Perluasan Strategi Keamanan Nasional Indonesia
1. Indonesia sebagai negara kepulauan perlu memperhatikan kekuatan atau kuantitas armada laut tiap negara tetangga. Sebagai negara yang dilalui oleh jalur perdagangan / pelayaran internasional dan terletak diantara dua benua yaitu Asia dan Australia, Indonesia perlu memperkuat penjagaan keamanan di perbatasan baik di pulau (berbatasan dengan Malaysia, Filipina, Australia, Singapura) maupun di darat (berbatasan dengan Malaysia, PNG dan Timor Leste) untuk mencegah adanya kejahatan transnasional. Penambahan armada patroli laut yang signifikan mutlak dibutuhkan untuk membangun rasa aman dari tiap kapal dagang atau kapal pengangkut komoditas yang melintas ke perairan Indonesia. Selain itu, Indonesia perlu membangun pelabuhan-pelabuhan baru yang memenuhi regulasi internasional dan juga menampung tonase kapal yang amat besar, atau setidaknya memperbesar secara maksimal tiap darmaga dari pelabuhan-pelabuhan yang sudah ada. Hal ini agar ada rasa percaya dari berbagai pihak asing terhadap Indonesia bahwa Indonesia menyediakan tempat berlabuh yang aman dan memadai bagi berbagai kapal asing, sehingga meminimalkan kesempatan para penjahat (pembajak) transnasional untuk melakukan serangan ke berbagai kapal dagang.
sebagai prinsip sosiokultural dalam menjaga perbatasan, yaitu fleksibilitas tentara dari negara yang saling bersebelahan untuk lebih toleran dalam mengatur lalulintas penduduk kedua negara dalam melintasi perbatasan karena alasan kekerabatan turun-temurun jauh sebelum terpisah atas batas negara. Dengan perbatasan yang beragam dan amat panjang, yaitu pulau dan perairan, TNI perlu melakukan pembenahan prioritas dalam pengelolaan perbatasan.
4. Dalam globalisasi ekonomi saat ini, Indonesia harus melakukan proteksi perdagangan terhadap hasil pertanian dan perkebunan serta produk lokal Indonesia lainnya, serta menaikkan tarif bagi barang sejenis yang di impor ke Indonesia. Pada beberapa contoh proteksionisme yang terjadi di banyak negara, sering terjadi kerentanan pengaduan ke WTO jika suatu negara dianggap melakukan diskriminasi berlebihan produk asing padahal negara penolak barang ekspor tadi malah melakukan banjir produk ke negara yang produknya ditolak masuk. Untuk mencegah Indonesia terkena sanksi dagang dari WTO, salah satu cara untuk lebih membuat produk Indonesia tetap lebih laku di pasaran dalam negeri ialah menegakkan sertifikasi produk (SNI, Standar Nasional Indonesia) secara ketat terhadap semua produk yang boleh dijual di pasar dalam negeri. Dengan menerapkan standar sertifikasi, produsen lokal dituntut melakukan pembenahan kualitas produk, sehingga layak dipilih konsumen dalam negeri. Sementara standar yang sama harus tegas pula diberlakukan pada produk asing/impor yang masuk. Jika suatu negara mitra dagang terus-menerus gagal memenuhi standar sertifikasi produk yang diminta Indonesia, Indonesia memiliki kekuatan hukum yang sah (dan tak bisa digugat di WTO) untuk meminta negara pengekspor barang tadi untuk menurunkan tingkat ekspornya. Hal ini akan membuat produk Indonesia/dalam negeri terjaga keberadaannya (tetap laris) di tiap pasar di dalam negeri.
sudah sulit dibuat dan nyaris diekspor besar-besaran, tapi kolaps akibat aturan penghematan dana besar-besaran sebagai syarat menerima bantuan asing (IMF, 1997). Dengan kondisi APBN yang jauh lebih kuat dibanding sekitar 15 tahun lalu, sudah saatnya pemerintah Indonesia lebih konsisten mendanai pembuatan pesawat nasional. Terlebih dengan ASEAN Open Sky 2015 dan melonjaknya kebutuhan pesawat penumpang besar-besaran, harusnya menjadi keuntungan Indonesia jika mampu membuat sendiri pesawat yang dibutuhkan dan tak lagi menjadi amat tergantung dari negara lain yang mampu menjadi produsen pesawat. 6. Indonesia terutama melalui peran para pemimpin bangsa dan di daerah harus membentuk karakter nasional di dalam masyarakat sehingga kecintaan terhadap tanah air terutama budaya lokalnya akan lebih besar dibandingkan budaya barat yang berkembang seiring dengan globalisasi. Dengan rancangan mata pelajaran Budi Pekerti sebagai gabungan pembelajaran berbagai agama resmi di Indonesia, diharapkan dapat menunjang mata pelajaran Kewarganegaraan/PMP/PKN untuk menumbuhkan semangat kebangsaan dan semangat toleransi dan gotong royong, sebagai local genius identitas bangsa ini dihadapan bangsa lain di dunia.
negara tetangga saat berada di perbatasan, akan melatih kemampuan MD dari utamanya para civitas HI. Yang nantinya, jika setelah lulus dan kemudian memilih jakur pekerjaan diplomatik, diharap menjadi diplomat andal bagi Indonesia.
7. Indonesia harus menangani masalah human security dengan memaksimalkan kinerja Kementerian Kesehatan bekerjasama dengan Kementerian Sosial, Komnas HAM, serta lembaga terkait, dan membentuk badan daerah yang mengkaji permasalahan human security sehingga laporan mengenai masalah human security dapat dengan mudah diketahui berbagai stakeholder yang ada. Pencapaian ini juga harus didukung oleh semua pihak yaitu pemerintah dalam skala daerah. Indonesia pun harus membentuk kerjasama dengan NGO yang bekerja dalam bidang human security agar mampu menjangkau daerah-daerah terpelosok dan menyelesaikan permasalahan human security yang sangat kompleks. Salah satunya,dengan mulai hadirnya lagi kasus-kasus Flu Burung, perlu tindakan cepat dari berbagai stakeholder untuk meredam kecemasan masyarakat agar tak ada lagi penularan lebih jauh, baik warga dan juga unggas. Terkait mulai seringnya terjadi kasus/konflik sosial di masyarakat dalam satu tahun terakhir dan bisa jadi akan makin banyak konflik sosial menjelang berbagai pemilukada di berbagai daerah dan menjelang pemilu 2014 , Kementerian Sosial perlu bekerjasama dengan Komnas HAM dan juga Kepolisian untuk membangun ketertiban masyarakat tanpa terjadi pelanggaran HAM. Hal ini sejalan dengan dibentuknya UU No. 7 Tahun 2012 tentang Penanganan Konflik Sosial. Meminimalkan konflik sosial dengan membangun ketertiban masyarakat tanpa memakai kekerasan berlebihan/sistematis, akan meminimalkan pula terjadinya problem human security di berbagai daerah.