• Tidak ada hasil yang ditemukan

ENERGI DAN KARBOHIDRAT DIAJUKAN SEBAGAI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "ENERGI DAN KARBOHIDRAT DIAJUKAN SEBAGAI"

Copied!
27
0
0

Teks penuh

(1)

ENERGI DAN KARBOHIDRAT

DIAJUKAN SEBAGAI SALAH SATU SYARAT DALAM MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH GIZI DASAR

DISUSUN OLEH:

OSI ARNAFIRA

1705025043

DINA LESTARI

1705025131

MITHA YULIASARI

1705025203

PROGRAM STUDI ILMU GIZI

FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN

(2)

DAFTAR ISI A. Latar Belakang... 1

B. Tujuan Penelitian... 2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Sejarah... 3

B. Pengertian Energi... 3

C. Bentuk Energi... 4

D. Satuan Energi... 4

E. Kalorimeter... 5

F. Kandungan Energi Makanan... 5

G. Nilai Energi Faali Makanan... 6

H. Penentuan Nilai Energi Makanan Melalui Perhitungan... 7

I. Kebutuhan Energi... 7

J. Cara Menaksir Kebutuhan Energi... 10

K. Angka Kecukupan Energi Bagi Bayi, Anak, dan Remaja... 11

L. Tambahan Energi Untuk Kehamilan dan Laktasi... 11

M. Contoh Cara Menaksir Kebutuhan Energi... 11

N. Sumber Energi... 12

O. Keseimbangan Energi... 13

P. Akibat Kekurangan Energi... 14

Q. Akibat Kelebihan Energi... 14

R. Pengertian Karbohidrat... 15

S. Klasifikasi Karbohidrat... 15

(3)

T. Jenis dan Sumber Karbohidrat

Sederhana dan Kompleks... 15

U. Fungsi Karbo... 17

V. Kebutuhan Karbohidrat Dalam Sehari... 17

W. Kebutuhan Serat... 18

X. Isu Kesehatan yang Berhubungan Dengan Karbohidrat... 18

BAB III PENUTUP A.Simpulan... 19

DAFTAR PUSTAKA... 20

(4)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat, Inayah, Taufik dan Hinayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca mengenai tentang karbohidrat dan protenin.

Harapan kami semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga saya dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.

Makalah ini kami akui masih banyak kekurangan karena waktu yang kami miliki sangat singkat. Oleh kerena itu kami harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.

Jakarta, 18 Oktober 2017 Penyusun

(5)

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Gizi atau nutrisi adalah keseluruhan berbagai proses dalam tubuh makhluk hidup untuk menerima bahan-bahan dari lingkungan hidup dan menggunakan bahan tersebut sebagai energy untuk beraktifitas penting dalamtubuh. Bahan-bahan tersebut lebih dikenal dengan istilah nutrient atau gizi. Sebagaian besar jenis makanan telah di analisis dan dirinci dalam buku Daftar Komposisi Bahan Makanan (Direktorat Gizi Departemen Kesehatan RI) sebagaimana kita ketahui, nilai makanan dapat dinyatakan dalam satuan kalori atau joule. Kalori merupakan istilah yang sering atau lazim dipakai. Namun kalori tidak diakui oleh system satuan internasional yang disepakati pada tahun 1960.

Karbohidrat menyediakan kebutuhan dasar yang diperlukan tubuh

makhluk hidup. Monosakarida, khusunya glukosa, merupakan nutrient utama sel. Misalnya, pada vertebrata, glukosa mengalir dalam aliran darah sehingga tersedia bagi seluruh seltubuh. Sel-sel tubuh tersebut menyerap glukosa dan mengambil tenaga yang tersimpan didalam molekul tersebut pada proses respirasi seluler untuk menjalankan sel-sel tubuh. Selain itu, kerangka karbon monosakirda juga berfungsi sebagai bahan baku untuk sintesis jenis molekul organik kecil lainnya, termasuk asam amino dan asam lemak.

