• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tugas 1 Makalah Tentang PKS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Tugas 1 Makalah Tentang PKS"

Copied!
27
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin, puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan kekuatan kepada penyusun hingga dapat menyelesaikan penyusunan “Makalah Pengendalian Kualitas Statitik (PKS)”. Penyusunan makalah ini adalah merupakan salah satu tugas individu mata kuliah Pengendalian Kualitas Statistik (PKS).

Dalam penyusunan makalah Pengendalian Kualitas Statistik (PKS) ini, penyusun merasa masih banyak kekurangan-kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi yang masih jauh dari kategori sempurna yang dapat memuaskan bagi semua kalangan dalam berbagai aspek, mengingat akan kemampuan yang dimiliki penulis. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangan penyusun harapkan yang bersifat membagun agar makalah ini lebih termanfaatkan bagi kita semua di masa yang akan dating.

Dalam penyusunan makalah ini, penyusun menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang membantu dalam menyelesaikan proses penyusunan makalah ini, baik secara langsung maupun tidak langsung sehingga makalah ini dapat terselesaikan.

Akhirnya penulis berharap semoga Allah memberikan imbalan yang setimpal pada mereka yang telah memberikan bantuan, dan dapat menjadikan semua bantuan ini sebagai ibadah, Amiin Yaa Rabbal ‘Alamin.

Gowa, April 2013

(3)
(4)

BAB I PENDAHULUAN A. Latarbelakang

Kualitas dari produk yang dihasilkan oleh suatu perusahaan ditentukan berdasarkan ukuran-ukuran dan karakteristik tertentu. Suatu produk dikatakan berkualitas baik apabila dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan atau dapat diterima oleh pelanggan sebagai batas spesifikasi, dan proses yang baik yang diberikan oleh produsen sebagai batas kontrol. Barang yang kualitas atau prosesnya jelek menurut produsen belum tentu ditolak oleh pelanggan, dan sebaliknya barang diluar batas kontrol produsen, karena merupakan barang yang rusak atau cacat tetapi oleh konsumen masih diterima. Sedangkan barang yang dikatakan baik oleh produsen tetapi sudah ditolak oleh konsumen karena di luar batas spesifikasi. Dengan memperhatikan aspek kualitas produk, maka tujuan perusahaan untuk memperoleh laba yang optimal dapat terpenuhi sekaligus dapat memenuhi tuntutan konsumen akan produk yang berkualitas dan harga yang kompetitif.

(5)
(6)

BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Kualitas

Pengertian atau definisi kualitas mempunyai cakupan yang sangat luas, relatif,b e r b e d a - b e d a d a n b e r u b a h - u b a h , s e h i n g g a d e f i n i s i d a r i k u a l i t a s m e m i l i k i b a n y a k kriteria dan sangat bergantung pada konteksnya terutama jika dilihat dari sisi penilaian akhir konsumen dan definisi yang diberikan oleh berbagai ahli serta dari sudut pandang p r o d u s e n s e b a g a i p i h a k y a n g m e n c i p t a k a n k u a l i t a s . K o n s u m e n d a n p r o d u s e n i t u b e r b e d a d a n a k a n m e r a s a k a n k u a l i t a s s e c a r a b e r b e d a p u l a s e s u a i d e n g a n s t a n d a r kualitas yang dimiliki masing-masing. Begitu pula para ahli dalam memberikan definisi dari kualitas juga akan berbeda satu sama lain karena mereka membentuknya dalam d i m e n s i y a n g b e r b e d a . O l e h k a r e n a i t u d e f i n i s i k u a l i t a s d a p a t d i a r t i k a n d a r i d u a perspektif, yaitu dari sisi konsumen dan sisi produsen.

Namun pada dasarnya konsep dari kualitas sering dianggap sebagai kesesuaian,keseluruhan ciri-ciri atau karakteristik suatu produk yang diharapkan oleh konsumen.

(7)

that bears on it’s ability to satisfy stated or implied need.” Artinya

(8)

agar mudah dicari konsumen sesuai dengan kebutuhannya. Di samping itu harus ada ukuran yang bersifat kualitatif, seperti warna yang unik dan bentuk yang menarik. Jadi, terdapat spesifikasi barang untuk setiap produk, walaupun satu sama lain sangat bervariasi tingkat spesifikasinya.

