• Tidak ada hasil yang ditemukan

Karya tulis ilmiah Sulfia agustiwijaya

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Karya tulis ilmiah Sulfia agustiwijaya"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

Karya tulis

ilmiah

“ Dampak Globalisasi Terhadap

Peredaran Uang Palsu “

Oleh :

Sulfia Agustiwijaya

(2)

SMK NEGERI 1 PANCARIJANG

TAHUN AJARAN 2012/2013

Kata Pengantar

Alhamdulillahhirobbil alamin, segala puji dan syukur kita panjatkan atas karunia Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahnya kepada kita semua. Sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas mata pelajaran PKN (Pendidikan Kewarganegaraan) Karya Tulis Ilmiah .

Dalam proses penyusunan karya tulis ilmiah ini penyusun menyadari bahwa masih banyak terdapat kesalahan dalam hal penulisan ataupun dalam hal ketatabahasaan. Oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran untuk kesempurnaan karya tulis ilmiah ini.

Penulis mengucpakan banyak terima kasih kepada pihak yang telah membantu dalam penyelesaiannya. Semoga karya ini dapat bermanfaat bagi kita semua khususnya bagi para pembaca.

Rappang, Maret 2013

Penulius

BAB 1

(3)

1.1

Latar Belakang

Pada dasarnya globalisasi merupakan karakteristik hubungan antara produk bumi yang melampaui batas-batas konvensional seperti bangsa dan Negara, Globalisasi yang mempengaruhi kehidupan antar bangsa dan Negara di dunia bukan hanya tantangan, tetapi juga sekaligus merupakan peluang.

Di era globalisasi, bangsa-bangsa bersatu secara mengglobal, tetapi bersamaan dengan itu muncul pula rasa kebangsaan yang berlebihan (cauvinisme) masing-masing bangsa. Hal inilah yang menyebabkan globalisasi merupakan era teknologi informasi, komonikasi dan transportasi. Globalisasi tentunya membawa dampak bagi kehidupan suatu Negara termasuk Indonesia. Dampak globalisasi tersebut meliputi dampak positif dan negative diberbagai bidang kehidupan politik, ekonomi, ideology sosial budaya dan lainnya akan berdampak pada sistem pengamanan uang palsu. Realitas ini mendapatkan respon yang cukup dari kalangan masyarakat.

Dengan perkembangan kemajuan teknologi ini, merupakan kendala bagi bangsa Indonesia dalam pengamanan Uang Kertas Negara RI karena Harga Mesin Sortir Uang Kertas (MSUK) terlalu mahal, dan pengidentifkasikan dengan bantuan alat sederhana misalnya lampu UV dan tanpa bantuan alat (mata telanjang) masih kurang teliti dan kurangnya pengetahuan masyarakat, mengakibatkan Perkembangan Peredaran Uang Palsu semakin pesat dan meresahkan masyarakat.

Dikatakan oleh Harjanto, Kabang Pembayaran BI Cabang Semarang, bahwa pemalsuan uang merupakan salah satu objek pemalsuan yang paling rawan, pemalsuan uang bukan hanya bertujuan mencari keuntungan fnancial belaka, melainkan dapat juga digunakan sebagai sarana untuk mengganggu stabilitas politik, sosial dan ekonomi. Selain dapat mengakibatkan merosotnya kepercayaan masyarakat terhadap mata uang itu sendiri, juga dapat berpengaruh terhadap kewibawaan Negara di mata internasional.

Masyarakat adalah pihak yang paling menderita akibat pemalsuan uang tersebut, karena diantara mereka adalah golongan menengah ke bawah dengan segala keterbatasannya.

(4)

bidang ekonomi. Fenomena yang timbul dari perkembangan global antara lain adalah pemalsuan uang untuk pemenuhan kebutuhan hidup walaupun orang bekerja yang utama mencari nafkah, tetapi kalau melakukan pemalsuan uang dapat dipidana.

Timbulnya Tindakan Pidana ini semua anatara lain akibat dari keterbatasan pendeteksian dan ketidaktahuan masyarakat tentang tindak pidana pemalsuan UKNRI dan salah satu penanggulangan harus ada peranan Polisi yang senantiasa progress dalam mencari solusi-solusi penanggulangannya.

Sebagai kendala penyelidik Tindakan Pidana Uang Palsu adalah sulit menemukan pelaku utamanya (actor intelektualnya), karena terputus jaringan komunikasi antara pemalsu dengan pengedar.