(6)

B. TUJUAN

1. untuk mengetahui sejarah penemuan energy 2. utuk mengetahui bentuk bentuk energy 3. untuk mengetahui satuna energy

4. untuk mengetahui pengertian dari kalorimetri 5. untuk mengetahuikandungan energy makanan 6. untuk mengetahui nilai energy faali makanan

7. untuk mengetahui penentuan nilai energy makanan melalui perhitungan

8. untuk mengetahui kebutuhan energy

9. untuk mengetahui cara menafsir kebutuhan energy

10.untuk mengetahui angka kecukupan energy bagi bayi,anak, dan remaja

11. untuk mengetahui tambahan energy untukkehamilan dan laktasi 12.untuk mengetahui contoh cara menafsir kebutuhan energy 13.untuk mengetahui sumber energy

14.untuk mengetahui keseimbangan energy 15.untuk mengetahui akibat kekurangan energy 16.untuk mengetahui akibat kelebihan energy 17.untuk mengetahui pengertian karbohidrat 18.untuk mengetahui klasifikasi karbohidrat

19.untuk mengetahui jenis sumber karbohidrat sederhana dan kompleks

20.untuk mengetahui fungsi karbohidrat

21.untuk mengetahui kebutuhan karbohidrat dalam sehari 22.untuk mengetahui kebutuhan serat

23.untuk mengetahui isu kesehatan yang berhubungan dengan karbohidrat

(7)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. SEJARAH

Melalui percobaan pada kelinci dan manusia pada akhir abad ke-18 ahli kimia prancis, La voister menarik kesimpula bahwa “Hidup adalh suatu proses pembakaran” yang membutuhkan oksigen. Jumlah oksigen yang diperlukan meningkat setelah makan dan latihan.

Peneliti-peneliti selanjutnya Reynault dan Reist (Perancis), Pettenkoffer dan Voit (Jerman) terkenal atas keberhasilan mereka membangun ruangan respirasi guna mengukur penggunaan energy oleh manusia melalui pengukuran oksigen yang dikonsumsi dan karbon dioksida yang diproduksi melalui

pernapasan serta pengeluaran nitrogen melalui urin. Ruangan ini kemudian dikenal sebagai kalori meter bom (bom calorimeter).

Data biro pusat statistik tahun 1990 menunjukkan, bahwa komposisi konsumsi energy makanan rata-rata sehari orang Indonesia 9,6% berasal dari protein, 20,6% dari lemak dan selebihnya, yaitu 68,6% dari karbohidrat. Angka-angka ini untuk konsumsi makanan di Amerika Serikat adalah 12% dari protein, 30-45% dari lemak dan 43-58% dari karbohidrat. Untuk memeliharaan kesehatan yang baik suatu penduduk, WHO (1990) menganjurkan rata-rata konsumsi energy makanan sehari adalah 10-20% berasal dari protein, 20-30% dari lemak, dan 50-65% dari karbohidrat. Dengan demikian, komposisi konsumsi makanan rata-rata di Indonesiasudah endekati komposisi konsumsi yang dianjurkan WHO ini.

B. PENGERTIAN ENERGI

Jika kita berlari, beberapa saat kemudian kita merasa lelah. Keadaan seperti ini dikatakan energy (tenaga) kita berkurang. Jika kita terus berlari, suatu saat kita tidak kuat lagi berlari. Kedaan seperti ini, dikatakan kita kehabisan energy. Demikian juga dengan aktivitas yang lain.

(8)

Hal ini menunjukkan baha dalam aktivitad diperlukan energy. Demikian juga dapat disimpulkan bahwa energy adalah kemampuan untuk melakukan kerja (usaha), pernyataan ini adalah definisi energy.

C. BENTUK ENERGI

Dalam system biologic berbagai bentuk energy, yaitu:

 Solar  Kimia  Mekanik  Elektrik  Panas

Tumbuh-tumbuhan dapat mnggunakan energy solar untuk mensintesis molekulkompleks, seperti karbohidrat, protein dan lemak.

Hewan sebaliknya bergantung pada kemampuan sintesis tumbuh-tumbuhan ini untuk memperleh energy kimia. Energy kimia yang diperoleh hewan dalam bentuk makanan digunakan untuk melakukan pekerjaan mekanik (kontraksi otot), elektrik (pemeliharaan kestabilan ion anatar membrane sel) dan kimia (sintesis molekul baru).

Proses perubahan energy makanan ke dalam bentuk-bentuk energy lain ini tidak seluruhnya berjalan dengan efisien, sekitar 75% energy makanan dikeluarkan dalam bentuk panas.

D. SATUAN ENERGI

Satuan energy dinyatakan dalam unit panas atau kilokalori (kkal). Satu kilokalori adalah jumlah panas yang diperlukan untuk menaikkan suhu 1kg air sebanyak 10C Sering juga digunakan istilah kalori adalah 0,001 kkal. Istilah kilokalori

digunakan untuk menyatakan jumlah kilokalori tertentu, sedangkan istilah kalori digunakan untuk menyatakan energy secara umum.