Berkaitan dengan kemungkinan suatu produk melaksanakan fungsinya secaraberhasil dalam periode waktu tertentu di bawah kondisi tertentu.

(9)

B e r k a i t a n d e n g a n t i n g k a t k e s e s u a i a n p r o d u k t e r h a d a p s p e s i f i k a s i y a n g t e l a h ditetapkan sebelumnya berdasarkan keinginan pelanggan.

5) Daya Tahan (durability)

Merupakan ukuran masa pakai suatu produk. Karakt eristik ini berkaitan dengan daya tahan dari produk itu.

6) Kemampuan Pelayanan (serviceability)

M e r u p a k a n k a r a k t e r i s t i k y a n g b e r k a i t a n d e n g a n k e c e p a t a n , k e r a m a h a n / kesopanan, kompetensi, kemudahan serta akurasi dalam perbaikan.

7) Estetika (esthetics)

M e r u p a k a n k a r a k t e r i s t i k y a n g b e r s i f a t s u b j e k t i f s e h i n g g a b e r k a i t a n d e n g a n pertimbangan pribadi dan refleksi dari preferensi atau pilihan individual.

8) Kualitas yang dipersepsikan (perceived quality)

Bersifat subjektif, berkaitan dengan perasaan pelanggan dalam mengkonsumsi produk tersebut.

K u a l i t a s p a d a i n d u s t r i m a n u f a k t u r s e l a i n m e n e k a n k a n p a d a p r o d u k y a n g dihasilkan, juga perlu diperhatikan kualitas pada proses produksi.

(10)

a) Variabel : karakteristik kualitas suatu produk dinyatakan dengan besaran yang dapat diukur (besaran kontinue). Seperti : panjang, berat, temperatur, dll.

b) Attribut : karakteristik kualitas suatu produk dinyatakan dengan apakah produk tersebut memenuhi kondisi/persyaratan tertentu, bersifat dikotomi, jadi hanya ada dua kemungkinan baik dan buruk. “Quality control is the operational techniques and activities used to fulfill requirementsfor quality”.

Berdasarkan pengertian di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa pengendalian kualitas adalah suatu teknik dan aktivitas/tindakan yang terencana yang dilakukan untuk mencapai, mempertahankan dan meningkatkan kualitas suatu produk dan jasa a g a r s e s u a i d e n g a n s t a n d a r y a n g t e l a h d i t e t a p k a n d a n d a p a t m e m e n u h i k e p u a s a n konsumen.

2. Tujuan Pengendalian Kualitas

(11)

1) Agar barang hasil produksi dapat mencapai standar kualitas yang telah ditetapkan.

2) Mengusahakan agar biaya inspeksi dapat menjadi sekecil mungkin. 3 ) M e n g u s a h a k a n a g a r b i a y a d e s a i n d a r i p r o d u k d a n p r o s e s

d e n g a n m e n g g u n a k a n kualitas produksi tertentu dapat menjadi sekecil mungkin.

4) Mengusahakan agar biaya produksi dapat menjadi serendah mungkin. Tujuan utama pengendalian kualitas adalah untuk mendapatkan jaminan bahwa kualitas produk atau jasa yang dihasilkan sesuai dengan standar kualitas yang telah ditetapkan dengan mengeluarkan biaya yang ekonomis atau serendah mungkin.

3. Pengertian Pengendalian Kualitas Statistik

Pengendalian Kualitas Statistik adalah Ilmu yang mempelajari tentang teknik/metode pengendalian kualitas berdasarkan prinsip/konsep statistik.

(12)

pengendalian dengan metode statistik tersebut (yang dikembangkan pertama kali oleh Shewhart) agar perusahaan dapat membedakan penyebab sistematis dan penyebab khusus dalam menangani kualitas.

Sasaran pengendalian proses statistik adalah mengurangi penyimpangan karena penyebab khusus dalam proses dan dengan mencapai stabilitas dalam proses.

