.1 MAKALAH
.2
PELANGGARAN PADA PROGRAMER
Tugas ini Di Susun Guna Untuk Memenuhi Tugas Individu Mata Kuliah Pemrograman Terstruktur
Disusun Oleh:
HENI SAFITRI 18073482
AKADEMI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER
BINA SARANA INFORMATIKA
KATA PENGANTAR
Puji syukur kepada Allah SWT. Karena berkat rahmat dan ridhonya kami dapat menyelesaikan tugas makalah ini. Yang dibuat untuk memenuhi tugas salah satu mata kuliah. Tidak lupa kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami sehingga makalah ini dapat terselesaikan. Makalah ini kami persembahkan kepada :
Ibu Elly Muningsih,S.kom, selaku dosen mata kuliah. Orang tua dan teman-teman.
HALAMAN MOTTO
1. Demi masa
2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian.
3. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasehat-menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat-menasehati supaya mentaati kesabaran (Q.S. Al-Ashr : 1-3)
4. Sungguh bersama kesukaran pasti ada kemudahan (Q.S. Asy Syarh : 5)
ABSTRAKSI
.
Era globalisasi sekarang ini, teknologi informasi melaju dengan cepatnya. Adapun komputer yang diciptakan untuk mempermudah pekerjaan manusia, mencapai kemajuan baik dalam pembuatan hardware maupun software.
DAFTAR ISI
Halaman Judul Kata Pengantar Halaman Motto Abstraksi
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah B. Tujuan Penulisan
C. Sistematika Penulisan BAB II PEMBAHASAN
1. Perkembangan Dunia Teknologi Informasi 2. Perkembangan Dunia Programer
3. Jenis-jenis Pelanggaran Pemrograman
A. Pelanggaran kode etik pemrograman
B. Kejahatan Komputer
1. Definisi Kejahatan Pemrograman 2. Jenis-jenis kejahatan
4. Bahasa Pemrograman
A. Konsep Dasar Pemrograman Web B. Bahasa Pemrograman
BAB III PENUTUP A Kesimpulan
B Saran
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Seiring dengan perkembangan zaman dan semakin meluasnya jaringan multimedia, maka proses pengiriman dan pengaksesan citra digi-tal juga semakin mudah. Kemudahan ini membuat setiap orang dapat se-cara bebas saling bertukar informasi yang mereka inginkan sehingga diperlukan suatu sistem perlindungan terhadap data tersebut. Perlindungan data pada sistem digital dapat berupa metoda criptography dan metode wa-termarking. Metoda criptography yaitu metoda pengacakan data menjadi chipertext menggunakan suatu kunci criptography. Criptography memusatkan kepada keamanan saat proses penditribusian data. Metode watermarking merupakan metode yang menyisipkan data dengan suatu data watermark. Watermarking memusatkan pada perlindungan hak cipta data tersebut.
Penulisan ini bertujuan mengembangkan sistem image watermark-ing menggunakan transformasi wavelet Haar level satu. Algoritma RSA yang merupakan salah satu kunci pada criptography digunakan sebagai pengacak data watermark yang berupa citra dan Independent Component Analysis sebagai pengekstraksian watermark. Algoritma RSA men-dasarkan proses enkripsi dan dekripsinya pada konsep bilangan prima dan aritmetika modulo sehingga diharapkan citra watermark tidak mudah dide-teksi dan keamanan data watermark dapat ditingkatkan .
3-Generation (3G) untuk memberikan servis data kecepatan tinggi meningkatkan kebutuhan pada cellular network. Pelanggan memiliki hara-pan yang sangat besar terhadap third-generation services. Desain jaringan untuk layanan 3G saat ini lebih banyak ditujukan untuk aplikasi out-door. Untuk aplikasi in-door layanan 3G dengan data rate yang lebih tinggi dari generasi sebelumnya, diperlukan rancangan khusus mengingat environ-ment-nya relatif lebih kompleks dari segi shadowing, obstruction, reflec-tion dll.
