• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Sikap Konsumen Dalam Membeli Daging Sapi Di Pasar Modern Di Kota Medan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Analisis Sikap Konsumen Dalam Membeli Daging Sapi Di Pasar Modern Di Kota Medan"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Tinjauan Pustaka 2.1.1 Daging Sapi

Daging adalah bagian badan ternak yang dimanfaatkan untuk konsumsi manusia.

Daging merupakan otot ternak yang telah disembelih untuk tujuan konsumsi dan

dapat berasal dari berbagai jenis ternak potong, baik ternak besar (sapi, kerbau)

maupun ternak kecil (domba, kambing, dan babi). Di samping jenis-jenis ternak

tersebut, berdasarkan lokasi dan tradisi beberapa ternak lain juga digunakan

sebagai sumber daging untuk konsumsi manusia (Winarno, 1993).

Daging sapi

biasa dan umum digunakan untuk keperluan konsumsi makanan. Di setiap daerah,

penggunaan

cont

banyak diperdagangkan. Akan tetapi seperti di

bersantan seperti

sapi lain seper

berbagai negara tertentu sebagai bahan dasar makanan. Bagian daging sapi yang

kebanyakan dijual adalah cingur, daging iga (sapi), ekor sapi, gandik, glondongan

(daging), has dalam, has luar, hati sapi, jeroan sapi, kaki sapi, kepala sapi, kikil,

(2)

sancan, sanding jamur, sengkel, tanjung, tetelan, dan tulang T (Anonimousb,

2014).

Daging sapi impor merupakan daging sapi yang didatangkan dari luar negeri

untuk diperdagangkan di dalam negeri. Untuk dapat disebut daging sapi impor,

sapi tersebut dikembangbiakkan dan dipotong bukan di negara pengimpornya.

Daging sapi impor yang selama ini diimpor, sebagian besar merupakan daging

sapi dari negara Australia, Amerika Serikat, dan Jepang. Dari tiga negara tersebut,

setiap daging sapi yang diimpor mempunyai ciri khas tersendiri dan telah

dipotong berdasarkan fungsinya saat dimasak.

Daging sapi lokal merupakan spesies asli Indonesia dan bukan merupakan sapi

impor. Sapi lokal ini termasuk ke dalam rumpun bangsa Zebu dengan ciri-ciri

punuk di atas pangkal leher, telinga lebar, kulit kendur, dan berembun pada

moncongnya. Sapi yang berasal dan tersebar merata di Benua Asia memiliki daya

tahan yang sangat baik dalam melawan panas dan iklim tropis. Sebaliknya, sapi

bangsa Zebu agak peka terhadap hawa dingin. Ada tiga jenis sapi potong local,

yaitu Sapi Jawa, sapi Bali, dan sapi Madura.

Menurut Winarno (1993) jenis sapi lokal Indonesia pada umumnya bukan

merupakan jenis sapi pedaging. Apalagi bila kita amati bahwa hanya sapi-sapi

jantan tua yang dipotong di rumah potong hewan, sapi muda yang masih sehat

biasanya dimanfaatkan untuk tenaga kerja, sehingga otot-ototnya menjadi

semakin liat ketika mencapai umur tua. Di luar negeri, khususnya Amerika

Serikat, mutu daging ditentukan oleh standar yang jelas. Standar tersebut pada

(3)

meliputi warna, tekstur, dan kekenyalannya, serta derajat marbling.Marbling

adalah jumlah dan distribusi lemak yang nampak sebagai noda-noda putih pada

permukaan irisan daging.

Daging sapi mempunyai gizi tinggi, rasa enak dan bermanfaat bagi tubuh manusia

apabila dagingnya baik dan sehat. Daging sapi sangat disukai karena mempunyai

gizi tinggi dan rasanya enak serta gurih. Masyarakat Indonesia biasa memasak

daging sapi dengan berbagai ragam masakan yang dapat merangsang selera

makan. Daging sapi bergizi tinggi, bermanfaat bagi tubuh manusia dan

mempunyai rasa enak hanya diperoleh dari daging yang baik dan sehat. Memilih

daging sapi yang baik adalah hal yang penting dilakukan meskipun bukan

pekerjaan yang mudah.

