, kelas 0.2 termasuk golongan alat
ukur dengan ketelitian dan presisi yang tinggi.
ukur dengan ketelitian dan presisi yang tinggi.
Alat ukur kelas 0.5 dipergunakan untuk pengukuran presisi.
Alat ukur dari kelas 1.0, dipergunakan pada alat ukur portable
yang kecil atau alat ukur yang ditempatkan pada panil yang besar.
y g
y g
p
p
p
y g
Alat ukur kelas 1.5 atau kelas 2.5 atau kelas 5 dipergunakan pada
ALAT UKUR & PENGUKURAN
•
ALAT UKUR
PENGUKURAN
PENGERTIAN
suatu perbandingan antara suatu besaran dengan besaran lain yang
biasanya sejenis secara experiment dan salah satu bisa dianggap
standard.
ADA 2 KELOMPOK PENGUKURAN : 1 Pengukuran Besaran Listrik 1. Pengukuran Besaran Listrik.
Contoh : Pengukuran Arus - Amperemeter Pengukuran Tegangan - Voltmeter 2. Pengukuran Besaran Non-Listrik.g
Contoh : Pengukuran Suhu – Thermometer
HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM
PENGUKURAN :
1. Cara harus benar
2. Alat harus selalu dalam keadaan baik.
PENGUKURAN :
3. Orang / operator yang melakukan pengukuran harus dalam keadaan baik / teliti.
4. Kondisi, yaitu keadaan dimana dilakukan pengukuran.
SEBAB-SEBAB KESALAHAN PENGUKURAN
1. Medan magnit luar 2. Temperatur sekeliling
7. Letak dari alat ukur :
- Tegak
┴
3. Pemanasan sendiriResolution (diskriminasi) dari suatu instrumen adalah pertambahan terkecil dari besaran yang dapat diukur yang dapat ditaksir instrumen dengan
pasti.
Contoh : Sebuah Voltmeter dengan skala uniform terbagi atas 100 bagian skala. Pada skala penuh adalah 200 Volt, 1/10 bagian dapat dibaca dengan jelas
dibaca dengan jelas. Diskriminasi = 1 / 10
Kepekaan (
sensitifity
) : menyatakan perbandingan antara harga
pengukuran dengan besaran respons nya (devisi/mm/derajat)
190 192 194 196
180 200
SISTEM PENGUKURAN
• Sistem analog berhubungan dengan informasi dan data analog Sinyal analog
SISTEM
informasi dan data analog. Sinyal analog berbentuk fungsi kontinyu, misalnya penunjukan temperatur dalam ditunjukkan oleh skala, penunjuk jarum pada skala meter, atau penunjukan skala elektronikSISTEM
ANALOG
SISTEM PENGUKURAN
• Sistem digital berhubungan dengan informasi dan data digital. Penunjukan angka digital berupa angka d k d l d k b h b d
SISTEM
diskret dan pulsa diskontinyu berhubungan dengan waktu. Penunjukan display dari tegangan atau arus dari meter digital berupa angka tanpa harus membaca dari skala meter. Sakelar pemindah frekuensi pada pesawat HT juga merupakan angkaSISTEM
DIGITAL
PRINSIP KERJA PENGUKURAN LISTRIK
VOLTMETER
R R
G
Voltmeter dibuat dengan memasang Galvanometer
secara seri dengan resistor hambatan tinggi
g
gg
sehingga hambatan voltmeter sangat besar. Hal ini
mengakibatkan arus listrik susah/tidak dapat
li d l
lt
t
RANGKAIAN DAN PEMASANGAN VOLTMETER
Voltmeter mengukur beda potensial (atau tegangan) dari
sebuah komponen listrik dengan menempatkannya secara
paralel dengan komponen tersebut.
V
paralel dengan komponen tersebut.
PRINSIP KERJA PENGUKURAN LISTRIK
AMPERMETER
R
G
G
Amperemeter
dibuat
dengan
memasang
Galvanometer secara paralel dengan resistor
hambatan
rendah
sehingga
hambatan
RANGKAIAN DAN PEMASANGAN AMPERMETER
Ammeter atau amperemeter berfungsi mengukur kuat arus
listrik
yang
melalui
sebuah
komponen
listrik
dengan
menempatkannya secara seri dengan komponen tersebut.
p
y
g
p
A
A
+ ‐
ALAT PENGUKUR, PEMBATAS dan
PERLENGKAPANNYA
Pengukuran listrik
¾ Pengukuran listrik diartikan sebagai kegiatan untuk mengetahui besarnya besaran listrik dan biasanya dengan menggunakan alat ukur.