B. Tujuan Penulisan
Penulis membuat makalah ini dengan tujuan untuk memberikan pemahaman tentang pengertian dari perkembanagan dunia TI, mengem-bangkan sistem image watermarking menggunakan transformasi wavelet Haar level satu, membahas menegenai pelanggaran programmer, dan je-nis-jenis dari bahasa pemrograman.
C. Sistematika Penulisan
Penulisan makalah ini dibagi menjadi 3 (tiga) Bab, yaitu
BAB I Pendahuluan
Dalam bab ini dibahas mengenai latar belakang masalah yang ingin dijelaskan, tujuan penulis dalam pembuatan makalah dan sistematika penulisan.
BAB II Pembahasan
Dalam bab ini dibahas mengenai pengertian dari pemrograman programmer, penjabaran tentang pemahaman tentang dunia programmer yang berkipran dalam sistem komputerisasi.
BAB III Penutup
BAB II
PEMBAHASAN
1. Perkembangan Dunia Teknologi Informasi
Perkembangan teknologi informasi, terutama informasi digital akhir-akhir ini mengalami peningkatan secara pesat. Peningkatan ini di-tandai dengan banyaknya penggunaan dan distribusi data multimedia. Kemudahan dalam pengaksesan data multimedia menyebabkan diper-lukannya suatu sistem keamanan yang dapat mengamankan informasi dari pihak-pihak yang tidak berkepentingan. Berbagai jenis metoda pengolahan digital untuk keamanan berbagai jenis data digital sudah tersedia saat ini.
Watermarking adalah salah satu cara untuk melindungi hak milik intelektual atas produk multimedia (gambar/foto, audio, teks, video) den-gan menyisipkan informasi ke dalam data multimedia tersebut. Informasi yang disisipkan ke dalam data multimedia disebut watermark, dan water-mark dapat dianggap sebagai sidik digital (digital signature) atau stempel digital dari pemilik yang sah atas produk multimedia tersebut. Blind wa-termarking adalah salah satu bagian dari wawa-termarking dengan karakteris-tiknya yaitu tidak diperlukannya citra asli pada proses decoder untuk meli-hat pesan yang ditumpangkan.
Semakin berkembangnya teknologi, semua aplikasi akan berbasis
Dalam kode etik hacker ada kepercayaan bahwa berbagai informasi adalah hal sangat baik dan berguna, dan sudah kewajiban (kode etik) bagi seorang hacker untuk membagi hasil penelitiannya dengan cara menulis kode yang open source dan memberikan fasilitas untuk mengakses infor-masi tersebut dan menggunakan peralatan pendukung apabila memu-ngkinkan. Disini kita bisa melihat adanya proses-proses pembelajaran. Yang menarik dalam dunia hacker yaitu terjadi strata-strata atu tingkatan yang diberikan oleh komunitas hacker kepada seseorang karena kepawa-iannya bukan karena umur atau senioritasnya. Untuk memperoleh pen-gakuan atau derajat seorang hacker mampu membuat program untuk ek-sploit kelemahan system menulis tutorial/artikel aktif diskusi mailing list atau membuat situs web, dsb.
Akibat yang sangat nyata adabya cyber crime terhadap kehidupan sosial budaya di Indonesia adalah ditolaknya setiap transaksi di internet dengan menggunakan kartu kredit yang dikeluarkan oleh perbankan In-donesia. Masyarakat dunia telah percaya lagi dikarenakan banyak kasus credit cart PRAUD yang dilakukan oleh netter asal Indonesia. Dunia teknologi informasi berkembang sedemikian cepat sungguh luar diluar dugaan, tetapi perkembangan ini diikuti pula dengan kejahatan teknolog informasi. Dan j\karena kejahatan ini pula menyebabkan banyak orang harus membayar mahal untuk mencegahnya dan menaati hukum yang ada.