Menurut Trantono (2011), kualitas daging dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik

pada waktu hewan sebelum dan sesudah dipotong. Kualitas fisik daging sapi

adalah warna daging, rasa dan aroma, perlemakan, dan tektur daging. Pada waktu

sebelum dipotong, faktor penentu kualitas dagingnya adalah tipe ternak, jenis

kelamin, umur, dan cara pemeliharaanyang meliputi pemberian pakan dan

perawatan kesehatan. Sedangkan kualitas daging sesudah dipotong dipengaruhi

oleh metode pemasakan, pH daging, hormon, dan metodepenyimpanan.

Kualitas Fisik Daging Sapi

1) Warna Daging

Warna daging yang baik untuk daging sapi adalah jika daging tersebut berasal dari

sapi dewasa, warna daging yang baik adalah merah terang. Sedangkan untuk

daging sapi muda, warna daging yang baik adalah kecokelatan merah muda.

(4)

mempengaruhi warna daging mentah.Beberapa faktor tersebut adalah spesies,

usia, jenis kelamin hewan, cara memotong daging,waterholding (air yang

dikandung) kapasitas daging, pengeringan pada permukaan daging,pembusukan

pada permukaan daging, dan cahaya yang mengenai permukaan daging

2) Tekstur

Kesan keempukan daging secara keseluruhan meliputi tekstur dan melibatkan

tigaaspek yaitu pertama, kemudahan awal penetrasi gigi ke dalam daging; kedua,

mudahnya daging dikunyah menjadi fragmen/potongan- potongan yang lebih

kecil, dan ketiga jumlah sisa fragmen/potongan yang tertinggal setelah

pengunyahan. Menurut Soeparno (2005),keempukan dan tekstur daging

kemungkinan besar merupakan penentu yang paling pentingpada kualitas daging.

Faktor yang mempengaruhi keempukan daging digolongkan menjadi faktor

antemortem seperti genetik dan termasuk bangsa, spesies dan fisiologi, faktor

umur, managemen, jenis kelamin dan stress. Faktor postmortem antara lain

meliputi metodepelayuan (chilling), refrigerasi dan pembekuan termasuk faktor

lama dan temperature penyimpanan serta metode pengolahan termasuk metode

pemasakan dan penambahan bahan pengempuk. Jadi keempukan bisa bisa

bervariasi diantaranya spesies, bangsa, ternak dalam spesies yang sama, potongan

karkas dan diantara otot serta otot yang sama.

3) Perlemakan (marbling)

Marbling adalah garis-garis tipis dan bintik-bintik lemak putih pada potongan

daging. Marbling dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk pola makan,

genetika, kondisi, danlokasi tempat ternak tersebut berada. Pakan ternak yang

(5)

kondisi ideal sejak lahir cenderungmemiliki marbling yang unggul. Lemak daging

yang berasal dari sapi muda akan berwarna putih kekuningan, sedangkan lemak

yang berasal dari sapi tua akan berwarna kekuningan.Jumlah marbling yang

dihasilkan menentukan kelembutan, intensitas rasa, dan juiciness saatdimasak

(Pollan, 2006). Alasannya adalah marbling membuat asam lemak dalam daging

sapi mengalami perubahan kimia yang kompleks bila terkena panas. Perubahan

kimia tersebutberinteraksi dengan asam lemak, berkembang di daging, dan

menimbulkan cita rasa yangenak. Lemak tersebut juga memberikan aroma khas

daging sapi ketika dimasak dan juicinessyang disebabkan oleh lemak yang

meleleh di daging.

4) Rasa

Menurut Chandrashekar, Hoon, Ryba, & Zuker (2006), pengertian dari rasa atau

taste adalah penerjemahan otak atas sensasi yang diterima oleh indera pengecap

yang ditimbulkanoleh senyawa yang larut dan berinteraksi dengan reseptor pada

lidah. Hingga saat ini terdapat 5 rasa yang dianggap rasa dasar yang dapat dikenali

oleh lidah manusia yaitu manis, pahit, asam, asin dan umami (rasa gurih). Bahan

pangan yang memiliki rasa gurih memiliki komponen utama berupa nukleotida

dan asam amino seperti glutamat dan aspartat. Senyawa glutamat merupakan

salah satu asam amino yang banyak ditemukan pada tomat, keju, susu, terasi, dan

lainnya. Dalam dunia kuliner Indonesia, rasa gurih sangat kuat terasa pada gulai,

sup, kaldu, soto, dan masakan tradisional lainnya. Untuk merasakan gurih,

diyakini diperlukan beberapa reseptor yang berbeda. Sebuah riset fisiologis saraf

juga membuktikan bahwa rasa gurih yang sempurna dapat tercipta apabila

(6)

mempunyai rasa yang relatif gurih,enak dan aromayang sedap yang dapat pula

dijabarkan sebagai tasty. Rasa daging juga dapat berasal dari juiceness yaitu

kandungan air di dalam daging dan lemak daging ataupun bumbu-bumbu yang

ditambahkan. Sehingga semakin banyak kandungan air di dalam daging maka rasa

daging akan semakin juicy.