Menurut Harjanto, Kabag Pembayaran BI Cabang Semarang dalam materi sosialisasi keaslian UKNRI dinyatakan bahwa kejahatan bisa bernuansa politik. Upaya penanggulangan kejahatan Uang palsu, dengan menggunakan sarana “PENAL” dasar/pokok pencegahan kejahatan (“The Basic Crime Prevention Strategys harus difokuskanan pada upaya menghilangkan sebab-sebab dan kondisi-kondisi yang menimbulkan terjadinya kejahatan.

1.2 Identifkasi dan Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah sebagaian telah diuraikan di atas, maka permasalahan pokok dalam penelitian ini adalah “Kebijakan Penal dalam penanggulangan tindak Pidana Uang Palsu”.

Dalam konteks pendekatan penal, penulis akan mengemukakan kebijakan legislative (formulatif) dan kebijakan yudikatif yang merupakan tahap aplikasi.

Adapun rumusan permasalahan dalam karya tulis ilmiah ini yaitu :

1. Apakah yang dimaksud dengan globalisasi.?

2. Bagaimana Kebijakan Legislatif (Formulatif) Ius Constitutum pada KUHP terutama pasal-pasal yang mengatur Tindakan pidana Upal dalam penanggulangan Tindakan Pidana Uang Palsu.?

(5)

1.3 Tujuan Penelitian

Berdasarkan permasalahan yang telah disebut di atas, maka tujuan penelitian ini adalah :

 Untuk mengetahui apa itu globalisasi.

 Untuk memahami dan menjelaskan Kebijakan Legislatif (Formulatif) dalam penanggulangan Tindakan Pidana Uang Palsu yang terdapat pada KUHP.

Globalisasi sendiri diambil dari kata “global” yang artinya

Universal. Globalisasi merupakan perkembangan kontemporer yang mempunyai pengaruh dalam mendorong munculnya berbagai kemungkinan tentang peredaran uang palsu.

KAMUS BAHASA Globalisasi merupakan fenomena yang menjadikan dunia mecil dari segi perubahan manusia. Hal ini dimungkinkan karena perkembangan tekhnologi yang sangat cepat. Dan adanya Era Globalisasi dapat berpengaruh terhadap nilai-nilai budaya bangsa Indonesia.

Adapun Pengertian Globalisasi menurut para ahli diantaranya adalah :

1. Princenton N Lyman

Globalisasi adalah pertumbuhan yang sangat cepat atas saling ketergantungan dan hubungan antar Negara-negara didunia dalam hal perdagangan dan keungan.

2. Emanuel Ritcher

Globalisasi adalah jaringan kerja global secara bersamaan menyatukan masyarakat yang sebelumnya terpencar-pencar dan terisonal kedalam saling ketergantungan dan persatuan dunia. 3. Cendekiawan Barat

(6)

2.2 Pengaturan Tindakan Pidana dan Sanksi

Pidana tentang Mata Uang dalam KUHP Pidana

2)1)1 Pengaturan Mata Uang Ditinjau dari Aspek

Hukum Pidana

Perumusan tindakan pidana terhadap mata uang dalam KUHP pidana diatur dalam Pasal 244-252 KUHP Pidana. Adapun Mata Uang Alat Pembayaran yang sah (Legal Tender). Uang sebgai alat pembayaran sudah dikenal berabad-abad yang lampau. Dalam perkembangan mutakhir fungsi uang dapat dibedakan dalam dua kategori, yaitu :

1. Menurut Glyn Davies Fungsi umum uang adalah sebagai asset likuid, faktor dalam rangka pembentukan harga pasar, faktor penyebab dalam perekonomian, dan faktor pengendalian kegiatan ekonomi.

2. Fungsi khusus, yaitu uang sebagai alat tukar (medium of exchange), uang sebagai alat penyimpanan nilai (store of value), uang sebagai satuan hitung (unit of account), uang sebagai perkembangan masyarakat sepenuhnya dapat disetujui. Kenyataanya menunjukkan dari masa ke masa selalu ada perbuatan yang semula bukan tindak pidana kemudian dikategorikan sebagai tindak pidana (kriminalisasi) dan sebaliknya suatu perbuatan yang semula merupakan tindak pidana kemudian menjadi bukan tindak pidana lagi (dekriminalisasi). Hal ini terkait dengan aspek moral yang berlaku dalam masyarakat yang berbeda-beda sesuai dengan tempat dan waktu.