Perkembangan teknologi berbasis digital video saat ini cukup pe-sat. Berbagai cara dilakukan untuk menerapkan teknologi tersebut pada
jaringan data yang di desain secara khusus maupun pada jaringan data existing (yang telah ada). Aplikasi dari teknologi berbasis digitial video antara lain Teleconference, Video Streaming, Live Streaming, Video on Demand, dan Video Surveillance.
Call, Video Surveillance (seperti security monitoring), dan hiburan (Television). Video Surveillance adalah aplikasi Live Streaming dengan menempatkan satu atau beberapa kamera pada suatu tempat yang dapat di-monitoring dengan cara streaming. Teknologi Live Streaming tidak jauh berbeda dengan Video Streaming, hanya saja sumber datanya bersifat real time langsung bersumber dari kamera.
Berbagai persoalan yang telah penulis sampaikan diatas hanya sekelumit dari berbagai permasalahan tentang kejahatan pada komputer serta pelanggaran kode etik profesiIT. Namun dari berbagai teori dan ka-sus pelanggaran yang telah disampaikan diatas setidak-tidaknya telah membuka wawasan kita bahwa teknologi komputer sebagai media tidak ternyata tidak dapat “ membebaskan diri” dari kejahatan. Dalam perkem-bangannya saat ini teknologi informasi menjadi media yang sangat efektif bagi perkembangan kejahatan bentuk baru yang disebut dengan cyber-crime. Tentu, permasalahan ini harus dicarikan solusinya, sehingga inter-net dapat dimanfaatkan secara maximal bagi kehidupan umat manusia. Karena itulah, sistem hkum yang efektif telah menjadi tembok akhir bagi pencari keadilan untuk meminimumkan berbagai kejahatan di Internet. Namnun, sistem hukum tidak dapat efektif bekerja bila masyarakat yang dirugikan masih saja menutup diri dalam belenggu bahwa penegakkan hukum akan selalu menimbulkan kerugian yang jauh lebih besar lagi.
Semua teknologi adalah pedang bermata dua, dia dapat digunakan untuk tujuan baik dan jahat. Contoh teknologi nuklir dapat memberikan sumber energi tetapi nuklir juga menghancurkan kota hirisima. Seperti hal-nya juga teknologi komputer, orang yang sudah memiliki keahlian dibidang komputer bisa membuat teknologi yang bermanfaat tetapi tidak jarang yang melakukan kejahatan.
Dilema yang dihadapi hukum tradisisonal dalam menghadapi fenomena-fenomena cyberspase ini merupakan alasan utama perlunya membentuk satu regulasi yang cukup akomodatif terhadap fenomena-fenomena baru yang muncul akibat pemanfaatan internet. Aturan hukum yang akan dibentuk itu harus diarahkan untuk memenuhi kebutuhsn (the legal needs) para pihak yang terlibat di dalam transaksi-transaksi lewat in-ternet.
2. Perkembangan Dunia Programer
Seorang programer tentu lebih mengutamakan dari sisi program-ingnya. Bagaimana kecepatan prosesnya, bagaimana keamanan scriptnya, bagaimana dapat berjalan dengan baik di berbagai platform, bagaimana mempermudah untuk mengembangkan script tsb nantinya, bagaimana agar mudah untuk dibuatkan design (template) nya, dlsb ? Hal-hal tersebut akan menjadi pertimbangan-pertimbangan seorang programer dalam bekerja.
Programer akan benar-benar diperlukan jika program yang dibuat bersifat uniq dan tidak ada atau belum ada opensourcenya. Atau jika sudah ada opensourcenya perlu meng-customize software tsb untuk disesuaikan dengan kebutuhan.