(9)

Di Eropa dan Kanada ada kecenderungan untuk menggunakan unit kilojoule (kj), satu kilojoule adalah energy yang diperlukan untuk menggeser suatu benda dengan berat 1 kg sejauh 1meter denga 1 Newton (unit kekuatan). 1 kkal = 4,18 kj.

E. KALORIMETRI

Kalorimetri adalah pengukuran jumlah panas yang dikeluarkan. Nilai energy bahan makanan dan pengeluaran energy sehari seseorang diukur dengan cara kalorimetri dan diucapkan dalam kilokalori . bila jumlah panas yang dihasilkan diukur secara langsung dinamakan kalorimetri langsung, dan bila panas yang dihasilkan diukur secara tidak langsung dinamakan kalorimetri tidak langsung.

F. KANDUNGAN ENERGI MAKANAN

Kandungan energy makanan ditentukan dengan kalorimetri langsung dengan menggunakan alat kalorimeter bom/bomb calorimeter.

(10)

Alat ini merupakan kotak yang diisolasi, berukuran kurang lebih 30,5 cm kubik.

Contoh makanan ditempatkan dalam wadah kecil dalam ruangan yang dikelilingi oleh air. Makanan kemudian dibakar dengan mengalirkan listrik melalui kawat listrik. Molekul-molekul makro akan dioksidasi secara sempurna sehingga

menghasilkan air,karbon dioksida dan nitrogen oksida. Energy yang dilepas dalam pembakran ini akan diubah menjadi panas , sehingga terjadi kenaikkan suhu yang mengelilingi ruangan pembakaran tersebut.

Energi yang ditentukan melalui calorimeter bom adalah nilai energy kasar makanan dan mewakili energy kimia total dari makanantersebut. Angka energy kasar untuk karbohidrat adalah 4,1 kkal/g, untuk lemak 8,87 kkal/g, sedangkan untuk protein 5,65 kkal/g.

G. NILAI ENERGI FAALI MAKANAN

Nilai energy faali makanan adalah nilai energy yang dikoreksi.

Tidak seluruh energy yang tersedia dalam makanan dapat dimanfaatkan

tubuh.untuk itu nilai energy kasar makanan perlu dikoreksi dengan nilai energy makanan yang tidak dimanfaatkan tubuh.

Koefisien Cerna

Penelitina oleh Atwater menunjukkan hanya 99% dari karbohidrat, 95% dari lemak, dan 92% dari protein yang dimakan dapat diabsorpsi. Angka-angka ini dinamkan koefisien cerna, yaitu % protein/lemak/karbohidrat makanan yang diabsorpsi.

Oksidasi Protein yang Tidak Sempurna

(11)

6

Ureum mengandung kurang lebih ¼ dari energy kima protei semula , yaitu 1,25 kkal/g protein.

Atwater memperoleh nilai faali zat-zat gizi

Nilai-nilai ini kemudian dibulatkan dan dinamkan factor Atwater, yaitu 4 untuk karbohidrat dan protein, 9 untuk lemak dan 7 untuk alkoho.

H. PENENTUAN NILAI ENERGI MAKANAN MELALUI PERHITUNGAN

Dengan menggunakan factor Atwater, nilai energi makanan dapat ditetapkan melalui perhitungan menurut komposisi karbohidrat, lemak, protein, serta nilai energy faali makananan tersebut.

Contoh: 100 gram beras giling mengandung 79, 8 gram karbohidrat, 1,2 gram lemak dan6,2 gram protein . nilai energinya adalah:

(12)

I. KEBUTUHAN ENERGI

7

Kebutuhan energy seseorang menurut WHOadalah konsumsi energy berasal dari makanan yang diperlukan untukmenutupi pngeluaran energy seseorang bila ia mempunyaiukuran dan komposisi tubuh dengan tingkat aktivitas yang sesuai dengan kesehatan jangka panjang.

Cara menentukan kebutuhan tubuh akan energi pada pokoknya

didasarkan pada energi yang diperlukan, termasuk kehilangan baik dalam bentuk

"heat loss" dan pertukaran gas.