¾ Pada Instalasi Listrik selalu diperlukan daya ataupun energi listrik. Untuk mengetahui besar daya ataupun energi yang dipakai maka diperlukan alat ukur daya dan energi listrik.
¾ Alat pengukur yang dipakai diantaranya Meter KWH Meter KVARH dan
¾ Alat pengukur yang dipakai diantaranya Meter KWH, Meter KVARH dan Meter KVA maksimum.
Pembatasan
¾ Pembatasan diartikan sebagai kegiatan untuk membatasi suatu besaran
A 1 Kotak atau Lemari APP ialah suatu kotak atau lemari dengan
A.1 Kotak atau Lemari APP ialah suatu kotak atau lemari dengan
ukuran tertentu yang didalamnya berisi APP dan
perlengkapannya (Trafo arus, trafo tegangan, meter arus ,
meter tegangan sakelar waktu blok terminal klem dsb)
meter tegangan, sakelar waktu, blok terminal, klem, dsb)
A.2 Sakelar waktu ialah suatu peralatan yang digunakan untuk
membuka dan menutup kontak pada selang waktu yang telah
dit t k
K t k k t k i i di
k
t
l i t k
ditentukan. Kontak–kontak ini digunakan antara lain untuk
mengaktifkan meter KVA maksimum dan meter Kwh tarip
ganda.
A.3 Alat Pengukur dan Pembatas (APP) yang dimaksud adalah
terdiri dari :
¾
Pengukur : Meter KWH dan atau Meter KVARH dan atau
Meter KVA maksimum , serta
ALAT UKUR PORTABEL DAN TETAP
¾
Alat ukur listrik yang telah dijelaskan di atas umumnya
digunakan pada instalasi jaringan listrik.
¾
Jenis pemasangan :
¾Portable :
- alat ukur portabel ini mudah dipergunakan dan dibawa
kemana-i k b h mana sesuai kebutuhan.
¾Tetap : Pada Kotak APP, Panel Hubung Bagi , Lemari Hubung Bagi l t k j is i i di s t t d APP P l H b B i
- alat ukur jenis ini dipasang tetap pada APP , Panel Hubung Bagi ,
PENGUKURAN LISTRIK
1.
Pengukuran Kapasitansi ( C ) , satuan : Farad , mikroFarad
Pengukuran kapasitansi dilakukan pada kapasitor , kabel
g
p
p
p
,
atau suatu komponen sistem yang bersifat kapasitif.
Contoh Kapasitor pada instalasi listrik :
–
Kabel tanah
–
Kapasitor perbaikan faktor daya
2.
Pengukuran Induktansi ( L ) , satuan : Henry , miliHenry
Pengukuran induktansi dilakukan pada rangkaian arus bolak-
g
p
g
balik ( AC )
Contoh Induktansi pada instalasi listrik :
–
Kumparan (trafo, reaktor , induktor)
–
Induksi sendiri
3. Pengukuran Tahanan ( R )
Nilai tahanan R suatu komponen listrik tergantung dari
p
g
g
keperluan akan komponen tersebut
Tahanan kecil
¾
P
h t
t
k b l
k t k k t k
k
kt
h
¾
Penghantar atau kabel , kontak-kontak , konektor harus
mempunyai tahanan kecil supaya tidak terjadi drop
tegangan yang besar dan panas tinggi.
¾
Orde tahanan : < 1 Ohm
¾
Orde tahanan : < 1 Ohm
Tahanan sedang
¾
Resistor dan tahanan pembumian mempunyai tahanan yang
p
p y
y g
nilainya sedang , sesuai dengan keperluannya.