3. Jenis-jenis Pelanggaran Pemrograman
Kode etik pemrograman merupakan pengaturan diri profesi yang bersangkutan dan ini perwujudan moral yang hakiki, yang tidak dapat di-paksakan dari luar. Kode etik pemrograman hanya berlaku efektif apabila dijiwai oleh cita-cita dan nilai-nilai yang hidup dalam lingkungan profesi itu sendiri. Kode etik merupakan kriteria prinsip profesionalisme yang lebih digariskan, sehingga diketahui dengan pasti kewajiban profesional-isme lama, baru ataupun calon anggota kelompok profesi. Dalam bab makalah ini yang akan dijabarkan lebih banyak adalah mengenai kode etik pemrograman.
Semakin berkembangnya teknologi, semua aplikasi akan berbasis
disebut Voice over Internet Protocol (VoIP). VoIP adalah teknologi yang mampu melewatkan trafik suara yang berbentuk paket melalui jaringan IP.
Komunikasi real time seperti voice merupakan layanan yang sangat rentan terhadap delay sedangkan jaringan akses yang sudah ada mem-berikan delay yang cukup besar untuk layanan ini. Salah satu alternatif jaringan yang dapat digunakan adalah jaringan dengan teknologi WiMAX (Worldwide Interoperability for Microwave Access) Teknologi ini mampu memberikan layanan data berkecepatan hingga 70 Mbps dalam ra-dius hingga 50 km[9]. Rara-dius yang cukup untuk menjadikan WiMAX se-bagai jaringan telekomunikasi broadband. Dengan teknologi WiMAX, impian akan layanan informasi data yang murah dengan kecepatan tinggi akan segera terwujud
A. Pelanggaran kode etik pemrograman
Faktor utama meningkatnya Pelanggaran Kode Etik Pemrograman adalah makin merebaknya penggunaan internet. Jaringan luas komputer tanpa disadari para pemiliknya disewakan kepada spammer (penyebar e-mail komersial), fraudster (pencipta situs tipuan), penyabot digital. Terminal-terminal jaringan telah terinfeksi virus komputer, yang mengubah komputer menjadi “zombie”.
Faktor-faktor penyebab Cybercrime
Beberapa faktor yang menyebabkan kejahatan komputer kian marak dilakukan antara lain adalah:
a. Akses internet yang tidak terbatas.
c. Mudah dilakukan dengan resiko keamanan yang kecil dan tidak diperlakukan peralatan yang super modern. Walaupun kejahatan komputer mudah untuk dilakukan tetapi sangat sulit untuk melacakny, sehingga ini mendorong para pelaku kejahatan untuk terus melakukan hal ini.
d. Para pelaku merupakan orang yang ada pada umumnya cerdas, mempunyai rasa ingi tahu yang besar, dan fanatik akan teknologi komputer. Pengetahuan pelaku kejahatan komputer tentang cara kerja sebuah komputer jauh diatas operator komputer.
e. Sistem keamanan jaringan yang lemah.
f. Kurangnya perhatian masyarakat. Masyarakat dan penegak hukum saat ini masih memberi perhatian yang sabgat besar terhadap kejahatan konvensional. Pada kenyataannya para pelaku kejahatan komputer masih terus melakukan aksi kejahatannya.
g. Belum adanya undang-undang atau hukum uang mengatur tentang kejahatan komputer.
Faktor-faktor penyebab Pelanggaran Kode Etik Pemrograman, yaitu:
a. Tidak berjalannya kontrol dan pengawasan dari masyarakat. b. Organisasi profesi tidak dilengkapi dengan sarana dan
mekanisme bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan. c. Rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai substansi kode
etik profesi, karena buruknya upaya sosialisasi dari pihak profesi sendiri.
d. Belum terbentuknya kultur dan kesadaran dari para pengemban profesi IT untuk menjaga martabat luhur profesinya.