5) Aroma

Faktor yang mempengaruhi rasa adalah aroma yang terdeteksi oleh hidung.

Menurut Trantono (2011), aroma pada daging sapi dipengaruhi oleh jenis pakan

yang diberikan pada saat sapi hidup. Aroma yang tidak normal biasanya akan

segera tercium sesudah hewan dipotong. Hal itu dapat disebabkan oleh adanya

kelainan antara lain hewan sakit dan hewan dalam pengobatan. Hewan yang

sakit, terutama yang menderita radang bersifat akut pada organ dalam, akan

menghasilkan daging yang berbau seperti mentega tengik. Sedangkan hewan

dalam masa pengobatan terutama dengan pemberian antibiotika, akan

menghasilkan daging yang berbau obat-obatan.

2.1.2 Atribut Produk

Atribut didefinisikan sebagai karakteristik yang membedakan merek atau produk

dari yang lain. Definisi yang lain menyebutkan bahwa atribut adalah faktor-faktor

yang dipertimbangkan konsumen dalam mengambil keputusan tentang pembelian

suatu merek ataupun kategori produk, yang melekat pada produk atau menjadi

bagian dari produk itu sendiri. Atribut menggambarkan karakteristik spesifik dari

produk yang menimbulkan manfaat. Artinya, pembeli biasanya dapat menyimpan

manfaat yang akan mereka terima dari produk dengan meneliti atribut produk

(7)

Atribut yang digunakan dalam analisis ini berjumlah tujuh atribut yang terdiri dari

harga, kesegaran, sertifikasi, rasa, lemak, warna, dan tekstur daging.Dalam hal

seperti ini, adalah penting untuk membedakan satu atau lebih atribut penentu,

yaitu atribut yang paling menentukan pilihan pembeli. Suatu atribut akan

dianggap penting jika memberikan manfaat yang sangat diinginkan, tetapi jika

semua alternatif yang bersaing mempunyai karakteristik yang sama, maka atribut

yang lain akan menentukan pilihan merek (Wijaya, 2008).

2.1.3 Pasar dan Pasar Modern

Pasar dapat diartikan sebagai tempat terjadinya penawaran dan permintaan,

transaksi, tawar-menawar nilai (harga), dan atau terjadinya pemindahan

kepemilikan melalui suatu kesepakatan antara pembeli dan penjual. Kesepakatan

tersebut dapat berupa kesepakatan harga, cara pembayaran, cara pengiriman,

tempat pengambilan atau penerimaan produk, jenis dan jumlah produk, spesifikasi

serta mutu produk, dan lain-lain termasuk kesepakatan yang berhubungan dengan

pemindahan kepemilikan produk. Istilah-istilah seperti supermarket, pasar saham,

pasar tradisional, pasar tenaga kerja, pasar ikan, pasar loak bukanlah hal yang

asing lagi. Semua jenis pasar memiliki karakteristik. Pertama, pasar tersebut

terdiri dari orang (pasar konsumen) atau organisasi (pasar bisnis). Kedua,

orang-orang atau organisasi-organisasi tersebut memiliki keinginan dan kebutuhan yang

dapat dipuaskan oleh kategori produk tertentu. Ketiga, mereka memiliki

kemampuan untuk membeli produk yang mereka cari. Keempat, mereka bersedia

untuk menukar sumberdaya yang mereka miliki, umumnya berupa uang atau

(8)

Pasar modern tidak banyak berbeda dari pasar tradisional, namun pasar jenis ini

penjual dan pembeli tidak bertransakasi secara langsung melainkan pembeli

melihat label harga yang tercantum dalam barang (barcode), berada dalam

bangunan dan pelayanannya dilakukan secara mandiri (swalayan) atau dilayani

oleh pramuniaga. Barang-barang yang dijual, selain bahan makanan makanan

seperti; buah, sayuran, daging; sebagian besar barang lainnya yang dijual adalah

barang yang dapat bertahan lama (Anonimousc, 2014).

