• Tidak ada hasil yang ditemukan

’Quo Vadis’ Kemiskinan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "’Quo Vadis’ Kemiskinan"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

’Q u o Va d i s’ Kem i sk i n a n ?

Asrian HC**

Selasa, 10 Ju ni 2 00 8

DI tengah dinamika politik yang memanas, pernyataan Plt. Gubernur

Lampung Syamsurya Ryacudu tentang kemiskinan seolah

menghujani kemarau. Menyejukkan sekaligus melegakan.

Kemiskinan cukup kronis ditambah kenaikan bahan bakar minyak (BBM).

Sepantasnya kita merespon, apalagi tataran birokrasi (satuan kerja perangkat daerah) sebagai pelaksana pembangunan. Pandangan dan komitmen pemimpin adalah sinyal dan arah untuk bergerak. Oleh sebab itu, visinya adalah modal utama pemimpin. Itu pula sebabnya melalui sistem yang demokratis sekarang, kita berharap calon pemimpin menyampaikan visinya sebagai perekat dengan rakyat.

Mengapa kemiskinan? Menurut Muhamad Yunus, penerima Nobel Perdamaian bidang ekonomi dari Bangladesh, kemiskinan adalah akibat kebijakan yang dibuat. Bila disimak lebih jauh, tidak ada yang ingin miskin.

Semua berusaha memperoleh pendapatan dan mengejar

kemakmuran. Walau kemudian banyak yang harus menerima kemiskinan.

(2)

Asr i a n H en d i c a ya

2

Beberapa tahun belakangan ini, Lampung menetapkan

penanggulangan kemiskinan sebagai prioritas pembangunan. Untuk itu, wajar dalam rangka mengefektifkan upaya yang dilakukan perlu dilakukan pemantauan dan evaluasi. Apalagi sampai kini progam masih cenderung bersifat parsial karena dikembalikan kepada setiap satuan kerja.

Padahal program penanggulangan kemiskinan akan makin efektif bila terpadu dan lintas sektoral. Sangat mungkin program ini disinergikan antarwilayah sehingga ada sinkronisasi dan koordinasi antara provinsi dan kabupaten/kota.

Terkait substansi penanggulangan kemiskinan, ada baiknya bila Lampung fokus pada pertanian dan perdesaan yang sebagian besar adalah pertanian rakyat. Pertanian rakyat umumnya dikelola secara tradisional dengan teknologi sederhana dan keterampilan terbatas. Oleh sebab itu, sebaiknya dikembangkan pertanian terpadu; petani mengelola secara bersamaan beberapa kegiatan pertanian.

Selain memiliki tanaman pangan atau perkebunan, petani juga memelihara ternak atau ikan sesuai potensi dan kondisi yang ada. Masalahnya, mungkin mereka tidak punya akses memiliki ternak atau usaha perikanan. Sewajarnya bila ada program yang memberi akses terhadap modal dan teknologi. Dengan kombinasi ini, petani akan memiliki pendapatan yang lebih baik. Bahkan, dapat meringankan beban karena petani dapat menghasilkan pupuk kompos dari limbah ternak dan tanamannya atau energi biogas yang juga dari mengolah limbah ternaknya.

Referensi

Dokumen terkait

di daerah perdesaan (Program Pengembangan Daerah Pedalaman); (b) Program Pemberdayaan Masyarakat di Daerah Perkotaan (Program Penanggulangan Kemiskinan di pusat

Kebijakan prioritas nasional penanggulangan kemiskinan fokus pada jaminan dan bantuan sosial tepat sasaran yang meliputi Program Keluarga Harapan bagi 10 juta

Bab ini berisi mengenai kebijakan penanggulangan kemiskinan yang telah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Lampung melalui regulasi daerah yang telah dibuat;

Kebijakan prioritas nasional penanggulangan kemiskinan fokus pada jaminan dan bantuan sosial tepat sasaran yang meliputi Program Keluarga Harapan bagi 10 juta

Pada tahun 2009 ini, kebijakan dalam upaya penanggulangan kemiskinan terdiri dari 4 (empat) fokus yang meliputi (i) pembangunan dan penyempurnaan sistem perlindungan sosial dan

Untuk mendesain program terpadu dalam penanggulangan kemiskinan di perkotaan berbasis kebutuhan masyarakat miskin, terdapat sepuluh instansi terkait terkait yaitu

Fokus kebijakan pemerintah dalam percepatan penanggulangan kemiskinan dan pengangguran, dilakukan dengan upaya : (1) menaikkan anggaran yang berkaitan (langsung/tidak

FINAL GRADE /0 Pemberdayaan Ekonomi Produktif dalam Penanggulangan Kemiskinan Perdesaan di Kabupaten Rembang GRADEMARK REPORT GENERAL COMMENTS Instructor PAGE 1 PAGE 2 PAGE 3 PAGE