B. Kejahatan Komputer
1. Definisi Kejahatan Pemrograman
Kejahatan komputer dapat dikategorikan sebagai kejahatan “White Collar Crime”, yang dalam beroperasi lebih banyak menggunakan pikiran dan otak. Definisi Cybercrime adalah sesuatu tindakan yang merugikan orang lain atau pihak-pihak tertentu yang dilakukan pada media digital atau dengan bantuan perangkat-perangkat digital. Kemudian definisi yang dikemukakan oleh Organization of European Community Development (OECD) , bahwa:
“Any illegal, unethicall or unauthorized behavior relating to the authomatic processing and/or the transmission of data”
Dari definisi tersebut,kejahtan komputer ini termasuk segala akses illegal atau secara tidak sah terhadap suatu transmisi data. Di sini terlihat bahwa segala aktifitas yang tidak sah dalam suatu sistem komputer merupakan kejahatan.
a. Memoderinisasi KUHP
b. Menyusun RUU Teknologi Informasi (Draf III) oleh UNPAD, yang rencananya diserahkan kepada Depkomindo.
2. Jenis-jenis kejahatan
Kejahatan mendapat tempat yang spesial di sini. Mulai dari penipuan sederhana sampai yang sangat merugikan, ancaman terhadap seseorang atau kelompok, penjualan barang-barang ilegal, sampai tindakan terorisme yang menewaskan ribuan orang bisa dilakukan menggunakan komputer dan internet. Melihat semakin meningkatnya kejahatan di internet dan dunia komputer, mulai banyak negara yang merespon hal ini. Dengan membuat pusat-pusat pengawasan dan penyidikan kriminalitas di dunia cyber ini9 diharapkan kejahatan cyber tidak akan terus berkembang merajalela tak terkendali.
a. Tindakan, perilaku, perbuatan yang termasuk dalam kategori kejahatan komputer atau Cybercrime adalah sebagai berikut:
b. Penipuan finansial melaui perangkat kompuuter dan media komunikasi digital.
c. Sabotase terhadap perangkat-perangkat digital, data-data milik orang lain, dan jaringan komunikasi data.
d. Pencurian informasi pribadi seseorang maupun organisasi tertentu.
e. Penetrasi terhadap sistem komputer dan jaringan sehingga menyebabkan privasi terganggu atau gangguan pada fungsi komputer yang digunakan (denial of service). f. Menyebarkan virus, worm, backdoor, trojan pada
Beberapa faktor yang menyebabkan kejahatan komputer kian marak dilakukan antara lain adalah:
a. Akses internet yang tidak terbatas.
b. Kelalaian pengguna komputer. Hal ini merupakan salah satu penyebab utam kejahatn komputer.
c. Mudah dilakukan dengan resiko keamanan yang kecil dan tidak diperlakukan peralatan yang super modern. Walaupun kejahatan komputer mudah untuk dilakukan tetapi sangat sulit untuk melacakny, sehingga ini mendorong para pelaku kejahatan untuk terus melakukan hal ini.
d. Para pelaku merupakan orang yang ada pada umumnya cerdas, mempunyai rasa ingi tahu yang besar, dan fanatik akan teknologi komputer. Pengetahuan pelaku kejahatan komputer tentang cara kerja sebuah komputer jauh diatas operator komputer.
e. Sistem keamanan jaringan yang lemah.
f. Kurangnya perhatian masyarakat. Masyarakat dan penegak hukum saat ini masih memberi perhatian yang sabgat besar terhadap kejahatan konvensional. Pada kenyataannya para pelaku kejahatan komputer masih terus melakukan aksi kejahatannya.
g. Belum adanya undang-undang atau hukum uang mengatur tentang kejahatan komputer.
4. Bahasa Pemrograman
interak-tifnya, seperti bhinneka.com, amazon.com, ebay.com, dan lain-lain. Pasti-lah kita pernah mengisikan sesuatu pada sebuah situs baik itu sebuah buku tamu, polling, email dan lain-lain. Lalu kita juga dapat melihat pada hala-man tersebut seperti tanggal saat ini, jam, dan jumlah pengunjung yang telah melihat situs tersebut. Sebelum kita mempelajari bahasa – bahasa pemrograman dalam web lebih lanjut, ada baiknya kita mengerti dahulu cara kerja Internet dalam hal ini konsep client server dan peer to peer. Kita tidak usah membicarakan bagaimana data berjalan dan sampai ketujuan dengan melewati berbagai perangkat-perangkat jaringan computer karena tidak akan habis dibahas dalam satu bab.