¾
Orde tahanan : > 1 Ohm hingga 100 kOhm
Tahanan Tinggi
Tahanan Tinggi
3.1Pengukuran Tahanan Kecil
g
Metode Volt Meter – Ampere Meter
I = I + I
Î
I = I
R+ I
VÎ
V
V= V
RÎ
I
Vx R
V= I
Rx R
Î
I
V= I
Rx (R / R
V)
3 2 Pengukuran Tahanan Sedang
3.2. Pengukuran Tahanan Sedang
Metode :
–
Volt Meter – Ampere Meter
I
3.3 Pengukuran Tahanan Besar (R > 1 MOhm) 3.3 Pengukuran Tahanan Besar (R 1 MOhm)
Tahanan besar ini umumnya dimiliki oleh bahan isolasi : isolator, isolasi
kabel.Yang jadi sumber kesalahan ialah adanya : Arus bocor
Metode pengukuran :
¾
J b t Wh t t U t k R i 100 MOh¾
Jembatan Wheatstone : Untuk R sampai 100 MOhm¾
Insulation tester : Untuk R sampai 10.000 Mohm¾
Volt Meter – Micro Ampere Meter4. Pengukuran Daya
Daya arus searah ( DC )
Daya arus bolakbalik ( AC )¾
Daya arus bolakbalik 1-fasa¾
Daya arus bolakbalik 3-fasay
Komponen Daya arus bolakbalik ( AC )¾Daya Semu ( Apparent )
= VA , KVA , MVA¾Daya Aktif ( Nyata = Real ) = W KW
MW¾Daya Aktif ( Nyata = Real ) = W , KW , MW
¾Daya Reaktif
= VAR , KVAR , MVAR
Parameter Daya :5 Pengukuran Faktor Daya
g
y
Alat ukurnya : Cos Phi meter
Digunakan dan terpasang pada :
¾
Panel pengukur mesin pembangkit,¾
Panel gardu induk,¾
Gardu Induk,¾
Al t ji¾
Alat pengujian,¾
Penerangan , dll.
Faktor Daya :
¾
cos Φ = P / (V x I) , untuk 1 fasa6 SEGITIGA DAYA
CARA PENGUKURAN DAYA PADA INSTALASI
Cara Pengukuran Daya pada Instalasi berbeda sesuai klasifikasi sambungan pelangganan konsumen.
p gg
1 Sambungan listrik konsumen
Ada 3 golongan sambungan berdasarkan golongan tarif, yaitu:
¾ Sambungan tegangan rendah
¾ Sambungan tegangan rendah
¾Sambungan tegangan menengah
¾Sambungan tegangan tinggi
2 Pengukuran sambungan tegangan rendahg g g g
¾Pengukuran secara langsung menggunakan meter klas 2
¾Pengukuran tidak langsung menggunakan KWH meter klas 1, CT yang
digunakan klas 1 atau lebih kecil¾Pengukuran arus 100 A ke atas dilakukan menggunakan Trafo arus
¾Pengukuran arus 100 A ke atas dilakukan menggunakan Trafo arus.
¾Dengan Meter Kwh satu phasa dua kawat
3 Pengukuran pada Sambungan Tegangan Menengah
¾
g
p
g
g g
g
¾
Pengukuran adalah tidak langsung, yaitu menggunakan alat
bantu PT dan CT klas 0.5
¾
Dengan KWh meter fase-tiga 3-kawat , digunakan untuk
jaringan tegangan menengah sistem fasa tiga 3-kawat atau
j
g
g g
m
g
m f
g
dengan tahanan tinggi
¾
Dengan KWh meter fase tiga 4-kawat digunakan untuk jaringan
tegangan menengah sistem fase tiga 4-kawat
4 Pengukuran pada konsumen besar Sambungan Tegangan
Tinggi
¾
Pengukuran tegangan tidak dapat dilakukan langsung karena
tegangan tinggi , maka digunakan alat bantu pengukuran
tegangan yaitu Trafo Tegangan (disingkat PT) kelas 0 5
tegangan yaitu Trafo Tegangan (disingkat PT) kelas 0,5
¾
Pengukuran arus besar tidak dapat dilakukan langsung karena
arus besar , maka digunakan alat bantu pengukuran arus yaitu
trafo arus kelas 0,5.
¾
Pengukuran pada sambungan konsumen besar sambungan
¾
Pengukuran pada sambungan konsumen besar sambungan
RANGKAIAN CT
CARA PENYAMBUNGAN / DIAGRAM PENGAWATAN
Meter KWH
KWH meter digunakan untuk mengukur energi listrik yang
menentukan besar kecilnya rekening listrik pemakai.
