• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengkajian Naskah Drama dan Beberapa Pen

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Pengkajian Naskah Drama dan Beberapa Pen"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

Pengkajian Naskah Drama dan Beberapa Pendekatannya

Posted on 01.29 - by Puspita sari

Makalah ini disusun oleh:

1.

Puspita Sari

2.

Desi Indah Pertiwi

3.

Jarniati Sari

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA JURUSAN BAHASA DAN SENI

Puji syukur kehadirat Allah Swt., yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah_Nya, karena berkat ridho dan kemudahan_Nya penulis dapat menyelesaikan makalah ini. Penulis telah berusaha semaksimal mungkin dan sebaik mungkin untuk menyelesaikan makalah tugas mata kuliah “Prosa Fiksi dan Drama” yang diasuh oleh dosen pembimbing Drs. Darusman AR.,M.Pd. dan teman-teman seperjuangan yang telah membantu dalam pembuatan makalah ini. Sehingga

makalah ini selesai dibuat sebagai bahan persentasi yang membahas tentang Pengkajian naskah

Drama dan Beberapa Pendekatan Drama.

(2)

Pekanbaru, 25 Maret 2013

Penulis

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Sastra adalah suatu seni yang hidup bersama-sama dengan bahasa. Tanpa bahasa sastra tidak mungkin ada. Melalui bahasa ia dapat mewujudkan dirinya berupa sastra lisan, maupun tertulis. Walaupun perwujudan sastra menggunakan bahasa, kita tidak dapat memisahkan sastra dari bahasa, ataupun membuangnya dari peradaban bahasa itu sendiri.

Drama adalah salah satu jenis karya sastra yang mempunyai kelebihan dibandingkan dengan karya sastra jenis lain, yaitu unsur pementasan yang mengungkapkan isi cerita secara langsung dan dipertontonkan di depan umum. Oleh karena itu setiap tokoh mempunyai sifat-sifat kritis sebagai penyampai amanat dari pengarangnya, misalnya satire, humor, ambiguitas, sarkasme ataupun kritik-kritik sosial lainnya yang tergambar melalui dialog-dialog antartokoh. Unsur

paling pokok dalam sebuah drama ada empat, yaitu lakon (naskah drama atau text play), pemain

(3)

Pada sebuah drama atau naskah drama terdapat beberapa pendekatan-pendekatan. Setiap naskah drama dapat di analisis dan dikaji melalui pendekatan drama. Yaitu: Pendekatan Objektif, Pendekatan Mimesis, Pendekatan Ekspresif, Pendekatan Pragmatik, Pendekatan Posmodernisme, Pendekatan Studi Kultural, Pendekatan Feminisme.

1.2 Rumusan Masalah

1.2.1 1. Apa yang dimaksud dengan drama?

1.2.2 2. Apa sajakah pendekatan drama?

1.2.3 3. Menggunakan pendekatan apakah dalam Naskah Drama Lagu-Lagu Bawah Tanah Karya Iswadi

Bahardur?

1.3 Tujuan

1.3.1 1. Untuk mengetahui tentang drama.

1.3.2 2. Untuk mengetahui apa saja yang termasuk pada pendekatan drama.

1.3.3 3. Untuk mengetahui pendekatan yang digunakan dalam Naskah Drama Lagu-Lagu Bawah Tanah

Karya Iswadi Bahardur.

(4)

2.1Pengertian Drama

Drama adalah sebuah genre sastra penampilan fisiknya memperlihatkan secara verbal adanya dialog atau cakapan di antara tokoh-tokoh yang ada. Selain itu, lazimnya sebuah karya drama juga memperlihatkan adanya semacam petunjuk pemanggungan yang akan memberikan gambaran tentang suasana, lokasi, atau apa yang dilakukan oleh tokoh (Wahyudi, 2006: 95). Drama (karya sastra) merupakan sebuah struktur. Struktur di sini dalam arti bahwa karya sastra itu merupakan susunan unsur-unsur yang bersistem, yang antara unsur-unsurnya terjadi hubungan yang timbal balik, saling menentukan. Jadi, kesatuan unsur-unsur dalam sastra bukan hanya berupa kumpulan atau tumpukan hal-hal atau benda-benda yang berdiri sendiri-sendiri, melainkan hal-hal itu saling terikat, saling berkaitan, dan saling bergantung.

a) Jenis-jenis Drama

Pada umumnya drama di bagi menjadi enam bagian, yaitu:

a) Drama Tragedi;

2.2.1 Pendekatan Objektif (struktural dan struktural semiotik),

2.2.2 Pendekatan Mimesis (sosiologi sastra),

2.2.3 Pendekatan Ekspresif (hermeuneutik/menafsirkan makna),

2.2.4 Pendekatan Pragmatik (resepsi sastra & intertekstual, Pendekatan pragmatis

memberikan perhatian utama terhadap peranan pembaca),

2.2.5 Pendekatan Posmodernisme (Dekonstruksi adalah sebuah metode pembacaan teks. Poskolonial

(5)