4. Manfaat/Keuntungan Pengendalian Kualitas Statistik

Manfaat/keuntungan melakukan pengendalian kualitas secara statistik adalah :

• Untuk mempertinggi kualitas atau mengurangi biaya. • Menjaga kualitas lebih uniform.

• Penggunaan alat produksi lebih efisien. • Mengurangi rework dan pembuangan. • Inspeksi yang lebih baik.

• Memperbaiki hubungan produsen-konsumen • Spesifikasi lebih baik.

5. Metode Pengendalian Kualitas Statistik

T e r d a p a t 2 ( d u a ) j e n i s m e t o d e p e n g e n d a l i a n k u a l i t a s s e c a r a s t a t i s t i k a y a n g berbeda, yaitu :

(13)

Didefinisikan sebagai pengambilan satu sampel atau lebih dibandingkan dengan biaya lolosnya barang yang tidak sesuai kepada pelanggan.

2) Process Control

P e n g e n d a l i a n p r o s e s m e n g g u n a k a n p e m e r i k s a a n p r o d u k a t a u j a s a k e t i k a b a r a n g tersebut masih sedang diproduksi (WIP/ Work In Process). Sampel berkala diambil dari output proses produksi. Apabila setelah pemeriksaa n sampel terdapat alas an untuk mempercayai bahwa karakeristik kualitas proses telah berubah, maka proses i t u a k a n d i b e r h e n t i k a n d a n d i c a r i p e n y e b a b n y a . P e n y e b a b t e r s e b u t d a p a t b e r u p a perubahan pada operator, mesin ataupun pada bahan. Apabila penyebab ini telah d i k e m u k a k a n d a n d i p e r b a i k i , m a k a p r o s e s i t u d a p a t d i m u l a i k e m b a l i . D e n g a n memantau proses produksi tersebut melalui pengambilan sampel secara acak, maka pengendalian yang konstan dapat dipertahankan.

(14)

Pengendalian kualitas secara statistik dengan menggunakan SPC (Statistical Process C o n t r o l ) d a n S Q C ( S t a t i s t i c a l Q u a l i t y C o n t r o l ) , m e m p u n y a i 7 ( t u j u h ) a l a t s t a t i s t i k (Seven Tools) utama yang dapat digunakan sebagai alat bantu untuk mengendalikan kualitas sebagaimana disebutkan juga oleh Heizer dan Render :

1) Check Sheet/Lembar Pengecekan

Check Sheet atau lembar pemeriksaan merupakan alat pengumpul dan penganalisis d a t a y a n g d i s a j i k a n d a l a m b e n t u k t a b e l dengan cara mencatat frekuensi munculnya karakteristik suatu produk yang berkenaan dengan kualitasnya. Data tersebut digunakan sebagai dasar untuk mengadakan analisis masalah kualitas.

Adapun manfaat dipergunakannya check sheet yaitu sebagai alat untuk :  Mempermudah pengumpulan data terutama untuk

mengetahui bagaimanasuatu masalah terjadi

 Mengumpulkan data tentang jenis masalah yang sedang terjadi  Menyusun data secara otomatis sehingga lebih mudah untuk

dikumpulkan

(15)

Contoh Lembar Pengecekan (check Sheet)

(16)

Peta kendali adalah suatu alat yang secara grafis digunakan untuk memonitor dan mengevaluasi apakah suatu aktivitas/ proses berada dalam pengendalian kualitas secara statistika atau tidak sehingga dapat memecahkan masalah dan menghasilkan perbaikan kualitas. Peta kendali menunjukkan adanya perubahan data dari waktu ke waktu, tetapi tidak menunjukka n penyebab penyimpangan meskipun penyimpangan itu akan terlihat pada peta kendali.

Manfaat dari peta kendali adalah untuk :

 Memberikan informasi apakah suatu proses produksi masih berada di dalam batas-batas kendali kualitas atau tidak terkendali.  Memantau proses produksi secara terus-menerus agar tetap stabil.  Menentukan kemampuan proses (capability process).

 Upper control limit / batas kendali atas (UCL)

Merupakan garis batas atas untuk suatu penyimpangan yang masih diijinkan.

(17)

M e r u p a k a n g a r i s y a n g m e l a m b a n g k a n t i d a k a d a n y a p e n y i m p a n g a n d a r i karakteristik sampel.