Meter KWH
m
y
g
p m
Mengingat sangat pentingnya arti kwh meter, baik bagi Penyuplai
maupun si pemakai maka perlu diperhatikan benar – benar cara
penyambungannya.
penyambungannya.
Tipe :
FREKWENSI METER
Tipe :
¾Tipe bilah bergetar
¾Tipe alat ukur rasio
¾Tip k nd ns t
Tipe bilah bergetar dan tipe rasio terbatas daerah pengukurannya.
Untuk daerah pengukuran yang lebar , maka dipakai tipe kondensatorTipe Kondensator
Cara kerja Tipe Kondensator :
Sumber daya yang akan diukur frekuensinya digunakan untuk
mengerakkan suatu Relay (lihat Gbr ). Bila kontak dari relai membuka dan
d f k i f k b CV k li
Alat ukur ini digunakan untuk mengukur daya aktif (satuan Watt).
WATT METER
Alat ukur ini digunakan untuk mengukur daya aktif (satuan Watt).
Alat ini mempunyai dua kumparan, yaitu :
¾
satu kumparan tetap (kumparan arus) dan¾
satu kumparan berputar (kumparan tegangan).¾
satu kumparan berputar (kumparan tegangan).Alat penunjuk akan berputar melalui suatu sudut yang berbanding lurus dengan hasil kali dari arus yang melaui kumparan arus dan arus yang melaui kumparan tegangan. Dapat dilihat bahwa cara penyambungan watt pada kumparan tegangan. Dapat dilihat bahwa cara penyambungan watt pada dasarnya merupakan kombinasi dari volt meter dan ampere meter.
Sesuai dengan besar daya yang diukur : tingkatannya adalah
W tt t KW t ( kil tt) MW t ( tt)
I l ti R i t M t d l h l h t d i j i k INSULATION RESISTANCE METER
Insulation Resistance Meter adalah salah satu dari jenis pengukur resistans insulasi .
Alat ini digunakan untuk mengukur resistans insulasi dari instalasi tenaga listrik dan perlengkapan listrik, misalnya: kabel, trafo, CB, Jaring SUTM , listrik dan perlengkapan listrik, misalnya kabel, trafo, CB, Jaring SUTM , dll.
Tegangannya adalah tegangan tinggi arus searah, 250 V , 500 V , 1000 V, 5000 V, dan 10.000 Volt.
T di ilih i d t k j i t t k
Tegangan megger dipilih sesuai dengan tegangan kerja sistem untuk peralatan atau instalasi yang akan diuji.
Resistansi minimum ditetapkan = 1000 Ohm untuk setiap Volt tegangan kerja peralatan yang akan diuji.l l l k h d d d l k k d
PENGUJIAN ISOLASI
Insulasi instalasi listrik harus diuji dan dilakukan pada:
¾Insulasi fasa – fasa
(R-S , S-T, T-R)¾Insulasi fasa – netral
(R-N , S-N, T-N)¾Insulasi fasa – pembumian PE ( R-PE, S-PE, T-PE ).
¾Insulasi netral – pembumian
( N-PE)Pengujian dilakukan pada semua sirkit instalasi mulai dari titik pasok sampai
Pengujian dilakukan pada semua sirkit instalasi, mulai dari titik pasok sampai PHB utama, PHB utama dengan PHB cabang, PHB cabang dengan PHB cabang berikutnya sampai sirkit akhir.
Nilai resistans insulasi minimum:
Nilai resistans insulasi minimum:
Tegangan nominal sirkit Tegangan Uji Resistans Insulasi Ekstra rendah 250 V DC > 0,25 (MΩ)
500 V 500 V DC 0 50 (M ) < 500 V 500 V DC > 0,50 (MΩ)
> 500 V 1000 V DC > 1,00 (MΩ)
Alat ini diperlukan untuk mengetahui benar tidaknya urutan phasa suatu
ALAT UKUR URUTAN FASA / PHASA SEQUENCE
Alat ini diperlukan untuk mengetahui benar tidaknya urutan phasa suatu instalasi listrik 3-fasa. Bila urutan fasa tidak benar akan berakibat pada :
arah putaran motor / mesin listrik menjadi terbalik ;
penyambungan instalasi gardu atau konsumen listrik menjadi tidak
penyambungan instalasi gardu atau konsumen listrik menjadi tidak
1 D h
PENGUKURAN DAYA
1. Daya arus searah.
y Pengukuran langsung dengan Watt-meter.