2.2.6 Pendekatan Studi Kultural atau biasa disebut cultural studies adalah suatu proyek yang mengasikkan dan cair, yang mengisahkan kepada kita cerita tentang dunia yang tengah berubah dengan harapan agar kita dapat memperbaikinya),

2.2.7 Pendekatan Feminisme.

Sebenarnya pendekatan drama merupakan alternatif-alternatif dari pendekatan lain yang juga dapat dilakukan untuk mengapresiasi karya sastra drama. Beberapa ahli mengemukakan pendapatnya mengenail hal-hal yang dapat dilakukan untuk mengapresiasikan karya sastra

drama. Salah satunya Hamidy (1984:15), yang menyatakan bahwa karya sastra drama dapat

diapresiasi melalui berbagai pendekatan dalam segi berikut :

a) Pendekatan dari segi fungsi

Pendekatan ini biasanya dihubungkan dengan peranan-peranan yang dapat dimainkan di dalam suatu drama oleh masyarakat.

b) Pendekatan derajat peristiwa

Pendekatan ini dihubungkan dengan alur, yaitu dalam bentuk bagaimanaderajat seperti eksposisi, komplikasi, krisis, sampai kepada penyelesaian.

c) Pendekatan terhadap tema

Hal ini biasanya mengenai perbandingan tiap-tiap kesatuan peristiwa di dalam drama, sehingga dapat ditarik suatu kesimpulan mengenai ide yang hendak disampaikan dari cerita dalam drama tersebut.

d) Pendekatan dari sudut gaya

Pendekatan ini menyangkut bagaimana perkembangan sistematika dalam suatu drama dalam kaitannya terhadap pantulan gaya yang hendak disampaikan kepada para pembaca.

e) Pendekatan dengan segi aliran gaya

(6)

2.3 Pendekatan Objektif dalam Naskah Drama Lagu-Lagu Bawah Tanah Karya Iswadi Bahardur.

Teori Mursal Esten. Mursal Esten (1978:20) mengatakan hal-hal yang berhubungan dengan struktur, seperti alur (plot), latar, pusat pengisahan dan penokohan, kemudian juga hal-hal yang berhubungan dengan pengungkapan tema dan amanat.

Penulis mengkaji sebuah drama dan menganalisis naskah drama dalam pendekatan

objektif. Naskah drama Lagu-Lagu Bawah Tanah Karya Iswadi Bahardur dalam analisis

pendekatan objektif. Pendekatan objektif yaitu analisis yang menyangkut tentang unsur instrinsik seperti tema, latar, alur, penokohan, sudut pandang, gaya bahasa dan amanat.

2.3.1 Tema

Esten (1978 : 22) mengemukakan bahwa tema adalah sesuatu yang menjadi pemikiran, sesuatu yang menjadi persoalan bagi pengarang.

2.3.2 Dialog

Menurut kamus istilah sastra yang diterbitkan oleh balai pustaka, dialog adalah percakapan di dalam karya sastra antara dua tokoh atau lebih yang biasanya mencerminkan pertukaran pikiran atau pendapat.

2.3.3 Peristiwa

Menurut kamus istilah sastra yang diterbitkan oleh balai pustaka, Peristiwa atau kejadian merupakan unsur alur yang merupakan kejadian yang penting atau kisaran pendek yang berhubungan dengan suatu situasi. Jika peristiwa dirangkai secara berkaitan, ia menjadi episode dalam alur.

2.3.4 Latar atau Setting

Menurut Zakaria (1981 : 23) mengatakan bahwa latar merupakan tempat terjadinya peristiwa atau tempat berlakunya peristiwa. Latar dalam suatu cerita drama merupakan gambaran tentang tempat, suasana, dan waktu terjadinya suatu peristiwa secara umum.

(7)

Penokohan dalam suatu cerita drama merupakan suatu hasil kreatif pengarang secara imajinatif

dalam melukiskan watak dan pribadi para tokohmelalui sikap, cakapan serta perbuatannya.

Untuk mengenal dan memahami para watak tokohyang ada di dalam sebuah cerita, kita dapat meneliti:

(1) apa yang dilakukan, (2) apa yang dikatakannya,

(3) apa sikapnya dalam menghadapi persoalan,

(4) bagaimana penilaian tokoh lain atas dirinya (Sumardjo, 1984 : 67). 2.3.6 Alur atau Plot

Menurut Rusyana (1978 : 67), yang dimaksud alur atau jalannya cerita adalah rangkaian cerita yang di bentuk oleh tahapan-tahapan peristiwa sehingga menjalin suatu cerita. Alur merupakan susunan peristiwa yang terpilih dan diatur oleh pengarang secarara logis dalam hubungan sebab akibat, sehingga memebentuk suatu cerita yang utuh.