Kebutuhan tubuh akan energi dipenuhi energi kimia yang bersal dari

proses oksidasi makanan. Energi kimia ini mengalami transformasi menjadi

energi mekanis dan dalam transformasi ini energi tersebut tidak semuanya

diubah dengan sempurna, sebagian hilang sebagai panas. Dalam keadaan

istirahat, penggunaan energi terjadi dalam bentuk pengeluaran panas tetapi

dalam keadaan bekerja selain pengeluaran panas karena proses-proses dalam

(13)

Faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan energi adalah:

a. Metabolisme basal

b. Effek kalorigenik makanan

c. Kegiatan fisik

a. Metabolisme basal

Yaitu kebutuhan zat gizi minimal yang diperlukan untuk

melangsungkan proses metabolisme dalam tubuh. Ini meliputi

kebutuhan untuk aktivitas metabolisme seperti respirasi, denyut jantung,

mempertahankan suhu badan, kerja otak dan alat-alat pencernaan

makanan dan lain-lain. Energi yang diperlukan pada waktu istirahat

disebut energi metabolisme basal (Basal Metabolite).

8

Faktor-faktor yang mempengaruhi metabolisme basal adalah:

a) umur,

b) jenis kelamin,

c) kehamilan,

d) perbedaan ras,

(14)

f) ukuran komposisi tubuh

b. Pengaruh kalorigenik makanan

Setelah makanan masuk kedalam mulut, ke saluran pencernaan, panas

yang dihasilkan oleh tubuh meningkat diatas tingkatan yang dihasilkan

pada saat istirahat. Gejalanya dinamakan "Specific dynamic Effect" dari

makanan. Panas yang dihasilkan setelah seseorang mengkonsumsi

protein ternyata lebih besar dibandingkan dengan karbohidrat atau lemak;

(protein 30 %, karbohidrat 5 %, lemak 6 %). Dalam diet campuran yang

terdiri dari berbagai zat penyusun makanan, efek kalorigenik yang terjadi

sebesar 6 % dari nilai energi bahan makanan yang masuk.

c. Aktivitas/kegiatan seseorang

Kegiatan fisik merupakan suatu kerja eksternal dari tubuh yang dapat

mempercepat kerja internal dan juga meningkatkan laju metabolisme.

Ukuran tubuh sangat menentukan banyaknya energi yang melakukan

kegiatan, demikian juga kualitas gerakan. Gerakan organ tubuh

memerlukan energi yang lebih sedikit dibandingkan gerakan seluruh

(15)

9

J. CARA MENAKSIR KEBUTUHAN ENERGI

Kebutuhan energy seorang sehari ditaksir dari kebutuhan energy untuk komponen-komponen sebagai berikut:

1. Angka Metabolisme Basal/AMB (kebutuhan sedang istirahat) 2. Aktivitas fisik

3. Pengaruh Dinamik Khusus Makanan/SDA

Ketiga komponen ini berbeda untuk tiap orang menurut umur,jenis kelamin,ukuran tubuh,tingkat kesehatan,dan faktor lain.

Guna menaksir nilai AMB cukup digunakan indeks berat badan sebagai peubah yang berpengaruh. Banyak percobaan yang menunjukkan bahwa peubah ukuran tubuh dan tinggi badan tidak memberikan perbedaan yang nyata.

Guna menaksir kebutuhan energy untuk aktivitas fisik, biasanya tidak digunakan nilai energy tiap kegiatan seperti terlihat pada tabel, karena terlalu memakan waktu dan kurang praktis. Guna menaksir kebutuhan energy suatu penduduk,aktivitas fisik dikelompokkan menurut berat badan ringannya aktivitas: ringan,sedang, dan berat. Untuk tiap kelompok aktivitas fisik kemudian ditetapkan suatu faktor aktivitas.

Kelompok Aktivitas (x AMB)

Jenis Kegiatan Faktor Aktivitas

Ringan

 Laki-Laki  Perempuan

75% waktu digunakan untuk duduk atau berdiri,25% waktu untuk berdiri atau bergerak

25% waktu digunakan untuk duduk atau berdiri. 75% waktu digunakan untuk aktivitas pekerjaan tertentu.

1,76 1,70 Berat

 Laki-Laki  Perempuan

40% waktu diguakan untuk duduk atau berdiri.60% waktu digunakan untuk aktivitas pekerjaan tertentu.

