27
DAFTAR PUSTAKA
Ariyana,Dewi, S.S., dan Haribi, R. (2009). Daya Hambat Shampo Shampo Antiketombe Terhadap Pertumbuhan C. Albicans Penyebab Ketombe.
Semarang: Laboratorium Mikrobiologi UNIMUS.14(4):5-10.
Balsam, M.S., dan Saragih, E, (1974). Cosmetic Science and Tecnology. Edisi kedua. New York: WhileyInterscience Inc. Hal. 81-10.
Bonang, G., dan Koeswardono, E.S. (1982). Microbiologi Kedokteran. Jakarta: Gramedia. Hal. 71.
Brock, T.D., dan M.T. Madigan.1991. Iology of Microorganism. Sixth Edition. New York: Prentice Hall International Editions. Hal 58.
Cadin C. (1998). Isolated dandruff. Editor: Baran dan Maichbach. Dalam Textbook Of Cosmetic Dermatology. Edisi Kedua. London: Martin Dunit. Hal. 193-200.
Chander, J. (2002). Textbook Of Medical Micology. London: Blackwell Science Ltd. Hal. 78-83.
Depkes RI. 1985. Formularium Kosmetika Indonesia. Jakarta. Departemen Kesehatan RI.
Difco Laboratories. (1977). Difco Manual of Dehydrated Culture Media and Reagents for Microbiology and Clinical Laboratory Procedures. Edisi kesembilan. Detroit Michigan: Difco Laboratories. Hal. 32, 64.
Ditjen POM. (1995). Materia Medika Indonesia. Jilid VI. Jakarta: Departemen Kesehatan RI. Hal. 143-147, 297-326, 306, 333-340.
Ditjen POM. (1995). Farmakope Indonesia . Edisi Keempat.Jakarta: Departeman Kesehatan RI. Hal. 891-899.
Ditjen POM. (1985). Formularium Kosmetik Indonesia . Jakarta: Departemen Kesehatan RI. Hal. 285-286.
Ditjen POM. (2009). Farmakope Herbal Indonesia. Edisi pertama. Jakarta: Departemen Kesehatan RI. Hal. 52.
Fardiaz, S. (1992). Mikrobiologi Pangan I. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama dan PAU Pangan dan Gizi. Hal. 239-249.
Harahap, M, 1990. Penyakit kulit. Penerbit : PT Gramedia. Jakarta. Hal 55-60.
Hernani. (2001). Temulawak (Curcuma zanthorrhiza Roxb) Tumbuhan Obat Indonesia, penggunaan obat dan Khasiatnya. Jakarta: Pustaka Populer Obor. Hal. 130.
28
Harmanto, N. (2006). SHK: Ibu Sehat dan Cantik dengan Herbal. Jakarta: Elex Media Komputindo. Hal. 18-19.
Imron, H.S.S 1985. Sediaan Kosmetika. Direktorat Pembinaan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat. Dirjen Pendidikan Tinggi Depdikbud.
Janssen Pharmaceutica. (1989). Ketoconazole in Seborrhoeic Dermatitis and Dandruff a Review. United Kingdom: ADIS Pre Lay, B.W., dan Hastowo, S. (1992). Mikrobiologi. Bogor: Penerbit Institut Pertanian Bogor. Hal. 79. Jawetz, E. (1996). Mikrobiologi Kedokteran. Jakarta: Penerbit EGC Buku
Kedokteran. Hal. 3, 611-616.
Lay, B.W., dan Hastowo, S. (1992). Mikrobiologi. Bogor: Penerbit Institut Pertanian Bogor. Hal. 79.
Mita, S.R., Rusmiati, D., dan Kusuma, S.A. (2009). Pengembangan Ekstrak Etanol Kubis (Bassica oleracea var. Capitata l.). Asal Kabupatn Bandung Barat dalam Bentuk Sampo Antiketombe Terhadap Jamur Malassezia furfur.Skripsi. Bandung: Universitas Padjajaran. Diakses Tanggal: 5 Oktober 2012.http://pustaka.unpad.ac.id.
Michael J, P, Ir., dan E.C.S. Chan. (2005). Dasar-Dasar Mikrobiologi. Penerbit Universitas Indonesia. Hal. 826.
Pratiwi, S.T. (2008). Mikrobiologi Farmasi. Jakarta: Penerbit Erlangga. Hal. , 101-117, 190-191.
Pelczer, M.J. dan Reid, R.D. 1979. Microbiology. Mc. Graw Hill Book Co. New York.
Pelezer, J.M. (2005). Dasar-Dasar Mikrobiolog II. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. Hal. 553,817.
Siregar, S.M. (2003). Pembuatan Sampo dengan Bahan Pewangi Minyak Atsiri dari Kulit Buah Jeruk Purut (Citrus hystrix D.C).Skripsi. Medan: Jurusan Farmasi Fakultas FMIPA Universitas Sumatera Utara. Hal. 2-3.
Rooder NL, Xu J, Youngquist RS, Schwart JR, Rust JR, Sounders CW. The antifungil mechanism of action of zinc pirition. Journal of Dermatology, 2011 october ; Cincinnanti, Ohio. U.S.A. :The Procter & medike.2001. P. 203.
Santosa, D., dan Didik, G. (2001). Ramuan Tradisional Untuk Penyakit Kulit. Cetakan Kedua. Jakarta: Penebar Swadaya. Hal. 35.
Siswandono. (1998). Pr insip-prinsip Rancangan Obat. Surabaya: Airlangga University Press. Hal. 38-41.
29
Stecher, PaulG/ G al. Thr merck index of chemical and drugs, Ranway. N.J.USA; Merk & co,Inc : 1980.
Tan, T.H., dan Kirana, R. (2002). Obat-obat Penting. Edisi kelima. Jakarta: UI- Press. Hal 91.
Rusmalirin, H. (2003). Aktivitas Anti Kanker Ekstrak Rimpang Lengkuas Lokal ( Alpinia galangal (L) . Sw). Pada Alur Sel Kanker Manusia Serta Mencit yang Ditransplantasi dengan Sel Tumor Primer. Disertasi. Program Pasca Sarjana ITP. IPB. Bogor.
Wasitaatmadja, S.M. (1997). Penuntun Ilmu KosmetikMedik. Jakarta:UI-Press. Hal. 209.
Vandepitte, J. Engback, K. Piot, P. Heuck, CC. (1990). Basic Laboratory Procedurs in Clinical Bakteriology. Geneva: WHO Library. Hal. 78,96.
Volk dan Wheeler. 1985. Mikrobiologi Dasar.Penerbit Erlangga. Jakarta.