 Lower control limit / batas kendali bawah (LCL)

Merupakan garis batas bawah untuk suatu penyimpangan dari karakteristik sampel.

Contoh Peta Kendali (Control Chart)

3) Histogram

Histogram menjelaskan variasi proses, namun belum mengurutkan rangking dari variasi terbesar sampai dengan yang terkecil.

Histogram juga menunjukkan kemampuan proses, dan apabila memungkinkan, histogram dapat menunjukkan hubungan dengan spesifikasi proses dan angka-angka nominal, misalnya rata-rata.

(18)

Langkah-langkah penyusunan histogram :

1) Menentukan batas-batas observasi : perbedaan antara nilai terbesar dan terkecil.

2) Memilih kelas-kelas atau sel-sel.

Pedoman: banyaknya kelas = √n, dengan n = banyaknya data,

3) Menentukan lebar kelas-kelas tersebut.

Biasanya, semua kelas mempunyai lebar yang sama. Lebar kelas = range / banyak kelas.

4) Menentukan batas-batas kelas.

Kelas-kelas tersebut tidak saling tumpang tindih.

5) Menggambar frekuensi histogram dan menyusun diagram batangnya.

Contoh Histogram

(19)

Diagram Pareto diperkenalkan oleh Alfredo Pareto. Diagram Pareto ini merupakan suatu gambar yang mengurutkan klasifikasi data dari kiri ke kanan menurut urutan ranking tertinggi hingga terendah. Dapat membantu menemukan permasalahan yang terpenting untuk segera diselesaikan (ranking tertinggi) sampai dengan yang tidak harus segera diselesaikan (ranking terendah). Selain itu, Diagram Pareto juga dapat digunakan untuk membandingkan kondisi proses, misalnya ketidaksesuaian proses, sebelum dan setelah diambil tindakan perbaikan terhadap proses.

Penyusunan Diagram Pareto :

1) Menentukan metode atau arti dari pengklasifikasian data, misalnya berdasarkan masalah, penyebab jenis ketidaksesuaian, dan sebagainya.

4) Merangkum data dan membuat rangking kategori data tersebut dari yang terbesar hingga yang terkecil.

5) Menghitung frekuensi kumulatif atau persentase kumulatif yang digunakan.

6) Menggambar diagram batang, menunjukkan tingkat kepentingan relative masing- masing masalah. Mengidentifikasi beberapa hal yang penting untuk mendapat perhatian.

Prinsip Pareto :

(20)

– 20% dari population memiliki 80% dari total kekayaan  Juran mengistilahkan “vital few, trivial many”:

– 20% dari masalah kualitas menyebabkan kerugian sebesar 80%.

Contoh Diagram Pareto :

(21)

Menunjukkan hubungan antara suatu masalah dan kemungkinan penyebabnya. Dikembangkan oleh Kaoru Ishikawa (1953). Diagram Sebab Akibat disebut juga :

Diagram Tulang Ikan (Fishbone Diagram) Diagram Ishikawa

Cause and effect “Skeleton”

Keunggulan Diagram Sebab Akibat :

1) Dengan membuat diagram ini kita telah mempelajari system

2) Diagram ini menunjukkan pemahaman tentang tim pemecahan masalah

3) Diagram ini menghasilkan penemuan secara aktif tentang penyebab masalah

4) Diagram ini bisa memberi petunjuk untuk pengumpulan datanya. Untuk menyusun kerangkanya harus diingat :

(22)

man, method, machine, material • Untuk industri jasa :

equipment, policies, procedures, people

Diagram Tulang Ikan

(23)

6) Scatter Plot

S c a t t e r d i a g r a m a t a u d i s e b u t j u g a d e n g a n p e t a k o r e l a s i a d a l a h g r a f i k y a n g m e n a m p i l k a n h u b u n g a n a n t a r a d u a v a r i a b e l a p a k a h h u b u n g a n a n t a r a d u a variable tersebut kuat atau tidak yaitu antara faktor proses yang mempengaruhi proses dengan kualitas produk. Pada dasarnya diagram sebar merupakan suatu a l a t i n t e r p r e t a s i d a t a y a n g d i g u n a k a n u n t u k m e n g u j i b a g a i m a n a k u a t n y a hubungan antara dua variabel dan menentukan jenis hubungan dari dua variable tersebut, apakah positif, negatif, atau tidak ada hubungan. Dua variabel yang d i t u n j u k k a n d a l a m d i a g r a m s e b a r d a p a t b e r u p a k a r a k t e r i s t i k k u a t d a n f a c t o r yang mempengaruhinya.