(16)

10

K. ANGKA KECUKUPAN ENERGI BAGI BAYI, ANAK, DAN REMAJA

Penggunaan energy di luar AMB bagi bayi dan anak selain untuk pertumbuhan adalah untuk bermain dan sebagainya. Pada usia remaja (10-18 tahun), terjadi proses pertumbuhan jasmani yang pesat serta perubahan bentuk dan susunan jaringan tubuh, di samping aktivitas fisik yang tinggi. Besar kecilnya angka kecukupan energy sangat dipengaruhi oleh lama serta intensitas kegiatan jasmani tersebut. Angka faktor aktivitas untuk kelompok ini ditaksir seperti pada table.

L. TAMBAHAN ENERGI UNTUK KEHAMLAN DAN LAKTASI Selama hamil, perempuan memerlukan tambahan energy untuk pertumbuhan janin, plasenta, dan jaringan tambahan lainnya. Tambahan yang diperlukan adalan 300 kkal/hari. Pada saat laktasi, seorang ibu memerlukan tambahan energy untuk memproduksi ASI, untuk energy yang tersimpan di dalam ASI sendiri.

Dalam keadaan normal, pada periode enam bulan petama laktasi diharapkan seluruh atau sekurang-kurangnya 80% kebutuhan energy bayi dapat disediakan dari ASI. Di samping itu, ibu juga perlu memelihara kesehatan sesudah

melahirkan. Tambahan keperluan enerenergy menyusui pada enam bulan pertama adalah sebanyak 300kkal/hari. Pada enam bulan kedua, bayi sudah mendapat makanan tambahan di samping tetap mendapat ASI. Tambahan keperluan energy ibu adalah sebanyak 550kkal/hari. Untuk tahun kedua, bila anak masih mendapat ASI, dianjurkan tambahan sebanyak 400kkal/hari.

Umur

(tahun) Laki-Laki Faktor Aktivitas (x AMB)Perempuan

0-3 1,8 1,8

3-10 1,9 1,7

10-12 1,75 1,69

13-15 1,66 1,56

(17)

M. CONTOH CARA MENAKSIR KEBUTUHAN ENERGI

Dengan menggunakan table diatas, taksiran kebutuhan energy sehari seorang mahasiswa laki-laki berumur dua puluh tahun dengan berat badan 65 kg dan aktivitas ringan adalah sebagai berikut:

11

(1) Kebutuhan energy untuk angka metabolism basal adalah (15,3 x 65) + 679 = 1674 kkal

(2) Kebutuhan energy total dengan aktivitas fisik adalah 1,56 x 1674 = 2611 kkal

Jadi, taksiran kebutuhan energy sehari adalah sebanyak 2611 kkal.

N. SUMBER ENERGI

Sumber energy berkonsentrasi tinggi adalah bahan makanan sumber lemak, seperti lemak dan minyak, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Setelah itu bahan makanan sumber karbohidrat, seperti padi-padian, umbi-umbian, dan gula murni. Semua makanan yang dibuat dari dan dengan bahan makanan tersebut merupakan sumber energy. Kandungan energy beberapa bahan makanan dapat dilihat pada table.

Nilai energy berbagai bahan makanan (kkal/100 gram)

Bahan Makanan Nilai Energi

Bahan Makanan Nilai Energi

Beras setengah giling 363 Telur bebek 189

Gaplek 338 Ikan segar 113

Jagung kuning,pipil 355 Udang segar 91

Ketela pohon (singkong) 146 Daun singkong 73

Mie kering 337 Kangkung 29

Roti putih 248 Tomat masak 20

Ubi jalar merah 123 Wortel 42

Kacang hijau 345 Mangga harumanis 46

Kacang kedelai 331 Pepaya 46

Kacang merah 336 Susu sapi 61

Tahu 68 Susu kental manis 336

Tempe 149 Minyak kelapa 870

Ayam 302 Gula kelapa 386

(18)

Telur ayam 162 Jelli/jam 239

12

O. KESEIMBANGAN ENERGI

Keseimbangan energy dapat dicapai bila energy yang masuk ke dalam tubuh melalu makanan sama dengan energy yang dikeluarkan. Keadaan ini akan menghasilkan berat badan ideal/normal. Cara mudah untuk menentukan berat badan ideal orang dewasa adalah dengan mengukur tinggi badannya.

Berat Badan Ideal (kg) = [(Tinggi Badan (cm) – 100) -10%]

Berat baan ideal ini bergantung pula pada besar kerangka dan komposisi tubuh dalam hal otot dan lemak. Seorang yang berkerangka besar dan atau

mempunyai komposisi otot relative lebih besar mempunyai berat badan ideal yang lebih besar. Untuk hal ini diberi kelonggaran ± 10-20%.