Konsep client server adalah koneksi dan komunikasi yang di-lakukan dua computer dimana satu sisi bertindak sebagai klien dan sisi lain sebagai server, server hanya melayani permintaan klien dan klien mengirimkan atau meminta suatu proses pada server. Sedangkan peer to peer adalah konsep teknologi dimana antara kedua sisi tersebut menjadi kabur, satu sisi computer tersebut bisa berupa client dengan meminta suatu layanan ke server dan sisi lain computer tersebut bisa berupa server den-gan menerima proses permintaan dari client. Web dibuat denden-gan suatu ba-hasa pengkodean HTML, agar dapat interaktif maka seorang web develop-ment membuat suatu pemrograman agar dapat interaksi antara pengunjung dan situs tersebut, ada banyak bahasa yang dapat digunakan seperti ASP, PHP, Javascript, Css, XML, CMS dan lain-lain. Contohnya pada saat kita masuk ke situs tertentu, terdapat hit counter, jam, dan bukutamu, dan hala-man polling. Lalu pertanyaan dasar gihala-mana kita membuat ini, apakah bisa diwujudkan dengan hanya menggunakan HTML, atau butuh suatu script lain untuk mewujudkannya. Jawabannya dengan kode HTML ini bisa di-wujudkan dengan sangat sederhana dan terbatas kemampuannya.
A. KONSEP DASAR PEMROGRAMAN WEB
su-atu ruang informasi dimana sumber-sumber daya yang berguna di iden-tifikasi oleh pengenal global yang disebut Uniform Resource Identifier (URI). WWW sering dianggap sama dengan Internet secara keselu-ruhan, walaupun sebenarnya ia hanyalah bagian dari padanya. Hiperteks dilihat dengan sebuah program bernama browser web yang mengambil informasi (disebut"dokumen" atau“halaman web") dari server web dan menampilkannya, biasanya disebuah monitor. Kita lalu dapat mengikuti pranala disetiap halaman untuk pindah kedokumen lain atau bahkan mengirim informasi kembali kepada server untuk berinter-aksi dengannya. Ini disebut "surfing" atau" berselancar" dalam bahasa Indonesia. Halaman web biasanya diatur dalam koleksi material yang berkaitan yang disebut “situsweb".
B. BAHASA PEMROGRAMAN WEB HTML ( HyperText Markup Language )
HTML adalah sebuah bahasa markup yang digunakan untuk membuat sebuah halaman web dan menampilkan berbagai informasi di-dalam sebuah browser Internet. Bermula dari sebuah bahasa yang se-belumnya banyak digunakan didunia penerbitan dan percetakan yang disebut dengan SGML, HTML adalah sebuah standar yang digunakan secara luas untuk menampilkan halaman web dan HTML kini meru-pakan standar Internet yang saat ini dikendalikan oleh World Wide Web Consortium (W3C). Versi terakhir dari HTML adalah HTML 4.01, meskipun saat ini telah berkembang XHTML yang merupakan pengem-bangan dari HTML. HTML berupa kode-kode tag yang menginstruk-sikan browser untuk menghasilkan tampilan sesuai dengan yang di-inginkan. Sebuah file yang merupakan file HTML dapat dibuka dengan menggunakan browser web seperti Mozilla Firefox atau Microsoft In-ternet Explorer. HTML juga dapat dikenali oleh aplikasi pembuka email ataupun dari PDA dan program lain yang memiliki kemampuan browser.