2.3.7 Sudut Pandang

Menurut Wiyanto (2005:83) mengemukakan sudut pandang adalah posisi pencerita (pengarang) terhadap kisah yang diceritakannya.

2.3.8 Gaya Bahasa

Gaya bahasa yang digunakan pengarang akan menentukan kenikmatan dalam membca karya sastra, Menurut selamet dan simanjuntak (Sekada, 1987 : 84), mengatakan bahwa gaya bahasa merupakan susunan perkataan yang terjadi karena perasaan yang tumbuh atau yang hidup dalam hati penulis, dan yang sengaja ataupun tidak sengaja menimbulkan suatu perasaan tertentu dalam hati pembaca.

2.3.9 Amanat

Amanat adalah pesan moral yang ingin disampaikan penulis kepada pembaca naskah atau pendengar (dalam hal ini) dan juga penonton drama. Artinya penonton dapat menyimpulkan pesan moral yang telah ia dengar baca atau saksikan.

NASKAH DRAMA LAGU-LAGU BAWAH TANAH KARYA ISWADI BAHARDUR

(8)

Lastri salah seorang napi wanita yang menuntut atas kematian Ayu, adik kandungnya. Lastri menuntut kepada pihak Arab Saudi agar kasus kematian yang menimpa adiknya diusut namun tuntutan itu membuatnya harus berhadapan dengan seorang nyonya Habibah yang kaya dan berkuasa. Dengan kekayaannya itu dia menuntut balik kepada Lastri dan Lastri dituduh mencemarkan nama baik nyonya Habibah, dia pun dijebloskan kedalam penjara.

Penjara telah mempertemukan Lastri dengan napi-napi wanita yang lainnya. Jeng Asti adalah nyonya besar yang dipenjara karena membunuh dan memutilasi suaminya yang berselingkuh dengan wanita lain. Di samping itu Lastri juga mengenal Sagita, sosok tomboy, pencuri ulung yang dipenjara karena kasus narkoba. Takdir juga mempertemukannya dengan Komalasari, Komalasari adalah artis yang sangat terkenal dia di penjara karena mengedarkan video mesumnya ke tengah publik sekaligus kasus narkoba. Di sana dia mengenal beberapa napi wanita lainnya seperti Dewi Sastri dan Jani. Dewi Sastri merupakan aktivis perempuan yang dituduh menggerakan demonstrasi buruh yang menewaskan menteri HAM dan Jani merupakan perempuan desa yang berprofesi sebagai pelacur. Jani membunuh mucikari tempat dia bekerja alasannya dia sakit hati karena upah yang diterimanya tidak sebanding dengan apa yang telah dilakukannya.

Di penjara Lastri dijenguk oleh keluarganya, Ayah, Ibu juga Badai dan Wulan. Ayah Lastri adalah ayah yang tidak bertangung jawab, marah-marah dan kadang susah dimengerti. Dan Nirimoni ibu Lastri hanya membisu tak mau bicara sejak mengetahui kematiaan Ayu. Di samping itu Badai adiknya yang pergi bertahun-tahun meninggalkan rumah datang pada Lastri dengan maksud hendak menawarkan bantuan tapi Lastri menolaknya. Penolakan Badai juga didukung oleh Wulan. Lastri tak mau menerima bantuan adiknya. Dia lebih memilih untuk mengusut tuntas kasus Ayu sendirian, juga kasus yang menimpa dirinya.

(9)

B. Analisis Naskah Dalam Pendekatan Objektif

1) Tema

Perjuangan Lastri dalam menuntut kasus atas kematian adiknya yang dibunuh oleh majikan. 2) Latar atau Setting

Naskah ini berlatarkan di penjara wanita lihat kutipan berikut:

(Pertunjukan ini mengambil tempat di tahanan khusus wanita narapidana perempuan. Di dalam sel besar yang mampu menampung enam narapidana).

3) Alur

Alur dalam drama ini adalah alur maju. Alur yang berlangsung secara berkelanjutan dan memuncak. Pada babak pertama dimulai dengan perkenalan Lastri dengan para napi di dalam sel tahanan, kemudian alur cerita dilanjutkan berikutnya yaitu pertemuan Lastri dengan keluarganya di ruang khusus tempat para napi menerima tamu, selanjutnya pada suatu peristiwa pada babak tiga Lastri juga dikunjungi oleh nyonya Habibah bersama pengacaranya di penjara dan sampailah pada klimaksnya. Klimaks dalam drama ini yaitu pada saat Lastri mengetahui, dan kaget bahwa ternyata yang membunuh Ayu adalah nyonya Habibah majikan Ayu sendiri.