Cara lain adalah dengan menentukan Indeks Masa Tubuh/IMT (Body Mass Index/BMI):

IMT = Berat badan(kg)

Tinggi Badan2

IMT yang dihubungkan dengen resiko paling rendah terhadap kesehatan adalah antara 22 dan 25. Berat badan lebih adalah bila IMT antara 25 dan 30, sedangkan obesitas bila IMT lebih besar dari 30. Hubungan IMT dengan risiko terhadap penyakit dapat dilihat pada table.

IMT Risiko terhadap penyakit

20-25 Sangat rendah

25-30 Rendah

30-35 Sedang

35-40 Tinggi

(19)

Antar batas IMT yang dianggap baik untuk berbagai kelompok umur adalah sebagaimana tertulis dalam table. Nilai IMT meningkat dengan satu unit untuk tiap sepuluh tahun hingga umur enam puluh lima tahun. Hal ini

menunjukkan bahwa IMT yang berkaitan dengan tingkat risiko paling rendah meningkat dengan umur.

13

Umur (tahun) IMT (kg/m)2

19-24 19-24

Klasifikasi Indeks Masa Tubuh di Indonesia dapat dilihat pada table.

Kategori IMT

Kurus Kekurangan berat badan tingkat berat <17,0 Kekurangan berat badan tingkat ringan 17,0-18,5

Normal 18,5-25,0

Gemuk Kelebihan berat badan tingkat ringan >25,0-27,0 Kelebihan berat badan tingkat berat >27,0

P. AKIBAT KEKURANGAN ENERGI

Kekurangan energy terjadi bila konsumis energy melalui makanan kurang dari energy yang dikeluarkan.Tubuh akan mengalami keseimbangan energy negative. Akibarnya, berat badan kurang dari berat badan seharusnya (ideal). Bila terjadi pada bayi dan anak-anak akan menghambat pertumbuhan dan pada orang dewasa penurunan berat badan dan kerusakan jaringan tubuh. Gejala yang ditumbulkan adalah kurang perhatian,gelisah,lemah,cengeng,kurang bersemangat dan penurunan daya tahan terhadap penyakit infeksi. Akibat berat pada bayi dinamakan marasmus dan bila disertai kekurangan protein kwashiorkor . Di Indonesia akibat berat ini hingga sekarang masih ada.

(20)

Kelebihan energy terjadi bila konsumsi energy melalui makanan melebihi energy yang dikeluarkan. Kelebihan energy akan diubah menjadi lemak tubuh.

Akibatnya, terjadi berat badan lebih atau kegemukan. Kegemukan bias disebabkan oleh kebanyakan makan, dalam hal karbohidrat,lemak maupun protein, tetapi juga karena kurang bergerak. Kegemukan dapat menyebabkan gangguan dalam fungsi tubuh, merupakan risiko untuk menderita penyakit kronis, seperti diabetes

mellitus, hipertensi, penyakit jantung coroner, penyakit kanker, dan dapat memperpendek harapan hidup.

14

R. PENGERTIAN KARBOHIDRAT

Karbohidrat nerupakan zat makanan yang paling cepat menyuplai energy sebagai bahan bakar tubuh, terutama saat tubuh dalam kondisi lapar. Setelahan makanan yang mengandung karbohidrat dikonsumsi, karbohidrat akan segera dioksidasi untuk memenuhi kebutuhan. Apa itu karbohidrat? Istilah karbohidrat bersal dari hidrat karbon atau yang popuer dikenal hidrat arang atau sakarida (dari bahasa yunani sakarida yang berarti gula) karbohidrat adalah zat giziberupa senyama organic yang terdiri dari atom karbon, hydrogen dan oksigen yang digunakan sebagai bahan pembentuk energy.

S. KLASIFIKASI KARBOHIDRAT

Karbohidrat dapat diklasifikasikan dengn beberapa cara yang berbeda. Karbohidrat dalam makanan berdasarkan struktur molekul kimianya dapat berbentuk sederhana (monomerik dan dimerik) maupun kompleks (polimerik), sedangkan berdasarkan sifat kecernaan, dapat dibedakan karbohidrat yang dpat dicerna dan tidak dapat dicerna.