W
y Pengukuran dengan Voltmeter – Amperemeter.
VA
A
I
V Beban
(a) Sirkit Voltmeter mengukur tegangan beban.
(b) Sirkit Amperemeter mengukur arus beban
Daya = I x Vy
P = IL (VL + VA)
Daya arus bolak-balik
APLIKASI
B
•
KALIBRASI
KALIBRASI ALAT UKUR
PENGERTIAN KALIBRASI MENURUT ISO/IEC GUIDE 17025:2005
DAN VOCABULARY OF INTERNATIONAL METROLOGY (VIM)
KALIBRASI ALAT UKUR
TUJUAN KALIBRASI
Untuk mencapai ketertelusuran pengukuran Hasil pengukuran dapat Untuk mencapai ketertelusuran pengukuran. Hasil pengukuran dapat dikaitkan/ditelusur sampai ke standar yang lebih tinggi/teliti (standar primer nasional dan / internasional), melalui rangkaian perbandingan yang tak terputus. Untuk kalibrasi alat ukur digunakan alat standar kalibrasip g yaitu kolimator.
MANFAAT KALIBRASI
Untuk mendukung sistem mutu yang diterapkan di berbagai industri pada peralatan laboratorium dan produksi yang dimiliki.
2. PENGUKURAN DAYA 3 FASA
a. Pengukuran dengan 1 Watt-meter 3 fasa
Sistem rangkaian dalam watt-meter 3 fasa ini pada dasarnya memakai sistem Aron atau penjumlahan 3 watt-meter 1 fasa. p j
b. Pengukuran dengan Volt-meter, Ampere-meter dan Cos φ
Pengukuran ini hanya dapat dilakukan khusus untuk daya yang seimbang saja, karena pada dasarnya sistem pengukuran daya 1 fasa j , p y p g y
c. Pengukuran dengan 3 Watt-meter
Pengukuran ini dapat dilakukan untuk 3 fasa 3 kawat atau 3 fasa 4 kawat. Pada sistem 3 kawat dipakai bantuan titik netral buatan.
kawat. Pada sistem 3 kawat dipakai bantuan titik netral buatan. d. Pengukuran dengan 2 Watt-meter.
Metode ini lazim disebut metode ARON, dimana tegangan yang diambil kedua watt-meter adalah tegangan fasa-fasa
PENGUKURAN DAYA BOLAK-BALIK I FASA Sistem bolak-balik dinyatakan :
PENGUKURAN DAYA 3 FASA 3 KAWAT
DENGAN 3 WATTMETER 1 FASA
P
3PENGUKURAN DAYA 3 FASA 4 KAWAT
DENGAN 3 WATTMETER 1 FASA
PENGUKURAN DAYA 3 FASA 3 KAWAT DENGAN 2 WATTMETER
(Pengukuran Metoda ARON Hubungan Bintang)
PENGUKURAN DAYA 3 FASA 3 KAWAT DENGAN 2 WATTMETER
(Pengukuran Metoda ARON Hubungan Delta)
(
g
g
)
Hukum Kirchoff Tegangan :
v1 + v2 + v3 =0
v1 = - ( v2 + v3 )
Sehingga diperoleh :
PENGUKURAN ARUS
(a) Pengukuran Arus yang kecil
Beban A
VDC
(b) P k h
(a) Pengukuran Arus yang kecil (b) Pengukuran Arus Searah yang besar
PENGUKURAN TEGANGAN
(a) Pengukuran langsungI CT
(b) Pengukuran tegangan tinggi searah
Beban VABB
I
V
PRAKTEK
MEMBUAT RANGKAIAN
RANGKAIAN AMPERMETER DAN VOLTMETER BERIKUT DENGAN VARIASI TAHANAN.
RANGKAIAN KWH METER
PENGUKURAN TAHANAN ISOLASI