Kehadiran pasar modern ini sebenarnya dapat mengancam kelangsungan pasar

tradisional yang semakin kalah. Pasar modern mempunyai kelebihan yang

beranekaragam yaitu:

1. Tempatnya yang bersih.

2. Barangnya lengkap dan terbaru.

3. Pelayanannya ramah dan nyaman.

4. Kebebasan pembeli untuk memilih sendiri produk yang diinginkan.

5. Ada tingkat kepuasan sendiri.

(Anonimousc, 2014)

2.2 Landasan Teori 2.2.1 Sikap Konsumen

Sikap merupakan kecenderungan yang dipelajari, ini berarti bahwa sikap yang

berkaitan dengan perilaku membeli terbentuk sebagai hasil dari pengalaman

langsung mengenai produk, informasi secara lisan yang diperoleh dari orang lain

atau terpapar oleh iklan di media masa, internet dan berbagai bentuk pemasaran

(9)

Sikap dapat mendorong konsumen kearah perilaku tertentu atau menarik

konsumen dari perilaku tertentu.

Pengukuran sikap konsumen bagi pemasaran merupakan hal yang sangat penting.

Dengan mengetahui sikap, pemasar dapat mengidentifikasi segmen manfaat,

mengembangkan produk baru dan memformulasikan serta evaluasi strategi

promosional. Sikap konsumen terhadap suatu produk dapat bervariasi bergantung

pada apa yang menjadi orientasi. Berkenaan dengan sikap, pemasar diharapkan

mengidentifikasi segmen konsumen berdasarkan manfaat produk yang diinginkan

oleh konsumen. Pengembangan produk dapat dilakukan dengan terlebih dahulu

mengetahui sikap konsumen. Sikap konsumen merupakan hal yang sangat

penting dalam pengembangan strategi promosi. Dengan mengikuti apa yang

diinginkan konsumen akan memudahkan bagi pihak promosi untuk membuat

iklan yang menarik perhatian.

2.2.2 Pemasaran

Menurut Kotler (2008) Pemasaran (Marketing) adalah mengidentifikasi dan

memenuhi kebutuhan manusia dan sosial. Salah satu defenisi yang baik dan

singkat dari pemasaran adalah “memenuhi kebutuhan dengan cara yang

menguntungkan”. Pemasaran harus bisa memastikan bahwa keuntungan itu tidak

hanya berasal dari volume penjualan tapi dari kepuasan konsumen.

Tujuan pemasaran adalah untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen

sasaran. Keinginan dan kebutuhan konsumen sangatlah beragam dan

(10)

tentang perilaku konsumen dan pembeliannya untuk dapat memenangkan

persaingan.

Konsep pemasaran muncul pada pertengahan tahun 1950-an. Alih-alih memegang

filosofi “membuat dan menjual” yang berpusat pada produk, bisnis beralih ke

filosofi “merasakan dan merespon” yang berpusat pada pelanggan. Tugas

pemasaran bukanlah mencari pelanggan yang tepat untuk produk, melainkan

menemukan produk yang tepat untuk pelanggan. Konsep pemasaran beranggapan

bahwa kunci untuk mencapai tujuan organisasi adalah menjadi lebih efektif

daripada pesaing dalam menciptakan, menghantarkan, dan mengomunikasikan

nilai pelanggan yang lebih baik kepada pasar sasaran yang dipilih.

Dalam mendesain konsep pemasaran, peranan konsumen, masyarakat, dan

lingkungan perlu mendapatkan perhatian khusus. Terdapat tiga hal yang perlu

diperhatikan dalam mendesain konsep pemasaran yaitu :

a. Identifikasi keinginan konsumen.

b. Identifikasi terhadap produk yang dipasarkan.Hal ini mengandung pengertian

bahwa buat apa produk itudipasarkan dan bukan sebaliknya, yaitu membuat

produk untuk dijual.

c. Identifikasi konsumen dan sekaligus menciptakan serta membina konsumen

(Wijaya, 2008).