T. JENIS DAN SUMBER KARBOHIDRAT SEDERHANA DAN KOMPLEKS

Karbohidrat dapat diklasifikasikan berdasarkan jumlah unit gula yang menjadi struktur penyusunnya. Monosakarida dan disakarida dapat dikategorikan sebagi karbohidrat sederhana karena ukuran dann strukturnya relative kecil, sedankan polisakarida,pati,dan serat jenis tertentu dapat dinamakan karbohidrat kompleks berdasarkan ukuran yang besar dan strukturnya yang kompleks.

1. Monosakarida ( C6H12O6 )

(21)

fruktosa sedangan galaktosa dan mannose terdapat dalam bentuk terikat dalam makanan.

2. Glukosa

Glukosa mempunya 6-karbon (heksosa) . glukosa dikenal sebagai gula fisiologis,gula anggur. Sumber glukosa dapat diperoleh dari

makananmaupun hasil pencernaan . makanan yang mengandung glukosa dapat ditenukan di buah-buahan , jagung manis, akar dan madu.

15 3. Fruktosa

Dikenal sebagai gula buah-buahan yang memeiliki nama lain livolosa. Fruktosa juga memiliki 6-karbon (heksosa).

Sumber fruktosa dengan teknologi dapat dibuat dari glukosa, selain dari gula bit atau gula tebu.

4. Galaktosa

Galaktosa tidak terdapat dalam bentuk bebas dialam, galaktosa terdapat pada bahan hewani yaitu ais susu. Diproduksi dari laktosa (gula dalam susu) dengan cara hidrolisis dalam proses pencernaan.

5. Manitol dan Sorbitol

Manitol dan sorbitol adalah alcohol heksahidrik yang memiliki taraf kemanisan sama dengan glukosa

6. Disakarida ( C12H22O11 )

Disakarda atau gula rangkap terbentuk dari kombinasi dua monosakarida dan air. Terdapat 3 jenis yang penting ditemukan dalam makanan

diantaranya adalah sukrosa, maltose dan laktosa. 7. Sukrosa

Sukrosa dikenal sebagii gula meja, terdapat di dalam sari tebu, bir gula, molasses, dan sorgum

8. Maltose

Maltose tidak terdapat dalam bentuk bebas di alam. Maltose dikenal sebagai gula malt atau gula biji. Maltose terdapat di biji-bijian. 9. Laktosa

Laktosa adalah gula utama yang terdapat dalam susu, laktosa tidak

terdapat dalam tanaman melainkan terdapat pada susu hewan dan air susu ibu (ASI).

10. Oligosakarida

Olisakarida merupakan gula yang mengandung 3-9 molekul gula sederhana.

11. Polisakarida

(22)

Sedangkan dalam bahan makanan hewani terdapat polisakarida yang dapat dicerna dengan sempurna (glikogen).

12. Pati

Pati mrupakan karbohidrat yang tersimpan dalam tanaman, pati juga sering dijumpai di biji-bijian,akar,sayuran,leguminosa, serta buah-buahan yang belum matang.

16 13. Dekstrin

Dekstrin merupakan hasil pencernaan pati menjadi maltose dan akhirnya menjadi glukosa, dekstrim memiliki sifat lebih rendah dan mudah larut. 14. Glikogen

Glikogen merupakan polisakarida dengan rantai bercabang-cabang yang menyerupai amilopektin. Glikogen hanya dapat dalam bahan makanan hewani itupun dalam jumlah yang sedikit.

15. Selulosa

Selulosa memiliki sifat tidak dapat dicerna pada manusia tetapi pada hewani dapat memanfaatkannya karena dalam rumen terdapat bakteri yang dapat mencerna selulosa. Selilosa banyak terdapat pada buah-buahan, lapisan luar sayuran, tangkai dan daun, serta lapisan luar biji-bijian dan kacang-kacangan.

16. Hemiselulosa

Hemiselulosa sedikit berbeda dengan selulosa. Hemiselulosa dapat dicerna dalam larutan asam, diantaranya pectin dan agar-agar.

17. Serat makanan atau fiber

Konsumsi serat makanan dapat berfungsi membantu memindahkan makana dala saluran pencernaan dari lambung ke anus. Serat makana adalah kelompok karbohidrat yang struktur kimianya sangat kompleks dan merupakan bagian tanamaan yang dapat dimakan. Komponen serat

meliputi polisakarida,oligosakarida,lignin, dan senyawa lain dengan proporsi terbesar dalam komponen polisakarida dan selulosa.