4) Penokohan

a. Lastri seorang pidana wanita ( tokoh protagonist) sosok kakak yang baik dan pemberani.

b. Badai adik Lastri yang memilih menjadi waria memiliki watak yang baik dan penolong.

c. Wulan adik Badai yang membenci kakak lelakinya yang menjadi banci. Wulan sangat kasar,

egois dan pemarah.

d. Nirimoni berperan sebagai ibu yang membangun watak sabar, pasrah dan selalu menerima apa saja yang dilakukan kepada dirinya (tokoh sederhana).

e. Abdi adalah sosok seorang ayah yang tidak bertanggung jawab sulit dimengerti. Dan memiliki

watak yang bermacam-macam. Kadang marah, beringas kadang baik hati. Tokoh Abdi disebut juga sebagai tokoh bulat.

f. Jeng Asti nara pidana yang mengalami trauma. Wataknya jahat, pemarah, cerewet dan

pencemooh.

(10)

k. Murti narapidana yang berwatak takut, penangis dan cengeng. l. Nyonya Habibah tokoh jahat, cerewet merupakan tokoh antagonis. m. Pengacara nyonya Habibah. Kurang ajar nakal dan licik

5) Sudut Pandang

Naskah drama lagu bawah tanah ini menggunakan sudut pandang orang pertama dan sudut pandang orang ketiga.

6) Gaya Bahasa

Gaya bahasa dalam naskah drama ini menggunakan majas metafora, gaya bahasa perumpamaan,

gaya bahasa sarkasme, Gaya bahasa ironi, dan gaya bahasa simile.

7) Amanat

Hukum hanya untuk orang-orang yang punya kekuasaan. Jangan pernah percaya pada suatu hal bila belum tahu kebenarannya.

BAB III SIMPULAN

3.1 Simpulan

1. Drama adalah salah satu jenis karya sastra yang mempunyai kelebihan dibandingkan dengan

karya sastra jenis lain, yaitu unsur pementasan yang mengungkapkan isi cerita secara langsung dan dipertontonkan di depan umum.

2. Jenis-jenis Drama

Pada umumnya drama di bagi menjadi enam bagian, yaitu: a) Drama Tragedi;

b) Drama Komedi;

c) Drama Tragedi-Komedi;

(11)

e) Drama Pantonim; f) Drama Bangsawan.

3. Teori Mursal Esten. Mursal Esten (1978:20) mengatakan hal-hal yang berhubungan dengan

struktur, seperti alur (plot), latar, pusat pengisahan dan penokohan, kemudian juga hal-hal yang berhubungan dengan pengungkapan tema dan amanat.

4. Kajian sastra memiliki berbagai pendekatan. pendekatan-pendekatan itu ialah Objektif, mimesis, pragmatik, ekspresif, feminisme, dan Postkolonialisme.

5. Naskah Drama Lagu-Lagu Bawah Tanah Karya Iswadi Bahardur dikaji dengan pendekatan

Referensi

Dokumen terkait

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian research dan development (R&D) yang menggunakan model pengembangan prosedural, yang bersifat

Sahabat MQ/ selama ini/ tidak ada daftar resmi dari pemerintah/ mengenai obat- obatan yang terjamin kehalalannya// Padahal semestinya/ dalam buku panduan obat

Implementasi Kurikulum 2013 di SDN Tangkil 01 Wlingi yang melakukan proses penyusunan kurikulum yaitu pemerintah karena Kurikulum 2013 masih baru sehingga pemerintah

Salah satu bahan alam yang dapat digunakan untuk bagian asam pada granul effervescent adalah asam sitrat yang terdapat pada sari buah jeruk nipis. Tujuan: Penelitian ini

Informasi atau data diperoleh dengan PHODNXNDQZDZDQFDUDSDGDSHQHUMHPDK7X- juannya adalah untuk mengungkap motivasi \DQJ PHODWDUEHODNDQJL PDKDVLVZD PHQJJX- nakan strategi

PENGARUH KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH, KOMITMEN ORGANISASI, IKLIM SEKOLAH DAN KINERJA GURU TERHADAP MUTU LAYANAN AKADEMIK.. SMPN DI

Pendekatan ongkos tetap, nilai efektivitas alternatif I (Pesawat I) lebih tinggi Pendekatan efektivitas tetap untuk memilih alternatif kapal & Pesawat II,. ongkos siklus

Bercliri' melonrpat clen-qan keting'lian l0 cnr kedtra kaki simLrltan Bercliri: melompat diatas kaki kanan l0 kali didalarn lin-ekaran 60 CM. Beroiri: melompat diatas