Secara umum dokumaen web dibagi menjadi dua section (bagian), yaitu section head dan section body. Sehingga setiap dokumen HTML harus mempunyai pola dasar lengkap
1) Bahasa Pemrograman HTML
HyperText Markup Language (HTML) adalah sebuah bahasa markup yang digunakan untuk membuat sebuah halaman web dan menampilkan berbagai informasi di dalam sebuah browser Internet. HTML saat ini merupakan standar Internet yang didefinisikan dan dikendalikan penggunaannya oleh World Wide Web Consortium (W3C). HTML berupa kode-kode tag yang menginstruksikan browser untuk menghasilkan tampilan sesuai
dengan yang diinginkan.
Sebuah file yang merupakan file HTML dapat dibuka dengan menggunakan browser web seperti Mozilla Firefox atau Microsoft Internet Explorer.
2) Bahasa Pemrograman PHP
PHP adalah bahasa pemrograman script yang paling banyak dipakai saat ini. PHP pertama kali dibuat oleh Rasmus Lerdorf pada tahun 1995. Pada waktu itu PHP masih bernama FI (Form Interpreted), yang wujudnya berupa sekumpulan script yang digunakan untuk mengolah data form dari web. PHP banyak dipakai untuk membuat situs web yang dinamis, walaupun tidak tertutup kemungkinan digunakan untuk pemakaian lain. PHP biasanya berjalan pada sistem operasi linux (PHP juga bisa dijalankan dengan hosting windows
ASP adalah singkatan dari Active Server Pages yang meru-pakan salah satu bahasa pemograman web untuk menciptakan hala-man web yang dinamis. ASP merupakan salah satu produk teknologi yang disediakan oleh Microsoft. ASP bekerja pada web server dan merupakan server side scripting.
4) Bahasa Pemrograman XML
Extensible Markup Language (XML) adalah bahasa markup serbaguna yang direkomendasikan W3C untuk mendeskripsikan berbagai macam data. XML menggunakan markup tags seperti hal-nya HTML namun penggunaanhal-nya tidak terbatas pada tampilan ha-laman web saja. XML merupakan suatu metode dalam membuat penanda/markup pada sebuah dokumen.
5) Bahasa Pemrograman WML
WML adalah kepanjangan dari Wireless Markup Language, yaitu bahasa pemrograman yang digunakan dalam aplikasi berbasis XML (eXtensible Markup Langauge). WML ini adalah bahasa pemrograman yang digunakan dalam aplikasi wireless. WML merupakan analogi dari HTML yang berjalan pada protocol nirka-bel.
6) Bahasa Pemrograman PERL
Perl adalah bahasa pemrograman untuk mesin dengan sistem operasi Unix (SunOS, Linux, BSD, HP-UX), juga tersedia untuk sistem operasi seperti DOS, Windows, PowerPC, BeOS, VMS, EBCDIC, dan PocketPC. PERL merupakan bahasa pemograman yang mirip bahasa pemograman C.
Cfm dibuat menggunakan tag ColdFusion dengan software Adobe ColdFusion / BlueDragon / Coldfusion Studio. Syntax cold-fusion berbasis html.
8) Bahasa Pemrograman Javascript
Javascript adalah bahasa scripting yang handal yang berjalan pada sisi client. JavaScript merupakan sebuah bahasa scripting yang dikembangkan oleh Netscape. Untuk menjalankan script yang ditulis dengan JavaScript kita membutuhkan JavaScript-enabled browser yaitu browser yang mampu menjalankan JavaScript.
9) Bahasa Pemrograman CSS
Cascading Style Sheets (CSS) adalah suatu bahasa stylesheet yang digunakan untuk mengatur tampilan suatu dokumen yang dit-ulis dalam bahasa markup. Penggunaan yang paling umum dari CSS adalah untuk memformat halaman web yang ditulis dengan HTML dan XHTML. Walaupun demikian, bahasanya sendiri dapat dipergunakan untuk semua jenis dokumen XML termasuk SVG dan XUL. Spesifikasi CSS diatur oleh World Wide Web Consor-tium (W3C).