U. FUNGSI KARBOHIDRAT 1. Penyediaan energy utama 2. Pengatur metabolisme lemak 3. Penghemat protein

4. Penyuplai energy otak dan syaraf 5. Penyimpan glikogen

6. Pengatur peristaltic usus dan prmbrti muatan sisa makanan

(23)

Guna memelihara kebutuhan kesehatan, kebutuhan karbohidrat menurut WHO/FAO berkisar antara 55% hingga 75% dari konsumsi energy yang berasal dari beragam makanan.

17

Kebutuhan harian adalah 180g/hari dengan perkiraan 130g/hari dapat diproduksi di dalam tubuh dari sumber non-karbohidrat melalui

glukoneogenesis sedangkan 50g/hari dari rekomendasi asupan. Kebutuhan selama kehamilan dan laktasi minimum adalah 100g/hari .

W. KEBUTUHAN SERAT

Lembaga kanker Amerika mengajukan 20 hingga 30 gram perhari. Sedangkan kebutuhan serat bagi wanita dewasa 25g/hari dan untuk laki laki dewasa 38g/hari menurut ( Wardlaw dan hampl, 2007) dengan alas an mengurangi penyakit kardiovaskuler.

X. ISU KESEHATAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN KARBOHIDRAT

1. Karbohidrat dan EKP(kurang energy dan protein) 2. Karbohidrat dan obesitas

3. Karbohidrat dan penyyakit metabolism : diabetes mellitus (DM) dan intoleran laktosa

(24)

18

BAB III PENUTUP KESIMPULAN

Karbohidrat merupakan senyawa yang sangat dibutuhkan oleh manusia, karena senyawa ini adalah penentu kelnagsungan hidup manusia .

Produk yang dihasilkan terutama dalam bentuk bulat sederhana yang mudah diangkut keseluruh sel-sel guna penyediaan energy.Sebagian dari gula sederhana kemudian mengalami polimerisasi dan membentuk polisakarida.

Fungsi utama karbohidrat adalah sebagai sumber biokalori dalam bahan makanan, disamping sebagai bahan pengental atau GMC pada teknologi makanan sebagai bahan penstabil,bahan pemanis dan bahan

bakar,misalnya pada glukosa dan pati sebagai penyusun struktur sel .

(25)

imun, penghantar impuls saraf, sekresi kelenjar, produksi panas, mempertahankan suhu tubuh, mekanisme dan transportasi cairan.

Sumber energy berasal dari karboidrat, lemak, daan protein.

19

DAFTAR PUSTAKA

(26)

https://gambar+alat+kalorimeter+bom&t=ucbrowser&iax=images&ia=ima ge

https://www.google.co.id/tabel+nilai+faali+energi+zat-zat+gizi

(27)

Referensi

Dokumen terkait

Rata-rata tingkat kecukupan vitamin C taruna lebih banyak diperoleh dari konsumsi dari makanan asrama dibandingkan dengan konsumsi dari makanan luar asrama yaitu sebesar

Pemberian ransum dengan sumber karbohidrat yang berasal dari jagung dan onggok pada domba bunting memberikan pengaruh yang sama terhadap konsumsi zat makanan, kecernaan

Berdasarkan hasil recall sehari dari 20 siswa didapat rata-rata konsumsi protein sebanyak 39,5 gram; konsumsi zinc sebanyak 4,2 mg; kalsium sebanyak 239,8 mg; vitamin D sebanyak

Kebutuhan Energi seseorang menurut FAO/WHO (1985) adalah konsumsi energi berasal dari makanan yang diperlukan untuk menutupi pengeluaran energi seseorang bila ia

RATA-RATA KONSUMSI KALORI (KKAL) DAN PROTEIN (GRAM) PER KAPITA SEHARI MENURUT MAKANAN YANG DIMASAK DI RUMAH, MAKANAN DAN MINUMAN JADI, DAN DAERAH TEMPAT TINGGAL, SEPTEMBER 2015

Zat-zat gizi yang diperoleh rata-rata seorang petani sehari dari konsumsi makanan di 3 wilayah di daerah pengairan Jatiluhur, pada waktu sesudah panen.. Keadaan sesudah

Data keragaman konsumsi makanan sumber karbohidrat dan serat diolah dengan cara dihitung rata-ratanya dan dikategorikan menjadi 2 kelompok yaitu: ≥ rata- rata

Beberapa peneliti menganjurkan dosis ekstrak jahe yang aman untuk konsumsi ibu hamil dibawah 1000 mg/hari, sama seperti dosis yang kita dapat dari makanan sehari-hari (1,3,7)