2.3 Penelitian Terdahulu

Menurut Bernadien (2012) dengan metode multiatribut Fishbein secara

keseluruhan konsumen di Kecamatan Setiabudi Kotamadya Jakarta Selatan, DKI

Jakarta memiliki sikap yang positif terhadap atribut daging sapi lokal maupun

(11)

tersebut adalah kesegaran, rasa, kandungan lemak dan tekstur. Meskipun begitu

beberapa atribut daging sapi seperti harga, sertifikasi dan warna perlu

ditingkatkan kualitasnya agar semakin banyak orang yang mengkonsumsinya.

Hasil analisis Wijaya (2008) dengan analisis Multiatribut Fishbein, secara

keseluruhan atribut yang dipertimbangkan oleh konsumen dalam keputusan

membeli daging sapi di pasar tradisional Kabupaten Purworejo Kota Surakarta

berturut-turut dari yang paling dipertimbangkan sampai dengan yang kurang

dipertimbangkan adalah warna daging, bagian daging, dan kandungan lemak.

2.4 Kerangka Pemikiran

Sejalan dengan peningkatan pendapatan dan adanya kesadaran masyarakat akan

pentingnya nilai gizi dari pangan, maka pola konsumsi masyarakat secara

bertahap akan berubah kearah peningkatan konsumsi protein hewani seperti

produk peternakan. Daging sapi adalah semua jaringan dari ternak sapi dan semua

produk hasil pengolahan jaringan tersebut yang sesuai untuk dimakan serta tidak

menimbulkan gangguan kesehatan bagi yang memakannya. Selain

penganekaragaman sumber pangan, daging dapat menimbulkan kepuasan atau

kenikmatan bagi yang memakannya karena kandungan gizinya yang lengkap

sehingga keseimbangan gizi untuk hidup dapat terpenuhi. (Anonimousa, 2014)

Preferensi merupakan tahap dimana konsumen memilih suatu produk sebagai

pilihan pertama, setelah itu konsumen akan memberikan keyakinan terhadap

pilihan tersebut, dan tahap terakhir memutuskan untuk membeli. Produsen atau

(12)

preferensi konsumennya karena dengan mengetahui preferensinya diharapkan

dapat memuaskan konsumen terutama dalam pembelian daging sapi.

Gambar 3. Kerangka Pemikiran

Keterangan :

: Menyatakan Hubungan

2.4 Hipotesis

1. Diduga adanya sikap positif konsumen terhadap atribut daging sapi lokal dan

daging sapi impor dalam pembelian di pasar modern.

Konsumsi Daging Sapi

Keputusan Konsumen Dalam Membeli Daging Sapi

Pendidikan / pengetahuan konsumen tentang atribut

daging sapi

Tempat Produk Harga Promosi

Atribut daging sapi lokal dan impor.

Sikap konsumen terhadap daging sapi

Gambar

Gambar 3. Kerangka Pemikiran

Referensi

Dokumen terkait

Banyak akun yang membahas tentang Persebaya dan Bonek, namun berdasarkan jumlah followers dan like, akun Bonek Persebaya memiliki followers terbanyak daripada

Penyedia Barang/Jasa mengikuti proses Penjelasan Dokumen Penawaran (Aanwijzing) jumlah 3 (tiga) Peserta calon penyedia Jasa.. Penjelasan Dokumen Pengadaan (Aanwijzing)

Pada hari ini Senin tanggal Tiga Belas bulan Maret tahun Dua Ribu Tujuh Belas, Pokja Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pembangunan Ruang Kelas Baru Kota

different text types in different genres ); 4) Strategic Competence ( Selecting and using relevant English expression appropriately ) which is proportionally integrated in

Sedangkan menurut Sukatamsi (1984: 158) menggiring bola diartikan dengan gerakan lari menggunakan bagian kaki mendorong bola agar bergulir terus menerus

Demam adalah keadaan dimana terjadi kenaikan suhu hingga 380 C atau lebih.Ada juga yang yang mengambil batasan lebih dari 37,80C.Sedangkan bila suhu tubuh lebih dari 400C disebut

Harga tersebut sudah matang, atau yang biasa kami sebut denga istilah paket aqiqah kambing masak.. Anda bisa menyesuaikan dengan budget ataupun jumlah yang akan

Pasal 84 Tindakan pelanggaran yang dilakukan oleh Notaris terhadap ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 ayat (1) huruf i, Pasal 16 ayat (1) huruf k, Pasal 41, Pasal