(24)

7) Diagram Proses

D i a g r a m A l i r s e c a r a g r a f i s m e n y a j i k a n s e b u a h p r o s e s a t a u s i s t e m d e n g a n m e n g g u n a k a n k o t a k d a n g a r i s y a n g s a l i n g b e r h u b u n g a n . D i a g r a m i n i c u k u p sederhana, tetapi merupakan alat yang sangat baik untuk mencoba memahami sebuah proses atau menjelaskan langkah-langkah sebuah proses. Diagram Alir dipergunakan sebagai alat analisis untuk :

1) Mengumpulkan data mengimplementasikan data juga merupakan ringkasan visual dari data itu sehingga memudahkan dalam pemahaman.

2) Menunjukkan output dari suatu proses.

3) Menunjukkan apa yang sedang terjadi dalam situasi tertentu sepanjang waktu.

4) Menunjukkan kecenderungan dari data sepanjang waktu.

5) M e m b a n d i n g k a n d a r i d a t a p e r i o d e y a n g s a t u d e n g a n p e r i o d e l a i n , j u g a memeriksa perubahan-perubahan yang terjadi.

(25)

BAB III KESIMPULAN

Adapun kesimpulan dari makalah Pengendalian Kualitas Statistik (PKS) ini adalah sebagai berikut :

1. Pengendalian Kualitas Statistik adalah Ilmu yang mempelajari tentang teknik/metode pengendalian kualitas berdasarkan prinsip/konsep statistik. 2. Manfaat/keuntungan Pengendalian Kualitas Statistik adalah :

a. Untuk mempertinggi kualitas atau mengurangi biaya. b. Menjaga kualitas lebih uniform.

(26)

d. Mengurangi rework dan pembuangan. e. Inspeksi yang lebih baik.

f. Memperbaiki hubungan produsen-konsumen g. Spesifikasi lebih baik.

3. Metode Pengendalian Kualitas Statistik adalah : a. Acceptance Sampling

b. Process Control

4. Alat bantu yang digunakan dalam Pengendalian Kualitas Statistik adalah : a. Check Sheet

b. Control Chart/Peta Kendali c. Histogram

d. Diagram Pareto

e. Diagram Sebab Akibat f. Scatter Plot

(27)

DAFTAR PUSTAKA

http://id.scribd.com/doc/76991331/PENGENDALIAN-KUALITAS-STATISTIK

Referensi

Dokumen terkait

Sistem yang berjalan merupakan sistem yang masih manual yang menggunakan sumber daya manusia dan form-form kertas sebagai proses pelaksanaan pelayanan administrasi

Perkembangan pariwisata dan peraturan pemerintah di Kota Makassar yang meningkat, juga kondisi geologis datarannya pesisir pantai menjadikan Kota Makassar cocok

Setiap makhluk hidup pasti menyukai hadiah berupa barang, voucer atau potongan harga. Pickit.id Kediri dalam menjalankan promosinya melalui Instagram tidak hanya selalu

Berdasarkan hasil laporan tim Prima Tani diketahui bahwa kebutuhan inovasi teknologi untuk menjawab permasalahan sapi perah sebagai komoditas unggulan spesifik lokasi di

Berdasarkan indeks kesesuaian kawasan ekowisata (IKW) menunjukan bahwa stasiun 1 terkategori S2 atau sesuai untuk kegiatan ekowisata snorkeling dikarenakan tutpan

Nowadays, proportional-integral (PI) algorithms with constant parameters are mostly used in real power sys- tems [14–17]. The reasons to replace them with some advanced

Presiden $oeharto digam'arkan se'agai seorang *emim*in yang otoriter, yang menera*kan gaya ke*emim*inan coercive, yang selalu menginginkan agar *erintah dan