2)1)3 Cara membedakan uang asli dan uang palsu

(7)

tanda atau kode lainnya. Identifkasi dilakukan bukan hanya dengan melihat saja tapi juga merabahnya.

Beberapa tulisan atau gambar umumnya sengaja dibuat dengan cetak timbul sehingga terasa kasar kalau diraba. Cetak timbul juga sengaja dibuat memudahkan bagi penderita tuna netra.

Cara lain adalah dengan menggunakan pemeriksaan sinar UV namun tentu saja metode ini pemeriksaan ini relative mahal dan repot karena memiliki alat-Nya terlebih dahulu kemudian cara yang paling mudah adalah dengan membandingkan dengan uang asli dan relative baru yang didapat dari bank.

2.3 Pengaruh Globalisasi Terhadap Peredaran

Uang palsu

Dampak era globalisasi telah memengaruhi sistem perekonomian Negara Republik Indonesia dan untuk mengantisipasinya diperlukan perubahan peraturan perundang-undangan, baik di bidang ekonomi, industry, perdagangan, transportasi, ketenagakerjaan, maupun peraturan di bidang lalu lintas orang dan barang. Perubahan tersebut diperlukan untuk meningkatkan intensitas hubungan Negara Republik Indonesia dengan dunia internasional yang mempunyai dampak sangat besar terhadap pelaksanaan fungsi da Keimigrasian.

Di pihak lain, pengawasan terhadap Orang Asing perlu lebih ditingkatkan sejalan meningkatkan kejahatan internasional atau tindak pidana transnasional, seperti peredaran uang palsu secara langsung tanpa berbangsa dan bernegara. Keterlibatan dalam pergaulan internasional dan pengaruh dari arus globalisasi dunia, kemanusiaanmengatasi dampak bencana alam yang menimbulkan korban tersebut.

BAB III

PENUTUP

3.1

Kesimpulan

Globalisasi adalah sesuatu hal yang dimaksud berupa masalah, kejadian, kegiatan, atau bahkan sikap yang sangat berpengaruh dalam kehidupan yang lebih luas yang merupakanss proses menjadikan sesuatu benda atau perilaku sebagai cirri dari setiap individu di dunia ini tanpa di batasi oleh wilayah.

3.2

Saran

(8)

masyarakat. Oleh karena itu di era globalisasi ini serba cangih, baik teknologi informasi dan komunikasi. dan sebagai manusia kita harus pandai menyaring kembali apapun bentuk perbedaan atau hal lasing yang masuk ke Negara kita sehingga kita tidak terkena dampak dari globalisasi dan apapun bentuknya.

Daftar Pustaka

www.w.wikipedia-Indonesia.com

Masyarakat Merespon Globalisasi.htm (di akses 5 Maret 2013).

Kebijakan Penanggulangan Kejahatan Politik dengan Hukum Pidana.htm (di akses 5 Maret 2013).

Hukum dan Hukum Pidana.htm (di akses 2013).

(9)

Referensi

Dokumen terkait

Mengetahui gambaran sitologi kanker payudara melalui pemeriksaan biopsi aspirasi jarum halus dengan pewarnaan Diff-Quik yang selanjutnya dilakukan pemeriksaan dengan

Kristalisasi dari larutan dapat terjadi jika padatan terlarut dalam keadaan berlebih (di luar kesetimbangan), maka sistem akan mencapai kesetimbangan dengan cara

Berikut merupakan tombol- tombol menu utama pada media pembelajaran Interaktif IPA Mengenal Tubuh kita antara lain : Bagian Tubuh dan Fungsinya, Bagaimana cara merawat bagian

judul “ Impulse Buying Behavior ditinjau dari Self Image pada Mahasiswa Universitas katolik Soegijapranata Semarang.” Tanpa campur tanganNya, penulis tidak dapat melakukan

karena itu diperlukan perangkat komputer yang terhubung dengan internet. terhubung dengan internet. Co Cocok cokkan kan jaw jawab aban an yan yang g And Anda a tul tulis is

Dalam setiap organisasi sosial yang mengenal sistem lapisan pasti akan ada kelompok orang yang menikmati kedudukan perubahan-perubahan. Misalnya dalam masyarakat feodal

Perbandingan absorbansi dari gandum, sorghum, dan barley yang telah dihancurkan dapat dilihat pada Gambar 6. KESIMPULAN

berjalan pada sistem operasi Windows dan tidak dapat diakses dari luar jaringan, sedangkan kelebihannya adalah aplikasi ini dapat digunakan untuk tes toefl