BAB III
PENUTUP
Dari pembahasan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa Seorang programer tentu lebih mengutamakan dari sisi programingnya. Bagaimana kecepatan prosesnya, bagaimana keamanan scriptnya, bagaimana dapat berjalan dengan baik di berbagai platform, bagaimana mempermudah un-tuk mengembangkan script tsb nantinya, bagaimana agar mudah unun-tuk dibuatkan design (template) nya, Hal-hal tersebut akan menjadi pertimban-gan-pertimbangan seorang programer dalam bekerja.
Berbagai persoalan yang telah penulis sampaikan diatas hanya sekelumit dari berbagai permasalahan tentang kejahatan pada komputer serta pelanggaran kode etik profesiIT. Namun dari berbagai teori dan kasus pelanggaran yang telah disampaikan diatas setidak-tidaknya telah membuka wawasan kita bahwa teknologi komputer sebagai media tidak ternyata tidak dapat “ membebaskan diri” dari kejahatan. Dalam perkembangannya saat ini teknologi informasi menjadi media yang sangat efektif bagi perkembangan kejahatan bentuk baru yang disebut dengan cybercrime. Tentu, permasalahan ini harus dicarikan solusinya, sehingga internet dapat dimanfaatkan secara maximal bagi kehidupan umat manusia. Karena itulah, sistem hkum yang efektif telah menjadi tembok akhir bagi pencari keadilan untuk meminimumkan berbagai kejahatan di Internet. Namnun, sistem hukum tidak dapat efektif bekerja bila masyarakat yang dirugikan masih saja menutup diri dalam belenggu bahwa penegakkan hukum akan selalu menimbulkan kerugian yang jauh lebih besar lagi.
Programer akan benar-benar diperlukan jika program yang dibuat bersifat uniq dan tidak ada atau belum ada opensourcenya. Atau jika sudah ada open sourcenya perlu meng-customize software tsb untuk disesuaikan dengan kebutuhan.
lingkungan profesi itu sendiri. Kode etik merupakan kriteria prinsip profe-sionalisme yang lebih digariskan, sehingga diketahui dengan pasti kewa-jiban profesionalisme lama, baru ataupun calon anggota kelompok profesi. Dalam bab makalah ini yang akan dijabarkan lebih banyak adalah menge-nai kode etik pemrograman.
Web dibuat dengan suatu bahasa pengkodean HTML, agar dapat interaktif maka seorang web development membuat suatu pemrograman agar dapat interaksi antara pengunjung dan situs tersebut, ada banyak ba-hasa yang dapat digunakan seperti ASP, PHP, Javascript, Css, XML, CMS dan lain-lain. Contohnya pada saat kita masuk ke situs tertentu, terdapat hit counter, jam, dan bukutamu, dan halaman polling. Lalu pertanyaan dasar gimana kita membuat ini, apakah bisa diwujudkan dengan hanya menggunakan HTML, atau butuh suatu script lain untuk mewujudkannya. Jawabannya dengan kode HTML ini bisa diwujudkan dengan sangat seder-hana dan terbatas kemampuannya.
B. SARAN – SARAN
Dalam era globalisasi seperti sekarang ini, hendaknya banyak programmer yang bertanggung jawab akan segala hasil yang ada dalam memunjang dunia teknologi agar lebih maju dan berkembang.
tindak kejahatn komputer. Untuk itu perlu dibuat hukum yang mengatur kejahatan dalam bidang ini. Di banyak negara maju, Cybercrime diperlakukan sebagai bentuk kejahatan baru dan penanganannya juga menggunakan suatu undanu-undang tersendiri (cyber law).
Dalam konteks kerangka hukum di bidang cyber, dikenal cyberlaes, yakni serangkaian undang-undang yang mengatur masalah yang berkaitan dengan pemanfaatan komputer, Teknologi Informasi, Internet, dan Telekomunikasi. Dengan demikian sudah saatnya pembuat Undang-Undang (DPR dan Pemerintah) mulai membuka diri dan memikirkan perlu segera dibuatnya cyberlaw.
DAFTAR PUSTAKA
modul etika profesi IT